Ciplukan (Physalis angulata): Buah Kecil dengan Khasiat Besar

Ciplukan (Physalis angulata) adalah tanaman liar yang sering tumbuh di pekarangan, tepi sawah, hingga ladang kosong. Meski sering dianggap gulma, tanaman ini menyimpan segudang manfaat kesehatan. Ciplukan dikenal dengan buah mungil berwarna kuning keemasan yang terbungkus kelopak tipis menyerupai lentera kertas.

Secara morfologi, ciplukan memiliki batang bercabang, daun hijau berbentuk lonjong, dan bunga kecil berwarna kuning. Buahnya yang manis sedikit asam menjadi daya tarik utama. Di berbagai daerah, ciplukan dikenal dengan nama lokal berbeda, seperti ceplukan, kopok-kopokan, hingga leletokan.

Buah ciplukan mengandung berbagai nutrisi penting, antara lain vitamin C, vitamin A, zat besi, fosfor, serta antioksidan flavonoid. Kombinasi nutrisi ini menjadikan ciplukan berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan melawan radikal bebas.

Dalam pengobatan tradisional, ciplukan sudah lama digunakan sebagai ramuan herbal untuk meredakan flu, batuk, hingga sakit tenggorokan. Air rebusan daun dan batang ciplukan dipercaya membantu menurunkan panas pada anak-anak serta mempercepat pemulihan dari demam.

Penelitian modern juga mendukung manfaat ciplukan. Studi yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology(2015) menunjukkan bahwa ekstrak Physalis angulata memiliki aktivitas antikanker dan antiinflamasi, sehingga potensial dikembangkan menjadi bahan obat herbal.

Selain itu, ciplukan juga dikenal memiliki efek hipoglikemik. Kandungan fitosterol dan flavonoidnya mampu membantu menurunkan kadar gula darah, sehingga bisa menjadi pendukung pengelolaan diabetes. Namun, penggunaannya harus tetap berhati-hati dan tidak menggantikan pengobatan medis utama.

Buah ciplukan yang matang aman dikonsumsi langsung. Rasanya yang manis segar membuatnya cocok sebagai camilan sehat atau campuran salad. Di beberapa negara, ciplukan bahkan dikembangkan sebagai komoditas buah eksotik dengan nilai jual tinggi.

Daun dan batang ciplukan bisa dimanfaatkan sebagai ramuan herbal dengan cara direbus. Namun, masyarakat perlu tahu bahwa konsumsi berlebihan atau penggunaan bagian tanaman yang belum matang bisa menimbulkan efek samping, karena beberapa senyawa bersifat toksik jika tidak diolah dengan benar.

Dari sisi ekologi, ciplukan mudah tumbuh tanpa perawatan khusus. Tanaman ini bisa hidup di berbagai kondisi tanah dan tahan terhadap iklim tropis. Hal ini membuat ciplukan mudah ditemukan, meski jarang dibudidayakan secara besar-besaran.

Potensi ekonomi ciplukan cukup menjanjikan. Di pasar tradisional, buah ciplukan mulai dijual sebagai obat herbal alami. Bahkan di pasar ekspor, terutama Eropa dan Amerika, ciplukan yang dikenal sebagai golden berry atau cape gooseberry dihargai tinggi sebagai buah superfood.

Dengan segala manfaatnya, ciplukan bukan lagi sekadar tanaman liar yang terabaikan. Edukasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan agar tanaman ini bisa dimanfaatkan lebih optimal, baik untuk kesehatan keluarga maupun sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan.

Cara Budidaya Ciplukan

1. Pemilihan lahan dan media tanam
Ciplukan bisa tumbuh hampir di semua jenis tanah, tetapi hasil terbaik diperoleh di tanah gembur, subur, dan memiliki drainase baik. Tanah liat berpasir dengan pH 5,5–7 sangat cocok. Jika ditanam di pot, gunakan campuran tanah, kompos, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1.

2. Perbanyakan tanaman
Budidaya ciplukan umumnya dilakukan dengan biji. Pilih buah yang sudah matang sempurna (berwarna kuning keemasan), ambil bijinya, lalu jemur sebentar agar kering. Biji dapat langsung disemai di polybag atau di lahan yang sudah disiapkan.

3. Penyemaian
Semaikan biji di bedengan atau polybag kecil berisi tanah gembur yang dicampur kompos. Tutupi tipis dengan tanah halus, lalu siram ringan agar tetap lembab. Bibit biasanya mulai berkecambah setelah 5–10 hari.

4. Penanaman bibit
Bibit yang berumur sekitar 3–4 minggu atau sudah memiliki 4–5 helai daun bisa dipindahkan ke lahan atau pot lebih besar. Jarak tanam ideal adalah 50–60 cm antar tanaman agar ciplukan dapat tumbuh bebas tanpa berebut nutrisi.

5. Penyiraman
Ciplukan tidak membutuhkan banyak air, tetapi tanah harus dijaga agar tetap lembab. Siram 1–2 kali sehari pada musim kemarau, sedangkan di musim hujan cukup disesuaikan dengan kondisi tanah.

6. Pemupukan
Gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang yang sudah matang. Pupuk bisa diberikan setiap 2–3 minggu sekali untuk menjaga kesuburan tanah. Jika perlu, bisa ditambahkan pupuk NPK dosis rendah.

7. Penyiangan dan perawatan
Lakukan penyiangan gulma secara rutin agar tanaman tidak terganggu. Pangkas cabang yang terlalu rimbun supaya sirkulasi udara lebih baik dan buah tidak mudah terserang penyakit.

8. Hama dan penyakit
Ciplukan relatif tahan hama, tetapi kadang diserang kutu daun, ulat, atau jamur. Gunakan pestisida nabati seperti larutan daun mimba atau bawang putih untuk mengendalikan hama tanpa merusak tanaman.

9. Panen
Ciplukan siap dipanen setelah 2–3 bulan sejak tanam. Buah yang matang ditandai dengan kelopak kering dan buah berubah warna menjadi kuning keemasan. Panen sebaiknya dilakukan setiap 2–3 hari sekali agar buah tidak terlalu masak di pohon.

10. Pasca panen
Buah ciplukan bisa langsung dikonsumsi segar, dijual ke pasar, atau diolah menjadi produk seperti manisan, selai, teh herbal dari daunnya, hingga ekstrak herbal.

20 thoughts on “Ciplukan (Physalis angulata): Buah Kecil dengan Khasiat Besar

  • September 8, 2025 pada 22:57
    Permalink

    Buah kecil seperti blueberry, stroberi, atau anggur kaya akan antioksidan dan nutrisi penting. Meski kecil, buah-buahan ini membawa manfaat besar bagi kesehatan

    nama: Bara Ikmal Ghani
    sekolah: SMPN 38 Surabaya
    nomor peserta: 601
    proyek: mengolah sampah organik🌿

    Balas
  • September 10, 2025 pada 09:09
    Permalink

    Pernah merasakan manfaatnya ketika sakit.
    Buah ciplukan bisa membantu meringankan batuk.

    Nama : Medina
    Sekolah : SDN Simolawang KIP 156 Surabaya
    No Peserta : 686
    Proyek : Budidaya bunga telang

    Balas
  • September 11, 2025 pada 15:31
    Permalink

    Buah yg sering kali dianggap remeh tetapi mempunyai segudang manfaat, dulu di tempat saya buah ini hanya tergeletak di pinggir jalan dan tidak ada peminatnya sekarang buah ini diburu banyak orang karena manfaatnya dan bahkan sudah banyak yg membudidayakan

    Akifa Maulidya
    SDN Tandes Kidul 1
    Nomor 698
    Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • September 17, 2025 pada 16:36
    Permalink

    Waktu pertama kali lihat tanaman ciplukan, aku pikir itu cuma tanaman liar biasa yang suka tumbuh di pinggir jalan atau sawah. Tapi setelah baca artikel ini, aku jadi tahu kalau ciplukan ternyata punya khasiat luar biasa, bahkan disebut superfood di luar negeri!

    Sebagai pegiat lingkungan, aku jadi semangat banget buat mulai eksplorasi tanaman-tanaman lokal yang sering dianggap remeh. Ciplukan misalnya, nggak cuma enak rasanya, tapi juga bisa bantu menjaga daya tahan tubuh, mengandung antioksidan, dan bahkan bisa bantu menurunkan kadar gula darah. Wah, ternyata tanaman yang kecil ini punya kekuatan besar!

    Yang menarik buatku, ciplukan juga punya nilai ekonomi. Bisa dijual ke pasar lokal, bahkan diekspor ke Eropa dan Amerika. Artinya, kalau kita budidayakan dengan serius, bisa jadi peluang usaha yang keren buat anak muda juga. Cocok banget buat proyek lingkungan hidup yang menggabungkan manfaat ekologis, kesehatan, dan ekonomi.

    Aku juga suka bagian cara budidayanya. Gampang banget ternyata. Bisa ditanam di pot atau di pekarangan rumah. Ini ide bagus banget buat program pertanian kota atau sekolah ramah lingkungan. Siapa tahu nanti program Mangrove Warrior bisa kolaborasi dengan “Kebun Ciplukan Sekolah” buat edukasi dan pengolahan pangan sehat.

    Ciplukan ngajarin kita buat nggak meremehkan yang kecil. Karena yang kecil, kalau dijaga dan dimanfaatkan dengan bijak, bisa jadi solusi besar buat bumi dan manusia.

    Nama: Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
    Sekolah: SMP Negeri 1 Surabaya
    No. urut: 451
    Proyek: EcoGeniuz Pillow & Mangrove Warrior

    Balas
  • September 27, 2025 pada 00:23
    Permalink

    Ciplukan, sering dengar namanya tapi Ndak pernah makan, next coba pembibitan ciplukan di rumah sehingga menambah varian tanaman obat di rumah. Mudah2an bisa membawa banyak manfaat.

    Charissa Rafanda Rabbaniyyah
    SDN pakis 3
    Budidaya tanaman okra

    Balas
  • September 29, 2025 pada 22:06
    Permalink

    Ciplukan memang luar biasa 👍. Meski sering dianggap tanaman liar, ternyata buah mungil ini kaya nutrisi, bermanfaat untuk kesehatan, bahkan punya potensi ekonomi besar karena dihargai tinggi di luar negeri. Cara budidayanya juga cukup mudah dan cocok di iklim tropis. Singkatnya, ciplukan bukan sekadar gulma, tapi bisa jadi superfood sekaligus peluang usaha menjanjikan. 🌱✨

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas
    • Oktober 5, 2025 pada 18:35
      Permalink

      Ciplukan memang luar biasa 👍. Meski sering dianggap tanaman liar, ternyata buah mungil ini kaya nutrisi, bermanfaat untuk kesehatan, bahkan punya potensi ekonomi besar karena dihargai tinggi di luar negeri. Cara budidayanya juga cukup mudah dan cocok di iklim tropis. Singkatnya, ciplukan bukan sekadar gulma, tapi bisa jadi superfood sekaligus peluang usaha menjanjikan. 🌱✨

      nama ibrahim tubagus maulana
      sekolah sdn jemur wonosari 1
      judul proyek pengolahan minyak jelantah
      no peserta 115

      Balas
  • Oktober 5, 2025 pada 12:40
    Permalink

    Ciplukan sangat luar biasa, meski sering dianggap tumbuhan liar tapi ternyata buah mungil ini memiliki banyak manfaat.

    Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

    Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 09:13
    Permalink

    Nama : Tisya Ayodya Prameswari
    Sekolah : SDI Al Azhar Kelapa Gading Surabaya
    No. Peserta : 006
    Proyek : ECOZY
    Capaian : 1. Mengolah kulit 1.002,4 kg
    2. Mendapatkan 160 galon
    3. 1 rumah warga binaan
    4. Telah sosialisasi kepada 587 orang
    5. Menghasilkan cairan eco enzyme sebanyak 560 liter
    6. Mendapatkan 157 botol plastik
    7. 1 kampung binaan

    Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 21:05
    Permalink

    Artikel yang sangat informatif dan menarik! Banyak orang mungkin menganggap ciplukan hanyalah tanaman liar biasa, padahal ternyata menyimpan begitu banyak manfaat untuk kesehatan. Tulisan ini membuka wawasan baru tentang kekayaan alam Indonesia yang sering terabaikan. Semoga semakin banyak yang sadar pentingnya menjaga dan memanfaatkan tanaman herbal lokal seperti ciplukan. 🌱

    KANAYA DIVANESA AWANDA
    SMP NEGERI 58 SURABAYA
    NO URUT 1388
    JUDUL PROYEK: BARASIMAN
    (BUDIDAYA ALOEVERA PENGUSIR KUMAN)

    Balas
  • Oktober 15, 2025 pada 18:31
    Permalink

    Buah ciplukan memiliki potensi untuk dikembangkan dalam hal manfaat ekonomi nya.

    Sangat menarik untuk dibudidayakan.

    Naziya Putri Syafira Ariwibowo
    Nomor peserta 612
    SDN Sawunggaling 1 / 382
    Proyek : NoBiTA

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 08:16
    Permalink

    Ciplukan adalah tanaman liar yang sering tumbuh di pekarangan atau ladang, dengan buah kecil berwarna kuning keemasan yang tertutup kelopak tipis seperti lentera. Meski sederhana, ciplukan ternyata kaya manfaat untuk kesehatan.

    Buah dan daunnya mengandung banyak zat penting seperti vitamin C, antioksidan, dan senyawa antiinflamasi yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan tekanan darah, serta mengontrol kadar gula darah.

    Selain itu, ciplukan juga dipercaya dapat meredakan batuk, menurunkan demam, dan menjaga kesehatan hati. Karena rasanya segar dan sedikit manis, buahnya bisa langsung dimakan atau dijadikan jus herbal alami.

    Dengan kandungan gizinya yang tinggi, ciplukan menjadi tanaman tradisional yang murah, mudah didapat, tapi penuh manfaat bagi tubuh.

    AISYAH AVICENA RL
    SMPN 21 SURABAYA
    Project : DATELA GREEN REVITALIZATION

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 08:52
    Permalink

    Wah, artikel ini menarik banget! 😄 Buah ciplukan yang biasanya dianggap “gulma” ternyata punya segudang manfaat kesehatan, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh sampai punya potensi antikanker. Gak cuma itu, sisi ekonominya juga menjanjikan karena gampang dibudidayakan dan bisa diekspor sebagai superfood. Satu hal yang penting di-highlight juga adalah peringatannya konsumsi yang salah atau buah yang belum matang bisa berbahaya, jadi tetap harus hati-hati. Menurutku, artikelnya informatif dan pas banget buat orang yang pengen mulai kenal tanaman herbal lokal. 🌿💛

    Nama:Diky Yulia Efendi
    No peserta:459
    Sekolah:Smp Negeri 11 Surabaya
    Proyek: integrasi pengelolahan air limbah dan konservasi air

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 14:31
    Permalink

    Ciplukan (Physalis angulata): Buah Kecil dengan Khasiat Besar
    pengobatan tradisional, ciplukan sudah lama digunakan sebagai ramuan herbal untuk meredakan flu, batuk, hingga sakit tenggorokan

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

    Nama : Naysia Aqila Andriani
    Sekolah : SDN Ngagelrejo3
    No peserta: 428
    Proyek budi daya sereh

    proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh

    🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 23:17
    Permalink

    ciptakan adalah tanaman yang kecil tapi mempunyai manfaat yang cukup banyak,tetapi tidka banyak yang menanam tanaman ciplukan ini.

    nama:Clarette Isabella Christina Surbakti
    no peserta:174
    SDN jemur wonosari 1
    judul proyek: budidaya lidah mertua

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 10:28
    Permalink

    ciplukan, yang sering dianggap sebagai gulma, ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan dan potensi ekonomi.

    Kandungan nutrisi seperti vitamin C, antioksidan, dan efek hipoglikemik membantu memberikan pemahaman ilmiah yang mendukung penggunaan tradisionalnya.

    Mayfrina Aisyahrani
    SMPN 3 SURABAYA
    PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 15:21
    Permalink

    Menarik sekali! 🌱✨ Proses budidaya ciplukan ini menunjukkan bahwa tanaman sederhana pun bisa memberi hasil luar biasa jika dirawat dengan telaten. Dari pemilihan bibit hingga pascapanen, setiap tahap mengajarkan kesabaran dan kepedulian terhadap alam. 🍃

    Ciplukan bukan hanya buah kecil dengan rasa manis unik, tapi juga simbol kemandirian dan potensi ekonomi hijau. Dengan perawatan organik dan pengendalian hama alami, budidaya ini tak hanya ramah lingkungan, tapi juga menyehatkan. 🌿💧

    Panennya yang cepat dan serbaguna menjadikan ciplukan peluang usaha menjanjikan — dari camilan sehat hingga produk herbal bernilai tinggi. 🌾💛

    #CiplukanSehat #BertaniHijau #AksiUntukBumi

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 20:25
    Permalink

    Buah ciplukan mengandung berbagai nutrisi penting, antara lain vitamin C, vitamin A, zat besi, fosfor, serta antioksidan flavonoid. Kombinasi nutrisi ini menjadikan ciplukan berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan melawan radikal bebas.

    Naura Adelia Shafiqa Ghozali
    Sdn Tandes Kidul 1 Sby
    Pengolahan limbah cangkang telur
    No peserta 704

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 20:42
    Permalink

    aku kira selama ini tanaman tersebut mirip jambu yang belum matang🗿. Tetapi berkat tunas hijau saya tahu bahwa sebenarnya tanaman tersebut bukan jambu yang belum matang. Melainkan buah ciplukan. Terima kasih tunas hijau selalu menginspirasi banyak orang😻🙌

    🙋‍♀️: Mazida Shabrina Yasmin
    🏫: SDN Wonokusumo 6 Surabaya
    🔢: 728
    📍: Proyek SERBUK(Serbuk Berproyek Horta)

    Balas
  • Oktober 19, 2025 pada 18:38
    Permalink

    Mari perkaya membudidaya tanaman dan buah yang bisa berkhasiat untuk pengobatan tradisional, seperti contoh budidaya buah ciplukan yang sudah lama digunakan sebagai ramuan herbal untuk meredakan flu, batuk, hingga sakit tenggorokan, karena Buah ciplukan mengandung berbagai nutrisi penting, antara lain vitamin C, vitamin A, zat besi, fosfor, serta antioksidan flavonoid. Kombinasi nutrisi ini menjadikan ciplukan berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan melawan radikal bebas.
    Selain itu, ciplukan juga dikenal memiliki efek hipoglikemik. Kandungan fitosterol dan flavonoidnya mampu membantu menurunkan kadar gula darah, sehingga bisa menjadi pendukung pengelolaan diabetes.

    Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
    No.Peserta: 218
    Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
    Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.

    Salam Bumi Pasti Lestari!
    Salam Zero Waste!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *