Peringati Hari Pahlawan, Anak-Anak Menginisiasi Lomba Lingkungan Melibatkan Semua Umur

Peringatan Hari Pahlawan 10 November tidak hanya dimaknai dengan upacara atau tabur bunga, tetapi juga dengan aksi nyata menjaga bumi. Di RW 9 Kelurahan Kertajaya, Surabaya, warga memperingati momen bersejarah itu dengan cara unik — berkompetisi membuat eco enzyme, cairan multifungsi hasil fermentasi sampah organik, gula merah, dan air, yang ramah lingkungan.

Kegiatan bersama kampung mitra ini diinisiasi oleh beberapa finalis pangeran dan putri lingkungan hidup 2025 yang diinisiasi oleh organisasi lingkungan hidup Tunas Hijau. Mereka adalah Princess Zelda Ilmiah (SMPN 29 Surabaya), Isvara Nareswari Aryanto (SDN Kaliasin I Surabaya), Naziya Putri Syafira Ariwibowo (SDN Sawunggaling I Surabaya), Sanggrama Rasio Al Warisyi (SDN Kaliasin I Surabaya), Fathan Alby Andhitama (SDN Banyu Urip III Surabaya), dan Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto (SMPN 1 Surabaya).

Sejumlah ibu-ibu tampak antusias mengolah kulit jeruk dan nanas menjadi bahan utama fermentasi. “Eco enzyme itu tidak harus selalu dari kulit buah, bisa juga dari limbah sayuran, tapi memang lebih bagus kulit buah karena banyak mengandung vitamin,” ujar Princess kepada Basra, Minggu (9/11/2025).

Menurut pelajar SMPN 29 Surabaya itu, peserta lomba ditantang membuat eco enzyme secara cepat dan tepat dengan bahan-bahan sederhana. “Kalau membuat eco enzyme, isinya maksimal 60 persen dari kapasitas galon air,” jelasnya. 

Sejumlah ibu-ibu warga RW 9 Kelurahan Kertajaya sedang meramu minuman herbal berbahan utama daun bidara dan daun pacar air

Selain kulit buah, pembuatan eco enzyme ini, disampaikan oleh Princess Zelda, membutuhkan molase atau gula merah, dan air. Wadah yang digunakan adalah galon bekas air mineral. “Komposisi bahannya adalah 1 : 3 : 10. Yaitu 1 liter molase berbanding 3 kg sampah kulit buah dan 10 liter air,” jelas Princess Zelda didampingi Naziya Putri Syafira. 

Princess menambahkan, cairan eco enzyme yang telah difermentasi selama tiga bulan memiliki banyak manfaat seperti pembersih rumah tangga, pupuk organik, disinfektan alami, dan pestisida.

Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini menjadi ajang menumbuhkan semangat kepahlawanan di era modern. “Kita bisa menjadi pahlawan bagi lingkungan kita, salah satunya ya dengan membuat eco enzyme yang bisa mengurangi limbah rumah tangga,” tukas Princess Zelda. 

Selain lomba eco enzyme, warga juga berpartisipasi dalam kompetisi membuat minuman herbal dari daun pacar air. “Lombanya seru ya, kita juga bisa dapat banyak ilmu, ilmu mengolah limbah rumah tangga sampai ilmu membuat minuman herbal yang menyehatkan,” tutur Mila, salah satu warga peserta lomba. 

Bahan utama yang digunakan untuk lomba membuat herbal adalah hasil budidaya proyek lingkungan hidup Naziya Putri Syafira yaitu daun bidara, dan proyek lingkungan hidup Isvara Nareswari yaitu daun pacar air.

Sementara itu, Fathan Fathan Alby bersama Sanggrama Rasio dan Harley Fatahillah nampak memandu anak-anak kampung setempat mengikuti Lomba Melukis Tas Belanja dengan pesan lingkungan hidup di dalam Balai RW 9 Kelurahan Kertajaya.

Kegiatan sederhana namun bermakna ini menunjukkan bahwa semangat kepahlawanan tidak selalu diwujudkan di medan perang, tetapi juga melalui langkah kecil menjaga kelestarian bumi — mulai dari rumah sendiri. Bahwa anak-anak juga bisa berkreasi dan berpatisipasi aktif mengajak segala umur untuk peduli lingkungan hidup. 

Penulis: Mochamad Zamroni

16 thoughts on “Peringati Hari Pahlawan, Anak-Anak Menginisiasi Lomba Lingkungan Melibatkan Semua Umur

  • November 14, 2025 pada 09:47
    Permalink

    Keren banget 🤩
    Lomba Eco Enzim ini bukan hanya memperingati Hari Pahlawan, tetapi juga mengajarkan kita menjadi pahlawan masa kini bagi lingkungan. Semoga semakin banyak kegiatan seperti ini yang menginspirasi siswa untuk berkarya dan berbuat baik bagi bumi.

    Salam Bumi Lestari ✨
    AISYAH AVICENA RL
    SMPN 21 SURABAYA
    Project : DATELA GREEN REVITALIZATION

    Balas
    • November 19, 2025 pada 09:53
      Permalink

      Kegiatannya keren sekali. Semangat perjuangan teman-teman 👍

      Salam bumi pasti lestari ☘️

      Nama : Mochammad Junior Rafan Hidayat
      Nomer Peserta: 289
      Sekolah : SDN Pakis 8 Surabaya
      Judul Proyek : Ubah Sampah Organik menjadi Kompos Ramah Lingkungan.

      Balas
  • November 14, 2025 pada 16:33
    Permalink

    Nayla Thalita Azzahra
    No Peserta : 524
    SDN Petemon IX
    Judul Project : Lets Go to Bali Badung ( Ayo Budidaya Lidah Buaya dengan Produk Unggulan )

    Artikel yang cukup menarik, karena sejatinya pahlawan bukan hanya para veteran yang berjuang melawan penjajah, namun juga seseorang yang selalu berjuang untuk sebuah perubahan yang positif. Pahlawan lingkungan hidup adalah mereka – mereka yang menginspirasi untuk selalu beraksi demi keberlanjutan kesehatan, kenyamanan serta regenerasi lingkungan hidup di sekitarnya.

    Salam Bumi Pasti Lestari

    Balas
  • November 17, 2025 pada 16:33
    Permalink

    Terimakasih Tunas Hijau, Kak Zamroni, yg selalu support, dan sudah meliput acara aksi dan lomba pahlawan lingkungan di kampung mitra RW 9 Pucangan. Kegiatan ini sbg bagian dari upaya kami untuk mengajak warga peduli lingkungan, lewat mengolah sampah, menanam pohon, mengumpulkan jelantah, dsb. Alhamdulillah warga memberikan respon positif dan antusias mengikuti kegiatan. Tentu kita tidak hanya berhenti di kegiatan ini saja, tetapi juga berkelanjutan dg aksi2 lainnya sbg bagian dari komitmen menjaga bumi dan mendukung perwujudan kampung pancasila 🔥🔥🔥

    Princess Zelda Ilmiah
    SMPN 29 Surabaya
    Bobazymepost (Pengolahan sampah organik mnjadi eco enzyme dan kompos)

    Balas
  • November 17, 2025 pada 18:28
    Permalink

    Alhamdulillah, saat itu acara dapat tetap berjalan dengan lancar. Meski habis hujan deras, itu tidak menyurutkan langkah kami untuk terus melakukan sesuatu buat lingkungan di masa depan. Semoga langkah kecil kami, dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak.
    Salam Bumi Pasti Lestari

    Naziya Putri Syafira
    SDN Sawunggaling 1/382
    Nama Proyek : No Bi TA (Inovasi Bidara Tumbuh Alami)

    Balas
  • November 18, 2025 pada 11:01
    Permalink

    Terima kasih kak Roni, terima kasih mama & papa kak Rasio, terima kasih warga RW 09 Pucangan Kertajaya, dan juga terima kasih untuk Tunas Hijau yg selalu mensupport kegiatan kami.
    Alhamdulillah acara berjalan dgn lancar, seru karena banyak hadiah untuk warga. Fathan juga dapat minyak jelantah dari 2 warga dan 1 teman Pangput.
    Semoga dgn adanya kolaborasi kampung mitra dapat meningkatkan kesadaran para warga masyarakat Sby tentunya untuk selalu menjaga lingkungan dan mengolah limbah/sampah dgn bijak.

    Nama : Fathan Alby Andhitama
    No : 0037
    Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
    Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.

    Halo sobat hijau 🌳
    Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari 🌱

    Balas
  • November 18, 2025 pada 11:27
    Permalink

    Saya Rasio dari SDN Kaliasin 1 Surabaya, Hai Sobat Hijau.. saya berterimakasih ke kak Zamroni, dan Semua Kawan-kawanku sebagai peserta kampung Mitra.. saya dan mas Harley dan Fathan menangani lomba gambar dan semua peserta antusias. Lomba gambar dan mewarnai ini adalah menggunakan Kantong berulang pakai, dan nanti kantong ini digunakan belanja untuk mengurangi kantong plastik. Gambarannya itu menggunakan gambar mangrove, jelantah, dan cangkang telur. Jurinya adalah pelukis profesional bernama Bapak Adi, Bapak Adi adalah pengajar lukis dan sering pameran di Balai Pemuda. Lomba berjalan sangat lancar bahkan anak-anak kampung jadi sadar kalo kantong plastik itu bahaya, mereka sekarang semangat pake godibag lukisan, sehingga manfaatnya besar banget yaa menyadarkan lingkungan di kampung.

    Balas
  • November 19, 2025 pada 11:06
    Permalink

    Pahlawan dahulu berjuang dengan mengangkat senjata di Medan perang. .
    Pahlawan saat ini berjuang untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Melawan musuh sampah yang sangat berbahaya.
    Dalam aksi pembuatan eco enzym ini mengurangi musuh yaitu sampah organik yang sangat kompleks ( susah)
    yang hanya sampah tak berguna akhirnya dapat bermanfaat menjadi eco enzym.

    FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
    SDN Margorejo 1/403 Surabaya
    No Peserta: 253
    Proyek: Pengolahan Sampah Organik Dapat Memberikan Nutrisi Pada Tanaman

    Balas
  • November 20, 2025 pada 12:18
    Permalink

    Acara nya Keren luar biasa mengajak orang orang Lebih peduli ke lingkungan

    Seandy putri fitriasari SDN MOjO III
    No peserta 422
    Pengolahan limbah sampah cangkang telur

    Balas
  • November 22, 2025 pada 21:11
    Permalink

    kegiatan yang sangat bermanfaat dan mengedukasi warga sekitar💚💚💚 hebattt

    Balas
  • November 24, 2025 pada 22:09
    Permalink

    Peringati Hari Pahlawan, Anak-Anak Menginisiasi Lomba Lingkungan Melibatkan Semua Umur
    Keren sekaliii.. Sangat menginspirasi .. Jd menambah pengetahuan..
    Nama : Naysia Aqila Andriani
    Sekolah : SDN Ngagelrejo3
    No peserta: 428
    Proyek budi daya sereh

    🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    Balas
  • November 30, 2025 pada 05:38
    Permalink

    Keren sekali acara tersebut, memperingati hari pahlawan dengan menjadi pahlawan lingkungan. Dengan mengadakan lomba pembuatan eco enzyme kegiatan yg sangat bermakna 👍

    Akifa Maulidya (698)
    SDN Tandes Kidul 1
    Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • November 30, 2025 pada 18:24
    Permalink

    saya frisdya lanikmaruf isfani dari SMPN 57 Surabaya dengan nomer urut 1382 proyek saya yaitu pengolahan sampah GALBOT (Galon dan botol) sebagai kreasi furnitur dan fashion aksesoris

    hal ini membuat para remaja seperti saya teredukasi dan menginspirasi untuk diadakan nya lomba pahlawan

    Balas
  • Desember 2, 2025 pada 20:16
    Permalink

    Pahlawan dahulu berjuang dengan mengangkat senjata di Medan perang. .
    Pahlawan saat ini berjuang untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Melawan musuh sampah yang sangat berbahaya.
    Dalam aksi pembuatan eco enzym ini mengurangi musuh yaitu sampah organik yang sangat kompleks ( susah)
    yang hanya sampah tak berguna akhirnya dapat bermanfaat menjadi eco enzym.

    Nama : Muhammad hakam Yasin
    Sekolah : smpn 46 Surabaya

    Balas
  • Desember 14, 2025 pada 14:58
    Permalink

    Kerennn 🤩🤩🤩
    Semoga menginspirasi bukan hanya memperingati hari pahlawan tetapi mengajarkan kita menjadi pahlawan lingkungan
    KANAYA DIVANESA AWANDA
    SMPN 58 SURABAYA
    NO URUT: 1388
    JUDUL PROYEK: BARASIMAN (BUDIDAYA ALOEVERA PENGUSIR KUMAN)

    Balas
  • Desember 16, 2025 pada 13:55
    Permalink

    Keterlibatan pelajar,warga dan komunitas menunjukkan bahwa semangat kepahlawanan dapat hadir lewat langkah sederhana namun berdampak, seperti pengolahan sampah organik dan edukasi tentang lingkungan

    Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
    No.Peserta: 218
    Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
    Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *