“Kedaulatan Pangan di Negeri Bahari” Webinar Nasional Seri#243, Sabtu (17/5/2025)

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki garis pantai terpanjang kedua dan wilayah laut yang luas. Potensi maritim yang melimpah—mulai dari perikanan tangkap, budidaya laut, hingga garam dan rumput laut—seharusnya menjadi tumpuan utama dalam membangun kedaulatan pangan nasional.

Laut Indonesia bukan hanya sumber protein hewani yang murah dan sehat, tetapi juga sumber daya ekonomi yang berkelanjutan bila dikelola dengan bijak. Dengan menjadikan sektor kelautan sebagai pilar ketahanan pangan, Indonesia berpeluang besar untuk mencapai swasembada pangan berbasis laut.

Namun, tantangan global seperti perubahan iklim mulai mengganggu sistem pangan nasional, termasuk sektor kelautan. Naiknya suhu laut, perubahan pola arus, dan meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem menyebabkan hasil tangkapan menurun dan mengganggu habitat laut.

Nelayan kecil pun menjadi kelompok paling rentan dalam situasi ini. Oleh karena itu, kedaulatan pangan harus didesain ulang agar adaptif terhadap perubahan iklim, dengan mengedepankan teknologi, konservasi, dan diversifikasi sumber pangan dari laut.

Kedaulatan pangan di tengah krisis iklim menuntut inovasi yang lebih dari sekadar produksi. Dibutuhkan sistem distribusi hasil laut yang efisien, pengolahan yang memperpanjang masa simpan, serta integrasi dengan pertanian pesisir seperti tambak garam dan budidaya rumput laut.

Hal ini bisa memperkuat ketahanan masyarakat pesisir sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan. Pemanfaatan potensi maritim harus menjadi agenda nasional yang lintas sektor—dari pendidikan, riset, hingga kebijakan publik.

Inovasi pengelolaan hasil laut pun terus berkembang, mulai dari pemanfaatan teknologi digital dalam pendataan ikan, penerapan blockchain dalam rantai pasok, hingga pengembangan produk pangan laut yang bernilai tambah tinggi seperti suplemen omega-3, kolagen, dan biofarmaka laut.

Start-up maritim dan koperasi nelayan digital kini menjadi wajah baru transformasi pangan berbasis laut. Inovasi ini membuka peluang baru bagi generasi muda untuk turut serta dalam revolusi biru Indonesia.

Potensi laut Indonesia tidak hanya terletak pada jumlah dan keberagamannya, tetapi juga pada kemampuannya menjadi solusi atas tantangan pangan dunia. Dengan 70% wilayahnya berupa perairan, Indonesia bisa menjadi pusat produksi pangan laut berkelanjutan.

Apalagi, berbagai komoditas unggulan seperti tuna, udang, dan rumput laut Indonesia sudah dikenal di pasar global. Penguatan sistem tata kelola dan perlindungan kawasan laut akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai negeri bahari yang mandiri dan berdaulat pangan.

Di tengah tekanan global dan domestik, kedaulatan pangan harus dipandang sebagai hak rakyat yang dijamin oleh negara. Pemanfaatan potensi maritim secara inklusif dan berkelanjutan merupakan jalan strategis untuk mencapainya.

Pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan sektor swasta perlu bersinergi dalam membangun sistem pangan yang tangguh, adil, dan ramah lingkungan—berbasis laut. Negeri bahari seperti Indonesia seharusnya menjadi contoh bagaimana laut bisa memberi makan bangsanya sendiri.


WEBINAR NASIONAL Seri#243 “KEDAULATAN PANGAN DI NEGERI BAHARI”
Pelaksanaan melalui Zoom dan Live Youtube TUNAS HIJAU INDONESIA
Sabtu, 17 Mei 2025 Pukul 12.00 – 15.00 WIB

Narasumber:
1.⁠ ⁠Laksdya TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H. (Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional RI dan penulis buku Potensi Maritim untuk Swasembada Pangan)
2.⁠ ⁠Ir. Koswara, M.P. (Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan – Kementerian Kelautan dan Perikanan RI)
3.⁠ ⁠Dr. Ir. Budi Kartiwa, CESA (Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumberdaya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional)

Moderator:
1.⁠ ⁠Queen Anneysa Kabeer Lukito (Putri Lingkungan Hidup 2024; Siswi SMPN 1 Surabaya; Founder Queen Maggot)
2.⁠ ⁠Nayla Sifa Az-Zarah (Paguyuban Pangeran & Putri Lingkungan Hidup; Siswi SMAN 5 Surabaya)
3.⁠ ⁠Pertiwi Eka Putri (Putri 2 Lingkungan Hidup 2020; Siswi SMAN 2 Surabaya)

Pendaftaran gratis melalui : https://bit.ly/kedaulatan-pangan-negeri-bahari
Setiap peserta terdaftar dan mengisi daftar hadir akan mendapatkan sertifikat. (*)

25 thoughts on ““Kedaulatan Pangan di Negeri Bahari” Webinar Nasional Seri#243, Sabtu (17/5/2025)

  • Mei 18, 2025 pada 08:18
    Permalink

    Potensi laut Indonesia tidak hanya terletak pada jumlah keberagaman nya
    Tetapi juga menjadi solusi ketahanan pangan . Selain ketahanan pangan pertanian, dan peternakan.Hal ini menghindari juga import ketahanan pangan dari negara lain.

    FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
    SDN Margorejo 1/403 Surabaya
    No Peserta: 67
    Proyek: Pengolahan sampah organik dapat memberikan nutrisi pada tanaman.

    Balas
    • Juni 16, 2025 pada 20:02
      Permalink

      Semoga semangat webinar ini memicu aksi nyata: penguatan budidaya rumput laut dan perikanan tangkap yang bertanggung jawab, penyediaan akses teknologi untuk nelayan kecil, hingga pengembangan produk lokal bernilai ekspor. Negeri bahari kita layak menjadi pangan laut berkelanjutan

      Nama: Frisdya Lanikmaruf Isfani
      Sekolah: SMPN 57 Surabaya
      No peserta: 1382

      saya sedang mengembangkan proyek “pengolangan sampah GALBOT (Galon dan botol) sebagai kreasi furnitur dan fashion aksesoris” singkat nya proyek saya ini bermaksud mengolah sampah galon dan botol yang sulit terurai menjadi barang yang ramah lingkungan dan berguna

      Balas
  • Mei 18, 2025 pada 20:35
    Permalink

    Pangan adalah kebutuhan dasar manusia. Pemenuhan pangan menjadi hak manusia. Dan negara berkewajiban melakukan pemenuhan makanan yg cukup, aman, seimbang dan bergizi. Hal ini sangat penting untuk mendukung pembangunan SDM. Melihat banyak kebutuhan pangan yg masih impor. Maka pemerintah harus berupaya untuk kemandirian pangan.

    Balas
  • Mei 21, 2025 pada 13:53
    Permalink

    ✨WOWW✨ KEREN SEKAL‼️
    Muhammad Raffa Z | SMPN 9️⃣ Surabaya | No.147
    saat ini proyek yang sedang saya lakukan adalah merawat dan melestarikan tanaman Telang atau tanaman bunga Telang, yang kemudian di olah menjadi suatu produk yang bermanfaat untuk masyarakat yang fokus untuk menjaga kesehatan tubuh, karena bunga Telang sendiri ada banyak manfaat.

    Balas
  • Juni 1, 2025 pada 13:27
    Permalink

    Saya Pepi Carolina, dari SMP Negeri 11 Surabaya, peserta Pangeran & Putri Lingkungan Hidup 2025. Melalui budidaya jahe, saya belajar bahwa kedaulatan pangan bukan hanya soal jumlah, tapi juga soal keberlanjutan dan kedekatan dengan alam.
    Negeri bahari ini kaya, dan dari tanah sekolah pun kita bisa ikut menjaga makannya. Artikel ini menguatkan keyakinan saya bahwa anak muda bisa jadi penjaga pangan lokal, dari akar hingga meja makan.

    Balas
  • Juni 1, 2025 pada 18:28
    Permalink

    Materi yang disampaikan dalam webinar ‘Kedaulatan Pangan di Negeri Bahari’ sangat informatif dan relevan dengan kondisi ketahanan pangan saat ini. Pembahasan yang mendalam mengenai pemanfaatan sumber daya laut serta peran generasi muda memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat. Semoga acara seperti ini terus digelar untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.

    Nama:Diky Yulia Efendi

    Balas
  • Juni 13, 2025 pada 12:19
    Permalink

    Nama : lintang Tabia Ramadhan
    Sekolah : SMPN 11 Surabaya
    No.peserta : 800

    ✨ 💚☘️Materi ini sangatlah penting dan inovatif bagi masyarakat dikarenakan 70% wilayah Indonesia adalah wilayah lautan atau maritim dikarenakan itu kita harus menjaga ekosistem laut agar tidak terjadi kerusakan pada ekosistemnya nah mungkin ada juga pelayan yang menggunakan bom untuk menangkap ikan itu bisa merusak terumbu karang dan itu seharusnya tidak boleh dilakukan seharusnya kita memancing menggunakan jala dan kita juga tidak boleh mengeksplor ikan di lautan secara berlebihan karena bisa merusak rantai makanan pada lautan yang bisa kita lakukan saat ini adalah terus merawat mereka menjaga dan melestarikannya agar kekayaan hayati itu tidak akan jatuh atau hancur begitu saja sebagai generasi muda saya akan selalu berusaha untuk menjaga lingkungan di sekitar saya di lautan maupun di daratan dan juga jikalau kita membuang sampah di lautan bisa menyebabkan keracunan pada hewan seperti kura-kura yang memakan kantong plastik yang ia kira sebagai ubur-ubur atau hewan lain yang bisa tertusuk oleh sedotan plastik maka dari itu kurangi sampah plastik ya agar bumi kita semakin sehat dan tetap lestari 🌏 kalau bukan kita yang mau jaga bumi kita terus siapa lagi?? Yuk sayangi bumimu💞💕✨💚🌏

    Saya lintang Tabia Ramadhan adalah peserta Putri lingkungan hidup tahun 2025, dengan proyek inovasi ecoenzym seperti mengolah sampah organik menjadi ecoenzym dan merubahnya menjadi barang yang bernilai ekonomis dan berharga ✨💸. Dan ecoenzym juga bisa menjadi pupuk cair organik🌱🌳, sabun🧼, dan pengusir hama 🧹.

    🌳🌱☘️Salam bumi pasti lestari 🌏💚💞

    Balas
  • Juni 15, 2025 pada 11:25
    Permalink

    materi yang disampaikan sangat informatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. keren sekali sobat hijau! 🤩 Nama saya Ervina Marsha Makaminang dari Smpn 11 Surabaya Proyek budidaya kangkung. sebagai putri lingkungan hidup 2025. (⁠◔⁠‿⁠◔⁠)
    Program yang sangat menginspirasi Aksi nyata untuk keselamatan bumi! saya sangat terinspirasi dengan program ini, program yang inspiratif dan edukatif bagi masyarakat luas dan keluarga. semoga dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif. (⁠◠⁠‿⁠◕⁠)
    salam bumi pasti lestari 🌱☀️

    Balas
  • Juni 15, 2025 pada 12:39
    Permalink

    Halo Hai, Nama saya Anita Nur Fadilah
    Dari SMPN11 SURABAYA

    “Top banget!😍 Artikel ini mengingatkan pentingnya kedaulatan pangan—khususnya dari laut—sebagai pondasi ketahanan nasional. Kita punya potensi laut sangat besar: tapi masih banyak yang harus dikelola optimal lewat budidaya, dukungan inovasi, hingga kebijakan afirmatif bagi nelayan tradisional. Semoga makin banyak program dan teknologi yang berpihak pada mereka—sehingga hasil pangan laut bisa langsung dinikmati masyarakat lokal sebelum diekspor, serta nelayan mampu mandiri dan sejahtera. Ini baru kedaulatan pangan sejati!” 🍚🐟😍🌱

    Balas
  • Juni 15, 2025 pada 12:41
    Permalink

    Halo Hai, Nama saya Anita Nur Fadilah
    Dari SMPN11 SURABAYA 🌱

    “Salut untuk semua pihak yang telah memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional pada 26 April 2025 dengan tema ‘Siap Untuk Selamat: Bangun Kesiapsiagaan Sejak Dini’! Simulasi serentak di sekolah PAUD hingga SMA, termasuk bunyi sirine dan latihan evakuasi, adalah langkah konkret untuk membentuk budaya tanggap bencana sejak usia dini. Semoga kesadaran ini terus berkembang di keluarga, sekolah, dan komunitas—karena kesiapsiagaan bukan sekadar ritual, melainkan bagian dari gaya hidup kita bersama.” 🛡️💪🌱

    Balas
  • Juni 15, 2025 pada 20:32
    Permalink

    Dengan adanya webinar seperti ini semoga menjadi inspirasi dan menjadi aksi nyata dlm pengembangan lingkungan hijau
    Nadia QIRANI FALSAFAH
    SDN lontar 481
    No.peserta 342

    Balas
  • Juni 15, 2025 pada 23:31
    Permalink

    Nama: Jihan Zahiroh
    Sekolah: SMPN 11 SURABAYA
    Proyek saya: Budidaya Tanaman Tomat 🍅✨

    saya sangat terkesan dengan artikel ini karena memberikan wawasan baru tentang kedaulatan pangan. Penting bagi kita untuk memahami bagaimana meningkatkan produksi pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor 🙌✨🌍🌲

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 00:43
    Permalink

    Webinar “Kedaulatan Pangan di Negeri Bahari” menyoroti pentingnya potensi laut Indonesia sebagai sumber pangan yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara berbagai pihak seperti TNI AL, akademisi, dan aktivis lingkungan, dibahas bahwa kedaulatan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga distribusi dan edukasi masyarakat. Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada pemanfaatan hasil laut secara bijak demi ketahanan pangan nasional, terutama di tengah krisis iklim dan tantangan global.
    Nama : Athifa Raihana Sandyani
    Asal Sekolah : SMP Negeri 16 Surabaya
    Judul Proyek : GEMMES
    No. Peserta : 866

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 11:07
    Permalink

    7. **Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional:**
    Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional setiap tahunnya adalah pengingat penting akan perlunya **kesiapan kolektif** menghadapi bencana. Penekanan bahwa kesiapsiagaan dimulai dari individu, keluarga, dan edukasi sejak dini sangat vital, terutama mengingat tingginya angka bencana di Indonesia.
    -Revalia Putri Widyanto putri lingkungan hidup 2025 smpn 11 surabaya

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 15:19
    Permalink

    Wahhh, ternyata Indonesia sangat begitu penting ya…. Banyak sekali keberuntungan yang kita dapatkan dari negara ini, contohnya negara dengan kepulauan terbesar di dunia, potensi maritim yang melimpah. Namun, tantangan global seperti perubahan iklim mulai menganggu sistem pangan nasional.

    Nama : Queenie Rhea Adeline
    No. peserta : 938
    Asal sekolah : SMPN 16 SURABAYA
    Judul proyek : BATORICK SIXTEEN
    User ig : @tehmacthchoco

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 18:57
    Permalink

    Indonesia memang negara yg amat penting dan kaya, alhamdulillah melalui webinar yg inspiratif ini saya telah melakukan aksi pada kegiatan literasi sdgs dari smpn 57 sby🥰

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Juni 17, 2025 pada 18:10
    Permalink

    ternyata Indonesia sangat begitu penting ya.. banyak sekali keberuntungan yang kita dapatkan dari negara ini, contohnya negara dengan kepulauan terbesar di dunia

    Balas
  • Juni 17, 2025 pada 20:08
    Permalink

    Perkenalkan nama saya Nur Rosa Azizah dari SMP Negeri 11 Surabaya, selaku Peserta Pangeran Putri Lingkungan Hidup 2025 dengan nomor peserta 812. Webinar ini memperluas wawasan saya tentang pentingnya pertanian dan laut sebagai sumber kedaulatan pangan Indonesia.

    Balas
  • Juni 18, 2025 pada 16:57
    Permalink

    nama:selvina maharani
    Budidaya:tanaman serai
    asal sekolah:smp negeri 11 surabaya
    Topik yang sangat relevan! Kita perlu membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Laut Indonesia punya peran besar dalam menjaga kedaulatan pangan.

    Balas
    • Juni 22, 2025 pada 14:18
      Permalink

      Semoga webinar ini dapat menyemangati orang orang untuk mengmbangkan ketahanan pangan juga dapat mengembangkan dengam menanam tanaman pangan.
      Nama:Sanggrama Rasio Al Warisyi
      No:127
      Nama proyek:pemanfaatan limbah cangkang telur untuk menghijaukan bumi dan innovasi bahan pangan

      Balas
  • Juni 26, 2025 pada 08:31
    Permalink

    Kedaulatan pangan di negeri bahari merujuk pada hak suatu negara kepulauan seperti Indonesia untuk secara mandiri menentukan kebijakan pangan, termasuk produksi, distribusi, dan konsumsi, dengan memanfaatkan sumber daya kelautan secara berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyatnya. Hal ini mencakup kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan dari hasil laut sendiri, mengurangi ketergantungan pada impor, serta melindungi hak nelayan dan masyarakat pesisir.

    Nama: Nur Aiman Wahyu Putra
    Sekolah: SDN Benowo I
    Nomor Peserta: 039
    Judul Proyek: Lidah Mertua Untuk Mengurangi Polusi Udara

    Balas
  • Juli 5, 2025 pada 14:55
    Permalink

    Saya berharap artikel ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kedaulatan pangan. Mari kita semua bekerja sama untuk meningkatkan produksi pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor 🌎💚

    Nama:Jessica Rachel avrina
    Sekolah: SMPN 20 Surabaya
    Nomor Peserta: 990
    Judul Proyek: TEBA’AT Telang banyak manfaat

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 19:45
    Permalink

    Kedaulatan pangan di tengah krisis iklim menurut inovasi yang lebih dari sekedar produksi. Dibutuhkan sistem distribusi hasil laut yang efisien, pengolahan yang memperpanjang masa simpan, serta integrasi dengan pertanian pesisir seperti tambak garam dan budidaya rumput laut. Hal ini bisa memperkuat ketahanan masyarakat pesisir sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan, maka dari itu kita sebagai warga negara indonesia lariskan dan kenalkan produk lokal kepada semua orang atau semua wisatawan demi perekonomian negara yang seimbang.
    Nama : Muhammad Sendy Isnanda
    Sekolah : MTS NEGERI 2 SIDOARJO
    No peserta : 709
    Judul proyek : PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAIMANA MESTINYA

    Balas
  • November 2, 2025 pada 01:05
    Permalink

    Indonesia mempunyai potensi laut ,tidak hanya terletak pada jumlah dan keberagamannya, tetapi juga pada kemampuannya menjadi solusi atas tantangan pangan dunia. Dengan 70% wilayahnya berupa perairan, Indonesia bisa menjadi pusat produksi pangan laut berkelanjutan…. benar sekali, keren pembahasan ini..
    apalagi rumah saya dekat dengan Pantai Kenjeran, dimana masyarakat disana,, bergantung pada hasil laut.

    Apalagi, berbagai komoditas unggulan di Pantai kenjeran, seperti ikan asin, lorjuk, ikan asap menjadi andalan produk perikanan. Indonesia sudah dikenal di pasar global. Selain itu, ketahanan pangan di rumah, bisa juga membuat kolam ikan lele..
    Yang bisa dijadikan olahan
    Yang sangat enak
    Yaa teman2… salam bumi pasti lestari 🌺🌺🌺

    💚💚💚✅✅✅✅✅✅✅✅✅
    👦Nama: I Made Satria Dharma Wishnu
    🏫Sekolah: SDN Ketabang 1/288 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 195
    🌱Proyek: MOSAIK ( Mengolah Sampah Organik)
    💌Penjelasan: Proyek Mosaik ini, mengolah sampah organik basah ( bunga bekas sembahyang, sayuran, buah2 an, sisa makanan) dan juga Daun Kering yang berjatuhan di jalan/ teras/ taman di rumah

    Saya ingin mengajak selalu seluruh warga Surabaya untuk mengolah sampah organik… sehingga bisa dibuatkan pupuk kompos… , r
    Sehingga Surabaya ke depannya akan bebas sampah ❤️❤️❤️
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    ✅✅✅✅✅✅✅✅👍👍👍👍

    Balas
  • November 2, 2025 pada 01:15
    Permalink

    Keren sekali pembahasan ya.. saya sambil mendengarkan ilmunya.. pastinya akan mencoba prantek di rumah juga.. jadi ku bisa membuat produk makanan yang berupa hasil olahan tumbuhan. Salah satunya KUMALI , GELI.. yang pasti dijamin.. ketagihan ❤️❤️❤️

    Nama : I Nyoman Krisna Gusta Mahardika
    calon pangputt LH Th 2025, dengan nomor
    Peseta 199

    Dukung aku terus yaa .salam bumi
    pasti lestari🥰🥰🥰

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *