Dahsyatnya Gerakan Sumur Resapan
Banjir yang kian rutin melanda berbagai wilayah Indonesia bukan sekadar akibat curah hujan tinggi, melainkan juga dampak dari rusaknya siklus alami air akibat masifnya permukaan kedap air seperti aspal dan beton.
Air hujan yang seharusnya meresap ke dalam tanah kini berubah menjadi limpasan permukaan yang menggenang di jalan, permukiman, dan saluran drainase. Di tengah kompleksitas persoalan ini, gerakan pembangunan sumur resapan hadir sebagai solusi sederhana namun berdampak luar biasa. Jadi, sudah tidak tepat hanya bangga rumah tempat tinggalnya tidak banjir tetapi hanya membiarkan air hujan yang turun di rumah dibuang ke selokan dan sekitarnya.
Sumur resapan bekerja dengan cara menampung air hujan dan mengalirkannya kembali ke dalam tanah, sehingga mengurangi volume air yang mengalir ke permukaan. Ibarat bank air bawah tanah, sumur resapan membantu mengisi kembali cadangan air tanah yang terus menurun akibat eksploitasi berlebihan. Dengan demikian, fungsinya tidak hanya mencegah banjir, tetapi juga menjaga ketersediaan air bersih jangka panjang.
Dampak dahsyat dari gerakan sumur resapan dapat dirasakan ketika penerapannya dilakukan secara masif dan terstruktur. Di kawasan padat penduduk yang memiliki banyak titik sumur resapan, genangan pascahujan terbukti lebih cepat surut dibandingkan wilayah yang minim infiltrasi. Studi dan praktik di berbagai kota menunjukkan bahwa satu sumur resapan mampu menyerap puluhan hingga ratusan liter air per jam, tergantung jenis tanah dan desain bangunannya.
Lebih dari sekadar infrastruktur fisik, gerakan sumur resapan juga membentuk kesadaran ekologis masyarakat. Ketika warga dilibatkan langsung dalam pembuatan dan perawatannya, tumbuh rasa kepemilikan terhadap lingkungan. Masyarakat menjadi lebih peka terhadap perilaku membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran dan menghambat fungsi resapan.
Menariknya, sumur resapan bisa diterapkan di berbagai tempat: halaman rumah, sekolah, perkantoran, bahkan di tepi jalan dan kawasan parkir. Tidak membutuhkan lahan luas, tetapi memberi dampak signifikan jika dilakukan secara kolektif. Bayangkan jika setiap rumah memiliki minimal satu sumur resapan, maka jutaan meter kubik air hujan dapat ditahan sebelum berubah menjadi banjir.
Gerakan ini juga berperan penting dalam memperbaiki kualitas air tanah. Air hujan yang tersaring melalui lapisan tanah berperan sebagai filter alami terhadap polutan tertentu, meskipun tetap perlu memperhatikan jarak aman dari sumber pencemar. Dengan desain yang tepat, sumur resapan dapat sekaligus menjadi bagian dari sistem sanitasi lingkungan yang sehat.
Dari sisi ekonomi, pembangunan sumur resapan tergolong murah dan terjangkau. Biayanya jauh lebih rendah dibandingkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir skala besar seperti kanal dan waduk. Jika digerakkan sebagai program gotong royong berbasis komunitas, manfaatnya bisa dirasakan luas tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.
Pada akhirnya, dahsyatnya gerakan sumur resapan terletak pada kesederhanaan yang dikalikan oleh jumlah. Semakin banyak sumur resapan dibangun, semakin besar air yang dikembalikan ke tanah, semakin kecil peluang banjir merusak kehidupan. Ia membuktikan bahwa solusi untuk masalah besar tidak selalu harus megah—kadang cukup dengan lubang sederhana yang dibuat dengan kesadaran kolektif dan semangat menjaga bumi.
Langkah Teknis untuk Mengefektifkan Sumur Resapan
Agar sumur resapan bekerja lebih efektif, air hujan sebaiknya diisolasi sejak jatuh di atap bangunan, bukan dibiarkan mengalir ke tanah lalu menunggu terjadi genangan terlebih dahulu. Ini dapat dilakukan dengan memasang talang air di te pi atap, lalu menghubungkannya ke pipa vertikal yang langsung menuju sumur resapan. Dengan cara ini, air hujan ditangkap sejak awal, sehingga tidak sempat menjadi limpasan permukaan yang membebani drainase lingkungan.

Prinsip ini disebut sebagai harvesting–infiltrasi langsung, yaitu pemanenan air hujan yang langsung diarahkan ke dalam tanah. Air dari talang dialirkan melalui pipa PVC berdiameter 3–4 inci menuju sumur resapan yang tertutup, lalu disaring dahulu menggunakan saringan sederhana berupa kerikil, ijuk, atau pasir kasar agar kotoran dari atap tidak menyumbat pori-pori tanah. Saringan ini dapat ditempatkan pada bak kontrol sebelum air masuk ke sumur.
Dengan sistem ini, sumur resapan tidak menunggu bencana datang, melainkan bekerja secara preventif. Setiap tetes hujan yang turun menjadi air yang dikembalikan ke bumi, bukan menjadi beban bagi saluran air. Dalam skala rumah tangga, sistem ini mampu mengurangi limpasan air hingga 90% dari air hujan yang jatuh di atap, tergantung desain dan kondisi tanah.
Selain itu, penting untuk membuat saluran limpasan cadangan (overflow) yang aman apabila volume air melampaui kapasitas sumur, misalnya dialirkan ke taman resapan atau biopori di sekitar halaman. Dengan begitu, fungsi sumur resapan tetap optimal bahkan saat hujan ekstrem.
Langkah ini mempertegas bahwa sumur resapan bukan hanya “penampung saat banjir”, melainkan bagian dari sistem bangunan ramah air hujan yang aktif bekerja sejak tetes pertama muncul di langit.
Penulis: Mochamad Zamroni


Saya sudah membaca artikel tentang sumur resapan ini, Terima kasih Tunas Hijau telah memberi saya Ilmu tentang sumur resapan. Pengetahuan saya bertambah tentang resapan air hujan. Semoga saya dapat mempraktekkan sumur resapan ini.
Nama : Bisma Saputra
Sekolah: SDN. Karah III
Proyek: Pestisida Nabati dari kulit Bawang merah dan putih serta komposter penyelamat bumi.
Setuju banget,di masa curuh hujan tinggi sangat bagus bila di buat resapan resapan biopori, sumur resapan. Di samping murah , mudah bisa di buat di mana saja tidak membutuhkan tempat yang besar. Ayo buat resapan biopori di sekitar rumah agar air segera meresap ke dalam tanah dengan baik, apalagi sekarang tanah banyak tertutup paving dan aspal,menjaga lingkungan bersih buang sampah pada tempatnya.
Salam bumi lestari 🌿
Salam Zero Waste 👌🏻
Carissa Putri Fatihasari
SDN Sidotopo wetan V
No.peserta : 674
Proyek SANCA ( Sampah Anorganik Carissa)
Air hujan yang seharusnya meresap ke dalam tanah kini berubah menjadi limpasan permukaan yang menggenang di jalan, permukiman, dan saluran drainase. Di tengah kompleksitas persoalan ini, gerakan pembangunan sumur resapan hadir sebagai solusi sederhana namun berdampak luar biasa. Jadi, sudah tidak tepat hanya bangga rumah tempat tinggalnya tidak banjir tetapi hanya membiarkan air hujan yang turun di rumah dibuang ke selokan dan sekitarnya.
Susah om orang Indonesia masih sibuk urusan sembako. Gak kepikiran soal lain2 dulu.
Terutama karena pertumbuhan ekonomi, kesadaran ilmiah dll masih rendah.
Sebuah gagasan yg sangat bagus, namun ada juga penting dibuat yakni UU perumahan atau pendirian rumah, alangkah baiknya dibuat peraturan pendirian rumah, baik perumahan, kavlingan, bangunan baik desa maupun kota. Setiap rumah yg didirikan ada halaman kosong kanan, kiri, belakang, dan depan rumah sekitar 2-3meter dari bangunan rumah dengan batas tanah. Inilah yg dipergunakan sebagai resapan bersama dg tetangga, sehingga antar ruamah sdh ada resapan 4-6 meter, kanan, kiri, dan belakang. yg sekaligus bisa ditanami pohon dan tanaman lainnya
ide keren.
Sangat bermanfaat
Sebuah gagasan yg sangat bagus, namun ada juga penting dibuat yakni UU perumahan atau pendirian rumah, alangkah baiknya dibuat peraturan pendirian rumah, baik perumahan, kavlingan, bangunan baik desa maupun kota. Setiap rumah yg didirikan ada halaman kosong kanan, kiri, belakang, dan depan rumah sekitar 2-3meter dari bangunan rumah dengan batas tanah. Inilah yg dipergunakan sebagai resapan bersama dg tetangga, sehingga antar rumah penduduk sdh ada resapan 4-6 meter, kanan, kiri, dan belakang apalagi dibuat sumur resapan. yg sekaligus bisa ditanami pohon dan tanaman lainnya.
Bisa jadi ini sangat mencegah banjir.
Namun mahal kritik dr berbgai sudut.
”
Sangat setuju kita menjaga lingkungan sekitar seperti tidak buang sampah sembarangan, buat titi-titik biopori depan rumah & vasum, tanam pohon ditanah/ lahan pekarangan yg kosong. Bahkan saat pasca pandemi C19 wilayah Rw 10 Puri Husada Agung desa cibinong kec gunungsindur kab bogor melalalui KRL berani sejuk telah melalukan kegiatan positip.
Yuk. Jangan bosan untuk:
” KITA JAGA ALAM,ALAM JAGA KITA”
Manfaat sumur resapan memang banyak terimakasih tunas hijau membarikan informasi
Mengurangi genangan
Menjaga ketersediaan air tanah
Menjaga ketersediaan air tanah
Mendukung ekosistem
Lingkungan lebih sehat
Reynando Yudhistira putra
SDN Wiyung 1 Surabaya
No peserta 409
Pengolahan sampah plastik
Sumur resapan sebagai salah satu solusi dimusim penghujan seperti ini, air hujan ditampung dan dimanfaatkan bisa juga dijadikan solusi untuk memperbaiki kualitas tanah
Nama : Fatimah Nawal Rahman
Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
No. Peserta : 026
Pencapaian : 1.793,75 kg
Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan
Beberapa Minggu ini Surabaya diguyur hujan terus-menerus, banjir terjadi di beberapa kawasan. Sumur resapan merupakan solusi alternatif yang bisa di coba di beberapa titik.
Raihanah Augustin Kirani
SDN MARGOREJO 1/403
NO.PESERTA : 410
UTAK-ATIK LIMBAH TEKSTIL
Keren, salah satu solusi banjir di daerah perkotaan. Dari sini saya baru tau bahwa pembuatan sumur resapan menjadi semacam keharusan dalam setiap rumah. Yang menyesuaikan hanya kedalaman dari sumur resapan yang akan dibuat. Kedalaman sumurnya berdasarkan muka tanah. Saat pembuatan sumur resapan gak boleh ketemu muka air tanah, sebab tujuannya untuk meresapkan air hujan, bukan untuk mengambil air tanah. Ternyata juga rumah dengan lahan sempit bisa juga dibuat sumur resapan.
Semoga semakin banyak rumah yang bisa merealisasikan sumur resapan, bukan sumur yang diambil air tanahnya. Semoga banjir semakin bisa dicegah dan semakin banyak air hujan yang bisa diresapkan ke dalam tanah.
Naziya Putri Syafira A. (612)
SDN Sawunggaling 1/382
NoBiTA
Beberapa Minggu ini Surabaya diguyur hujan terus-menerus,banjir terjadi di beberapa kawasan Sumur resapan merupakan solusi alternatif yang bisa di coba di beberapa roti.Dan sangat keren ini adalah salah satu solusi banjir di daerah perkotaan.
Nama: Muhammad Hidayahtullah
Sekolah: SDN KAPASARI 1/292 Surabaya
No Peserta: 145
Proyek: Budidaya Daun Pandan
Setuju adanya sumur resapan,otomatis air hujan tidak langsung mengalir dari atap ke saluran drainase terus ke sungai,namun sangat disayangkan program pembuatan sumur resapan di JKT semasa gubernur pak Anies Baswedan, diejek dan jadi cemoohan dan kabarnya skrg program tersebut dihentikan.
Apa bedanya sumur resapan dengan gorong-gorong y kak. Dirumah saya sudah ada lubang biopori bahkan sekarang ada gorong-gorong tapi kok tetap saja banjir 😭😭😭
Eno wahyu kamagading
SDN pacarkeling 1/182 surabaya
Eco enzym
452
Jika setiap rumah ada satu sumur resapan dan mengikuti langkah yang telah di berikan sudah pasti Surabaya dan kota-kota besar di Indonesia tidak akan mengalami kebanjiran
Jasmine Azzahra Abqoriah
Sdn TAMBAKSARI 1 Surabaya
Judul proyek SAMOR
Alhamdulillah saya sudah mempraktikkan, dan terbukti ketika musim hujan saat tetangga kebanjiran saya aman, ketika musim kemarau saat sumur tetangga kering sumur saya aman.
Penjelasan tentang resapan air dilingkungan pemukiman adalah topik yg sudah lama dibahas, sejak tahun 80an.
Bahkan dijelaskan teorinya bagaimana membuat sumur resapan oleh komunitas di Jogja (UGM seingat saya).
Konsep resapan juga sudah diadopsi pemerintah melalui aturan membangun rumah pola perbandingan tanah dan bangunan ( tanah : bangunan = 6:4).
Untuk penerapan sumur resapan sangat tergantung pada kemauan dan komitmen dalam hal ini pemda terutama untuk mewujudkannya.
Masalah banjir adalah masalah kita (manusia), bukan karena alam (cuaca), apalagi kita tahu resapan lingkungan sudah berkurang bahkan hilang, tetapi tidak ada solusi yg dilakukan kecuali mengatur drainase, padahal masalah utamanya jumlah air yg terlalu banyak.
Banjir itu bukan phenomena alam (kecuali rob), tetapi karena resapan yg hilang itu paling utama..
Selama penanganan resapan tidak dilakukan, jangan berharap banjir akan berkurang, bahkan kemungkinan daerah pesisir tenggelam makin cepat.
Saya berharap komitmen pemerintah untuk secepatnya memahami konsep resapan seperti yg dibahas dalam topik diatas, sebelum situasinya semakin sulit dan buruk.
Terima kasih.
Terima kasih tunas hijau memberikan edukasi bermanfaat. Sumur resapan memang solusi sederhana untuk mencegah banjir dan mempunyai kontribusi besar dalam prakteknya. Banjir Surabaya sudah lebih bisa diminimalkan dibanding tahun2 sebelumnya.
Charissa Rafanda Rabbaniyyah
SDN pakis 3 surabaya
Sejak tahun 1994 saya alirkan air dari atap rumah (34 M2) ke dalam sumur (dalamnya sekitar 12m), sumur yang sebelumnya sebagai sumur timba dijadikan resapan. Lalu, 2 meter dari sumur resapan saya pasang sumur pompa. Alhamdulillah sumber air sehari-hari tidak pernah kering.
Saya sependapat kalau terjadinya banjir tidak semata curah hujan tinggi, melainkan rusaknya lingkungan dengan semakin maraknya bangunan penutup lahan terbuka dan hijau. Namun solusi dengan sumur resapan belum menyelesaikan masalah, menngingat peresapan air permukaan oleh sumur resapan sangat kecil. Saya ada solusi pengganti sumur resapan yaitu pipa resapan horisontal yang daya resapnya sekirar 20 kali sumur resapan, harga murah, dan pemeliharaan mudah. Silakan bisa menghubungi medsos kami sumur resapan horisontal (PRH) untuk mengetahui lebih banyak.
Musim. Hujan dan banjir adalah suatu yg sering berkaitan
Dimulai dari genangan kecil hingga banjir besar.
Sangat menakutkan bencana ini.
Salah saru solusi adalah membuat sumur resapan
Sangat keren idenya dan besar manfaatnya.
Semoga bisa terlaksana di setiap kota. Agar ketika hujan turun tdk perlu luator datangnya banjir
Marshall Dastan PR
Sdn. Ketabang 1/288
No urut : 207
Project : KOMANDAN ( Koleksi Tanaman Pandan)
Alhamdulillah sejak dibangun ulang pada 2016 kami membuat sumur resapan di depan dan di belakang. Artikel ini menawarkan solusi sederhana untuk memastikan kelebihan air hujan yang ditangkap sumur resapan terutama di halaman belakang rumah disalurkan ke tempat lain. Terima kasih atas pencerahaannya
saya frisdya lanikmaruf isfani dari SMPN 57 Surabaya dengan nomer urut 1382 proyek saya yaitu pengolahan sampah GALBOT (Galon dan botol) sebagai kreasi furnitur dan fashion aksesoris
sumur resapan sangat berguna untuk masa depan dna mencegah terjadinya banjir atau genangan air
Terima kasih Banyak Tunas Hijau atas informasinya, saya bisa mengetahui tentang Dahsyatnya Gerakan Sumur Resapan. Sumur resapan bekerja dengan cara menampung air hujan dan mengalirkannya kembali ke dalam tanah, sehingga mengurangi volume air yang mengalir ke permukaan dan sumur resapan membantu mengisi kembali cadangan air tanah yang terus menurun akibat eksploitasi berlebihan. Dengan demikian, fungsinya Sumur Resapan tidak hanya mencegah banjir, tetapi juga menjaga ketersediaan air bersih jangka panjang.
Jangan Lupa Intip Proyek saya ya teman-teman.
Saya Muhammad Khabibi Nur Rokhman
Saya adalah Finalis pangeran dan putri lingkungan hidup tahun 2025
No.Peserta 31
Saya dari SDN BANJARSUGIHAN V/617 SURABAYA
Proyek Lingkungan Hidup Saya adalah PESAN OJEC APIK(Pemanfaatan Sampah Non Organik Jadi Ecobrick dan Anyaman Plastik)
Disini saya mengajak semua untuk peduli lingkungan dengan mengurangi sampah plastik karena jumlah sampah plastik semakin banyak salah satunya kemasan sachet yang tidak didaur ulang maka saya memanfaatkannya menjadi barang yang bermanfaat yaitu ecobrick dan anyaman plastik daripada sampah plastik tersebut terbuang begitu saja.
Salam Bumi Pasti Lestari
Salam Sadar Iklim
Salam Zerowaste
Salam Basuma Jaya Jaya Jaya
Pokoe ngeten pun
Nayla Thalita Azzahra
No Peserta : 524
SDN Petemon IX
Judul Proyek : Lets Go to Bali Badung ( Ayo Budidaya Lidah Buaya dengan Produk Unggulan )
Gerakan sumur resapan bermanfaat utama untuk mengatasi genangan dan banjir dengan menyerap air hujan ke dalam tanah, sekaligus mengisi kembali cadangan air tanah, menjaga kestabilan muka air tanah, dan mengurangi limpasan air permukaan yang bisa menyebabkan erosi, serta memperbaiki kualitas air tanah. Manfaatnya sangat penting untuk lingkungan perkotaan yang minim area resapan alami akibat pembangunan.
Salam Bumi Pasti Lestari
Sumur resapan bukan cuma lubang di tanah, tapi investasi jangka panjang buat lingkungan. Dengan adanya sumur resapan, air hujan bisa terserap dengan baik, cadangan air tanah meningkat, dan risiko banjir berkurang.
Semoga semakin banyak wilayah yang bikin sumur resapan agar lingkungan semakin aman dan bebas banjir lokal
Isvara Nareswari Aryanto
SDN Kaliasin 1
Budidaya Tanaman Pacar Air
Gerakan Sumur Resapan menurut saya sangat efektif mengurangi banjir, mengisi air tanah, dan mudah dibuat (biopori), serta edukatif bagi masyarakat tentang konservasi air.
Akifa Maulidya (698)
SDN Tandes Kidul 1
Budidaya organik tanaman kale
Pembuatan sumur resapan jika dilakukan bersama sama maka dapat menjadi langkah nyata membangun lingkungan yang ramah air hujan
Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
No.Peserta: 218
Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.
Pembuatan sumur resapan jika dilakukan bersama sama ,maka dapat menjadi langkah nyata membangun lingkungan yang ramah air.
Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
No.Peserta: 218
Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.
Terimakasih kepada tunas hijau sudah membuat artikel ini, memberikan ilmu baru untuk lingkungan sekitar
KANAYA DIVANESA AWANDA
SMPN 58 SURABAYA
NO URUT: 1388
JUDUL PROYEK: BARASIMAN (BUDIDAYA ALOEVERA PENGUSIR KUMAN)
Terima kasih atas pengingat penting bahwa pencegahan banjir bisa dimulai dari langkah sederhana di rumah masing-masing. Tulisan ini membuka kesadaran bahwa sumur resapan bukan sekadar solusi teknis, tetapi bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga siklus air dan kelestarian lingkungan.
Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).
Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.
Sumur resapan sangat berguna mengatasi banjir saya sangat setuju. Namun melihat lahan di Indonesia yg makin terbatas mungkin solusi lain seperti biopori jg bs digunakan sbg alternatif dalam penanggulangan banjir.
Nafisa Haura Ainun Mahya
SDN Gununganyar 273 Surabaya
Calya Siti Ambalika
MTsN 3 Surabaya
KOSMO (kompos sampah organik) ubah sampah tumbuhkan harapan🌱
Bumi yang sehat berawal dari manusia yang peduli. Maka dari itu mari kawan kawan belajar menjaganya melalui website tunas hijau sebelum terlambat. 🌍
Calya Siti Ambalika
MTsN 3 Surabaya
KOSMO (kompos sampah organik) ubah sampah tumbuhkan harapan🌱
Bumi tidak membutuhkan kita, tetapi kitalah yang membutuhkan bumi. Mari kawan kawan menjaganya sebelum terlambat. 🌍
Hai Sobat Hijau
Salam Bumi, Pasti Lestari 🌱
Saya Zivanisa Alicia W
Dari SDN Ketabang I / 288 Surabaya
Nama Proyek saya adalah SIPATAS
(kolekSI samPAh kerTAS)
.
Air adalah salah satu sumber pokok kehidupan di bumi ini. Tapi air juga bisa menjadi bencana. Oleh sebab itu, pengolahan air, pencegahan banjir, pengembangan sumur resapan, biopori, sangatlah penting.
.
Semangat terus menjadi generasi peduli, produktif dan anti rebahan yang mendunia . .
.
Oh ya, saya punya Jargon nih :
Ayo mengolah sampah kertas
Menjaga bumi tanpa batas
Menjadi generasi anti cemas
Salam bumi pasti lestari 🌱
.
Sekilas tentang proyek SIPATAS :
– mengumpulkan sampah kertas
– mengolah menjadi barang yg bermanfaat
Hai Sobat Hijau
Salam Bumi, Pasti Lestari 🌱
Saya Zivanisa Alicia W
Dari SDN Ketabang I / 288 Surabaya
Nama Proyek saya adalah SIPATAS
(kolekSI samPAh kerTAS)
.
Air adalah salah satu kunci kehidupan di dunia ini. Tapi air juga bisa menjadi sumber bencana. Oleh sebab itu, pengolahan air dengan baik, pencegahan banjir, pengembangan sumur resapan, biopori, sangat penting sekali dilakukan.
.
Semangat terus menjadi generasi peduli, produktif dan anti rebahan yang mendunia . .
.
Oh ya, saya punya Jargon nih :
Ayo mengolah sampah kertas
Menjaga bumi tanpa batas
Menjadi generasi anti cemas
Salam bumi pasti lestari 🌱
.
Sekilas tentang proyek SIPATAS :
– mengumpulkan sampah kertas
– mengolah menjadi barang yg bermanfaat
Hai Sobat Hijau
Salam Bumi, Pasti Lestari 🌱
Saya Zivanisa Alicia W
Dari SDN Ketabang I / 288 Surabaya
Nama Proyek saya adalah SIPATAS
(kolekSI samPAh kerTAS)
.
Air adalah salah satu kunci kehidupan di dunia ini. Tapi air juga bisa menjadi sumber bencana. Oleh sebab itu, pengolahan air dengan baik, pencegahan banjir, pengembangan sumur resapan, biopori, sangat penting sekali dilakukan.
.
Semangat terus menjadi generasi peduli, produktif dan anti rebahan yang mendunia . .
.
Oh ya, saya punya Jargon nih :
Ayo mengolah sampah kertas
Menjaga bumi tanpa batas
Menjadi generasi anti cemas
Salam bumi pasti lestari 🌱
.
Sekilas tentang proyek SIPATAS :
– mengumpulkan sampah kertas
– mengolah menjadi barang yg bermanfaat
Hai Sobat Hijau
Salam Bumi, Pasti Lestari 🌱
Saya Zivanisa Alicia W
Dari SDN Ketabang I / 288 Surabaya
Nama Proyek saya adalah SIPATAS
(kolekSI samPAh kerTAS)
.
Air adalah salah satu kunci kehidupan di dunia ini. Tapi air juga bisa menjadi sumber bencana. Oleh sebab itu, pengolahan air dengan baik, pencegahan banjir, pengembangan sumur resapan, biopori, sangat penting sekali dilakukan.
.
Semangat terus menjadi generasi peduli, produktif dan anti rebahan yang mendunia . .
.
Oh ya, saya punya Jargon nih :
Ayo mengolah sampah kertas
Menjaga bumi tanpa batas
Menjadi generasi anti cemas
Salam bumi pasti lestari 🌱
.
Sekilas tentang proyek SIPATAS :
– mengumpulkan sampah kertas
– mengolah menjadi barang yg bermanfaat
Salut buat warga & komunitas yang udah bikin sumur resapan 🙌
Kerja nyata, dampaknya langsung kerasa pas musim hujan.
Makasih udah investasi buat lingkungan & anak cucu kita 💚
nama : Bara Ikmal Ghani
proyek : ORPUZYM
nomor peserta : 559
Hai…teman-teman sahabat lingkungan! Perkenalkan, saya Alesya Zahra santosa salah satu peserta pemilihan Puteri Lingkungan Hidup 2026 dari SDN Kertajaya,Nomor peserta 0164
💚Judul Proyek saya adalah Hijaunya Sirihku Hijaunya Bumiku
Setuju banget ! Jangan cuma bangga rumah sendiri bebas banjir kalau air hujanya cuma di alirkan ke jalan atau selokan tetangga.Mari budayakan buat sumur resapan sebagai BANK AIR tanah kita sendiri.Aksi nyata dari rumah.
Melalui proyek Hijaunya Sirihku Hijaunya Bumiku,saya ingin menunjukan bahwa menyelamatkan bumi tidak harus di lakukan dengan cara yang rumit ,karena dengan menanam tanaman,mengurangi sampah,menghemat air,serta menjagah kebersihan lingkungan adalah tindakan sederhana yang dapat di lakukan oleh siapa saja,dengan semangat kebersamaan,kepedulian,dan cinta terhadap alam kita dapat mewujudkan bumi yang lebih hijau,lebih sehat dan lebih nyaman.
Nama:Mikhaela Adeva
Sekolah:SMPN 29 Surabaya
Nomor:0940
Proyek: Budidaya tanaman asem dan pandan
Sumur resapan mempunyai banyak manfaat dan tentunya sangat membantu untuk mengatasi banjir.
Sumur resapan memiliki manfaat yang tentunya membantu mengatasi banjir
Dyandra salsabillah sucipto
SMPN 38 SBY
No.peserta:1030
Proyek: MENANAM SAYURAN,MENANAM HARAPAN
Nama:Mikhaela Adeva
Sekolah:SMPN 29 Surabaya
Nomor:940
Proyek:budidaya tanaman asem dan pandan
Sumur resapan ini bermafaat karena dapat mengurangi sampah organik. Saya harap banyak warga yang membuat sumur resapan di rumahnya dan sampah organik dapat berkurang
Nama:Fica Widya Paramitha
Asal sekolah:SMPN 26 Surabaya
Nama proyek:KeyCycle(Keychain Recycle)
Proyek lingkungan saya yaitu KeyCycle-Keychain Recycle, yaitu mengubah sampah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci dengan cara melelehkan tutup botol plastik yang telah digunting dengan setrika lalu badan botolnya dijadikan sapu halaman.
Benar banget, banjir bukan cuma soal hujan deras, tapi air yang nggak sempat meresap ke tanah. Sumur resapan itu solusi sederhana tapi kalau semua rumah mulai bikin, dampaknya luar biasa — bisa kurangi banjir sekaligus isi kembali cadangan air tanah. Murah, gampang, dan bermanfaat buat jangka panjang. Harusnya kita mulai dari rumah sendiri
– Muhammad Fathan Ramadirgha
– SDN Ketabang 1/288
– Nomer Peserta : 111
– Proyek ” KOLBU ”
( Koleksi Lidah Buaya )
sumur resapan tidak menunggu bencana datang, melainkan bekerja secara preventif. Setiap tetes hujan yang turun menjadi air yang dikembalikan ke bumi, Langkah ini mempertegas bahwa sumur resapan bukan hanya “penampung saat banjir”, melainkan bagian dari sistem bangunan ramah air hujan yang aktif bekerja sejak tetes pertama muncul di langit.
Dahsyatnya Gerakan Sumur Resapan” memberikan wawasan yang sangat menarik tentang pentingnya mengembalikan fungsi tanah dalam menyerap air hujan. Banjir tidak hanya disebabkan oleh tingginya curah hujan, tetapi juga karena semakin banyaknya permukaan tanah yang tertutup aspal dan beton sehingga air sulit meresap ke dalam tanah.
Menurut saya, gerakan sumur resapan merupakan salah satu langkah sederhana namun memiliki manfaat besar. Dengan memperbanyak sumur resapan di lingkungan rumah, sekolah, dan fasilitas umum, air hujan dapat lebih banyak disimpan di dalam tanah sekaligus membantu mengurangi limpasan air dan risiko banjir. Semoga semakin banyak masyarakat yang memahami dan menerapkan sumur resapan sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan dan pengelolaan air yang berkelanjutan.
Praja Wijanarko Nugroho
Judul proyek : Telaga
Nomer peserta : 0225
Asal Sekolah : SDN Sedati Gede 1
LUBANG BIOPORI BUKAN HANYA LUBANG DALAM TANAH TAPI JUGA SEBAGAI TEMPAT PENANMPUNG AIR HUJAN ATAU RESAPAN AIR DALAM JANGKA PANJANG. JUGA SEBAI LUBANG BIOPORI UNTUK SAMPAH ORGANIK KITA SEHARI SHARI. SAMPAH SISA RUMAH TANGGA YG DITA OLAH SENDIRI.
Dengan adanya lubang biopori kita juga mengurangi sampah di TPS. Ayo kita tingkatkan kepedulian lingkungan ini agar lingkungan kita lebih asri
AJUN SAFARAZ BIMAWANSYAH JUNIOR
SDN SEMOLOWARU 1/261 SURABAYA
NOMER URUT PESERTA 0235
PROYEK BIPOSA BIBIT POHON SALAM🌳