Cara Menentukan Titik Kumpul Evakuasi untuk Rumah, Kampung, Sekolah, dan Gedung Lainnya
Tanda titik kumpul evakuasi tidak boleh dipasang sembarangan. Tandanya harus jelas. Penentuannya sangat penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kebingungan saat terjadi bencana.
Titik kumpul adalah tempat aman yang disepakati bersama untuk berkumpul sementara usai evakuasi. Penentuan titik kumpul ini perlu mempertimbangkan berbagai aspek seperti lokasi, kapasitas, aksesibilitas, dan keamanan dari ancaman sekunder.
1. Identifikasi Ancaman dan Jenis Bencana
Langkah pertama adalah mengenali jenis bencana yang mungkin terjadi di wilayah tersebut. Di rumah atau kampung, ancaman bisa berupa kebakaran, banjir, atau gempa. Di sekolah dan gedung tinggi, ancaman bisa termasuk kebakaran, gempa bumi, atau bahkan ancaman keamanan. Mengetahui risiko spesifik membantu dalam memilih titik kumpul yang sesuai dan aman dari potensi dampak lanjutan.
2. Pilih Lokasi Terbuka dan Aman
Titik kumpul ideal adalah tempat terbuka, seperti lapangan, halaman, atau area parkir yang jauh dari bangunan, tiang listrik, pepohonan besar, dan benda yang bisa roboh. Di rumah, bisa berupa halaman depan atau jalan terbuka di dekat rumah. Di kampung, lapangan atau tanah kosong yang mudah dijangkau menjadi pilihan. Pastikan lokasi bebas dari potensi reruntuhan atau longsor.
3. Pastikan Mudah Diakses Semua Orang
Lokasi titik kumpul harus mudah dijangkau oleh semua penghuni, termasuk anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Jalan menuju titik kumpul harus jelas, tidak terhalang, dan aman dilewati. Di sekolah, usahakan anak-anak tidak perlu melewati tangga atau lorong sempit untuk mencapainya. Di gedung, titik kumpul harus bisa diakses dari semua lantai dengan tangga darurat yang aman.
4. Perhatikan Kapasitas dan Ruang Gerak
Titik kumpul harus mampu menampung seluruh penghuni dengan nyaman tanpa membuat kerumunan berbahaya. Ruang yang terlalu sempit justru bisa menimbulkan risiko baru, seperti desak-desakan atau kekurangan oksigen. Hitung perkiraan jumlah orang yang akan berkumpul di sana dan pastikan ada ruang cukup untuk duduk atau berdiri dalam waktu tertentu.
5. Tetapkan Lebih dari Satu Titik Kumpul (Alternatif)
Tidak semua bencana memungkinkan akses ke titik kumpul utama. Oleh karena itu, siapkan titik kumpul alternatif. Misalnya, jika titik utama terendam banjir, maka alternatifnya harus berada di tempat yang lebih tinggi. Dalam konteks kampung atau sekolah, titik alternatif harus disosialisasikan agar semua pihak tahu ke mana harus pergi jika opsi pertama tidak memungkinkan.
6. Tandai dengan Jelas dan Buat Petunjuk Arah
Titik kumpul harus diberi tanda visual yang jelas dan mudah dikenali, seperti papan bertuliskan “Titik Kumpul Evakuasi” dan simbol evakuasi standar. Papan petunjuk arah juga perlu dipasang di berbagai sudut bangunan atau area untuk memudahkan orang menuju lokasi tersebut, terutama dalam kondisi darurat.
7. Sosialisasikan kepada Semua Penghuni atau Pengguna Gedung
Pengetahuan tentang titik kumpul harus dimiliki semua orang, baik yang tinggal, bekerja, maupun berkunjung. Sosialisasi dapat dilakukan melalui pengarahan langsung, poster, brosur, atau simulasi evakuasi. Sekolah dapat memasukkan informasi ini dalam pelatihan rutin kepada siswa dan guru, sedangkan di kampung dapat melalui pertemuan RT/RW atau kelompok warga.
8. Lakukan Simulasi dan Uji Coba Berkala
Menentukan titik kumpul tidak cukup tanpa latihan. Simulasi evakuasi berkala perlu dilakukan untuk menguji kecepatan, arah evakuasi, dan apakah titik kumpul masih relevan atau perlu perbaikan. Hal ini juga membantu membiasakan masyarakat agar tidak panik saat keadaan darurat sesungguhnya terjadi.
9. Evaluasi dan Perbarui Titik Kumpul Secara Berkala
Kondisi lingkungan bisa berubah. Titik kumpul yang dulunya aman, bisa menjadi rawan karena pembangunan, perubahan fungsi lahan, atau munculnya ancaman baru. Evaluasi secara berkala perlu dilakukan, misalnya setiap 6 bulan atau setelah terjadi insiden bencana di sekitar. Gunakan masukan dari simulasi dan masyarakat untuk memperbaikinya.
10. Libatkan Warga dan Pihak Berwenang dalam Penentuan
Partisipasi masyarakat sangat penting, terutama di lingkungan rumah dan kampung. Libatkan tokoh masyarakat, ketua RT/RW, BPBD, atau relawan kebencanaan untuk memastikan titik kumpul dipilih dengan pertimbangan matang. Di sekolah dan gedung, manajemen harus bekerja sama dengan petugas keamanan dan pemadam kebakaran agar sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku.
Tanda titik kumpul bisa dipasang di tanah, asalkan memenuhi beberapa syarat agar tetap terlihat jelas, aman, dan tahan lama. Pastikan hal berikut:
✅ Kapan tanda titik kumpul bisa dipasang di tanah:
- Area terbuka dan tidak rawan terhalang benda lain, seperti di halaman sekolah, lapangan kampung, pelataran parkir, atau taman.
- Tidak berada di area yang mudah tergenang air, berlumpur, atau tempat aktivitas kendaraan berat yang bisa menutupi atau merusak tanda.
- Dipasang dengan material tahan cuaca, misalnya menggunakan cat thermoplastik (untuk jalan) atau pelat logam tahan karat yang ditanam di beton.
🔧 Bentuk pemasangan tanda titik kumpul di tanah:
- Dicat langsung di permukaan tanah atau paving, menggunakan cat jalan berwarna putih, hijau, atau kuning.
- Dipasang pelat atau papan datar di atas beton dengan tulisan dan simbol titik kumpul.
- Dibuat timbul dari keramik atau logam, jika area titik kumpul bersifat permanen dan sering digunakan.
⚠️ Namun perlu diperhatikan:
- Tanda di tanah lebih mudah tertutup oleh debu, lumpur, atau genangan, apalagi saat darurat.
- Kurang terlihat dari kejauhan dibandingkan tanda vertikal (yang berdiri tegak).
- Tidak disarankan sebagai satu-satunya penanda, melainkan sebagai pelengkap dari tanda vertikal.
🔁 Rekomendasi terbaik:
Gunakan kombinasi tanda vertikal (papan/tonggak) dan tanda horizontal (di tanah) untuk memastikan arah dan lokasi titik kumpul benar-benar mudah dikenali dari berbagai arah dan kondisi.
Penulis: Mochamad Zamroni


sangat penting untuk menyepakati Titik kumpul yang aman jika ada bencana
Nama : Fatimah Nawal Rahman
Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
No. Peserta : 026
Daur ulang sampah plastik kemasan menjadi produk kerajinan
Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan
Halo sobat hijau! 🌱
Salam bumi, pasti Lestari! 🌍⚠️
Menentukan titik kumpul evakuasi adalah langkah penting dalam kesiapsiagaan bencana. Baik di rumah, kampung, sekolah, maupun gedung lainnya, kita perlu memastikan bahwa lokasi evakuasi cukup aman, mudah dijangkau, serta bebas dari bahaya langsung seperti reruntuhan, kabel listrik, atau aliran air.
Pengetahuan ini sangat bermanfaat agar masyarakat tidak panik saat terjadi bencana, dan bisa bergerak cepat ke lokasi yang telah ditentukan. Edukasi dan simulasi evakuasi secara rutin juga tak kalah penting agar semua orang, termasuk anak-anak dan lansia, tahu apa yang harus dilakukan.
📌 Nama: Nashifah Kamilia Arsya Salsabila
🏫 Sekolah: SMP Negeri 3 Mejayan
🔢 Nomor Peserta: 1464
🌿 Proyek: BION AMOS (Bio Lotion Anti Mosquito)
📄 Penjelasan Proyek:
BION AMOS adalah inovasi lotion anti nyamuk alami berbahan minyak atsiri serai, kulit jeruk, dan daun pandan. Proyek ini bertujuan menciptakan solusi yang aman, ramah lingkungan, dan bebas bahan kimia berbahaya. Selain menjaga kesehatan, BION AMOS juga merupakan bentuk kontribusi terhadap lingkungan hidup dan pengurangan penggunaan produk kimia sintetis di rumah tangga.
Pentingnya titik jumpul..Dengan memahami dan mempersiapkan titik kumpul, kita dapat meningkatkan kesiapan dan ketangguhan dalam menghadapi bencana..
Reynando Yudhistira putra
SDN Wiyung 1 Surabaya
No peserta 409
Pengolahan sampah plastik
Halo haii shobat hijau
Perkenalkan biodata diri saya dulu yaaa
👌🏻NAMA : MUHAMMAD HAKAM YASIN
🏫SEKOLAH : SMP NEGERI 46 SURABAYA
💻PROYEK : nahh shobat hijau pasti kalian belum kenal kan sama proyek aku kalau aku jelasin simak baik baik ya jadi proyek aku yaitu BUDIDAYA BUNGA TELANG YANG SAYA BERI NAMA TEATEL
Halo sobat hijau!
Salam bumi, pasti Lestari!
Menentukan titik kumpul evakuasi adalah langkah penting dalam kesiapsiagaan bencana. Baik di rumah, kampung, sekolah, maupun gedung lainnya, kita perlu memastikan bahwa lokasi evakuasi cukup aman, mudah dijangkau, serta bebas dari bahaya langsung seperti reruntuhan, kabel listrik, atau aliran air.
Pengetahuan ini sangat bermanfaat agar masyarakat tidak panik saat terjadi bencana, dan bisa bergerak cepat ke lokasi yang telah ditentukan. Edukasi dan simulasi evakuasi secara rutin juga tak kalah penting agar semua orang, termasuk anak-anak dan lansia, tahu apa yang harus dilakukan.
artikel ini sangat bermanfaat untuk kita dapat memilih tempat evakuasi di rumah, untuk jaga jaga jika ada gempa bumi
nama Andita Karenina
no urut 1376
judul proyek telang bunga cantik yang bikin kita cantik
Dengan menentukan titik kumpul saat bencana dapat menentukan langkah penting dalam kesiapgaan bencana.
Nama :Arsy Shakilah Putri Romadania
SDN Balongsari 1/500
No. Peserta:024
JUDUL Project: Pengolahan Minyak Jelantah
Pentingnya penentuan titik kumpul karena untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kebingungan saat terjadi bencana.Titik kumpul adalah tempat aman yang disepakati bersama untuk berkumpul sementara usai evakuasi.
Nama : Naura Adelia Shafiqa Ghozali
Sekolah: Sdn Tandes Kidul 1 Surabaya
No.peserta : 704
Proyek LH: Pengolahan Limbah Cangkang Telur
Artikel ini menjelaskan betapa pentingnya tanda titik kumpul evakuasi. Oleh karena itu, tanda ini tidak boleh dipasang sembarangan. Tandanya harus jelas. Penentuannya sangat penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kebingungan saat terjadi bencana. Sebuah artikel yang sangat bermanfaat bagi saya.. Terimakasih Tunas Hijau….
RAH HANDARU HATMAJI MARSUDI
SMP NEGERI 1 SURABAYA
NO PESERTA : 453
JUDUL PROYEK : BUDIDAYA TANAMAN HIAS SANSEVIERIA SEBAGAI PENYERAP POLUTAN DALAM MENGURANGI POLUSI UDARA.
Tanda titik kumpul evakuasi tidak boleh dipasang sembarangan. Tandanya harus jelas. Penentuannya sangat penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kebingungan saat terjadi bencana dari pernyataan tersebut sudah jelas bahwa kita ataupun pihak berwenang tidak semena mena atau asal asalan dalam pengaturan titik evakuasi, semoga dengan adanya artikel ini semua orang menjadi paham pentingnya penentuan titik evakuasi
Nama : Davin Alemezar Jethro Islami
Asal : SMP NEGERI 1 SURABAYA
No : 447
Proyek : Pengolaha Sampah Organik Menjadi Pupuk NPK Organin Cair
Hexa afzal hermawan
Sdn wonokusumo 6/45
Peserta pangeran lingkungan hidup thn 2025 dengan no peserta 421
Proyek saya adalah budita cabi,budidaya tanaman cabai
Tujuan proyek saya adalah mengolah tanaman cabai menjadi balsam.
Kondisi lingkungan bisa berubah. Titik kumpul yang dulunya aman, bisa menjadi rawan karena pembangunan, perubahan fungsi lahan, atau munculnya ancaman baru. Evaluasi secara berkala perlu dilakukan, misalnya setiap 6 bulan atau setelah terjadi insiden bencana di sekitar. Gunakan masukan dari simulasi dan masyarakat untuk memperbaikinya.
Titik kumpul harus berada di zona aman, dan diruang terbuka, mudah terlihat dari segala arah
Disini kita belajar fungsi dari titik kumpul, langkah awal apabila ada bencana, segera berlari ke titik kumpul, disinilah kita dapat teridentifikasi.
Saya Ni Luh Gd Kt Keyva Richie Valerina Atmaja
Sekolah SMPN 6 Surabaya
Judul Proyek Budidaya Lemongrass
Nomor peserta 1392
Artikel yang sangat bermanfaat karena kita bisa mengetahui pentingnya titik kumpul bila menghadapi bencana dan juga agar tidak terjadi kepanikan.
sangat penting untuk mengetahui titik kumpuk dimana, karna hal buruk bisa datang kapan saja
Nama : Gadis Ayuningtyas Putri Suwandik
Asal : SMPN 46 Surabaya
No peserta : 1262
Projek :
” Journey Of Banana Boost & Shield 🍌”
Artikel ini sangat membantu saya untuk membuat titik kumpul bersama keluarga jika sedang ada bencana 🙆🏻♀️. Membuat titik kumpul sangat lah penting, yuk buat titik kumpul mu sekarang!!!!
Nama: Adinda Quenza Ramadhani
Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
No peserta: 224
Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit, solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫
Dengan adanya titik kumpul akan lebih mudah koordinasi dan bantuan informasi lebih lanjut dalam kondisi darurat
Falisha misha alkhansa
SDN Rangkah VI Surabaya
No peserta 554
Proyek: pemanfaatan sampah organik dan Limbah plastik untuk tanaman keluarga
Baru sadar betapa pentingnya menentukan titik kumpul evakuasi dengan tepat, ya! Ternyata tidak boleh sembarangan, harus jauh dari bangunan, mudah diakses, dan cukup luas. Semoga lebih banyak orang yang sadar soal hal ini sebagai bagian dari kesiapsiagaan di rumah atau sekolah.
Nama: Keisya Azellia Putri
Sekolah: SMPN 38 Surabaya
Nomor Peserta: 1142
Judul Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
Penjelasan: Proyek ini bertujuan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk menanam tanaman obat sambung nyawa. Tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan dan bisa menjadi alternatif pengobatan alami. Proyek ini juga mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui edukasi, daur ulang, dan kegiatan berkebun bersama. Saat ini, penanaman sudah dimulai di rumah dan sekolah, serta dibagikan ke lingkungan sekitar. Target ke depan adalah memperluas penanaman dan melibatkan lebih banyak orang, terutama anak muda, sebagai agen perubahan hijau.
artikel yang bermanfaat, karena bagaimanapun kita semua juga perlu mendiskusikan titik kumpul evakuasi untuk bencana yang akan datang
Muhammad Raffa Zamzani/ SMPN 9 Surabaya
Artikel sebagai bukti perlunya edukasi penyelamatan diri dalam kondisi bahaya
Artikel sebagai bukti perlunya informasi penyelamatan diri dalam kondisi bahaya
Penjelasan yang sangat bermanfaat! Menentukan titik kumpul evakuasi memang krusial untuk keselamatan saat bencana. Semoga makin banyak yang sadar pentingnya langkah ini.
Nama:Erlinda dwi clarista
Sekolah:SMP negeri 38 surabaya
No peserta:1136
Judul proyek:budidaya tanaman bunga matahari sebagai upaya penghijauan dan estetika lingkungan
Penjelasan yang sangat bermanfaat, menentukan titik kumpul evakuasi memang penting untuk keselamatan saat bencana
Nama: Nafisa Fitri Ramadania
Sekolah: SDN jemur Wonosari 1/417 Surabaya
No peserta: 192
Judul proyek: budidaya tanaman lidah mertua
cara mengatasi hal hal seperti itu memang lah penting
ajeng chaesa setia rahayu
smpn 24 surabaya
eco.grow(pupuk eceng gondok)
Artikel ini memberikan pendekatan sistematis terkait penyiapan titik kumpul evakuasi secara umum, tanpa menyelami setiap detail teknis. Informasi tersebut bermanfaat sebagai panduan dasar yang bisa diadaptasi oleh komunitas maupun institusi pendidikan. Rekomendasi seperti pemilihan lokasi dan penataan visual checkpoint menambah nilai praktis tanpa membuat pembaca kewalahan
Nama: Diky Yulia Efendi
No peserta:459
Proyek: Penjernihan air melalui filter air
Sekolah:SMP negeri 11 Surabaya
Nama Sanggrama Rasio Al Warisyi
Proyek pemanfaatan limbah cangakang telur untuk hijaukan bumi dan innovasi bahan pangan.
Terimakasih atas indormasinya yang sangat membantu banyak orang untuk menentukan titik kumpul saata ada bencana alam
SALMA BUMI PASTI LESTARI☘☘☘
saat kita pergi ke tempat unum seperti rumah sakit, mall, gedung pertunjukan, gedung perkantoran, sekolah dll yg perlu diingat, lihat area titik kumpul,,
saat terjadi bencana kebakaran, gwmpa bumi, dll setelah di rasa aman segera menuju titik kumpul
artiket yg sangat bermanfaat, terima kasih
Nama Ni Luh Gede Reva Dealove Valentcia Atmaja
sekolah SMPN 35 Surabaya
nomor peserta 1130
judul proyek Budidaya Rosella
saat kita pergi ke tempat unum seperti rumah sakit, mall, gedung pertunjukan, gedung perkantoran, sekolah dll yg perlu diingat, lihat area titik kumpul,,
saat terjadi bencana kebakaran, gwmpa bumi, dll setelah di rasa aman segera menuju titik kumpul
artikel yg sangat bermanfaat, terima kasih
Nama Ni Luh Gede Reva Dealove Valentcia Atmaja
sekolah SMPN 35 Surabaya
nomor peserta 1130
judul proyek Budidaya Rosella
Artikel ini menyajikan panduan yang sangat berguna dan praktis tentang cara menentukan titik kumpul evakuasi di berbagai tempat. Sebagai pembaca, artikelnya terasa informatif dan terstruktur dengan baik, memudahkan siapa pun untuk memahami pentingnya perencanaan evakuasi yang matang. Penekanan pada aspek keamanan, aksesibilitas, serta keterlibatan masyarakat menunjukkan bahwa keselamatan saat bencana adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas otoritas.
Saya, adalah salah satu peserta PANGPUT lingkungan Hidup tahun 2025 dengan
Nama : Maulana Akbar Al Habib
Nomor Peserta : 469
Sekolah : SMPN 11 Surabaya
Dari Kota : Surabaya
Dengan proyek : Pengelolaan sampah organik
Semoga komentar saya bisa memberikan dampak yang baik untuk artikel inii 😀
Pemilihan titik kumpul yang tepat sangat penting untuk keselamatan dan koordinasi selama situasi darurat.
Nama : Akifa Maulidya
Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
Nomor Peserta : 698
Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale
Menentukan titik kumpul evakuasi harus mempertimbangkan lokasi aman, mudah dijangkau, bebas dari potensi bahaya, serta diketahui oleh semua penghuni. Simulasi rutin penting agar evakuasi berjalan cepat dan tertib.
Mayfrina Aisyahrani
SMPN 3 SURABAYA
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN
Informasi yang sangat penting tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Salah satunya menentukan titik kumpul yang tepat dan dengan pertimbangan tertentu contohnya menentukan titik kumpul yang aman dari bahaya.
Terima kasih artikel dan informasinya.
Nama : Isvara Nareswari Aryanto
Sekolah : SDN Kaliasin 1
No peserta : 206
Proyek : Budidaya Tanaman Pacar Air
Informasi yang sangat penting tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Salah satunya menentukan titik kumpul yang tepat dan dengan pertimbangan tertentu contohnya menentukan titik kumpul yang aman dari bahaya.
Terima kasih artikel dan informasinya.
nama ibrahim tubagus maulana
sekolah sdn jemur wonosari 1
judul proyek minyak jelantah
no 115
artikel ini sangat bermanfaat untuk kita dapat memilih tempat evakuasi di rumah, untuk jaga jaga jika ada gempa bumi
Nama : Nandana Akatara Arka Radita
Kelas : 6A
Sekolah : SDN jemurwonosari 1
No peserta : 121
Aksi ini sangat bermanfaat, karena dapat membantu mengurangi sampah dan menjadikan sampah menjadi barang yang berguna