“Mitigasi Kekeringan” Webinar Nasional Seri#257, Sabtu (23/8/2025)

Kekeringan adalah bencana yang terjadi ketika curah hujan jauh di bawah normal dalam jangka panjang. Kondisi ini mengakibatkan ketersediaan air menurun, memengaruhi kehidupan manusia, ekosistem, serta sektor pertanian yang menjadi sumber pangan utama.

Mitigasi kekeringan adalah upaya untuk mengurangi risiko dan dampaknya. Langkah-langkah mitigasi mencakup pencegahan sejak dini melalui pengelolaan sumber daya air yang bijak, konservasi, hingga pemanfaatan teknologi untuk memperkirakan potensi kekeringan.

Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain membangun embung dan sumur resapan, menanam pohon untuk menjaga cadangan air tanah, menerapkan pertanian hemat air, serta memanfaatkan prakiraan cuaca dan pemantauan satelit untuk memberikan peringatan dini.

Kekeringan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor alam, tetapi juga oleh ulah manusia, seperti deforestasi, alih fungsi lahan, dan penggunaan air berlebihan. Oleh karena itu, mitigasi kekeringan membutuhkan kolaborasi pemerintah, peneliti, dan masyarakat agar ketahanan pangan dan keberlanjutan hidup dapat terjaga.

Tunas Hijau bersama Forum Kota Surabaya Sehat, PT Dharma Lautan Utama, Kementerian Lingkungan Hidup RI, BMKG dan Departemen Teknik Lingkungan ITS menyelenggarakan Webinar Nasional Seri#257 “Mitigasi Kekeringan” pada Sabtu, 23 Agustus 2025 pukul 12.00 – 15.00 WIB melalui Zoom dan Live YouTube “Tunas Hijau ID”.

Webinar nasional ini akan menghadirkan narasumber:

1.⁠ ⁠Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc. – Deputi Bidang Tata Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan, KLH
2.⁠ ⁠Alpon Sepriando, S.Kom., M.Sc. – Ketua Tim Analisis dan Pengelolaan Satelit Cuaca dan Deteksi Petir, BMKG
3.⁠ ⁠ Dr. Isni Arliyani, ST – Dosen Departemen Teknik Lingkungan ITS

Moderator webinar ini adalah belia produktif dan peduli lingkungan hidup berikut:
1.⁠ ⁠Zahra Zahiyah Pasah, siswi SMAN 14 Surabaya, Putri LH III 2024.
2.⁠ ⁠Fani Anggraeni Nabila P., siswi SMPN 56 Surabaya, Finalis Putri LH 2024

Pendaftaran gratis melalui : https://bit.ly/mitigasi-kekeringan-2025

Setiap peserta terdaftar dan mengisi link daftar hadir akan mendapatkan e-sertifikat.

Penulis: Fani Anggraeni Nabila P.

23 thoughts on ““Mitigasi Kekeringan” Webinar Nasional Seri#257, Sabtu (23/8/2025)

  • Agustus 23, 2025 pada 21:54
    Permalink

    sangat bermanfaat sekali zoomnya

    nama Andita Karenina
    asal sekolah smp negeri 57 Surabaya
    judul proyek telang bunga cantik yang bikin kita cantik

    Balas
  • Agustus 23, 2025 pada 22:01
    Permalink

    zoomnya sangat bermanfaat sekali banyak memberikan pelajaran kepada kami tentang gempa bumi

    nama: Andita karenina
    asal sekolah: Smp Negeri 57 Surabaya
    judul proyek: Telang bunga cantik yang bikin kita cantik

    Balas
    • Agustus 31, 2025 pada 17:16
      Permalink

      saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris

      berkomentar bahwa hal ini dapat bermanfaat walaupun hanya melalui zoom❤❤

      Balas
  • Agustus 24, 2025 pada 04:49
    Permalink

    Menurut saya zoom ini sangat berguna dikarnakan sekarang cuaca ga nentu jafi kalau semisal ada apa apa bisa berjaga jaga

    NAMA: MUHAMMAD HARAM YASIN SEKOLAH: SMP NEGERI 46 SURABAYA
    NOMOR PESERTA :657
    PROYEK : TEATEL

    Balas
  • Agustus 24, 2025 pada 10:34
    Permalink

    Webinar kali ini membahas tentang mitigasi kekeringan. Kekeringan adalah bencana yang terjadi ketika curah hujan jauh di bawah normal dalam jangka panjang. Ini mengakibatkan ketersediaan air menurun, memengaruhi kehidupan manusia, ekosistem, serta sektor pertanian yang menjadi sumber pangan utama.

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas
  • Agustus 24, 2025 pada 21:10
    Permalink

    Kekeringan bukan hanya persoalan alam, tetapi juga akibat perilaku manusia. Mitigasi perlu dilakukan melalui konservasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pihak

    Johanna Adreena Pasha
    no.1074
    SMPN 3 Surabaya
    Budidaya Aloevera Sebagai Bahan Sabun Antiseptik

    Balas
  • Agustus 26, 2025 pada 10:38
    Permalink

    “Mitigasi Kekeringan” Webinar Nasional Seri#257.
    Kekeringan adalah bencana yang terjadi ketika curah hujan jauh di bawah normal dalam jangka panjang. Kondisi ini mengakibatkan ketersediaan air menurun, memengaruhi kehidupan manusia, ekosistem, serta sektor pertanian yang menjadi sumber pangan utama.

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

    Nama : Naysia Aqila Andriani
    Sekolah : SDN Ngagelrejo3
    No peserta: 428
    Proyek budi daya sereh
    proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh
    🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    Balas
  • Agustus 26, 2025 pada 15:21
    Permalink

    Webinar yang saya ikuti ini tentunya sangat bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan saya tentang Mitigasi Kekeringan.

    Nama : Fathan Alby A
    Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
    No : 37
    Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.

    Halo sobat hijau 🌳
    Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari 🌱

    Balas
  • Agustus 26, 2025 pada 19:21
    Permalink

    Membuat sumur resapan dirumah membantu menjaga bumi kita dari bahaya kekeringan. Langkah kecil namun mempunyai dampak yang besar bagi lingkungan.
    Fatimah Nawal Rahman
    SD Negeri Balongsari 1/500
    No peserta: 026

    Balas
    • Agustus 26, 2025 pada 19:45
      Permalink

      Membuat sumur resapan dirumah membantu menjaga bumi kita dari bahaya kekeringan. Langkah kecil namun mempunyai dampak yang besar bagi lingkungan.

      Nama : Fatimah Nawal Rahman
      Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
      No. Peserta : 026

      Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
      Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

      Balas
  • Agustus 28, 2025 pada 16:57
    Permalink

    🙋‍♂️ Nama: IRZIANDRO PUTRA FAHREZI
    🏫 Sekolah: SMPN 3 Mejayan
    📌 Nomor Peserta: 705

    ✍️ Tanggapan pada Artikel Tersebut:
    Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait upaya menghadapi ancaman kekeringan. Melalui webinar, peserta mendapatkan wawasan tentang pengelolaan sumber daya air, pemanfaatan teknologi hemat air, serta pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mengantisipasi dampak kekeringan.

    💡 Penjelasan Proyek:
    Selulosa batang pohon pisang adalah susunan rantai panjang yang terdiri dari molekul glukosa. Susunan tersebut membuat batang pohon pisang berserat dan sangat tebal. Limbah batang pohon pisang yang melimpah, jika tidak diolah dengan benar, dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sarang penyakit. Melalui lomba menggambar dan mewarnai, ide pemanfaatan limbah ini dapat divisualisasikan agar lebih mudah dipahami dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

    Balas
  • Agustus 29, 2025 pada 13:38
    Permalink

    wahhh webinar ini sangat bermanfaat bagi saya karena saya jadi menambah ilmu pengetahuan tentang mitigasi kekeringan

    Balas
  • Agustus 30, 2025 pada 21:31
    Permalink

    Webinar ini sangat relevan mengingat kekeringan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Semoga diskusi lintas sektor ini mampu menghasilkan solusi nyata dalam pengelolaan air dan upaya menjaga ketahanan pangan di masa depan.

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • September 1, 2025 pada 07:16
    Permalink

    Selalu memberikan ilmu yang bermanfaat dan membuka wawasan
    Jasmine Azzahra Abqoriah SDN TAMBAKSARI 1 SURABAYA (690)

    Balas
  • September 1, 2025 pada 13:39
    Permalink

    Nama : Tisya Ayodya Prameswari
    Nomer :006
    Judul proyek : ECOZY
    Capaian :
    Telah mengolah sampah organik kulit buah sebanyak 670,4 kg

    Balas
  • September 1, 2025 pada 21:40
    Permalink

    sangat bermanfaat sekali zoomnya untuk memberikan pelajaran kepada kami

    nama: Andita Karenina
    asal sekolah: Smp Negeri 57 Surabaya
    no urut: 1.376
    judul proyek: Telang bunga cantik yang bikin kita cantik

    Balas
  • September 2, 2025 pada 17:44
    Permalink

    Webinar Nasional “Mitigasi Kekeringan” Seri #257 ini benar-benar jadi momentum penting untuk membuka wawasan kita 🌍💧. Kekeringan bukan sekadar soal cuaca, tapi juga dampak dari cara manusia mengelola alam. Hadirnya pakar dari KLH, BMKG, hingga ITS menunjukkan betapa seriusnya isu ini, apalagi dikaitkan dengan ketahanan pangan dan keberlanjutan hidup 🌱🍚.

    Menariknya lagi, moderatornya adalah generasi muda peduli lingkungan, bukti bahwa perjuangan menjaga bumi bukan hanya tugas orang dewasa, tapi juga anak muda yang siap jadi agen perubahan ✨🙌. Semoga ilmu dan inspirasi dari webinar ini bisa benar-benar diterapkan dalam aksi nyata untuk mencegah bencana kekeringan di masa depan.

    Komentar ini dari Kenzo Anugrah Rahmadhan – SMPN 26 Surabaya – Peserta 567
    #PangeranPutriLH2025 #MitigasiKekeringan #AksiUntukBumi #Tahap3Lestari

    Balas
  • September 2, 2025 pada 19:06
    Permalink

    nama: Bara Ikmal Ghani
    sekolah: SMPN 38 Surabaya
    nomor peserta: 601
    proyek: mengolah sampah organik🌿

    artikel ini menurut saya, membuat masyarakat semakin sadar

    Balas
  • September 4, 2025 pada 18:58
    Permalink

    Bermanfaat dan banyak membantu sekali

    Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
    Sekolah: SDN.Kalisari 2-513
    No.peserta: 218
    Proyek: Budidaya tanaman asem jawa dan produksi minuman kesehatan tradisional sinom

    Balas
  • September 5, 2025 pada 01:15
    Permalink

    Webinar yang ditunggu-tunggu tiap sabtu,mengangkat isu isu lingkungan menambah wawasan.

    Mayfrina Aisyahrani
    SMPN 3 SURABAYA
    PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN

    Balas
  • September 5, 2025 pada 12:03
    Permalink

    Webinar ini sangat bermanfaat untuk kehidupan kita sehari-hari.
    Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

    Balas
  • September 6, 2025 pada 12:51
    Permalink

    Webinar ini keren banget karena ngajarin soal cara mencegah dan menghadapi kekeringan tanpa cuma teori doang, tapi juga kasih solusi praktis yang bisa dilakukan sehari-hari. Poin paling sip itu adalah ngelibatin generasi muda jadi bukan cuma bapak-bapak atau ahli, tapi anak-anak muda juga diajak mikir gimana nyelamatin lingkungan.

    Nama:Diky Yulia Efendi
    No peserta:459
    Proyek: integrasi pengelolahan air limbah dan konservasi air
    Sekolah:SMP Negeri 11 Surabaya

    Balas
  • September 26, 2025 pada 18:22
    Permalink

    Kekeringan adalah bencana yang terjadi ketika curah hujan jauh di bawah normal dalam jangka panjang. Kondisi ini mengakibatkan ketersediaan air menurun, memengaruhi kehidupan manusia, ekosistem, serta sektor pertanian yang menjadi sumber pangan utama.

    saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *