Putri III LH Raihanah Edukasi Daur Ulang Tekstil di SDN Ketintang I
Putri III Lingkungan Hidup 2025, Raihanah Augustin Kirani, terus mengajak masyarakat untuk mengolah sampah tekstil. Kali ini, siswa SDN Margorejo I Surabaya tersebut menggelar Workshop Pengolahan Sampah Tekstil Menjadi Tas Belanja Keren di SDN Ketintang I Surabaya, Jumat (30/1/2026).
Sebanyak 50 siswa SDN Ketintang I mengikuti workshop yang digelar di lapangan sekolah tersebut. Setiap peserta membawa gunting dan kaos bekas dari rumah. Mengawali kegiatan, Raihanah menjelaskan bahwa setiap orang selalu menghasilkan sampah tekstil dalam kehidupan sehari-hari.
“Indonesia menghasilkan sekitar 2,3 juta ton limbah pakaian dan tekstil tiap tahun, setara sekitar 12% dari total sampah rumah tangga. Sedangkan sampah tekstil baru terurai di tanah setelah ratusan tahun,” kata Raihanah Augustin Kirani.
Raihanah pun mengajak para siswa sebayanya untuk mengolah sampah tekstil menjadi karya yang bermanfaat. “Kita akan praktik bersama mengolah kaos bekas menjadi tas belanja keren tanpa perlu dijahit,” lanjut Raihanah, sambil meminta seluruh peserta mengangkat kaos bekas dan gunting yang telah mereka bawa.

Didampingi ibunya dan Presiden Tunas Hijau Mochamad Zamroni, Raihanah membimbing langkah demi langkah proses pembuatan tas. “Potong bagian lengan kaos. Gunting kedua lengan kaos seperti membuat kaos tanpa lengan. Ini akan menjadi pegangan tas,” terang Raihanah.
“Selanjutnya, buat lubang di bagian leher. Gunting bagian leher kaos membentuk lubang oval atau bulat yang lebih besar seperti bentuk kerah tas. Ini akan menjadi bukaan tas,” jelasnya. Pada tahap ini, beberapa siswa tampak kebingungan, dan Raihanah pun menghampiri serta membantu para peserta satu per satu.
“Berikutnya, balik kaos. Balik bagian dalam kaos ke luar jika ingin sambungan tali berada di dalam dan tampak lebih rapi. Potong bagian bawah menjadi rumbai. Gunting bagian bawah kaos sekitar 5–10 cm ke atas, membentuk rumbai-rumbai selebar 1,5–2 cm. Pastikan potongan bagian depan dan belakang sejajar,” Raihanah memandu.
Pada tahap terakhir, Raihanah meminta para siswa untuk mengikat rumbai depan dan belakang. “Ikat satu per satu rumbai depan dan belakang dengan simpul dua kali hingga semua tertutup. Ini akan menutup bagian bawah tas,” lanjut Raihanah.

Tas yang sudah jadi, menurut Raihanah, sangat layak dan kuat digunakan sebagai tas belanja. “Tas kain karya teman-teman dari bahan kaos bekas ini sangat kuat dan awet untuk berbelanja berulang kali. Pastikan setiap belanja selalu digunakan untuk meminimalkan sampah kantong plastik,” pesannya.
Sementara itu, Kepala SDN Ketintang I Surabaya, Dhiana Fadjarwati, mengapresiasi workshop yang dikemas dengan konsep ‘Dari Anak untuk Anak’ ini. “Dengan trainer Raihanah yang meskipun masih anak-anak, namun telah mengolah lebih dari dua ton sampah tekstil, kegiatan ini sangat menginspirasi para siswa untuk peduli lingkungan dan berprestasi,” pungkas Dhiana Fadjarwati.
Penulis: Mochamad Zamroni


Terimakasih kak Zamroni, terimakasih ibu Dhiana, dan teman-teman SDN Ketintang I.
Semoga ilmu yang sedikit ini memberikan manfaat bagi kita semua dan yuk bijak dalam mengolah sampah tekstil yang kita hasilkan
Hebat ananda Raihanah, bisa menginspirasi kami dalam mengolah kembali limbah tekstil bekas. Semangat ananda Raihanah. Terima kasih telah menginspirasi. Salam zero waste. Salam Bumi pasti lestari.