3,12 Ton Kulit Bawang Putih Disulap Jadi Tinta Spidol oleh Raihan, Siswa SMPN 57 Surabaya

Di tangan Raihan Jouzu Syamsudin, kulit bawang putih tidak lagi sekadar menjadi sampah organik yang hanya bisa diolah menjadi pupuk kompos. Siswa SMPN 57 Surabaya ini membuat inovasi menarik dengan menciptakan tinta spidol dari kulit bawang putih.

Ide pembuatan tinta spidol tersebut muncul dari kepedulian Raihan terhadap banyaknya sampah kulit bawang putih yang biasanya hanya diolah menjadi kompos bersama sampah organik lainnya. “Rasanya kok eman bila kulit bawang putih dicampur dengan sampah organik lainnya,” kata Raihan, peraih Juara 2 Duta Lingkungan Hidup – Pangeran 2 Lingkungan Hidup 2024.

Setiap hari, sepulang sekolah, Raihan Jouzu berburu kulit bawang putih

Sebelum memulai proses pembuatan tinta, Raihan terlebih dahulu mencari bahan baku. Saat akan mengikuti ajang Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2024, ia melakukan survei ke beberapa pasar di Surabaya untuk mencari sumber kulit bawang putih.

Empat bulan pertama menjalankan proyek, Raihan sempat merasa semangatnya menurun karena hasil pengumpulan kulit bawang putih baru mencapai sekitar 300 kilogram. Padahal, dengan bobot kulit bawang putih yang sangat ringan, ia harus bekerja ekstra keras agar bisa mencapai target minimal 1.000 kilogram untuk masuk tahap final.

Raihan Jouzu memiliki 25 mitra untuk pengembangan proyek lingkungannya, pengolahan kulit bawang putih

Namun, seiring berjalannya waktu, ia berhasil menemukan banyak tempat penghasil kulit bawang putih. “Alhamdulillah, dengan semangat pantang menyerah, akhirnya saya menemukan pasar dan kampung lain yang banyak menghasilkan kulit bawang putih,” ujar Raihan, siswa kelahiran Surabaya, 25 Februari 2011 ini.

“Sampai saat ini saya telah memiliki 25 mitra, termasuk kampung-kampung. Dari para mitra inilah saya mendapat pasokan terbesar. Hingga sekarang, saya sudah mengolah 3,12 ton kulit bawang putih,” tambahnya.

Hujan tidak menjadi penghalang bagi Raihan Jouzu untuk berburu kulit bawang putih tiap harinya

Dengan 25 mitra penyuplai kulit bawang putih yang dimilikinya, Raihan berarti harus membagi waktu untuk mengujungi mereka setiap harinya. “Ada yang kulit-kulit bawang putih itu sudah siap dalam wadah siap ambil. Banyak juga yang saya harus memungutinya dan mengumpulkannya dalam wadah sendiri,” terang Raihan.

Hujan bukan alasan bagi Raihan untuk tidak menyambangi 25 mitranya. “Meskipun kondisinya hujan, saya tetap harus menngunjungi para mitra kubangput itu setiap harinya. Solusinya ya menggunakan jas hujan,” jelasnya. Sering juga saat Raihan sekolah, sang ibu yang harus berkeliling menyambangi para mitra Raihan.

Proses Pengolahan Khusus

Untuk mengolah kulit bawang putih menjadi tinta spidol, Raihan menempuh proses khusus. “Ada proses kulit bawang putih harus diover untuk bahan pigmen pewarna hitam alami tinta spidol,” jelas siswa yang sangat berharap bisa diterima di SMA Negeri 15 Surabaya melalui jalur prestasi ini.

Raihan menjelaskan bahwa tidak semua kulit bawang putih yang dia kumpulkan bisa diolah menjadi tinta spidol. “Kulit bawang putih yang terlalu lama disimpan bisa berpotensi lembab dan gak bisa diolah menjadi tinta spidol,” kata Raihan. Kulit bawang putih yang lembab atau rusak seperti ini, biasanya diolah oleh Raihan menjadi eco enzyme.

Raihan Jouzu mengolah kulit bawang putih yang lembab menjadi eco enzyme khusus kulit bawang putih. Dia sering didampingi guru pembinanya, Fadilah

Inovasi tinta spidol dari kulit bawang putih itu sudah banyak terjual. Meski begitu, Raihan berencana terus menyempurnakan hasil karyanya. “Saya akan terus mempromosikan produk olahan kulit bawang putih ini hingga ke tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya.

Ke depan, ia juga bercita-cita mengembangkan produk baru berupa toner untuk mesin fotokopi. “Saya sangat berharap bantuan dari semua pihak untuk mewujudkan rencana pembuatan toner fotokopi ini, termasuk dukungan dari pihak laboratorium,” harapnya.

Tinta spidol dari kulit bawang putih karya Raihan Jouzu

Kini, sebagai siswa kelas IX SMP, Raihan harus lebih pandai membagi waktu antara sekolah dan proyek lingkungan hidup inovasinya. “Waktu yang bisa saya gunakan untuk mengolah kulit bawang putih dan memasarkan produk semakin terbatas karena harus fokus juga pada persiapan ujian,” tuturnya.

Tak hanya tinta spidol, Raihan juga berhasil menciptakan eco enzyme dan sabun cair serbaguna dari kulit bawang putih. Ia pun tidak menutup kemungkinan akan mengembangkan beragam produk ramah lingkungan lainnya di masa depan.

Produk Eco Enzyme kulit bawang putih hasil olahan Raihan Jouzu

Penulis: Mochamad Zamroni

33 thoughts on “3,12 Ton Kulit Bawang Putih Disulap Jadi Tinta Spidol oleh Raihan, Siswa SMPN 57 Surabaya

  • September 9, 2025 pada 09:32
    Permalink

    Pengalaman yang sangat begitu saya rasakan juga kak..sempat dipandang sebelah mata oleh beberapa orang karena setiap hari nyampah di beberapa warkop untuk kejar capaian karena memang benar -benar berawal dari nol…
    Alhamdulillah setiap kita berusaha konsisten dan sesuai tujuan kita..semua langkah kita dipermudah Allah ..meskipun awalnya ragu-ragu untuk melangkah…memang bear memulai dari awal tidak semuda itu benar-benar harus ada tujuan dan semangat dari diri sendiri dan dukungan orang tua🙏🙏..tetap konsisten dan semangat pejuang lingkungan…
    Reynando Yudhistira putra
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta 409
    Pengolahan sampah plastik

    Balas
    • September 11, 2025 pada 17:04
      Permalink

      Hexa afzal hermawan
      Sdn wonokusumo 6/45
      Peserta pangeran lingkungan hidup thn 2025 dengan no peserta 421
      Proyek saya adalah budita cabi budidaya tanaman cabai.
      Pengalaman yg keren.

      Balas
  • September 9, 2025 pada 09:55
    Permalink

    Keren kak Raihan..Pengusaha belia yg sangat menginspirasi..Sukses selalu & tetap semangat utk berkarya✨️

    Nama : Fathan Alby A
    Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
    Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.

    Halo sobat hijau 🌳
    Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari 🌱

    Balas
    • September 9, 2025 pada 11:04
      Permalink

      Sangat keren sekali dan sangat menginspirasi buat kita semuanya dan sukses selalu untuk selalu berkarya trus.
      Nama: Muhammad Hidayahtullah
      Sekolah: SDN KAPASARI 1/292 Surabaya
      No Peserta: 145
      Proyek: Budidaya Daun Pandan

      Balas
  • September 9, 2025 pada 11:04
    Permalink

    Keren sangat menginspirasi
    Tetap semangat 💪🏻

    Jasmine Azzahra Abqoriah
    SDN TAMBAKSARI 1 SURABAYA (690)

    Balas
  • September 9, 2025 pada 12:47
    Permalink

    Benar-benar pejuang tangguh kak Raihan Jouzu. Semua memang tidak mudah untuk melakukan kebaikan apalagi yang berdekatan dengan sampah atau limbah. Sebagai generasi muda tentunya kita harus punya semangat dalam menjaga kelestarian alam ini terutama dari sampah dan limbah yang semakin banyak berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk. Nah salah satunya dengan mengurangi, memilah dan mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bernilai guna dan bernilai ekonomis.

    Raihanah Agustin Kirani
    SDN MARGOREJO 1/403
    Proyek: UTAK-ATIK LIMBAH TEKSTIL
    No. Peserta: 410

    Balas
  • September 9, 2025 pada 15:36
    Permalink

    luar biasa kak raihan bisa mengolah limbah menjadi barang yang bernilai tetap semangat ya kak 💪🏻💪🏻💪🏻

    Balas
  • September 9, 2025 pada 18:25
    Permalink

    Keren sekali kak Raihan 👍🏻
    Semangat terus untuk menjadi pejuang lingkungan . Sangat luar biasa bisa mengolah limbah sampah bawang menjadi barang yang lebih bernilai .

    Kayla Ayu Anindya
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta:710
    Proyek:mol magic water
    Pengelolahan sampah organik/kulit
    Buah menjadi pupuk organik cair

    Salam bumi pasti lestari 🌍🪴🌍

    Balas
  • September 10, 2025 pada 12:34
    Permalink

    Kerennnn sekaliii kak Raihan 🤩🤩, sangat menginspirasi juga mengolah sampah bawang menjadi tinta luar biasa 🎉🎉. Tidak perlu beli tinta mengolah sampah bawang saja sudah bisaa!!😁.
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta: 224
    Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
    • September 21, 2025 pada 10:39
      Permalink

      Keren… 👍semangat yang luar biasa…
      Bismillah semangat nya nular ke kita semua 🥰

      Sultan Dipasha Alireza
      SDN Margorejo 3 Surabaya
      No peserta 255
      Mengolah minyak jelantah

      Balas
  • September 10, 2025 pada 14:10
    Permalink

    Wow keren pengolahan sampahnya keren jg ide kreatif ny semangat trs y kakak
    Eno wahyu kamagading
    SDN pacarkeling 1/182 surabaya
    452
    Eco enzyme

    Balas
  • September 10, 2025 pada 14:40
    Permalink

    Usaha tidak mengkhianati hasil. Yaitu dengan kerja keras dan terus semangat kak Raihan Jouzu mengerjakan proyeknya dengan mengolah limbah kulit bawang putih menjadi produk bermanfaat. Di sela-sela kewajiban sebagai seorang siswa
    Kepedulian terhadap lingkungan kak Raihan Jouzu menjadi nilai positif dan contoh generasi muda saat ini .
    Semoga segala impian dan cita -cita kak Jouzu tercapai.
    Semangat terus pejuang lingkungan.

    FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
    SDN Margorejo 1/403 Surabaya
    No Peserta: 253
    Proyek: Pengolahan Sampah Organik Dapat Memberikan Nutrisi Pada Tanaman

    Balas
  • September 10, 2025 pada 22:14
    Permalink

    🔥👏 Keren sekali inovasi Raihan Jouzu! Dari kulit bawang putih yang sering dianggap limbah, ia berhasil menciptakan tinta spidol ramah lingkungan, bahkan juga mengolahnya menjadi eco enzyme dan sabun cair serbaguna. 🌱✍️

    Semangatnya untuk terus mengembangkan produk hingga ke tingkat nasional dan internasional patut diapresiasi. Apalagi, rencana membuat toner fotokopi dari kulit bawang putih terdengar sangat visioner dan penuh peluang besar. 💡🌍

    Inovasi ini bukan hanya soal kreativitas, tapi juga langkah nyata dalam mengurangi sampah dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Semoga Raihan mendapat dukungan luas agar mimpinya bisa terwujud! 🚀✨

    — Kenzo Anugrah Rahmadhan, SMPN 26 Surabaya
    Peserta Pangeran & Putri Lingkungan Hidup 2025
    #pangeranputrilh2025SMP_567 #SMPN26Surabaya #AksiUntukBumi #Tahap4Lestari

    Balas
  • September 11, 2025 pada 15:18
    Permalink

    Keren kak Raihan proyeknya sangat inovatif, semangat untuk selalu berkarya dan menghijaukan lingkungan.

    Akifa Maulidya
    SDN Tandes Kidul 1
    Nomor 698
    Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • September 13, 2025 pada 05:19
    Permalink

    Sungguh aksi nyata yang dilakukan oleh kak Rayhan. Dengan limbah sampah kulit bawang putih bisa disulap menjadi tinta spidol. Semoga aksi kak Rayhan bisa menjadi inspirasi buat kami generasi muda yang cinta lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari.

    UMMU GHAID MUDMA’INAH
    SDN Dr Sutomo 1 Surabaya
    Nomer peserta 068
    Proyek CATERAN cangkang telur ramah lingkungan

    Balas
  • September 16, 2025 pada 06:46
    Permalink

    Keren banget kakak teknologi yg di kerjakan.
    Semoga terus berkembang dan bermanfaat kak…

    Naziya Putri Syafira Ariwibowo
    Nomor Peserta 612
    SDN Sawunggaling 1 Surabaya
    Proyek : No Bi T A (Inovasi Bidara Tumbuh Alami)

    ~ Salam Bumi Pasti Lestari ~

    Balas
  • September 17, 2025 pada 16:31
    Permalink

    Waktu pertama kali baca tentang kak Raihan Jouzu dari SMPN 57 Surabaya yang bikin tinta spidol dari kulit bawang putih, aku langsung terpukau. Serius, keren banget! Bayangin aja, kulit bawang yang biasanya dibuang gitu aja, bisa diubah jadi sesuatu yang berguna banget buat sekolah dan belajar. Ini bukan cuma soal daur ulang, tapi juga tentang kreativitas dan pantang menyerah.

    Sebagai peserta Pangeran Lingkungan Hidup 2025, aku merasa sangat terinspirasi. Ternyata, proyek lingkungan itu bisa datang dari hal-hal yang sederhana di sekitar kita. Kayak kulit bawang putih, siapa sangka bisa jadi tinta? Dan kak Raihan nggak cuma berhenti di ide doang. Beliau bener-bener keliling pasar, kumpulin kulit bawang, bahkan sampai 3 ton lebih! Wah, itu pasti butuh perjuangan luar biasa.

    Aku juga jadi belajar tentang pentingnya kolaborasi. Kak Raihan punya 25 mitra yang bantu nyuplai bahan baku. Itu artinya, perubahan besar bisa dimulai dari kerja sama kecil di lingkungan sekitar. Aku jadi makin semangat buat ngajak lebih banyak orang gabung di proyek EcoGeniuz Pillow dan Mangrove Warrior-ku. Siapa tahu, suatu hari nanti bisa juga bikin inovasi sekeren tinta kulit bawang.

    Yang paling bikin kagum, meskipun sibuk sekolah dan ujian, kak Raihan tetap konsisten. Beliau bahkan punya mimpi buat bikin toner fotokopi dari kulit bawang. Buatku, itu bukti bahwa anak SMP juga bisa punya visi besar kalau didukung dan diberi ruang berkarya.

    Terima kasih kak Raihan udah jadi inspirasi buat kami semua. Aku jadi makin yakin bahwa lingkungan bukan cuma urusan orang dewasa, tapi juga medan perjuangan buat anak-anak muda kayak kita yang cinta bumi.

    Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
    SMP Negeri 1 Surabaya
    Nomor Urut 451 Peserta Pangeran Lingkungan Hidup 2025
    Proyek: EcoGeniuz Pillow & Mangrove Warrior

    Balas
  • September 18, 2025 pada 07:46
    Permalink

    Keren kak Raihan..Pengusaha muda yg sangat menginspirasi..Sukses selalu & tetap semangat utk berkarya,semoga motivasi nya bisa Dan sukses nya Bulat di aku ya Kak Raihan.

    Seandy putri fitriasari
    SDN MoJo III
    Peserta 422

    Balas
  • September 18, 2025 pada 07:47
    Permalink

    Keren kak Raihan..Pengusaha muda yg sangat menginspirasi..Sukses selalu & tetap semangat utk berkarya,semoga motivasi nya bisa Dan sukses nya Bulat di aku ya Kak Raihan.

    Seandy putri fitriasari
    SDN MoJo III
    Peserta 422

    Balas
  • September 27, 2025 pada 00:31
    Permalink

    Ndak mudah dengan yang namanya konsisten. Karna tiap pribadi akan ada rasa jenuh dan menyerah. Menjadikan momen latihan dalam berproses adalah ilmu yang sulit. Hebat kak Rayhan mudah mudahan bisa menjadi orang sukses kelak. Amin…

    Charissa Rafanda Rabbaniyyah
    SDN pakis 3
    Budidaya tanaman okra

    Balas
  • September 29, 2025 pada 22:02
    Permalink

    Keren sekali proyeknya sangat inovatif dan bermanfaat, semangat selalu untuk berkarya dan menghijaukan lingkungan.

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas
  • Oktober 3, 2025 pada 22:56
    Permalink

    3,12 Ton Kulit Bawang Putih Disulap Jadi Tinta Spidol oleh Raihan, Siswa SMPN 57 Surabaya

    Haloo sobat hijau 👋
    Salam bumi, pasti Lestari! ✍️🌱

    Kreativitas siswa Surabaya, Raihan, yang berhasil mengolah 3,12 ton kulit bawang putih menjadi tinta spidol patut diapresiasi. Inovasi ini bukan hanya mengurangi limbah, tetapi juga memberi nilai tambah bagi lingkungan dan pendidikan.

    📌 Nama: Nashifah Kamilia Arsya Salsabila
    🏫 Sekolah: SMP Negeri 3 Mejayan
    🔢 Nomor Peserta: 1464

    🌿 Proyek: BION AMOS (Bio Lotion Anti Mosquito)
    📄 Penjelasan Proyek:
    BION AMOS adalah inovasi lotion anti nyamuk alami berbahan minyak atsiri serai, kulit jeruk, dan daun pandan. Proyek ini bertujuan menciptakan solusi yang aman, ramah lingkungan, dan bebas bahan kimia berbahaya. Selain menjaga kesehatan, BION AMOS juga merupakan bentuk kontribusi terhadap lingkungan hidup dan pengurangan penggunaan produk kimia sintetis di rumah tangga.

    Balas
  • Oktober 5, 2025 pada 12:24
    Permalink

    Siswa ini keren sekali karena 3,12 ton kulit bawang putih ini di sulap jadi tinta spidol.

    Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

    Balas
  • Oktober 5, 2025 pada 18:21
    Permalink

    Siswa ini keren sekali karena 3,12 ton kulit bawang putih ini di sulap jadi tinta spidol.

    Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

    nama ibrahim tubagus maulana
    sekolah sdn jemur wonosari 1
    judul proyek pengolahan minyak jelantah
    no peserta 115

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 11:32
    Permalink

    Dengan adanya proyek seperti ini siswa tidak hanya belajar tentang sains tetapi juga belajar tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang peduli dan inovatif

    Kevin Emilio Al Irzan _261_kelompok pemanfaatan pandan_SDN ngagereja 3

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 17:32
    Permalink

    KERENN SEKALII KAK RAIHANN, Sangat kreatif dan mengurangi sampah rumah tangga dan sampah organik untuk di jadikan tinta spidol yang alami

    KANAYA DIVANESA AWANDA
    SMP NEGERI 58 SURABAYA
    NO URUT 1388
    JUDUL PROYEK: BARASIMAN
    (BUDIDAYA ALOEVERA PENGUSIR KUMAN

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 08:10
    Permalink

    𝙼𝚎𝚗𝚐𝚘𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚑 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚞𝚍𝚊𝚑.. 𝚃𝚎𝚛𝚞𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚓𝚞𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗𝚖𝚞, 𝚔𝚊𝚔.. 𝙱𝚞𝚖𝚒 𝚋𝚞𝚝𝚞𝚑 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚋𝚞𝚝𝚞𝚑 𝚋𝚞𝚖𝚒..

    𝚂𝚊𝚢𝚊 𝚃𝚎𝚟𝚢 𝙹𝚊𝚗𝚎𝚎𝚝𝚊 𝙰𝚍𝚛𝚒𝚊𝚗𝚊𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚂𝙳𝙽 𝙿𝚊𝚔𝚒𝚜 𝚅/𝟹𝟽𝟸 𝚂𝚞𝚛𝚊𝚋𝚊𝚢𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚗𝚘𝚖𝚘𝚛 𝚙𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝟺𝟿𝟾 𝚙𝚛𝚘𝚢𝚎𝚔 𝚃𝚎𝚋𝚒𝚗𝚘𝚛𝚊 ❤️‍🩹

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 10:53
    Permalink

    Kereeeeen… benar-benar menginspirasi. Dari limbah kulit bawang putih bisa jadi tinta spidol ramah lingkungan! Semoga makin banyak siswa yang kreatif dan peduli lingkungan seperti ini.

    Mayfrina Aisyahrani
    SMPN 3 SURABAYA
    PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 16:12
    Permalink

    Sangat keren proyek nya kak Raihan,sangat menginspirasi dari kulit bawang putih bisa disulap menjadi tinta spidol.semangat selalu kak ✊

    Naura Adelia Shafiqa Ghozali
    Sdn Tandes Kidul 1 Sby
    Pengolahan limbah cangkang telur
    No.peserta 704

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 17:11
    Permalink

    keren!! Kak raihan sangat menginspirasi
    Proyek nya semoga semakin banyak siswa yang kreatif dan peduli lingkungan seperti inii!!✨️🤗

    Nama:lauren
    Asal:SDN kebonsari 1
    No peserta:258

    Balas
  • Oktober 18, 2025 pada 20:40
    Permalink

    Kereen kak Rayhan

    Biasanya yg saya tau sampah kulit bawang hanya dijadikan kompos. Tapi temuan kak rayhan menjadikan tinta ini sangat luar biasa.
    Semoga proyek nya berjalan lancar ya kak.
    Salam KOMANDAN

    Marshall Dastan PR
    Sdn. Ketabang 1/288 Surabaya
    No urut 207
    Projek : KOMANDAN ( Koleksi Tanaman Pandan)

    Balas
  • Oktober 19, 2025 pada 18:43
    Permalink

    Ide yang sangat luar biasa, kulit bawang putih bisa dijadikan pigmen tinta spidol warna hitam untuk menulis.
    Semangat terus untuk ide yang luar biasa.

    Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
    No.Peserta: 218
    Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
    Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.

    Salam Bumi Pasti Lestari!
    Salam Zero Waste!

    Balas
  • Februari 4, 2026 pada 14:01
    Permalink

    Sangat luar biasa! Bakat seperti ini sangat sulit ditemukan, anak ini memiliki potensi yang sangat besar.
    4/2/2026

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *