Rino Damara, Pangeran “Kompos Kotoran Ayam” LH 2019
Kotoran ayam dipandang menjijikan oleh masyarakat. Bahkan dengan bau yang menyengat, masyarakat enggan untuk mendekatinya. Namun lain cerita dengan siswa kreatif asal SMP Negeri 56 Surabaya Rino Damara. Baginya, ada peluang yang dimanfaatkan dari kotoran ayam. Tepatnya sebagai media penyubur atau pupuk.
Sebelum melaksanakan proyek KOKOYAM (kompos kotoran ayam), Rino Damara lebih dahulu bergiat lingkungan hidup melalui berkebun di rumahnya. Di rumahnya terdapat puluhan tanaman dari berbagai jenis sehingga rumahnya menyerupai hutan mini. Ia menyadari banyaknya tanaman yang terdapat di rumahnya memerlukan pupuk.
Selain tanaman, ia bersama orang tua juga mempunyai peliharaan 4 ekor ayam. Ia merasa kotoran yang dihasilkan oleh ayam selalu dibuang begitu saja. “Saya berpikir jika saya punya ayam di rumah dengan kotorannya dibuang ke tempat sampah begitu saja, tidak di olah kembali,” ujar Rino
Meskipun Rino hanya mempunyai 4 ekor ayam, tetapi limbah kotorannya sangat banyak. Bahkan akan memcemari lingkungan. “Jika tertumpuk di tempat sampah akan memunculkan belatung yang tercampur dengan sampah kering terus bau busuk. Maka saya berinisiatif mengangkat proyek bertema kompos dengan bahan dasar kotoran ayam,” ujar siswa yang hobi berkebun ini.
Prinsip pembuatan KOKOYAM adalah hasil kolaborasi pengomposan menggunakan media tong komposter aerob. “Konsepnya hampir sama dengan pengomposan menggunakan tong aerob. Campurannya sampah sayur hasil grebek pasar serta dedaunan,” terang Rino Damara.

Sedangkan kotoran ayam sebagai penunjang atau pengaktifan agar kompos lebih cepat jadi. “Nyatanya memang kalau menggunakan kotoran ayam kompos lebih cepat jadi daripada tanpa kotoran ayam,” ujar siswa yang beralamat di Kupang Gunung Timur 4A No.9 Surabaya.
Selain menggunakan kotoran ayam, Rino juga memanfaatkan kotoran hewan lainnya untuk dijadikan pupuk yaitu kotoran sapi dan kambing. “Biasanya ketika melaksanakan proyek bersamaan dengan momen Idul Adha,” terang Rino.
“Jadi, komposter aerob saya juga diisi oleh kotoran sapi dan kotoran kambing. Selain itu, juga saya masukkan sisa-sisa usus yang tidak terpakai ketika penyembelihan hewan qurban. Tentu saja semua itu dibantu oleh keluarga juga,” ujar siswa kelas 9 ini.
Selama masa seleksi Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2019, Rino Damara telah berhasil panen kompos tong aerob sebanyak 1 kali dengan hasil yang memuaskan. “Alhamdulillah sempat merasakan panen dari hasil proyek saya sejumlah 152 kg kompos,” terang Rino.
Rinciannya, 100 Kg terdiri dari pupuk kompos dan 52 Kg merupakan pupuk kotoran ayam dan hewan lainnya. “Hasilnya tidak berbau busuk seperti pertama kali kotoran ayam,” ujar siswa yang bercita-cita menjadi petani ini.
Untuk pengemasan, Rino mempunyai kiat agar tidak menggunakan plastik sekali pakai. Ia mensiasati pengemasan dengan paper bag bekas ujian di sekolahnya. “Pupuk saya kemas dengan paper bag ujian yang biasanya digunakan di sekolah,” kata Rino.
Dia mengemasnya setiap satu kilogram. “Saya jual seharga Rp. 5.000,- per kemasan. Untuk tetangga sekitar rumah saya berikan gratis karena mereka juga membantu saya dalam pengembangan proyek ini,” tutup Rino.
Penulis: Fatih Abdul Aziz
Penyunting: Mochamad Zamroni


Nama:Acha a’isy saarah
Asal sekolah:SDN Margorejo1
No:136
Proyek:Kobilak(kopi biji salak)
Bagus kak proyeknya semangat terus.
Nama : Elvina Ailsha Hayyu Veronica
No. Peserta : 66
Asal : Sdn Kaliasin 7
Judul ” Pemanfaatan Sampah Non Organik Menjadi Sesuatu Yang Berguna”
Hebat, keren dan penuh semangat Kak Rino…sangat Inspirasi sekali. Dengan mengolah Kotoran Ayam menjadi pupuk “KOKOYAM”.. Ayoo produksi yang banyak Kak Rino…
STAY AT HOME
SALAM BUMI PASTI LESTARI
SELALU ZERO WASTE
DAUR ULANG SAMPAH..
Keren kak rino…tetap semangat ya kak..semoga bisa menjadi usaha yang sukses.
SALAM BUMI HIJAU LESTARI🌍🌍🌳🌳
& ZEROWASTE👌👌
Nama:Khanza Aurellya Anggraeni.
Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
No peserta:72.
Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna.
Sangat luar biasa kak Rino…terus kembangkan kak Rino proses pengolahan kompos dari kotoran ayam “KOKOYAM” karena sangat bermanfaat bagi petani kita.Ayoo terus berproduksi yang lebih banyak lagi kak…
STAY AT HOME
Salam Bumi Pasti Lestari
Zero Waste selalu…👌👌.
Nama: Niken Octaria Sidabalok
Sekolah: SDN Kaliasin 1
No. Peserta: 490
Proyek: Pengelolaan sampah organic
Hebat kak Rino….Oh ya saya juga membuat pupuk kompos tetapi hanya dari sampah organic dan memakai takakura. Teruskan semangat itu dan kak Rino pasti bisa. Padahal saya mengira kotoran ayam itu mang tidak bisa dibuat apapun selain menjadi sampah… Sukses terus ya kak….
Nama: Filzah Putri Naraya
Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
No peserta: 68
Proyek:Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna.
Saya sangat kagum dengan kakak Rino Damara. Semangat kakak untuk mengolah kotoran ayam dijadikan pupuk kompos…. Wah sangat menginspirasi sekali kak😁
Nama: Filzah Putri Naraya
Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
No peserta: 68
Proyek:Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna.
Saya sangat kagum dengan kakak Rino Damara. Semangat kakak untuk mengolah kotoran ayam dijadikan pupuk kompos…. Wah sangat menginspirasi sekali kak😁
Stay at home aja dulu
Salam Bumi Pasti Lestari
Nama : Najwa Almira Salsabila
Sekolah : SDN Rangkah 1 Sby
No. Peserta : 234
Proyek lingk : Budidaya Tanaman Ginseng Jawa
Proyek Kak Rino sangat menginspirasi, kotoran ayam bisa diubah menjadi KOKOYAM. Selain itu juga kotoran sapi dan kambing juga dibuat kompos yang bernilai ekonomi.
Terus produksi komposnya ya kak. Semangat 😊
Salam Bumi 🌏 Pasti Lestari 🌲🌿☘🌳
Nama: Kayla Beby Azari
No peserta:70
Asal sekolah: SDN kaliasin 7 Surabaya
Judul proyek saya adalah pemanfaatan tas kresek menjadi bunga hias
Bagus kak proyeknya semangat terus ya kak Rino….
SALAM BUMI PASTI LESTARI 🌱🌱🌱
Nama : Dimas Dwi Pangestu
Asal Sklh:SDN RANGKAH1
No Peserta:169
Sangat bagus proyeknya kak
Salam Bumi Pasti Lestari