Pemulihan Lahan Basah Jadi Strategi Kunci Indonesia Hadapi Krisis Iklim

Pemulihan ekosistem lahan basah Indonesia kini menjadi garda depan upaya menghadapi krisis iklim sekaligus mendukung target net zero emission. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan fokusnya untuk memperkuat perlindungan dan pemulihan lahan gambut serta mangrove sebagai langkah strategis berbasis sains dan kolaborasi multipihak.

Komitmen ini disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq dalam pembukaan Forum Kolaborasi Pemulihan Ekosistem Gambut dan Mangrove 2025 di Jakarta. Menurutnya, keberhasilan program pemulihan yang telah berjalan perlu diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan di seluruh wilayah terdampak.

“Keberhasilan pemulihan di dalam konsesi perlu diperluas ke luar konsesi. Tantangan terbesar justru ada di area yang tidak terikat kewajiban hukum, sehingga lebih rentan terhadap degradasi,” ujar Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq.

Indonesia memiliki sekitar 13,36 juta hektare lahan gambut dengan cadangan karbon mencapai 57 gigaton, menjadikannya salah satu penyerap karbon terbesar di dunia. Namun, lebih dari 3,3 juta hektare lahan gambut mengalami kerusakan akibat drainase, konversi lahan, dan praktik pembukaan lahan dengan api.

Data periode 2018–2023 menunjukkan tren positif: 3,07 juta hektare mengalami perbaikan kualitas, meskipun 2,50 juta hektare masih menurun dan sisanya sekitar 18,72 juta hektare tetap stabil. Angka ini mengindikasikan bahwa upaya pemulihan mulai menunjukkan dampak nyata bagi ekosistem gambut Indonesia.

Sejak 2015, KLH/BPLH menjalankan Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) di 332 desa yang terbukti efektif menekan kebakaran lahan. Kini, hanya tiga desa yang masih mengalami kebakaran berulang. Program DMPG mengusung pendekatan berbasis masyarakat dengan strategi 3R – Pembasahan Kembali (Rewetting), Revegetasi, Revitalisasi – yang tidak hanya memulihkan ekosistem tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

Selain gambut, Indonesia juga memiliki ekosistem mangrove terluas di dunia seluas 3,44 juta hektare. Namun, sekitar 769 ribu hektare mengalami degradasi. Pemerintah telah memulihkan lebih dari 85 ribu hektare mangrove sejak 2020, ditambah kontribusi 14 ribu hektare dari inisiatif internasional dan program CSR perusahaan.

Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah meluncurkan Program Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM) yang menempatkan masyarakat pesisir sebagai garda terdepan pemulihan, serta menyiapkan peta jalan, regulasi, dan inventarisasi lokasi prioritas.

Menteri Hanif menegaskan pentingnya kolaborasi pentahelix – antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media – sebagai fondasi keberhasilan pemulihan ekosistem.

“Investasi dalam pemulihan bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mengurangi risiko bisnis, memperkuat ekonomi lokal, dan membuka akses menuju sertifikasi karbon,” tegas Menteri Hanif.

Sebagai langkah konkret, KLH/BPLH akan menjalin kerja sama dengan sektor swasta di 1.450 desa dan dengan pemerintah daerah di 904 desa yang tersebar di wilayah prioritas. Pendekatan kolaboratif ini bertujuan memperluas dampak pemulihan melalui sinergi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah juga akan memberikan sertifikat pemulihan ekosistem sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang berkolaborasi. Sertifikat ini tidak hanya menjadi pengakuan kontribusi terhadap target net zero emission, tetapi juga membuka peluang dalam pasar karbon global.

“Forum ini akan memberikan gambaran detail. Mudah-mudahan setelah forum ini akan disusun langkah-langkah operasional. Jadi setiap petak dari gambut itu sudah dirumuskan berapa biaya kemudian seperti apa pelaksanaannya. Tentu operasionalnya kita harus siapin biaya yang dibutuhkan,” jelas Menteri Hanif.

(*/Mochamad Zamroni)

31 thoughts on “Pemulihan Lahan Basah Jadi Strategi Kunci Indonesia Hadapi Krisis Iklim

  • Oktober 7, 2025 pada 12:01
    Permalink

    Manfaat Pemulihan Lahan Basah:

    – Mengurangi Emisi Karbon: Pemulihan lahan gambut dapat menurunkan emisi karbon hingga 30%.
    – Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat: Pemulihan lahan basah dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
    – Melindungi Lingkungan: Pemulihan lahan basah dapat mencegah bencana alam dan menjaga keanekaragaman hayati

    DB. Abisatya
    SD-319
    SDN Rangkah VI Surabaya

    Balas
  • Oktober 7, 2025 pada 20:17
    Permalink

    Investasi dalam pemulihan bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mengurangi risiko bisnis, memperkuat ekonomi lokal, dan membuka akses menuju sertifikasi karbon,” tegas Menteri Hanif.
    Sangat luar biasa investasi ini diatas

    Seandy putri fitriasari
    Sdn mojo 3 surabaya
    No peserta 422
    Judul proyek pengolahan Limbah sampah cangkang telur

    Balas
  • Oktober 8, 2025 pada 14:01
    Permalink

    Pemulihan Lahan Basah Jadi Strategi Kunci Indonesia Hadapi Krisis Iklim
    memperkuat perlindungan dan pemulihan lahan gambut untuk pemulihan ekosistem

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

    Nama : Naysia Aqila Andriani
    Sekolah : SDN Ngagelrejo3
    No peserta: 428
    Proyek budi daya sereh

    proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh

    🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    Balas
  • Oktober 13, 2025 pada 09:40
    Permalink

    Messa Eko PUtri – 018 “Lahan basah bukan hanya habitat, tapi juga benteng alami kita melawan krisis iklim. Pemulihan lahan basah jadi strategi kunci Indonesia untuk masa depan yang lebih hijau dan lestari. Melestarikan ekosistem ini berarti menjaga keberlanjutan bumi kita

    Balas
  • Oktober 13, 2025 pada 20:26
    Permalink

    Pemulihan Lahan Basah Jadi Strategi Kunci Indonesia Hadapi Krisis Iklim
    memperkuat perlindungan dan pemulihan lahan gambut untuk pemulihan ekosistem dengan kegiatan ini kita juga dapat berpartisipasi dalam net zero emission….
    “Investasi dalam pemulihan bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mengurangi risiko bisnis, memperkuat ekonomi lokal, dan membuka akses menuju sertifikasi karbon,” Jelas Bapak Mentri Hanif….

    Nama : Princess Zelda Ilmiah (210)
    Sekolah : SMPN 29 Surabaya
    Project : BobaZymePost (Bahan Organik Serbaguna untuk Eco Enzyme dan Kompos

    Balas
    • Oktober 15, 2025 pada 23:12
      Permalink

      Masih banyak lahan yang perlu dipulihkan.
      Program² seperti DMPM bisa dilanjutkan dan dikembangkan, untuk mempercepat proses pemulihan lahan dan dalam rangka mencapai zero net emission.

      Naziya Putri Syafira Ariwibowo
      Nomor 612
      SDN Sawunggaling 1/382
      Nama proyek : NoBiTA

      Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 08:41
    Permalink

    Dengan adanya pemulihan lahan basah diharapkan agar dapat menanggulangi permasalahan yang akhir akhir ini muncul dikarenakan perubahan iklim yang drastis

    Salam Najwa Putri Tabita (534) SDN ploso 3

    Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 09:09
    Permalink

    Nama : Tisya Ayodya Prameswari
    Sekolah : SDI Al Azhar Kelapa Gading Surabaya
    No. Peserta : 006
    Capaian : 1. Mengolah kulit 1.002,4 kg
    2. Mendapatkan 160 galon
    3. 1 rumah warga binaan
    4. Telah sosialisasi kepada 587 orang
    5. Menghasilkan cairan eco enzyme sebanyak 560 liter
    6. Mendapatkan 157 botol plastik
    7. 1 kampung binaan

    Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 20:42
    Permalink

    Pemulihan ekosistem lahan basah Indonesia kini menjadi garda depan upaya menghadapi krisis iklim sekaligus mendukung target net zero emission.

    Nama : Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
    No : 003
    Sekolah : SD Kyai Ibrahim Surabaya
    Proyek : Pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi

    Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 20:59
    Permalink

    Sebelumnya terimakasih infonya, disini kita belajar bagaimana pemulihan ekosistem lahan basah , dan banyak lagi , jadi jangan malas untuk belajar mencari tau , ayo semangat untuk generasi emas!!

    Nayla thalita azzahra
    No peserta : 524
    Judul proyek : let’s go to bali Badung ( ayo budidaya tanaman lidah buaya dengan produk unggulan )

    Balas
  • Oktober 15, 2025 pada 06:34
    Permalink

    Terimakasih atas informasinya, disini kita belajar tentang ekosistem lahan basah, dll

    Nama: falisha misha alkhansa
    Sekolah: SDN Rangkah VI Surabaya
    Proyek: pemanfaatan sampah organik dan Limbah plastik untuk tanaman keluarga

    Balas
  • Oktober 15, 2025 pada 13:34
    Permalink

    Lahan basah berperan penting dalam mitigasi dan adaptasi, seperti menyerap emisi karbon dan mencegah bencana alam. Selain itu juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan membuka peluang ekonomi baru.

    Akifa Maulidya – 698
    SDN Tandes Kidul 1
    Budidaya organik tanaman kale

    Balas
    • Oktober 17, 2025 pada 16:30
      Permalink

      Lahan basah, harta karun ekologis! 🌿💧 Pemanfaatan lahan basah yang bijak dapat menjaga keseimbangan alam, mendukung biodiversitas, dan membantu mitigasi perubahan iklim. Mari kita lestarikan dan manfaatkan lahan basah dengan bertanggung jawab!

      nama: Bara Ikmal Ghani
      sekolah: SMP negeri 38 sby
      nomor peserta: 601
      proyek: mengolah sampah organik🌿

      Balas
  • Oktober 15, 2025 pada 22:37
    Permalink

    Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah meluncurkan Program Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM) yang menempatkan masyarakat pesisir sebagai garda terdepan pemulihan, serta menyiapkan peta jalan, regulasi, dan inventarisasi lokasi prioritas.

    Nama : Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
    No. Peserta : 003
    Sekolah : SD Kyai Ibrahim
    Proyek : Pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangI

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 00:32
    Permalink

    kegiatan ini sangat luar biasa sekali memanfaatkan lahan basah untuk net zero emission.
    yang akan menyerap air jika hujan dan dapat memungkinkan tidak terjadi banjir karna air dapat terserap kedalam tanah dengan maksimal

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 00:32
    Permalink

    kegiatan ini sangat luar biasa sekali memanfaatkan lahan basah untuk net zero emission.
    yang akan menyerap air jika hujan dan dapat memungkinkan tidak terjadi banjir karna air dapat terserap kedalam tanah dengan maksimal

    Andita Karenina
    SMPN 57 SURABAYA
    Telang bunga cantik yang bikin kita cantik

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 08:26
    Permalink

    Dengan strategi ini, Indonesia berharap mengurangi dampak krisis iklim, melindungi rakyat, dan menjaga keberlanjutan alam untuk generasi mendatang.

    AISYAH AVICENA RL
    SMPN 21 SURABAYA
    Project : DATELA GREEN REVITALIZATION

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 08:29
    Permalink

    Keren!
    Indonesia punya potensi besar dengan lahan gambut dan mangrove yang luas. Semoga upaya pemulihan ini bisa terus diperluas dan melibatkan banyak pihak, agar kita bisa capai target net zero emission dan jaga bumi tetap hijau. 🌱🌍

    Nama:Diky Yulia Efendi
    No peserta:459
    Sekolah:SMP Negeri 11 Surabaya
    Proyek: integrasi pengelolahan air limbah dan konservasi air

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 08:47
    Permalink

    Pemulihan ekosistem adalah kunci utama menjaga keseimbangan alam. Ingat kita saling membutuhkan dan tdk untuk saling merugikan.

    Nama : Fatimah Nawal Rahman
    Asal Sekolah : SD Negeri Balongsari 1/500 Surabaya
    No. Peserta: 026
    Daur ulang sampah Anorganik menjadi produk kerajinan.
    Upaya: Mengurangi sampah anorganik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan.

    Balas
    • Oktober 17, 2025 pada 13:09
      Permalink

      Mangrove, tepian yang harus kita jaga

      Ayesha Medina
      No Peserta 618
      SDN SEMOLOWARU 1/261
      Maggot bsf si Hewan Ajaib Sahabat Lingkungan

      Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 11:51
    Permalink

    Luar biasa! Kolaborasi untuk mencapai target net zero emission dan partisipasi dalam pasar karbon global adalah langkah yang sangat positif. Sertifikasi ini bukan hanya pengakuan atas kontribusi yang diberikan, tetapi juga membuka peluang baru. Forum ini menjanjikan gambaran detail dan langkah-langkah operasional yang jelas, termasuk perhitungan biaya dan pelaksanaan di setiap petak gambut. Apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Hanif atas penjelasannya. Semoga dengan langkah-langkah yang terstruktur dan pembiayaan yang matang, upaya pelestarian lingkungan ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif yang signifikan!

    RAKA MAULANA PRATAMA
    SMPN 25 SURABAYA
    KEAJAIBAN KOMPOS TKK BAGI LINGKUNGAN
    NO. PESERTA:561

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 11:59
    Permalink

    Untuk mencapai hasil maksimal pemulihan lahan basah perlu dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah masyarakat hingga sektor swasta

    Kevin Emilio Al Irzan_261_kelompok pemanfaatan pandan_SDN Ngadirejo 3

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 18:09
    Permalink

    Keren sekali programnya! 🌱 Pemulihan lahan basah memang langkah penting untuk menjaga ekosistem dan mengurangi dampak krisis iklim. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak generasi muda! 💚🇮🇩

    KANAYA DIVANESA AWANDA
    SMP NEGERI 58 SURABAYA
    NO URUT 1388
    JUDUL PROYEK: BARASIMAN
    (BUDIDAYA ALOEVERA PENGUSIR KUMAN

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 23:15
    Permalink

    Langkah pemerintah dalam memulihkan ekosistem lahan basah ini patut diapresiasi 👏. Fokus pada restorasi gambut dan mangrove bukan hanya menjaga keanekaragaman hayati, tapi juga jadi kunci penting dalam menghadapi krisis iklim. Semoga kolaborasi lintas pihak ini terus berlanjut dan memberi dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat 🌱💚.

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 23:23
    Permalink

    keren sekali aksi yang telah di lakukan,aksi seperti ini penting untuk menjaga ekosistem,walaupun banyak sekali yang menghiraukannya,kita harus tetap semangat

    nama:Clarette Isabella Christina Surbakti
    no peserta:174
    SDN jemur wonosari 1
    judul proyek: budidaya lidah mertua

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 23:53
    Permalink

    Pemulihan lahan basah seperti gambut dan mangrove memang langkah strategis yang sangat penting untuk mitigasi perubahan iklim, karena ekosistem ini menyimpan cadangan karbon besar, membantu mengatur hidrologi, menjaga keanekaragaman hayati, dan melindungi masyarakat pesisir dari dampak iklim ekstrim.

    Tantangannya adalah memastikan restorasi dilakukan bukan hanya secara teknis, tetapi juga melibatkan masyarakat lokal, regulasi yang kuat, dan pendanaan yang cukup agar pemulihan betul-betul berkelanjutan. Tanpa itu, upaya bisa jadi tidak maksimal atau tidak merata.

    Mayfrina Aisyahrani
    SMPN 3 SURABAYA
    PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 00:03
    Permalink

    Aksi seperti ini penting untuk menjaga ekosistem

    Deandra Syifa Aurora Pinontoan
    SDN jemur Wonosari 1 Surabaya
    No peserta 176

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 14:56
    Permalink

    Pemulihan ekosistem lahan basah Indonesia kini menjadi garda depan upaya menghadapi krisis iklim sekaligus mendukung target net zero emission.Pemerintah juga akan memberikan sertifikat pemulihan ekosistem sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang berkolaborasi. Sertifikat ini tidak hanya menjadi pengakuan kontribusi terhadap target net zero emission, tetapi juga membuka peluang dalam pasar karbon global.

    Naura Adelia Shafiqa Ghozali
    Sdn Tandes Kidul 1 Sby
    Pengolahan limbah cangkang telur
    No.peserta 704

    Balas
  • Oktober 19, 2025 pada 11:26
    Permalink

    Pendekatan kolaboratif ini bertujuan memperluas dampak pemulihan melalui sinergi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat

    Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
    No.Peserta: 218
    Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
    Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.

    Salam Bumi Pasti Lestari!
    Salam Zero Waste!

    Balas
  • Oktober 19, 2025 pada 22:39
    Permalink

    Pemulihan Lahan Basah Jadi Strategi Kunci Indonesia Hadapi Krisis Iklim
    memperkuat perlindungan dan pemulihan lahan gambut untuk pemulihan ekosistem dengan kegiatan ini kita juga dapat berpartisipasi dalam net zero emission….
    “Investasi dalam pemulihan bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mengurangi risiko bisnis, memperkuat ekonomi lokal

    Balas
  • Desember 16, 2025 pada 13:06
    Permalink

    Artikel ini memberi harapan bahwa target keberlanjutan dan net zero emission dapat dicapai melalui kerja bersama.

    Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
    No.Peserta: 218
    Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
    Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *