Hari Kesadaran Tsunami Sedunia – Peringatan, Pelajaran, dan Aksi
Setiap tanggal 5 November, dunia memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia (World Tsunami Awareness Day) — inisiatif yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa‑Bangsa (PBB) pada akhir tahun 2015 melalui Resolusi 70/203. Tanggal ini dipilih untuk mendorong kesadaran global akan bahaya tsunami dan pentingnya kesiapsiagaan.
Tsunami memang tergolong bencana alam yang jarang terjadi, namun dampaknya bisa sangat besar: ribuan jiwa hilang dalam hitungan menit, kerusakan luas terjadi di daerah pesisir yang padat penduduknya. Oleh karenanya, peringatan ini memiliki misi untuk menjangkau komunitas dan individu agar memahami dan mengurangi risiko.
Latar belakang pemilihan tanggal 5 November memiliki makna sejarah dan simbolis. Di Jepang, kisah tradisional “Inamura‑no‑Hi” atau “Pembakaran Garis Padinya” menceritakan tentang Hamaguchi Goryō yang membakar tumpukan padi untuk memperingatkan warganya agar naik ke daratan tinggi ketika gelombang tsunami akan datang. Dengan memilih tanggal tersebut, PBB menegaskan fokus pada “aksi preventif” dan kesiapsiagaan, bukan semata mengenang tragedi.
Tantangan utama dalam mitigasi tsunami adalah bahwa banyak orang menganggapnya sebagai bencana yang sangat jarang — sehingga kesiapsiagaan kurang — padahal di banyak wilayah pesisir, risiko tetap nyata. Terlebih perubahan iklim dan naiknya permukaan laut bisa memperburuk dampak gelombang di masa depan.
Salah satu poin kunci yang sering ditekankan dalam peringatan ini adalah sistem peringatan dini dan evakuasi cepat. Sistem yang baik dapat menyelamatkan banyak jiwa, namun belum semua wilayah ber-adaptasi dengan sistem semacam itu. Untuk misalnya, dalam pesan PBB-Sekretaris Jenderal disebutkan bahwa ada sekitar 700 juta orang di dunia yang masih berisiko besar terhadap tsunami. United Nations
Pada peringatan tahun 2024, tema besar yang diangkat adalah “Empowering the next generation with the lessons of the 2004 Indian Ocean Tsunami – 20 years on”. Tema ini menyoroti pentingnya mendidik generasi muda — banyak dari mereka yang lahir setelah tsunami besar tahun 2004 — agar memahami tanda-tanda bahaya dan tahu bagaimana bertindak.
Untuk konteks nasional Indonesia, yang wilayahnya sangat rawan tsunami (termasuk zona – seperti lepas pantai Sumatra, Jawa, Sulawesi), peringatan ini sangat relevan. Masyarakat pesisir, sekolah, komunitas lingkungan dan keluarga diharapkan ikut aktif dalam simulasi, edukasi dan kampanye kesiapsiagaan.
Membangun budaya “naik ke daratan tinggi / ke tempat aman” ketika terjadi gempa kuat atau laut mendadak surut adalah pesan sederhana namun menyelamatkan. Sebagai media sosial yang Anda kelola — yang dominan di kalangan guru, siswa dan keluarga — ini adalah kesempatan bagus untuk membuat konten edukatif ringan dan interaktif: misalnya video singkat “Tahu Tanda, Siap Tindakan”, poster infografik, atau tantangan di sekolah “Siapa yang tahu jalur evakuasi kita?”
Keterlibatan generasi muda sangat penting — bukan saja sebagai penerima edukasi, tapi juga sebagai agen penyebar ke teman sebaya dan keluarga. Inisiatif seperti Tsunami United Programme oleh UNESCO sudah melibatkan pelajar dari 19 negara untuk meningkatkan kesadaran tsunami.
Dengan karakter konten santai yang Anda inginkan, dapat dihasilkan video berdurasi singkat (misalnya 30 detik) yang menunjukkan “apa yang saya lakukan bila gempa besar – saya ke titik aman” sebagai tantangan media sosial.
Selain edukasi, aspek lingkungan juga sangat terkait. Misalnya ekosistem pesisir seperti hutan mangrove dapat berfungsi sebagai peredam gelombang alami. Dengan fokus Anda pada SDGs dan lingkungan hidup, Anda bisa mengaitkan tema peringatan tsunami dengan pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebagai bagian dari mitigasi bencana.
Di tingkat institusi sekolah dan keluarga, ada baiknya dilakukan latihan kesiapsiagaan tsunami secara rutin: mengenali rambu evakuasi, mengetahui jalur aman, mengenal suara sirene atau alarm. Dengan materi yang cocok untuk siswa dan guru — misalnya poster edukasi di koridor sekolah — kita ikut mendorong budaya kesiapsiagaan yang lebih kuat.
Mengakhiri, peringatan Hari Kesadaran Tsunami Sedunia bukan sekadar menyebar fakta atau statistik, tetapi mengajak setiap individu — siswa, guru, keluarga — untuk bertindak: tahu risiko, kenali tanda bahaya, punya rencana dan jalur evakuasi, dan berbagi pengetahuan itu dengan orang lain. Karena di banyak kasus, kesiapsiagaan yang sederhana bisa menjadi pembeda antara selamat atau tidak: “naik ke tempat aman” dalam hitungan menit.
Penulis: Mochamad Zamroni


Jadi teringat tsunami aceh innalillahiwainnalillahirojiun. Semoga tidak terjadi lagi kejadian seperti itu. Betul sekolah harus mengajarkan kepada para siswa-siswi nya tentang bagaimana cara melindungi diri saat datangnya tsunami. Semoga kita selalu dalam lindunganNYA aamiinn
Eno wahyu kamagading
SDN pacarkeling 1/182 surabaya
Eco enzyme
452
Kita memang tidak bisa menolak Tsunami terjadi.tapi kita bisa mengenali tanda tanda tsunami,cara bersiap siaga bila terjadi dan memberitahukan pengetahuan tentang tsunami secara luas agar mereka mengerti, terutama di daerah pesisir dekat laut.
Carissa Putri Fatihasari
SDN Sidotopo wetan V
No.peserta : 674
Proyek SANCA ( Sampah Anorganik Carissa)
Messa Eko Putri – 018 Mari belajar dari masa lalu, waspada di masa kini, dan siap untuk masa depan.
Bukan sekadar peringatan, tapi ajakan untuk selalu siap siaga dan peduli terhadap bencana alam.
Kita mulai sekarang Harusbl waspada di Musim hujan ini sekadar peringatan, tapi ajakan untuk selalu siap siaga dan peduli terhadap bencana alam,kan kita Harus Sadar untuk menjaga Lingkungan kita dari sampah2 yang berserakan contoh nya di laut, pesisir laut, Sungai Dan dipinggir jln2 agar ditidak mengakibat Kan banjir atau Bencana Alam yang di buat Oleh manusia sendiri.
Seandy putri fitriasari
SDN MOjO III
No peserta 422
Pengolahan limbah sampah cangkang telur
Dalam Tanggap bencana sistem peringatan dini dan evakuasi cepat, sudah menjadi sigap kita terhadap alam yg ekstrim , selalu waspada dimanapun kita berada,
Selamat Hari Kesadaran Tsunami Sedunia (World Tsunami Awareness Day)
Saya Ni Luh Gd Kt Keyva Richie Valerina Atmaja
Sekolah SMPN 6 Surabaya
Judul Proyek Budidaya Lemongrass
Nomor peserta 1392
Sekarang ini kita harus waspada di Musim Hujan ini,sekedar peringatan,tapi ajakan untuk selalu siap siaga dan peduli terhadap bencana alam,dan kita harus sadar untuk menjaga lingkungan kita dari sampah sampah yang berserakan .Contohnya sampah di laut,pesisir laut ,sungai dan di pinggir pinggir jalan agar tidak mengakibatkan banjir atau bencana alam yang di buat oleh manusia itu sendiri,
Nama: Muhammad Hidayahtullah
Sekolah: SDN KAPASARI 1/292 Surabaya
No Peserta: 145
Proyek: Budidaya Daun Pandan
Masih teringat cerita tentang Tsunami di Aceh.
Mengerikan.
Pentingnya ada sosialisasi pd warga itk. Mengetahui bagaimana tanda2 adanya Tsunami dan juga cara utk mengantisipasi nya.
Segera mengungsi, mengevakuasi ke dataran tinggi mencari keamanan
Semoga Tsunami tak lagi datang
Dan kita semua harus selalu waspada dan siap menghadapinya.
Salam Bumi Pasti Lestari
Salam KOMANDAN.
Marshall Dastan PR.
Sdn. Ketabang 1/288 Surabaya
No Peserta : 207
Proyek : KOMANDAN ( Koleksi Tanaman Pandan)
Hexa afzal hermawan
Peserta pangeran lingkungan hidup thn 2025 dengan no peserta 421
Proyek saya adalah budita cabi budidaya tanaman cabai.
Kereen
Hari Kesadaran Tsunami Sedunia – Peringatan, Pelajaran, dan Aksi
Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..
Nama : Naysia Aqila Andriani
Sekolah : SDN Ngagelrejo3
No peserta: 428
Proyek budi daya sereh
proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh
🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_
Dalam Tanggap bencana sistem peringatan dini dan evakuasi cepat, sudah menjadi sigap kita terhadap alam yg ekstrim , selalu waspada dimanapun kita berada,
Selamat Hari Kesadaran Tsunami Sedunia (World Tsunami Awareness Day)
Saya Ni Luh Gd Kt Keyva Richie Valerina Atmaja
Sekolah SMPN 6 Surabaya
Judul Proyek Budidaya Lemongrass
Nomor peserta 1392
Pentingnya bekal untuk mitigasi bencana dan pentingnya peringatan dini..semoga kita semua selalu dilindungi Allah ..amin..
Reynando Yudhistira putra
SDN Wiyung 1 Surabaya
No peserta 409
pengolahan sampah plastik
Kita harus selalu berjaga-jaga dan harus mengenali tanda-tanda tsunami sejak dini.. semoga kita semua selalu dijaga oleh Allah ..amin..
Nama: falisha Misha alkhansa
Sekolah: SDN Rangkah VI Surabaya
No peserta: 554
Judul proyek: pemanfaatan sampah organik dan limbah plastik untuk tanaman keluarga
Peringatan Hari Tsunami Sedunia mengajak kita semua untuk selalu siap siaga dalam menghadapi bencana tsunami. Tsunami memang jarang terjadi, tapi kita perlu pengetahuan mengenai mitigasi bencana tsunami dengan secara aktif mengikuti simulasi, edukas, dan kesiapsiagaan.
Nama : Fathan Alby Andhitama
No : 0037
Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.
Halo sobat hijau 🌳
Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
Salam bumi, pasti lestari 🌱
Nayla Thalita Azzahra
No Peserta : 524
SDN Petemon IX
Judul Project : Lets Go to Bali Badung ( Ayo Budidaya Lidah Buaya dengan Produk Unggulan )
Artikel ini mengingatkan beberapa kejadian tsunami dahsyat yang pernah menimpa bangsa ini yaitu Tsunami Aceh 26 Desember 2004 dan Tsunami Palu 28 September 2018. Memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia adalah moment dimana dunia harus bahu – membahu meningkatkan kesadaran dalam upaya tanggap bencana yang inovatif dalam pengurangan resiko yang terjadi. Meningkatkan management antisipasi bencana adalah salah satu langkah dalam upaya yang harus pemerintah lakukan terutama di negara – negara yang sering berpotensi tsunami. Walaupun kita sebagai bagian dari masyarakat dunia selalu berupaya memaksimalkan upaya aksi tanggap bencana, namun kita tetap harus selalu berdoa agar bencana – bencana tersebut tidak pernah terjadi di sekitar kita.
Salam Bumi Pasti Lestari
Hari Kesadaran Tsunami Sedunia mengingatkan kita bahwa bencana tidak bisa dihentikan, tetapi dampaknya bisa sangat dikurangi melalui edukasi, kesiapsiagaan, dan kerja sama. Momen ini penting untuk memperkuat budaya sadar risiko, mulai dari mengenal tanda-tanda alam, memahami jalur evakuasi, hingga mengikuti latihan simulasi secara berkala. Keselamatan bukan hanya urusan lembaga tertentu, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Semoga semangat peringatan ini terus mendorong kita untuk belajar dari pengalaman, memperbaiki sistem peringatan dini, dan membangun ketangguhan komunitas di daerah rawan bencana.
AISYAH AVICENA RL
SMPN 21 SURABAYA
Project : DATELA GREEN REVITALIZATION
kita memang tidak bisa menghindar dari musibah bencana alam yang di beri oleh Allah seperti tsunami, tapi sebagai manusia kita dapat menghindari bencana tersebut dengan cara mencintai dan merawat lingkungan bumi yang kita tinggali saat ini💚
Pentingnya edukasi terhadap masyarakat akan bahaya tsunami dan bagaimana cara menghadapinya.maka tiap keluarga harusa memahami iklim dan lebih tanggap terhadap bencana apapun
saya frisdya lanikmaruf isfani dari SMPN 57 Surabaya dengan nomer urut 1382 proyek saya yaitu pengolahan sampah GALBOT (Galon dan botol) sebagai kreasi furnitur dan fashion aksesoris
kita perlu memiliki upaya untuk mencegah stunami seperti melakukan hal kecil merawat lingkungan
Kita memang tidak bisa menolak Tsunami terjadi.tapi kita bisa mengenali tanda tanda tsunami,cara bersiap siaga bila terjadi dan memberitahukan pengetahuan tentang tsunami secara luas agar mereka mengerti, terutama di daerah pesisir dekat laut.
Nama :muhamma Hakam Yasin
Sekolah:smpn 46 sby
Kita harus tetap waspada dimanapun berada, bersiap siaga mengenali tanda-tanda tsunami dengan sistem peringatan dini dan evakuasi cepat serta tanggap bencana alam. Semoga kita semua terhindar dari bahaya dan selalu dalam lindungan Allah SWT amiiin ya robbal alamiin.
Jangan Lupa Intip Proyek saya ya teman-teman.
Saya Muhammad Khabibi Nur Rokhman
Saya adalah Finalis pangeran dan putri lingkungan hidup tahun 2025
No.Peserta 31
Saya dari SDN BANJARSUGIHAN V/617 SURABAYA
Proyek Lingkungan Hidup Saya adalah PESAN OJEC APIK(Pemanfaatan Sampah Non Organik Jadi Ecobrick dan Anyaman Plastik)
Disini saya mengajak semua untuk peduli lingkungan dengan mengurangi sampah plastik karena jumlah sampah plastik semakin banyak salah satunya kemasan sachet yang tidak didaur ulang maka saya memanfaatkannya menjadi barang yang bermanfaat yaitu ecobrick dan anyaman plastik daripada sampah plastik tersebut terbuang begitu saja.
Salam Bumi Pasti Lestari
Salam Sadar Iklim
Salam Zerowaste
Salam Basuma Jaya Jaya Jaya
Pokoe ngeten pun
Tsunami Bisa Datang Kapan Saja, Waspada, Siaga, dan Tanggap!
Akifa Maulidya (698)
SDN Tandes Kidul 1
Budidaya organik tanaman kale
Adanya peringatan seperti ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untk lebih perduli dan menjaga lingkungan karena klau alam sudah marah manusia yang akan kena imbasnya
Nama : Fatimah Nawal Rahman
Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
No. Peserta : 026
Pencapaian : 1.793,75 kg
Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan
Mari jadikan Hari Kesadaran Tsunami Sedunia sebagai pengingat untuk tidak lengah terhadap risiko bencana. Kenali tanda-tanda tsunami, pahami jalur evakuasi, dan biasakan segera menuju tempat aman saat gempa kuat terjadi. Kesiapsiagaan sederhana hari ini dapat menyelamatkan banyak nyawa di masa depan.
Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).
Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.