Dahsyatnya Gerakan Sumur Resapan 

Banjir yang kian rutin melanda berbagai wilayah Indonesia bukan sekadar akibat curah hujan tinggi, melainkan juga dampak dari rusaknya siklus alami air akibat masifnya permukaan kedap air seperti aspal dan beton.

Air hujan yang seharusnya meresap ke dalam tanah kini berubah menjadi limpasan permukaan yang menggenang di jalan, permukiman, dan saluran drainase. Di tengah kompleksitas persoalan ini, gerakan pembangunan sumur resapan hadir sebagai solusi sederhana namun berdampak luar biasa. Jadi, sudah tidak tepat hanya bangga rumah tempat tinggalnya tidak banjir tetapi hanya membiarkan air hujan yang turun di rumah dibuang ke selokan dan sekitarnya.

Sumur resapan bekerja dengan cara menampung air hujan dan mengalirkannya kembali ke dalam tanah, sehingga mengurangi volume air yang mengalir ke permukaan. Ibarat bank air bawah tanah, sumur resapan membantu mengisi kembali cadangan air tanah yang terus menurun akibat eksploitasi berlebihan. Dengan demikian, fungsinya tidak hanya mencegah banjir, tetapi juga menjaga ketersediaan air bersih jangka panjang.

Dampak dahsyat dari gerakan sumur resapan dapat dirasakan ketika penerapannya dilakukan secara masif dan terstruktur. Di kawasan padat penduduk yang memiliki banyak titik sumur resapan, genangan pascahujan terbukti lebih cepat surut dibandingkan wilayah yang minim infiltrasi. Studi dan praktik di berbagai kota menunjukkan bahwa satu sumur resapan mampu menyerap puluhan hingga ratusan liter air per jam, tergantung jenis tanah dan desain bangunannya.

Lebih dari sekadar infrastruktur fisik, gerakan sumur resapan juga membentuk kesadaran ekologis masyarakat. Ketika warga dilibatkan langsung dalam pembuatan dan perawatannya, tumbuh rasa kepemilikan terhadap lingkungan. Masyarakat menjadi lebih peka terhadap perilaku membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran dan menghambat fungsi resapan.

Menariknya, sumur resapan bisa diterapkan di berbagai tempat: halaman rumah, sekolah, perkantoran, bahkan di tepi jalan dan kawasan parkir. Tidak membutuhkan lahan luas, tetapi memberi dampak signifikan jika dilakukan secara kolektif. Bayangkan jika setiap rumah memiliki minimal satu sumur resapan, maka jutaan meter kubik air hujan dapat ditahan sebelum berubah menjadi banjir.

Gerakan ini juga berperan penting dalam memperbaiki kualitas air tanah. Air hujan yang tersaring melalui lapisan tanah berperan sebagai filter alami terhadap polutan tertentu, meskipun tetap perlu memperhatikan jarak aman dari sumber pencemar. Dengan desain yang tepat, sumur resapan dapat sekaligus menjadi bagian dari sistem sanitasi lingkungan yang sehat.

Dari sisi ekonomi, pembangunan sumur resapan tergolong murah dan terjangkau. Biayanya jauh lebih rendah dibandingkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir skala besar seperti kanal dan waduk. Jika digerakkan sebagai program gotong royong berbasis komunitas, manfaatnya bisa dirasakan luas tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.

Pada akhirnya, dahsyatnya gerakan sumur resapan terletak pada kesederhanaan yang dikalikan oleh jumlah. Semakin banyak sumur resapan dibangun, semakin besar air yang dikembalikan ke tanah, semakin kecil peluang banjir merusak kehidupan. Ia membuktikan bahwa solusi untuk masalah besar tidak selalu harus megah—kadang cukup dengan lubang sederhana yang dibuat dengan kesadaran kolektif dan semangat menjaga bumi.

Langkah Teknis untuk Mengefektifkan Sumur Resapan

Agar sumur resapan bekerja lebih efektif, air hujan sebaiknya diisolasi sejak jatuh di atap bangunan, bukan dibiarkan mengalir ke tanah lalu menunggu terjadi genangan terlebih dahulu. Ini dapat dilakukan dengan memasang talang air di te pi atap, lalu menghubungkannya ke pipa vertikal yang langsung menuju sumur resapan. Dengan cara ini, air hujan ditangkap sejak awal, sehingga tidak sempat menjadi limpasan permukaan yang membebani drainase lingkungan.

Pembuatan sumur resapan di rumah dengan lahan sangat terbatas

Prinsip ini disebut sebagai harvesting–infiltrasi langsung, yaitu pemanenan air hujan yang langsung diarahkan ke dalam tanah. Air dari talang dialirkan melalui pipa PVC berdiameter 3–4 inci menuju sumur resapan yang tertutup, lalu disaring dahulu menggunakan saringan sederhana berupa kerikil, ijuk, atau pasir kasar agar kotoran dari atap tidak menyumbat pori-pori tanah. Saringan ini dapat ditempatkan pada bak kontrol sebelum air masuk ke sumur.

Dengan sistem ini, sumur resapan tidak menunggu bencana datang, melainkan bekerja secara preventif. Setiap tetes hujan yang turun menjadi air yang dikembalikan ke bumi, bukan menjadi beban bagi saluran air. Dalam skala rumah tangga, sistem ini mampu mengurangi limpasan air hingga 90% dari air hujan yang jatuh di atap, tergantung desain dan kondisi tanah.

Selain itu, penting untuk membuat saluran limpasan cadangan (overflow) yang aman apabila volume air melampaui kapasitas sumur, misalnya dialirkan ke taman resapan atau biopori di sekitar halaman. Dengan begitu, fungsi sumur resapan tetap optimal bahkan saat hujan ekstrem.

Langkah ini mempertegas bahwa sumur resapan bukan hanya “penampung saat banjir”, melainkan bagian dari sistem bangunan ramah air hujan yang aktif bekerja sejak tetes pertama muncul di langit.

Penulis: Mochamad Zamroni

32 thoughts on “Dahsyatnya Gerakan Sumur Resapan 

  • November 26, 2025 pada 03:55
    Permalink

    Saya sudah membaca artikel tentang sumur resapan ini, Terima kasih Tunas Hijau telah memberi saya Ilmu tentang sumur resapan. Pengetahuan saya bertambah tentang resapan air hujan. Semoga saya dapat mempraktekkan sumur resapan ini.
    Nama : Bisma Saputra
    Sekolah: SDN. Karah III
    Proyek: Pestisida Nabati dari kulit Bawang merah dan putih serta komposter penyelamat bumi.

    Balas
    • November 26, 2025 pada 05:12
      Permalink

      Setuju banget,di masa curuh hujan tinggi sangat bagus bila di buat resapan resapan biopori, sumur resapan. Di samping murah , mudah bisa di buat di mana saja tidak membutuhkan tempat yang besar. Ayo buat resapan biopori di sekitar rumah agar air segera meresap ke dalam tanah dengan baik, apalagi sekarang tanah banyak tertutup paving dan aspal,menjaga lingkungan bersih buang sampah pada tempatnya.
      Salam bumi lestari 🌿
      Salam Zero Waste 👌🏻
      Carissa Putri Fatihasari
      SDN Sidotopo wetan V
      No.peserta : 674
      Proyek SANCA ( Sampah Anorganik Carissa)

      Balas
      • November 26, 2025 pada 10:35
        Permalink

        Air hujan yang seharusnya meresap ke dalam tanah kini berubah menjadi limpasan permukaan yang menggenang di jalan, permukiman, dan saluran drainase. Di tengah kompleksitas persoalan ini, gerakan pembangunan sumur resapan hadir sebagai solusi sederhana namun berdampak luar biasa. Jadi, sudah tidak tepat hanya bangga rumah tempat tinggalnya tidak banjir tetapi hanya membiarkan air hujan yang turun di rumah dibuang ke selokan dan sekitarnya.

        Balas
      • November 26, 2025 pada 19:02
        Permalink

        Susah om orang Indonesia masih sibuk urusan sembako. Gak kepikiran soal lain2 dulu.

        Terutama karena pertumbuhan ekonomi, kesadaran ilmiah dll masih rendah.

        Balas
      • November 27, 2025 pada 10:50
        Permalink

        Sebuah gagasan yg sangat bagus, namun ada juga penting dibuat yakni UU perumahan atau pendirian rumah, alangkah baiknya dibuat peraturan pendirian rumah, baik perumahan, kavlingan, bangunan baik desa maupun kota. Setiap rumah yg didirikan ada halaman kosong kanan, kiri, belakang, dan depan rumah sekitar 2-3meter dari bangunan rumah dengan batas tanah. Inilah yg dipergunakan sebagai resapan bersama dg tetangga, sehingga antar ruamah sdh ada resapan 4-6 meter, kanan, kiri, dan belakang. yg sekaligus bisa ditanami pohon dan tanaman lainnya

        Balas
        • November 27, 2025 pada 13:32
          Permalink

          ide keren.

          Balas
      • November 27, 2025 pada 10:53
        Permalink

        Sebuah gagasan yg sangat bagus, namun ada juga penting dibuat yakni UU perumahan atau pendirian rumah, alangkah baiknya dibuat peraturan pendirian rumah, baik perumahan, kavlingan, bangunan baik desa maupun kota. Setiap rumah yg didirikan ada halaman kosong kanan, kiri, belakang, dan depan rumah sekitar 2-3meter dari bangunan rumah dengan batas tanah. Inilah yg dipergunakan sebagai resapan bersama dg tetangga, sehingga antar rumah penduduk sdh ada resapan 4-6 meter, kanan, kiri, dan belakang apalagi dibuat sumur resapan. yg sekaligus bisa ditanami pohon dan tanaman lainnya.

        Bisa jadi ini sangat mencegah banjir.
        Namun mahal kritik dr berbgai sudut.

        Balas
      • November 27, 2025 pada 22:26
        Permalink


        Sangat setuju kita menjaga lingkungan sekitar seperti tidak buang sampah sembarangan, buat titi-titik biopori depan rumah & vasum, tanam pohon ditanah/ lahan pekarangan yg kosong. Bahkan saat pasca pandemi C19 wilayah Rw 10 Puri Husada Agung desa cibinong kec gunungsindur kab bogor melalalui KRL berani sejuk telah melalukan kegiatan positip.
        Yuk. Jangan bosan untuk:
        ” KITA JAGA ALAM,ALAM JAGA KITA”

        Balas
  • November 26, 2025 pada 05:33
    Permalink

    Manfaat sumur resapan memang banyak terimakasih tunas hijau membarikan informasi
    Mengurangi genangan
    Menjaga ketersediaan air tanah
    Menjaga ketersediaan air tanah
    Mendukung ekosistem
    Lingkungan lebih sehat
    Reynando Yudhistira putra
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta 409
    Pengolahan sampah plastik

    Balas
  • November 26, 2025 pada 08:16
    Permalink

    Sumur resapan sebagai salah satu solusi dimusim penghujan seperti ini, air hujan ditampung dan dimanfaatkan bisa juga dijadikan solusi untuk memperbaiki kualitas tanah
    Nama : Fatimah Nawal Rahman
    Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
    No. Peserta : 026
    Pencapaian : 1.793,75 kg

    Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
    Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

    Balas
  • November 26, 2025 pada 10:18
    Permalink

    Beberapa Minggu ini Surabaya diguyur hujan terus-menerus, banjir terjadi di beberapa kawasan. Sumur resapan merupakan solusi alternatif yang bisa di coba di beberapa titik.

    Raihanah Augustin Kirani
    SDN MARGOREJO 1/403
    NO.PESERTA : 410
    UTAK-ATIK LIMBAH TEKSTIL

    Balas
  • November 26, 2025 pada 13:00
    Permalink

    Keren, salah satu solusi banjir di daerah perkotaan. Dari sini saya baru tau bahwa pembuatan sumur resapan menjadi semacam keharusan dalam setiap rumah. Yang menyesuaikan hanya kedalaman dari sumur resapan yang akan dibuat. Kedalaman sumurnya berdasarkan muka tanah. Saat pembuatan sumur resapan gak boleh ketemu muka air tanah, sebab tujuannya untuk meresapkan air hujan, bukan untuk mengambil air tanah. Ternyata juga rumah dengan lahan sempit bisa juga dibuat sumur resapan.
    Semoga semakin banyak rumah yang bisa merealisasikan sumur resapan, bukan sumur yang diambil air tanahnya. Semoga banjir semakin bisa dicegah dan semakin banyak air hujan yang bisa diresapkan ke dalam tanah.

    Naziya Putri Syafira A. (612)
    SDN Sawunggaling 1/382
    NoBiTA

    Balas
  • November 26, 2025 pada 14:05
    Permalink

    Beberapa Minggu ini Surabaya diguyur hujan terus-menerus,banjir terjadi di beberapa kawasan Sumur resapan merupakan solusi alternatif yang bisa di coba di beberapa roti.Dan sangat keren ini adalah salah satu solusi banjir di daerah perkotaan.
    Nama: Muhammad Hidayahtullah
    Sekolah: SDN KAPASARI 1/292 Surabaya
    No Peserta: 145
    Proyek: Budidaya Daun Pandan

    Balas
  • November 26, 2025 pada 16:22
    Permalink

    Setuju adanya sumur resapan,otomatis air hujan tidak langsung mengalir dari atap ke saluran drainase terus ke sungai,namun sangat disayangkan program pembuatan sumur resapan di JKT semasa gubernur pak Anies Baswedan, diejek dan jadi cemoohan dan kabarnya skrg program tersebut dihentikan.

    Balas
  • November 26, 2025 pada 19:36
    Permalink

    Apa bedanya sumur resapan dengan gorong-gorong y kak. Dirumah saya sudah ada lubang biopori bahkan sekarang ada gorong-gorong tapi kok tetap saja banjir 😭😭😭
    Eno wahyu kamagading
    SDN pacarkeling 1/182 surabaya
    Eco enzym
    452

    Balas
  • November 27, 2025 pada 05:09
    Permalink

    Jika setiap rumah ada satu sumur resapan dan mengikuti langkah yang telah di berikan sudah pasti Surabaya dan kota-kota besar di Indonesia tidak akan mengalami kebanjiran
    Jasmine Azzahra Abqoriah
    Sdn TAMBAKSARI 1 Surabaya
    Judul proyek SAMOR

    Balas
  • November 27, 2025 pada 06:02
    Permalink

    Alhamdulillah saya sudah mempraktikkan, dan terbukti ketika musim hujan saat tetangga kebanjiran saya aman, ketika musim kemarau saat sumur tetangga kering sumur saya aman.

    Balas
  • November 27, 2025 pada 09:18
    Permalink

    Penjelasan tentang resapan air dilingkungan pemukiman adalah topik yg sudah lama dibahas, sejak tahun 80an.
    Bahkan dijelaskan teorinya bagaimana membuat sumur resapan oleh komunitas di Jogja (UGM seingat saya).
    Konsep resapan juga sudah diadopsi pemerintah melalui aturan membangun rumah pola perbandingan tanah dan bangunan ( tanah : bangunan = 6:4).
    Untuk penerapan sumur resapan sangat tergantung pada kemauan dan komitmen dalam hal ini pemda terutama untuk mewujudkannya.
    Masalah banjir adalah masalah kita (manusia), bukan karena alam (cuaca), apalagi kita tahu resapan lingkungan sudah berkurang bahkan hilang, tetapi tidak ada solusi yg dilakukan kecuali mengatur drainase, padahal masalah utamanya jumlah air yg terlalu banyak.
    Banjir itu bukan phenomena alam (kecuali rob), tetapi karena resapan yg hilang itu paling utama..
    Selama penanganan resapan tidak dilakukan, jangan berharap banjir akan berkurang, bahkan kemungkinan daerah pesisir tenggelam makin cepat.
    Saya berharap komitmen pemerintah untuk secepatnya memahami konsep resapan seperti yg dibahas dalam topik diatas, sebelum situasinya semakin sulit dan buruk.
    Terima kasih.

    Balas
  • November 27, 2025 pada 10:24
    Permalink

    Terima kasih tunas hijau memberikan edukasi bermanfaat. Sumur resapan memang solusi sederhana untuk mencegah banjir dan mempunyai kontribusi besar dalam prakteknya. Banjir Surabaya sudah lebih bisa diminimalkan dibanding tahun2 sebelumnya.
    Charissa Rafanda Rabbaniyyah
    SDN pakis 3 surabaya

    Balas
    • November 28, 2025 pada 08:52
      Permalink

      Sejak tahun 1994 saya alirkan air dari atap rumah (34 M2) ke dalam sumur (dalamnya sekitar 12m), sumur yang sebelumnya sebagai sumur timba dijadikan resapan. Lalu, 2 meter dari sumur resapan saya pasang sumur pompa. Alhamdulillah sumber air sehari-hari tidak pernah kering.

      Balas
  • November 27, 2025 pada 17:38
    Permalink

    Saya sependapat kalau terjadinya banjir tidak semata curah hujan tinggi, melainkan rusaknya lingkungan dengan semakin maraknya bangunan penutup lahan terbuka dan hijau. Namun solusi dengan sumur resapan belum menyelesaikan masalah, menngingat peresapan air permukaan oleh sumur resapan sangat kecil. Saya ada solusi pengganti sumur resapan yaitu pipa resapan horisontal yang daya resapnya sekirar 20 kali sumur resapan, harga murah, dan pemeliharaan mudah. Silakan bisa menghubungi medsos kami sumur resapan horisontal (PRH) untuk mengetahui lebih banyak.

    Balas
  • November 29, 2025 pada 17:24
    Permalink

    Musim. Hujan dan banjir adalah suatu yg sering berkaitan
    Dimulai dari genangan kecil hingga banjir besar.
    Sangat menakutkan bencana ini.
    Salah saru solusi adalah membuat sumur resapan
    Sangat keren idenya dan besar manfaatnya.
    Semoga bisa terlaksana di setiap kota. Agar ketika hujan turun tdk perlu luator datangnya banjir

    Marshall Dastan PR
    Sdn. Ketabang 1/288
    No urut : 207
    Project : KOMANDAN ( Koleksi Tanaman Pandan)

    Balas
  • November 30, 2025 pada 00:27
    Permalink

    Alhamdulillah sejak dibangun ulang pada 2016 kami membuat sumur resapan di depan dan di belakang. Artikel ini menawarkan solusi sederhana untuk memastikan kelebihan air hujan yang ditangkap sumur resapan terutama di halaman belakang rumah disalurkan ke tempat lain. Terima kasih atas pencerahaannya

    Balas
  • November 30, 2025 pada 11:38
    Permalink

    saya frisdya lanikmaruf isfani dari SMPN 57 Surabaya dengan nomer urut 1382 proyek saya yaitu pengolahan sampah GALBOT (Galon dan botol) sebagai kreasi furnitur dan fashion aksesoris

    sumur resapan sangat berguna untuk masa depan dna mencegah terjadinya banjir atau genangan air

    Balas
  • Desember 6, 2025 pada 14:46
    Permalink

    Terima kasih Banyak Tunas Hijau atas informasinya, saya bisa mengetahui tentang Dahsyatnya Gerakan Sumur Resapan. Sumur resapan bekerja dengan cara menampung air hujan dan mengalirkannya kembali ke dalam tanah, sehingga mengurangi volume air yang mengalir ke permukaan dan sumur resapan membantu mengisi kembali cadangan air tanah yang terus menurun akibat eksploitasi berlebihan. Dengan demikian, fungsinya Sumur Resapan tidak hanya mencegah banjir, tetapi juga menjaga ketersediaan air bersih jangka panjang.

    Jangan Lupa Intip Proyek saya ya teman-teman.
    Saya Muhammad Khabibi Nur Rokhman
    Saya adalah Finalis pangeran dan putri lingkungan hidup tahun 2025
    No.Peserta 31
    Saya dari SDN BANJARSUGIHAN V/617 SURABAYA
    Proyek Lingkungan Hidup Saya adalah PESAN OJEC APIK(Pemanfaatan Sampah Non Organik Jadi Ecobrick dan Anyaman Plastik)
    Disini saya mengajak semua untuk peduli lingkungan dengan mengurangi sampah plastik karena jumlah sampah plastik semakin banyak salah satunya kemasan sachet yang tidak didaur ulang maka saya memanfaatkannya menjadi barang yang bermanfaat yaitu ecobrick dan anyaman plastik daripada sampah plastik tersebut terbuang begitu saja.

    Salam Bumi Pasti Lestari
    Salam Sadar Iklim
    Salam Zerowaste
    Salam Basuma Jaya Jaya Jaya
    Pokoe ngeten pun

    Balas
  • Desember 10, 2025 pada 10:02
    Permalink

    Nayla Thalita Azzahra
    No Peserta : 524
    SDN Petemon IX
    Judul Proyek : Lets Go to Bali Badung ( Ayo Budidaya Lidah Buaya dengan Produk Unggulan )

    Gerakan sumur resapan bermanfaat utama untuk mengatasi genangan dan banjir dengan menyerap air hujan ke dalam tanah, sekaligus mengisi kembali cadangan air tanah, menjaga kestabilan muka air tanah, dan mengurangi limpasan air permukaan yang bisa menyebabkan erosi, serta memperbaiki kualitas air tanah. Manfaatnya sangat penting untuk lingkungan perkotaan yang minim area resapan alami akibat pembangunan.

    Salam Bumi Pasti Lestari

    Balas
  • Desember 10, 2025 pada 16:58
    Permalink

    Sumur resapan bukan cuma lubang di tanah, tapi investasi jangka panjang buat lingkungan. Dengan adanya sumur resapan, air hujan bisa terserap dengan baik, cadangan air tanah meningkat, dan risiko banjir berkurang.
    Semoga semakin banyak wilayah yang bikin sumur resapan agar lingkungan semakin aman dan bebas banjir lokal

    Isvara Nareswari Aryanto
    SDN Kaliasin 1
    Budidaya Tanaman Pacar Air

    Balas
  • Desember 10, 2025 pada 19:00
    Permalink

    Gerakan Sumur Resapan menurut saya sangat efektif mengurangi banjir, mengisi air tanah, dan mudah dibuat (biopori), serta edukatif bagi masyarakat tentang konservasi air.

    Akifa Maulidya (698)
    SDN Tandes Kidul 1
    Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • Desember 13, 2025 pada 14:15
    Permalink

    Pembuatan sumur resapan jika dilakukan bersama sama maka dapat menjadi langkah nyata membangun lingkungan yang ramah air hujan

    Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
    No.Peserta: 218
    Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
    Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.

    Balas
  • Desember 13, 2025 pada 14:19
    Permalink

    Pembuatan sumur resapan jika dilakukan bersama sama ,maka dapat menjadi langkah nyata membangun lingkungan yang ramah air.

    Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
    No.Peserta: 218
    Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
    Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.

    Balas
  • Desember 14, 2025 pada 15:13
    Permalink

    Terimakasih kepada tunas hijau sudah membuat artikel ini, memberikan ilmu baru untuk lingkungan sekitar

    KANAYA DIVANESA AWANDA
    SMPN 58 SURABAYA
    NO URUT: 1388
    JUDUL PROYEK: BARASIMAN (BUDIDAYA ALOEVERA PENGUSIR KUMAN)

    Balas
  • Desember 16, 2025 pada 11:19
    Permalink

    Terima kasih atas pengingat penting bahwa pencegahan banjir bisa dimulai dari langkah sederhana di rumah masing-masing. Tulisan ini membuka kesadaran bahwa sumur resapan bukan sekadar solusi teknis, tetapi bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga siklus air dan kelestarian lingkungan.

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Marshall Dastan Putra Rakhmadian Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *