Gelombang Panas Global, PBB Ingatkan Risiko Tinggi bagi Lansia

Seiring dengan meluasnya gelombang panas ekstrem di banyak negara dan menjadi “kenormalan baru”, Program Lingkungan PBB (UNEP) memperingatkan peningkatan risiko kesehatan bagi lansia dalam Laporan Frontiers 2025 yang diterbitkan hari ini. Dampak lain yang disorot dari perubahan iklim antara lain mencairnya gletser yang membangkitkan kembali patogen purba dan banjir yang berisiko melepaskan bahan kimia berbahaya.

Edisi ke-7 Laporan Frontiers, “The Weight of Time – Menghadapi Era Baru Tantangan bagi Manusia dan Ekosistem”, merupakan bagian dari inisiatif Foresight Trajectory UNEP dan menyoroti isu-isu lingkungan yang muncul serta solusi potensial. Edisi pertama pada tahun 2016, memperingatkan meningkatnya risiko penyakit zoonosis, empat tahun sebelum pandemi COVID-19. Laporan ini dirilis ketika masyarakat di Tiongkok, Jepang, India, Eropa, AS, dan negara-negara lain menghadapi gelombang panas ekstrem dan banjir selama berminggu-minggu.

“Gelombang panas merupakan salah satu dampak perubahan iklim yang paling sering terjadi dan mematikan, bersama dengan banjir dan menyusutnya lapisan es,” kata Inger Andersen, Direktur Eksekutif UNEP. Kita harus siap menghadapi risiko yang ditimbulkan oleh dampak-dampak ini, terutama bagi masyarakat yang paling rentan, termasuk lansia. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh Laporan Frontiers tahun ini, terdapat solusi yang dapat membantu melindungi masyarakat dan memulihkan ekosistem yang telah lama dianggap hilang.

Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas kini menjadi bagian yang semakin dominan dari populasi dunia, terutama di wilayah perkotaan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Laporan tersebut mencatat bahwa kematian tahunan terkait panas di antara lansia telah meningkat sekitar 85% sejak tahun 1990-an. Risiko tambahan muncul dari memburuknya kualitas udara dan banjir di kota-kota pesisir dataran rendah tempat para lansia tinggal.

Lansia — terutama mereka yang memiliki penyakit kronis, mobilitas terbatas, atau kondisi fisik lemah — sangat rentan terhadap masalah kesehatan terkait panas, termasuk penyakit pernapasan, kardiovaskular, dan metabolik, serta peningkatan angka kematian.

Laporan tersebut merekomendasikan untuk menjadikan kota-kota bebas polusi, tangguh, dan memiliki ruang yang mudah diakses dengan vegetasi yang luas. Strategi utama meliputi perencanaan kota yang lebih baik, manajemen risiko bencana berbasis masyarakat, dan peningkatan akses terhadap informasi iklim bagi populasi lansia.

Awal tahun ini, Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengadopsi resolusi baru untuk mengembangkan “instrumen internasional yang mengikat secara hukum tentang hak asasi manusia lansia,” sebuah jalur yang memungkinkan untuk meningkatkan keamanan bagi mereka yang paling terpapar perubahan iklim.

Mikroba Zombie

Selain risiko bagi lansia, laporan tersebut juga memperingatkan tentang kebangkitan mikroba purba. Jika suhu global naik lebih dari 2˚C di atas tingkat pra-industri, hal ini akan secara signifikan mengurangi massa kriosfer, yang meliputi gletser, salju musiman, lapisan dan rak es, es laut, tanah beku musiman, dan permafrost. Wilayah kriosfer merupakan rumah bagi 670 juta orang serta miliaran orang lainnya yang tinggal di daerah dengan air yang berasal dari daerah beku tersebut.

Jamur, bakteri, dan virus yang dorman di wilayah beku ini dapat aktif kembali, meningkatkan risiko resistensi antimikroba. Untuk memperlambat penurunan kriosfer, Laporan Frontiers 2025 merekomendasikan pengurangan emisi gas rumah kaca – termasuk emisi karbon hitam dari mesin diesel, pembakaran lahan pertanian terbuka, dan kebakaran hutan – serta membatasi pariwisata di wilayah beku yang rapuh. Laporan ini juga merekomendasikan percepatan penelitian ilmiah mengenai keragaman mikroorganisme kriosfer yang tidak akan bertahan hidup akibat penurunan kriosfer.

Kembalinya Bahan Kimia Terlarang Melalui Banjir

Laporan ini juga mengidentifikasi risiko dari remobilisasi bahan kimia yang telah dilarang dan dihapuskan beberapa dekade lalu. Banjir dapat membawa bahan kimia tersebut ke permukaan, setelah terakumulasi dalam sedimen selama berabad-abad.

Saat banjir mengaduk sedimen dan puing-puing, bahan kimia beracun dapat terlepas dan kembali memasuki wilayah perkotaan atau sistem pangan. Laporan ini mencantumkan langkah-langkah efektif untuk mengurangi risiko yang semakin meningkat ini: langkah-langkah pengendalian tradisional seperti polder, tanggul, dan waduk retensi, sistem drainase yang lebih baik, solusi berbasis alam (misalnya, pendekatan kota spons), pemantauan polutan secara berkala di berbagai lokasi dan produk, serta studi dampak ekonomi tentang jenis polusi ini.

Risiko Penuaan Bendungan

Ancaman lain yang muncul dalam Laporan Frontiers 2025 adalah risiko penuaan bendungan. Selain banyak manfaat, bendungan dapat merugikan masyarakat adat dan masyarakat yang bergantung pada perikanan, serta merusak ekosistem. Pembongkaran bendungan besar dan tua yang telah menjadi tidak aman, usang, atau tidak layak secara ekonomi semakin banyak terjadi di Eropa dan Amerika Utara.

Laporan ini menyoroti potensi manfaat pembongkaran bendungan dan penghalang dalam memulihkan konektivitas sungai alami bagi keanekaragaman hayati dan ekosistem. Membalikkan fragmentasi sungai dan memulihkan proses alami mendukung implementasi prinsip-prinsip PBB untuk inisiatif restorasi ekosistem. (*/Mochamad Zamroni)

43 thoughts on “Gelombang Panas Global, PBB Ingatkan Risiko Tinggi bagi Lansia

  • Juli 15, 2025 pada 13:21
    Permalink

    Terima kasih infonya….membantu kita sadar betapa bahayanya hidup di zaman ini

    Habel Marcelo Eryawan
    237,
    SDN Manukan Wetan IV 616
    Proyek Melestarikan Tanaman Daun Afrika untuk Bumi yang Lebih Sehat

    Balas
    • Juli 23, 2025 pada 15:44
      Permalink

      saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris

      berkomentar bahwa hal ini dapat menginspirasi bahwa pentingnya bagi kami para remaja muda untuk merawat dan memberi penanam❤❤

      Balas
  • Juli 16, 2025 pada 13:22
    Permalink

    Terimakasih informasinya sangat bermanfaat untuk kita menjaga alam

    Nama:Moh.Alby Maulidan

    Sekolah: SDN kaliasin V/284 Surabaya

    Balas
    • Juli 24, 2025 pada 19:22
      Permalink

      Isu ini sangat penting pemanasan global bukan hanya soal cuaca ekstrem tapi juga kebangkitan mikroba purba dan bahan kimia berbahaya kita harus lebih serius bertindak untuk bumi yang sehat dan aman
      Nama Marshella Giovany ilyas
      No peserta 1344
      Asal sekolah SMPN 53 SURABAYA
      Budidaya selada hidroponik

      Balas
  • Juli 16, 2025 pada 13:24
    Permalink

    Nama : Lutfiah Nuril Ibadillah
    No.peserta : 0216
    Asal : sdn kaliasin 5
    Judul proyek : enzyma
    Alhamdulillah lolos tahap 2 semoga bisa terus lolos sampai final
    Saya setiap hari selalu melakukan aksi, semoga selalu diberikan kelancaran

    Balas
  • Juli 16, 2025 pada 19:23
    Permalink

    informasi yang sangat manfaat, agar lbh perduli lingkungan untuk mencegah pemanasan global

    Nama : Fatimah Nawal Rahman
    Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
    No. Peserta : 026

    Daur ulang sampah plastik kemasan menjadi produk kerajinan
    Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

    Balas
  • Juli 16, 2025 pada 21:43
    Permalink

    Terimakasih atas informasinya ini sangat bermanfaat dan juga berguna bagi kami semua membantu kita sadar betapa bahaya nya hidup di zaman sekarang ini

    Nama:Fernanda salma Basiru
    Sekolah:SDN krembangan selatan VII
    No. Peserta:306
    Proyek:budidaya lidah buaya

    Balas
  • Juli 16, 2025 pada 22:39
    Permalink

    Baru sadar kalau gelombang panas dampaknya bisa separah ini, terutama ke lansia. Efek perubahan iklim makin terasa, kita semua harus mulai peduli, dari hal kecil.

    Artikel ini bikin mikir. Jangan sampai cuma bilang ‘panas banget’, tapi gak sadar itu bagian dari krisis iklim.

    Nama:Jessica Rachel avrina
    Sekolah: SMPN 20 Surabaya
    Nomor Peserta: 990
    Judul Proyek: TEBA’AT Telang banyak manfaat

    Balas
    • Juli 18, 2025 pada 08:50
      Permalink

      Terima kasih kak atas ilmunya…saya jadi paham seberapa besar pengaruh Gelombang Panas Global terhadap kesehatan Lansia.

      Nama : Naziya Putri Syafira Ariwibowo
      Nomor peserta : 612
      Asal sekolah : SDN Sawunggaling 1 Surabaya
      Nama proyek : NO BI T A (Inovasi Bidara Tumbuh Alami)

      Terima kasih 🙏
      ~ Salam 🌎 Pasti Lestari 🌳 ~

      Balas
  • Juli 17, 2025 pada 03:12
    Permalink

    Terimakasih telah berbagai ilmu dan informasi..Manusia semakin berperan dalam perubahan-perubahan ini dan merupakan bagian penting dari sistem Bumi….
    Reynando Yudhistira putra
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta 409
    Pengolahan sampah plastik

    Balas
  • Juli 17, 2025 pada 06:36
    Permalink

    Terima kasih informasinya 🙏

    Nama : Siti shofiah
    No peserta : 416
    Dari : SDN Margorejo III/405
    Proyek : Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Jahe

    Balas
  • Juli 17, 2025 pada 07:02
    Permalink

    Terimakasih atas informasinya 🙏, membuat kita semakin sadar akan pentingnya peduli dengan lingkungan dan harus selalu menjaga alam ini dengan baik .

    Nama : Naura Adelia Shafiqa Ghozali
    Sekolah: Sdn Tandes Kidul 1 Surabaya
    Proyek saya: Pengolahan limbah cangkang telur
    No.peserta : 704

    Balas
  • Juli 17, 2025 pada 07:22
    Permalink

    Informasinya sangat membantu sekali dijaman sekarang yang serba memilih praktis, pdhl mengandung bahan kimia. Pentingnya kesadaran untuk hidup sehat dengan aktif berolahraga dan makan makan bergizi sejak dini.
    Tevy Janeeta Adriana dari SDN Pakis V/372 Surabaya dengan nomor peserta 498 proyek budidaya Binahong Merah

    Balas
  • Juli 17, 2025 pada 13:16
    Permalink

    Informasi penting bagi kita semua 🤗.
    Ternyata pemanasan global dampak nya sangat buruk bagi bumi🌏, Yuk kita jaga bumi 🌏kita dan menghindari gelombang panas global 💪🏻💪🏻.
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta: 224
    Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit, solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
  • Juli 17, 2025 pada 13:58
    Permalink

    Terimakasih atas informasinya
    Dampak pemanasan global ternyata bisa berbahaya terutama untuk lansia.

    Respati Syafiq Wijaya
    SDN Wiyung I Surabaya
    No peserta 405
    Memanfaatkan cangkang telur sebagai pupuk organik

    Balas
  • Juli 17, 2025 pada 22:33
    Permalink

    Laporan ini benar-benar jadi pengingat serius bahwa perubahan iklim bukan ancaman masa depan lagi, tapi sudah nyata sekarang. Lansia jadi kelompok yang paling rentan, jadi kita semua harus lebih peduli. Salut buat UNEP yang nggak cuma menyuarakan masalah, tapi juga menawarkan solusi demi bumi yang lebih aman dan sehat! 🌍🔥💧

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Juli 18, 2025 pada 14:31
    Permalink

    Nama: Tisya Ayodya Prameswari
    Asal : SDI Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya
    Proyek: ECOZY (Eco Enzyme)
    Capaian: Saya telah membuat Eco Enzyme sebanyak 590,4 kg

    Balas
  • Juli 19, 2025 pada 12:43
    Permalink

    informasi ini sangat bermanfaat
    hai hai sobat sobat semua nya perkenalkan nama aku putri ariesta dewi dari smpn 31 surabaya, saya sebagai peserta Pangeran putri lingkungan hidup 2025 nomor peserta saya adalah 1112
    nah proyek saya adalah “TAMANKU SUBUR BERKAT ECOENZYIM”
    nah itu lah proyek saya, kenapa saya memilih ecoenzim karna ecoenzim banyak manfaatnya
    seandainya sampah organik terbuang sia sia dan tidak di daur ulang nih pasti banyak penyebaran penyakit, nah jadi aku sini mencegah bahaya tersebut dengan cara mendaur ulang sampah organik menjadi ecoenzim

    Balas
    • Juli 28, 2025 pada 17:27
      Permalink

      terima kasih atas informasinya, jadi saya lebih tau bahayanya panas yang berkekuatan tinggi.

      nama: Bara Ikmal Ghani
      asal sekolah: SMPN 38 Surabaya
      nomor peserta: 601
      proyek: mengolah sampah organik🌿

      Balas
  • Juli 19, 2025 pada 16:02
    Permalink

    Terima kasih telah berbagi ilmu dan informasinya . Ini adalah salah satu informasi yang bermanfaat bagi masyarakat

    Kayla Ayu Anindya
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    Proyek : MOL MAGIC WATER
    no peserta:710

    🪴🌍Salam bumi pasti lestari 🌍🪴

    Balas
  • Juli 19, 2025 pada 20:41
    Permalink

    Nama : Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
    No. Peseta : 003
    Sekolah : SD Kyai Ibrahim Surabaya

    Sangat setuju sekali untuk menjadikan kota-kota bebas polusi, tangguh, dan memiliki ruang yang mudah diakses dengan vegetasi yang luas. Strategi utama meliputi perencanaan kota yang lebih baik, manajemen risiko bencana berbasis masyarakat, dan peningkatan akses terhadap informasi iklim bagi populasi lansia.

    Awal tahun ini, Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengadopsi resolusi baru untuk mengembangkan “instrumen internasional yang mengikat secara hukum tentang hak asasi manusia lansia,” sebuah jalur yang memungkinkan untuk meningkatkan keamanan bagi mereka yang paling terpapar perubahan iklim.

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 14:32
    Permalink

    Halo haii shobat hijau

    Perkenalkan biodata diri saya dulu yaaa

    👌🏻NAMA : MUHAMMAD HAKAM YASIN
    🏫SEKOLAH : SMP NEGERI 46 SURABAYA
    💻PROYEK : nahh shobat hijau pasti kalian belum kenal kan sama proyek aku kalau aku jelasin simak baik baik ya jadi proyek aku yaitu BUDIDAYA BUNGA TELANG YANG SAYA BERI NAMA TEATEL

    Laporan ini benar-benar jadi pengingat serius bahwa perubahan iklim bukan ancaman masa depan lagi, tapi sudah nyata sekarang. Lansia jadi kelompok yang paling rentan, jadi kita semua harus lebih peduli. Salut buat UNEP yang nggak cuma menyuarakan masalah, tapi juga menawarkan solusi demi bumi yang lebih aman dan sehat!

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 19:38
    Permalink

    PBB memperingatkan: gelombang panas global meningkat dan menempatkan lansia dalam risiko tinggi. Mari lindungi mereka dengan lingkungan yang lebih sejuk, hidrasi cukup, dan akses informasi yang cepat!” 🚨☀️

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 20:15
    Permalink

    Informasi yang sangat bermanfaat.

    Nama : Muhammad Sendy Isnanda
    Sekolah : MTS NEGERI 2 SIDOARJO
    No peserta : 709
    Judul proyek : PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAIMANA MESTINYA

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 21:09
    Permalink

    Gelombang panas ekstrem pada tahun 2025 merupakan peringatan akan dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Sangat penting untuk mengurangi risiko dan dampak negatif gelombang panas di masa depan, upaya pengurangan emisi gas rumah kaca, peralihan ke energi terbarukan, serta langkah-langkah adaptasi terhadap dampak perubahan iklim sangat dibutuhkan.

    Nama : Akifa Maulidya
    Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
    Nomor Peserta : 698
    Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • Juli 21, 2025 pada 12:33
    Permalink

    Terimakasih ilmunya sangat bermanfaat.
    Nama : Arsy Shakilah Putri Romadania
    SDN Balongsari 1/500
    No. Peserta:24
    Judul Project: Pengolahan Minyak Jelantah

    Balas
  • Juli 22, 2025 pada 11:18
    Permalink

    Gelombang panas merupakan salah satu dampak perubahan iklim yang paling sering terjadi dan mematikan, bersama dengan banjir dan menyusutnya lapisan es. Fenomena yang sangat membahayakan dunia. Ayo teman-teman kita jadi bumi kita agar tetap lestari….Jaga lingkungan kita, Selamatkan bumi kita…Salam Bumi Pasti lestari…
    RAH HANDARU HATMAJI MARSUDI
    SMP NEGERI 1 SURABAYA
    NO PESERTA : 453
    JUDUL PROYEK : BUDIDAYA TANAMAN HIAS SANSEVIERIA SEBAGAI PENYERAP POLUTAN DALAM MENGURANGI POLUSI UDARA.

    Balas
  • Juli 22, 2025 pada 20:54
    Permalink

    sangat bermanfaat sekalii , terimakasih

    Nama : Gadis Ayuningtyas Putri Suwandik
    Asal : SMPN 46 Surabaya
    No peserta : 1262
    Projek :

    ” Journey Of Banana Boost & Shield 🍌”

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 06:32
    Permalink

    Nama : Abid Maher Ar Rayyan
    Sekolah : SDN KETABANG 1/288 Surabaya
    Proyek : Butong (Budidaya Tanaman Binahong)
    Informasi yg berguna tentang penjelasan bahaya dampak pemanasan global.

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 09:38
    Permalink

    Gelombang Panas Global, PBB Ingatkan Risiko Tinggi bagi Lansia
    meluasnya gelombang panas ekstrem di banyak negara dan menjadi “kenormalan baru
    Kita harus siap menghadapi risiko yang ditimbulkan oleh dampak-dampak ini, terutama bagi masyarakat yang paling rentan, termasuk lansia

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

    Nama : Naysia Aqila Andriani
    Sekolah : SDN Ngagelrejo3
    No peserta: 428
    Proyek budi daya sereh

    proyek tanaman sereh dengan berbagai manfaat dalam berbagai bidang dapat digunakan untuk obat-obat an, bumbu dapur hingga pengusir nyamuk

    🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 15:02
    Permalink

    bagus dan sangat menginspirasi sekali

    Proyek saya yaitu membudidayakan bunga Telang serta Pemanfaatannya, di tahap dua ini saya sudah menanam biji Telang ke dalam 400 polyback, untuk ide pemanfaatan yang ingin saya buat yaitu memajukan ekonomi rakyat dengan membuat produk olahan bunga Telang yaitu minuman herbal, serta membuatmakanan yang di sukai oleh anak muda

    Muhammad Raffa Zamzani | SMP negeri 9 Surabaya

    Balas
  • Juli 25, 2025 pada 23:29
    Permalink

    Wah ternyata infonya sangat bermanfaat

    Balas
  • Juli 25, 2025 pada 23:39
    Permalink

    Salut buat UNEP yang nggak cuma menyuarakan masalah, tapi juga menawarkan solusi demi bumi yang lebih aman dan sehat!

    ajeng chaesa setia rahayu
    smpn 24 surabaya
    eco.grow(pupuk eceng gondok)

    Balas
  • Juli 30, 2025 pada 10:01
    Permalink

    Menyoroti peringatan serius PBB mengenai dampak perubahan iklim global, terutama gelombang panas ekstrem, yang kini menjadi “kenormalan baru” dan meningkatkan risiko tinggi bagi lansia. Laporan Frontiers 2025 UNEP juga memperingatkan ancaman lain seperti mikroba purba yang bangkit dari gletser mencair dan kembalinya bahan kimia terlarang akibat banjir, yang berpotensi memicu masalah kesehatan dan lingkungan serius. Selain itu, artikel ini mengidentifikasi risiko penuaan bendungan dan mendorong solusi restorasi ekosistem. Ini adalah panggilan mendesak untuk tindakan adaptasi dan mitigasi demi melindungi populasi rentan dan ekosistem bumi.

    Saya, adalah salah satu peserta PANGPUT lingkungan Hidup tahun 2025 dengan
    Nama : Maulana Akbar Al Habib
    Nomor Peserta : 469
    Sekolah : SMPN 11 Surabaya
    Dari Kota : Surabaya
    Dengan proyek : Pengelolaan sampah organik

    Semoga komentar saya bisa memberikan dampak yang baik untuk artikel inii 😀

    Balas
  • Juli 30, 2025 pada 10:08
    Permalink

    Artikel ini menyajikan peringatan serius dari PBB mengenai dampak perubahan iklim, khususnya bagi kelompok lansia yang sangat rentan terhadap gelombang panas ekstrem. Selain itu, artikel ini juga mengangkat isu penting lain seperti kembalinya mikroba purba akibat mencairnya es, remobilisasi bahan kimia beracun melalui banjir, dan risiko penuaan bendungan. Dengan bahasa yang jelas dan fakta yang kuat, artikel ini memberi kesan bahwa krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan sudah nyata terjadi sekarang. Sebagai pembaca, artikel ini menyadarkan bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan dan ekosistem harus segera menjadi prioritas bersama.

    Saya, adalah salah satu peserta PANGPUT lingkungan Hidup tahun 2025 dengan
    Nama : Maulana Akbar Al Habib
    Nomor Peserta : 469
    Sekolah : SMPN 11 Surabaya
    Dari Kota : Surabaya
    Dengan proyek : Pengelolaan sampah organik

    Semoga komentar saya bisa memberikan dampak yang baik untuk artikel inii 😀

    Balas
  • Juli 31, 2025 pada 21:27
    Permalink

    Kini, lansia yang tinggal di kota besar di negara berkembang menghadapi tantangan kesehatan sangat tinggi jika tidak ada tindakan adaptasi yang segera dan sistemik.

    Mayfrina Aisyahrani
    SMPN 3 SURABAYA
    PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN

    Balas
  • Agustus 2, 2025 pada 14:01
    Permalink

    informasi yang sangat manfaat, agar lbh perduli lingkungan untuk mencegah pemanasan global

    Nama : Nandana Akatara Arka Radita
    Kelas : 6A
    Sekolah : SDN jemurwonosari 1
    No peserta : 121

    Balas
  • Agustus 5, 2025 pada 16:57
    Permalink

    Aksi ini sangat bermanfaat, karena dapat membantu mengurangi sampah dan menjadikan sampah menjadi barang yang berguna

    Balas
  • September 2, 2025 pada 17:07
    Permalink

    Bermanfaat sekali informasi nya.
    Isu ini sangat penting pemanasan global bukan hanya soal cuaca ekstrem tapi juga kebangkitan mikroba purba dan bahan kimia berbahaya kita harus lebih serius bertindak untuk bumi yang sehat dan aman. Terimakasih sekali informasi yang bermanfaat ini❤️
    -~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~-
    Nama: aisshiren dwi Wulan sari
    Kelas: 9E
    Sekolah SMPN 53 Surabaya
    Peserta pangputlh tahun 2025
    Judul proyek: inovasi keripik sehat dari hasil budidaya bayam Brajil
    Nomor peserta: 1296

    Balas
  • September 2, 2025 pada 19:13
    Permalink

    Artikel ini menyentuh sisi kemanusiaan yang sering luput dari perhatian dalam diskusi tentang krisis iklim, yaitu kelompok lansia yang semakin rentan di tengah gelombang panas ekstrem yang kini menjadi “kenormalan baru”. Saya merasa prihatin sekaligus terdorong untuk lebih aktif dalam menyuarakan isu ini. Ketika perubahan iklim menyebabkan suhu bumi meningkat tajam, para lansia yang memiliki keterbatasan fisik, akses informasi, serta penyakit bawaan, menjadi pihak yang paling terdampak. Fakta bahwa kematian lansia akibat panas meningkat hingga 85% sejak tahun 1990-an adalah angka yang seharusnya menggugah kepedulian semua pihak.

    UNEP memberikan rekomendasi yang sangat relevan yaitu menciptakan kota yang bebas polusi, memiliki ruang terbuka hijau, dan aksesibilitas tinggi bagi populasi lansia. Kota seperti Surabaya bisa mengambil peran penting dalam upaya ini, dengan menggabungkan urban planning yang tangguh terhadap bencana dengan nilai-nilai humanis yang mendukung seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.

    Yang juga tidak kalah mengejutkan bagi saya adalah risiko kebangkitan mikroba purba dari wilayah es yang mencair. Ini bukan sekadar risiko biologis, melainkan juga ancaman terhadap sistem kesehatan global, terutama bila mikroba tersebut membawa resistensi terhadap antibiotik. Selain itu, bahaya bahan kimia lama yang kembali mencemari lingkungan melalui banjir menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan selalu meninggalkan jejak panjang yang bisa membahayakan generasi sekarang dan yang akan datang.

    Bagi saya pribadi, artikel ini memperkuat kesadaran bahwa krisis iklim bukan isu masa depan, melainkan realitas hari ini. Kami, generasi muda, memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menyuarakan perubahan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi. Saya ingin terus mengembangkan proyek-proyek lingkungan yang tidak hanya fokus pada pengurangan sampah atau penghijauan, tetapi juga pada edukasi publik dan penguatan sistem perlindungan terhadap kelompok rentan.

    Masa depan bumi bergantung pada keputusan dan aksi kita hari ini. Jika kita gagal melindungi kelompok paling lemah dalam masyarakat, maka kita gagal dalam misi menjaga keberlangsungan peradaban manusia. Semoga artikel ini bisa menjadi pemicu diskusi lanjutan dan aksi nyata dari berbagai pihak di tingkat lokal hingga global.

    Nama: Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
    Asal Sekolah: SMP Negeri 1 Surabaya
    Nomor Urut: 451
    Judul Proyek: EcoGeniuz Pillow dan Mangrove Warrior

    Balas
  • September 5, 2025 pada 12:31
    Permalink

    Informasi yang sangat bermanfaat dengan ini kita tau apa manfaat dari global panas bumi ini.
    Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

    Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 09:01
    Permalink

    Informasi ini sungguh bermanfaat, mengingatkan kita betapa pentingnya kesadaran dalam menjaga lingkungan sekitar kita. Dampak dari pemanasan global dan gelombang panas ini begitu terasa, efeknya dapat berakibat fatal bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan. Stay safe everyone!

    Salam, Najwa putri Tabita (534)
    Dari SDN Ploso 3 Surabaya
    Project Maklor(manfaat kelor)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *