Arsitektur Berkelanjutan: Transformasi Ruang Publik, Konservasi Bangunan, dan Penggunaan Materi Lokal

Arsitektur berkelanjutan semakin menjadi fokus utama dalam desain dan pembangunan di era modern, seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim. Konsep ini menekankan pada optimalisasi sumber daya, pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, dan menciptakan ruang yang mendukung kehidupan masyarakat secara holistik.

Salah satu aspek penting dalam penerapan arsitektur berkelanjutan adalah transformasi ruang publik yang ramah lingkungan. Ruang publik yang didesain dengan pendekatan berkelanjutan mampu menciptakan area hijau, meningkatkan kualitas udara, dan memberikan ruang yang nyaman bagi aktivitas sosial masyarakat.

Selain itu, konservasi bangunan bersejarah menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengurangi limbah konstruksi. Bangunan-bangunan lama yang direstorasi dan diadaptasi untuk fungsi modern tidak hanya menghemat material tetapi juga mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari pembangunan baru. Melalui pendekatan ini, masyarakat dapat menikmati manfaat keberlanjutan tanpa mengorbankan identitas sejarah lokal yang bernilai tinggi.

Penggunaan materi lokal juga menjadi faktor krusial dalam arsitektur berkelanjutan. Material yang diambil dari sumber lokal tidak hanya mengurangi biaya dan emisi transportasi tetapi juga mendukung perekonomian komunitas setempat. Selain itu, materi lokal seringkali lebih sesuai dengan kondisi iklim dan lingkungan sekitar, memberikan solusi yang lebih efisien dan tahan lama. Contohnya adalah penggunaan bambu, tanah liat, atau kayu lokal yang memiliki keunggulan dalam fleksibilitas, estetika, dan kemampuan insulasi.

Dengan kombinasi transformasi ruang publik, konservasi bangunan, dan pemanfaatan materi lokal, arsitektur berkelanjutan mampu menjawab tantangan global sekaligus memenuhi kebutuhan lokal. Upaya ini tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan tetapi juga menciptakan ruang-ruang yang harmonis dengan alam dan mendukung kehidupan yang lebih berkualitas bagi generasi mendatang. Arsitektur berkelanjutan adalah langkah konkret menuju masa depan yang lebih hijau dan inklusif.

—–
Webinar Nasional Seri#219 “Arsitektur Berkelanjutan: Transformasi Ruang Publik, Konservasi Bangunan dan Penggunaan Materi Lokal” akan diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Departemen Arsitektur ITS Surabaya pada Sabtu, 7 November 2024 pukul 12.00 – 15.00 WIB melalui Zoom dan Live YouTube “Tunas Hijau Indonesia”
Pendaftaran GRATIS melalui https://bit.ly/arsitektur-berkelanjutan
.
Narasumber:
1. Prof. Dr. Ing. Ir. Bambang Soemardiono (Dosen Dept. Arsitektur ITS)
2. Ir. Andy Mappa Jaya, MT (Dosen Dept. Arsitektur ITS)
3. Prof. Dr. Ir. Vincentius Totok Noerwasito, MT (Dosen Dept. Arsitektur ITS)

Moderator:
1. Verlita Anggraini Putri (Siswa SMPN 19 Surabaya; Finalis Putri Lingkungan Hidup 2024)
2. Nevan Azka Fiardy (Siswa SMPN 1 Surabaya; Finalis Pangeran Lingkungan Hidup 2024)
3. Esterina Christyn Febyanti Suharto ((Siswa SMPN 23 Surabaya; Finalis Putri Lingkungan Hidup 2024)
.
Setiap peserta terdaftar dan mengisi daftar hadir akan mendapatkan sertifikat.
Khusus guru bisa menukarka 4 sertifikat webinar dengan 1 sertifikat 32JP.
.
Narahubung Nizamudin 0858-5436-6508 (WA) (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *