Di Balik Semangat Eno: Cinta, Keluarga, dan Bumi yang Lebih Baik

Memiliki empat anak kecil yang semuanya masih duduk di bangku sekolah adalah anugerah sekaligus tanggung jawab besar bagi saya. Di tengah kesibukan mengatur rumah tangga dan mendampingi anak-anak belajar, saya menyadari bahwa pendidikan sejati tidak hanya tentang angka di rapor, tetapi tentang nilai kehidupan yang mereka bawa dalam setiap langkah.

Karena itu, ketika Eno menunjukkan ketertarikannya terhadap lingkungan sejak tahun 2023, saya langsung mendukung penuh. Dari hal sederhana seperti memilah sampah rumah tangga, Eno mulai menunjukkan tekad yang tidak biasa untuk anak seusianya.

Melihat semangatnya yang luar biasa, saya dan keluarga memutuskan untuk ikut turun tangan. Kami mulai membangun bank sampah kecil di rumah, membuat keranjang sampah nonorganik, menyiapkan kompos bag, membuat lubang biopori, serta merakit alat komposter susun dengan bahan seadanya. Rumah kami memang sederhana, tetapi sejak itu rumah ini berubah menjadi laboratorium kecil yang penuh harapan.

Setiap hari saya melihat Eno bekerja keras. Sepulang sekolah, ia menyingsingkan lengan bajunya untuk mengolah limbah dapur, mencatat hasil fermentasi, hingga menata galon-galon Eco Enzym. Saya tahu itu bukan hal mudah bagi anak seusianya, tetapi ia melakukannya dengan hati yang besar.

Tak jarang saya harus ikut membantu mengangkut sampah organik dalam jumlah besar, bahkan saat tenaga hampir habis. Namun setiap kali melihat wajah Eno yang penuh semangat, rasa lelah saya hilang seketika. Kami belajar bahwa menjaga bumi bukan hanya tugas para ilmuwan, melainkan juga keluarga kecil seperti kami yang peduli akan masa depan.

Saya juga harus menghadapi pandangan heran dari tetangga, bahkan keluhan karena bau fermentasi. Namun lambat laun, mereka mulai melihat hasilnya—lingkungan kami menjadi lebih bersih, tanaman semakin hijau, dan kesadaran masyarakat perlahan tumbuh.

Kini, melihat Eno berdiri di panggung Penganugerahan Pangput LH 2025, hati saya bergetar. Apa pun hasilnya nanti, bagi saya Eno sudah menjadi pemenang sejati. Ia telah menjadi puteri lingkungan bukan hanya di mata masyarakat, tetapi juga di hati saya—anak kecil yang mengajarkan kami arti cinta terhadap bumi, ketulusan terhadap sesama, serta keberanian untuk memulai perubahan dari rumah sendiri.

Penulis: Eka Suciyanti, AMKorang tua dari finalis Putri LH 2025 Eno Wahyu Kamagading dari SDN Pacarkeling I Surabaya

22 thoughts on “Di Balik Semangat Eno: Cinta, Keluarga, dan Bumi yang Lebih Baik

  • Desember 9, 2025 pada 09:04
    Permalink

    Semangat Mom Eka,,, Smoga lelah mama Eka menjadi lillah buat Kak Eno, Luar biasa banget sebagai orang tua yg selalu mendukung kegiatan putra-putri nya, saya sangat kagum dengan Support Mama Skluarga sampe rumahnya menjadi penampungan sampah yg bisa di kelola, buat Kk Eno Semangat terus ya nakkk,,, jangan pantang menyerah, Sukses sll ya Sayankkk.

    Balas
  • Desember 9, 2025 pada 09:24
    Permalink

    Wow… Keren mama Eno support keluarga dan Lingkungan untuk menyemangati Eno.
    Semoga Laboratorium nya sukses menyelesaikan banyak penemuan baru yaa.
    Semangat Eno

    Salam Komandan.

    Marshall Dastan Putra R
    Sdn. Ketabang 1/288 Sby
    No peserta : 207
    Project : Komandan ( koleksi tanaman Pandan)

    Balas
    • Desember 9, 2025 pada 14:48
      Permalink

      Trimakasih tante yang selalu memberikan contoh baik untuk masalah lingkungan, kalau aku main kerumah tante ternyata ada bak penampungan sampah, mulai dari sampah kertas ataupun botol minuman plastik, jarang ada loh disekitar rumahku yang seperti keluarga tante, Semangat ya te,,, dan Sukses buat kakak Eno Wahyu Kamagading.

      Balas
    • Desember 16, 2025 pada 13:12
      Permalink

      Wah keren sekali Eno dan juga keluarga yang selalu saling mensupport kegiatan untuk melestarikan bumi dan juga telah membersihkan lingkungan sekitar dari sampah organik dan juga anorganik bersama-sama

      Almahyra Danesh Syaquila
      Nomer urut 278
      Judul proyek Budimalang
      SDN Ketabang 1/288

      Balas
  • Desember 9, 2025 pada 10:12
    Permalink

    Nayla Thalita Azzahra
    No Peserta : 524
    SDN Petemon IX
    Judul Proyek : Lets Go to Bali Badung ( Ayo Budidaya Lidah Buaya dengan Produk Unggulan )

    Dukungan orang tua terhadap anak sangat krusial untuk perkembangan emosional, akademik, dan karakter, yang diwujudkan melalui kasih sayang, komunikasi terbuka, menjadi pendengar baik, memberikan motivasi, menyediakan sumber daya, dan membangun kepercayaan diri anak tanpa paksaan. Dukungan ini membantu anak merasa aman, meningkatkan motivasi belajar, menumbuhkan kemandirian, serta membentuk kepribadian yang positif. Terutama saat anak melakukan aksi – aksi positif seperti bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup. Good support Mama Eno !!

    Salam Bumi Pasti Lestari

    Balas
  • Desember 9, 2025 pada 10:48
    Permalink

    Semangat kak Eno dan mama
    Reynando Yudhistira putra
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    Pengolahan sampah plastik

    Balas
  • Desember 9, 2025 pada 10:59
    Permalink

    Semanggat Kak eno dan bunda Sangat terinspirasi keluarga kak Eno semoga sukses buat Kak eno dan bunda ❤

    Seandy putri fitriasari
    SDN MOjO III Surabaya
    Proyek :Pengolahan limbah sampah cangkang telur
    No peserta 422

    Balas
    • Desember 9, 2025 pada 11:29
      Permalink

      Semangat Mam Eka,,,
      Semoga lelah mama Eka menjadi Lillah buat Kak Eno, luarbiasa banget sebagai orang tua yang selalu mendukung kegiatan Kak Eno sebagai Finalis Putri Lingkunga Hidup Tunas Hijau.
      Saya sangat kagum dengan Support mama Skluarga sampe rumahnya jadi penampungan sampah yang bisa di kelolah menjadi bermanfaat buat lingkungan.
      buat Kak Eno semangat terus berkarya, jangan pantang menyerah, Sukses sll ya sayankkk.

      Balas
  • Desember 9, 2025 pada 11:07
    Permalink

    Sukses selalu dan trus semangat kak Eno dan bunda sangat menginspirasi kita semuanya.
    Nama: Muhammad Hidayahtullah
    Sekolah: SDN KAPASARI 1/292 Surabaya
    No Peserta: 145
    Proyek : Budidaya Daun Pandan

    Balas
  • Desember 9, 2025 pada 13:36
    Permalink

    Keren mama Eno, tetap semangat next generasi Dika duta Lingkungan Hidup 🥰

    Jasmine Azzahra Abqoriah (690)
    Sdn TAMBAKSARI 1 Surabaya

    Balas
    • Desember 9, 2025 pada 19:18
      Permalink

      Keren kak Eno dan Bunda,semangat terus👌👍

      Balas
  • Desember 9, 2025 pada 14:54
    Permalink

    Terimakasih Tunas hijau bundaku dan adikku masuk artikelnya tunas hijau nie 🤩.
    Bundaku memang keren, setiap hari selalu mendukung dan membantuku dalam setiap kegiatan positif yg saya lakukan.
    Nama : Eno wahyu kamagading
    Sekolah : SDN Pacarkeling 1/82 surabaya
    Proyek : Eco enzym
    No. Peseta : 452

    Balas
  • Desember 9, 2025 pada 23:32
    Permalink

    Keren ibu anak 4 masih bisa ngurusin sampah dan pergi kesana kesini

    Balas
  • Desember 10, 2025 pada 04:40
    Permalink

    Semangat mama Eno… Luar biasa… Pasti kerepotan 4 anak apalagi masih kecil butuh perhatian semua….
    Seorang ibu harus serba bisa…. Semua lelah dan tanggung jawab mama Eno semoga menjadi berkah buat anak-anak juga…
    Salam buat Dika….Misha kangen bermain² dengan dikau 😍😘😘

    Falisha misha alkhansa
    SDN Rangkah VI Surabaya
    No peserta 554

    Balas
  • Desember 10, 2025 pada 05:49
    Permalink

    Masyaallah luar biasa dukungan keluarga buat kak Eno. Peran orangtua juga mengantarkan kesuksesan buat putra putrinya.
    Semangat terus kak Eno . Beserta mama dalam pendampingi setiap proses yang dijalani.

    FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
    SDN Margorejo 1/403 Surabaya
    No Peserta 253
    Proyek: Pengolahan Sampah Organik Dapat Memberikan Nutrisi Pada Tanaman

    Balas
  • Desember 10, 2025 pada 14:25
    Permalink

    Keren Mom Eno, telah mensupport penuh kak Eno untuk cinta terhadap lingkungan. Sukses selalu untuk kak Eno ✊🥰

    Akifa Maulidya (698)
    SDN Tandes Kidul 1
    Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • Desember 10, 2025 pada 15:11
    Permalink

    Mamiiii.. ga kliatan anak 4 nya Miii.. hihihi.. selalu mbawa vibes positive. Suka sharing² inspiratif. Semangattt terus Mami dan Kak Eno 💚🌱

    Balas
  • Desember 11, 2025 pada 11:27
    Permalink

    Support sistem terbaik anak2 adalah orang tuanya, dan keluarga karena dibalik anak hebat ada peran orang tua yang menjadi garda terdepan buat kemajuan anaknya
    Nama : Fatimah Nawal Rahman
    Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
    No. Peserta : 026
    Pencapaian : 1.793,75 kg

    Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
    Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

    Balas
  • Desember 11, 2025 pada 23:22
    Permalink

    Kisah Eno dan keluarganya ini benar-benar menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan yang paling kuat justru lahir dari rumah. Bagaimana seorang ibu dengan empat anak tetap konsisten mendampingi Eno membangun bank sampah kecil, membuat kompos, hingga mengolah Eco Enzym adalah bukti bahwa cinta keluarga bisa menjadi energi besar untuk menjaga bumi. Semangat Eno yang tidak pernah padam, meskipun usianya masih sangat muda, benar-benar menginspirasi. Lingkungan sekitar yang awalnya heran pun akhirnya ikut merasakan dampak positifnya. Cerita ini mengingatkan kita bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil, dari keluarga sederhana yang punya kepedulian luar biasa. Salut untuk Eno dan Ibu Eka—teladan hebat bagi generasi muda pecinta lingkungan! 🌿💚

    Balas
  • Desember 13, 2025 pada 22:02
    Permalink

    MasyaAllah..Luar biasa..Keren mama Eka..Tetap semangat dan sukses selalu✨️

    Nama : Fathan Alby A
    Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
    Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun

    Halo sobat hijau 🌳
    Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari 🌱

    Balas
    • Desember 14, 2025 pada 09:06
      Permalink

      Semngat mama kak eno Dan kak eno.. Sangat menginspirasi.. Sukses selalu

      Nama : Naysia Aqila Andriani
      Sekolah : SDN Ngagelrejo3
      No peserta: 428
      Proyek budi daya sereh

      proyek tanaman sereh dengan berbagai manfaat dalam berbagai bidang dapat digunakan untuk obat-obat an, bumbu dapur hingga pengusir nyamuk

      🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

      Balas
  • Desember 16, 2025 pada 04:26
    Permalink

    Kisah ini sangat menyentuh dan inspiratif, menunjukkan peran besar keluarga dalam menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini. Perjuangan Eno bersama orang tua membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari rumah sederhana. Cerita ini menjadi teladan bahwa cinta pada bumi lahir dari keteladanan, ketulusan, dan keberanian untuk bertindak.

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Falisha misha alkhansa Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *