PROPER 2025: Penilaian Ketaatan 5.476 Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) kembali menggelar program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) terhadap 5.476 perusahaan di seluruh Indonesia. Penilaian ini tidak hanya bertujuan mengevaluasi ketaatan perusahaan pada regulasi lingkungan, tetapi juga menjadi sarana transparansi dan akuntabilitas publik.
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rasio Ridho Sani, menegaskan bahwa PROPER merupakan upaya pembinaan bagi dunia usaha sekaligus mekanisme pengawasan.
“Sesuai dengan perintah Menteri LH/Kepala BPLH, Bapak Hanif Faisol Nurofiq bahwa bagi usaha dan/atau kegiatan yang tidak menunjukkan keseriusan dan ketaatan terhadap regulasi dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan yaitu perusahaan yang berperingkat merah dan hitam, KLH/BPLH akan mengambil tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Rasio Ridho Sani.
Menurut Rasio Sani, langkah tegas tersebut penting untuk memastikan dunia usaha tidak hanya sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga aktif dalam pelestarian lingkungan. Ia menambahkan, “Penilaian kinerja perusahaan melalui PROPER ini merupakan pembinaan kepada perusahaan serta bentuk akuntabilitas dan transparansi perlindungan dan pengelolaan lingkungan, dan guna meningkatkan partisipasi publik.”
Dalam sistem PROPER, kinerja perusahaan dikelompokkan ke dalam lima peringkat warna: hitam untuk perusahaan yang menimbulkan dampak serius tanpa pengelolaan, merah untuk yang sudah berupaya namun belum taat, biru bagi yang taat, hijau bagi yang melakukan lebih dari sekadar kewajiban, dan emas untuk inovasi lingkungan dan sosial yang berkelanjutan.
Agar lebih relevan dengan tantangan lingkungan saat ini, standar PROPER diperketat melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/BPLH Nomor 7 Tahun 2025. Tahun ini, penilaian difokuskan pada kawasan industri, aktivitas jalan tol, serta perusahaan yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) prioritas.
Sampah menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian. Rasio Sani menyoroti rendahnya capaian pengelolaan sampah nasional. Saat ini, baru 39,1% sampah yang terkelola, sementara 60,9% masih mencemari lingkungan. Karena itu, perusahaan dan kawasan industri diharapkan meningkatkan kontribusi dalam pengelolaan sampah mereka.
Berdasarkan data KLH/BPLH, sektor sawit mendominasi peserta PROPER 2025 dengan 960 perusahaan (18%), disusul hotel (311 perusahaan/6%) dan tekstil (259 perusahaan/5%). Secara geografis, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan peserta terbanyak (1.171 perusahaan), disusul DKI Jakarta (702 perusahaan) dan Jawa Timur (352 perusahaan).
Proses evaluasi PROPER melibatkan pemerintah daerah, akademisi, hingga 20 perguruan tinggi negeri. Selain itu, Dewan Pertimbangan PROPER yang terdiri dari pengamat kebijakan publik, akademisi, hingga media turut memastikan objektivitas dan kredibilitas penilaian.
Direktur Perlindungan Udara, Nixon Pakpahan, menjelaskan bahwa 137 kabupaten/kota dan 37 provinsi ikut terlibat dalam evaluasi. Penilaian dilakukan secara berjenjang, mulai dari DLH Kabupaten/Kota, DLH Provinsi, hingga supervisi oleh KLH/BPLH pusat.
Hasil sementara menunjukkan mayoritas perusahaan peserta masih belum taat, termasuk 150 kawasan industri. Seluruh peserta PROPER 2024–2025 telah menerima hasil evaluasi sementara dan diberi kesempatan menyampaikan sanggahan hingga 27 September 2025.
Sejak Februari 2025, KLH/BPLH juga melakukan pengawasan terhadap enam kawasan industri di Jabodetabek. Hasil verifikasi pada 270 perusahaan menunjukkan 55,64% belum taat. “Kami akan terus melakukan penilaian kinerja terhadap 168 kawasan industri di seluruh Indonesia, termasuk 48 kawasan industri yang berada di Jabodetabek. Apabila tidak dilakukan perbaikan kinerja ketaatan akan dilakukan tindakan tegas sebagaimana perintah Menteri LH/Kepala BPLH,” pungkas Rasio Sani. (*/Mochamad Zamroni)


PROPER 2025: Penilaian Ketaatan 5.476 Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan
program (PROPER) ini sangat transparansi untuk publik agar para perusahaan dapat lebih sadar untuk melakukan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.
Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..
Nama : Naysia Aqila Andriani
Sekolah : SDN Ngagelrejo3
No peserta: 428
Proyek budi daya sereh
proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh
🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_
Messa Eko Putri – 018 Lingkungan adalah tanggung jawab bersama 🌍
Tahun 2025, 5.476 perusahaan ikut dinilai lewat PROPER—program yang mendorong ketaatan dan inovasi dalam pengelolaan lingkungan.
Saat bisnis peduli lingkungan, kita semua yang diuntungkan. ✅💚Mari dorong praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan demi masa depan yang lebih hijau. 🌱
KLH/BPLH kembali menggelar program
( Proper ) Terhadap 5.476 perusahaan di seluruh Indonesia 🇮🇩. Ini program yang bagus sekali, menilai ketaatan perusahaan dalam regulasi lingkungan dan sarana transparansi dan akuntabilitas publik.
Adinda Quenza Ramadhani
SDN KANDANGAN 1 Surabaya
No peserta 224
Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) kembali menggelar program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) terhadap 5.476 perusahaan di seluruh Indonesia. Hal ini untuk memastikan dunia usaha tidak hanya sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga aktif dalam pelestarian lingkungan. Terimakasih, artikel yang banyak memberikan saya informasi..
Rah Handaru Hatmaji Marsudi
SMP Negeri 1 Surabaya
No, peserta 453
Budidaya Tanaman Hias Sansevieria sebagai Penyerap Polutan untuk Mengurangi Polusi udara
Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) terhadap 5.476 perusahaan di seluruh Indonesia. Penilaian ini tidak hanya bertujuan mengevaluasi ketaatan perusahaan pada regulasi lingkungan, tetapi juga menjadi sarana transparansi dan akuntabilitas publik🤗🤗
saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris
Keren dan tetap semangat ya
Program (PROPER) ini sangat transparansi untuk publik agar para perusahaan dapat lebih sadar untuk melakukan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).
Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.
Program ini sangat penting untuk mendorong perusahaan agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Keren KLH/BPLH 👍👍👍
Akifa Maulidya
Nomor peserta 698
Budidaya organik tanaman kale
Informasi disampaikan dengan transparan. Banyak apresiasi yang perlu disampaikan untuk transparansi ini.
Najwa Putri Tabita
SDN Ploso 3 Surabaya
No : 534
Nama : Tisya Ayodya Prameswari
Sekolah : SDI Al Azhar Kelapa Gading Surabaya
No. Peserta : 006
Capaian : 1. Mengolah kulit 1.002,4 kg
2. Mendapatkan 160 galon
3. 1 rumah warga binaan
4. Telah sosialisasi kepada 587 orang
5. Menghasilkan cairan eco enzyme sebanyak 560 liter
6. Mendapatkan 157 botol plastik
7. 1 kampung binaan
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menggelar program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) terhadap 5.476 perusahaan di seluruh Indonesia. Program ini tak hanya semata untuk nama baik perusahaan saja namun meningkatkan partisipasi sebuah perusahaan untuk lebih mengenal dekat lingkungannya. Dalam sistem PROPER, kinerja perusahaan dikelompokkan ke dalam lima peringkat warna: hitam untuk perusahaan yang menimbulkan dampak serius tanpa pengelolaan, merah untuk yang sudah berupaya namun belum taat, biru bagi yang taat, hijau bagi yang melakukan lebih dari sekadar kewajiban, dan emas untuk inovasi lingkungan dan sosial yang berkelanjutan.
Program inovatif yang disampaikan secara transparan….
ՏᗴᗰOᘜᗩ KITᗩ Տᗴᗰᑌᗩ ᗷIՏᗩ ᗰᗴᑎᒍᗩᗪI ᗷᗩᘜIᗩᑎ ՏOᒪᑌՏI ᑌᑎTᑌK ᒪIᑎᘜKᑌᑎᘜᗩᑎ KITᗩ
Nama : Princess Zelda Ilmiah (210)
Sekolah : SMPN 29 Surabaya
Project : BobaZymePost (Bahan Organik Serbaguna untuk Eco Enzyme dan Kompos
Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) , program yang sangat keren untuk memonitor kepedulian perusahaan dalam menjaga dan mengelola lingkungan hidup.
Naziya Putri Syafira Ariwibowo
Nomor 612
SDN Sawunggaling 1 / 382
Proyek : Bidara
Penilaian PROPER membantu masyarakat dan pemerintah mengetahui perusahaan mana yang bertanggung jawab dan mana yang masih perlu perbaikan. Bagi perusahaan, PROPER juga menjadi motivasi untuk lebih ramah lingkungan, meningkatkan citra, dan mendorong inovasi hijau.
Dengan adanya PROPER, kita semua ikut merasakan manfaatnya: lingkungan lebih bersih, udara dan air lebih sehat, serta kehidupan masyarakat lebih aman.
AISYAH AVICENA RL
SMPN 21 SURABAYA
Project : DATELA GREEN REVITALIZATION
Wah, ternyata dari 5.476 perusahaan yang dinilai, sebagian besar masih belum taat dalam pengelolaan lingkungan. Semoga ini jadi pemicu bagi perusahaan lain untuk lebih serius dalam menjaga lingkungan dan berinovasi demi bumi yang lebih hijau. 🌿💡
Nama:Diky Yulia Efendi
Sekolah:Smp Negeri 11 Surabaya
No peserta:459
Proyek: integrasi pengelolahan air limbah dan konservasi air
Sampah menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian. rendahnya capaian pengelolaan sampah nasional. Saat ini, baru 39,1% sampah yang terkelola, sementara 60,9% masih mencemari lingkungan. Karena itu, perusahaan dan kawasan industri diharapkan meningkatkan kontribusi dalam pengelolaan sampah mereka.
Nama : Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
No. Peserta : 003
Sekolah : SD Kyai Ibrahim Surabaya
Proyek : Pemanfaataan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi
Artikel ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang proses evaluasi PROPER yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga akademisi. Keterlibatan Dewan Pertimbangan PROPER juga menjamin objektivitas penilaian. Meskipun hasil sementara menunjukkan masih banyak perusahaan yang belum taat, pengawasan yang ketat dan tindakan tegas dari KLH/BPLH patut diapresiasi. Semoga dengan evaluasi yang transparan dan tindakan yang tegas, semakin banyak perusahaan yang terpacu untuk meningkatkan kinerja lingkungan mereka.
RAKA MAULANA PRATAMA
SMPN 25 SURABAYA
KEAJAIBAN KOMPOS TKK BAGI LINGKUNGAN
NO. PESERTA:561
Artikel yang sangat inspiratif! 🌱 Program PROPER 2025 ini menunjukkan keseriusan pemerintah dan perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. 💪 Semoga semakin banyak perusahaan yang taat dan berinovasi demi bumi yang lebih hijau dan berkelanjutan. 🌍✨
KANAYA DIVANESA AWANDA
SMP NEGERI 58 SURABAYA
NO URUT 1388
JUDUL PROYEK: BARASIMAN
(BUDIDAYA ALOEVERA PENGUSIR KUMAN
Penilaian PROPER ini menjadi tolak ukur bahwa tanggung jawab lingkungan bukan sekadar jargon perusahaan harus nyata dalam pengelolaan limbah, emisi, dan pemulihan. Data angka besar (ribuan perusahaan) mengingatkan kita bahwa pengawasan reguler dan insentif yang tepat sangat krusial agar standar tak hanya di atas kertas.
Mayfrina Aisyahrani
SMPN 3 SURABAYA
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN
Sangat penting informasi inii
Deandra Syifa Aurora Pinontoan
SDN jemur Wonosari 1 Surabaya
No peserta 176
Sudah selayaknya perusahaan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Suatu keharusan.
Ayesha Medina
No Peserta 618
SDN SEMOLOWARU 1/261
Maggot bsf si Hewan Ajaib Sahabat Lingkungan
Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) bertujuan mengevaluasi ketaatan perusahaan pada regulasi lingkungan, tetapi juga menjadi sarana transparansi dan akuntabilitas publik.
Naura Adelia Shafiqa Ghozali
Sdn Tandes Kidul 1 Sby
Pengolahan limbah cangkang telur
No.peserta 704
Semangat untuk lingkungan menjadi lebih baik
Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
No.Peserta: 218
Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.
Salam Bumi Pasti Lestari!
Salam Zero Waste!