142 Tahun Letusan Dahsyat Gunung Krakatau

Pada tanggal 27 Agustus 1883, atau sekitar 140 tahun yang lalu, Gunung Krakatau yang berada di Selat Sunda meletus dengan kekuatan sangat dahsyat. Magnitudo letusannya diperkirakan mencapai 30.000 kali lebih besar dibanding bom atom yang diledakkan di Hiroshima. Suara letusan bahkan terdengar hingga Australia dan Afrika.

Dahsyatnya letusan tersebut melenyapkan Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan dari muka bumi, menyisakan tiga pulau yaitu Pulau Panjang, Pulau Sertung, dan Pulau Rakata Besar, serta sebuah kaldera berdiameter sekitar 7 km di tengah-tengahnya. The Guinness Book of Records mencatat peristiwa ini sebagai letusan paling dahsyat yang pernah terekam dalam sejarah.

Letusan Gunung Krakatau juga memicu tsunami setinggi 40 meter yang meluluhlantakkan desa-desa di sekitarnya. Korban tewas tercatat mencapai 36.417 jiwa dari 295 kampung di kawasan pesisir, mulai dari Merak (Serang) hingga Cilamaya (Karawang), pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan (Ujung Kulon), serta wilayah pesisir selatan Sumatra.

Sketsa letusan G Krakatau 1883 (Wikipedia)

Di Ujung Kulon, air bah masuk hingga sejauh 15 km ke daratan. Gelombang tsunami ini bahkan merambat sampai pantai Hawaii, pesisir barat Amerika Tengah, dan Semenanjung Arab yang berjarak lebih dari 7.000 kilometer.

Letusan tersebut memuntahkan sekitar 18 kilometer kubik material vulkanik berupa batu apung dan abu. Kolom abu mencapai ketinggian 80 km di atmosfer. Material yang terlontar jatuh di berbagai wilayah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra, hingga Sri Lanka, India, Pakistan, Australia, dan Selandia Baru. Akibatnya, iklim global terganggu.

Keesokan harinya, penduduk Jakarta dan pedalaman Lampung tidak lagi melihat matahari. Dunia mengalami kegelapan dan udara dingin selama beberapa hari akibat debu vulkanik yang menutupi atmosfer. Cahaya matahari baru kembali normal lebih dari setahun kemudian. Abu vulkanik bahkan teramati di langit Norwegia hingga New York.

Sekitar 40 tahun kemudian, pada tahun 1927, muncul sebuah gunung api baru di tengah kaldera purba tersebut. Gunung itu kemudian dikenal sebagai Anak Krakatau. Gunung ini tumbuh dengan kecepatan sekitar 5 cm per bulan. Dalam setahun, ketinggiannya bertambah sekitar 50 meter dan lebarnya sekitar 100 meter.

Saat ini, ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, jauh lebih rendah dibanding Krakatau purba yang tingginya mencapai 813 meter. Anak Krakatau tercatat telah meletus setidaknya 16 kali antara Desember 1927 hingga Agustus 1930, 43 kali antara 1931 hingga 1960, dan ratusan kali hingga saat ini.

Bahaya Anak Krakatau terbukti nyata. Pada Sabtu, 14 Juli 2018, gunung ini meletus sebanyak 398 kali. Pada malam hari, lava pijar terlihat jelas, disertai dentuman keras, lontaran abu, dan pasir vulkanik. Keesokan harinya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa letusan terjadi sebanyak 81 kali dengan kolom asap berwarna hitam setinggi 500–700 meter.

Puncak ancaman terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018, ketika longsoran tubuh Anak Krakatau memicu tsunami di Selat Sunda. Gelombang besar menerjang lima kabupaten di dua provinsi: Pandeglang dan Serang di Banten, serta Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus di Lampung. Hingga Jumat, 28 Desember 2018, jumlah korban meninggal dunia mencapai 426 orang. Sejak 27 Desember 2018, status gunung ini ditetapkan pada level Siaga atau Level III.

Penulis: Amien Widodo – disederhanakan dari PVMBG. Wikipedia

55 thoughts on “142 Tahun Letusan Dahsyat Gunung Krakatau

  • Agustus 28, 2025 pada 05:51
    Permalink

    Potensi bahaya longsoran tubuh gunung api juga merupakan ancaman permanen yang perlu di waspadai karena bisa terjadi tanpa di awali peningkatan aktivitas.

    Nama : Siti shofiah
    No peserta : 416
    Dari : SDN Margorejo III/405
    Proyek : Budidaya dan Pemanfaatan tanaman jahe

    Balas
    • Agustus 31, 2025 pada 17:37
      Permalink

      Surabaya catat rekor MURI lewat penyuluhan TBC serentak di 1.361 RW”
      Kerennn!!

      saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris
      ❤❤

      Balas
    • September 3, 2025 pada 13:07
      Permalink

      Wajib mewaspadai letusan gunung berapi.
      Keluarga Sadar Iklim dan Tanggap Bencana.

      Nama : Ayesha Medina
      No Peserta : 618
      Sekolah : SDN Semolowaru 1/261
      Judul Proyek : Maggot bsf si Hewan Ajaib Sahabat Lingkungan

      Balas
    • September 4, 2025 pada 09:06
      Permalink

      “Peringatan 142 tahun letusan dahsyat Gunung Krakatau menjadi momentum untuk mengingat betapa dahsyatnya kekuatan alam 🌋. Peristiwa besar ini tidak hanya mengubah sejarah geologi dunia, tetapi juga menyadarkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dan selalu siap menghadapi bencana. Semoga dari peringatan ini kita bisa terus belajar untuk lebih bijak dalam mengelola lingkungan serta meningkatkan kesadaran mitigasi bencana.

      Perkenalkan, aku Aqeel Ataullah Yahyaputra dari SMPN 6 Surabaya. Proyekku tentang ketahanan pangan dengan cara budidaya tanaman selada 🌱. Mari kita sama-sama menjaga bumi agar tetap lestari.”

      Balas
  • Agustus 28, 2025 pada 06:03
    Permalink

    Mencegah letusan gunung api secara langsung adalah tidak mungkin, namun upaya mitigasi bencana dapat mengurangi dampak dan risiko yang ditimbulkan. Upaya ini meliputi pemantauan aktivitas gunung secara intensif oleh lembaga seperti PVMBG, perencanaan evakuasi dini, pembangunan infrastruktur pelindung seperti tanggul, serta edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya dan jalur evakuasi…
    Reynando Yudhistira putra
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta 409
    Pengolahan sampah plastik

    Balas
    • Agustus 28, 2025 pada 07:04
      Permalink

      Gunung meletus tidak bisa di prediksi kapan terjadi. Tapi bila sudah di nyatakan status siaga level 2 dan 3 maka yang dilakukan adalah mitigasi bencana di daerah yang rawan bencana.
      Carissa Putri Fatihasari
      SDN Sidotopo wetan V
      No.peserta : 674
      Proyek SANCA: Sampah Anorganik Carissa

      Balas
      • Agustus 31, 2025 pada 17:38
        Permalink

        Mencegah letusan gunung api secara langsung adalah tidak mungkin, namun upaya mitigasi bencana dapat mengurangi dampak dan risiko yang ditimbulkan

        saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris

        berkomentar bahwa hal ini dapat menginspirasi bahwa pentingnya bagi kami para remaja muda untuk merawat dan membersihkan lingkungan❤❤

        Balas
  • Agustus 28, 2025 pada 08:03
    Permalink

    Letusan dahsyat Gunung Krakatau tahun 1883 menjadi pengingat bahwa alam memiliki kekuatan besar yang harus kita hormati. Dari peristiwa itu kita belajar pentingnya menjaga lingkungan dan selalu siap menghadapi bencana. Proyek integrasi pengelolaan air limbah dan konservasi air juga merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan agar lebih lestari dan bermanfaat bagi kehidupan.

    Nama: Diky Yulia Efendi
    Sekolah: SMP Negeri 11 Surabaya
    No. Peserta: 459
    Proyek: Integrasi Pengelolaan Air Limbah dan Konservasi Air

    Balas
  • Agustus 28, 2025 pada 11:33
    Permalink

    142 Tahun Letusan Dahsyat Gunung Krakatau
    bencana alam gunung meletus tidak bisa diprediksi namun kita bisa mengedukasi mitigasi bencana di daerah yang rawan bencana.

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

    Nama : Naysia Aqila Andriani
    Sekolah : SDN Ngagelrejo3
    No peserta: 428
    Proyek budi daya sereh

    proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh

    🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    Balas
  • Agustus 28, 2025 pada 14:54
    Permalink

    Bayangkan, suaranya terdengar sampai Australia dan Afrika 😲 Bener-bener salah satu peristiwa alam paling dahsyat di dunia. Semoga kita bisa lebih siap menghadapi bencana dengan belajar dari sejarah

    Balas
  • Agustus 28, 2025 pada 16:56
    Permalink

    🙋‍♂️ Nama: IRZIANDRO PUTRA FAHREZI
    🏫 Sekolah: SMPN 3 Mejayan
    📌 Nomor Peserta: 705

    ✍️ Tanggapan pada Artikel Tersebut:
    Peristiwa ini menjadi salah satu bencana alam paling bersejarah di Indonesia dan dunia, karena dampaknya sangat luas hingga menimbulkan tsunami serta perubahan iklim global. Peringatan ini seharusnya menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana, penelitian gunung api, serta edukasi kepada masyarakat agar dapat lebih siap menghadapi potensi letusan di masa mendatang.

    💡 Penjelasan Proyek:
    Selulosa batang pohon pisang adalah susunan rantai panjang yang terdiri dari molekul glukosa. Susunan tersebut membuat batang pohon pisang berserat dan sangat tebal. Limbah batang pohon pisang yang melimpah, jika tidak diolah dengan benar, dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sarang penyakit. Melalui lomba menggambar dan mewarnai, ide pemanfaatan limbah ini dapat divisualisasikan agar lebih mudah dipahami dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

    Balas
  • Agustus 28, 2025 pada 19:23
    Permalink

    Hexa afzal hermawan
    Sdn wonokusumo 6/45
    Peserta pangeran lingkungan hidup thn 2025 dengan no peserta 421
    Proyek saya adalah budita cabi budidaya tanaman cabai.
    Saat ini, ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, jauh lebih rendah dibanding Krakatau purba yang tingginya mencapai 813 meter. Anak Krakatau tercatat telah meletus setidaknya 16 kali antara Desember 1927 hingga Agustus 1930, 43 kali antara 1931 hingga 1960, dan ratusan kali hingga saat ini.

    Balas
  • Agustus 29, 2025 pada 04:38
    Permalink

    Gunung Krakatau meletus dapat mengakibatkan tsunami, kita harus selalu waspada dan tanggap dalam menghadapi Bencana alam,
    artikel yang sangat bermanfaat

    saya Ni Luh Gd Kt Keyva Richie Valerina Atmaja
    sekolah SMPN 6 Surabaya
    judul proyek Budidaya Lemongrass
    nomor peserta 1392

    Balas
  • Agustus 29, 2025 pada 11:09
    Permalink

    “142 tahun Letusan dahsyat gunung Krakatau 🌋” Ini mengingatkan kita agar selalu waspada bencana bisa terjadi kapan saja jadi kita harus melakukan Mitigasi bencana apalagi di tempat yang rawan bencana.
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta: 224
    Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
  • Agustus 29, 2025 pada 11:46
    Permalink

    Nama : Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
    No.peserta : 003
    Judul Proyek : Pemanfaatan lahan kososng dan limbah plastik untuk budidaya kemangi.

    Dahsyatnya letusan tersebut melenyapkan Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan dari muka bumi, menyisakan tiga pulau yaitu Pulau Panjang, Pulau Sertung, dan Pulau Rakata Besar, serta sebuah kaldera berdiameter sekitar 7 km di tengah-tengahnya

    Balas
  • Agustus 29, 2025 pada 14:02
    Permalink

    dahsyatnya Letusan tersebut memuntahkan sekitar 18 kilometer kubik material vulkanik berupa batu apung dan abu. Kolom abu mencapai ketinggian 80 km di atmosfer.

    Nama:Diajeng Putri Pambayun
    No Peserta: 1260
    Sekolah:SMPN46SURABAYA
    Proyek:~SAMILA ~

    Balas
  • Agustus 29, 2025 pada 18:48
    Permalink

    Nama: ASSIFA BENING LARASATI
    No peserta: 1164
    Sekolah: SMPN 40 SURABAYA
    proyek: Pengolahan tutup botol plastik

    Informasi tentang Gunung Krakatau penting karena menunjukkan besarnya dampak bencana alam. Letusan 1883 jadi pelajaran agar kita selalu waspada, dan aktivitas Anak Krakatau mengingatkan perlunya kesiapsiagaan masyarakat sekitar.

    Balas
  • Agustus 30, 2025 pada 18:40
    Permalink

    Menghentikan letusan gunung kerakatau tidak mungkin, tetapi untuk mengantisispasi bisa dengan mitigasi letusan gunung berapi. Langkah pertama, siapkan tas tanggap bencana. Kedua, jika rumahmu dekat dengan kawasan gunung krakatau, memgungsilah. Ketiga, gunakan masker dan jaga anggota keluarga.
    🙋‍♀️: Mazida Shabrina Yasmin
    🏫: SDN Wonokusumo 6 Surabaya
    🔢: 728
    📍: Proyek SERBUK(Serbuk Berproyek Horta)

    Balas
  • Agustus 30, 2025 pada 18:42
    Permalink

    Ini sangat berbahaya sekali bagi kita semua dan juga kita harus terus berwaspada tentang ini

    nama: Fernanda salma basiru
    Sekolah: SDN krembangan selatan VII
    no.peserta:306
    proyek: budidaya lidah buaya

    Balas
  • Agustus 30, 2025 pada 21:22
    Permalink

    Sejarah letusan Krakatau benar-benar mengingatkan kita betapa dahsyatnya kekuatan alam. Tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi generasi saat ini untuk lebih waspada, sekaligus terus memperkuat upaya mitigasi bencana agar dampak serupa bisa diminimalisir di masa depan

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Agustus 31, 2025 pada 10:32
    Permalink

    kerenn artikel yang sangat bermanfaat

    Nama : Muhammad Raffa Zamzani
    Asal sekolah : SMPN 9 Surabaya
    Nomor peserta : 697
    Judul proyek : Budidaya Bunga Telang Dan Pemanfaatannya

    Balas
  • Agustus 31, 2025 pada 11:21
    Permalink

    Gunung Krakatau meletus dapat mengakibatkan tsunami,kita harus selalu waspada dan tanggap dalam menghadapi bencana alam.
    Nama: Muhammad Hidayahtullah
    Sekolah: SDN KAPASARI 1/292 Surabaya
    No Peserta: 145
    Proyek: Budidaya Daun Pandan

    Balas
    • Agustus 31, 2025 pada 14:27
      Permalink

      Letusan gunung Krakatau merupakan letusan gunung berapi yang sangat dasyat, hingga bisa menutupi sinar matahari hingga berbulan2. Dampak positif dari letusan gunung berapi yaoti menjadikan tanah di sekitar gunung berapi menjadi subur.

      Nama: Sultan Dipasha Alireza
      No peserta: 255
      Sekolah: SDN Margorejo 3
      Project: Mengolah minyak jelantah menjadi sabun

      Balas
    • September 3, 2025 pada 22:58
      Permalink

      peristiwa dahsyat ini mengajarkan pentingnya kesiapsiagaan dan kekuatan alam yang patut kita hargai

      Nama: Keisya Azellia Putri
      Sekolah: SMPN 38 Surabaya
      Nomor Peserta: 1142
      Judul Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
      Penjelasan: Proyek ini bertujuan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk menanam tanaman obat sambung nyawa. Tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan dan bisa menjadi alternatif pengobatan alami. Proyek ini juga mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui edukasi, daur ulang, dan kegiatan berkebun bersama. Saat ini, penanaman sudah dimulai di rumah dan sekolah, serta dibagikan ke lingkungan sekitar. Target ke depan adalah memperluas penanaman dan melibatkan lebih banyak orang, terutama anak muda, sebagai agen perubahan hijau.

      Balas
  • Agustus 31, 2025 pada 20:47
    Permalink

    Nama Sanggrama Rasio Al Warisyi
    Proyek pemanfaatma limbah cangkang telur untuk hijaukan bumi dan innovasi bahan pangan.
    Letusan gunung merapi krakatau sangat dasyat tetapi kita biaa lihat dampak positif nya yaitu tanah tanah yang terkena lahar menjadi lebi aubur.
    Salam bumi pasti lestari☘☘☘

    Balas
    • September 2, 2025 pada 21:05
      Permalink

      Mencegah gunung merapi meletus adalah hal yang tidak bisa kita lakukan. Karena itu diluar kendali manusia.namun upaya mitigasi bencana dapat mengurangi dampak dan risiko yang ditimbulkan.
      Nama : Arsy Shakilah Putri Romadania
      SDN BALONGSARI 1/500
      No. Peserta:24
      Judul Project: Pengolahan Minyak Jelantah

      Balas
    • Oktober 6, 2025 pada 11:22
      Permalink

      Sering denger tentang info ini ternyata begitu..

      Nayla Thalita Azzahra
      SDN Petemon 9
      No Peserta 524
      Nama proyek : let’s go to bali Badung
      Ayo budidaya tanaman lidah buaya dengan produk unggulan

      Balas
  • September 1, 2025 pada 04:48
    Permalink

    Letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883 menjadi salah satu peristiwa alam paling besar dalam sejarah dunia. Suaranya terdengar hingga ribuan kilometer, tsunami raksasa melanda pesisir, dan ribuan jiwa melayang. Bahkan, debu vulkaniknya memengaruhi iklim global selama bertahun-tahun. Kini, setelah 142 tahun berlalu, peristiwa tersebut menyimpan banyak pelajaran berharga bagi kita.

    Pertama, kita belajar bahwa alam memiliki kekuatan luar biasa yang tak bisa dilawan, sehingga kesiapsiagaan dan mitigasi bencana adalah hal mutlak. Letusan Krakatau mengingatkan pentingnya memahami potensi bencana di sekitar kita agar masyarakat lebih tangguh dan siap menghadapi situasi darurat.

    Kedua, letusan itu mengajarkan nilai kepedulian dan solidaritas. Ribuan korban di berbagai daerah kala itu hanya bisa bertahan melalui gotong royong dan dukungan bersama. Hingga kini, semangat saling membantu tetap relevan setiap kali bencana melanda.

    Ketiga, kita dapat belajar mengenai ketangguhan ekosistem. Dari reruntuhan letusan Krakatau yang menghancurkan, kini lahir ekosistem baru yang kaya keanekaragaman hayati. Ini menjadi simbol bahwa bumi memiliki kemampuan pulih, asalkan manusia ikut menjaga keseimbangannya.

    Memperingati 142 tahun letusan dahsyat Krakatau bukan hanya mengenang tragedi, tetapi juga menjadi pengingat agar kita selalu waspada, menjaga alam, serta memperkuat kolaborasi demi keselamatan generasi sekarang dan masa depan.

    Salam,
    AISYAH AVICENA RL
    SMPN 21 SURABAYA
    Project : DATELA GREEN REVITALIZATION
    Proyek yang berfokus pada pemilihan lahan terbengkalai menjadi lahan yang produktif kembali 🌿💚

    Balas
  • September 1, 2025 pada 18:21
    Permalink

    Mencegah gunung merapi meletus adalah hal yang tidak bisa kita lakukan, karena itu gejala alam yang muncul diluar kemampuan kita sebagai manusia.

    Yang bisa kita lakukan adalah memberi edukasi tentang mitigasi bencana kepada masyarakat di daerah rawan bencana gunung merapi meletus.

    Naziya Putri Syafira Ariwibowo
    Nomor Peserta 612
    SDN Sawunggaling 1 Sby
    Proyek : No Bi T A (Inovasi Bidara Tumbuh Alami)

    Balas
  • September 2, 2025 pada 13:13
    Permalink

    Artikel ini sangat menarik, yaapp saya dapat mengetahui lebih banyak tentang kepulauan Indonesia, dengan membaca artikel ini saya mengetahui hal hal baru yang belum saya ketahui. Kerenn!!

    Nama : Hanny Nur Ayni
    No peserta : 1266
    Asal Sekolah : SMP NEGERI 46 SURABAYA
    Proyek : POAHSUK
    Saya memiliki proyek POAHSUK atau pupuk organik buah busuk, saya berhasil mengolah 412kg limbah buah

    Salam Bumi Pasti Lestari

    Balas
  • September 2, 2025 pada 14:02
    Permalink

    Bencana gunung meletus dapat terjadi kapan saja, tidak dapat dihindari. Akan tetapi kita bisa mempersiapkan tindakan mitigasi bencana.

    Nama : Fathan Alby A
    Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
    Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.

    Halo sobat hijau 🌳
    Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari 🌱

    Balas
  • September 2, 2025 pada 17:38
    Permalink

    Nama : Marshall Dastan Putra R
    Sekolah : SDN. Ketabang 1/288 Sby
    No Peserta : 207
    Judul. project : KOMANDAN ( Koleksi Tanaman Pandan)

    Letusan Gunung krakatau mmg luar biasa bahkan bisa terdengar hingga negara lain.
    Perlunya persiapan utk menghadapi bencana Alam.
    Mitigasi Gunung Meletus sangat membantu

    Salam
    Komandan Dastan

    Balas
  • September 3, 2025 pada 05:14
    Permalink

    letusan gunung Krakatau sangat dasyat,
    potensi bahaya pastinya akan mengacam kita, arrikel yg sangat bermanfaat

    Nama Ni Luh Gede Reva Dealove Valentcia Atmaja
    SMPN 35 Surabaya
    judul proyek Budidaya Rosella
    nomor peserta 1130

    Balas
  • September 3, 2025 pada 16:55
    Permalink

    Bencana gempa selalu menghantui Indonesia. Mari kita jaga diri kita, melalui kegiatan mitigasi bencana sejak dini.
    Rah Handaru Hatmaji/453
    SMPN 1 Surabaya

    Balas
  • September 3, 2025 pada 17:18
    Permalink

    mengingat indonesia memiliki banyak sekali gunung berapi aktif, mari pikirkan langkah mitigasi bencana nya dan tidak lupa selalu waspada pada lingkungan sekitar, artikel yang sangat bermanfaat 🔥

    Nama : Davin Alemezar Jethro Islami
    Asal : SMP NEGERI 1 SURABAYA
    No : 447
    Proyek : Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk NPK Organik Cair

    Balas
  • September 3, 2025 pada 18:43
    Permalink

    Sejarah Anak Krakatau mengingatkan kita betapa dahsyatnya kekuatan alam, letusan dan tsunami yang terjadi membuktikan bahwa kesadaran mitigasi bencana sangat penting, semoga dengan pengetahuan ini kita bisa lebih siap menghadapi ancaman gunung berapi dan makin peduli menjaga lingkungan bersama2

    NAMA : EZRA BINTANG IZDIHAR KURNIAWAN
    SEKOLAH: SD KYAI IBRAHIM
    NOMOR URUT: 003
    PROYEK LH : PEMANFAATAN LAHAN KOSONG DAN LIMBAH PLASTIK UNTUK BUDIDAYA KEMANGI

    Balas
  • September 3, 2025 pada 21:16
    Permalink

    Mengingat Indonesia memiliki banyak gunung yang masih aktif merapi dan rinjani contohnya, hari sial tidak ada di kalender maka kita harus mengantisipasi dengan menyiapkan tas siaga bencana contohnya,
    Dan hindari berpergian ke gunung jika dinyatakan siaga satu/dua

    Nama:anindita mireta putri
    Sekolah: SDN Kaliasin 1
    Proyek:pengolahan limbah kain perca

    Balas
  • September 3, 2025 pada 22:02
    Permalink

    Aksi Realisasi Keluarga Sadar Iklim dan tanggap bencana memang sangat diperlukan untuk antisipasi apabila terjadi bencana yang datangnya tiba-tiba.
    Saya TEVY JANEETA ADRIANA dari SDN PAKIS V/372 SURABAYA dengan nomor peserta 498 proyek TEBINORA(Tevy budidaya binahong hijau dan merah)

    Balas
  • September 3, 2025 pada 22:19
    Permalink

    Letusan dahsyat Gunung Krakatau tahun 1883 menjadi pengingat bahwa alam memiliki kekuatan besar yang harus kita hormati. Dari peristiwa itu kita belajar pentingnya menjaga lingkungan dan selalu siap menghadapi bencana. Proyek integrasi pengelolaan air limbah dan konservasi air juga merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan agar lebih lestari dan bermanfaat bagi kehidupan.

    Nama : Muhammad Raffa Zamzani
    Asal sekolah : SMPN 9 Surabaya
    Nomor peserta : 697
    Judul proyek : Budidaya Bunga Telang Dan Pemanfaatannya

    Balas
    • September 4, 2025 pada 15:03
      Permalink

      Dari artikel dasyatnya letusan gunung Krakatau ini, kita belajar pentingnya siaga bemcan agar dapat menyelamatkan diri dan terhindar dari bencana ini.

      Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
      Sekolah: SDN.Kalisari 2-513 Surabaya
      No.peserta: 218
      Proyek: Budidaya tanaman asem jawa dan produksi minuman kesehatan tradisional sinom

      Balas
  • September 5, 2025 pada 01:31
    Permalink

    Mengingatkan kita akan kedahsyatan letusan Gunung Krakatau 142 tahun lalu sekaligus pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

    Mayfrina Aisyahrani
    SMPN 3 SURABAYA
    PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN

    Balas
  • September 6, 2025 pada 16:19
    Permalink

    Indonesia memang rawan terjadi bencana. Entah itu gunung meletus, longsor, banjir ataupun kebakaran. Kita harus selalu waspada. Untuk itu sebelum itu semua terjadi pada kita, maka kita harus tanggap akan situasi itu dengan merencanakan tindakan yang akan kita lakukan jika terjadi bencana dan menyiapkan tas siaga bencana yang dibutuhkan saat terjadi bencana.
    Ummu Ghaid Mudma’inah
    SDN Dr Sutomo 1
    Nomer peserta 068

    Balas
  • September 7, 2025 pada 13:50
    Permalink

    Letusan ini merupakan salah satu letusan gunung api paling mematikan dan merusak dalam sejarah modern, menyebabkan tsunami dahsyat dan dampak iklim global serta suara ledakan yg terdengar hingga ribuan kilometer.

    Nama : Akifa Maulidya
    Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
    Nomor Peserta : 698
    Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • September 7, 2025 pada 19:57
    Permalink

    Peristiwa Krakatau mengajarkan kita untuk selalu menghormati alam dan memahami potensi bahayanya. Mari kita tingkatkan kesadaran dan tindakan preventif terhadap bencana alam.

    Nama : Naura Adelia Shafiqa Ghozali
    Sekolah : Sdn Tandes Kidul 1 Surabaya
    Proyek LH : Pengelolahan limbah cangkang telur
    No.peserta : 704

    Balas
  • September 8, 2025 pada 22:50
    Permalink

    Letusan Gunung Krakatau pada 1883 merupakan salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah, menyebabkan tsunami dahsyat dan perubahan iklim global. Mari kita belajar dari sejarah untuk meningkatkan kesiapsiagaan

    nama: Bara Ikmal Ghani
    sekolah: SMPN 38 Surabaya
    nomor peserta: 601
    proyek: mengolah sampah organik🌿

    Balas
  • Oktober 2, 2025 pada 06:36
    Permalink

    Artikel Tunas Hijau ID ini sangat inspiratif karena menghadirkan edukasi lingkungan yang bermanfaat serta memotivasi masyarakat untuk lebih peduli dan beraksi nyata menjaga bumi.
    /Kamila L.A 854

    Balas
  • Oktober 5, 2025 pada 11:52
    Permalink

    Peristiwa ini (Krakatau) mengajarkan kita untuk peduli dan menghormati alam dan memahami potensi bahaya nya.

    Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

    Balas
  • Oktober 5, 2025 pada 18:17
    Permalink

    Peristiwa ini (Krakatau) mengajarkan kita untuk peduli dan menghormati alam dan memahami potensi bahaya nya.

    Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

    nama ibrahim tubagus maulana
    sekolah sdn jemur wonosari 1
    judul proyek pengolahan minyak jelantah
    no peserta 115

    Balas
    • Oktober 6, 2025 pada 11:26
      Permalink

      Ih mengerikan nih pasti…

      Nayla Thalita Azzahra
      SDN Petemon 9
      No Peserta 524
      Nama proyek : let’s go to bali Badung
      Ayo budidaya tanaman lidah buaya dengan produk unggulan

      Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 12:24
    Permalink

    Artikel ini memberikan informasi yang jelas dan lengkap tentang perkembangan Anak Krakatau, mulai dari sejarah letusan hingga dampak tsunaminya. Data yang disajikan sangat detail dan membantu pembaca memahami betapa berbahayanya gunung api ini. Penyebutan tanggal dan angka yang spesifik memberikan gambaran yang kuat tentang kejadian-kejadian penting terkait Anak Krakatau. Artikel ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana alam.

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 23:12
    Permalink

    letusan gunung berapi seperti ini perlu melakukan mitigasi bencana sesuai yang diajarkan di sekolah,maupun di media online,mitigasi bencana sangat penting,agar kita bisa menjaga diri kita sendiri ketika bencana.

    nama:Clarette Isabella Christina Surbakti
    no peserta:174
    SDN jemur wonosari 1
    judul proyek: budidaya lidah mertua

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 15:13
    Permalink

    Luar biasa, kisah Gunung Krakatau selalu mengingatkan kita betapa dahsyatnya kekuatan alam dan pentingnya hidup selaras dengannya 🌋💨. Letusan tahun 1883 bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi juga pelajaran besar tentang dampak lingkungan, perubahan iklim, dan kesiapsiagaan bencana.

    Dari kehancuran itu, lahirlah Anak Krakatau — simbol kebangkitan dan siklus alam yang terus berjalan. 🌱🔥 Kisah ini menunjukkan bahwa bumi mampu pulih, asalkan manusia mau belajar dan menjaga keseimbangannya.

    Mari jadikan peringatan 142 tahun letusan Krakatau bukan sekadar mengenang tragedi, tapi momentum untuk memperkuat kesadaran akan mitigasi bencana dan menghormati kekuatan alam yang luar biasa. 🌏✨
    #BelajarDariKrakatau #PeduliBumi #AksiUntukLingkungan

    Balas
  • Oktober 20, 2025 pada 19:09
    Permalink

    Nama Gede Kesawa Desvananda Sasmita
    No Peserta 595
    Judul Proyek Biobox Maggot Solusi Daur Upang Sampah organik rumah tangga menjadi Emas Hitam

    Letusan Gunung Krakatau tahun 1883 adalah salah satu peristiwa alam paling dahsyat yang pernah terjadi di Bumi. Ledakannya bukan hanya mengguncang Nusantara, tetapi juga meninggalkan dampak global yang mengubah sejarah geologi dan iklim dunia. Dengan suara yang terdengar hingga ribuan kilometer dan tsunami setinggi 40 meter, letusan ini menjadi simbol betapa dahsyatnya kekuatan alam.

    Munculnya Anak Krakatau pada tahun 1927 menjadi pengingat bahwa kehidupan terus berlanjut, bahkan di atas kehancuran. Namun, aktivitas vulkanik gunung ini juga menunjukkan bahwa potensi bahaya tetap ada, seperti tragedi tsunami pada 2018. Hingga kini, Anak Krakatau berdiri sebagai saksi abadi tentang siklus alam: kehancuran, kebangkitan, dan kewaspadaan manusia terhadap kekuatan bumi yang tak terduga.

    Balas
  • Oktober 26, 2025 pada 00:12
    Permalink

    Banyak nya jumlah gunung di Indonesia yang sebagian merupakan gunung berapi harus di waspadai. Bahaya yang timbul akibat letusan sering memakan korban jiwa. penting memperhatikan peringatan BMKG untuk meminimalkan korban yang dapat timbul karena letusan. Mitigasi bencana merupakan salah satu bekal yang di berikan Tunas Hijau dan memberikan manfaat dan pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk menangani bila terjadi bencana.

    nama : padizha nikeisyandria aisyzarra
    sekolah : SMP N 4 Surabaya
    judul proyek : BUMAZAA

    Balas
  • Oktober 26, 2025 pada 15:08
    Permalink

    “Luar biasa! 😍 Dari tragedi besar jadi pelajaran berharga tentang kekuatan alam dan ketangguhan manusia 🌋💪 #Krakatau #SejarahIndonesia”

    Nama:Messa eko putri
    Sekolah:SDN Airlangga 1/198 Surabaya
    Proyek:Budidaya Lidah buaya

    Balas

Tinggalkan Balasan ke ibrahim tubagus maulana Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *