Peringati Hari Lingkungan Sedunia, Tanam Mangrove di Ujungpangkah Gresik

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur menggelar aksi tanam mangrove di Banyuurip Mangrove Center (BMC) Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Kamis (1/9/2022). Kepala DLH Provinsi Jawa Timur Dr. Ardo Sahak memimpin aksi itu.

Pangeran Lingkungan Hidup 2021 Nevan Azka Fiardy, Pangeran LH 2021 Areya Kesyandria Ali Yasha dan Putri LH 2021 Sheyreen Callista Navila mengikuti aksi tanam mangrove itu beserta para pemangku kepentingan sekitar. 

Ardo Sahak mengatakan bahwa penanaman mangrove terus digencarkan saat ini. “Manfaatnya tidak hanya untuk mencegah abrasi laut, tetapi juga untuk menekan laju perubahan iklim, meningkatkan populasi biota laut dan sarana wisata edukasi,” kata Ardo Sahak.

Provinsi Jawa Timur memiliki beberapa lokasi wisata edukasi mangrove. “Di antara yang belum banyak dikenal masyarakat umum yakni Banyuurip Mangrove Center atau BMC yang terletak di Dusun Banyulegi, Banyuurip, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik,” lanjut Ardo Sahak.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah berkunjung ke lokasi ini dan melakukan penanaman mangrove. “Lokasi BMC sangat cocok untuk lokasi edu wisata, dimana terdapat sekitar 17 jenis tanaman mangrove, yang dapat dipelajari dan dicari tahu sehingga tepat untuk wisata edukasi,” ujar Ardo Sahak.

Menurut Ardo, di Jawa Timur, setidaknya tercatat 6 lokasi hutan mangrove yang sering dikunjungi sebagai tempat wisata. Yaitu BJBR Probolinggo, Ujungpangkah Gresik, Gununganyar Sidoarjo, Wonorejo Surabaya, Bedul Banyuwangi dan Cengkong Trenggalek.

“Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Ujungpangkah Gresik diusulkan menjadi situs Ramsar dunia. Usulan ini disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE),” jelasnya. 

Sebelumnya, KEE yang kini menjadi tempat pembudidayaan hutan mangrove dimana lokasi kita berada saat ini yaitu Banyuurip Mangrove Center dipilih sebagai tempat Hari Lahan Basah se-Dunia Tahun 2021 atau yang popular dengan World Wetlands Day.

Penunjukan KEE Ujungpangkah merupakan pertama kalinya di Indonesia bahwa kawasan yang berada di luar kawasan konservasi diusulkan menjadi situs yang diakui internasional. “Situs Ramsar merupakan kawasan yang ditetapkan untuk melindungi kelestarian dan fungsi lahan basah di dunia,” terang Kepala DLH Jatim ini.

KEE Ujungpangkah juga merupakan muara Sungai Bengawan Solo, sehingga lokasi ini kaya dengan sumber daya alam yang penting bagi sejumlah jenis burung air maupun biota laut. “KEE Ujungpangkah kaya akan sumber pakan bagi burung maupun biota laut,” jelasnya.

Selain itu juga memiliki potensi keanekaragaman hayati yang melimpah seperti 17 jenis mangrove, 72 jenis burung penetap maupun burung migran. Di antaranya burung pelican Australia, burung kowak malam kelabu dan ibis putih kepala hitam.

Ke depannya, Pemprov Jatim akan terus melaksanakan program kegiatan tanam mangrove. “Penanaman mangrove ini tidak hanya di Kabupaten Gresik, tetapi di sejumlah pesisir untuk menjaga keberlangsungan alam,” tegasnya.

Sementara itu, Pangeran Lingkungan Hidup 2021 Areya Kesyandria Ali Yasha, Pangeran LH 2021 Nevan Azka Fiardy dan Putri LH Sheyreen Callista mengaku sangat menikmati berada di kawasan hutan mangrove itu.

“Beragam jenis tumbuhan yang khusus bertahan di daerah pasang surut bisa didapati di kawasan ini,” kata Areya Kesyandria. Nevan mengaku kaget dengan banyaknya jenis burung yang dilihatnya secara langsung di lokasi itu. “Burungnya keren-keren di sini. Liar dan terbang bebas,” jelas Nevan.

Sedangkan Sheyreen berharap Banyuurip Mangrove Center Ujungpangkah Gresik itu bisa segera viral dan dikenal masyarakat luas. “Dengan media sosial dan keterlibatan masyarakat khususnya generasi muda, kawasan ini bisa segera dikenal masyarakat luas,” pungkas Sheyreen.

Penulis: Mochamad Zamroni

7 thoughts on “Peringati Hari Lingkungan Sedunia, Tanam Mangrove di Ujungpangkah Gresik

  • September 2, 2022 pada 20:18
    Permalink

    Luar biasa, lebih dekat mengenal alam dan mangrove. mangrove jatim untuk dunia !!

    Balas
  • September 4, 2022 pada 06:43
    Permalink

    Keren .. smoga semakin banyak lokasi lokasi yg dibuat penghijauan 🫰🫰

    Balas
  • September 5, 2022 pada 13:47
    Permalink

    Dzulqarnain Syah. Finalis Pangeran LH 2022. Nomor Peserta 155. SMPN 48 Surabaya.

    Mangrove harus kita lestarikan 👍🌱

    Balas
  • September 5, 2022 pada 22:21
    Permalink

    Luar biasa keren sekali semangatnya,
    Aksi yang dilakukan sangat menginspirasi generasi muda.
    Mari bersama lestarikan mangrove!

    Salam sehat salam Zero Waste.🍃👌
    Salam bumi pasti Lestari.🌿🌍

    Keishya Ghea Avrillea
    Dari SMPN 56 Surabaya
    Dengan Judul proyek (BUDJANG) Budidaya Pepaya Jepang
    No urut 434

    Balas
  • September 6, 2022 pada 19:19
    Permalink

    Assalamualaikum wr. wb.✨
    Hai sobat hijau!🌿
    Perkenalan nama saya,,
    Nama: Ahmad Imam Syafi’i
    Asal sekolah: SMPN 56 Surabaya
    Judul proyek: BUNSENG (Budidaya Ginseng)
    No urut: 173
    .
    Sangat keren sekaliii🤩, kegiatan yang dilakukan oleh kakak² tunas hijau yang kerenn untuk mengajak siswa siswi Surabaya untuk melakukan hal positif bagi lingkungan dengan melestarikan hutan mangrove 🌿
    .
    Salam bumi pasti lestari 🌏🌱
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    Balas
  • September 6, 2022 pada 19:56
    Permalink

    Assalamualaikum wr. wb.✨
    Hai sobat hijau!🌿
    Perkenalan nama saya,,
    Nama: Ahmad Imam Syafi’i
    Asal sekolah: SMPN 56 Surabaya
    Judul proyek: BUNSENG (Budidaya Ginseng)
    No urut: 173
    .
    Sangat keren sekaliii🤩, kegiatan yang dilakukan oleh kakak² tunas hijau yang kerenn untuk mengajak siswa siswi Surabaya untuk melakukan hal positif bagi lingkungan🌿
    Ayooo lestarikan hutann mangrove🔥🌴
    .
    Salam bumi pasti lestari 🌏🌱
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    Balas
  • Juli 10, 2025 pada 18:16
    Permalink

    Kegiatan tanam mangrove di Ujungpangkah Gresik ini sangat inspiratif dan patut dijadikan contoh oleh generasi muda. Saya senang melihat bagaimana DLH Provinsi Jawa Timur bersama para pangeran dan putri lingkungan hidup bisa terlibat langsung menjaga ekosistem pesisir. Ini bukan hanya tentang pohon, tapi tentang menjaga masa depan.

    Faktanya, hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem paling penting di dunia. Akar-akar mangrove bisa menahan abrasi laut, menjadi tempat berlindung biota laut, dan bahkan menyerap karbon 4–5 kali lebih banyak dibandingkan hutan tropis di darat. Selain itu, mangrove juga menyaring air, menyerap logam berat, dan menstabilkan iklim lokal.

    Saya juga baru tahu bahwa KEE Ujungpangkah termasuk kawasan yang diusulkan sebagai situs Ramsar, yaitu kawasan lahan basah yang dilindungi secara internasional. Ini luar biasa, karena kawasan ini tidak berada di dalam kawasan konservasi resmi, tapi tetap diakui karena keanekaragaman hayatinya yang sangat tinggi. Tercatat ada 17 jenis mangrove dan 72 jenis burung, termasuk burung migran seperti pelikan Australia dan ibis putih kepala hitam.

    Dari pengalaman dari proyek Penanaman Mangrove yang saya kembangkan bersama Tunas Hijau, saya jadi tahu bahwa menanam mangrove juga perlu teknik yang tepat. Tidak semua jenis mangrove cocok di satu lokasi. Harus disesuaikan dengan substrat lumpur, kadar garam, dan pasang surut air laut. Jadi, kegiatan seperti ini tidak hanya menanam, tapi juga mengedukasi.

    Saya setuju dengan harapan Kak Sheyreen bahwa Banyuurip Mangrove Center perlu lebih dikenal masyarakat luas. Salah satu caranya adalah dengan melibatkan anak-anak muda, membuat konten edukatif, dan mengajak lebih banyak komunitas untuk berkunjung. Saya yakin, kalau lebih banyak orang tahu betapa pentingnya mangrove, mereka akan ikut menjaga dan menanam juga.

    Nama: Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
    Sekolah: SMP Negeri 1 Surabaya
    No. Urut: 451
    Proyek: EcoGeniuz Pillow dan Penanaman Mangrove

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *