Monumen Ayam Jago, Jejak Sawunggaling Hadir di Lidah Wetan
Sebuah ikon baru kini menghiasi kawasan Lidah Wetan, Surabaya. Bukan patung hiu dan buaya yang selama ini identik dengan Kota Pahlawan, melainkan monumen Ayam Jago yang berdiri gagah sebagai pengingat sejarah dan simbol perjuangan Raden Sawunggaling.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pendirian monumen ini memiliki tujuan penting, yakni menanamkan kembali nilai sejarah kepada masyarakat. “Patung itu menunjukkan Surabaya ini tidak bisa lepas dari Sawunggaling. Jadi, Surabaya itu ceritanya berasal dari Joko Bereg,” ujar Eri, Jumat (19/9/2025).
Ia menjelaskan, Joko Bereg merupakan nama lain dari Raden Sawunggaling, tokoh legendaris yang diyakini menjadi cikal bakal lahirnya Surabaya. Dalam kisah yang diwariskan turun-temurun, Joko Bereg datang ke Surabaya bersama ayam jagonya untuk mencari ayah kandungnya, Adipati Jayengrono.
“Kedatangan Joko Bereg disambut tantangan oleh dua saudara tirinya, Sawungrana dan Sawungsari, yang meragukan statusnya. Joko Bereg kemudian membuktikan identitasnya melalui adu ayam yang dimenangkan oleh ayam jagonya,” jelas Eri.
Monumen Ayam Jago ini, lanjut Eri, bukan hanya sebuah karya seni, tetapi juga simbol semangat arek-arek Surabaya. “Dengan patung itu, dimunculkan kembali semangat arek Surabaya, semangat Sawunggaling. Diharapkan kita diingatkan untuk melihat perjuangan Sawunggaling, bagaimana beliau babat alas atau membuka lahan Surabaya,” tuturnya.
Lebih dari sekadar menghidupkan kembali legenda, monumen ini membawa pesan tentang persatuan, kekeluargaan, dan keamanan. Dalam catatan sejarah rakyat, Sawunggaling dikenal sebagai sosok pemberani yang melawan penjajah Belanda. Ayam jagonya menjadi perlambang keberanian, keteguhan, sekaligus kemenangan.
“Semangat kita adalah kembali seperti dulu, seperti saat kita ‘babat alas’ Surabaya. Dijaga persatuannya, dijaga keamanannya, dijaga kekeluargaannya,” tegas Eri.
Selain menjadi penanda sejarah, patung ini diproyeksikan sebagai ikon destinasi baru di kawasan Lidah Wetan. Lokasinya yang berdekatan dengan makam Raden Sawunggaling menjadikan monumen ini seolah gerbang simbolis untuk mengajak masyarakat lebih dekat dengan sejarah kota.
“Monumen ini bukan hanya pengingat bagi warga Surabaya, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menelusuri jejak sejarah Kota Pahlawan,” pungkas Wali Kota Eri. (*/Zamroni)


Saya sangat tidak asing dengan cerita Sawunggaling 😄, ternyata di lidah wetan ada ikon baru yaitu patung Ayam jago🐔.
Sangat menarik sekali🤩😚, ini artinya kota Surabaya sangat mengenang sejarah jaman dulu yang terjadi.
Adinda Quenza Ramadhani
SDN KANDANGAN 1 Surabaya
No peserta 224
Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫
“Impressive! The new Rooster Monument in Lidah Wetan stands not only as a piece of art, but also as a living reminder of Raden Sawunggaling’s legacy 🐓🔥. It reflects Surabaya’s deep roots, bravery, and unity, while reviving the legendary story of Joko Bereg and his fighting rooster as a symbol of victory and resilience. Beyond history, this monument inspires Surabaya’s young generation to carry the spirit of courage, togetherness, and perseverance into the future.
My name is Aqeel Ataullah Yahyaputra from SMPN 6 Surabaya. My project focuses on food security through lettuce cultivation 🌱. May this monument encourage us all to cherish our history while building a sustainable and united future.”
Ini tempat baru ya ayo kesana yuk bareng bareng penisirin pengen tau.
Eno wahyu kamagading
SDN pacarkeling 1/182 surabaya
Eco enzym
452
Bagus sekali Monumen Ayam Jago di Lidah wetan,yang mempunyai arti Persatuan, Keamanan dan Kekeluargaan. Mari kita mencontoh Raden Sawunggaling yg teguh dan pemberani.Bila ada waktu kita bisa melihat langsung ke sana.
Carissa Putri Fatihasari
SDN Sidotopo wetan V
No.peserta : 674
Proyek SANCA ( Sampah Anorganik Carissa )
nama: assifa bening larasati
asal sekolah: SMPN 40 Surabaya
no: 1164
proyek: pengolahan tutup botol
tanggapan:
Monumen Ayam Jago di Lidah Wetan sungguh menarik dan bermakna — bukan sekadar patung, melainkan simbol kebangkitan identitas Surabaya melalui kisah Sawunggaling. Kehadirannya mengajak masyarakat untuk kembali menghargai sejarah lokal, menghidupkan jiwa persatuan, keberanian, dan kekeluargaan, sekaligus memperkaya wajah kota dengan ikon yang penuh cerita.
Yukkk sobat hijau jika mau datang atau ziarah ke Makam Raden Sawunggaling yang berlokasi di belakang Masjid Al-Kubro, Lidah Wetan, Surabaya…semoga kita bisa mencontoh karakter Raden Sawunggaling atau joko berek Dikenal sebagai sosok yang jujur, gagah, berani, dan semangat juangnya tinggi… seperti kita semua yang semangat juang tinggi untuk untuk berjuang mencintai dan merawat lingkungan sekitar kita☺️☺️
Reynando Yudhistira putra
SDN Wiyung 1 Surabaya
No peserta 409
Pengolahan sampah plastik
✨ Wah, keren sekali! Monumen Ayam Jago ini bukan sekadar patung, tapi simbol perjuangan dan identitas Surabaya. Mengingatkan kita pada kisah Raden Sawunggaling yang penuh keberanian dan keteguhan hati 🐓🔥.
Semoga kehadiran monumen ini bisa menjadi pengingat bagi generasi muda untuk menjaga persatuan, kekeluargaan, dan semangat arek-arek Suroboyo. Selain itu, monumen ini juga bisa jadi destinasi baru yang mengenalkan sejarah Kota Pahlawan pada wisatawan 🌍💚.
Salam semangat dari saya,
Kenzo Anugrah Ramadhan – Peserta 567, SMPN 26 Surabaya ✨🌿
#pangeranputrilh2025SMP_567 #SMPN26Surabaya #AksiUntukBumi #Tahap4Lestari
wihh berarti yang aku makan selama ini udh terkenal sampe dibikin patung🗿. Semua peristiwa yang berarti disurabaya bisa dikenang, seperti membuat patung ayam jago ini.
🙋♀️: Mazida Shabrina Yasmin
🏫: SDN Wonokusumo 6 Surabaya
🔢: 728
📍: Proyek SERBUK(Serbuk Berproyek Horta)
Hexa afzal hermawan
Sdn wonokusumo 6/45
Peserta pangeran lingkungan hidup thn 2025 dengan no peserta 421
Proyek saya budita cabi budidaya tanaman cabai.
Keren
Monumen Ayam Jago, Jejak Sawunggaling Hadir di Lidah Wetan
monumen ini memiliki tujuan penting, yakni menanamkan kembali nilai sejarah kepada masyarakat. ebih dari sekadar menghidupkan kembali legenda, monumen ini membawa pesan tentang persatuan, kekeluargaan, dan keamanan
Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..
Nama : Naysia Aqila Andriani
Sekolah : SDN Ngagelrejo3
No peserta: 428
Proyek budi daya sereh
proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh
🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_
Sangat keren sekali,monumen ini Ayam Jago,bukan sekedar patung,tapi simbol perjuangan dan indentitas Surabaya.Mengingatkan kita pakai kisah Raden Sawunggaling yang penuh keberanian dan keteguhan baikhati,Monumen ini bisa jadi destinasi baru yang mengenakan sejarahkota Pahlawan pada wisatawan
Nama: Muhammad Hidayahtullah
Sekolah:SDN KAPASARI 1/292
No Peserta: 145
Proyek: Budidaya Daun Pandan
Keren..
Sebagai simbol semangat arek-arek suroboyo..
Nama : Siti shofiah
No peserta : 416
Dari : SDN Margorejo III/405
Proyek : Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Jahe.
Semoga tunas Hijau ada acara kesini mau datang atau ziarah ke Makam Raden Sawunggaling yang berlokasi di belakang Masjid Al-Kubro, Lidah Wetan, Surabaya…
Bersama peserta pangput 2025
monumen Ayam Jago,bukan sekedar patung,tapi simbol perjuangan dan indentitas Surabaya.Mengingatkan kita pakai kisah Raden Sawunggaling yang penuh keberanian dan keteguhan.
Seandy putri fitriasari
SDN MoJo III
Peserta 422
Keren banget ada icon ayam jago disini saya baru tahu cerita Raden Sawunggaling, semoga kita bisa meneladani kisah tersebut
saya Ni Luh Gd Kt Keyva Richie Valerina Atmaja
SMPN 6 Surabaya
judul proyek Budidaya Lemongrass
nomor peserta 1392
Aditya Naufal Affandi
Sekolah SDN Kenep
Aditya Naufal Affandi
Sekolah SDN Kenep
Wah keren..Kota Surabaya punya Monumen Ayam Jago. Mengingatkan kita akan sejarah dan simbol perjuangan Raden Sawunggaling yang dikenal dengan Joko Bereg. Ayam jago melambangkan keberanian, keteguhan, kemenangan.
Nama : Fathan Alby A
Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.
Halo sobat hijau 🌳
Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
Salam bumi, pasti lestari 🌱
Bagi saya yang belum pernah tau tentang cerita Raden Sawunggaling ini, dengan adanya patung ayam ini ajdi penasaran dengan cerita Sawunggaling dan akhirnya jadi tau…
Sultan Dipasha Alireza
No peserta 255
SDN Margorejo 3 Surabaya
Pengolahan minyak jelantah
Messa Eko – 018 Jejak sejarah Sawunggaling kini hadir gagah di Lidah Wetan. Sebuah simbol perlawanan, keberanian, dan kebanggaan Surabaya. Simbol yang digunakan untuk mempersatu warga sekitar
Alhamdulillah dengan adanya patung ayam jago ithu semua mengingatkan kita tentang sejarah Sawunggling, dan yang awalnya saya tidak tau menjadi tau.
Vina maulidya
SDN kapasari 1/292 surabaya
No peserta:228
Proyek:budidaya kemangi
Sebuah icon yang akan mengingatkan tentang sejarah di suatu daerah. Dengan begitu kita generasi muda akan mudah mengingat sejarah yang ada.
Raihanah Augustin Kirani
SDN MARGOREJO 1/403
Utak-Atik Limbah Tekstil
No Peserta: 410
Monumen Ayam Jago merupakan sebuah karya seni juga merupakan simbol semangat arek-arek Surabaya sehingga dengan adanya Monumen Ayam Jago kita bisa tau sejarahnya. Monumen Ayam Jago yang berdiri gagah sebagai pengingat sejarah dan simbol perjuangan Raden Sawunggaling serta Monumen Ayam Jago membawa pesan tentang persatuan, kekeluargaan dan keamanan. Maka dari itu kita sebagai generasi penerus bangsa harus tetap menjaga persatuan dan dijaga keamanan dan kekeluargaannya.
Jangan Lupa Intip Proyek saya ya teman-teman.
Saya Muhammad Khabibi Nur Rokhman
Saya adalah calon pangeran dan putri lingkungan hidup tahun 2025
No.Peserta 31
Saya dari SDN BANJARSUGIHAN V/617 SURABAYA
Proyek Lingkungan Hidup Saya adalah PESAN OJEC APIK(Pemanfaatan Sampah Non Organik Jadi Ecobrick dan Anyaman Plastik)
Disini saya mengajak semua untuk peduli lingkungan dengan mengurangi sampah plastik karena jumlah sampah plastik semakin banyak salah satunya kemasan sachet yang tidak didaur ulang maka saya memanfaatkannya menjadi barang yang bermanfaat yaitu ecobrick dan anyaman plastik daripada sampah plastik tersebut terbuang begitu saja. Serta Pesan Ojec Apik bisa didaur ulang menjadi Paving Block.
Salam Bumi Pasti Lestari
Salam Sadar Iklim
Salam Zerowaste
Salam Basuma Jaya Jaya Jaya
Pokoe ngeten pun
Monumen Ayam Jago merupakan sebuah karya merupakan simbol semangat arek-arek Surabaya sehingga dengan adanya Monumen Ayam Jago kita bisa tau sejarahnya. Monumen Ayam Jago yang berdiri gagah sebagai pengingat sejarah dan simbol perjuangan Raden Sawunggaling serta Monumen Ayam Jago membawa pesan tentang persatuan, kekeluargaan dan keamanan. Maka dari itu kita sebagai generasi penerus bangsa harus tetap menjaga persatuan dan dijaga keamanan dan kekeluargaannya.
Jangan Lupa Intip Proyek saya ya teman-teman.
Saya Muhammad Khabibi Nur Rokhman
Saya adalah calon pangeran dan putri lingkungan hidup tahun 2025
No.Peserta 31
Saya dari SDN BANJARSUGIHAN V/617 SURABAYA
Proyek Lingkungan Hidup Saya adalah PESAN OJEC APIK(Pemanfaatan Sampah Non Organik Jadi Ecobrick dan Anyaman Plastik)
Disini saya mengajak semua untuk peduli lingkungan dengan mengurangi sampah plastik karena jumlah sampah plastik semakin banyak salah satunya kemasan sachet yang tidak didaur ulang maka saya memanfaatkannya menjadi barang yang bermanfaat yaitu ecobrick dan anyaman plastik daripada sampah plastik tersebut terbuang begitu saja. Serta Pesan Ojec Apik bisa didaur ulang menjadi Paving Block.
Salam Bumi Pasti Lestari
Salam Sadar Iklim
Salam Zerowaste
Salam Basuma Jaya Jaya Jaya
Pokoe ngeten pun
Lebih dari sekadar menghidupkan kembali legenda, monumen ini membawa pesan tentang persatuan, kekeluargaan, dan keamanan. Dalam catatan sejarah rakyat, Sawunggaling dikenal sebagai sosok pemberani yang melawan penjajah Belanda. Ayam jagonya menjadi perlambang keberanian, keteguhan, sekaligus kemenangan, itulah monumen ayam jago yang terkenal🤩🤩
saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris
Lebih dari sekadar menghidupkan kembali legenda, monumen ini membawa pesan tentang persatuan, kekeluargaan, dan keamanan. Dalam catatan sejarah rakyat, Sawunggaling dikenal sebagai sosok pemberani yang melawan penjajah Belanda. Ayam jagonya menjadi perlambang keberanian, keteguhan, sekaligus kemenangan, itulah monumen ayam jago yang terkenal🤩🤩
nama ibrahim tubagus maulana
sekolah sdn jemur wonosari 1
judul proyek pengolahan minyak jelantah
no peserta 115
Monumen Ayam Jago di Lidah Wetan sangat keren, karena menghidupkan kembali kisah Sawunggaling sekaligus menjadi simbol keberanian dan persatuan. Selain bernilai sejarah, monumen ini juga memperkuat identitas Surabaya dan menambah daya tarik wisatanya.
Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).
Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.
Kita memang tidak boleh lupa asal muasal serta sejarah wilayah tempat tinggal kita. Bagaimana pada pendahulu kita babat alas dan memperjuangkan wilayah hingga makmur seperti sekarang. Kita sebagai generasi penerus harus bisa menjaga dan merawatnya.
Ummu Ghaid Mudma’inah
SDN Dr Sutomo 1 Surabaya
No peserta 068
Projek CATERAN cangkang telur ramah lingkungan
Monumen Ayam Jago, Jejak Sawunggaling Hadir di Lidah Wetan
monumen ini memiliki tujuan penting, yakni menanamkan kembali nilai sejarah kepada masyarakat. ebih dari sekadar menghidupkan kembali legenda, monumen ini membawa pesan tentang persatuan, kekeluargaan, dan keamanan
Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..
NAMA: MUHAMMAD HAKAM YASIN SEKOLAH: SMP NEGERI 46 SURABAYA
NOMOR PESERTA :657
PROYEK : TEATEL
Monumen Ayam Jago ini bukan hanya indah dipandang, tapi juga penuh makna sejarah bagi Surabaya 🐓. Kehadirannya mengingatkan kita pada semangat perjuangan Raden Sawunggaling dan jati diri arek-arek Suroboyo. Semoga semakin banyak generasi muda yang mengenal kisah ini dan bangga akan warisan kotanya. 💪✨
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
🔢Nomor Peserta: 679
🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.
Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.
Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Artikel Tunas Hijau ID ini sangat inspiratif karena menghadirkan edukasi lingkungan yang bermanfaat serta memotivasi masyarakat untuk lebih peduli dan beraksi nyata menjaga bumi.
Artikel Tunas Hijau ID ini sangat inspiratif karena menghadirkan edukasi lingkungan yang bermanfaat serta memotivasi masyarakat untuk lebih peduli dan beraksi nyata menjaga bumi.
/Kamila L.A 854
Monumen Ayam Jago, Jejak Sawunggaling di Lidah Wetan
Haloo sobat hijau 👋
Salam bumi, pasti Lestari! 🐓🌍
Monumen Ayam Jago di Lidah Wetan menghadirkan jejak sejarah Sawunggaling, tokoh Surabaya yang penuh makna perjuangan. Ikon ini bisa menjadi ruang edukasi sejarah sekaligus destinasi wisata lokal yang memperkuat identitas budaya.
📌 Nama: Nashifah Kamilia Arsya Salsabila
🏫 Sekolah: SMP Negeri 3 Mejayan
🔢 Nomor Peserta: 1464
🌿 Proyek: BION AMOS (Bio Lotion Anti Mosquito)
📄 Penjelasan Proyek:
BION AMOS adalah inovasi lotion anti nyamuk alami berbahan minyak atsiri serai, kulit jeruk, dan daun pandan. Proyek ini bertujuan menciptakan solusi yang aman, ramah lingkungan, dan bebas bahan kimia berbahaya. Selain menjaga kesehatan, BION AMOS juga merupakan bentuk kontribusi terhadap lingkungan hidup dan pengurangan penggunaan produk kimia sintetis di rumah tangga.
Monumen ayam jago di lidah wetan ini menghadirkan jejak sejarah, tokoh Surabaya yang penuh makna perjuangan.
Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪
Jejak sejarah yang patut dilestarikan.
Naziya Putri Syafira Ariwibowo
Nomor peserta : 612
SDN Sawunggaling 1/ 382
Proyek : No Bi T A (Inovasi Bidara Tumbuh Alami)
Monumen Ayam Jago bukan hanya sebuah karya seni, tetapi juga simbol semangat arek-arek Surabaya. “Dengan patung itu, dimunculkan kembali semangat arek Surabaya, semangat Sawunggaling. Diharapkan kita diingatkan untuk melihat perjuangan Sawunggaling, bagaimana beliau babat alas atau membuka lahan Surabaya.
Nama : Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
No : 003
Sekolah : SD Kyai Ibrahim Surabaya
Proyek : Pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi
pendirian monumen ini memiliki tujuan penting, yakni menanamkan kembali nilai sejarah kepada masyarakat. “Patung itu menunjukkan Surabaya ini tidak bisa lepas dari Sawunggaling. Mengingatkan bahwa sejarah yang ada Surabaya sangat penting, kapan-kapan Saya Pergi kesana buat melihat monumen ini.
Nama : AMIRNA NUR FEBYYANTI
Nomer Peserta: 702
Sekolah : SDN TANDES KIDUL 1
Proyek : Mengelolah Limbah Cangkang Telur
Monumen yg diharapkan menjadi penanda penting terutama sebagai pengingat sejarah perjuangan, simbol keberanian, ikon wisata baru dan wujud aspirasi warga lidah wetan.
Akifa Maulidya – 698
SDN Tandes Kidul 1
Budidaya organik tanaman kale
Artikel yang sangat menarik dan penuh nilai sejarah! 🐓✨ Monumen Ayam Jago ini menjadi simbol baru yang memperkaya identitas Surabaya, sekaligus mengenang jejak pahlawan Sawunggaling. 💪 Semoga keberadaannya bisa menumbuhkan rasa bangga dan semangat cinta budaya lokal di kalangan masyarakat. 🌆❤️
KANAYA DIVANESA AWANDA
SMP NEGERI 58 SURABAYA
NO URUT 1388
JUDUL PROYEK: BARASIMAN
(BUDIDAYA ALOEVERA PENGUSIR KUMAN
Wahhh Monumen Ayam Jago di Lidah Wetan sungguh menarik dan bermakna, bukan sekadar patung, melainkan simbol kebangkitan identitas Surabaya melalui kisah Sawunggaling. Kehadirannya mengajak masyarakat untuk kembali menghargai sejarah lokal, menghidupkan jiwa persatuan, keberanian, dan kekeluargaan, sekaligus memperkaya wajah kota dengan ikon yang penuh cerita.
Rudhy Syahputra Alam
SMPN 11 SURABAYA
Budidaya Maggot
Monumen Ayam Jago ini terletak di antara ruas Jalan Raya Menganti, Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. Letaknya tak jauh dari kawasan Makam Raden Sawunggaling di Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri.
saya harus berkunjung ke sana,
nama Ni Luh Gede Reva Dealove Valentcia Atmaja
SMPN 35 Surabaya
Judul proyek Budidaya Rosella
nomor peserta 1130
Monumen Ayam Jago di Lidah Wetan keren juga idenya menjadi pengingat cerita Sawunggaling yang selama ini mungkin banyak orang tak tahu. Semoga kehadirannya bisa jadi ikon baru dan bikin banyak generasi muda tertarik belajar sejarah Surabaya.
Nama:Diky Yulia Efendi
No peserta:459
Sekolah:SMP Negeri 11 Surabaya
Proyek: integrasi pengelolahan air limbah dan konservasi air
𝚂𝚎𝚋𝚞𝚊𝚑 𝚒𝚌𝚘𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚐𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚊𝚜𝚊𝚕 𝚞𝚜𝚞𝚕 𝚍𝚊𝚎𝚛𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝.𝚜𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚐𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚕𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊
𝚂𝚊𝚢𝚊 𝚃𝚎𝚟𝚢 𝙹𝚊𝚗𝚎𝚎𝚝𝚊 𝙰𝚍𝚛𝚒𝚊𝚗𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚂𝙳𝙽 𝙿𝙰𝙺𝙸𝚂 𝚅/𝟹𝟽𝟸 𝚂𝚄𝚁𝙰𝙱𝙰𝚈𝙰 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚗𝚘𝚖𝚘𝚛 𝚙𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝟺𝟿𝟾 𝚙𝚛𝚘𝚢𝚎𝚔 𝚃𝚎𝚋𝚒𝚗𝚘𝚛𝚊
Wah ternyata ada patung Ayam jago di Lidah Wetan.
Monumen ini bukan hanya sekedar patung tapi bertujuan menanamkan kembali nilai sejarah kepada masyarakat.Monumen ini juga membawa pesan tentang persatuan, kekeluargaan, dan keamanan.
Naura Adelia Shafiqa Ghozali
Sdn Tandes Kidul 1 Sby
Pengolahan limbah cangkang telur
No.peserta 704
Monumen ayam Jago
Wow kereeen
Jadi penasaran utk melihat secara langsung kesana.
Tunas Hijau tidak hanya mengajal kita menjaga Lingkungan namun juga mengenalkan kita kepada sejarah daerah dan banyak informasi positif lainnya.
Marshall Dastan PR
Sdn. Ketabang 1/288 Surabaya
No urut 207
Projek : Komandan ( koleksi tanaman Pandan)
Selain menjadi penanda sejarah, patung ini diproyeksikan sebagai ikon destinasi baru di kawasan Lidah Wetan. Lokasinya yang berdekatan dengan makam Raden Sawunggaling menjadikan monumen ini seolah gerbang simbolis untuk mengajak masyarakat lebih dekat dengan sejarah kota.
Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
No.Peserta: 218
Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.
Salam Bumi Pasti Lestari!
Salam Zero Waste!