Hari Penyu Sedunia: Waktunya Bertindak Menyelamatkan dari Kepunahan

Penyu laut telah hidup lebih dari 100 juta tahun, namun kini mereka berada di ambang kepunahan. Dari tujuh spesies penyu laut di dunia, enam di antaranya tergolong terancam punah menurut IUCN. Di Indonesia, penyu hijau dan penyu sisik terus diburu untuk telur dan karapasnya. Berdasarkan data WWF, populasi penyu sisik menurun lebih dari 80% dalam 100 tahun terakhir. Sudah saatnya pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat bersatu menjaga habitat dan mencegah perdagangan ilegal.

Penyu sering mengira kantong plastik sebagai ubur-ubur, makanan favorit mereka. Kajian dari University of Queensland menunjukkan bahwa 52% penyu laut di dunia telah memakan plastik. Di Indonesia, setiap tahunnya lebih dari 100.000 ton sampah plastik mencemari laut. Masyarakat bisa berperan dengan mengurangi plastik sekali pakai, ikut aksi bersih pantai, dan mengedukasi sesama.

Penyu laut bertelur di pantai-pantai tropis yang kini banyak terganggu akibat pembangunan wisata dan abrasi. Di Bali, misalnya, lebih dari 60% lokasi bertelur telah berubah fungsi dalam 20 tahun terakhir. Upaya konservasi harus melibatkan pemetaan zona bertelur, penegakan aturan pembangunan, serta peran aktif masyarakat lokal menjaga ekosistem.

Di beberapa daerah, telur penyu masih dianggap makanan eksotis. Data dari ProFauna Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 20.000 telur penyu diperdagangkan setiap tahun hanya di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pendidikan masyarakat, penegakan hukum, dan kampanye perubahan budaya konsumsi sangat penting untuk menghentikan praktik ini.

Penyu belimbing, yang merupakan jenis penyu paling langka dan paling besar ukurannya

Perubahan iklim mengancam penyu lewat peningkatan suhu pasir—yang memengaruhi rasio kelamin anak penyu. Suhu pasir yang lebih hangat menyebabkan dominasi kelamin betina. Penelitian di Florida menunjukkan 99% penyu yang lahir dalam 4 tahun terakhir adalah betina. Konservasi harus memperhatikan aspek iklim dengan teknik peneduhan sarang atau relokasi.

Di daerah seperti Sukamade (Jatim) dan Derawan (Kaltim), komunitas lokal membentuk kelompok konservasi yang menjaga penyu dari perburuan. Melalui patroli, relokasi telur, dan wisata edukasi, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi sambil menjaga kelestarian penyu. Dukungan dana CSR dan pelatihan dari NGO harus ditingkatkan untuk memperluas model ini.

Kini teknologi digunakan untuk melacak migrasi penyu. Misalnya, program pelacakan penyu hijau di Laut Arafura menunjukkan mereka bisa menempuh ribuan kilometer. Penggunaan GPS dan drone memudahkan pemantauan dan pencegahan penangkapan ilegal. Universitas dan startup teknologi dapat dilibatkan dalam proyek konservasi modern ini.

Generasi muda mulai terlibat aktif dalam kampanye penyelamatan penyu. Komunitas sekolah di Lombok, misalnya, membuat program adopsi sarang penyu. Edukasi sejak dini sangat penting. Pemerintah daerah dan sekolah bisa menyisipkan kurikulum berbasis konservasi laut dan kunjungan lapangan ke pusat rehabilitasi penyu.

Wisata pantai yang melibatkan interaksi dengan penyu harus diawasi ketat. Di beberapa tempat, penyu terganggu oleh cahaya lampu, keramaian, dan sentuhan manusia. Panduan wisata ramah penyu, seperti menjaga jarak, tanpa kilat kamera, dan tidak menyentuh penyu, perlu disosialisasikan. Pelaku wisata harus dilatih dan diawasi oleh otoritas setempat.

Hari Penyu Sedunia bukan hanya selebrasi, tapi panggilan aksi. Pemerintah perlu mengintegrasikan konservasi penyu dalam kebijakan kelautan. Swasta bisa mendukung lewat CSR. Akademisi dan peneliti dapat menyumbangkan inovasi. Masyarakat luas bisa ikut dalam edukasi dan patroli pantai. Bersama, kita bisa selamatkan penyu dari kepunahan. (TunasHijauID)

30 thoughts on “Hari Penyu Sedunia: Waktunya Bertindak Menyelamatkan dari Kepunahan

  • Juni 26, 2025 pada 09:35
    Permalink

    Hari Penyu Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 23 Mei, adalah hari yang didedikasikan untuk merayakan dan melindungi penyu dan kura-kura, serta habitat mereka. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian penyu dan upaya konservasi yang berkelanjutan.

    Nama: Nur Aiman Wahyu Putra
    Sekolah: SDN Benowo I
    Nomor Peserta: 039
    Judul Proyek: Lidah Mertua Untuk Mengurangi Polusi Udara

    Balas
    • Juli 1, 2025 pada 05:34
      Permalink

      Seandy Putri fitriasari
      SDN MOJO III/222 surabaya
      Judul proyek Pengolahan limba sampah cangkang telur.
      No peserta : 422
      Hari Penyu Sedunia, adalah hari yang didedikasikan untuk merayakan dan melindungi penyu dan kura-kura, serta habitat mereka.
      Oleh sebab itu mari jaga habitat penyu agar tidak punah,dengan cara langkah kecil seperti tidak membuang sampah plastik ke dalam laut agar tidak kena Penyu dan kura kura .

      Balas
      • Juli 5, 2025 pada 21:22
        Permalink

        Pada hari penyu sedunia,, sebaiknya kita bersama-sama berkolaborasi dalam menjaga kebersihan lingkungan di pantai dari sampah plastik serta menjaga kelestarian konservasi habitat penyu,,

        Nama: Zafran Nauval Aqil Pandu Herningsih
        Asal Sekolah: SDN Wiyung 1 Surabaya
        Nomer Peserta:417
        Project: pemanfaatan sampah dapur organik menjadi pupuk kompos organik

        Balas
  • Juni 28, 2025 pada 06:44
    Permalink

    Selamat Hari Penyu Sedunia
    ayo lestarikan alam,

    Saya membudidayakan tanaman lemongrass, ingin belajar tentang budidaya tanaman lemongrass bisa cek Ig @keyva_richie

    Saya Ni Luh Gd Kt Keyva Richie Valerina Atmaja
    SMPN 6 Surabaya
    judul proyek Budidaya Lemongrass
    Nomor peserta 1394

    Balas
  • Juni 28, 2025 pada 06:46
    Permalink

    Penakaran penyu ada di Bali, saya pernah mengunjungi penakaran penyu
    jaga alam, agar penyu tidak punah

    Nama Ni Luh Gede Reva Dealove Valentcia Atmaja
    Sekolah SMPN 35 Surabaya
    Nomor peserta 1130
    judul proyek Budidaya Rosela

    Balas
    • Juni 28, 2025 pada 11:11
      Permalink

      Yuk kita cegah kepunahan penyu! dengan cara berhenti membuang sampah plastik ke laut. Penyu seringkali memakan kantong plastik yang mereka kira ubur-ubur 🐢🪼

      Nama: Ni Putu Vedica Sridewi
      Sekolah: SMPN 47 Surabaya
      No peserta: 1290
      Proyek yang saya kembangkan berjudul “LURKANGPATU” atau Telur Cangkang Empat Tujuh. Dalam proyek ini, saya akan mengolah sampah cangkang telur menjadi pupuk bubuk sebagai sumber kalsium dan fosfor yang membantu pertumbuhan dan kesehatan tanaman karena cangkang telur mengandung kalsium karbonat (CaCO3) yang tinggi.

      Balas
  • Juni 28, 2025 pada 11:42
    Permalink

    Mari jaga habitat penyu agar tidak punah.
    Penyu sudah diambang kepunahan. Oleh sebab itu mari jaga habitatnya agar tidak punah. Habitat penyu adalah yang jarang dilihat karena sudah hampir punah. Oleh sebab itu mari jaga habitat penyu agar tidak punah. Bagaimana caranya? bisa, dengan langkah kecil seperti tidak membuang sampah plastik, karena jika sudah masuk laut dan bertemu dengan penyu. Penyu akan mengira itu makanan mereka yaitu ubur ubur.

    MAZIDA SHABRINA YASMIN
    SDN WONOKUSUMO 6 SURABAYA
    NO PESERTA: 728
    Judul Proyek: SERBU(Serbuk Berpoyek Horta)

    Balas
  • Juni 29, 2025 pada 16:04
    Permalink

    Selamat hari penyu sedunia….
    Semoga kita bisa terus menjaga penyu dan habitatnya…,,,agar tidak punah…
    Dengan juga melestarikan lingkungan kitaaa…

    Nama : Princess Zelda Ilmiah
    No : 210
    Proyek : BOBAZYME POS (Bahan Organik Serbaguna dengan Eco Enzyme dan Kompos

    Balas
  • Juni 30, 2025 pada 18:49
    Permalink

    SAVE PENYU

    Mayfrina Aisyahrani – 1076
    SMPN 3 Surabaya
    Pengolahan SAMPAH organik berkelanjutan

    Balas
    • Agustus 5, 2025 pada 16:50
      Permalink

      Aksi ini sangat bermanfaat, karena dapat membantu mengurangi sampah dan menjadikan sampah menjadi barang yang berguna

      Balas
  • Juli 1, 2025 pada 05:29
    Permalink

    Mari kita jaga bersama keselamatan habitat penyu dengan menjaga pesisir pantai dengan membersihkan sampah sampah, agar tidak terseret ke tengah laut.
    Semoga dengan aksi kecil kita, bisa menyelamatkan penyu dari kepunahan.

    Nama : Leyna Mayyasha Qorri Ain
    Asal Sekolah : SDN Pacarkeling V Surabaya
    Nomer Peserta : 468
    Proyek : aloe sobat sehat, solusi hebat untuk keluargaĀ sehat
    Melalui budi daya Aloe Vera, saya berharap setiap halaman rumah warga mempunyai 1 tanaman Aloe vera yang sangat banyak sekali manfaatnya.

    Balas
  • Juli 1, 2025 pada 09:45
    Permalink

    Selamat hari penyu sedunia semoga masyarakat bisa menjaga habitat para penyu, agar para penyu tidak punah, selain itu kita juga harus menjaga kelestarian lingkungan kita

    Nama: falisha Misha alkhansa
    Sekolah: SDN Rangkah VI Surabaya
    No peserta: 554
    Proyek: pemanfaatan sampah organik dan limbah plastik untuk tanaman keluarga

    Balas
  • Juli 2, 2025 pada 11:38
    Permalink

    Selamat Hari Penyu sedunia , semoga warga semuanya bisa sadar dan bisa menjaga habitat penyu, agar penyu tetap hidup dan tidak punah , dan semoga kita juga tabah dalam menjalankan ini semua.

    Gadis Ayuningtyas Putri Suwandik
    SMPN 46 Surabaya
    No. 1262
    proyek : Journey Of Banana Boost and Shield

    Balas
  • Juli 3, 2025 pada 14:58
    Permalink

    🌊🐢 Penyu Butuh Kita, Sekarang Juga! 🐢🌊

    Di balik ombak yang tenang, ada kisah pilu penuh perjuangan. Saat tukik kecil menetas, ia belum mengenal dunia — tapi sudah harus berlari menyelamatkan nyawa. Dikejar burung dari langit, dicapit kepiting dari pasir, semua harus dilalui demi satu tujuan: mencapai laut.

    Namun sayangnya, lautan yang mereka tuju tak lagi ramah. Penuh sampah plastik yang disangka makanan, jaring ikan, dan pencemaran. Dari seribu tukik, hanya satu yang mungkin bertahan hidup hingga dewasa. Betapa kerasnya hidup bagi makhluk yang telah ada sejak zaman dinosaurus.

    🐢 Penyu bukan hanya hewan laut — mereka adalah penjaga keseimbangan ekosistem yang rapuh. Dan kini, habitat mereka terancam. Pantai berubah jadi hotel. Sarang-sarang mereka diterangi lampu buatan. Kita yang membuatnya seperti ini — maka kita pula yang harus mengubahnya.

    🌱 Saya, peserta Putri Lingkungan Hidup 2025, memilih untuk tidak diam. Lewat ecoenzym, saya belajar bahwa perubahan besar bisa dimulai dari dapur — dari limbah rumah tangga yang diubah jadi solusi ramah lingkungan. Setiap tetes ecoenzym membantu menjaga air dan tanah tetap bersih, sekaligus mengurangi polusi yang mencemari laut.

    🧔 Kita tidak bisa melarang burung memangsa atau kepiting berburu — itu alam. Tapi kita bisa mencegah plastik mengapung di laut. Kita bisa membuat pantai kembali nyaman untuk bertelur. Dan yang paling penting, kita bisa menjadi generasi yang peduli.

    ✨ Karena setiap penyu yang selamat adalah harapan.
    ✨ Setiap pantai yang bersih adalah doa.
    ✨ Dan setiap anak muda yang peduli, adalah masa depan.

    šŸ’š ā€œKita tidak bisa hidup sehat di planet yang sakit — dan penyu adalah salah satu tanda apakah laut kita masih hidup, atau sedang sekarat.ā€

    šŸŒ Jadi, mau tetap tiduran sambil lihat bumi perlahan rusak? Atau bangkit sekarang, dan jadi bagian dari perubahan?

    Mari bergerak. Karena bumi yang lucu ini pantas kita jaga bersama.
    #SaveTheTurtles #EcoenzymUntukLaut #PutriLingkunganHidup2025 #TukikAdalahHarapan

    Perkenalkan saya adalah peserta Putri lingkungan hidup tahun 2025. Dengan :
    Proyek : Inovasi ekoenzim
    Nama : Lintang Tabia Ramadhan
    Sekolah : SMPN 11 Surabaya
    No.peserta : 800

    Balas
  • Juli 5, 2025 pada 14:47
    Permalink

    Saya sangat inspiratif dengan upaya-upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan penyu. Mari kita semua menjadi bagian dari gerakan ini dengan melakukan perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari kita. Kita bisa menggunakan tas kain, mengurangi penggunaan plastik, dan mendukung organisasi yang bekerja untuk melindungi penyu šŸŒæšŸ’–

    Nama:Jessica Rachel avrina
    Sekolah: SMPN 20 Surabaya
    Nomor Peserta: 990
    Judul Proyek: TEBA’AT Telang banyak manfaat

    Balas
    • Juli 6, 2025 pada 13:17
      Permalink

      🌱 Nama lengkap: Marshella Giovany Ilyas
      šŸ« Asal sekolah: SMP Negeri 53 Surabaya
      šŸ”¢ Nomor peserta: 1344
      šŸ“„ Judul proyek: Budidaya Selada Hidroponik

      ✨ Komentar:

      Artikel ini sangat membuka wawasan tentang kondisi penyu laut saat ini yang ternyata semakin terancam punah. Data penurunan populasi penyu sisik lebih dari 80% dalam 100 tahun terakhir benar-benar membuat prihatin. Saya setuju bahwa semua pihak harus bekerja sama menjaga habitat penyu, mengurangi sampah plastik, dan menghentikan perdagangan telur penyu. Sangat menarik juga mengetahui bahwa suhu pasir memengaruhi rasio kelamin penyu—ini menunjukkan betapa rentannya mereka terhadap perubahan iklim. Semoga edukasi sejak dini dan pengawasan wisata pantai ramah penyu bisa diterapkan lebih luas. Terima kasih Tunas Hijau sudah mengingatkan kita semua untuk tidak hanya merayakan Hari Penyu Sedunia, tetapi juga bertindak nyata demi kelestariannya. 🐢🌊

      Balas
  • Juli 6, 2025 pada 21:28
    Permalink

    Saya memang terlambat tetapi saya ucapkan “🐢 Selamat hari penyu sedunia 🐢”
    Kita harus bisa menjaga hewan hewan laut termasuk penyu agar tidak punah dengan itu kita harus bisa menjaga Laut karna laut adalah tempat tinggal penyu jika laut penuh banyak sampah bukan hanya penyu tetapi hewan laut yang lain bisa ikut
    Yuk kita jaga bersama laut dan hewan hewan laut 🌊🐢.
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta: 224
    Proyek: Budidaya tanaman terong šŸ†

    Balas
  • Juli 9, 2025 pada 01:20
    Permalink

    Artikel ini membuat saya sedih sekaligus semangat. Sedih karena penyu, hewan laut yang sudah hidup lebih dari 100 juta tahun, sekarang hampir punah karena ulah manusia. Tapi saya juga jadi semangat karena ternyata banyak cara yang bisa kita lakukan untuk ikut menyelamatkan penyu, bahkan oleh anak-anak seperti saya.

    Salah satu hal yang paling menyentuh saya adalah ketika disebutkan bahwa penyu sering mengira kantong plastik sebagai ubur-ubur, lalu memakannya. Ini sangat berbahaya karena bisa membuat penyu mati. Saya jadi makin sadar bahwa setiap plastik yang kita buang sembarangan bisa membunuh makhluk hidup di laut. Dalam proyek EcoGeniuz Pillow, saya belajar bahwa sampah plastik bisa diubah menjadi barang bermanfaat, jadi tidak perlu dibuang ke laut.

    Penyu juga terganggu karena pantai-pantai tempat mereka bertelur diubah jadi kawasan wisata. Kita sering hanya ingin pantai yang cantik untuk berlibur, tapi lupa bahwa pantai juga rumah bagi penyu. Kita harus mulai menghormati kehidupan liar, bukan hanya mengejar keuntungan.

    Saya juga baru tahu dari artikel ini bahwa perubahan iklim membuat hampir semua anak penyu lahir sebagai betina, karena suhu pasir terlalu panas. Ini membahayakan keseimbangan populasi penyu. Saya jadi sadar bahwa krisis iklim bukan hanya soal manusia, tapi juga tentang makhluk lain yang ikut terdampak tanpa bisa melawan.

    Hal yang membuat saya optimis adalah banyak komunitas lokal, sekolah, dan teknologi sekarang mulai membantu menyelamatkan penyu. Di proyek penanaman mangrove saya, saya juga pernah bertemu komunitas yang menjaga penyu dan ikut pelepasan tukik (anak penyu) di pantai. Rasanya sangat menyenangkan dan penuh harapan.

    Sebagai generasi muda, saya ingin menjadi bagian dari gerakan ini. Saya percaya bahwa melindungi penyu bukan hanya tentang menyelamatkan satu spesies, tapi menyelamatkan seluruh ekosistem laut. Karena laut yang sehat adalah bagian dari bumi yang sehat.

    Hari Penyu Sedunia bukan hanya perayaan, tapi peringatan bahwa kita harus berubah—mulai dari kebiasaan kecil sampai cara berpikir besar.

    Nama: Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
    Sekolah: SMP Negeri 1 Surabaya
    No. Urut: 451
    Proyek: EcoGeniuz Pillow dan Penanaman Mangrove

    Balas
  • Juli 10, 2025 pada 22:13
    Permalink

    Selamat hari penyu sedunia waktu yang penting untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian penyu dan ancaman yang mereka hadapi Mari kita membersihkan laut agar habitat penyu tidak akan punah

    Kevin Emilio al irzan_261_sdn ngagelrejo 3_ kelompok pemanfaatan pandan

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 15:01
    Permalink

    perkenalkan nama kakak Fitria Kania Nafasa dari smp negeri 31 Surabaya nomer peserta 1104 memberi tanggapan untuk hari penyu sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 Juni adalah momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi kritis yg dihadapi penyu dan mendorong tindakan nyata untuk melindungi mereka dari kepunahan.

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 19:55
    Permalink

    Pada hari penyu sedunia,, sebaiknya kita bersama-sama berkolaborasi dalam menjaga kebersihan lingkungan di pantai dari sampah plastik serta menjaga kelestarian konservasi habitat seluruh penyu di dunia,,

    Nama : Nandana Akatara Arka Radita
    Kelas : 6A
    Sekolah : SDN jemurwonosari 1

    Balas
  • Juli 19, 2025 pada 13:01
    Permalink

    saya akan memberi tanggapan untuk hari penyu sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 Juni adalah momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi kritis yg dihadapi penyu dan mendorong tindakan nyata untuk melindungi mereka dari kepunahan. dan informasi tersebut menginspirasikan kita harus menjaga penyu penyu tersebut
    hai hai sobat sobat semua nya perkenalkan nama aku putri ariesta dewi dari smpn 31 surabaya, saya sebagai peserta Pangeran putri lingkungan hidup 2025 nomor peserta saya adalah 1112
    nah proyek saya adalah “TAMANKU SUBUR BERKAT ECOENZYIM”
    nah itu lah proyek saya, kenapa saya memilih ecoenzim karna ecoenzim banyak manfaatnya
    seandainya sampah organik terbuang sia sia dan tidak di daur ulang nih pasti banyak penyebaran penyakit, nah jadi aku sini mencegah bahaya tersebut dengan cara mendaur ulang sampah organik menjadi ecoenzim

    Balas
  • Juli 19, 2025 pada 13:04
    Permalink

    saya akan memberi tanggapan untuk hari penyu sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 Juni adalah momen penting dan menginspirasikan untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi kritis yg dihadapi penyu dan mendorong tindakan nyata untuk melindungi mereka dari kepunahan. dan informasi tersebut menginspirasikan kita harus menjaga penyu penyu tersebut
    saya peserta pangput 2025 no peserta 1112
    putri ariesta dewi

    Balas
  • Juli 19, 2025 pada 21:06
    Permalink

    Penyu sering mengira kantong plastik sebagai ubur-ubur, makanan favorit mereka. Kajian dari University of Queensland menunjukkan bahwa 52% penyu laut di dunia telah memakan plastik. Di Indonesia, setiap tahunnya lebih dari 100.000 ton sampah plastik mencemari laut. Masyarakat bisa berperan dengan mengurangi plastik sekali pakai, ikut aksi bersih pantai, dan mengedukasi sesama.

    Ezra Bintang I. K
    003
    SD Kyai Ibrahim Surabaya

    Balas
  • Juli 19, 2025 pada 21:07
    Permalink

    Penyu sering mengira kantong plastik sebagai ubur-ubur, makanan favorit mereka. Kajian dari University of Queensland menunjukkan bahwa 52% penyu laut di dunia telah memakan plastik. Di Indonesia, setiap tahunnya lebih dari 100.000 ton sampah plastik mencemari laut. Masyarakat bisa berperan dengan mengurangi plastik sekali pakai, ikut aksi bersih pantai, dan mengedukasi sesama.

    – Ezra Bintang I. K
    – 003
    – SD Kyai Ibrahim Surabaya

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 19:03
    Permalink

    Penyu laut telah hidup lebih dari 100 juta tahun, namun kini mereka berada di ambang kepunahan. Dari 7 spesies penyu laut di dunia 6 diantaranya terancam punah menurut IUNC Kita sebagai manusia sebaiknya menjaga pelestarian penyu tersebut. Dengan cara menghindari pembuangan atau pencemaran sampah terutama sampah plastik kepada pesisir pantai atau laut demi menjaga semua habitat yang ada di dalam laut atau pesisir pantai.
    Nama : Muhammad Sendy Isnanda
    Sekolah : MTS NEGERI 2 SIDOARJO
    No peserta : 709
    Judul proyek : PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAIMANA MESTINYA

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 19:40
    Permalink

    Penyu laut hidup sejak zaman dinosaurus tapi kini hampir punah. Mari selamatkan mereka—kurangi plastik, lindungi sarang, dan dukung patroli konservasi di pantai

    Balas
  • Juli 24, 2025 pada 19:17
    Permalink

    Artikel ini sangat membuka wawasan konservasi penyu memang perlu teknologi dan kerjasama semua pihak termasuk generasi muda ayo kita jaga laut dan pentingnya bersama
    Nama Marshella Giovany ilyas
    No peserta 1344
    Asal sekolah SMPN 53 SURABAYA
    Budidaya selada hidroponik

    Balas
  • Juli 26, 2025 pada 14:25
    Permalink

    Ternyata selama ini kehidupan penyu terancaman oleh polusi dan perburuan. Kalau kita tidak peduli, penyu akan terancam punah. Aksi memberika edukasi masyarakat harus digalakkan biar penyu yang lucu itu tidak punah.

    Nama : AMIRA RAFA AULIA SUBHI
    Asal : SMPN 1 SURABAYA
    No Peserta : 756
    Proyek : ALOE SHINE (BUDIDAYA LIDAH BUAYA)

    Balas
  • Juli 26, 2025 pada 14:29
    Permalink

    Hari Penyu Sedunia
    Marshall Dastan Putra R
    Sdn. Ketabang 1 /288 Surabaya
    No peserta 207
    Proyek : KOMANDAN ( Koleksi Tanaman Pandan)

    Penyu laut adalah termasuk hewan langka yg harus kita lindungi dan budidayakan.
    Masih banyaknya keinginan utk menangkap penyu baik dikonsumsi ataupun dijadikan hiasan.
    Perlu adanya sosialisasi pada semua masyrakat dan kami pelajar bagaimana caranya utk menjaga kelestarian dari penyu ini sendiri.
    Salah satunya juga banyak penyu yg mati karena dampak dari sampah darat
    Saya pernah melihat video penyu yang terjerat plastik dibadannya bahkan ada yang kemasukan sedotan dimulutnya.
    Sangat miris
    Jadi mari kita bersama sama menjaga dan melestarikan penyu laut terutama yang ada di indonesia.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *