Presiden Prabowo Perintahkan Evaluasi Langsung Izin Tambang di Kawasan Raja Ampat

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk meninjau langsung lokasi kawasan tambang Raja Ampat. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang tersebar di masyarakat. Langkah ini diambil sebagai langkah proaktif pemerintah serta mempertimbangkan masukan dari pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

“Saya ke sana, itu bersama-sama dengan Pak Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Pak Bupati Raja Ampat. Kenapa ini kita lakukan? Bapak, Ibu, semua, kita ingin tahu kondisi yang sesungguhnya apa sih sebenarnya,” ucap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 10 Juni 2025.

Langkah ini diambil sebagai langkah proaktif pemerintah serta mempertimbangkan masukan dari pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Bahlil juga menjelaskan bahwa ia dengan jajaran terkait langsung berkoordinasi untuk mendalami informasi yang beredar.

“Kita selalu proaktif untuk mengikuti perkembangan, baik di tengah-tengah masyarakat maupun di media sosial,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga menjelaskan bahwa pihaknya juga menanyakan aspirasi dari tokoh-tokoh masyarakat setempat. Sehingga informasi didapat secara komprehensif.

“Dalam rapat kami, kita minta aspirasi dari tokoh-tokoh masyarakat, apa sesungguhnya yang terjadi dan mereka meminta agar tolong dipertimbangkan empat IUP yang masuk dalam kawasan Geopark,” ujar Bahlil.

Pencabutan dilakukan terhadap empat IUP yang berada di luar Pulau Gag, yaitu PT Nurham, PT Anugrah Surya Pertama, PT Kawei Sejahtera Mining, dan PT Mulia Raymond Perkasa. Adapun IUP yang tetap beroperasi adalah PT Gag Nikel yang telah memiliki RKAB pada tahun 2025 dan berstatus kontrak karya sejak 1998.

“Saya harus sampaikan bahwa dari lima IUP yang beroperasi, yang mempunyai RKAB, itu hanya satu IUP yang beroperasi, yaitu PT Gag Nikel. Yang lainnya di 2025 belum mendapat RKAB,” ujar Bahlil.

Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penataan sektor pertambangan nasional, sesuai mandat Perpres Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan, termasuk pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan. Proses pencabutan akan dilanjutkan dengan koordinasi teknis lintas kementerian.

“Kami langsung melakukan langkah-langkah teknis, berkoordinasi dengan Menteri Teknis LH maupun Kementerian Kehutanan untuk kita melakukan pencabutan,” Imbuhnya. (Sumber: BPMI Setpres)

34 thoughts on “Presiden Prabowo Perintahkan Evaluasi Langsung Izin Tambang di Kawasan Raja Ampat

  • Juni 12, 2025 pada 20:34
    Permalink

    Alhamdulillah, mungkin kalo greenpeace indonesia tidak menyuarakan di forum international kemaren, kita ga akan tau kondisi pertambangan di Raja Ampat. Terima kasih green peace indonesia, terima kasih pak prabowo yang mau mengevaluasi kembali. karena saya sayang sekali jika keindahan alam indonesia terkontaminasi dengan adanya pertambangan nikel di raja ampat.

    Nama : Leyna Mayyasha Qorri Ain
    Asal Sekolah : SDN Pacarkeling V Surabaya
    Nomer Peserta : 468
    Proyek : aloe sobat sehat, solusi hebat untuk keluarga sehat
    Melalui budi daya Aloe Vera, saya berharap setiap halaman rumah warga mempunyai 1 tanaman Aloe vera yang sangat banyak sekali manfaatnya.

    Balas
  • Juni 13, 2025 pada 11:32
    Permalink

    Evaluasi Langsung Izin Tambang di Kawasan Raja Ampat
    terimakasih Pak Prabowo untuk merespon dengan cepat agar tidak semakin terdampak lingkungan hidup di Kawasan Raja Ampat

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

    Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    proyek tanaman sereh dengan berbagai manfaat dalam berbagai bidang dapat digunakan untuk obat-obat an, bumbu dapur hingga pengusir nyamuk

    Balas
  • Juni 13, 2025 pada 11:55
    Permalink

    langkah yang sangat tepat dari Pak Presiden Prabowo! Raja Ampat adalah salah satu kekayaan alam Indonesia yang harus kita jaga bersama. evaluasi izin tambang ini penting supaya lingkungan tetap terjaga dan generasi mendatang bisa menikmati keindahan alamnya.

    Nama: Keisya Azellia Putri
    Asal Sekolah: SMPN 38 Surabaya
    Nama Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
    Nomor Peserta: 1142

    Balas
  • Juni 13, 2025 pada 11:56
    Permalink

    ini bukti nyata bahwa pemerintah serius dalam menjaga kelestarian lingkungan. Raja Ampat harus tetap menjadi surga bawah laut yang dilindungi, bukan jadi korban eksploitasi tambang.

    Nama: Keisya Azellia Putri
    Asal Sekolah: SMPN 38 Surabaya
    Nama Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
    Nomor Peserta: 1142

    Balas
  • Juni 13, 2025 pada 13:03
    Permalink

    Terimakasih untuk green peance dan juga pak Prabowo karena telah mengevaluasi kembali.

    Nama:ERLINDA DWI CLARISTA
    Asal sekolah:SMPN 38 SURABAYA
    Nomor peserta:1136
    Judul proyek:BUDIDAYA TANAMAN BUNGA MATAHARI SEBAGAI UPAYA PENGHIJAUAN DAN ESTETIKA LINGKUNGAN.

    tujuan dari proyek saya adalah menanam tanaman bunga matahari sebanyak banyaknya untuk menghijaukan,memperindah dan juga Sebagai jajanan yg sehat dan akan nutrisi yg baik untuk tubuh

    Balas
    • Juni 15, 2025 pada 18:52
      Permalink

      Ini menjadi bukti bahwa Raja Ampat harus menjadi surga alam di Indonesia dan tidak menjadi tambang eksploitasi Tambang nikel

      Nama : Nandana Akatara Arka Radita
      Sekolah : SDN jemurwonosari 1
      Proyek : pengolahan minyak jelantah

      Balas
      • Juni 16, 2025 pada 07:06
        Permalink

        Terimakasih pak prabowo sudah mengevaluasi kembali kegiatan tersebut
        Saya Nisrina Octa Arseli dari SMP Negeri 16 Surabaya
        Proyek saya bernama “LoevyEra__Era Mencintai Aloe Vera” yang merupakan aksi nyata berupa pembudidayaan dan pengolahan Aloe Vera. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan pembudidayaan tanaman lokal dan pengelolaan tanaman hingga menghasilkan bisnis dan edukasi masyarakat (terutama para generasi muda)

        Balas
  • Juni 13, 2025 pada 13:59
    Permalink

    Untung saja Greenpeace Indonesia menyuarakan diforum international kemarin. Kalau tidak kita tidak tahu kondisi pertambangan di Raja Ampat

    ‎Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas
  • Juni 14, 2025 pada 08:40
    Permalink

    untung saja masih ada yang peduli terhadap alam indonesia ini kita patut berterima kasih kepada Green peace

    ajeng chaesa setia rahayu, smpn 24 surabaya.
    no peserta:1034
    proyek:daur ulang eceng gondok @eco.cycle

    Balas
  • Juni 14, 2025 pada 16:12
    Permalink

    Kami yg masih belia, sudah mencoba konsisten menjaga bumi. Ayooo terus dukung dan beri kami contoh yang baik. Terima kasih Green Peace Indonesia dan Bpk Presiden Pak Prabowo. Terus mengevaluasi demi bumi kita.

    DB. Abisatya
    SD-319
    SDN Rangkah VI
    Surabaya

    Balas
  • Juni 14, 2025 pada 18:21
    Permalink

    Muhammad Raffa Z | SMPN9 Surabaya |
    saat ini proyek yang sedang saya lakukan adalah merawat dan melestarikan tanaman Telang atau tanaman bunga Telang, yang kemudian di olah menjadi suatu produk yang bermanfaat untuk masyarakat yang fokus untuk menjaga kesehatan tubuh, karena bunga Telang sendiri ada banyak manfaat.

    Balas
  • Juni 15, 2025 pada 14:30
    Permalink

    Terimakasih kepada Greenpeace dan Bapak Presiden yang telah mengevaluasi kembali kawasan tambang Raja Ampat.
    Karena jika tidak bertindak dengan cepat maka akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar kawasan Raja Ampat.

    Nama : Akifa Maulidya
    Sekolah : SdN Tandes Kidul 1 Surabaya
    Nomor Peserta : 698
    Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale

    Balas
    • Juni 15, 2025 pada 20:39
      Permalink

      Terima kasih kepada bapak presiden telah mengevaluasi kembali tambang raja ampat
      Semoga kedepannya lebih baik lagi
      Nadia QIRANI FALSAFAH
      SDN lontar 481
      No.peserta 342

      Balas
  • Juni 15, 2025 pada 18:08
    Permalink

    Nama: Laurensia Cashmyra Emmanuella
    No. urut : 258
    SDN KEBONSARI 1 SURABAYA
    Proyek Pemanfaatan botol bekas untuk budidaya sirih gading
    Indonesia kaya akan sumberdaya alam, sumberdaya alam tersebut dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat bersama, namun dalam pengelolaan nya hendaknya pemerintah dan pihak-pihak terkait mempertimbangkan kelestarian lingkungan
    Salam bumi pasti lestari 🌱🌱

    Balas
  • Juni 15, 2025 pada 22:49
    Permalink

    Prihatin sekali melihat kondisi alam yang rusak karena exploitasi tidak bijak

    Nama : Keinarra Az-Zahra Kamania P
    Sekolah : SDN Pacar Keling V Surabaya
    No. Peserta : 464
    “Kompos Susun Ceria : Solusi Cerdas, Inovatif dan Alami”

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 07:08
    Permalink

    Alhamdulillah Langkah yang sangat cepat dari Presiden Prabowo untuk mengevaluasi langsung kawasan tambang Raja Ampat
    supaya lingkungan tetap terjaga kelestariannya dan keindahan alamnya sehingga nantinya di generasi selanjutnya bisa menikmati keindahan alam Raja Ampat.

    Jangan Lupa Intip Proyek saya ya teman-teman.
    Saya Muhammad Khabibi Nur Rokhman
    Saya adalah calon pangeran dan putri lingkungan hidup tahun 2025
    Saya dari SDN BANJARSUGIHAN V/617 SURABAYA
    Proyek Lingkungan Hidup Saya adalah PESAN OJEC APIK(Pemanfaatan Sampah Non Organik Jadi Ecobrick dan Anyaman Plastik)
    Disini saya mengajak semua untuk peduli lingkungan dengan mengurangi sampah plastik karena jumlah sampah plastik semakin banyak salah satunya kemasan sachet yang tidak didaur ulang maka saya memanfaatkannya menjadi barang yang bermanfaat yaitu ecobrick dan anyaman plastik daripada sampah plastik tersebut terbuang begitu saja.

    Salam Bumi Pasti Lestari
    Salam Sadar Iklim
    Salam Zerowaste
    Salam Basuma Jaya Jaya Jaya
    Pokoe ngeten pun

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 10:32
    Permalink

    Alhamdulillah, masih ada yang ingin menjaga kelestarian Bumi ini dan kita juga harus menjaga kelestarian bumi agar tetap terjaga kebersihannya.
    Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 11:08
    Permalink

    Hai Sobat Hijau
    Saya Ayesha Medina dari SDN Semolowaru I/261 Surabaya.. Proyek saya berjudul “Maggot BSF si Hewan Ajaib Sahabat Lingkungan”. Kenapa maggot BSF ajaib karena manfaatnya sangat banyak… apa aja manfaat nya?
    1. Sebagai pengurangan sampah organik.
    1 kg maggot bisa mengolah sampah organik 2-5kg per hari atau bisa 90 kg selama hidupnya.
    2. Sebagai sumber protein hewani untuk hewan ternak.
    Mengandung 30-45% protein.
    1 gram telur bisa menjadi 2-3 kg maggot dewasa.
    3. Sebagai penghasil pupuk organik /kasgot.
    Kasgot Mengandung banyak unsur hara.
    1 kg maggot bisa menghasilkan 5 kg kasgot.

    Mari Sobat hijau, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang
    Salam Bumi Pasti Lestari…

    Generasi Produktif
    Anti Rebahan dan Peduli Lingkungan
    #tunashijauid
    #seleksi1pangputlh2025
    #pangputlh2025
    #pangputlh2025_618
    #sdnsemolowaru1_ayeshamedina
    #pangeranputrilhsd2025

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 18:46
    Permalink

    terimakasih bapak atas kepedulian nya terhadap lingkungan dan ragam hayati yang menjadi harta karun Indonesia.
    semoga dengan pemimpin mengambil langkah ini, kita sebagai rakyat juga menjadi lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan 🤩

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Juni 17, 2025 pada 08:59
    Permalink

    Nama: Mazida Shabrina Yasmin
    Sekolah: SDN Wonokusumo VI/45
    No. Peserta: 728
    Proyek: SERBU (serbuk berproyek kayu)

    Langkah tegas pemerintah mencabut izin tambang ilegal di Raja Ampat patut diapresiasi. Peninjauan langsung dan koordinasi lintas kementerian menunjukkan komitmen menjaga kelestarian kawasan Geopark sekaligus menata tata kelola pertambangan nasional sesuai Perpres No. 5 Tahun 2025.

    Saran saya untuk pemerintah, agar diadakannya penguatan pengawasan terhadap kawasan Raja Ampat secara berkelanjutan, merehabilitasi kawasan yang telah terkena dampak dari tambang tersebut, serta penegakan ulang regulasi dan peraturan untuk menjaga kawasan tersebut.

    Balas
  • Juni 17, 2025 pada 22:15
    Permalink

    Bagus sekali, pemerintah tidak menganggap remeh masalah manusia yang ingin merusak lingkungan alam sekitar karna keserakahan yang tak kunjung selesai… akan tetapi saran saya pemerintah juga jngan membiarkan alam lainnya terusak juga oleh tangan manusia, selain Raja Ampat tentu nya juga ada alam’ lain yang telah di rusak oleh manusia….

    Nama : Queenie Rhea Adeline
    No. peserta : 938
    Asal sekolah : SMPN 16 SURABAYA
    Judul proyek : BATORICK SIXTEEN
    User ig : @tehmacthchoco

    Balas
    • Juni 18, 2025 pada 13:11
      Permalink

      Kegiatan yang bagus,pemerintah tidak menganggap remeh tentang masalah ini 👍

      Balas
  • Juni 18, 2025 pada 03:59
    Permalink

    Alhamdulillah bumi ini terselamatkan

    Sekolah: SDN JEMUR WONOSARI 1
    Proyek:tomat
    No peserta:200

    Balas
  • Juni 18, 2025 pada 04:38
    Permalink

    Memang seharusnya ijin tambang tidak diberikan karena akan mencemari lingkungan.

    Aniyyatur Rahmaniyah
    SDN KEPUTIH 245
    270
    Proyek Membuat Sabun dari Minyak Jelantah

    Balas
  • Juni 18, 2025 pada 23:00
    Permalink

    Kesan saya terhadap kebijakan Presiden Prabowo ini adalah **positif dan tegas**. Langkah mengevaluasi langsung izin tambang di kawasan Raja Ampat menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan warisan alam Indonesia. Ini juga memberi harapan bahwa pembangunan ekonomi tidak akan mengorbankan keindahan alam dan keanekaragaman hayati yang luar biasa di kawasan tersebut.

    Nama : Athifa Raihana Sandyani
    Asal Sekolah : SMP Negeri 16 Surabaya
    No. Peserta :866
    Judul Proyek : GEMMES
    Budidaya : Tanaman Sereh

    Balas
    • Juni 18, 2025 pada 23:09
      Permalink

      *𝗣𝗼𝘀𝘁𝗶𝗳 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀

      Balas
  • Juni 26, 2025 pada 08:40
    Permalink

    3 pulau di Raja Ampat adalah destinasi eksotis yang menyuguhkan keindahan alam bawah laut, pasir putih, dan panorama tropis yang memesona.

    Nama: Nur Aiman Wahyu Putra
    Sekolah: SDN Benowo I
    Nomor Peserta: 039
    Judul Proyek: Lidah Mertua Untuk Mengurangi Polusi Udara

    Balas
  • Juni 26, 2025 pada 08:41
    Permalink

    Langkah ini diambil sebagai langkah proaktif pemerintah serta mempertimbangkan masukan dari pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Keterangan Pers oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 10 Juni 2025. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk meninjau langsung lokasi kawasan tambang Raja Ampat. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang tersebar di masyarakat.

    Nama: Faiza Nur Rahma
    Sekolah: SDN Benowo 1
    Nomor peserta: 059
    Judul proyek Lidah Mertua Untuk Kertas Ramah Lingkungan

    Balas
  • Juni 28, 2025 pada 21:02
    Permalink

    senang sekali kalau presiden kita bapak Prabowo akan mempertimbangkan. Raja Ampat menjadi kawasan tambang,

    Nama Ni Luh Gede Reva Dealove Valentcia Atmaja.
    sekolah SMPN 35 Surabaya
    nomor peserta 1130.
    judul proyek Budidaya Rosela

    Balas
  • Juli 5, 2025 pada 16:21
    Permalink

    “Menunggu Hancur atau Mencegah dari Sekarang?”

    Langkah Presiden Prabowo yang memerintahkan peninjauan langsung ke lokasi tambang Raja Ampat adalah respons yang patut diapresiasi. Tapi di saat yang sama, ini menjadi pengingat: mengapa kawasan selestari Raja Ampat—yang sudah lama dikenal dunia karena keanekaragaman hayatinya—masih saja harus berhadapan dengan ancaman tambang?

    Bukankah Raja Ampat seharusnya menjadi zona merah untuk semua bentuk eksploitasi industri ekstraktif?

    Empat IUP dicabut, satu IUP tetap beroperasi. Apakah satu itu tidak akan menimbulkan dampak? Apakah kita sedang bermain-main di garis batas kehancuran, hanya karena satu perusahaan memiliki izin sejak 1998? Apakah masa lalu yang keliru harus terus diwariskan di masa kini?

    Jangan sampai pemerintah kita baru bergerak cepat karena tekanan publik dan media sosial. Jangan sampai suara masyarakat baru dianggap penting ketika konflik sudah ramai. Raja Ampat bukan hanya milik pemerintah, tapi milik generasi mendatang—dan milik bumi.

    Sebagai anak muda yang peduli lingkungan, kami bertanya: kapan alam benar-benar menjadi prioritas, bukan hanya ketika sudah viral?

    Tenang aja… kan bumi masih punya banyak pulau lain buat ditambang. Kapan lagi eksploitasi dibungkus dengan kata ‘izin resmi’, iya kan?”

    Tapi sayangnya, bumi ini cuma satu. Raja Ampat bukan tempat yang bisa digandakan kalau rusak. Kita sedang berhadapan dengan krisis iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan air laut yang makin tercemar—tapi kita masih sibuk mempertahankan tambang demi angka ekonomi sesaat.😢

    Padahal, energi itu bukan cuma soal tambang dan batuan. Energi bisa kita wujudkan dari kesadaran. Dari perubahan kecil. Dari solusi yang tidak menyakiti bumi.

    Contohnya? Ecoenzym.
    Bukan cuma cairan ajaib dari kulit buah, tapi simbol bahwa kita bisa hidup berdampingan dengan alam.
    Dengan bahan sederhana—air, gula, dan sampah organik—ecoenzym bisa:

    Menyuburkan tanah tanpa pupuk kimia

    Menjernihkan air tanpa racun

    Mengurangi emisi karbon

    Bahkan menjadi disinfektan alami tanpa limbah

    Dan semua itu bisa dilakukan dari rumah, dari sekolah, dari komunitas kecil. Tanpa menggali gunung, tanpa menghancurkan laut.

    Jadi sebenarnya, yang perlu kita tambang bukan mineral tapi kesadaran.
    Kesadaran bahwa bumi bukan warisan, tapi titipan. Dan titipan tidak seharusnya kita rusak untuk kepentingan sesaat.

    🌏✨ Mari mulai dari diri sendiri. Jadilah solusi, bukan bagian dari kerusakan.
    Karena kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

    Perkenalkan saya adalah peserta Putri lingkungan hidup tahun 2025. Dengan :
    Proyek : inovasi ecoenzym
    Nama : lintang Tabia Ramadhan
    Sekolah : SMPN 11 Surabaya
    No. Peserta : 800

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 19:11
    Permalink

    Terima kasih bapak Prabowo atas respon cepat terhadap raja Ampat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam.
    Nama : Muhammad Sendy Isnanda
    Sekolah : MTS NEGERI 2 SIDOARJO
    No peserta : 709
    Judul proyek : PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAIMANA MESTINYA

    Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 09:41
    Permalink

    Terimakasih kepada greenspace dan aksinya yang dapat menjadi pemantik bapak presiden menanggapi masalah ini dengan serius.
    Salam, Najwa Putri Tabita (534)
    SDN Ploso 3 Surabaya
    Project : Maklor (manfaat kelor)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *