Literasi yang Tertuang dalam Tindakan Nyata

Keterampilan Literasi sangat diperlukan bagi setiap orang. Sebagai seorang guru, saya sangat memahami bahwa keterampilan seseorang dalam literasi akan sangat mempengaruhi cepat lambatnya seseorang menangkap, mengelola, dan menanggapi informasi. Menanamkan pembiasaan-pembiasaan untuk meningkatkan keterampilan literasi seharusnya dibiasakan sejak dini dan dari hal-hal yang paling sederhana di sekitar anak-anak dan lingkungannya. 

Selama menjadi seorang pendidik, kurang lebih 18 tahun lamanya, saya sangat menyadari bahwa ketertarikan murid-murid terhadap kegiatan literasi sangat perlu untuk terus didorong dan dimotivasi agar terus berkembang dan mampu menjadi pemicu dan pemacu prestasi-prestasi di bidang yang lain.

Mendorong murid untuk mengembangkan keterampilan literasi bisa dimulai dari hal-hal yang paling dekat dengan murid, kesehariannya, pembelajaran di kelasnya, lingkungannya, teman-temannya, kesenangannya, dan bahkan permasalahan yang ada di lingkungan sekitarnya. 

Lomba Literasi SDG’s Nasional yang diselenggarakan Tunas Hijau Indonesia bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia sangat mampu mendorong murid-murid untuk mengembangkan keterampilan literasi tanpa harus merasa terbeban.

Berbagai tantangan yang diberikan untuk bisa dikerjakan murid dalam tim sangat membantu murid untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan teman-teman, pembina, bahkan warga sekolah tanpa merasa bahwa mereka sedang belajar. 

Tim literasi JWS Analyst SDN Jemur Wonosari I Surabaya sedang mengunjungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Suta Surabaya untuk rencana sosialisasi bencana di sekolah sebagai aksi tindak lanjut

Webinar yang harus mereka ikuti bersama setiap Sabtu, mendorong mereka untuk memperhatikan satu sama lain dalam tim. Bahkan, mereka membuat kesepakatan untuk mengikuti webinar di sekolah di hari Sabtu, yang merupakan hari libur siswa agar semua anggota tim bisa mengikuti tanpa ada kesulitan mengakses jaringan internet dan gawai. Pembiasaan ini mendorong murid bukan hanya memiliki tanggung jawab dan kemandirian, namun juga memiliki kepekaan untuk peduli terhadap teman dalam satu tim. 

Selama mengikuti webinar, murid-murid dibiasakan untuk menyimak berbagai materi yang sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Proses ini benar-benar mengajarkan murid-murid untuk membiasakan diri mendengar dan menyimak informasi serta mengelola informasi tersebut menjadi resume/ringkasan/peta pikiran serta menuangkannya dalam bentuk tulisan dan gambar.

Pada proses ini, murid-murid dilatih untuk menerima dan mengelola informasi dengan penuh tanggung jawab. Untuk memahami keseluruhan materi webinar, murid-murid juga terbiasa untuk menyampaikan pertanyaan agar pemahamannya terhadap materi webinar makin mendalam. 

Setelah mengikuti webinar, tim Literasi bukan hanya diminta untuk membuat ringkasan isi dari webinar, melainkan juga melakukan aksi nyata sesuai dengan tema yang ada dalam webinar. Berbagai pengalaman dalam melaksanakan aksi nyata dengan melibatkan warga sekolah bahkan warga masyarakat inilah yang semakin membuat murid-murid betul-betul memahami isi dari webinar karena melaksanakan secara langsung. 

Banyak hal yang menarik sepanjang murid-murid dalam tim literasi mengikuti Lomba Literasi SDG’s Nasional ini, mereka benar-benar mampu memetik hasil dari literasi yang selama ini dianggap sebagai kegiatan membaca dan menulis saja, namun ternyata literasi lebih dari itu semua, hasil dari literasi adalah tindakan nyata terhadap lingkungan sekitar kita.

Anggota tim literasi JWS Analyst yang didampingi oleh Tri Wahyuningtyas

Murid-murid menjadi dengan sangat mudah memahami bahwa seorang yang terampil dalam literasi pastilah seorang yang peduli terhadap lingkungan dan sesama, karena hasil dari kegiatan literasi adalah aksi nyata kepada lingkungan dan sesama. 

Pemahaman murid-murid tentang Pembangunan yang berkelanjutan menjadi semakin mendalam karena mereka melakukan berbagai aksi nyata, seperti: melakukan aksi mitigasi bencana yang melibatkan seluruh warga sekolah, melakukan kolaborasi dengan sekolah lain untuk membersihkan selokan di sekitar sekolah, dan melakukan daur ulang sampah non organik sekali pakai. 

Kolaborasi dengan sekolah lain, saat itu Tim JWS Analyst dan JWS Focus dari SDN Jemur Wonosari I/417 Surabaya mengajak Tim Literasi dari SMPN 6 Surabaya untuk melakukan aksi bersih selokan lingkungan sekitar sekolah.

Aksi nyata ini benar-benar membuat murid-murid dan warga sekolah sangat terkesan karena dengan teladan kolaborasi ini semakin membuat kami semua optimis bahwa Pembangunan berkelanjutan bisa dimulai dari keterampilan literasi yang diwujudnyatakan dalam aksi nyata bersama. 

Mengundang Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surabaya ke sekolah lalu melakukan aksi nyata berupa mitigasi bencana yang melibatkan seluruh warga sekolah juga menjadi pengalaman yang sangat berharga buat semua anggota tim Literasi SDN Jemur Wonosari I/417 Surabaya. Menggerakkan dan mengedukasi seluruh warga sekolah sebagai hasil dari pemahaman kegiatan literasi tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Tim Literasi. 

Terima kasih untuk Tunas Hijau Indonesia bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia yang telah menghadirkan kegiatan yang sangat positif untuk memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para murid agar dapat menuangkan segala keterampilan literasi mereka menjadi tindakan nyata yang dapat dilakukan bersama dengan seluruh warga sekolah bahkan warga masyarakat.

Semoga program-program seperti ini dapat terus dilanjutkan agar generasi muda terus belajar untuk mengembangkan keterampilan literasi secara luas, bukan hanya sekedar dengan membaca dan menulis semata, namun juga menuangkannya dalam tindakan nyata. 

Penulis: Tri Wahyuningtyas, S.Pd. SDN Jemur Wonosari I/417 SurabayaJuara I Pembina Tim Literasi SDGs Nasional 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *