Indonesia Perkuat Daya Saing Pasar Karbon Lewat Kolaborasi Global

Indonesia kembali menegaskan keseriusannya membangun pasar karbon yang berintegritas dan berdaya saing global. Komitmen tersebut terlihat dari langkah strategis Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) yang menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) antara Sertifikasi Pengurangan Emisi GRK Indonesia (SPEI) dan Verified Carbon Standard (VCS) Program oleh Verra. Selain itu, turut dilakukan Letter of Intent (LoI) dengan Puro.earth terkait kerja sama metodologi, serta penerbitan panduan bagi pengembang proyek yang akan melakukan sertifikasi dengan Gold Standard for Global Goals (GS4GG).

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa langkah tersebut membuka peluang besar Indonesia dalam perdagangan karbon di luar negeri. “Hal ini mendorong Pemerintah Indonesia melakukan pengembangan multi-skema dalam implementasi Nilai Ekonomi Karbon termasuk melalui beberapa Mutual Recognition Agreement (MRA),” ujarnya.

Langkah terbaru ini melengkapi capaian sebelumnya yang sudah lebih dulu dilakukan melalui kerja sama MRA dengan Global Carbon Council dan Plan Vivo. Pemerintah berharap, berbagai kolaborasi itu mampu memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan karbon internasional yang inklusif dan berintegritas.

MRA yang dijalin membuka peluang ruang lingkup aksi mitigasi dengan 58 metodologi pada dua sektor untuk pendekatan nature-based dan 54 metodologi pada tiga sektor untuk pendekatan technology-based. Menurut Hanif, pengembangan multi-skema ini diharapkan mendorong transformasi keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif di pasar karbon dunia. “Keunggulan kompetitif hanya dapat diwujudkan dengan membangun pasar karbon yang inklusif, didukung dengan infrastruktur yang transparan dan robust untuk menghasilkan kredit karbon berintegritas tinggi,” katanya.

Sebagai National Focal Point to the UNFCCC sekaligus penanggung jawab Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI), KLH/BPLH mencatat capaian konkret penerapan NEK Multiskema. Antara lain, 14 project proponent difasilitasi untuk ditransisikan ke skema Pasal 6.4 Persetujuan Paris, 60 project proponent diusulkan dalam kerja sama dengan Jepang pada skema Pasal 6.2 Persetujuan Paris, dan target pledge hingga 12 juta ton CO₂eq di bawah kerja sama Pasal 6.2 Persetujuan Paris Norwegian Article 6 Climate Action Fund (NACA) Project.

Melalui skema MRA, tercatat 29 proyek terdaftar di bawah Gold Standard, di mana 19 proyek telah berstatus certified design dengan capaian sekitar 4,6 juta ton CO₂ kredit karbon. Kerja sama dengan Verra pun membuka peluang bagi beberapa project proponent dengan potensi unit karbon rata-rata 17,27 juta ton CO₂eq per tahun, dengan target penerbitan unit karbon hingga pertengahan 2026.

Menteri Hanif menekankan pentingnya integritas dalam pasar karbon. “Masa depan perdagangan karbon di Indonesia akan ditentukan oleh kredibilitas dan integritas pasar karbon yang kita bangun dengan kredit karbon berintegritas dari masing-masing sektor. Kami ingatkan kepada kita semua bahwa menjaga integritas karbon adalah hal yang sangat penting; tidak boleh satupun di antara kita menimbulkan fraud yang akan merusak integritas karbon Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyoroti pentingnya transisi menuju energi bersih yang berpihak pada kepentingan rakyat. “Waste to energy, zero emisi, komitmen Paris Agreement, energi ramah, bio solar, energi surya, dan carbon trading bukan hanya jargon. Ini jalan panjang yang sudah kita jalankan lebih dari 20 tahun. Tata kelola yang transparan dan berpihak pada hak-hak rakyat harus selalu kita kedepankan,” ujarnya.

Menko Zulkifli juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah KLH/BPLH. “Saya mendukung penuh dan berkomitmen kuat bersama KLH/BPLH untuk memastikan transisi energi yang adil, menjaga kedaulatan pangan, serta memastikan rakyat mendapat manfaat nyata dari ekonomi hijau dan perdagangan karbon. Masa depan Indonesia ada pada energi bersih, pangan berkelanjutan, dan tata kelola karbon yang transparan,” tambahnya.

Indonesia saat ini tengah mempersiapkan diri untuk tampil di UNFCCC Conference of the Parties (COP) 30 di Belem, Brasil, dengan mengusung tema besar Integritas Pasar Karbon Indonesia. Indonesia menargetkan perdagangan 50 juta ton CO₂eq dari pasokan sejak 2021, ditambah potensi karbon vintage sebelum 2020 serta kredit karbon dari skema Pembayaran Berbasis Kinerja di luar yang sudah diperoleh dari Green Climate Fund dan RBC Pemerintah Norway.

“Seluruh benefit yang diperoleh dari implementasi Nilai Ekonomi Karbon harus dikembalikan untuk mendukung aksi mitigasi dan adaptasi dalam pencapaian target NDC Indonesia,” kata Menteri Hanif. Ia menutup pernyataannya dengan ajakan menjaga kedaulatan bangsa melalui karbon berintegritas. “Saya ingin mengajak kita semua bekerja sama untuk membangun perdagangan karbon untuk mendukung pencapaian target pengurangan emisi dengan menjunjung tinggi kedaulatan bangsa,” pungkasnya.

31 thoughts on “Indonesia Perkuat Daya Saing Pasar Karbon Lewat Kolaborasi Global

  • Oktober 7, 2025 pada 04:14
    Permalink

    Menjaga integritas karbon adalah hal yang sangat penting, karena masa depan Indonesia ada pada energi bersih, pangan berkelanjutan, dan tata kelola karbon yang transparan. Ayo dukung program pemerintah demi kemajuan bumi kita yang lestari.

    Nama : Fathan Alby A
    Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
    Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.

    Halo sobat hijau 🌳
    Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari 🌱

    Balas
  • Oktober 7, 2025 pada 11:57
    Permalink

    Dengan kolaborasi global ini, Indonesia dapat meningkatkan daya saing pasar karbon dan mencapai target pengurangan emisi yang telah ditetapkan.

    DB. Abisatya
    SD-319
    SDN Rangkah VI Surabaya

    Balas
  • Oktober 7, 2025 pada 14:53
    Permalink

    Keren dengan adanya kolaborasi pasar karbon global diindonesia untuk membangun pasar karbon yang berintegritas dan berdaya saing global
    Nama : Fatimah Nawal Rahman
    Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
    No. Peserta : 026

    Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
    Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

    Balas
  • Oktober 8, 2025 pada 14:06
    Permalink

    Indonesia Perkuat Daya Saing Pasar Karbon Lewat Kolaborasi Global
    membangun pasar karbon yang berintegritas dan berdaya saing global, perdagangan karbon untuk mendukung pencapaian target pengurangan emisi dengan menjunjung tinggi kedaulatan bangsa

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

    Nama : Naysia Aqila Andriani
    Sekolah : SDN Ngagelrejo3
    No peserta: 428
    Proyek budi daya sereh

    proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh

    🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    Balas
  • Oktober 10, 2025 pada 13:27
    Permalink

    Indonesia perkuat daya saing pasar karbon lewat kolaborasi global agar bisa membangun pasar karbon yang berintegritas dan berdaya saing global 👏🏻👏🏻.
    Adinda Quenza Ramadhani
    SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta 224
    Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
  • Oktober 11, 2025 pada 19:32
    Permalink

    “Langkah luar biasa dari Indonesia! 🇮🇩🌏 Kolaborasi global dalam memperkuat pasar karbon menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya berkomitmen mengurangi emisi, tetapi juga siap menjadi pemain utama di ekonomi hijau dunia. 💚 Dengan menjaga integritas, transparansi, dan kolaborasi lintas negara, Indonesia membuktikan bahwa solusi iklim bisa sejalan dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan rakyat. 🌿⚡

    Semoga langkah ini menjadi momentum menuju masa depan rendah emisi, energi bersih, dan ekonomi hijau yang inklusif bagi semua! 💪🌱
    #AksiUntukBumi #KarbonBerkualitas #EkonomiHijau #IndonesiaHijau #TunasHijauID #COP30 #SustainableFuture”

    Balas
  • Oktober 13, 2025 pada 08:43
    Permalink

    Messa Eko Putri – 018 “Dengan langkah strategis dan kolaborasi global, Indonesia siap menjadi pemain utama dalam pasar karbon dunia. 🌱 Investasi hari ini untuk iklim esok. “Kolaborasi adalah kunci! 🤝 Indonesia bersinergi secara global untuk memperkuat daya saing pasar karbon demi masa depan rendah emisi. Saatnya bertindak untuk bumi.

    Balas
  • Oktober 13, 2025 pada 20:33
    Permalink

    Menjaga integritas karbon adalah hal yang sangat penting, karena masa depan Indonesia ada pada energi bersih, pangan berkelanjutan, dan tata kelola karbon yang transparan. Dengan kolaborasi global ini, Indonesia dapat meningkatkan daya saing pasar karbon hingga di kancah internasional…..
    Yuk dukung dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan pemerintah ini…

    Nama : Princess Zelda Ilmiah (210)
    Sekolah : SMPN 29 Surabaya
    Project : BobaZymePost (Bahan Organik Serbaguna untuk Eco Enzyme dan Kompos

    Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 09:08
    Permalink

    Nama : Tisya Ayodya Prameswari
    Sekolah : SDI Al Azhar Kelapa Gading Surabaya
    No. Peserta : 006
    Capaian : 1. Mengolah kulit 1.002,4 kg
    2. Mendapatkan 160 galon
    3. 1 rumah warga binaan
    4. Telah sosialisasi kepada 587 orang
    5. Menghasilkan cairan eco enzyme sebanyak 560 liter
    6. Mendapatkan 157 botol plastik
    7. 1 kampung binaan

    Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 13:59
    Permalink

    Pengertian mudah, Apa Itu Perdagangan Karbon dan Manfaatnya?

    Perdagangan karbon adalah sistem jual beli “izin” untuk menghasilkan emisi karbon (gas yang menyebabkan pemanasan global). Setiap perusahaan atau negara diberi batas tertentu untuk menghasilkan karbon. Kalau mereka bisa mengurangi emisi dan masih punya “sisa kuota,” sisa itu bisa dijual kepada pihak lain yang butuh, inilah yang disebut perdagangan karbon.

    Manfaatnya:
    ✓ Mendorong perusahaan agar lebih ramah lingkungan, karena makin sedikit karbon yang dihasilkan, makin besar keuntungan yang bisa didapat.
    ✓ Membantu mengurangi polusi dan perubahan iklim secara global.
    ✓ Bisa jadi sumber pendapatan baru, terutama bagi negara atau pihak yang aktif menjaga hutan, menanam pohon, atau menggunakan energi bersih.

    Contoh produknya:
    Kredit karbon (carbon credit): bukti bahwa seseorang atau perusahaan sudah berhasil menurunkan emisi karbon.
    Proyek hijau seperti penanaman hutan, energi surya, biogas, atau pengelolaan sampah yang mengurangi gas rumah kaca.
    Jadi, perdagangan karbon itu ibarat cara memberi “nilai ekonomi” pada tindakan menjaga lingkungan, agar bumi tetap seimbang dan masa depan lebih hijau.

    .

    Nah dari penjelasan diatas, kayaknya teman-teman PangPut dan juga pejuang lingkungan berkontribusi besar pada perdagangan karbon negara Indonesia, betul gak sih gaesss?
    Wahhh… Teman-teman semua pahlawan lho 🫰

    Semangat terus yah mencintai lingkungan 💚
    AISYAH AVICENA RL
    SMPN 21 SURABAYA
    Project : DATELA GREEN REVITALIZATION

    Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 20:40
    Permalink

    “Seluruh benefit yang diperoleh dari implementasi Nilai Ekonomi Karbon harus dikembalikan untuk mendukung aksi mitigasi dan adaptasi dalam pencapaian target NDC Indonesia,” kata Menteri Hanif. Ia menutup pernyataannya dengan ajakan menjaga kedaulatan bangsa melalui karbon berintegritas. “Saya ingin mengajak kita semua bekerja sama untuk membangun perdagangan karbon untuk mendukung pencapaian target pengurangan emisi dengan menjunjung tinggi kedaulatan bangsa.

    Nama : Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
    No : 003
    Sekolah : SD Kyai Ibrahim Surabaya
    Proyek : Pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi

    Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 20:47
    Permalink

    Perdagangan karbon yang sering aku bingung kan itu apa , oh ternyata begitu, terimakasih tunas hijau infonyaa

    Nayla thalita azzahra
    No peserta : 524
    Judul proyek : let’s go to bali Badung ( ayo budidaya tanaman lidah buaya dengan produk unggulan )

    Balas
  • Oktober 15, 2025 pada 06:29
    Permalink

    Pasar karbon Indonesia memiliki tujuan mendukung pencapaian target net zero emision dan mitigasi perubahan iklim.
    Mari dukung program tersebut agar bumi kita terjaga

    Nama: falisha misha alkhansa
    Sekolah: SDN Rangkah VI Surabaya
    Proyek: pemanfaatan sampah organik dan Limbah plastik untuk tanaman keluarga

    Balas
  • Oktober 15, 2025 pada 08:38
    Permalink

    Keren, ini merupakan langkah strategis yang positif. Dengan langkah ini dapat memastikan unit karbon Indonesia diakui secara internasional dan meningkatkan integritas pasar secara keseluruhan.

    Akifa Maulidya – 698
    SDN Tandes Kidul 1
    Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • Oktober 15, 2025 pada 16:35
    Permalink

    Dengan membangun pasar karbon yang berintegritas dan berdaya saing global maka komitmen merupakan langkah strategis Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Langkah tersebut membuka peluang besar Indonesia dalam perdagangan karbon di luar negeri. Hal ini mendorong Pemerintah Indonesia melakukan pengembangan multi-skema dalam implementasi Nilai Ekonomi Karbon. Semoga sukses dengan langkah strategis ini.

    Rah Handaru hatmaji Marsudi
    SMP Negeri 1 Surabaya
    No peserta 453

    Balas
  • Oktober 15, 2025 pada 22:33
    Permalink

    Waste to energy, zero emisi, komitmen Paris Agreement, energi ramah, bio solar, energi surya, dan carbon trading bukan hanya jargon. Ini jalan panjang yang sudah kita jalankan lebih dari 20 tahun. Tata kelola yang transparan dan berpihak pada hak-hak rakyat harus selalu dikedepankan.

    Nama : Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
    No. Peserta : 003
    Sekolah : SD Kyai Ibrahim
    Proyek : Pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi

    Balas
  • Oktober 15, 2025 pada 23:47
    Permalink

    Masa depan perdagangan karbon di Indonesia akan ditentukan oleh kredibilitas dan integritas pasar karbon yang kita bangun dengan kredit karbon berintegritas dari masing-masing sektor. Kami ingatkan kepada kita semua bahwa menjaga integritas karbon adalah hal yang sangat penting; tidak boleh satupun di antara kita menimbulkan fraud yang akan merusak integritas karbon Indonesia,”
    Nama : AMIRNA NUR FEBYYANTI
    Nomer Peserta: 702
    Sekolah: SDN TANDES KIDUL 1
    Proyek : Mengelolah Limbah Cangkang Telur

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 00:48
    Permalink

    keren sekali Indonesia akan membuat pasar karbon melalui kolaborasi global.
    kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi lingkungan

    Andita Karenina
    SMPN 57 SURABAYA
    Telang bunga cantik yang bikin kita cantik

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 08:19
    Permalink

    Kolaborasi dan sinergi adalah kunci keberhasilan. Bersama pasti bisa.
    Nama : Fatimah Nawal Rahman
    Asal Sekolah : SD Negeri Balongsari 1/500 Surabaya
    No. Peserta: 026
    Daur ulang sampah Anorganik menjadi produk kerajinan.
    Upaya: Mengurangi sampah anorganik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan.

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 08:32
    Permalink

    Keren! Indonesia makin serius bangun pasar karbon yang kredibel dan bersaing di tingkat global. Dengan kerja sama internasional dan sistem registri yang transparan, semoga bisa capai target net-zero emission lebih cepat. 🌱🌍
    Nama:Diky Yulia Efendi
    Sekolah:SMP Negeri 11 Surabaya
    No peserta:459
    Proyek: integrasi pengelolahan air limbah dan konservasi air

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 12:09
    Permalink

    Langkah Indonesia memperkuat pasar karbon melalui kolaborasi global sangat positif! Penandatanganan MRA dengan berbagai lembaga sertifikasi menunjukkan komitmen yang kuat. Dukungan dari Menko Pangan menambah semangat transisi energi yang adil. Target 50 juta ton CO₂eq dan persiapan untuk COP 30 patut diapresiasi. Semoga Indonesia sukses mencapai target NDC dengan tata kelola yang transparan dan berpihak pada rakyat!

    RAKA MAULANA PRATAMA
    SMPN 25 SURABAYA
    KEAJAIBAN KOMPOS TKK BAGI LINGKUNGAN
    NO. PESERTA:561

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 12:26
    Permalink

    Semoga dengan kolaborasi global ini Indonesia menjadi semakin maju dan berkembang dengan pesat tidak kalah dengan negara-negara lain
    Kevin Emilio Al Irzan_261_kelompok pemanfaatan pandan_SDN ngagerejo 3

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 18:11
    Permalink

    Langkah yang sangat bagus! 👏 Kolaborasi global seperti ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus memperkuat posisi di pasar karbon dunia. Semoga kerja sama ini terus berlanjut demi masa depan bumi yang lebih hijau 🌍💚

    KANAYA DIVANESA AWANDA
    SMP NEGERI 58 SURABAYA
    NO URUT 1388
    JUDUL PROYEK: BARASIMAN
    (BUDIDAYA ALOEVERA PENGUSIR KUMAN

    Balas
    • Oktober 16, 2025 pada 20:40
      Permalink

      Indonesia memperkuat komitmen membangun pasar karbon berintegritas melalui kerja sama internasional dengan Verra, Puro.earth, dan Gold Standard. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia di perdagangan karbon global dengan fokus pada transparansi dan kredit karbon berkualitas. Pemerintah juga menyiapkan diri menuju COP 30 di Brasil untuk menegaskan peran Indonesia dalam pengurangan emisi dan transisi energi bersih.

      Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
      ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

      ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

      Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 21:38
    Permalink

    Aku jadi bangga melihat bagaimana Indonesia terus berupaya memperkuat daya saing pasar karbon lewat kolaborasi global. Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam menghadapi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Kerja sama antarnegara seperti
    Nama: Allyya Putri Rahmadhani
    No. peserta: 1478
    Asal sekolah: SMP NEGERI 16 SURABAYA
    Judul Proyek: BAYAMZ (Budidaya Bayam Brazil Modern)

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 23:16
    Permalink

    Langkah strategis Indonesia dalam memperluas kerja sama pasar karbon internasional menunjukkan komitmen kuat menuju ekonomi hijau 🌏. Melalui berbagai perjanjian MRA dan kolaborasi global, Indonesia tidak hanya memperkuat posisi di perdagangan karbon dunia, tetapi juga memastikan setiap upaya pengurangan emisi berjalan transparan dan berintegritas 💚♻️.

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 23:50
    Permalink

    Sangat positif sebagai langkah strategi Indonesia memperkokoh nilai ekonomi karbon secara global. Bila dijalankan dengan regulasi yang kuat, transparan, dan inklusif, kolaborasi global ini bisa menjadi jembatan agar proyek mitigasi iklim di Indonesia mendapat pengakuan dan manfaat nyata.

    Mayfrina Aisyahrani
    SMPN 3 SURABAYA
    PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 13:07
    Permalink

    Terimakasih pemerintah yang sudah andil mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan

    Ayesha Medina
    No Peserta 618
    SDN SEMOLOWARU 1/261
    Maggot bsf si Hewan Ajaib Sahabat Lingkungan

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 14:47
    Permalink

    Indonesia perkuat daya saing karbon lewat kolaborasi global bertujuan langkah tersebut membuka peluang besar Indonesia dalam perdagangan karbon di luar negeri.

    Naura Adelia Shafiqa Ghozali
    Sdn Tandes Kidul 1 Sby
    Pengolahan limbah cangkang telur
    No.peserta : 704

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 21:51
    Permalink

    Indonesia perkuat daya saing karbon lewat kolaborasi global dapat membuka peluang besar indonesia dalam perdagangan karbon diluar negeri

    🙋‍♀️: Mazida Shabrina Yasmin
    🏫: SDN Wonokusumo 6 Surabaya
    🔢: 728
    📍: Proyek SERBUK(Serbuk Berproyek Horta)

    Balas
  • Oktober 19, 2025 pada 11:24
    Permalink

    Artikel yang bagus menambah informasi.

    Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
    No.Peserta: 218
    Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
    Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.

    Salam Bumi Pasti Lestari!
    Salam Zero Waste!

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Diky Yulia Efendi Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *