Indonesia Siap Tunjukkan Kepemimpinan Iklim di Asia melalui Konferensi AsiaFlux 2025
Indonesia kembali menjadi sorotan dunia dalam isu lingkungan global. Pada 20–25 Oktober 2025, Pangkalan Kerinci, Riau, akan menjadi tuan rumah Konferensi AsiaFlux 2025, ajang ilmiah bergengsi bertema “Nature-Based Solutions for Asia: From Advanced Science and Technology to Practices.” Konferensi ini bukan sekadar forum akademik, tetapi momentum strategis bagi Indonesia memperkuat perannya sebagai pemimpin kawasan dalam mitigasi perubahan iklimdan pengelolaan ekosistem berkelanjutan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya forum ini. “Konferensi ini menjadi platform bagi para ilmuwan, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan global untuk berbagi pengetahuan, memajukan teknologi pengukuran fluks, dan membangun kolaborasi dalam konservasi serta restorasi ekosistem yang menerapkan Nature-Based Solutions,” ujar Hanif.
Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan AsiaFlux di Indonesia menjadi simbol komitmen pemerintah terhadap pengelolaan sektor Kehutanan dan Penggunaan Lahan Lainnya (FOLU) yang berperan penting dalam penurunan emisi karbon. “Konferensi ini adalah momen penting dalam memperkuat komitmen Indonesia terhadap mitigasi perubahan iklim,” jelasnya.
Arah Kebijakan Iklim dan Target Emisi Nasional
Konferensi ini juga menjadi bagian penting dalam percepatan pencapaian FOLU Net Sink 2030 dan Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC) yang berada di bawah Perjanjian Paris.
Target Indonesia jelas: penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 31,89% dengan upaya sendiri, dan 43,20% dengan dukungan internasional pada tahun 2030. Untuk sektor energi, target E-NDC mencapai 358 juta ton CO₂-eq, sementara sektor FOLU ditetapkan berkontribusi 140 juta ton CO₂-eq pada tahun yang sama — hampir 60% dari total target penurunan emisi nasional.
Dengan kontribusi sebesar itu, FOLU menjadi kunci penting dalam strategi mitigasi. Karena itu, AsiaFlux 2025 relevan sebagai forum berbagi praktik terbaik dan hasil riset terbaru tentang solusi berbasis alam yang dapat mengurangi dampak perubahan iklim secara signifikan.
Ilmuwan Dunia Bertemu di Riau
Lebih dari 350 peserta dari seluruh dunia akan hadir di Pangkalan Kerinci — mulai dari ilmuwan, akademisi, pembuat kebijakan, hingga pelaku sektor swasta.
Berbagai topik strategis akan dibahas, seperti dinamika karbon, pengukuran fluks, interaksi biosfer-atmosfer, serta pemodelan ekosistem berkelanjutan. Selain sesi pleno dan diskusi tematik, juga akan ada pelatihan teknis dan pameran teknologi terbaru terkait pemantauan karbon, air, dan energi.
Bagi Indonesia, forum ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa sains dan kebijakan publik bisa berjalan beriringan dalam menjawab tantangan iklim. Pemerintah, lembaga penelitian, dan universitas dapat memperkuat sinergi untuk memperluas penerapan Nature-Based Solutions di berbagai sektor.
Harapan Menuju Ekosistem yang Tangguh
Hanif Faisol Nurofiq berharap konferensi ini mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus memperkaya pengetahuan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.
“Melalui diskusi, inovasi, dan jejaring yang diperkuat di AsiaFlux 2025, kita berharap dapat menciptakan ekosistem lahan gambut yang berkelanjutan serta masa depan yang tangguh bagi semua,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran para pembuat kebijakan, termasuk KLH/BPLH, sangat penting dalam memperkuat kebijakan nasional yang berakar pada sains dan bukti lapangan. “Peran mereka dalam mendukung penelitian dan implementasi solusi berbasis alam di Indonesia dan Asia akan memberikan dampak besar terhadap kualitas ekosistem dan pencapaian tujuan nasional dalam Perjanjian Paris,” tambahnya.
Langkah Nyata Menuju Masa Depan Berkelanjutan
Konferensi AsiaFlux 2025 bukan hanya agenda ilmiah tahunan. Lebih dari itu, forum ini adalah ajakan nyata bagi duniauntuk bergerak bersama dalam menjaga bumi melalui pendekatan berbasis alam.
Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, praktisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil akan menjadi kunci keberhasilan mitigasi iklim dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
“Dengan mempertemukan para ahli dari seluruh Asia dan sekitarnya, AsiaFlux 2025 akan memacu penemuan baru, membangun jaringan yang lebih kuat, dan menginspirasi solusi yang dapat ditindaklanjuti untuk masa depan yang berkelanjutan,” kata Menteri Hanif optimistis.
Melalui semangat kolaborasi global ini, Indonesia meneguhkan diri sebagai motor penggerak solusi berbasis alam di kawasan Asia, sekaligus memperkokoh posisinya dalam upaya menurunkan emisi global dan menjaga keberlanjutan planet bagi generasi mendatang. (*/TunasHijauID)


hal ini dapat memajukan nama negara Indonesia.
nama: Bara Ikmal Ghani
sekolah: SMP negeri 38 sby
nomor peserta: 601
proyek: mengolah sampah organik🌿
Indonesia semakin lama semakin maju😻🙌. Jika masyarakatnya semakin sadar akan iklim, mungkin indonesia bisa semakin maju lagi
🙋♀️: Mazida Shabrina Yasmin
🏫: SDN Wonokusumo 6 Surabaya
🔢: 728
📍: Proyek SERBUK(Serbuk Berproyek Horta)
Indonesia Siap Tunjukkan Kepemimpinan Iklim di Asia melalui Konferensi AsiaFlux 2025
strategis bagi Indonesia memperkuat perannya sebagai pemimpin kawasan dalam mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan ekosistem berkelanjutan
Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..
Nama : Naysia Aqila Andriani
Sekolah : SDN Ngagelrejo3
No peserta: 428
Proyek budi daya sereh
proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh
🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_
Indonesia sebagai negara tropis dengan hutan yang begitu luas menjadi penopang oksigen dunia. Dengan peran serta masyarakat dan dunia dapat menyelamatkan bumi dari bencana krisis iklim yang kian melanda.
Indonesia Kini Siap dalam menunjukkan kepemimpinan Iklim di Asia Melalui Konferensi AsiaFlux 2025 dan Penyelenggaraan AsiaFlux di Indonesia adalah Simbol Komitmen pemerintah terhadap pengelolaan sektor kehutanan dan Penggunaan Lahan Lainnya (FOLU) yang berperan penting dalam Penurunan Emisi karbon
Nama Gede Kesawa Desvananda Sasmita
No Peserta 595
Judul Proyek Biobox Maggot Solusi Daur Upang Sampah organik rumah tangga menjadi Emas Hitam
Namaku : Medina Dyah Kurniasari
Dari SDN SimolawangKIP156 Surabaya
No Peserta: 686
Judul proyekku : “Budidaya Bunga Telangku Menyelamatkan Bumi”
Bersama tunas hijau aku siap menjadi generasi sadar lingkungan!
Energi terbarukan harus diusahakan maksimal. Terimakasih
Ayesha Medina
No Peserta 618
SDN SEMOLOWARU 1/261
Maggot bsf si Hewan Ajaib Sahabat Lingkungan
Indonesia Siap Tunjukkan Kepemimpinan Iklim di Asia melalui Konferensi AsiaFlux 2025
strategis bagi Indonesia memperkuat perannya sebagai pemimpin kawasan dalam mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan ekosistem berkelanjutan
“Bangga! 🇮🇩 Indonesia semakin menunjukkan peran pentingnya dalam menghadapi perubahan iklim di tingkat Asia. Semoga konferensi ini menghasilkan kolaborasi nyata untuk bumi yang lebih hijau 🌱✨”
Nama:Messa eko putri
Sekolah:SDN Airlangga 1/198 Surabaya
Proyek:Budidaya Lidah buaya
Bangga jadi bagian dari bangsa yang terus berkomitmen terhadap isu iklim global. Konferensi AsiaFlux 2025 jadi momentum penting untuk menunjukkan peran Indonesia di kancah internasional! 🇮🇩✨
Nama : Leyna Mayyasha Qorri Ain
Asal Sekolah : SDN Pacarkeling V Surabaya
Nomer Peserta : 468
Proyek : aloe sobat sehat, solusi hebat untuk keluarga sehat
Capaian proyek di akhir tahap 4 (17 Okt 2025) :
🌱 Menanam sebanyak 1.150 tanaman kale
(Disemai : 1500, Gagal tumbuh 350)
🌱 Sosialisasi 1.100 orang
🌱 Menghasilkan Kompos 38 kg
(Dari sampah organik 15.570 gram)
🌱 Mengolah limbah plastik 1670
(Botol dan gelas plastik)
🌱Produk Olahan yaitu : Nata de Aloe Vera
🌱 Membagikan 326 tanaman kale
🌱 Mempunyai 3 kampung mitra
(RW 11 Kelurahan Ploso, RW 10 Kelurahan Pacarkeling, RW 10 Kelurahan Tambahrejo)
🌱 Mempunyai 3 Lahan adopsi ( RT 3 Karang Asem, RT 10 Pacarkeling, SDN Pacarkeling V)
Revisi
Capaian proyek di akhir tahap 4 (17 Okt 2025) :
🌱 Menanam sebanyak 1.150 tanaman aloe vera
(Disemai : 1500, Gagal tumbuh 350)
🌱 Sosialisasi 1.100 orang
🌱 Menghasilkan Kompos 38 kg
(Dari sampah organik 15.570 gram)
🌱 Mengolah limbah plastik 1670
(Botol dan gelas plastik)
🌱Produk Olahan yaitu : Nata de Aloe Vera
🌱 Membagikan 326 tanaman aloe vera
🌱 Mempunyai 3 kampung mitra
(RW 11 Kelurahan Ploso, RW 10 Kelurahan Pacarkeling, RW 10 Kelurahan Tambahrejo)
🌱 Mempunyai 3 Lahan adopsi ( RT 3 Karang Asem, RT 10 Pacarkeling, SDN Pacarkeling V)
kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan iklim melalui solusi berbasis alam, memperkuat komitmen terhadap mitigasi perubahan iklim.
Indonesia Keren 👍👍👍
Akifa Maulidya – 698
SDN Tandes Kidul 1
Budidaya organik tanaman kale