“Selamatkan Mangrove Dunia: Penjaga Garis Pantai dan Iklim” Webinar Nasional Seri#253 Sabtu (26/7/2025)

Mangrove adalah salah satu ekosistem paling efektif dalam menyerap dan menyimpan karbon. Kemampuannya menyimpan karbon bisa mencapai empat hingga lima kali lipat lebih besar dibandingkan hutan daratan tropis.

Akar dan tanah mangrove menyimpan karbon dalam jumlah besar dan tahan lama—bahkan lebih dari 80% karbon mangrove tersimpan di dalam tanah. Namun, ketika mangrove rusak atau dialihfungsikan, karbon ini bisa terlepas ke atmosfer, menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca.

Fungsi penyerap karbon ini hanya bisa maksimal bila mangrove dalam kondisi sehat dan lestari. Saat rusak, mangrove justru menjadi sumber emisi yang signifikan. Oleh karena itu, melindungi dan merehabilitasi mangrove menjadi strategi penting dalam pengendalian krisis iklim global.

Selain berperan dalam siklus karbon, mangrove juga melindungi pesisir dari abrasi, tsunami, dan intrusi air laut—menjadikannya tameng alami yang tak tergantikan.

Indonesia sebagai negara dengan kawasan mangrove terluas di dunia, menempuh berbagai kebijakan pelestarian mangrove. Program Rehabilitasi Mangrove Nasional terus dijalankan sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam mencapai target pengurangan emisi karbon.

Beberapa tantangan utama dalam rehabilitasi mangrove di Indonesia mencakup konflik kepemilikan lahan, tekanan pembangunan pesisir, dan lemahnya penegakan hukum terhadap perusakan ekosistem. Selain itu, pendekatan satu arah dari pusat ke daerah tanpa partisipasi masyarakat lokal menyebabkan rehabilitasi kurang berkelanjutan.

Jenis mangrove yang tidak sesuai dengan kondisi lokal kerap ditanam, sehingga tingkat keberhasilan rehabilitasi rendah. Dibutuhkan kolaborasi antarlembaga dan pelibatan masyarakat adat serta nelayan lokal dalam setiap tahap pengelolaan mangrove.

Mangrove bukan hanya penting dari sisi ekologi, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi. Masyarakat pesisir memanfaatkan mangrove untuk kayu bakar, bahan bangunan, dan hasil olahan pangan seperti dodol, sirup, dan teh herbal dari buah atau daun mangrove.

Ekowisata mangrove yang kini berkembang di banyak daerah seperti Surabaya, Banyuwangi, dan Karimunjawa, menunjukkan bahwa pelestarian bisa menjadi sumber penghasilan baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Menjaga mangrove berarti menjaga bumi dan masa depan. Hutan mangrove bukan hanya rumah bagi ribuan spesies laut dan burung, tapi juga penyelamat iklim global. Upaya pelestarian ini harus melibatkan semua pihak—pemerintah pusat dan daerah, masyarakat lokal, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas lingkungan—agar mangrove tetap lestari, tidak hanya sebagai penyangga pesisir, tapi juga sebagai penopang kehidupan dunia.


WEBINAR NASIONAL SERI#253 “SELAMATKAN MANGROVE DUNIA”
Dalam rangka Hari Mangrove Sedunia (26 Juli), Tunas Hijau bersama Forum Kota Surabaya Sehat, Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi – Badan Riset & Iovasi Nasional (BRIN), dan Kementerian Kehutanan RI, serta didukung oleh PT Dharma Lautan Utama menyelenggarakan Webinar Nasional Seri#253 “Selamat Mangrove Sunia” pada Sabtu, 26 Juli 2025 pukul 12.00 – 15.00 WIB.
Webinar ini akan diselenggarakan melalui Zoom dan Live YouTube “Tunas Hijau Indonesia”
Pendaftaran gratis melalui : https://bit.ly/selamatkan-mangrove-dunia

Narasumber:
1.⁠ ⁠Dr. Virni Budi Arifanti – Peneliti Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi, BRIN
2.⁠ ⁠Dr. Ir. Suwignya Utama, MBA – Sustainable Mangrove Management Coordinator Direktorat Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan
3.⁠ ⁠Lulut Sri Yuliani – Peraih penghargaan Kalpataru 2011; Pelestari mangrove; Anggota Forum Kota Surabaya Sehat

Moderator:
1.⁠ ⁠Iqbal Fajar K. (Pangeran Lingkungan Hidup 2023; Siswa SMAN 11 Surabaya)
2.⁠ ⁠Dimas Abhiyasa Wibowo (Pangeran Lingkungan Hidup 2023; Siswa SMPN 1 Surabaya)
3.⁠ ⁠Aliya Azzahra Shidqia Rafani (Putri III Lingkungan Hidup 2024; Siswi SDN Kaliasin I Surabaya)

Setiap peserta terdaftar dan mengisi daftar hadir akan mendapatkan sertifikat.
Narahubung Nizamudin 0858-5436-6508 (WA chat only) (*/Mochamad Zamroni)

10 thoughts on ““Selamatkan Mangrove Dunia: Penjaga Garis Pantai dan Iklim” Webinar Nasional Seri#253 Sabtu (26/7/2025)

  • Juli 25, 2025 pada 10:51
    Permalink

    Webinar seperti ini bisa menambah wawasan dan mendapatkan ilmu penting 📖📖. Saya juga sudah mendaftar dan akan membuat rangkuman agar saya selalu ingat 😙😙.
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta: 224
    Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit, solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
  • Juli 25, 2025 pada 16:12
    Permalink

    Mengikuti webinar sangat penting,karena ada banyak ilmu ilmu yang bisa kita ketahui

    Nama:clarette isabella C.S
    Sekolah:SDN jemur wonosari 1 surabaya
    No peserta:174
    Proyek:budidaya lidah mertua

    Balas
  • Juli 25, 2025 pada 17:46
    Permalink

    Menjaga mangrove berarti menjaga masa depan bumi. Semoga makin banyak anak muda yang tergerak untuk melestarikannya.

    Nama:Erlinda dwi clarista
    Sekolah:SMP negeri 38 surabaya
    No peserta:1136
    Judul proyek:budidaya tanaman bunga matahari sebagai upaya penghijauan dan estetika lingkungan

    Balas
    • Juli 26, 2025 pada 13:27
      Permalink

      Menjaga mangrove sama dengan menjaga masa depan dunia.

      Nama: Ayyatul Husna Yuda Asyifa
      Sekolah:SDN 2 Sumbertempur Wonosari Malang

      Balas
  • Juli 25, 2025 pada 22:00
    Permalink

    Mangrove adalah ekosistem pesisir yang didominasi oleh tumbuhan tahan garam (halofit) dan tumbuh di daerah pasang surut, seperti pantai berlumpur dan muara sungai. Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, seperti mencegah erosi pantai, menjadi habitat berbagai jenis biota laut, dan menyerap karbon. 

    Nama = Kalyca Arij Aruna
    Asal = SMPN 1 SURABAYA
    No = 762
    Proyek = Verdalya Pandanova (Budidaya Tanaman Pandan)

    Balas
  • Juli 25, 2025 pada 23:20
    Permalink

    hutan mangrove memang sangat bermanfaat makanya kita harus menjaganya bersama sama karena hutan mangrive pemasok oksigen yang banyak

    ajeng chaesa setia rahayu/1034
    smpn 24 surabaya
    eco.grow(pupuk eceng gondok)

    Balas
  • Juli 27, 2025 pada 10:00
    Permalink

    Jika hutan mangrove suatu negara hancur maka pertahanan negara tersebut juga ikut hancur

    Bangga ikut webinar ini banyak hal yg saya pelajari

    Jasmine Azzahra Abqoriah SDN TAMBAKSARI 1 SURABAYA (690)

    Balas
  • Agustus 2, 2025 pada 07:22
    Permalink

    Jika hutan mangrove suatu negara hancur maka pertahanan negara tersebut juga ikut hancur

    Bangga ikut webinar ini banyak hal yg saya pelajari

    nama ibrahim tubagus maulana
    sekolah sdn jemur wonosari 1
    judul proyek minyak jelantah
    no 115

    Balas
  • Agustus 26, 2025 pada 20:16
    Permalink

    Save hutan mangrove kita ya teman-teman. Langkah kecil namun mempunyai dampak yang besar bagi lingkungan.

    Nama : Fatimah Nawal Rahman
    Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
    No. Peserta : 026

    Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
    Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

    Balas
  • September 26, 2025 pada 18:27
    Permalink

    Fungsi penyerap karbon ini hanya bisa maksimal bila mangrove dalam kondisi sehat dan lestari. Saat rusak, mangrove justru menjadi sumber emisi yang signifikan. Oleh karena itu, melindungi dan merehabilitasi mangrove menjadi strategi penting dalam pengendalian krisis iklim global.

    saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *