Konservasi Air di Sekolah dan Rumah

Kekeringan saat kemarau dan banjir saat penghujan adalah di antara alasan yang kita sikapi dengan melakukan Konservasi Air. 

Berikut 20 contoh aksi konservasi air yang bisa dilakukan bersama sebanyak mungkin warga sekolah, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah masing-masing:

A. Aksi Konservasi Air di Sekolah

1. Pembuatan Lubang Resapan Biopori Massal
– Setiap kelas membuat minimal 3 biopori di area sekolah untuk meningkatkan resapan air hujan dan mengurangi genangan.
– Disertai lomba “Kelas Paling Banyak Biopori” dengan dokumentasi dan pelaporan hasil.

2. Penanaman Tanaman Penyerap Air
– Bersama seluruh warga sekolah menanam tanaman seperti vetiver, lidah mertua, atau bunga telang di taman dan pinggir saluran air sekolah.
– Tujuannya meningkatkan daya serap air dan mencegah erosi tanah.

3. Pemanfaatan Air Wudhu atau Cuci Tangan Kembali (Reuse Water)
– Membuat sistem penampungan air bekas wudhu/cuci tangan untuk menyiram tanaman sekolah.
– Siswa dilibatkan dalam mendesain dan memelihara sistemnya.

4. Gerakan “5 Detik Cukup”
– Kampanye hemat air saat mencuci tangan, wudhu, atau menyiram toilet.
– Setiap kelas membuat poster pengingat di area wastafel dan kamar mandi.

5. Audit Air Sekolah
– Tim siswa memetakan sumber, penggunaan, dan kebocoran air di sekolah.
– Hasilnya dipresentasikan di apel pagi untuk mengajak semua pihak bertanggung jawab.

6. Pembuatan Taman Hujan Mini (Rain Garden)
– Siswa membuat area taman dengan tanaman lokal yang menyerap air hujan.
– Berfungsi ganda: memperindah sekolah dan menahan limpasan air hujan.

7. Gerakan “Tanaman Tidak Boleh Haus”
– Setiap kelas bertanggung jawab menyiram tanaman sekolah menggunakan air bekas yang dikumpulkan dari wastafel, wudhu, atau cucian buah.
– Penjadwalan disusun agar tidak ada tanaman yang kekeringan.

8. Pemantauan Debit Air Sekolah
– Tim siswa melakukan pencatatan jumlah air yang digunakan setiap minggu (di kamar mandi, taman, dapur).
– Hasilnya menjadi dasar membuat kebijakan penghematan air sekolah.

9. Pembuatan Filter Air Sederhana
– Workshop pembuatan filter air dari pasir, batu, arang, dan ijuk.
– Hasilnya digunakan untuk menyaring air hujan agar lebih bersih saat dipakai menyiram tanaman.

10. Aksi Bersih Saluran Air Sekolah
– Aksi massal membersihkan got, parit, dan saluran air agar tidak tersumbat.
– Disertai edukasi bahaya sampah yang menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir.

    B. Aksi Konservasi Air di Rumah Masing-Masing

    11. Pembuatan Drum atau Ember Penampung Air Hujan
    – Setiap siswa dan guru membuat wadah penampung air hujan di rumah untuk menyiram tanaman atau mencuci kendaraan.
    – Didokumentasikan dan dibagikan di grup sekolah.

      12. Gerakan “Air Bekas, Manfaat Lagi”
      – Mengumpulkan air cucian beras, sayur, atau buah untuk menyiram tanaman.
      – Kegiatan diunggah dalam tantangan #AirTakBolehSiaSia.

      13. Menanam Tanaman Penjaga Air di Rumah
      – Seluruh keluarga siswa menanam minimal satu jenis tanaman penyimpan air seperti lidah buaya, keladi, atau palem.
      – Diberi label “Tanaman Penjaga Air” dan dikumpulkan dalam galeri foto sekolah.

      14. Kampanye “Tutup Keran, Selamatkan Bumi”
      – Setiap warga sekolah membuat video pendek edukatif tentang menutup keran dan menghemat air di rumah.
      – Video dikompilasi menjadi satu karya sekolah untuk media sosial.

      15. Gerakan 1 Rumah 1 Lubang Resapan atau Sumur Resapan Mini
      – Warga sekolah diajak membuat lubang resapan air sederhana di halaman rumah.
      – Dilombakan antar kelas dengan kategori: Terlengkap, Terinovatif, dan Terbanyak.

      16. Pembuatan Laporan “Jejak Air Keluargaku”
      – Siswa dan keluarga mencatat penggunaan air selama seminggu (mandi, mencuci, menyiram).
      – Lalu menentukan cara mengurangi 10–20% pemakaian air di rumah.

        17. Gerakan “Kamar Mandiku Hemat Air”
        – Siswa menempelkan stiker edukasi di kamar mandi rumah: “Matikan keran saat sikat gigi!” atau “Gunakan gayung seperlunya!”
        – Foto stiker dan bagikan ke grup sekolah.

        18. Pemanfaatan Air AC untuk Menyiram Tanaman
        – Air hasil tetesan AC ditampung dalam ember dan digunakan kembali untuk menyiram.
        – Dapat dikompetisikan antar siswa untuk ide pemanfaatan air AC paling kreatif.

        19. Gerakan “Satu Hari Tanpa Air Baru”
        – Tantangan keluarga menggunakan air sisa (air bekas cucian, tampungan hujan) untuk seluruh kegiatan rumah selama satu hari.
        – Dilakukan serentak oleh banyak/seluruh warga sekolah.

        20. Aksi Edukasi Tetangga Tentang Hemat Air
        – Warga sekolah membuat poster, video, atau selebaran edukatif untuk dibagikan ke tetangga sekitar rumah.
        – Tujuannya memperluas dampak konservasi air hingga ke lingkungan sekitar.

        Penulis: Mochamad Zamroni)

          22 thoughts on “Konservasi Air di Sekolah dan Rumah

          • November 11, 2025 pada 16:44
            Permalink

            Luar biasa penjelasanya semoga lebih dapat menghemat air demi keselamatan bumi kita

            Balas
          • November 11, 2025 pada 17:39
            Permalink

            Terima kasih atas infonya dan mohon bimbingannya kepada saya

            Nama : Azzahra Dita shifara
            Sekolah : SDN Nginden jangkungan
            No peserta : 434
            Judul proyek : minyak jelantah

            Balas
          • November 11, 2025 pada 18:20
            Permalink

            Matur nuwun atas ilmu dan wawasan yang luar biasa, panduan konservasi air yang beragam . Sangat menginspirasi saya .

            Balas
          • November 12, 2025 pada 06:49
            Permalink

            Wow sangat menginspirasi terimakasih atas ilmunya

            Nama: falisha Misha alkhansa
            Sekolah: SDN Rangkah VI Surabaya
            No peserta: 554
            Judul proyek: pemanfaatan sampah organik dan limbah plastik untuk tanaman keluarga

            Balas
          • November 12, 2025 pada 07:40
            Permalink

            Wah informasi yang detail dan sangat bermanfaat untuk konservasi air. Terima kasih ilmunya Tunas Hijau ✨️

            Nama : Fathan Alby Andhitama
            No : 0037
            Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
            Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.

            Halo sobat hijau 🌳
            Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
            Salam bumi, pasti lestari 🌱

            Balas
          • November 12, 2025 pada 15:09
            Permalink

            Komservasi air
            Baik di sekolah maupun di rumah tetap kita jalankan.

            Demi menjaga persediaan air sehat di Bumi kita.
            Mari kita gunakan air dengan hemat.

            Salam Bumi Pasti Lestari
            Salam Komandan

            Marshall Dastan PR
            Sdn. Ketabang 1/288
            No peserta 207
            Project : Komandan

            Balas
          • November 12, 2025 pada 16:28
            Permalink

            Nayla Thalita Azzahra
            No Peserta 524
            SDN Petemon IX
            Project : Lets Go to Bali Badung ( Ayo Budidaya Lidah Buaya dengan Produk Unggulan )

            Artikel di atas cukup menarik dan memberikan ilmu dan wawasan baru tentang pentingnya manfaat konservasi air serta contoh – contoh aksi yang dapat kita lakukan di sekitar kita. Sehingga kita bisa berpartisipasi dalam memelihara, melindungi, serta melestarikan kualitas air bersih untuk saat ini maupun untuk masa depan.

            Salam Bumi Pasti Lestari

            Balas
            • November 13, 2025 pada 12:26
              Permalink

              Infomasi yg sangat detail Dan memberi pengetahuan untuk Saya..

              Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

              Nama : Naysia Aqila Andriani
              Sekolah : SDN Ngagelrejo3
              No peserta: 428
              Proyek budi daya sereh

              proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh

              🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

              Balas
          • November 13, 2025 pada 12:26
            Permalink

            Infomasi yg sangat detail Dan memberi pengetahuan untuk Saya..

            Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

            Nama : Naysia Aqila Andriani
            Sekolah : SDN Ngagelrejo3
            No peserta: 428
            Proyek budi daya sereh

            proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh

            🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

            Balas
          • November 14, 2025 pada 09:36
            Permalink

            Wah.. terimakasih untuk informasinya yang sangat menginspirasi 💧

            Di halaman rumahku ada dua lubang resapan biopori dan juga jublangan, sedangkan air hujan dari genting ditampung di paralon lalu masuk ke kolam ikan lele, tapi kolamnya kecil dan memanjang di depan teras rumah (ukurannya sekitar 25 cm x panjang teras rumah) terhubung ke kolam sedang tapi kolamnya yang ukuran sedang itu bocor, lelenya mati pas kami tinggal ke rumah nenek, jadinya sekarang kolam yang ukuran sedang cuman untuk menyerap air saja 🥹

            Sedangkan di depan teras ada halaman kecil banget yang sudah kami paving menggunakan paving blok berlubang (yang biasanya bisa ditanami rumput) jadinya air hujan leluasa masuk kedalam tanah 🥰

            Halaman rumahku sudah penuh dengan resapan air, tapi aku pengen banget mencoba memasukkan air hujan ke sumur dengan harapan air yang tersimpan (air cadangan untuk kebutuhan sehari-hari) jadi lebih baik kualitasnya… Begituuuu…

            Salam konservasi air 🌊

            AISYAH AVICENA RL
            SMPN 21 SURABAYA
            Proyek : DATELA GREEN REVITALIZATION

            Balas
          • November 19, 2025 pada 09:45
            Permalink

            Siap, mudah-mudahan saya dapat melaksanakan semua kegiatan konservasi air

            Salam bumi pasti lestari ☘️

            Nama : Mochammad Junior Rafan Hidayat
            Nomer Peserta: 289
            Sekolah : SDN Pakis 8 Surabaya
            Judul Proyek : Ubah Sampah Organik menjadi Kompos Ramah Lingkungan.

            Balas
          • November 19, 2025 pada 09:49
            Permalink

            Siap, mudah-mudahan saya dapat melaksanakan semua kegiatan konservasi air.

            Nama : Mochammad Junior Rafan Hidayat
            Nomer Peserta: 289
            Sekolah : SDN Pakis 8 Surabaya
            Judul Proyek : Ubah Sampah Organik menjadi Kompos Ramah Lingkungan.

            Balas
          • November 19, 2025 pada 10:44
            Permalink

            Terimakasih Tunas Hijau atas artikel aksi konservasi air di sekolah dan dirumah yang sangat bermanfaat dalam memberikan informasi serts ilmunya. Dan sebaiknya kita melaksanakannya dalam menjaga keberlangsungan sumber alam serta menjaga lingkungan

            FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
            SDN Margorejo 1/403 Surabaya
            No Peserta 253
            Proyek: Pengolahan Sampah Organik Dapat Memberikan Nutrisi Pada Tanaman

            Balas
          • November 19, 2025 pada 12:57
            Permalink

            Membuat konservasi air di sekolah dan di rumah adalah langkah kecil yang berdampak besar. Dengan membiasakan hemat air, kita ikut menjaga lingkungan dan memastikan sumber air tetap tersedia untuk masa depan.

            Messa eko putri -018
            -membudidaya 5000 tanaman lidah buaya
            Judul proyek : menyelamatkan bumi dengan lidah buaya

            Balas
          • November 20, 2025 pada 12:16
            Permalink

            Terimakasih informasi yang detail dan sangat bermanfaat untuk konservasi air.

            Seandy putri fitriasari SDN MOjO III
            Peserta 422
            Pengolahan limbah sampah cangkang telur

            Balas
          • November 22, 2025 pada 21:08
            Permalink

            terimakasih atas ilmu yang sangat bermanfaat tentang Konservasi Air yabg bisa di lakukan di rumah atau sekolah tercinta, semoga ilmu nya berkah dan bermanfaat bagi semuanya💚💚

            Balas
          • November 24, 2025 pada 19:20
            Permalink

            Kegiatan Surabaya Eco School tentang konservasi air ini benar-benar menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan lingkungan bisa diterapkan secara kreatif, sederhana, namun berdampak besar. Dari biopori massal, rain garden, hingga gerakan reuse air wudhu—semua aksi ini bukan hanya menghemat air, tetapi membangun karakter peduli lingkungan pada siswa sejak dini.

            Yang paling menginspirasi adalah bagaimana program ini mengajak seluruh warga sekolah dan keluarga di rumah untuk ikut bergerak. Konservasi air tidak lagi menjadi teori di kelas, tetapi berubah menjadi gaya hidup: mengumpulkan air hujan, memanfaatkan air cucian beras, membuat lubang resapan mini, hingga tantangan “Satu Hari Tanpa Air Baru”. Ini bukan sekadar kegiatan, tetapi proses membentuk kebiasaan baik yang terus melekat.

            Langkah-langkah sederhana seperti menutup keran, menyiram tanaman dengan air bekas, atau membersihkan saluran air sebenarnya sangat mudah dilakukan, tetapi menjadi luar biasa ketika dilakukan bersama-sama. Nilai edukasinya terasa kuat—gotong royong, tanggung jawab, inovasi, dan kepedulian terhadap bumi.

            Program ini patut diapresiasi karena tidak hanya mengajarkan teori konservasi air, tetapi memberi pengalaman langsung kepada siswa tentang bagaimana tindakan kecil dapat mencegah banjir, kekeringan, dan menjaga keberlanjutan sumber air untuk masa depan. Semoga gerakan hebat ini terus berkembang dan menginspirasi semakin banyak sekolah untuk ikut bergerak menjaga sumber daya air kita.

            Hemat air bukan pilihan—melainkan kebutuhan masa depan. Salut untuk Surabaya Eco School! 💧🌿💙

            Balas
          • November 24, 2025 pada 22:07
            Permalink

            Keren sekaliii.. Sangat menginspirasi .. Jd menambah pengetahuan..
            Nama : Naysia Aqila Andriani
            Sekolah : SDN Ngagelrejo3
            No peserta: 428
            Proyek budi daya sereh

            🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

            Balas
          • November 26, 2025 pada 07:53
            Permalink

            Konservasi air sangat perlu dilakukan agar bs mengontrol penggunaan dan
            Pemanfaaran air tiap harinya, sehingga dimusim kemarau kita tidak kekeringan dan dimusim hujan tidak kebanjiran

            Nama : Fatimah Nawal Rahman
            Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
            No. Peserta : 026
            Pencapaian : 1.793,75 kg

            Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
            Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

            Balas
          • November 29, 2025 pada 14:17
            Permalink

            saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan nomer urut 1382 dan proyek saya pengolahan sampah GALBOT sebagai kreasi furnitur dan fashion aksesoris

            konservasi air ini sangat penting bagi kehidupan masa depan dan keberlanjutan maka dari itu jaga air kita dengan cara sederhana seperti menghemat air menfilter air dengan alami dan juga mencegah kebocoran air

            Balas
          • November 30, 2025 pada 05:25
            Permalink

            Keren sekali penjelasannya, sangat detail dan inspiratif semoga di sekolah kita semua bisa menerapkan konservasi air tersebut demi lestarikan Surabaya 👍

            Akifa Maulidya (698)
            SDN Tandes Kidul 1
            Budidaya organik tanaman kale

            Balas
          • Desember 2, 2025 pada 20:12
            Permalink

            Artikel di atas cukup menarik dan memberikan ilmu dan wawasan baru tentang pentingnya manfaat konservasi air serta contoh – contoh aksi yang dapat kita lakukan di sekitar kita. Sehingga kita bisa berpartisipasi dalam memelihara, melindungi, serta melestarikan kualitas air bersih untuk saat ini maupun untuk masa depan.

            Salam Bumi Pasti Lestari

            Nama : Muhammad hakam Yasin
            Sekolah : smp nege 46 Surabaya

            Balas

          Tinggalkan Balasan

          Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *