Tragedi Longsor Puncak Bogor: Alarm untuk Penataan Ruang dan KLHS
Duka mendalam menyelimuti lereng Puncak, Bogor, setelah bencana tanah longsor merenggut tiga korban jiwa pada Sabtu malam, 5 Juli 2025. Dua orang ditemukan meninggal di bawah reruntuhan vila di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua. Sementara itu, satu santri muda Pondok Pesantren Al Barosi di Rawasedek, Megamendung, menjadi korban saat longsor melanda sebagian kompleks pesantren.
Suasana malam yang semula hening berubah menjadi kepanikan. Warga berlari menyelamatkan diri, sebagian lain menggali tanah dengan tangan kosong, berharap bisa menolong korban yang tertimbun. Hujan deras dan teriakan panik memperlihatkan betapa rentannya kawasan yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata unggulan itu.
Longsor ini bukan sekadar musibah akibat cuaca ekstrem. Hujan deras memang menjadi pemicu, namun akar persoalannya terletak pada ketimpangan antara pembangunan dan perlindungan lingkungan. Lereng-lereng yang dahulu hijau kini dipenuhi bangunan vila dan penginapan, banyak di antaranya berdiri tanpa izin lingkungan dan tidak sesuai dengan peruntukan tata ruang.
Dalam suasana duka, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq turun langsung ke lokasi terdampak. Ia menyusuri jalur longsor, meninjau reruntuhan bangunan, dan berbincang dengan warga serta petugas penyelamat.
“Saya menyampaikan duka mendalam atas kehilangan tiga warga kita dalam musibah ini. Ini bukan sekadar bencana biasa, ini adalah peringatan keras bahwa kita sudah terlalu lama mengabaikan keseimbangan alam,” ujar Menteri Hanif.
Menteri Hanif menegaskan, pemerintah akan mengambil tindakan hukum terhadap pemilik bangunan yang terbukti melanggar tata ruang dan tidak memiliki persetujuan lingkungan.
Lebih dari itu, Menteri Hanif mendorong evaluasi menyeluruh terhadap penataan kawasan Puncak. Ia meminta seluruh pemerintah daerah dari tingkat provinsi hingga desa untuk kembali menyelaraskan rencana pembangunan dengan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)yang telah disusun.
“Kita harus berhenti membangun tanpa arah dan tanpa pertimbangan ekologis. Keselamatan warga tidak boleh dikorbankan demi keuntungan jangka pendek,” tambah Menteri Hanif.
Sebagai langkah konkret, KLH/BPLH akan mengirimkan tim ahli untuk meneliti kondisi tanah dan geologi di kawasan tersebut, guna mencegah bencana serupa ke depan. Pemerintah juga akan mempercepat program rehabilitasi lereng melalui penanaman vegetasi pengikat tanah, serta melibatkan masyarakat dalam kegiatan penghijauan dan edukasi mitigasi bencana.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa mengabaikan kelestarian lingkungan sama dengan mempertaruhkan nyawa. Dan kali ini, harga yang harus dibayar sungguh terlalu mahal. (klh/*)


Tragedi Longsor Puncak Bogor: Alarm untuk Penataan Ruang dan KLHS
turut berduka cita untuk para korban bencana tanah longsor.
Lereng-lereng yang dahulu hijau kini dipenuhi bangunan vila dan penginapan yang dapat menyebabkan tanah longsor. mari bersama- sama agar tidak mengabaikan kelestarian lingkungan.
Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..
Nama : Naysia Aqila Andriani
Sekolah : SDN Ngagelrejo3
No peserta: 428
Proyek budi daya sereh
proyek tanaman sereh dengan berbagai manfaat dalam berbagai bidang dapat digunakan untuk obat-obat an, bumbu dapur hingga pengusir nyamuk
🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_
Turut berduka cita atas terjadinya banjir dan longsor yang menimpa kawasan puncak Cisarua bogor. Semoga seluruh korban bencana alam diberikan kesabaran. Amiin
Nama : Arsy Shakilah Putri Romadania
Dari SDN Balongsari 1/500
No. Peserta 24
Judul Project : Pengolahan Minyak Jelntah
Jangan memikirkan keuntungan jangka pendek dengan membangun di atas tanah yang tidak dipertimbangkan dengan baik serta mengabaikan kelestarian alam dan taruhannya sangat mahal yaitu nyawa. Mari kita perbaiki pasti alam akan baik kepada kita.
Carissa Putri Fatihasari
SDN Sidotopo wetan V
No.peseta : 674
Proyek : SANCA (sampah anorganik Carissa)
– Pengelolaan air: Sistem drainase yang baik sangat penting untuk mengurangi jumlah air yang meresap ke dalam tanah. Ini termasuk memperbaiki saluran air, membangun parit, dan memasang pipa drainase. Hindari membangun sistem sprinkler di lereng .
– Stabilisasi lereng: Teknik stabilisasi lereng dapat meliputi penanaman vegetasi, pembangunan tembok penahan, dan penggunaan geogrid. Membangun struktur jauh dari tepi lereng juga penting .
– Reboisasi dan pelestarian hutan: Menjaga tutupan vegetasi membantu mengikat tanah dan mengurangi erosi .
– Perencanaan tata ruang: Hindari pembangunan di daerah rawan longsor. Lakukan studi geologi sebelum membangun di daerah berlereng .
– Pemantauan dan peringatan dini: Sistem peringatan dini dapat membantu memberi waktu kepada masyarakat untuk mengevakuasi diri jika terjadi longsor .
Nama : Amirna Nur Febyyanti
Nomer Peserta: 702
Sekolah: SDN TANDES KIDUL 1
Proyek: Mengelolah Limbah Sampah Cangkang Telur
Tragedi longsor puncak bogor:Alarm untuk penataan ruang dan KLHS.
Turut berduka cita untuk warga bogor yang terkena bencana tersebut .
Bencana terjadi pada hari Sabtu malam,5,Juli ,2025 suasana malam yang hening berubah menjadi kepanikan . Warga warga berlarian menyelamatkan diri agar terhindar dari benda benda yang jatuh dan sebagian warga warga juga ada yang mengalir tanah dengan tangan kosong berharap bisa menolong korban yang tertimbun
Kayla Ayu Anindya
SDN Wiyung 1 Surabaya
No peserta 710
Mol magic water
🌍🪴Salam bumi pasti lestari 🪴🌍
Mari bersama – sama menata ruang dan KLHS di sekitar kita.
Nama : Nadhira Mauri Agustiana
Sekolah : SDN GAYUNGAN 2 SURABAYA
No : 0098
Proyek : Budidaya tanaman sirih
Innalillahi wa Innalillahi rojiun.
Turut berduka cita untuk korban bencana semoga ini bisa menjadi pelajaran atau sinyal untuk kita agar bisa mengembalikan alam ini sesuai dengan fungsinya. Menata kembali tata ruang yang sudah pemerintah buat jangan karena keuntungan sepihak tapi merugikan banyak orang.
Dengan kejadian ini menjadikan peringatan keras mengabaikan kelestarian lingkungan sama dengan mengabaikan nyawa.
Nama : Fernanda Salma Basiru
Sekolah : SDN Krembangan Selatan VII
No. Peserta : 306
Proyek LH : budidaya lidah buaya
Saya turut berdukacita atas korban bencana ini😞😞 , Kita memang harus melakukan penataan ruang dan KLHS bersama – sama💪🏻🫡, bencana ini menjadi pelajaran bagi kita agar kita bisa wajib membuat mitigasi bencana karna bencana bisa datang secara tiba-tiba 🫤.
Nama: Adinda Quenza Ramadhani
Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
No peserta: 224
Judul proyek : Terong🍆 dilahan sempit, solusi hijau 💚untuk sekolah mandiri pangan 🏫
Innalillahi wa Innalillahi rojiun.
Turut berduka cita untuk korban bencana semoga ini bisa menjadi pelajaran atau sinyal untuk kita agar bisa mengembalikan alam ini sesuai dengan fungsinya. Menata kembali tata ruang yang sudah pemerintah buat jangan karena keuntungan sepihak tapi merugikan banyak orang.
Dengan kejadian ini menjadikan peringatan keras mengabaikan kelestarian lingkungan sama dengan mengabaikan nyawa.
Nama : Fernanda Salma Basiru
Sekolah : SDN Krembangan Selatan VII
No. Peserta : 306
Proyek LH : budidaya lidah buaya
Turut berduka cita atas musibah tanah longsor yang menimpa lereng puncak Bogor. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
Mari melakukan langkah-langkah pencegahan dan mitigasi agar resiko terjadinya tanah longsor dapat diminimalkan.
Nama : Akifa Maulidya
Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
Nomor Peserta : 698
Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale
Inalillahi wainailaihi rojiun, turut berduka cita kepada para korban bencana Tanah longsor. Ini menjadikan pembelajaran kepada kita bahwasannya alam butuh dijaga dan dilestarikan. Jangan hanya dieksploitasi tanpa arah, memanfaatkan alam sejatinya adalah hak kita, tetapi jangan jadikan hak itu melalaikan kewajiban kita untuk tetap menjaga keseimbangannya.
Charissa Rafanda Rabbaniyyah
SDN pakis 3
No. Pesert 482
Projek: budidaya tanaman okra
Pentingnya Menjaga kelestarian lingkungan untuk mencegah Bencana..
Reboisasi dan penghijauan didaerah rawan longsor merupakan salah satu cara menjaga kelestarian lingkungan..
Semoga kedepannya banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya kelestarian lingkungan..
Nama : Siti shofiah
Dari : SDN Margorejo III/405
No peserta : 416
Proyek : Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Jahe.
Innalillahi Wa Innalillahi rojiun
Saya turut berduka cita atas tragedi bencana tanah longsor di puncak bogor. Maka dari itu kita harus melakukan penataan ruang dan KLHS bersama-sama supaya tetap terjaga kelestarian lingkungan dan kita sama-sama membantu pemerintah supaya dapat mempercepat program rehabilitasi lereng melalui penanaman vegetasi pengikat tanah dengan melibatkan banyak masyarakat dalam kegiatan penghijauan dan edukasi mitigasi bencana. Yuk mari kita sama-sama menjaga kelestarian lingkungan.
Jangan Lupa Intip Proyek saya ya teman-teman.
Saya Muhammad Khabibi Nur Rokhman
Saya adalah calon pangeran dan putri lingkungan hidup tahun 2025
No.Peserta 31
Saya dari SDN BANJARSUGIHAN V/617 SURABAYA
Proyek Lingkungan Hidup Saya adalah PESAN OJEC APIK(Pemanfaatan Sampah Non Organik Jadi Ecobrick dan Anyaman Plastik)
Disini saya mengajak semua untuk peduli lingkungan dengan mengurangi sampah plastik karena jumlah sampah plastik semakin banyak salah satunya kemasan sachet yang tidak didaur ulang maka saya memanfaatkannya menjadi barang yang bermanfaat yaitu ecobrick dan anyaman plastik daripada sampah plastik tersebut terbuang begitu saja.
Salam Bumi Pasti Lestari
Salam Sadar Iklim
Salam Zerowaste
Salam Basuma Jaya Jaya Jaya
Pokoe ngeten pun
Dengan adanya musibah tanah longsor di puncak Bogor yang mengakibatkan terjadinya korban jiwa.
Perlunya penyelarasan rencana pembangunan dengan kajian Lingkungan Hidup Strategi (KLHS) agar memfungsikan lereng hijau sebagai penyerap air serta perlunya penghijauan,penanaman vegetasi
FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
SDN Margorejo 1/403 Surabaya
No Peserta: 253
Proyek: Pengolahan Sampah Organik Dapat Memberikan Nutrisi Pada Tanaman
Semoga korban di bogor bisa berkurang. Lebih baik warga disana tidak langsung membangun vila dan bangunan lainnya. Lebih baik menanami pohon dan tanaman lainnya atau membuat lubang resapan biopori. Dan menanam pohon agar air hujannya terserap di tanaman.
MAZIDA SHABRINA YASMIN
SDN WONOKUSUMO 6 SURABAYA
No urut: 728
Judul proyek: SERBU(Serbuk Berproyek Horta)
Tragedi longsor di puncak bogor menewaskan sejumlah orang dan menimbulkan kerusakan. Kejadian ini sangat memilukan. Semoga korban yng hilang segera di temukan dan yang selamat diberi perawatan semoga kejadian serupa tidak terulang lagi. Amin
Kevin Emilio al irzan_261_sdn ngagelrejo 3 sby_kelompok pemanfaatan pandan
Pelajaran dari Tragedi Longsor, Tragedi longsor di Puncak Bogor menjadi peringatan penting akan pentingnya penataan ruang yang baik dan implementasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Pertanyaan saya apa langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan implementasi penataan ruang yang berkelanjutan dan ramah lingkungan?
Nama: Nanok Rudy Setiawan
Sekolah: SMPN 56 SURABAYA
No peserta: 675
Proyek: Budidaya Tanaman Cabai rawit
Tragedi longsor di Puncak jadi peringatan keras bahwa pembangunan tanpa kendali dan abai terhadap lingkungan berakibat fatal. Penegakan hukum terhadap pelanggar tata ruang harus tegas, dan rehabilitasi kawasan harus segera dilakukan. Keselamatan warga tak boleh dikorbankan demi keuntungan jangka pendek.
Nama: Zafran Nauval Aqil Pandu Herningsih
Asal Sekolah: SDN Wiyung 1 Surabaya
Nomer Peserta:417
Judul Project: Pembuatan Pupuk Kompos Organik dari Sampah Dapur
Ikut Berduka cita semoga hal ini dijadikan pembelajaran bagi semua pihak, masyarakat, pemimpin, pengembang agar tidak asal membangun saja.
Salam dari Raihanah dan Bunda
Raihanah Augustin Kirani
SDN MARGOREJO 1/403
No peserta: 410
Proy: Utak-Atik Limbah Tekstil
Turut prihatin atas tragedi longsor. Semoga menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk membenahi tata ruang demi keselamatan bersama
Nama : Leyna Mayyasha Qorri Ain
Asal Sekolah : SDN Pacarkeling V Surabaya
Nomer Peserta : 468
Proyek : aloe sobat sehat, solusi hebat untuk keluarga sehat
Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa mengabaikan kelestarian lingkungan sama dengan mempertaruhkan nyawa. Dan kali ini, harga yang harus dibayar sungguh terlalu mahal.
semoga para korban selalu diberikan kesehatan.
Yunita Permata Sari dari SMP NEGERI 31 SURABAYA dengan Nomer Peserta 1116 Proyek Menjadikan Sabun Bekas Sebagai Hiasan Rumah
Turut berdukacita atas musibah longsor yang terjadi di puncak, bogor. Pembenahan perlu dilakukan demi menjaga kelestarian lingkungan untuk menghindari bencana alam.
Tevy janeeta Adriana dari SDN Pakis V/372 Surabaya dengan nomor peserta 498 proyek budidaya Binahong Merah
turut berduka cita untuk korban bencana ini dan semoga dberi ketabahan ,dan kesabaran pada bencana ini.dan kita harus menjaga kelestarian lingkungan untuk menghidari bencana alam dan jangan sampai kita mengabaikan nya,tetap semangat untuk menjaga lingkungan
Nama: Ayla Azuhro
No.Peserta : 38
Sekolah : Sdn Banjar Sugihan V / 617 Surabaya
Proyek : Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Pupuk Komposter
Sedih sekali baca artikel ini. Sudah seharusnya kejadian ini jadi alarm penting soal penataan ruang. Harus ada tindakan cepat untuk mencegah bencana serupa di berbagai daerah di Indonesia.
Nama : AMIRA RAFA AULIA SUBHI
Asal : SMPN 1 SURABAYA
No Peserta : 756
Proyek : ALOE SHINE (BUDIDAYA LIDAH BUAYA)
Informasinya sangat bermanfaat, turut berduka bagi korban yang terdampak. Dan marilah kita tata lagi penataan ruang nya untuk menghindari kejadian serupa.
Salam, Najwa Putri Tabita (534)
SDN Ploso 3 Surabaya
Project : Maklor (manfaat kelor)