Aksi Bersih Pantai Seri#200 Ungkap Sampah Tekstil dan Bangkai Kambing di Mangrove Tambak Wedi Surabaya
Tumpukan tekstil ditemukan di tepi area mangrove Tambak Wedi saat aksi Bersih Pantai Seri#200 yang digelar oleh Tunas Hijau bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Sabtu (30/8/2025) pagi.
“Tumpukan tekstil ini jelas dibuang langsung ke area ini oleh oknum tidak bertanggung jawab,” kata Rahayu, orang tua Reynando Yudhistira Putra, siswa SDN Wiyung I Surabaya, relawan yang mendampingi putranya. Menurutnya, sampah tekstil yang menumpuk ini bahkan belum terkan air laut pasang.
Bangkai kambing kembali ditemukan di area mangrove ini. “Kali ini ada bangkai kambingnya sebanyak 2 ekor. Masih ada belatung yang sepertinya maggit BSF yang mengurainya. Berarti bangkai ini masih berumur beberapa hari dibuang ke lokasi ini,” ujar Gayatri Kayla Frinanda, Putri Lingkungan Hidup 2024, yang juga siswa SMPN 12 Surabaya.

Sekitar 400 orang relawan bergabung pada Aksi Bersih Pantai Seri#200 di area mangrove Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, Sabtu (30/8/2025) pagi. Mereka adalah para calon pangeran dan putri lingkungan hidup 2025 beserta keluarga dan tim-tim sekolah.
Tim sekolah yang ikut serta adalah:
1. SDN PLOSO V (10 orang)
2. SDN Pacarkeling I (10 org)
3. SDN Dukuh Menanggal I (15 orang)
4. SMPN 25 (15 orang)
5. SDN Semolowaru 1 (13 orang)
6. SDN Gayungan 2 (17 orang)
7. SDN Benowo I (5 orang)
8. SDN Manukan Wetan I (10 orang)
9. SDN Sidosermo I (10 orang)
10. SMPN 7 (15 orang)

11. SDN Ngagelrejo III (6 orang)
12. SDN Kandangan III (30 orang)
13. SDN Tambaksari 1 ( 8 orang)
14. SDN Perak Utara I (6 orang)
15. SMPN 30 (15 orang)
16. SDN BANJARSUGIHAN V (12 orang)
17. SMPN 11 (45 orang)
18. SMPN 54 (43 orang)
19. SMPN 44 (32 orang)
20. SMPN 9 (40 orang)
21. SDN Krembangan Selatan 3 (5 orang)
22. SMPN 46 (6 orang)
23. SDN WONOREJO I (60 orang)
24. SDN Margorejo I (10 orang)
25. SDN KETABANG 1 (15 orang)
26. SD ISLAM AL-AZHAR KELAPA GADING (5 orang)
27. SDN Simolawang KIP/156 (3 orang)
28. SDN WIYUNG I (4 orang)
29. SDN SUKOMANUNGGAL I (4 orang)

Penulis: Mochamad Zamroni


Prihatin sekali lihat Mangrove Tambak Wedi, terima kasih kerja kerasnya untuk membersihkan, semoga kedepan mangrove lebih asri lagi…
Habel Marcelo Eryawan
No Urut 237,
SDN Manukan Wetan IV 616
Proyek Melestarikan Tanaman Daun Afrika untuk Bumi yang Lebih Sehat
kegiatan luar biasa! Semoga kesadaran ini makin menyebar agar mangrove dan laut kita tetap bersih dan sehat
Nama: Keisya Azellia Putri
Sekolah: SMPN 38 Surabaya
Nomor Peserta: 1142
Judul Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
Penjelasan: Proyek ini bertujuan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk menanam tanaman obat sambung nyawa. Tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan dan bisa menjadi alternatif pengobatan alami. Proyek ini juga mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui edukasi, daur ulang, dan kegiatan berkebun bersama. Saat ini, penanaman sudah dimulai di rumah dan sekolah, serta dibagikan ke lingkungan sekitar. Target ke depan adalah memperluas penanaman dan melibatkan lebih banyak orang, terutama anak muda, sebagai agen perubahan hijau.
Meski rutin dibersihkan masih saja ada sampah, semoga kita semakin sadar lingkungan
Semoga pantai mangrove ini bisa semakin bersih jika sudah sering dibersihkan karna pantai mangrove ini sudah tidak terlihat seperti pantai karena dipenuhi banyak sampah,
Yuk peduli pantai kita 🏖️ agar bebas dari sampah ‼️
Nama: Adinda Quenza Ramadhani
Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
No peserta: 224
Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫
Semoga masyarakat lebih perduli menjaga kebersihan lingkungan mangrove, karena keberadaan mangrove sangat penting untuk lingkungan dan manusia.
Yuk lebih perduli agar pantai bebas dari sampah
Nama: Keinarra Az-Zahra Kamania Putri
Sekolah: SDN Pacar Keling V Surabaya
No peserta: 464
Judul proyek : Kompos Susun Ceria-Solusi Cerdas, Inovatif dan Alami
Semangat selalu untuk kakak-kakak dan kita semua.. yuk plis, jangan buang sampah sembarangan.
Nama : Ayesha Medina
No Peserta : 618
Sekolah : SDN Semolowaru 1/261
Judul Proyek : Maggot bsf si Hewan Ajaib Sahabat Lingkungan
Lokasi yang sangat memprihatinkan sekali. Mari teman-teman jangan lelah dalam melakukan bersih-bersih pantai. Kita Jaga bumi kita. Salam bumi pasti lestari.
Rah Handaru Hatmaji/453
SMPN 1 Surabaya
Semangat selalu ..
Nama : Siti shofiah
No peserta : 416
Dari : SDN Margorejo III/405
Proyek : Budidaya dan pemanfaatan tanaman Jahe.
Sungguh sangat disayangkan pantai mangrove yang seharusnya bagus dan indah malah jadi tempat yang sangat kotor bahkan ada bangkai kambing, seharusnya semua masyarakat harus peduli dan cinta terhadap kebersihan lingkungan.
Nama : Ezra Bintang Izdihar Kurniwan
No. Peserta : 003
Sekolah : SD Kyai Ibrahim
Proyek : Pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi.
Sungguh sangat disayangkan pantai mangrove yang seharusnya bagus dan indah malah jadi tempat yang sangat kotor bahkan ada bangkai kambing, seharusnya semua masyarakat harus peduli dan cinta terhadap kebersihan lingkungan.
Ezra Bintang Izdihar Kurniwan (003)
Sekolah : SD Kyai Ibrahim
Proyek : Pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi.
Semoga pantai mangrove ini bisa semakin bersih jika sudah sering dibersihkan karna pantai mangrove ini sudah tidak terlihat seperti pantai karena dipenuhi banyak sampah,
Nama : Muhammad Raffa Zamzani
Asal sekolah : SMPN 9 Surabaya
Nomor peserta : 697
Judul proyek : Budidaya Bunga Telang Dan Pemanfaatannya
Saya dan ayah juga mengikuti aksi bersih pantai seri#200 di area Mangrove Tambak Wedi ini. Memang banyak ditemukan sampah tekstil juga popok sekali pakai. Kegiatan rutin yang diadakan Tunas Hijau bersama DLH ini tentunya sangat bermanfaat dan semoga warga sekitar sadar akan pentingnya mengolah sampah dengan bijak.
Nama : Fathan Alby A
Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.
Halo sobat hijau 🌳
Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
Salam bumi, pasti lestari 🌱
Aksi bersih pantai luar biasa!
Pantai menjadi bersih dan indah
Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
Sekolah: SDN.Kalisari 2-513 Surabaya
No.peserta: 218
Proyek: Budidaya tanaman asem jawa dan produksi minuman kesehatan tradisional sinom
Pencemaran lingkungan tidak hanya berasal dari sampah plastik, tetapi juga dari limbah tekstil dan hewan mati yang dapat merusak ekosistem pesisir. Melalui aksi ini, masyarakat diingatkan akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kesadaran akan dampak negatif sampah terhadap ekosistem laut.
Semoga aksi ini menjadi pemicu bagi masyarakat dan pemerintah untuk lebih serius dalam menangani masalah sampah dan pencemaran lingkungan, serta menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir di Surabaya.
Mayfrina Aisyahrani
SMPN 3 SURABAYA
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN
Kegiatan yang sangat luar biasa, yang awalnya pantai itu banyak sekali sampah dan akhirnya menjadi bersih dan indah untuk di lihat.
Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪
🌊👏 Aksi Bersih Pantai Seri#200 di Mangrove Tambak Wedi membuktikan betapa seriusnya masalah sampah di pesisir Surabaya. Bukan hanya plastik dan popok, tapi juga sampah tekstil hingga bangkai kambing ditemukan menumpuk di area mangrove 😱.
Salut untuk 400 relawan dari berbagai sekolah yang ikut turun tangan hingga berhasil mengumpulkan sekitar 2 ton sampah! 🌿💪 Ini bukti nyata bahwa menjaga laut dan mangrove butuh aksi bersama, bukan hanya sekadar wacana.
Semoga temuan ini jadi peringatan keras bagi semua agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. Mari terus bergerak bersama, karena laut dan bumi ini adalah warisan untuk generasi mendatang 🌏✨.
— Kenzo Anugrah Rahmadhan, SMPN 26 Surabaya
Peserta Pangeran & Putri Lingkungan Hidup 2025
#pangeranputrilh2025SMP_567 #SMPN26Surabaya #AksiUntukBumi #Tahap3Lestari
Situasi ini sungguh memprihatinkan mangrove semestinya menjadi sumber kehidupan dan penyangga ekosistem pesisir, bukan tempat pembuangan limbah berbahaya. Penemuan tumpukan tekstil dan bangkai kambing memperlihatkan tingkat pencemaran yang serius dan semakin buruknya kesadaran lingkungan di beberapa kalangan.
Nama:Diky Yulia Efendi
No peserta:459
Proyek: integrasi pengelolahan air limbah dan konservasi air
Sekolah:SMP Negeri 11 Surabaya
Pada aksi bersih pantai seri #200 di area mangrove tambak Wedi kali ini ditemukan sampah tekstil yg mungkin dibuang langsung oleh masyarakat sekitar yg tidak bertanggung jawab dan bangkai 2 ekor kambing sudah mulai terurai sehingga menimbulkan bau tidak sedap.
Nama : Akifa Maulidya
Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
Nomor Peserta : 698
Proyek LH : Budidaya organik tanaman Kale
Kurang 1 itu, sekolahku juga ikut. Banyak sekali sampah tekstil di mangrove ini, dan saya juga menemukan celana dalam berwarna biru dibuang di mangrove ini. Jika sampahmu penuh dirumah jangan buang di mangrove atau pantai. Buanglah di tong sampah, jika sampah furnitur saya pernah melihat di instagram dlh surabaya. Jika sampah furnitur akan dibuang, panggil saja nomer dlh. Nanti pegawai dlh surabaya yang akan datang dan mengambil sampah furnitur tersebut. Yasng nantinya akan dibawa ke TPA.
🙋♀️: Mazida Shabrina Yasmin
🏫: SDN Wonokusumo 6 Surabaya
🔢: 728
📍: Proyek SERBUK(Serbuk Berproyek Horta)
Inspirasi aksi nyata generasi peduli lingkungan
aksi nyata generasi peduli lingkungan
Aksi Bersih Pantai Seri#200 menjadi pengalaman yang membuka mata saya akan parahnya kerusakan lingkungan pesisir di Surabaya, khususnya di kawasan mangrove Tambak Wedi. Penemuan tumpukan sampah tekstil dan bahkan bangkai kambing menunjukkan bahwa kawasan yang seharusnya menjadi ekosistem penting bagi keseimbangan lingkungan justru dijadikan tempat pembuangan akhir oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Saya merasa prihatin karena mangrove adalah wilayah yang sangat vital bagi perlindungan pantai, tempat hidup biota laut, dan penyerap karbon alami.
Selain tekstil dan bangkai hewan, saya juga melihat banyak sekali sampah plastik, kayu, bahkan popok yang mencemari tanah pantai. Ini menunjukkan bahwa edukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah masih sangat minim, terutama pada kawasan pemukiman yang dekat dengan pesisir. Padahal, ekosistem mangrove membutuhkan perlindungan ekstra karena menjadi garda depan perlindungan pesisir dari abrasi dan perubahan iklim.
Bersama ratusan relawan lainnya, saya ikut mengumpulkan sampah hingga totalnya mencapai sekitar 2 ton. Momen ini menjadi refleksi mendalam bagi saya, bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tentang tidak membuang sampah sembarangan, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif bahwa alam bukan tempat menimbun masalah sosial.
Saya juga belajar tentang pentingnya peran relawan, keluarga, dan sekolah dalam memperkuat aksi-aksi lingkungan. Kolaborasi antar generasi yang saya lihat hari itu, dari anak-anak hingga orang tua, membuktikan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Aksi seperti ini perlu dilakukan secara berkala, diikuti dengan strategi edukasi berkelanjutan di sekolah dan komunitas.
Saya berharap, setelah aksi ini, pemerintah bisa lebih tegas dalam pengawasan wilayah pesisir dan memberikan sanksi kepada pelaku pembuang limbah ilegal. Selain itu, edukasi harus menyasar ke rumah tangga, pelaku usaha, dan komunitas warga agar ekosistem mangrove yang tersisa dapat diselamatkan.
Nama: Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
Sekolah: SMP Negeri 1 Surabaya
No. Urut: 451
Nama Proyek: EcoGeniuz Pillow & Mangrove Warrior
Semoga dengan adanya kegiatan bersih pantai tersebut juga menyadarkan warga sekitar penting nya menjaga lingkungan
KANAYA DIVANESA AWANDA
SMP NEGERI 58 SURABAYA
NO URUT 1388
JUDUL PROYEK: BARASIMAN
(BUDIDAYA ALOEVERA PENGUSIR KUMAN)