Waru Landak (Hibiscus macrophyllus): Manfaat, Budidaya, dan Potensi Lingkungan

Waru landak (Hibiscus macrophyllus) adalah tanaman perdu atau semak berkayu yang dikenal memiliki daun besar, lebar, dan kasar menyerupai duri halus seperti landak. Tanaman ini termasuk dalam keluarga Malvaceae, satu famili dengan bunga sepatu dan kapas.

Waru landak banyak tumbuh di wilayah tropis seperti Indonesia, khususnya di daerah yang lembap, beriklim hangat, dan tanah yang gembur. Meskipun belum sepopuler tanaman herbal lain, waru landak memiliki potensi ekologis dan pengobatan yang cukup menjanjikan.

Ciri-Ciri Tumbuhan

Daun waru landak memiliki permukaan kasar dengan rambut-rambut halus yang menyerupai duri, namun tidak melukai. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 2–5 meter dan memiliki bunga berwarna merah muda hingga ungu muda.

Ciri khas lain adalah sistem perakarannya yang kuat dan batangnya yang kokoh, menjadikan waru landak mampu bertahan dalam kondisi lingkungan yang bervariasi, termasuk lahan kering dan miskin hara. Hal ini menjadikannya cocok untuk penghijauan dan rehabilitasi lahan kritis.

Manfaat utama dari waru landak terletak pada daunnya yang bersifat antiinflamasi dan antimikroba. Dalam pengobatan tradisional, daun waru landak digunakan untuk mengobati demam, luka luar, dan radang.

Cara memanfaatkannya cukup mudah. Yaitu dengan menumbuk daun segar dan ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit atau luka. Beberapa masyarakat juga menggunakannya sebagai obat dalam dengan merebus daun dan meminum air rebusannya untuk meredakan batuk dan infeksi tenggorokan.

Selain daun, batang waru landak yang berserat juga bermanfaat. Serat dari batangnya dapat diolah menjadi tali atau bahan anyaman sederhana. Ini menjadikannya sebagai sumber daya hayati yang dapat dimanfaatkan dalam kerajinan lokal atau pertanian berkelanjutan. Di beberapa daerah, serat waru landak digunakan sebagai pengikat tanaman rambat atau bahan pembungkus hasil panen.

Manfaat Lingkungan

Dari sisi lingkungan, waru landak berperan sebagai tanaman penutup tanah dan penahan erosi. Akar-akarnya mampu mengikat tanah dengan baik, sehingga cocok ditanam di lahan miring atau area bekas tambang. Ini membuatnya ideal sebagai bagian dari program restorasi ekosistem, penghijauan kota, atau penghijauan pinggir sungai.

Bunga waru landak berbentuk corong seperti bunga sepatu, dengan lima kelopak yang cukup besar dan mencolok.

Cara Budidaya

Budidaya waru landak cukup mudah. Tanaman ini dapat diperbanyak melalui biji maupun stek batang. Untuk perbanyakan biji, cukup taburkan biji pada media semai yang lembap dan biarkan tumbuh hingga berdaun 3–5 lembar sebelum dipindahkan ke lahan tetap.

Sementara untuk stek batang, pilih batang yang tidak terlalu tua, potong sekitar 20–30 cm, lalu tancapkan ke media tanam dan jaga kelembapannya. Dalam waktu beberapa minggu, stek akan mulai berakar.

Tanaman ini tidak memerlukan perawatan intensif. Cukup penyiraman rutin dan pemangkasan agar tidak tumbuh terlalu rimbun. Waru landak juga tahan terhadap hama dan penyakit tanaman umum, sehingga cocok untuk pertanian organik atau pekarangan rumah. Bisa ditanam di pot besar, polybag, atau langsung di tanah.

Hal penting lain yang perlu diketahui masyarakat adalah potensi waru landak sebagai tanaman konservasi dan edukasi lingkungan. Tanaman ini bisa dijadikan bagian dari kebun herbal sekolah, taman kota, atau kawasan konservasi untuk memperkenalkan keanekaragaman hayati lokal kepada anak-anak dan masyarakat umum. Selain itu, karakteristik daunnya yang unik sangat menarik untuk dijadikan bahan penelitian siswa.

Dengan segala manfaat dan kemudahan budidayanya, waru landak sepatutnya lebih diperkenalkan kepada masyarakat luas. Tanaman ini tidak hanya menyimpan potensi sebagai obat herbal, tetapi juga sebagai solusi alami dalam menghadapi degradasi lingkungan. Dukungan dari pemerintah, komunitas hijau, dan sekolah bisa memperluas pemanfaatan dan pelestariannya sebagai tanaman lokal unggulan.

Bunga

Bunga waru landak (Hibiscus macrophyllus) juga memiliki daya tarik tersendiri, baik dari sisi visual maupun fungsional. Bunganya berbentuk corong seperti bunga sepatu, dengan lima kelopak yang cukup besar dan mencolok.

Warna bunga umumnya bervariasi antara merah muda pucat, ungu muda, hingga ungu kemerahan dengan bagian tengah yang lebih gelap. Ukuran bunga bisa mencapai 10 cm atau lebih, menjadikannya sangat mencolok di antara dedaunan lebar tanaman ini.

Bunga waru landak bersifat hermaprodit, artinya mengandung benang sari dan putik dalam satu bunga, sehingga mampu melakukan penyerbukan sendiri maupun silang. Bunga ini biasanya mekar pada pagi hingga siang hari dan akan mulai layu menjelang sore. Keberadaannya dapat menarik serangga penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu, sehingga turut mendukung keberlangsungan ekosistem lokal.

Secara tradisional, bagian bunga juga digunakan dalam pengobatan alami, meskipun tidak sepopuler daunnya. Di beberapa daerah, ekstrak bunga digunakan untuk membantu mengatasi peradangan ringan atau iritasi kulit. Kandungan senyawa flavonoid dan antioksidan di dalamnya dipercaya berkontribusi terhadap manfaat ini, meskipun masih membutuhkan penelitian ilmiah lebih lanjut.

Selain itu, bunga waru landak memiliki potensi sebagai bahan pewarna alami. Warna ungunya bisa diekstrak untuk digunakan dalam pewarnaan kain atau makanan, meskipun penggunaannya masih terbatas di kalangan masyarakat. Dalam dunia pendidikan atau program lingkungan hidup di sekolah, bunga waru landak juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan eksperimen pewarna alami ramah lingkungan sebagai bagian dari edukasi sains.

Dengan keindahan visual, manfaat ekologis, dan potensi pengolahan tambahannya, bunga waru landak menjadi salah satu bagian penting yang menambah nilai dari tanaman ini secara keseluruhan. Kombinasi daun, batang, akar, dan bunga menjadikannya tanaman multiguna yang layak dibudidayakan dan dilestarikan di berbagai lingkungan. (*Mochamad Zamroni)

14 thoughts on “Waru Landak (Hibiscus macrophyllus): Manfaat, Budidaya, dan Potensi Lingkungan

  • Juli 11, 2025 pada 11:46
    Permalink

    Aslinya saya belum pernah dengar tentang bunga waru landak ini 🤔🤔, tetapi karna artikel ini saya jadi tahu ternyata bunga waru landak ini memiliki banyak manfaat yaa dan warna bunganya yang bagus 🥰, cara menanam nya pun juga mudah 😊.
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta: 224
    Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit, solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
  • Juli 13, 2025 pada 11:49
    Permalink

    Terima kasih atas informasinya yang sangat bermanfaat, akhirnya saya tahu tentang tanaman Waru Landak.

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas
    • Juli 23, 2025 pada 13:10
      Permalink

      Wah, baru tahu kalau Waru Landak punya manfaat kesehatan dan lingkungan yang begitu banyak! Informasi tentang bunga yang berubah warna dan penggunaannya untuk obat tradisional benar-benar menarik. Semoga ada artikel lanjutan tentang budidaya untuk pemula juga!

      Nama: Keisya Azellia Putri
      Sekolah: SMPN 38 Surabaya
      Nomor Peserta: 1142
      Judul Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
      Penjelasan: Proyek ini bertujuan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk menanam tanaman obat sambung nyawa. Tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan dan bisa menjadi alternatif pengobatan alami. Proyek ini juga mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui edukasi, daur ulang, dan kegiatan berkebun bersama. Saat ini, penanaman sudah dimulai di rumah dan sekolah, serta dibagikan ke lingkungan sekitar. Target ke depan adalah memperluas penanaman dan melibatkan lebih banyak orang, terutama anak muda, sebagai agen perubahan hijau.

      Balas
  • Juli 14, 2025 pada 16:32
    Permalink

    Makasih untuk informasinya,keren banget tanaman waru landak

    Balas
  • Juli 15, 2025 pada 17:06
    Permalink

    Terimah kasih atas informasinya dari artikel ini saya menjadi tahu banyak hal tentabg waru landak.
    Yunita Permata Sari dari SMP NEGERI 31 SURABAYA dengan Nomer Peserta 1116 Proyek Menjadikan Sabun Bekas Sebagai Hiasan Rumah

    Balas
  • Juli 16, 2025 pada 13:19
    Permalink

    Terimakasih informasinya sangat menginspirasi.

    Nama:Moh.Alby Maulidan

    Sekolah: SDN kaliasin V/284 Surabaya

    Balas
  • Juli 16, 2025 pada 22:49
    Permalink

    Waru Landak! Jarang banget denger, tapi manfaatnya segudang. Bisa buat lingkungan, kesehatan, dan jadi sumber belajar juga. Harus lebih dikenal luas!

    Nama:Jessica Rachel avrina
    Sekolah: SMPN 20 Surabaya
    Nomor Peserta: 990
    Judul Proyek: TEBA’AT Telang banyak manfaat

    Balas
  • Juli 17, 2025 pada 22:31
    Permalink

    Waru landak ternyata punya potensi besar meski belum banyak dikenal. Bentuknya unik, dan kalau dimanfaatkan dengan baik, bisa jadi sumber herbal lokal yang bermanfaat. Semoga tanaman ini semakin diteliti dan dikenal luas, apalagi karena cocok tumbuh di iklim tropis seperti Indonesia! 🌿🪴💚

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Juli 18, 2025 pada 23:21
    Permalink

    Tanaman waru landak (Hibiscus tiliaceus) berasal dari wilayah tropis Asia dan Pasifik, termasuk Indonesia. Tanaman ini tumbuh liar di daerah pesisir, tepi sungai, rawa-rawa, dan lahan basah lainnya. Karena tahan terhadap air asin dan angin kencang, waru landak sering dijumpai di pinggir pantai sebagai tanaman pelindung alami dari abrasi. Selain itu, waru landak juga mudah ditemukan di pedesaan sebagai pagar hidup atau tanaman peneduh. Kemampuannya beradaptasi di berbagai kondisi tanah menjadikannya bagian penting dari ekosistem pesisir dan lingkungan tropis.

    AISYAH AVICENA RHAZES LAVOISIER
    SMPN 21 SURABAYA
    Project :
    DATELA GREEN REVITALIZATION

    Revitalisasi lahan merupakan proses menghidupkan kembali kawasan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan atau terbengkalai menjadi ruang hijau yang produktif dan bermanfaat bagi lingkungan serta masyarakat. Lahan-lahan yang dulunya penuh semak belukar, limbah, atau bekas bangunan rusak, kini dapat disulap menjadi taman, kebun produktif, atau hutan kota melalui tahapan yang terencana.

    Proses ini dimulai dengan identifikasi kondisi lahan, termasuk tingkat kerusakan tanah, keberadaan polusi, dan potensi lingkungan sekitar. Selanjutnya dilakukan pembersihan area dari sampah, limbah berbahaya, atau reruntuhan yang mengganggu. Setelah itu, tanah yang rusak direhabilitasi melalui pengolahan, penambahan bahan organik, atau penggunaan tanaman remediasi untuk memperbaiki kualitas tanah.

    Tahap selanjutnya adalah penanaman vegetasi yang sesuai, baik berupa tanaman peneduh, tanaman pangan, maupun tanaman penghasil komoditas ekonomi seperti sayuran, buah-buahan, atau tanaman herbal. Dalam beberapa kasus, juga dilakukan integrasi dengan sistem pertanian ramah lingkungan seperti pertanian organik, urban farming, atau agroforestry.

    Selain aspek ekologis, revitalisasi lahan juga membawa manfaat sosial dan ekonomi. Lahan hijau produktif dapat menjadi tempat edukasi, ruang komunitas, bahkan sumber pendapatan baru bagi warga sekitar. Program ini juga membantu mengurangi polusi udara, meningkatkan cadangan air tanah, dan menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk.

    Balas
  • Juli 21, 2025 pada 15:27
    Permalink

    nambah ilmu baru ttg tanaman waru landak yg mempunyai manfaat dan berpotensi thd lingkungan

    Nama : Fatimah Nawal Rahman
    Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
    No. Peserta : 026

    Daur ulang sampah plastik kemasan menjadi produk kerajinan
    Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

    Balas
  • Juli 25, 2025 pada 18:11
    Permalink

    Waru landak keren juga ya, bisa buat obat dan bantu lingkungan. Tanaman unik tapi bermanfaat! 🌿😊

    Nama:Erlinda dwi clarista
    Sekolah:SMP negeri 38 surabaya
    No peserta:1136
    Judul proyek:budidaya tanaman bunga matahari sebagai upaya penghijauan dan estetika lingkungan

    Balas
  • Juli 25, 2025 pada 19:53
    Permalink

    Keren sekali, teryata tanaman waru landak bisa buat obat dan bantu lingkungan

    Nama: Nafisa Fitri Ramadania
    Sekolah: SDN jemur Wonosari 1/417 Surabaya
    No peserta: 192
    Judul proyek: budidaya tanaman lidah mertua

    Balas
  • Agustus 2, 2025 pada 13:49
    Permalink

    Waru Landak! Jarang banget denger, tapi manfaatnya segudang. Bisa buat lingkungan, kesehatan, dan jadi sumber belajar juga. Harus lebih dikenal luas!

    Nama : Nandana Akatara Arka Radita
    Kelas : 6A
    Sekolah : SDN jemurwonosari 1
    No peserta : 121

    Balas
  • Agustus 5, 2025 pada 16:56
    Permalink

    Aksi ini sangat bermanfaat, karena dapat membantu mengurangi sampah dan menjadikan sampah menjadi barang yang berguna

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *