Gelombang Panas Global, PBB Ingatkan Risiko Tinggi bagi Lansia
Seiring dengan meluasnya gelombang panas ekstrem di banyak negara dan menjadi “kenormalan baru”, Program Lingkungan PBB (UNEP) memperingatkan peningkatan risiko kesehatan bagi lansia dalam Laporan Frontiers 2025 yang diterbitkan hari ini. Dampak lain yang disorot dari perubahan iklim antara lain mencairnya gletser yang membangkitkan kembali patogen purba dan banjir yang berisiko melepaskan bahan kimia berbahaya.
Edisi ke-7 Laporan Frontiers, “The Weight of Time – Menghadapi Era Baru Tantangan bagi Manusia dan Ekosistem”, merupakan bagian dari inisiatif Foresight Trajectory UNEP dan menyoroti isu-isu lingkungan yang muncul serta solusi potensial. Edisi pertama pada tahun 2016, memperingatkan meningkatnya risiko penyakit zoonosis, empat tahun sebelum pandemi COVID-19. Laporan ini dirilis ketika masyarakat di Tiongkok, Jepang, India, Eropa, AS, dan negara-negara lain menghadapi gelombang panas ekstrem dan banjir selama berminggu-minggu.
“Gelombang panas merupakan salah satu dampak perubahan iklim yang paling sering terjadi dan mematikan, bersama dengan banjir dan menyusutnya lapisan es,” kata Inger Andersen, Direktur Eksekutif UNEP. Kita harus siap menghadapi risiko yang ditimbulkan oleh dampak-dampak ini, terutama bagi masyarakat yang paling rentan, termasuk lansia. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh Laporan Frontiers tahun ini, terdapat solusi yang dapat membantu melindungi masyarakat dan memulihkan ekosistem yang telah lama dianggap hilang.
Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas kini menjadi bagian yang semakin dominan dari populasi dunia, terutama di wilayah perkotaan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Laporan tersebut mencatat bahwa kematian tahunan terkait panas di antara lansia telah meningkat sekitar 85% sejak tahun 1990-an. Risiko tambahan muncul dari memburuknya kualitas udara dan banjir di kota-kota pesisir dataran rendah tempat para lansia tinggal.
Lansia — terutama mereka yang memiliki penyakit kronis, mobilitas terbatas, atau kondisi fisik lemah — sangat rentan terhadap masalah kesehatan terkait panas, termasuk penyakit pernapasan, kardiovaskular, dan metabolik, serta peningkatan angka kematian.
Laporan tersebut merekomendasikan untuk menjadikan kota-kota bebas polusi, tangguh, dan memiliki ruang yang mudah diakses dengan vegetasi yang luas. Strategi utama meliputi perencanaan kota yang lebih baik, manajemen risiko bencana berbasis masyarakat, dan peningkatan akses terhadap informasi iklim bagi populasi lansia.
Awal tahun ini, Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengadopsi resolusi baru untuk mengembangkan “instrumen internasional yang mengikat secara hukum tentang hak asasi manusia lansia,” sebuah jalur yang memungkinkan untuk meningkatkan keamanan bagi mereka yang paling terpapar perubahan iklim.
Mikroba Zombie
Selain risiko bagi lansia, laporan tersebut juga memperingatkan tentang kebangkitan mikroba purba. Jika suhu global naik lebih dari 2˚C di atas tingkat pra-industri, hal ini akan secara signifikan mengurangi massa kriosfer, yang meliputi gletser, salju musiman, lapisan dan rak es, es laut, tanah beku musiman, dan permafrost. Wilayah kriosfer merupakan rumah bagi 670 juta orang serta miliaran orang lainnya yang tinggal di daerah dengan air yang berasal dari daerah beku tersebut.
Jamur, bakteri, dan virus yang dorman di wilayah beku ini dapat aktif kembali, meningkatkan risiko resistensi antimikroba. Untuk memperlambat penurunan kriosfer, Laporan Frontiers 2025 merekomendasikan pengurangan emisi gas rumah kaca – termasuk emisi karbon hitam dari mesin diesel, pembakaran lahan pertanian terbuka, dan kebakaran hutan – serta membatasi pariwisata di wilayah beku yang rapuh. Laporan ini juga merekomendasikan percepatan penelitian ilmiah mengenai keragaman mikroorganisme kriosfer yang tidak akan bertahan hidup akibat penurunan kriosfer.
Kembalinya Bahan Kimia Terlarang Melalui Banjir
Laporan ini juga mengidentifikasi risiko dari remobilisasi bahan kimia yang telah dilarang dan dihapuskan beberapa dekade lalu. Banjir dapat membawa bahan kimia tersebut ke permukaan, setelah terakumulasi dalam sedimen selama berabad-abad.
Saat banjir mengaduk sedimen dan puing-puing, bahan kimia beracun dapat terlepas dan kembali memasuki wilayah perkotaan atau sistem pangan. Laporan ini mencantumkan langkah-langkah efektif untuk mengurangi risiko yang semakin meningkat ini: langkah-langkah pengendalian tradisional seperti polder, tanggul, dan waduk retensi, sistem drainase yang lebih baik, solusi berbasis alam (misalnya, pendekatan kota spons), pemantauan polutan secara berkala di berbagai lokasi dan produk, serta studi dampak ekonomi tentang jenis polusi ini.
Risiko Penuaan Bendungan
Ancaman lain yang muncul dalam Laporan Frontiers 2025 adalah risiko penuaan bendungan. Selain banyak manfaat, bendungan dapat merugikan masyarakat adat dan masyarakat yang bergantung pada perikanan, serta merusak ekosistem. Pembongkaran bendungan besar dan tua yang telah menjadi tidak aman, usang, atau tidak layak secara ekonomi semakin banyak terjadi di Eropa dan Amerika Utara.
Laporan ini menyoroti potensi manfaat pembongkaran bendungan dan penghalang dalam memulihkan konektivitas sungai alami bagi keanekaragaman hayati dan ekosistem. Membalikkan fragmentasi sungai dan memulihkan proses alami mendukung implementasi prinsip-prinsip PBB untuk inisiatif restorasi ekosistem. (*/Mochamad Zamroni)


Terima kasih infonya….membantu kita sadar betapa bahayanya hidup di zaman ini
Habel Marcelo Eryawan
237,
SDN Manukan Wetan IV 616
Proyek Melestarikan Tanaman Daun Afrika untuk Bumi yang Lebih Sehat
saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris
berkomentar bahwa hal ini dapat menginspirasi bahwa pentingnya bagi kami para remaja muda untuk merawat dan memberi penanam❤❤
Informasi yang sangat berguna bagi semua.
Yunita Permata Sari dari SMP NEGERI 31 SURABAYA dengan Nomer Peserta 1116 Proyek Menjadikan Sabun Bekas Sebagai Hiasan Rumah
Terimakasih informasinya sangat bermanfaat untuk kita menjaga alam
Nama:Moh.Alby Maulidan
Sekolah: SDN kaliasin V/284 Surabaya
Isu ini sangat penting pemanasan global bukan hanya soal cuaca ekstrem tapi juga kebangkitan mikroba purba dan bahan kimia berbahaya kita harus lebih serius bertindak untuk bumi yang sehat dan aman
Nama Marshella Giovany ilyas
No peserta 1344
Asal sekolah SMPN 53 SURABAYA
Budidaya selada hidroponik
Nama : Lutfiah Nuril Ibadillah
No.peserta : 0216
Asal : sdn kaliasin 5
Judul proyek : enzyma
Alhamdulillah lolos tahap 2 semoga bisa terus lolos sampai final
Saya setiap hari selalu melakukan aksi, semoga selalu diberikan kelancaran
informasi yang sangat manfaat, agar lbh perduli lingkungan untuk mencegah pemanasan global
Nama : Fatimah Nawal Rahman
Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
No. Peserta : 026
Daur ulang sampah plastik kemasan menjadi produk kerajinan
Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan
Terimakasih atas informasinya ini sangat bermanfaat dan juga berguna bagi kami semua membantu kita sadar betapa bahaya nya hidup di zaman sekarang ini
Nama:Fernanda salma Basiru
Sekolah:SDN krembangan selatan VII
No. Peserta:306
Proyek:budidaya lidah buaya
Baru sadar kalau gelombang panas dampaknya bisa separah ini, terutama ke lansia. Efek perubahan iklim makin terasa, kita semua harus mulai peduli, dari hal kecil.
Artikel ini bikin mikir. Jangan sampai cuma bilang ‘panas banget’, tapi gak sadar itu bagian dari krisis iklim.
Nama:Jessica Rachel avrina
Sekolah: SMPN 20 Surabaya
Nomor Peserta: 990
Judul Proyek: TEBA’AT Telang banyak manfaat
Terima kasih kak atas ilmunya…saya jadi paham seberapa besar pengaruh Gelombang Panas Global terhadap kesehatan Lansia.
Nama : Naziya Putri Syafira Ariwibowo
Nomor peserta : 612
Asal sekolah : SDN Sawunggaling 1 Surabaya
Nama proyek : NO BI T A (Inovasi Bidara Tumbuh Alami)
Terima kasih 🙏
~ Salam 🌎 Pasti Lestari 🌳 ~
Terimakasih telah berbagai ilmu dan informasi..Manusia semakin berperan dalam perubahan-perubahan ini dan merupakan bagian penting dari sistem Bumi….
Reynando Yudhistira putra
SDN Wiyung 1 Surabaya
No peserta 409
Pengolahan sampah plastik
Terima kasih informasinya 🙏
Nama : Siti shofiah
No peserta : 416
Dari : SDN Margorejo III/405
Proyek : Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Jahe
Terimakasih atas informasinya 🙏, membuat kita semakin sadar akan pentingnya peduli dengan lingkungan dan harus selalu menjaga alam ini dengan baik .
Nama : Naura Adelia Shafiqa Ghozali
Sekolah: Sdn Tandes Kidul 1 Surabaya
Proyek saya: Pengolahan limbah cangkang telur
No.peserta : 704
Informasinya sangat membantu sekali dijaman sekarang yang serba memilih praktis, pdhl mengandung bahan kimia. Pentingnya kesadaran untuk hidup sehat dengan aktif berolahraga dan makan makan bergizi sejak dini.
Tevy Janeeta Adriana dari SDN Pakis V/372 Surabaya dengan nomor peserta 498 proyek budidaya Binahong Merah
Informasi penting bagi kita semua 🤗.
Ternyata pemanasan global dampak nya sangat buruk bagi bumi🌏, Yuk kita jaga bumi 🌏kita dan menghindari gelombang panas global 💪🏻💪🏻.
Nama: Adinda Quenza Ramadhani
Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
No peserta: 224
Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit, solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫
Terimakasih atas informasinya
Dampak pemanasan global ternyata bisa berbahaya terutama untuk lansia.
Respati Syafiq Wijaya
SDN Wiyung I Surabaya
No peserta 405
Memanfaatkan cangkang telur sebagai pupuk organik
Laporan ini benar-benar jadi pengingat serius bahwa perubahan iklim bukan ancaman masa depan lagi, tapi sudah nyata sekarang. Lansia jadi kelompok yang paling rentan, jadi kita semua harus lebih peduli. Salut buat UNEP yang nggak cuma menyuarakan masalah, tapi juga menawarkan solusi demi bumi yang lebih aman dan sehat! 🌍🔥💧
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
🔢Nomor Peserta: 679
🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.
Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.
Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Nama: Tisya Ayodya Prameswari
Asal : SDI Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya
Proyek: ECOZY (Eco Enzyme)
Capaian: Saya telah membuat Eco Enzyme sebanyak 590,4 kg
informasi ini sangat bermanfaat
hai hai sobat sobat semua nya perkenalkan nama aku putri ariesta dewi dari smpn 31 surabaya, saya sebagai peserta Pangeran putri lingkungan hidup 2025 nomor peserta saya adalah 1112
nah proyek saya adalah “TAMANKU SUBUR BERKAT ECOENZYIM”
nah itu lah proyek saya, kenapa saya memilih ecoenzim karna ecoenzim banyak manfaatnya
seandainya sampah organik terbuang sia sia dan tidak di daur ulang nih pasti banyak penyebaran penyakit, nah jadi aku sini mencegah bahaya tersebut dengan cara mendaur ulang sampah organik menjadi ecoenzim
terima kasih atas informasinya, jadi saya lebih tau bahayanya panas yang berkekuatan tinggi.
nama: Bara Ikmal Ghani
asal sekolah: SMPN 38 Surabaya
nomor peserta: 601
proyek: mengolah sampah organik🌿
Terima kasih telah berbagi ilmu dan informasinya . Ini adalah salah satu informasi yang bermanfaat bagi masyarakat
Kayla Ayu Anindya
SDN Wiyung 1 Surabaya
Proyek : MOL MAGIC WATER
no peserta:710
🪴🌍Salam bumi pasti lestari 🌍🪴
Nama : Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
No. Peseta : 003
Sekolah : SD Kyai Ibrahim Surabaya
Sangat setuju sekali untuk menjadikan kota-kota bebas polusi, tangguh, dan memiliki ruang yang mudah diakses dengan vegetasi yang luas. Strategi utama meliputi perencanaan kota yang lebih baik, manajemen risiko bencana berbasis masyarakat, dan peningkatan akses terhadap informasi iklim bagi populasi lansia.
Awal tahun ini, Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengadopsi resolusi baru untuk mengembangkan “instrumen internasional yang mengikat secara hukum tentang hak asasi manusia lansia,” sebuah jalur yang memungkinkan untuk meningkatkan keamanan bagi mereka yang paling terpapar perubahan iklim.
Halo haii shobat hijau
Perkenalkan biodata diri saya dulu yaaa
👌🏻NAMA : MUHAMMAD HAKAM YASIN
🏫SEKOLAH : SMP NEGERI 46 SURABAYA
💻PROYEK : nahh shobat hijau pasti kalian belum kenal kan sama proyek aku kalau aku jelasin simak baik baik ya jadi proyek aku yaitu BUDIDAYA BUNGA TELANG YANG SAYA BERI NAMA TEATEL
Laporan ini benar-benar jadi pengingat serius bahwa perubahan iklim bukan ancaman masa depan lagi, tapi sudah nyata sekarang. Lansia jadi kelompok yang paling rentan, jadi kita semua harus lebih peduli. Salut buat UNEP yang nggak cuma menyuarakan masalah, tapi juga menawarkan solusi demi bumi yang lebih aman dan sehat!
PBB memperingatkan: gelombang panas global meningkat dan menempatkan lansia dalam risiko tinggi. Mari lindungi mereka dengan lingkungan yang lebih sejuk, hidrasi cukup, dan akses informasi yang cepat!” 🚨☀️
Informasi yang sangat bermanfaat.
Nama : Muhammad Sendy Isnanda
Sekolah : MTS NEGERI 2 SIDOARJO
No peserta : 709
Judul proyek : PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAIMANA MESTINYA
Gelombang panas ekstrem pada tahun 2025 merupakan peringatan akan dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Sangat penting untuk mengurangi risiko dan dampak negatif gelombang panas di masa depan, upaya pengurangan emisi gas rumah kaca, peralihan ke energi terbarukan, serta langkah-langkah adaptasi terhadap dampak perubahan iklim sangat dibutuhkan.
Nama : Akifa Maulidya
Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
Nomor Peserta : 698
Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale
Terimakasih ilmunya sangat bermanfaat.
Nama : Arsy Shakilah Putri Romadania
SDN Balongsari 1/500
No. Peserta:24
Judul Project: Pengolahan Minyak Jelantah
Gelombang panas merupakan salah satu dampak perubahan iklim yang paling sering terjadi dan mematikan, bersama dengan banjir dan menyusutnya lapisan es. Fenomena yang sangat membahayakan dunia. Ayo teman-teman kita jadi bumi kita agar tetap lestari….Jaga lingkungan kita, Selamatkan bumi kita…Salam Bumi Pasti lestari…
RAH HANDARU HATMAJI MARSUDI
SMP NEGERI 1 SURABAYA
NO PESERTA : 453
JUDUL PROYEK : BUDIDAYA TANAMAN HIAS SANSEVIERIA SEBAGAI PENYERAP POLUTAN DALAM MENGURANGI POLUSI UDARA.
sangat bermanfaat sekalii , terimakasih
Nama : Gadis Ayuningtyas Putri Suwandik
Asal : SMPN 46 Surabaya
No peserta : 1262
Projek :
” Journey Of Banana Boost & Shield 🍌”
Nama : Abid Maher Ar Rayyan
Sekolah : SDN KETABANG 1/288 Surabaya
Proyek : Butong (Budidaya Tanaman Binahong)
Informasi yg berguna tentang penjelasan bahaya dampak pemanasan global.
Gelombang Panas Global, PBB Ingatkan Risiko Tinggi bagi Lansia
meluasnya gelombang panas ekstrem di banyak negara dan menjadi “kenormalan baru
Kita harus siap menghadapi risiko yang ditimbulkan oleh dampak-dampak ini, terutama bagi masyarakat yang paling rentan, termasuk lansia
Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..
Nama : Naysia Aqila Andriani
Sekolah : SDN Ngagelrejo3
No peserta: 428
Proyek budi daya sereh
proyek tanaman sereh dengan berbagai manfaat dalam berbagai bidang dapat digunakan untuk obat-obat an, bumbu dapur hingga pengusir nyamuk
🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_
bagus dan sangat menginspirasi sekali
Proyek saya yaitu membudidayakan bunga Telang serta Pemanfaatannya, di tahap dua ini saya sudah menanam biji Telang ke dalam 400 polyback, untuk ide pemanfaatan yang ingin saya buat yaitu memajukan ekonomi rakyat dengan membuat produk olahan bunga Telang yaitu minuman herbal, serta membuatmakanan yang di sukai oleh anak muda
Muhammad Raffa Zamzani | SMP negeri 9 Surabaya
Wah ternyata infonya sangat bermanfaat
Salut buat UNEP yang nggak cuma menyuarakan masalah, tapi juga menawarkan solusi demi bumi yang lebih aman dan sehat!
ajeng chaesa setia rahayu
smpn 24 surabaya
eco.grow(pupuk eceng gondok)
Menyoroti peringatan serius PBB mengenai dampak perubahan iklim global, terutama gelombang panas ekstrem, yang kini menjadi “kenormalan baru” dan meningkatkan risiko tinggi bagi lansia. Laporan Frontiers 2025 UNEP juga memperingatkan ancaman lain seperti mikroba purba yang bangkit dari gletser mencair dan kembalinya bahan kimia terlarang akibat banjir, yang berpotensi memicu masalah kesehatan dan lingkungan serius. Selain itu, artikel ini mengidentifikasi risiko penuaan bendungan dan mendorong solusi restorasi ekosistem. Ini adalah panggilan mendesak untuk tindakan adaptasi dan mitigasi demi melindungi populasi rentan dan ekosistem bumi.
Saya, adalah salah satu peserta PANGPUT lingkungan Hidup tahun 2025 dengan
Nama : Maulana Akbar Al Habib
Nomor Peserta : 469
Sekolah : SMPN 11 Surabaya
Dari Kota : Surabaya
Dengan proyek : Pengelolaan sampah organik
Semoga komentar saya bisa memberikan dampak yang baik untuk artikel inii 😀
Artikel ini menyajikan peringatan serius dari PBB mengenai dampak perubahan iklim, khususnya bagi kelompok lansia yang sangat rentan terhadap gelombang panas ekstrem. Selain itu, artikel ini juga mengangkat isu penting lain seperti kembalinya mikroba purba akibat mencairnya es, remobilisasi bahan kimia beracun melalui banjir, dan risiko penuaan bendungan. Dengan bahasa yang jelas dan fakta yang kuat, artikel ini memberi kesan bahwa krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan sudah nyata terjadi sekarang. Sebagai pembaca, artikel ini menyadarkan bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan dan ekosistem harus segera menjadi prioritas bersama.
Saya, adalah salah satu peserta PANGPUT lingkungan Hidup tahun 2025 dengan
Nama : Maulana Akbar Al Habib
Nomor Peserta : 469
Sekolah : SMPN 11 Surabaya
Dari Kota : Surabaya
Dengan proyek : Pengelolaan sampah organik
Semoga komentar saya bisa memberikan dampak yang baik untuk artikel inii 😀
Kini, lansia yang tinggal di kota besar di negara berkembang menghadapi tantangan kesehatan sangat tinggi jika tidak ada tindakan adaptasi yang segera dan sistemik.
Mayfrina Aisyahrani
SMPN 3 SURABAYA
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN
informasi yang sangat manfaat, agar lbh perduli lingkungan untuk mencegah pemanasan global
Nama : Nandana Akatara Arka Radita
Kelas : 6A
Sekolah : SDN jemurwonosari 1
No peserta : 121
Aksi ini sangat bermanfaat, karena dapat membantu mengurangi sampah dan menjadikan sampah menjadi barang yang berguna
Bermanfaat sekali informasi nya.
Isu ini sangat penting pemanasan global bukan hanya soal cuaca ekstrem tapi juga kebangkitan mikroba purba dan bahan kimia berbahaya kita harus lebih serius bertindak untuk bumi yang sehat dan aman. Terimakasih sekali informasi yang bermanfaat ini❤️
-~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~-
Nama: aisshiren dwi Wulan sari
Kelas: 9E
Sekolah SMPN 53 Surabaya
Peserta pangputlh tahun 2025
Judul proyek: inovasi keripik sehat dari hasil budidaya bayam Brajil
Nomor peserta: 1296
Artikel ini menyentuh sisi kemanusiaan yang sering luput dari perhatian dalam diskusi tentang krisis iklim, yaitu kelompok lansia yang semakin rentan di tengah gelombang panas ekstrem yang kini menjadi “kenormalan baru”. Saya merasa prihatin sekaligus terdorong untuk lebih aktif dalam menyuarakan isu ini. Ketika perubahan iklim menyebabkan suhu bumi meningkat tajam, para lansia yang memiliki keterbatasan fisik, akses informasi, serta penyakit bawaan, menjadi pihak yang paling terdampak. Fakta bahwa kematian lansia akibat panas meningkat hingga 85% sejak tahun 1990-an adalah angka yang seharusnya menggugah kepedulian semua pihak.
UNEP memberikan rekomendasi yang sangat relevan yaitu menciptakan kota yang bebas polusi, memiliki ruang terbuka hijau, dan aksesibilitas tinggi bagi populasi lansia. Kota seperti Surabaya bisa mengambil peran penting dalam upaya ini, dengan menggabungkan urban planning yang tangguh terhadap bencana dengan nilai-nilai humanis yang mendukung seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.
Yang juga tidak kalah mengejutkan bagi saya adalah risiko kebangkitan mikroba purba dari wilayah es yang mencair. Ini bukan sekadar risiko biologis, melainkan juga ancaman terhadap sistem kesehatan global, terutama bila mikroba tersebut membawa resistensi terhadap antibiotik. Selain itu, bahaya bahan kimia lama yang kembali mencemari lingkungan melalui banjir menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan selalu meninggalkan jejak panjang yang bisa membahayakan generasi sekarang dan yang akan datang.
Bagi saya pribadi, artikel ini memperkuat kesadaran bahwa krisis iklim bukan isu masa depan, melainkan realitas hari ini. Kami, generasi muda, memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menyuarakan perubahan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi. Saya ingin terus mengembangkan proyek-proyek lingkungan yang tidak hanya fokus pada pengurangan sampah atau penghijauan, tetapi juga pada edukasi publik dan penguatan sistem perlindungan terhadap kelompok rentan.
Masa depan bumi bergantung pada keputusan dan aksi kita hari ini. Jika kita gagal melindungi kelompok paling lemah dalam masyarakat, maka kita gagal dalam misi menjaga keberlangsungan peradaban manusia. Semoga artikel ini bisa menjadi pemicu diskusi lanjutan dan aksi nyata dari berbagai pihak di tingkat lokal hingga global.
Nama: Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
Asal Sekolah: SMP Negeri 1 Surabaya
Nomor Urut: 451
Judul Proyek: EcoGeniuz Pillow dan Mangrove Warrior
Informasi yang sangat bermanfaat dengan ini kita tau apa manfaat dari global panas bumi ini.
Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪
Informasi ini sungguh bermanfaat, mengingatkan kita betapa pentingnya kesadaran dalam menjaga lingkungan sekitar kita. Dampak dari pemanasan global dan gelombang panas ini begitu terasa, efeknya dapat berakibat fatal bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan. Stay safe everyone!
Salam, Najwa putri Tabita (534)
Dari SDN Ploso 3 Surabaya
Project Maklor(manfaat kelor)