Bukti Kesaktian Pancasila di Indonesia

Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk mengenang kembali keteguhan ideologi Pancasila dalam menjaga persatuan dan keutuhan negara. Hari ini menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga panduan moral dan semangat perjuangan yang mampu menghadapi berbagai ancaman terhadap persatuan bangsa.

Hari Kesaktian Pancasila lahir dari sejarah kelam pemberontakan G30S/PKI pada tahun 1965 yang mengancam keutuhan negara. Namun, Pancasila terbukti tetap tegak dan menjadi kekuatan pemersatu seluruh rakyat Indonesia. Kesaktian Pancasila mencerminkan keberhasilan bangsa ini mempertahankan ideologi di tengah ancaman yang ingin memecah-belah persatuan nasional.

Sejarah mencatat tujuh perwira tinggi Angkatan Darat menjadi korban keganasan G30S/PKI. Mereka adalah Letjen TNI Ahmad YaniMayjen TNI R. SupraptoMayjen TNI M.T. HaryonoMayjen TNI S. ParmanBrigjen TNI D.I. PanjaitanBrigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo, dan Lettu Pierre Andreas Tendean. Mereka gugur sebagai pahlawan revolusi yang membela tegaknya ideologi Pancasila.

Selain tujuh pahlawan revolusi tersebut, peristiwa kelam ini juga merenggut nyawa beberapa anggota masyarakat dan prajurit lain yang tidak bersalah. Kisah pengorbanan mereka mengajarkan bahwa mempertahankan Pancasila dan keutuhan bangsa sering kali menuntut keberanian serta pengorbanan jiwa dan raga.

Peringatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali kesadaran akan nilai-nilai luhur Pancasila. Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, seperti disinformasi, konflik sosial, dan krisis lingkungan, nilai gotong royong, keadilan, dan kemanusiaan dalam Pancasila tetap relevan sebagai fondasi menghadapi persoalan bangsa.

Semangat Hari Kesaktian Pancasila harus ditanamkan sejak dini pada generasi muda. Mereka perlu memahami bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan lima sila, tetapi panduan hidup yang mengajarkan kebersamaan, toleransi, dan rasa hormat terhadap keberagaman budaya, agama, dan suku yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Melalui peringatan ini, kita diajak untuk menghargai perjuangan para pahlawan revolusi seperti Ahmad Yani dan Pierre Tendean yang rela mengorbankan jiwa demi mempertahankan tegaknya Pancasila. Semangat tersebut menjadi inspirasi untuk terus menjaga keutuhan bangsa di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi.

Kesaktian Pancasila juga mengajarkan bahwa persatuan adalah senjata terkuat dalam menghadapi ancaman. Dengan menjunjung tinggi prinsip musyawarah untuk mufakat dan rasa keadilan sosial, Indonesia dapat melewati berbagai krisis dan tantangan, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan rakyat.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia adalah anugerah, bukan ancaman. Pancasila hadir sebagai perekat yang menyatukan ratusan etnis, bahasa, dan budaya dalam satu semboyan yang kokoh: Bhinneka Tunggal Ika.

Selamat Hari Kesaktian Pancasila! Mari bersama-sama menjaga dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap langkah kita. Dengan semangat persatuan dan kesetiaan pada ideologi bangsa ini, Indonesia akan terus berdiri kokoh menghadapi segala tantangan, demi masa depan yang damai, adil, dan sejahtera.

18 thoughts on “Bukti Kesaktian Pancasila di Indonesia

  • Oktober 2, 2025 pada 07:03
    Permalink

    Artikel Tunas Hijau ID ini sangat inspiratif karena menghadirkan edukasi lingkungan yang bermanfaat serta memotivasi masyarakat untuk lebih peduli dan beraksi nyata menjaga bumi.
    /Kamila L.A 854

    Balas
  • Oktober 2, 2025 pada 23:23
    Permalink

    Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025.
    Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan ideologi bangsa, dimana nilai-nilai luhur Pancasila harus kita amalkan dalam setiap langkah kita. Menjunjung tinggi persatuan sama halnya dengan menjaga keutuhan bangsa.

    Nama : Fathan Alby A
    Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
    Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.

    Halo sobat hijau 🌳
    Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari 🌱

    Balas
  • Oktober 3, 2025 pada 13:21
    Permalink

    Selamat hari kesaktian Pancasila 🌟🎉🎊
    Adinda Quenza Ramadhani
    SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta 224
    Judul proyek Terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
  • Oktober 3, 2025 pada 22:52
    Permalink

    Bukti Kesaktian Pancasila di Indonesia

    Haloo sobat hijau 👋
    Salam bumi, pasti Lestari! 🌍🇮🇩

    Pancasila terbukti menjadi dasar negara yang kuat dalam menghadapi berbagai ujian bangsa. Generasi muda perlu terus mengamalkan nilai-nilainya agar Indonesia tetap rukun, damai, dan berdaulat.

    📌 Nama: Nashifah Kamilia Arsya Salsabila
    🏫 Sekolah: SMP Negeri 3 Mejayan
    🔢 Nomor Peserta: 1464

    🌿 Proyek: BION AMOS (Bio Lotion Anti Mosquito)
    📄 Penjelasan Proyek:
    BION AMOS adalah inovasi lotion anti nyamuk alami berbahan minyak atsiri serai, kulit jeruk, dan daun pandan. Proyek ini bertujuan menciptakan solusi yang aman, ramah lingkungan, dan bebas bahan kimia berbahaya. Selain menjaga kesehatan, BION AMOS juga merupakan bentuk kontribusi terhadap lingkungan hidup dan pengurangan penggunaan produk kimia sintetis di rumah tangga.

    Balas
  • Oktober 5, 2025 pada 11:48
    Permalink

    Selamat hari kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober 2025.

    Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

    Balas
  • Oktober 5, 2025 pada 18:11
    Permalink

    Selamat hari kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober 2025.

    Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

    nama ibrahim tubagus maulana
    sekolah sdn jemur wonosari 1
    judul proyek pengolahan minyak jelantah
    no peserta 115

    Balas
  • Oktober 7, 2025 pada 12:03
    Permalink

    Dalam konteks lingkungan hidup, penerapan nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan dalam beberapa cara, seperti:
    – Mengelola sumber daya alam dengan bijak dan berkelanjutan
    – Mengurangi polusi dan limbah
    – Melindungi keanekaragaman hayati
    – Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup

    Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pengelolaan lingkungan hidup, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

    Balas
  • Oktober 7, 2025 pada 20:19
    Permalink

    Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025.
    Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan ideologi bangsa, dimana nilai-nilai luhur Pancasila harus kita amalkan dalam setiap langkah kita. Menjunjung tinggi persatuan sama halnya dengan menjaga keutuhan bangsa.
    Seandy putri fitriasari
    SDN MoJo III
    No peserta 422

    Balas
  • Oktober 8, 2025 pada 13:58
    Permalink

    Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025.
    dengan memperingati Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kembali momentum untuk mengenang kembali keteguhan ideologi Pancasila dalam menjaga persatuan dan keutuhan negara

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

    Nama : Naysia Aqila Andriani
    Sekolah : SDN Ngagelrejo3
    No peserta: 428
    Proyek budi daya sereh

    proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh

    🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    Balas
  • Oktober 13, 2025 pada 20:19
    Permalink

    Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga panduan moral dan semangat perjuangan yang mampu menghadapi berbagai ancaman terhadap persatuan bangsa. Kesaktian Pancasila juga mengajarkan bahwa persatuan adalah senjata terkuat dalam menghadapi ancaman. Kita sebagai generasi muda bukan hanya perlu menghafal sila-sila dalam Pancasila namun juga perlu untuk terus mengamalkan nilai-nilainya agar Indonesia tetap rukun, damai, dan berdaulat.

    Nama : Princess Zelda Ilmiah (210)
    Sekolah : SMPN 29 Surabaya
    Project : BobaZymePost (Bahan Organik Serbaguna untuk Eco Enzyme dan Kompos

    Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 09:11
    Permalink

    “Sakti Pancasila” merujuk pada Hari Kesaktian Pancasila, yang diperingati setiap 1 Oktober untuk menghormati Pancasila sebagai dasar negara yang terbukti mampu menghadapi ancaman, terutama peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).

    Balas
  • Oktober 15, 2025 pada 06:39
    Permalink

    Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga semangat, perjuangan para pahlawan Indonesia mampu menghadapi berbagai ancaman terhadap persatuan bangsa

    Nama: falisha misha alkhansa
    Sekolah: SDN Rangkah VI Surabaya
    Proyek: pemanfaatan sampah organik dan Limbah plastik untuk tanaman keluarga

    Balas
  • Oktober 15, 2025 pada 20:09
    Permalink

    Every October 1st, the Indonesian people commemorate Pancasila Sanctity Day as a momentum to remember the steadfastness of the Pancasila ideology in maintaining the unity and integrity of the country. Pancasila Sanctity Day was born from the dark history of the G30S/PKI rebellion in 1965 which threatened the integrity of the country. However, Pancasila proved to remain strong and became a unifying force for all Indonesian people. History records that seven high-ranking Army officers became victims of the brutality of the G30S/PKI. They were Lieutenant General Ahmad Yani, Major General R. Suprapto, Major General M.T. Haryono, Major General S. Parman, Brigadier General D.I. Panjaitan, Brigadier General Sutoyo Siswomiharjo, and First Lieutenant Pierre Andreas Tendean. They died as heroes of the revolution who defended the upholding of the Pancasila ideology. This commemoration is a means to re-awaken awareness of the noble values ​​of Pancasila. Amidst increasingly complex challenges, such as disinformation, social conflict, and environmental crises, the values ​​of mutual cooperation, justice, and humanity enshrined in Pancasila remain relevant as a foundation for addressing the nation’s challenges.

    The spirit of Pancasila Sanctity Day must be instilled in the younger generation from an early age. They need to understand that Pancasila is not merely a memorization of the five principles, but a guide to life that teaches togetherness, tolerance, and respect for the cultural, religious, and ethnic diversity that constitutes the strength of the Indonesian nation.

    Nama Sanggrama RasioAl Warisyi
    Sekolah SDN KaliasinI/280
    Proyek pemanfaatan limbah cangkang telur untuk hijaukan bumi dan innovasi bahan pangan.
    SALAM BUMI PASTI LESTARI☘☘☘

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 08:32
    Permalink

    Setiap 1 Oktober, Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa. Peringatan ini lahir dari semangat menjaga nilai-nilai keadilan, persatuan, dan toleransi di tengah tantangan bangsa.

    Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita semua bahwa Pancasila bukan hanya simbol, tetapi pedoman hidup. Dengan menjunjung tinggi Pancasila, setiap warga negara diharapkan dapat hidup rukun, saling menghormati, dan bekerja sama membangun Indonesia yang kuat dan damai.

    AISYAH AVICENA RL
    SMPN 21 SURABAYA
    Project : DATELA GREEN REVITALIZATION

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 18:07
    Permalink

    Artikel yang sangat inspiratif dan penuh makna kebangsaan! 🇮🇩✨ Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini menjadi pengingat penting bagi seluruh rakyat Indonesia untuk terus menjaga persatuan, keadilan, dan nilai-nilai luhur Pancasila. 💪❤️ Semoga semangat ini selalu hidup di hati generasi muda agar bangsa Indonesia semakin kuat dan berkarakter! 🌟👏

    KANAYA DIVANESA AWANDA
    SMP NEGERI 58 SURABAYA
    NO URUT 1388
    JUDUL PROYEK: BARASIMAN
    (BUDIDAYA ALOEVERA PENGUSIR KUMAN

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 23:18
    Permalink

    Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga momentum memperkuat kembali semangat persatuan dan nasionalisme 🇮🇩. Pancasila menjadi benteng moral dan ideologis bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman — dari ancaman perpecahan hingga krisis nilai kebangsaan. Semoga semangat para pahlawan revolusi terus menginspirasi generasi muda untuk menjaga keutuhan bangsa dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari ✊✨.

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 08:15
    Permalink

    Pancasila memang terbukti menjadi perekat bangsa dan fondasi kuat dalam menghadapi krisis sejarah. Tetapi agar “kesaktiannya” tidak hanya jadi slogan, kita semua terutama generasi muda harus terus mengamalkan nilai-nilainya dalam tindakan nyata, bukan sekadar perayaan ritual tiap tahun.
    Nama:Diky Yulia Efendi
    Sekolah:SMP Negeri 11 Surabaya
    No peserta:459
    Proyek: pengolahan air limbah dan konservasi air

    Balas
  • Oktober 19, 2025 pada 18:55
    Permalink

    Peringatan hari kesaktian pancasila menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali kesadaran akan nilai-nilai luhur Pancasila. Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, seperti disinformasi, konflik sosial, dan krisis lingkungan, nilai gotong royong, keadilan, dan kemanusiaan dalam Pancasila tetap relevan sebagai fondasi menghadapi persoalan bangsa.

    Semangat Hari Kesaktian Pancasila harus ditanamkan sejak dini pada generasi muda. Mereka perlu memahami bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan lima sila, tetapi panduan hidup yang mengajarkan kebersamaan, toleransi, dan rasa hormat terhadap keberagaman budaya, agama, dan suku yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

    Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
    No.Peserta: 218
    Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
    Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.

    Salam Bumi Pasti Lestari!
    Salam Zero Waste!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *