Monumen Ayam Jago, Jejak Sawunggaling Hadir di Lidah Wetan

Sebuah ikon baru kini menghiasi kawasan Lidah Wetan, Surabaya. Bukan patung hiu dan buaya yang selama ini identik dengan Kota Pahlawan, melainkan monumen Ayam Jago yang berdiri gagah sebagai pengingat sejarah dan simbol perjuangan Raden Sawunggaling.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pendirian monumen ini memiliki tujuan penting, yakni menanamkan kembali nilai sejarah kepada masyarakat. “Patung itu menunjukkan Surabaya ini tidak bisa lepas dari Sawunggaling. Jadi, Surabaya itu ceritanya berasal dari Joko Bereg,” ujar Eri, Jumat (19/9/2025).

Ia menjelaskan, Joko Bereg merupakan nama lain dari Raden Sawunggaling, tokoh legendaris yang diyakini menjadi cikal bakal lahirnya Surabaya. Dalam kisah yang diwariskan turun-temurun, Joko Bereg datang ke Surabaya bersama ayam jagonya untuk mencari ayah kandungnya, Adipati Jayengrono.

“Kedatangan Joko Bereg disambut tantangan oleh dua saudara tirinya, Sawungrana dan Sawungsari, yang meragukan statusnya. Joko Bereg kemudian membuktikan identitasnya melalui adu ayam yang dimenangkan oleh ayam jagonya,” jelas Eri.

Monumen Ayam Jago ini, lanjut Eri, bukan hanya sebuah karya seni, tetapi juga simbol semangat arek-arek Surabaya. “Dengan patung itu, dimunculkan kembali semangat arek Surabaya, semangat Sawunggaling. Diharapkan kita diingatkan untuk melihat perjuangan Sawunggaling, bagaimana beliau babat alas atau membuka lahan Surabaya,” tuturnya.

Lebih dari sekadar menghidupkan kembali legenda, monumen ini membawa pesan tentang persatuan, kekeluargaan, dan keamanan. Dalam catatan sejarah rakyat, Sawunggaling dikenal sebagai sosok pemberani yang melawan penjajah Belanda. Ayam jagonya menjadi perlambang keberanian, keteguhan, sekaligus kemenangan.

“Semangat kita adalah kembali seperti dulu, seperti saat kita ‘babat alas’ Surabaya. Dijaga persatuannya, dijaga keamanannya, dijaga kekeluargaannya,” tegas Eri.

Selain menjadi penanda sejarah, patung ini diproyeksikan sebagai ikon destinasi baru di kawasan Lidah Wetan. Lokasinya yang berdekatan dengan makam Raden Sawunggaling menjadikan monumen ini seolah gerbang simbolis untuk mengajak masyarakat lebih dekat dengan sejarah kota.

“Monumen ini bukan hanya pengingat bagi warga Surabaya, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menelusuri jejak sejarah Kota Pahlawan,” pungkas Wali Kota Eri. (*/Zamroni)

45 thoughts on “Monumen Ayam Jago, Jejak Sawunggaling Hadir di Lidah Wetan

  • September 19, 2025 pada 17:14
    Permalink

    Saya sangat tidak asing dengan cerita Sawunggaling 😄, ternyata di lidah wetan ada ikon baru yaitu patung Ayam jago🐔.
    Sangat menarik sekali🤩😚, ini artinya kota Surabaya sangat mengenang sejarah jaman dulu yang terjadi.
    Adinda Quenza Ramadhani
    SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta 224
    Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
  • September 19, 2025 pada 17:28
    Permalink

    “Impressive! The new Rooster Monument in Lidah Wetan stands not only as a piece of art, but also as a living reminder of Raden Sawunggaling’s legacy 🐓🔥. It reflects Surabaya’s deep roots, bravery, and unity, while reviving the legendary story of Joko Bereg and his fighting rooster as a symbol of victory and resilience. Beyond history, this monument inspires Surabaya’s young generation to carry the spirit of courage, togetherness, and perseverance into the future.

    My name is Aqeel Ataullah Yahyaputra from SMPN 6 Surabaya. My project focuses on food security through lettuce cultivation 🌱. May this monument encourage us all to cherish our history while building a sustainable and united future.”

    Balas
  • September 19, 2025 pada 17:40
    Permalink

    Ini tempat baru ya ayo kesana yuk bareng bareng penisirin pengen tau.
    Eno wahyu kamagading
    SDN pacarkeling 1/182 surabaya
    Eco enzym
    452

    Balas
    • September 19, 2025 pada 20:47
      Permalink

      Bagus sekali Monumen Ayam Jago di Lidah wetan,yang mempunyai arti Persatuan, Keamanan dan Kekeluargaan. Mari kita mencontoh Raden Sawunggaling yg teguh dan pemberani.Bila ada waktu kita bisa melihat langsung ke sana.
      Carissa Putri Fatihasari
      SDN Sidotopo wetan V
      No.peserta : 674
      Proyek SANCA ( Sampah Anorganik Carissa )

      Balas
      • September 28, 2025 pada 21:11
        Permalink

        nama: assifa bening larasati
        asal sekolah: SMPN 40 Surabaya
        no: 1164
        proyek: pengolahan tutup botol
        tanggapan:
        Monumen Ayam Jago di Lidah Wetan sungguh menarik dan bermakna — bukan sekadar patung, melainkan simbol kebangkitan identitas Surabaya melalui kisah Sawunggaling. Kehadirannya mengajak masyarakat untuk kembali menghargai sejarah lokal, menghidupkan jiwa persatuan, keberanian, dan kekeluargaan, sekaligus memperkaya wajah kota dengan ikon yang penuh cerita.

        Balas
  • September 19, 2025 pada 17:42
    Permalink

    Yukkk sobat hijau jika mau datang atau ziarah ke Makam Raden Sawunggaling yang berlokasi di belakang Masjid Al-Kubro, Lidah Wetan, Surabaya…semoga kita bisa mencontoh karakter Raden Sawunggaling atau joko berek Dikenal sebagai sosok yang jujur, gagah, berani, dan semangat juangnya tinggi… seperti kita semua yang semangat juang tinggi untuk untuk berjuang mencintai dan merawat lingkungan sekitar kita☺️☺️
    Reynando Yudhistira putra
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta 409
    Pengolahan sampah plastik

    Balas
  • September 19, 2025 pada 19:31
    Permalink

    ✨ Wah, keren sekali! Monumen Ayam Jago ini bukan sekadar patung, tapi simbol perjuangan dan identitas Surabaya. Mengingatkan kita pada kisah Raden Sawunggaling yang penuh keberanian dan keteguhan hati 🐓🔥.

    Semoga kehadiran monumen ini bisa menjadi pengingat bagi generasi muda untuk menjaga persatuan, kekeluargaan, dan semangat arek-arek Suroboyo. Selain itu, monumen ini juga bisa jadi destinasi baru yang mengenalkan sejarah Kota Pahlawan pada wisatawan 🌍💚.

    Salam semangat dari saya,
    Kenzo Anugrah Ramadhan – Peserta 567, SMPN 26 Surabaya ✨🌿
    #pangeranputrilh2025SMP_567 #SMPN26Surabaya #AksiUntukBumi #Tahap4Lestari

    Balas
  • September 19, 2025 pada 21:13
    Permalink

    wihh berarti yang aku makan selama ini udh terkenal sampe dibikin patung🗿. Semua peristiwa yang berarti disurabaya bisa dikenang, seperti membuat patung ayam jago ini.

    🙋‍♀️: Mazida Shabrina Yasmin
    🏫: SDN Wonokusumo 6 Surabaya
    🔢: 728
    📍: Proyek SERBUK(Serbuk Berproyek Horta)

    Balas
  • September 20, 2025 pada 08:13
    Permalink

    Hexa afzal hermawan
    Sdn wonokusumo 6/45
    Peserta pangeran lingkungan hidup thn 2025 dengan no peserta 421
    Proyek saya budita cabi budidaya tanaman cabai.
    Keren

    Balas
  • September 20, 2025 pada 09:31
    Permalink

    Monumen Ayam Jago, Jejak Sawunggaling Hadir di Lidah Wetan
    monumen ini memiliki tujuan penting, yakni menanamkan kembali nilai sejarah kepada masyarakat. ebih dari sekadar menghidupkan kembali legenda, monumen ini membawa pesan tentang persatuan, kekeluargaan, dan keamanan

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

    Nama : Naysia Aqila Andriani
    Sekolah : SDN Ngagelrejo3
    No peserta: 428
    Proyek budi daya sereh

    proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh

    🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    Balas
  • September 20, 2025 pada 11:14
    Permalink

    Sangat keren sekali,monumen ini Ayam Jago,bukan sekedar patung,tapi simbol perjuangan dan indentitas Surabaya.Mengingatkan kita pakai kisah Raden Sawunggaling yang penuh keberanian dan keteguhan baikhati,Monumen ini bisa jadi destinasi baru yang mengenakan sejarahkota Pahlawan pada wisatawan
    Nama: Muhammad Hidayahtullah
    Sekolah:SDN KAPASARI 1/292
    No Peserta: 145
    Proyek: Budidaya Daun Pandan

    Balas
  • September 20, 2025 pada 11:25
    Permalink

    Keren..
    Sebagai simbol semangat arek-arek suroboyo..

    Nama : Siti shofiah
    No peserta : 416
    Dari : SDN Margorejo III/405
    Proyek : Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Jahe.

    Balas
  • September 20, 2025 pada 14:11
    Permalink

    Semoga tunas Hijau ada acara kesini mau datang atau ziarah ke Makam Raden Sawunggaling yang berlokasi di belakang Masjid Al-Kubro, Lidah Wetan, Surabaya…
    Bersama peserta pangput 2025
    monumen Ayam Jago,bukan sekedar patung,tapi simbol perjuangan dan indentitas Surabaya.Mengingatkan kita pakai kisah Raden Sawunggaling yang penuh keberanian dan keteguhan.

    Seandy putri fitriasari
    SDN MoJo III
    Peserta 422

    Balas
  • September 20, 2025 pada 19:26
    Permalink

    Keren banget ada icon ayam jago disini saya baru tahu cerita Raden Sawunggaling, semoga kita bisa meneladani kisah tersebut

    saya Ni Luh Gd Kt Keyva Richie Valerina Atmaja
    SMPN 6 Surabaya
    judul proyek Budidaya Lemongrass
    nomor peserta 1392

    Balas
    • September 20, 2025 pada 20:22
      Permalink

      Aditya Naufal Affandi
      Sekolah SDN Kenep

      Balas
  • September 20, 2025 pada 20:21
    Permalink

    Aditya Naufal Affandi
    Sekolah SDN Kenep

    Balas
  • September 20, 2025 pada 23:48
    Permalink

    Wah keren..Kota Surabaya punya Monumen Ayam Jago. Mengingatkan kita akan sejarah dan simbol perjuangan Raden Sawunggaling yang dikenal dengan Joko Bereg. Ayam jago melambangkan keberanian, keteguhan, kemenangan.
    Nama : Fathan Alby A
    Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
    Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.

    Halo sobat hijau 🌳
    Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari 🌱

    Balas
    • September 21, 2025 pada 10:20
      Permalink

      Bagi saya yang belum pernah tau tentang cerita Raden Sawunggaling ini, dengan adanya patung ayam ini ajdi penasaran dengan cerita Sawunggaling dan akhirnya jadi tau…

      Sultan Dipasha Alireza
      No peserta 255
      SDN Margorejo 3 Surabaya
      Pengolahan minyak jelantah

      Balas
  • September 22, 2025 pada 08:21
    Permalink

    Messa Eko – 018 Jejak sejarah Sawunggaling kini hadir gagah di Lidah Wetan. Sebuah simbol perlawanan, keberanian, dan kebanggaan Surabaya. Simbol yang digunakan untuk mempersatu warga sekitar

    Balas
  • September 23, 2025 pada 13:18
    Permalink

    Alhamdulillah dengan adanya patung ayam jago ithu semua mengingatkan kita tentang sejarah Sawunggling, dan yang awalnya saya tidak tau menjadi tau.

    Vina maulidya
    SDN kapasari 1/292 surabaya
    No peserta:228
    Proyek:budidaya kemangi

    Balas
  • September 25, 2025 pada 04:02
    Permalink

    Sebuah icon yang akan mengingatkan tentang sejarah di suatu daerah. Dengan begitu kita generasi muda akan mudah mengingat sejarah yang ada.

    Raihanah Augustin Kirani
    SDN MARGOREJO 1/403
    Utak-Atik Limbah Tekstil
    No Peserta: 410

    Balas
  • September 25, 2025 pada 15:55
    Permalink

    Monumen Ayam Jago merupakan sebuah karya seni juga merupakan simbol semangat arek-arek Surabaya sehingga dengan adanya Monumen Ayam Jago kita bisa tau sejarahnya. Monumen Ayam Jago yang berdiri gagah sebagai pengingat sejarah dan simbol perjuangan Raden Sawunggaling serta Monumen Ayam Jago membawa pesan tentang persatuan, kekeluargaan dan keamanan. Maka dari itu kita sebagai generasi penerus bangsa harus tetap menjaga persatuan dan dijaga keamanan dan kekeluargaannya.

    Jangan Lupa Intip Proyek saya ya teman-teman.
    Saya Muhammad Khabibi Nur Rokhman
    Saya adalah calon pangeran dan putri lingkungan hidup tahun 2025
    No.Peserta 31
    Saya dari SDN BANJARSUGIHAN V/617 SURABAYA
    Proyek Lingkungan Hidup Saya adalah PESAN OJEC APIK(Pemanfaatan Sampah Non Organik Jadi Ecobrick dan Anyaman Plastik)
    Disini saya mengajak semua untuk peduli lingkungan dengan mengurangi sampah plastik karena jumlah sampah plastik semakin banyak salah satunya kemasan sachet yang tidak didaur ulang maka saya memanfaatkannya menjadi barang yang bermanfaat yaitu ecobrick dan anyaman plastik daripada sampah plastik tersebut terbuang begitu saja. Serta Pesan Ojec Apik bisa didaur ulang menjadi Paving Block.

    Salam Bumi Pasti Lestari
    Salam Sadar Iklim
    Salam Zerowaste
    Salam Basuma Jaya Jaya Jaya
    Pokoe ngeten pun

    Balas
  • September 25, 2025 pada 15:56
    Permalink

    Monumen Ayam Jago merupakan sebuah karya merupakan simbol semangat arek-arek Surabaya sehingga dengan adanya Monumen Ayam Jago kita bisa tau sejarahnya. Monumen Ayam Jago yang berdiri gagah sebagai pengingat sejarah dan simbol perjuangan Raden Sawunggaling serta Monumen Ayam Jago membawa pesan tentang persatuan, kekeluargaan dan keamanan. Maka dari itu kita sebagai generasi penerus bangsa harus tetap menjaga persatuan dan dijaga keamanan dan kekeluargaannya.

    Jangan Lupa Intip Proyek saya ya teman-teman.
    Saya Muhammad Khabibi Nur Rokhman
    Saya adalah calon pangeran dan putri lingkungan hidup tahun 2025
    No.Peserta 31
    Saya dari SDN BANJARSUGIHAN V/617 SURABAYA
    Proyek Lingkungan Hidup Saya adalah PESAN OJEC APIK(Pemanfaatan Sampah Non Organik Jadi Ecobrick dan Anyaman Plastik)
    Disini saya mengajak semua untuk peduli lingkungan dengan mengurangi sampah plastik karena jumlah sampah plastik semakin banyak salah satunya kemasan sachet yang tidak didaur ulang maka saya memanfaatkannya menjadi barang yang bermanfaat yaitu ecobrick dan anyaman plastik daripada sampah plastik tersebut terbuang begitu saja. Serta Pesan Ojec Apik bisa didaur ulang menjadi Paving Block.

    Salam Bumi Pasti Lestari
    Salam Sadar Iklim
    Salam Zerowaste
    Salam Basuma Jaya Jaya Jaya
    Pokoe ngeten pun

    Balas
  • September 26, 2025 pada 14:36
    Permalink

    Lebih dari sekadar menghidupkan kembali legenda, monumen ini membawa pesan tentang persatuan, kekeluargaan, dan keamanan. Dalam catatan sejarah rakyat, Sawunggaling dikenal sebagai sosok pemberani yang melawan penjajah Belanda. Ayam jagonya menjadi perlambang keberanian, keteguhan, sekaligus kemenangan, itulah monumen ayam jago yang terkenal🤩🤩

    saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris

    Balas
    • Oktober 5, 2025 pada 18:14
      Permalink

      Lebih dari sekadar menghidupkan kembali legenda, monumen ini membawa pesan tentang persatuan, kekeluargaan, dan keamanan. Dalam catatan sejarah rakyat, Sawunggaling dikenal sebagai sosok pemberani yang melawan penjajah Belanda. Ayam jagonya menjadi perlambang keberanian, keteguhan, sekaligus kemenangan, itulah monumen ayam jago yang terkenal🤩🤩

      nama ibrahim tubagus maulana
      sekolah sdn jemur wonosari 1
      judul proyek pengolahan minyak jelantah
      no peserta 115

      Balas
  • September 29, 2025 pada 21:53
    Permalink

    Monumen Ayam Jago di Lidah Wetan sangat keren, karena menghidupkan kembali kisah Sawunggaling sekaligus menjadi simbol keberanian dan persatuan. Selain bernilai sejarah, monumen ini juga memperkuat identitas Surabaya dan menambah daya tarik wisatanya.

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas
  • September 30, 2025 pada 13:20
    Permalink

    Kita memang tidak boleh lupa asal muasal serta sejarah wilayah tempat tinggal kita. Bagaimana pada pendahulu kita babat alas dan memperjuangkan wilayah hingga makmur seperti sekarang. Kita sebagai generasi penerus harus bisa menjaga dan merawatnya.
    Ummu Ghaid Mudma’inah
    SDN Dr Sutomo 1 Surabaya
    No peserta 068
    Projek CATERAN cangkang telur ramah lingkungan

    Balas
  • Oktober 1, 2025 pada 11:49
    Permalink

    Monumen Ayam Jago, Jejak Sawunggaling Hadir di Lidah Wetan
    monumen ini memiliki tujuan penting, yakni menanamkan kembali nilai sejarah kepada masyarakat. ebih dari sekadar menghidupkan kembali legenda, monumen ini membawa pesan tentang persatuan, kekeluargaan, dan keamanan

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

    NAMA: MUHAMMAD HAKAM YASIN SEKOLAH: SMP NEGERI 46 SURABAYA
    NOMOR PESERTA :657
    PROYEK : TEATEL

    Balas
  • Oktober 1, 2025 pada 22:18
    Permalink

    Monumen Ayam Jago ini bukan hanya indah dipandang, tapi juga penuh makna sejarah bagi Surabaya 🐓. Kehadirannya mengingatkan kita pada semangat perjuangan Raden Sawunggaling dan jati diri arek-arek Suroboyo. Semoga semakin banyak generasi muda yang mengenal kisah ini dan bangga akan warisan kotanya. 💪✨

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Oktober 2, 2025 pada 06:56
    Permalink

    Artikel Tunas Hijau ID ini sangat inspiratif karena menghadirkan edukasi lingkungan yang bermanfaat serta memotivasi masyarakat untuk lebih peduli dan beraksi nyata menjaga bumi.

    Balas
  • Oktober 2, 2025 pada 07:05
    Permalink

    Artikel Tunas Hijau ID ini sangat inspiratif karena menghadirkan edukasi lingkungan yang bermanfaat serta memotivasi masyarakat untuk lebih peduli dan beraksi nyata menjaga bumi.
    /Kamila L.A 854

    Balas
  • Oktober 3, 2025 pada 22:47
    Permalink

    Monumen Ayam Jago, Jejak Sawunggaling di Lidah Wetan

    Haloo sobat hijau 👋
    Salam bumi, pasti Lestari! 🐓🌍

    Monumen Ayam Jago di Lidah Wetan menghadirkan jejak sejarah Sawunggaling, tokoh Surabaya yang penuh makna perjuangan. Ikon ini bisa menjadi ruang edukasi sejarah sekaligus destinasi wisata lokal yang memperkuat identitas budaya.

    📌 Nama: Nashifah Kamilia Arsya Salsabila
    🏫 Sekolah: SMP Negeri 3 Mejayan
    🔢 Nomor Peserta: 1464

    🌿 Proyek: BION AMOS (Bio Lotion Anti Mosquito)
    📄 Penjelasan Proyek:
    BION AMOS adalah inovasi lotion anti nyamuk alami berbahan minyak atsiri serai, kulit jeruk, dan daun pandan. Proyek ini bertujuan menciptakan solusi yang aman, ramah lingkungan, dan bebas bahan kimia berbahaya. Selain menjaga kesehatan, BION AMOS juga merupakan bentuk kontribusi terhadap lingkungan hidup dan pengurangan penggunaan produk kimia sintetis di rumah tangga.

    Balas
  • Oktober 5, 2025 pada 07:22
    Permalink

    Monumen ayam jago di lidah wetan ini menghadirkan jejak sejarah, tokoh Surabaya yang penuh makna perjuangan.

    Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

    Balas
  • Oktober 6, 2025 pada 16:39
    Permalink

    Jejak sejarah yang patut dilestarikan.

    Naziya Putri Syafira Ariwibowo
    Nomor peserta : 612
    SDN Sawunggaling 1/ 382
    Proyek : No Bi T A (Inovasi Bidara Tumbuh Alami)

    Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 20:36
    Permalink

    Monumen Ayam Jago bukan hanya sebuah karya seni, tetapi juga simbol semangat arek-arek Surabaya. “Dengan patung itu, dimunculkan kembali semangat arek Surabaya, semangat Sawunggaling. Diharapkan kita diingatkan untuk melihat perjuangan Sawunggaling, bagaimana beliau babat alas atau membuka lahan Surabaya.

    Nama : Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
    No : 003
    Sekolah : SD Kyai Ibrahim Surabaya
    Proyek : Pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi

    Balas
  • Oktober 15, 2025 pada 23:02
    Permalink

    pendirian monumen ini memiliki tujuan penting, yakni menanamkan kembali nilai sejarah kepada masyarakat. “Patung itu menunjukkan Surabaya ini tidak bisa lepas dari Sawunggaling. Mengingatkan bahwa sejarah yang ada Surabaya sangat penting, kapan-kapan Saya Pergi kesana buat melihat monumen ini.
    Nama : AMIRNA NUR FEBYYANTI
    Nomer Peserta: 702
    Sekolah : SDN TANDES KIDUL 1
    Proyek : Mengelolah Limbah Cangkang Telur

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 08:51
    Permalink

    Monumen yg diharapkan menjadi penanda penting terutama sebagai pengingat sejarah perjuangan, simbol keberanian, ikon wisata baru dan wujud aspirasi warga lidah wetan.

    Akifa Maulidya – 698
    SDN Tandes Kidul 1
    Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 17:54
    Permalink

    Artikel yang sangat menarik dan penuh nilai sejarah! 🐓✨ Monumen Ayam Jago ini menjadi simbol baru yang memperkaya identitas Surabaya, sekaligus mengenang jejak pahlawan Sawunggaling. 💪 Semoga keberadaannya bisa menumbuhkan rasa bangga dan semangat cinta budaya lokal di kalangan masyarakat. 🌆❤️

    KANAYA DIVANESA AWANDA
    SMP NEGERI 58 SURABAYA
    NO URUT 1388
    JUDUL PROYEK: BARASIMAN
    (BUDIDAYA ALOEVERA PENGUSIR KUMAN

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 20:07
    Permalink

    Wahhh Monumen Ayam Jago di Lidah Wetan sungguh menarik dan bermakna, bukan sekadar patung, melainkan simbol kebangkitan identitas Surabaya melalui kisah Sawunggaling. Kehadirannya mengajak masyarakat untuk kembali menghargai sejarah lokal, menghidupkan jiwa persatuan, keberanian, dan kekeluargaan, sekaligus memperkaya wajah kota dengan ikon yang penuh cerita.

    Rudhy Syahputra Alam
    SMPN 11 SURABAYA
    Budidaya Maggot

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 06:59
    Permalink

    Monumen Ayam Jago ini terletak di antara ruas Jalan Raya Menganti, Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. Letaknya tak jauh dari kawasan Makam Raden Sawunggaling di Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri.
    saya harus berkunjung ke sana,
    nama Ni Luh Gede Reva Dealove Valentcia Atmaja
    SMPN 35 Surabaya
    Judul proyek Budidaya Rosella
    nomor peserta 1130

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 07:18
    Permalink

    Monumen Ayam Jago di Lidah Wetan keren juga idenya menjadi pengingat cerita Sawunggaling yang selama ini mungkin banyak orang tak tahu. Semoga kehadirannya bisa jadi ikon baru dan bikin banyak generasi muda tertarik belajar sejarah Surabaya.

    Nama:Diky Yulia Efendi
    No peserta:459
    Sekolah:SMP Negeri 11 Surabaya
    Proyek: integrasi pengelolahan air limbah dan konservasi air

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 08:39
    Permalink

    𝚂𝚎𝚋𝚞𝚊𝚑 𝚒𝚌𝚘𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚐𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚊𝚜𝚊𝚕 𝚞𝚜𝚞𝚕 𝚍𝚊𝚎𝚛𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝.𝚜𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚐𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚕𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊

    𝚂𝚊𝚢𝚊 𝚃𝚎𝚟𝚢 𝙹𝚊𝚗𝚎𝚎𝚝𝚊 𝙰𝚍𝚛𝚒𝚊𝚗𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚂𝙳𝙽 𝙿𝙰𝙺𝙸𝚂 𝚅/𝟹𝟽𝟸 𝚂𝚄𝚁𝙰𝙱𝙰𝚈𝙰 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚗𝚘𝚖𝚘𝚛 𝚙𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝟺𝟿𝟾 𝚙𝚛𝚘𝚢𝚎𝚔 𝚃𝚎𝚋𝚒𝚗𝚘𝚛𝚊

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 15:35
    Permalink

    Wah ternyata ada patung Ayam jago di Lidah Wetan.
    Monumen ini bukan hanya sekedar patung tapi bertujuan menanamkan kembali nilai sejarah kepada masyarakat.Monumen ini juga membawa pesan tentang persatuan, kekeluargaan, dan keamanan.

    Naura Adelia Shafiqa Ghozali
    Sdn Tandes Kidul 1 Sby
    Pengolahan limbah cangkang telur
    No.peserta 704

    Balas
  • Oktober 18, 2025 pada 21:16
    Permalink

    Monumen ayam Jago
    Wow kereeen
    Jadi penasaran utk melihat secara langsung kesana.

    Tunas Hijau tidak hanya mengajal kita menjaga Lingkungan namun juga mengenalkan kita kepada sejarah daerah dan banyak informasi positif lainnya.

    Marshall Dastan PR
    Sdn. Ketabang 1/288 Surabaya
    No urut 207
    Projek : Komandan ( koleksi tanaman Pandan)

    Balas
  • Oktober 19, 2025 pada 18:16
    Permalink

    Selain menjadi penanda sejarah, patung ini diproyeksikan sebagai ikon destinasi baru di kawasan Lidah Wetan. Lokasinya yang berdekatan dengan makam Raden Sawunggaling menjadikan monumen ini seolah gerbang simbolis untuk mengajak masyarakat lebih dekat dengan sejarah kota.

    Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
    No.Peserta: 218
    Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
    Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.

    Salam Bumi Pasti Lestari!
    Salam Zero Waste!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *