Dari Sekolah ke Kampung: Aksi Iklim Zahra Tak Padam Mengembangkan Aloe Vera

Belia cantik ini piawai dalam membudidaya tanaman lidah buaya (Aloe vera). Sejak awal tahun 2024 hingga saat ini, dia telah membudidayakan 4.750 tanaman lidah buaya. Zahra Zahiyah Pasah, namanya. Putri III Lingkungan Hidup 2024 ini kini alumni SMPN 57 Surabaya, dan siswa baru di SMAN 14 Surabaya jalur prestasi lingkungan hidup.

Zahra mulai aksi membudidayakan tanaman lidah buaya saat dia kelas 8 SMPN 57 Surabaya. Dia melihat banyaknya tanaman lidah buaya di sekolahnya. “Saya ingin tanaman Aloe vera itu bisa lebih banyak lagi di sekolah dan lebih bermanfaat selain penghijauan,” kata Zahra Zahiyah Pasah, sulung dua bersaudara putra pasangan Ulifia dan Rizki Kurniawan Pasah ini.

Hobi berkebun Zahra semakin berkembang setelah ajakan demi ajakan bercocok tanam aloe vera yang dia sampaikan kepada teman sekolahnya disambut bagus. “Awalnya, saya mengajak teman dekat dan teman sekelas. Lama kelamaan, inisiatif ini meluas hingga akhirnya banyak warga sekolah ikut dalam aksi budidaya dan menanam bersama aloe vera di SMPN 57,” Zahra Zahiyah menerangkan.

Zahra mengajak banyak pihak ikut serta mewujudkan Kampung Aloe Vera Siwalankerto RW V

Zahra tidak cepat berpuas diri. “Saya ingin dampak ini lebih besar. Saya pun mulai mengajak berbagai pihak, mulai dari warga sekitar sekolah, tetangga-tetangga di rumah, sampai ibu-ibu PKK dan KSH Kampung Siwalankerto untuk bergabung merawat dan menanam lidah buaya bersama,” ujar gadis kelahiran Surabaya, 15 Mei 2009 ini. 

Setiap perubahan positif dari upaya budidaya tanaman ini terus menjadi motivasinya. “Setelah usaha kami membuahkan hasil, seperti halnya ibu-ibu sudah paham cara menanam lidah buaya dengan benar hingga mengeluarkan tunas baru, lalu saya memberikan penghargaan kepada ibu-ibu,” tuturnya.

Penghargaan yang dimaksud oleh Zahra bukan materi. “Saya memberikan reward berupa pelatihan mingguan tentang cara mengolah lidah buaya. Dari situ, semangat ini menular ke seluruh warga kampung Siwalankerto RW 5,” jelas Zahra. Menurutnya, kampung itu kini seakan menjelma menjadi Kampung Lidah Buaya.

Zahra aktif mengajak warga SMPN 57 Surabaya menanam dan merawat aloe vera

Di kampung Siwalankerto RW 5, yang tidak jauh dari kampus Universitas Kristen Petra Surabaya ini, kini di setiap rumah mempunyai tanaman lidah buaya sendiri. “Ini adalah impian saya. Saya bangga bisa menjadi bagian dari perubahan positif yang terjadi di masyarakat sekitar ini,” Zahra mengutarakan.

Upaya Zahra mengembangkan budidaya dan pemanfaatan aloe vera tidak tidak selalu mulus. Dia mengaku menghadapi beberapa tantangan yang tidak mudah, terutama terkait dengan musim dan kondisi lingkungan. “Lidah buaya sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari berlebihan,” kata Zahra Zahiyah Pasah, peraih Juara I Literasi Lingkungan tingkat SMP se Kota Surabaya tahun 2024 ini. 

Zahra menjelaskan, bahwa saat musim kemarau dengan terik matahari yang menyengat, kadar gel dalam pelepah lidah buaya bisa berkurang drastis. “Pelepahnya pun akan menguning. Ini tentu memengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen tanaman lidah buaya,” jelas belia yang bercita-cita sebagai dokter ini. 

Hampir semua siswa SMPN 57 Surabaya ikut serta menanam dan merawat tanaman lidah buaya

Untuk mengatasi paparan sinar matahari berlebih ini, Zahra menerapkan strategi khusus. “Kami harus memastikan tanaman ini ditempatkan di lokasi yang mendapatkan cukup sinar matahari, namun tidak berlebihan,” tutur belia peraih juara III Tingkat SMP pada Lomba Pengelolaan Lingkungan Sekolahku Hijau Sekolahku Hebat dalam Rangka Gerakan 1.000 Sekolah Ramah Lingkungan, yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS Surabaya ini.

Mencari lokasi yang ideal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Zahra. “Mengingat kami berada di kota dengan populasi padat. Lahan kosong yang tersedia kini semakin terbatas, dan bahkan jika ada, kondisi tanah atau paparan sinar mataharinya mungkin tidak selalu pas untuk budidaya tanaman lidah buaya yang optimal,” Zahra mengatakan. 

Keterbatasan lahan ini menuntut dia untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan ruang yang ada. “Kami harus mencari solusi inovatif agar tanaman lidah buaya kami tetap tumbuh subur dan menghasilkan gel berkualitas, meskipun di tengah keterbatasan lahan dan kondisi cuaca yang kurang pas,” tuturnya.

Zahra mengajak ibu-ibu kampung Siwalankerto RW V mengolah tanaman lidah buaya

Zahra tidak hanya membudidaya tanaman lidah buaya. Beragam produk berhasil dia kembangkan dengan bahan baku utama tanaman lidah buaya ini. Di antara produk olahannya adalah obat nyamuk elektrik ramah lingkungan dengan memanfaatkan ekstrak lidah buaya, love drink, love candy, love soap, dan love puding. Zahra menjual semua produk olahan aloe vera itu. 

Zahra mengaku tidak bisa berhasil tanpa dukungan positif warga SMPN 57 Surabaya selama mengembangkan budidaya dan pemanfaatan tanaman lidah buaya. “Saya bersyukur mendapat pembina lingkungan hidup SMPN 57 yang selalu membersamai saya seperti Bu Dwi Yuniarti Hadi S.Pd. Juga Kepala SMPN 57 Surabaya Bapak Drs. Husaini Effendi saat itu yang selalu mendukung,” pungkas Zahra Zahiyah Pasah.

Siswa PAUD di sekitar juga tak luput diajak Zahra untuk menanam dan merawat aloe vera

Daftar Prestasi Zahra Zahiyah Pasah:

1. Spesial Award 5 Lomba Peneliti Pelajar Surabaya Bidang Ilmu Hayati Jenjang SMP Tahun 2023 

2. Putri III Lingkungan Hidup SMP 2024 

3. Juara l Konservasi Energi SMP 2024 

4. Juara I Tanya Jawab Isu Lingkungan SMP 2024 

5. Juara I Literasi Lingkungan tingkat SMP

8. Juara III Tingkat SMP pada Lomba Pengelolaan Lingkungan Sekolahku Hijau Sekolahku Hebat dalam Rangka Gerakan 1.000 Sekolah Ramah Lingkungan yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS Surabaya. (*)

Penulis: Mochamad Zamroni

35 thoughts on “Dari Sekolah ke Kampung: Aksi Iklim Zahra Tak Padam Mengembangkan Aloe Vera

  • Juli 10, 2025 pada 13:07
    Permalink

    Keren sekali kak ZAHRA tetap konsisten ya dalam melakukan proyeknya dan jangan lupa tetap semangat untuk kak ZAHRA aku kaget kak pas lihat prestasi prestasinya kak ZAHRA 😱😱😱 semoga Aloe Vera nya kak ZAHRA bisa subur dan lebih banyak lagi

    Kayla Ayu Anindya
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta:710
    Proyek:mol magic water

    🌍🪴Salam bumi pasti lestari 🪴🌍

    Balas
    • Juli 11, 2025 pada 04:06
      Permalink

      Kak Zahra keren, masih terus konsisten dalam melanjutkan proyeknya. Semoga saya bisa tetap konsisten dalam setiap melakukan aksi positif. Karena kalau bukan dari diri sendiri bagaimana kita bisa menggerakkan yang lain. Ayo terus berkarya.
      Ummu Ghaid Mudma’inah
      SDN Dr Sutomo 1
      Nomor peserta 068

      Balas
  • Juli 10, 2025 pada 13:15
    Permalink

    Hebat kak Zahra 🥰

    Nama : Siti shofiah
    Nomor peserta : 416
    Dari : SDN Margorejo III/405
    Proyek : Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Jahe.

    Balas
  • Juli 10, 2025 pada 13:15
    Permalink

    saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris

    berkomentar semangat untuk kak zahra dan semoga prestasi nya nular yaaa❤️‍🔥❤️‍🔥

    Balas
  • Juli 10, 2025 pada 13:22
    Permalink

    Pentingnya menjaga lingkungan wajib harus kita tanamkan sejak dini..konsisten selalu kak dengan aksi nyantanya 👍👍👍
    Reynando Yudhistira putra
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta 409
    Pengolahan sampah plastik

    Balas
  • Juli 10, 2025 pada 13:24
    Permalink

    Keren sekali kakak Zahra
    Tetap berprestasi dan semangat
    Jasmine Azzahra Abqoriah
    SDN TAMBAKSARI 1 SURABAYA (690)
    Proyek saya mengubah sampah organik menjadi pupuk organik

    Balas
  • Juli 10, 2025 pada 13:30
    Permalink

    Semangat kak Zahra juga terimakasih ketika sy butuh lidah buaya untuk pembuatan sabun tugas P5 sudah di kasih lidah buaya gratisan dan ilmu tentang menanam lidah buaya.
    Semoga sukses selalu buat kak zahra

    Balas
    • Juli 18, 2025 pada 00:20
      Permalink

      selamat ya kak zahra ats semua prestasi nya dan tetap semangat untuk membudidayaan tanaman lidah buaya dan semoga sukses slalu ya kak
      Saya Ayla Azuhro dari SDN Banjar Sugihan V / 617 Surabaya.No Peserta 038 dengan proyek pengolahan sampah organik menjadi pupuk komposter

      Balas
  • Juli 10, 2025 pada 14:02
    Permalink

    Keren Kak Zahra….semangat untuk terus melakukan budidaya lidah buayanya dan terus semangat mencapai banyak prestasi ya ….Mantap

    Habel Marcelo Eryawan
    237
    SDN Manukan wetan IV 616
    Melestarikan Tanaman Daun Afrika untuk Bumi yang lebih Sehat

    Balas
  • Juli 10, 2025 pada 14:14
    Permalink

    Sangat Keren sekali Kak Zahra,semangat untuk terus melakukan budidaya lidah buayanya dan terus semangat mencapai banyak prestasinya.
    Nama: Muhammad Hidayahtullah
    Sekolah: SDN Kapasari 1/292 Surabaya
    No Peserta:145
    Proyek: Budidaya Daun Pandan

    Balas
  • Juli 10, 2025 pada 14:21
    Permalink

    Mbak Zahra Zahiyah Pasah adalah contoh inspiratif generasi muda peduli lingkungan. Lewat budidaya 4.750 tanaman lidah buaya sejak SMP, ia tak hanya menghijaukan sekolah, tapi juga menggerakkan partisipasi teman-temannya. Semangat dan konsistensinya layak diapresiasi dan ditiru oleh pelajar lain di seluruh Indonesia.

    Nama: Zafran Nauval Aqil Pandu Herningsih
    Asal Sekolah: SDN Wiyung 1 Surabaya
    Nomer Peserta:417
    Judul Project: Pembuatan Pupuk Kompos organik dari Sampah Dapur

    Balas
  • Juli 10, 2025 pada 16:46
    Permalink

    Wowww 🤩🙀 kak Zahra keren banget sangat menginspirasi kita untuk terus berjuang merawat tanaman kita🌱 dan menghadapi banyak tantangan, saya juga terpukau dengan prestasi kak Zahra yang sangat banyak semangat terusss kak Zahra!!!!😉😉
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No Peserta: 224
    Judul proyek: terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau 💚, untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
  • Juli 10, 2025 pada 22:03
    Permalink

    Wow 😱Keren 👏🏼 Hebat 👍🏼 Kakak Zahra bisa menanam aloe vera sebanyak itu dan meraih banyak prestasi
    Semoga Selalu Konsisten Dalam Peduli Lingkungan, langkah kecil besar bagi bumi .
    Nama : Amirna Nur Febyyanti
    Nomer Peserta: 702
    Sekolah : SDN TANDES KIDUL 1
    Proyek : Mengelolah Limbah Cangkang Telur

    Balas
  • Juli 10, 2025 pada 22:27
    Permalink

    Dengan Aloe Vera yang dapat menghijaukan lingkungan, dan menjadikan RW 5 Siwalankerto menjadi kampung Aloe Vera dengan mengajak menanam Aloevera dan memberikan pelatihan olahan Aloe Vera kepada masyarakat merupakan hal yang luar biasa
    Semangat terus, kak Zahra menjadi pejuang lingkungan.

    FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
    SDN Margorejo 1/403 Surabaya
    No Peserta: 253
    Proyek: Pengolahan Sampah Organik Dapat Memberikan Nutrisi Pada Tanaman

    Balas
  • Juli 10, 2025 pada 23:25
    Permalink

    Wah hebat kak zahra. Lidah buaya banyak di cari orang dan di butuhkan terus semangat untuk membudidayakannya y kak
    Eno wahyu kamagading (452)
    SDN pacarkeling 1/182 surabaya
    Eco enzim

    Balas
  • Juli 11, 2025 pada 08:28
    Permalink

    Keren sekali kak Zahra, semoga saya bisa mengikuti jejak kak Zahra,… benar benar pahlawan lingkungan.

    saya Ni Luh Gd Kt Keyva Richie Valerina Atmaja
    SMPN 6 Surabaya
    judul proyek Budidaya Lemongrass
    nomor peserta 1392

    Balas
  • Juli 11, 2025 pada 09:55
    Permalink

    Apakah Ada Rencana Edukasi Lebih Lanjut tentang Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Lidah Buaya bagi Warga Kampung?

    Balas
  • Juli 13, 2025 pada 11:29
    Permalink

    Wah hebat sekali kamu kak Zahra. Lidah buaya banyak di cari orang dan sangat bermanfaat.

    ‎Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas
  • Juli 13, 2025 pada 11:46
    Permalink

    Budidaya tanaman aloe Vera atau yang biasanya kita kenal dengan sebutan tanaman lidah buaya ini sangat berdampak besar bagi lingkungan sekitar…

    Selain memperindah lingkungan dengan tanaman, aloe Vera ini juga bagus untuk perawatan kulit…

    Kak zarah zahiyah pasah, sudah berhasil membudidayakan banyak sekali tanaman aloe Vera di lingkungannya dan meraih banyak prestasi dengan membudidayakan tanaman aloe Vera..

    Semangat terus ya kak zarah..
    Teruslah terbang tinggi untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan asri ya kak..

    Kenalin namaku Rachel halik qonita dari SDN Sidotopo wetan 1/255 surabaya dengan nomor peserta 662

    Balas
    • Juli 23, 2025 pada 13:28
      Permalink

      Wah, keren banget! Zahra membangkitkan semangat aksi iklim lewat budidaya aloe vera di sekolah dan kampungnya. Salut sama dedikasi dan kreativitasnya dalam memanfaatkan tanaman lidah buaya untuk lingkungan dan kesehatan

      Nama: Keisya Azellia Putri
      Sekolah: SMPN 38 Surabaya
      Nomor Peserta: 1142
      Judul Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
      Penjelasan: Proyek ini bertujuan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk menanam tanaman obat sambung nyawa. Tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan dan bisa menjadi alternatif pengobatan alami. Proyek ini juga mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui edukasi, daur ulang, dan kegiatan berkebun bersama. Saat ini, penanaman sudah dimulai di rumah dan sekolah, serta dibagikan ke lingkungan sekitar. Target ke depan adalah memperluas penanaman dan melibatkan lebih banyak orang, terutama anak muda, sebagai agen perubahan hijau.

      Balas
  • Juli 14, 2025 pada 16:25
    Permalink

    Tanaman lidah buaya sangat berguna,lalu menanam juga juga mudah,manfaatnya ada banyak sekali

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 16:55
    Permalink

    waw keren sekali kak zahra ini

    nama ibrahim tubagus maulana
    sekolah sdn jemur wonosari 1
    judul proyek minyak jelantah
    no peserta 115

    Balas
    • Juli 20, 2025 pada 14:14
      Permalink

      Halo haii shobat hijau

      Perkenalkan biodata diri saya dulu yaaa

      👌🏻NAMA : MUHAMMAD HAKAM YASIN
      🏫SEKOLAH : SMP NEGERI 46 SURABAYA
      💻PROYEK : nahh shobat hijau pasti kalian belum kenal kan sama proyek aku kalau aku jelasin simak baik baik ya jadi proyek aku yaitu BUDIDAYA BUNGA TELANG YANG SAYA BERI NAMA TEATEL

      Wowww kak Zahra keren banget sangat

      menginspirasi kita untuk terus berjuang merawat tanaman kita dan menghadapi banyak tantangan, saya juga terpukau dengan prestasi kak Zahra yang sangat banyak semangat terusss kak Zahra!!!!

      Balas
  • Juli 14, 2025 pada 19:27
    Permalink

    perkenalkan nama saya Fitria Kania Nafasa dari smp negeri 31 Surabaya nomer peserta 1104 , kerenn sekalii kak zahra semoga saya bisa mengikuti jejak kak Zahra , semangat terus terimakasih

    Balas
    • Juli 16, 2025 pada 13:34
      Permalink

      Nama : Lutfiah Nuril Ibadillah
      No.peserta : 0216
      Asal : sdn kaliasin 5
      Judul proyek : enzyma
      Alhamdulillah lolos tahap 2 semoga bisa terus lolos sampai final
      Saya setiap hari selalu melakukan aksi, semoga selalu diberikan kelancaran

      Balas
  • Juli 16, 2025 pada 13:18
    Permalink

    Keren sekali kak Zahra trus semangat, lidah buaya sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup manusia melalui artikel ini saya menjadi tahu manfaat yang lebih banyak lagi.

    Nama:Moh.Alby Maulidan

    Sekolah: SDN kaliasin V/284 Surabaya

    Balas
  • Juli 17, 2025 pada 20:02
    Permalink

    Keren kak Zahra!! baru tau kalau aloe vera bisa jadi solusi ramah lingkungan & punya nilai ekonomi juga. Inspiratif banget sihh🤍

    Perkenalkan, saya Denova Erifian Kayyisah dari SMPN 2 Surabaya. Proyekku bernama SIBOLA (Seni Inovatif dari Botol Lama) dengan tujuan mengolah tutup botol plastik bekas jadi tas belanja unik yang bisa dipakai ulang🛍️ Kenapa aku memilih proyek ini? Karena saya ingin membantu mengurangi sampah plastik dan mengajak orang lebih cinta lingkungan 🌿😽

    Salam Bumi, Pasti Lestari 🌿

    Balas
  • Juli 17, 2025 pada 22:23
    Permalink

    Salut untuk kak Zahra Zahiyah! Aksi budidaya lidah buaya yang ia lakukan bukan cuma bermanfaat untuk lingkungan, tapi juga menginspirasi banyak orang di sekitarnya. Dari hobi jadi aksi nyata, kak Zahra menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil dan dikerjakan bersama. Keren banget! 🌿✨💚

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Juli 18, 2025 pada 22:58
    Permalink

    Lidah buaya, atau Aloe vera, bukanlah tanaman biasa. Di balik bentuknya yang berduri dan daging daunnya yang tebal, tersimpan segudang manfaat yang luar biasa bagi kesehatan, kecantikan, hingga lingkungan. Sejak ribuan tahun lalu, lidah buaya telah digunakan sebagai tanaman obat oleh berbagai peradaban, dan hingga kini tetap menjadi andalan alami dalam kehidupan sehari-hari.

    Salah satu manfaat utama lidah buaya terletak pada gel bening di dalam daunnya. Gel ini mengandung vitamin A, C, E, enzim, serta mineral yang mampu menyembuhkan luka bakar, mempercepat penyembuhan luka, dan meredakan iritasi kulit. Tidak heran jika lidah buaya sering dijadikan bahan utama dalam produk perawatan kulit dan rambut. Lidah buaya juga membantu melembapkan kulit, mengatasi jerawat, dan memperkuat akar rambut, sehingga membuat rambut tampak lebih sehat dan berkilau.

    Tak hanya untuk luar tubuh, lidah buaya juga bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Dalam bentuk jus, tanaman ini dipercaya dapat membantu melancarkan sistem pencernaan, detoksifikasi, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Bahkan, beberapa penelitian menyebutkan bahwa senyawa dalam lidah buaya memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi yang baik untuk kesehatan secara keseluruhan.

    Salam,
    AISYAH AVICENA RHAZES LAVOISIER
    SMPN 21 SURABAYA
    Project :
    DATELA GREEN REVITALIZATION

    Revitalisasi lahan merupakan proses menghidupkan kembali kawasan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan atau terbengkalai menjadi ruang hijau yang produktif dan bermanfaat bagi lingkungan serta masyarakat. Lahan-lahan yang dulunya penuh semak belukar, limbah, atau bekas bangunan rusak, kini dapat disulap menjadi taman, kebun produktif, atau hutan kota melalui tahapan yang terencana.

    Proses ini dimulai dengan identifikasi kondisi lahan, termasuk tingkat kerusakan tanah, keberadaan polusi, dan potensi lingkungan sekitar. Selanjutnya dilakukan pembersihan area dari sampah, limbah berbahaya, atau reruntuhan yang mengganggu. Setelah itu, tanah yang rusak direhabilitasi melalui pengolahan, penambahan bahan organik, atau penggunaan tanaman remediasi untuk memperbaiki kualitas tanah.

    Tahap selanjutnya adalah penanaman vegetasi yang sesuai, baik berupa tanaman peneduh, tanaman pangan, maupun tanaman penghasil komoditas ekonomi seperti sayuran, buah-buahan, atau tanaman herbal. Dalam beberapa kasus, juga dilakukan integrasi dengan sistem pertanian ramah lingkungan seperti pertanian organik, urban farming, atau agroforestry.

    Selain aspek ekologis, revitalisasi lahan juga membawa manfaat sosial dan ekonomi. Lahan hijau produktif dapat menjadi tempat edukasi, ruang komunitas, bahkan sumber pendapatan baru bagi warga sekitar. Program ini juga membantu mengurangi polusi udara, meningkatkan cadangan air tanah, dan menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk.

    Balas
  • Juli 19, 2025 pada 21:27
    Permalink

    Keren sekali kak selalu konsisten dan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.
    Setiap perubahan positif dari upaya budidaya tanaman ini terus menjadi motivasinya. “Setelah usaha membuahkan hasil, seperti halnya ibu-ibu sudah paham cara menanam lidah buaya dengan benar hingga mengeluarkan tunas baru.

    Ezra Bintang Izdihar Kurniawan (003)
    SD Kyai Ibrahim Surabaya
    Pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 15:59
    Permalink

    Sungguh luar biasa Kak. Ini sangat memotivasi saya untuk lebih tekun menanam sansevieria hingga bisa menularkan ilmu ke banyak orang. Terimakasih atas tulisan yang inspiratif…

    RAH HANDARU HATMAJI MARSUDI
    SMP NEGERI 1 SURABAYA
    NO PESERTA 453
    JUDUL PROYEK : BUDIDAYA TANAMAN HIAS SANSEVIERIA SEBAGAI PENYERAP POLUTAN DALAM MENGURANGI POLUSI UDARA.

    Balas
  • Juli 24, 2025 pada 08:52
    Permalink

    Keren sekali zahra, tetap semangat yaa dalam menjalankan proyek dan mengembangkan lidah buayanya, tetap semangat jangan mudah menyerah
    Nama : Hanny Nur Ayni
    No peserta : 1266
    Asal Sekolah : SMP NEGERI 46 SURABAYA
    Proyek : Pupuk organik dari limbah buah
    Saya memiliki proyek pengelolahan limbah buah menjadi pupuk organik cair, saya berhasil mengumpulkan 30,6 kg limbah buah
    Salam Bumi Pasti Lestari👌🏻🌍🍃🤜🏻🤛🏻

    Balas
  • Juli 25, 2025 pada 17:55
    Permalink

    Inspiratif! Aksi Zahra menunjukkan bahwa kepedulian terhadap iklim bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten, bahkan dari rumah dan lingkungan sekitar.

    Nama:Erlinda dwi clarista
    Sekolah:SMP negeri 38 surabaya
    No peserta:1136
    Judul proyek:budidaya tanaman bunga matahari sebagai upaya penghijauan dan estetika lingkungan

    Balas
  • Juli 26, 2025 pada 06:32
    Permalink

    Sungguh luar biasa kak, memotivasi saya agar tekun dalam menanam

    Nama: Nafisa Fitri Ramadania
    Sekolah: SDN jemur Wonosari 1/417 Surabaya
    No peserta: 192
    Judul proyek: budidaya tanaman lidah mertua

    Balas
  • Juli 30, 2025 pada 10:24
    Permalink

    Kisah Zahra benar-benar menginspirasi. Sebagai pembaca, saya merasa kagum dengan semangat dan komitmen seorang remaja yang mampu membawa perubahan nyata, dari lingkungan sekolah hingga ke tingkat kampung. Usahanya membudidayakan aloe vera bukan hanya soal menanam, tapi juga memberdayakan masyarakat, menciptakan produk ramah lingkungan, dan mengatasi tantangan iklim secara langsung. Ini menunjukkan bahwa aksi iklim tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar—dari satu tanaman, bisa tumbuh gerakan.

    Saya, adalah salah satu peserta PANGPUT lingkungan Hidup tahun 2025 dengan
    Nama : Maulana Akbar Al Habib
    Nomor Peserta : 469
    Sekolah : SMPN 11 Surabaya
    Dari Kota : Surabaya
    Dengan proyek : Pengelolaan sampah organik

    Semoga komentar saya bisa memberikan dampak yang baik untuk artikel inii 😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *