Mengenal Mitigasi Bencana: Langkah Kecil yang Selamatkan Banyak Nyawa

Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya sistematis yang dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak dari bencana terhadap manusia, infrastruktur, dan lingkungan. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mitigasi mencakup tindakan-tindakan yang dilakukan sebelum bencana terjadi, sebagai bagian dari manajemen risiko bencana. Tujuan utamanya adalah mencegah terjadinya korban jiwa dan kerusakan besar, serta mempercepat pemulihan pascabencana.

Mitigasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga kemanusiaan, tetapi juga perlu menjadi bagian dari kesadaran setiap individu, keluarga, sekolah, dan komunitas. Bencana tidak mengenal usia, status sosial, atau tempat tinggal. Oleh karena itu, pemahaman tentang mitigasi perlu ditanamkan sejak dini kepada semua kalangan. Pendidikan mitigasi sangat relevan dalam membangun budaya siaga bencana.

Mitigasi bencana secara umum dibagi menjadi dua jenis: struktural dan non-struktural. Mitigasi struktural melibatkan pembangunan fisik seperti tanggul banjir, bangunan tahan gempa, atau sistem peringatan dini. Sementara itu, mitigasi non-struktural mencakup kebijakan tata ruang, pelatihan, penyuluhan, hingga pendidikan kebencanaan di sekolah. Keduanya saling melengkapi dalam mengurangi risiko secara komprehensif.

Beberapa contoh nyata mitigasi struktural adalah pembangunan rumah tahan gempa di wilayah rawan gempa seperti di Nusa Tenggara Barat dan Papua, serta pembuatan kanal banjir di Jakarta. Studi oleh Kusuma et al. (2021) menunjukkan bahwa wilayah dengan infrastruktur mitigasi yang baik mengalami kerusakan lebih sedikit saat terjadi bencana alam dibanding wilayah tanpa perlindungan yang memadai.

Peran Pendidikan dalam Mitigasi
Pendidikan menjadi aspek penting dalam mitigasi bencana. Sekolah sebagai pusat belajar generasi muda dapat menjadi tempat yang strategis untuk menanamkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap tanggap bencana. Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dijalankan Kemendikdasmen dan BNPB adalah salah satu bentuk integrasi mitigasi dalam pendidikan yang terbukti meningkatkan kesiapsiagaan siswa dan guru.

Mitigasi di tingkat keluarga sangat penting, mengingat banyak bencana terjadi tanpa peringatan yang cukup. Keluarga bisa menyusun rencana evakuasi, menyediakan tas siaga bencana, dan mengenali titik kumpul aman. Penelitian oleh Setiawan (2020) menunjukkan bahwa keluarga yang memiliki rencana kesiapsiagaan mengalami tingkat stres lebih rendah dan lebih cepat pulih setelah bencana.

Perkembangan teknologi turut memperkuat efektivitas mitigasi. Sistem peringatan dini seperti Early Warning System tsunami, pemantauan aktif gunung api, dan aplikasi kebencanaan berbasis data spasial telah menyelamatkan banyak nyawa. Laporan dari UNESCO-IOC (2023) menyebutkan bahwa sistem peringatan dini dapat mengurangi risiko kematian akibat tsunami hingga 85% jika diterapkan dengan baik.

Keterlibatan Masyarakat Lokal
Masyarakat lokal memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung yang sangat penting dalam upaya mitigasi. Pendekatan berbasis komunitas (Community-Based Disaster Risk Reduction/ CBDRR) menekankan pada pelibatan aktif warga dalam penilaian risiko dan perencanaan penanggulangan bencana. Studi oleh Mercer et al. (2019) menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara ilmuwan dan warga untuk hasil mitigasi yang lebih berkelanjutan.

Pendekatan mitigasi perlu disesuaikan dengan kondisi geografis dan sosial setempat. Di perkotaan, masalah seperti drainase buruk, pemukiman padat, dan pencemaran lingkungan menjadi fokus utama. Sementara di pedesaan, tantangan utamanya bisa berupa akses terbatas ke informasi, keterbatasan sumber daya, serta risiko geografis seperti longsor atau banjir bandang.

Hambatan Mitigasi
Beberapa tantangan utama dalam pelaksanaan mitigasi di Indonesia antara lain keterbatasan anggaran, kurangnya integrasi kebijakan, minimnya kesadaran masyarakat, dan lemahnya penegakan aturan tata ruang. Menurut laporan World Bank (2022), investasi dalam mitigasi jauh lebih efisien dibanding biaya penanggulangan dan pemulihan pascabencana, namun implementasi kebijakan sering kali belum optimal.

Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk mitigasi bencana dapat menghemat hingga tujuh kali lipat biaya pemulihan. Data dari Global Facility for Disaster Reduction and Recovery (GFDRR) menyebutkan bahwa mitigasi yang baik tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Mitigasi bukan tentang menunggu bencana, melainkan tentang bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Langkah kecil seperti memahami risiko lokal, mengikuti pelatihan tanggap bencana, atau menyebarluaskan informasi mitigasi sudah merupakan kontribusi nyata. Jika setiap individu melakukan perannya, dampak bencana dapat ditekan secara signifikan. Mitigasi adalah tindakan bijak yang harus menjadi bagian dari gaya hidup setiap warga negara. (*/Mochamad Zamroni)

50 thoughts on “Mengenal Mitigasi Bencana: Langkah Kecil yang Selamatkan Banyak Nyawa

  • Juli 10, 2025 pada 18:18
    Permalink

    Terimakasih informasinya sangat bermanfaat, semoga kita bisa melakukan dilingkungan keluarga dalam menyiapkan keperluan untuk tanggap bencana, menyusun rencana dan menyiapkan tas siaga bencana, dan rencana lainnya yang kita sepakati. Semoga kita terhindar dari berbagai macam bencana.

    Salam dari Raihanah dan Bunda
    Raihanah Augustin Kirani
    SDN MARGOREJO 1/403
    No peserta: 410
    Proyek: Utak-Atik Limbah Tekstil

    Balas
  • Juli 10, 2025 pada 18:26
    Permalink

    Artikelnya Sangat bermanfaat memberikan informasi yang sangat penting bagi kita semua, kita memang harus menyediakan mitigasi bencana di rumah masing-masing, karna bencana bisa datang kapan saja!!!
    Terus waspada dengan menyiapkan mitigasi bencana!!!🙌🏻🙌🏻.
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No Peserta: 224
    Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit, solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
  • Juli 10, 2025 pada 18:30
    Permalink

    Mitigasi Bencana yang Efektif, Mitigasi bencana bukan hanya tentang langkah-langkah besar, tetapi juga tentang langkah-langkah kecil yang dapat menyelamatkan banyak nyawa dan mengurangi dampak bencana. Pertanyaan saya
    apa contoh langkah-langkah kecil yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di komunitas mereka?

    Balas
    • Juli 11, 2025 pada 14:09
      Permalink

      Informasi yang sangat menarik dan bermanfaat.Kita harus mengetahui jenis bencana agar bisa mempersiapkan dan mengantisipasinya dengan baik.
      Nama : Carissa Putri Fatihasari
      Sekolah : SDN Sidotopo wetan V
      No.peserta : 674
      Proyek : Proyek lingkungan anorganik bersama Carissa

      Balas
    • Juli 23, 2025 pada 15:54
      Permalink

      kerennn

      saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris

      Balas
  • Juli 10, 2025 pada 21:50
    Permalink

    Mitigasi bencana sejak dini dapat mengurangi dampak negatif bencana baik secara fisik maupun psikologis karena Individu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk merespon mengenalkan anak-anak pada jenis-jenis dan potensi bahaya sejak dini membantu mereka memahami risiko yang mungkin terjadi di lingkungan

    Kevin Emilio al irzan_261_sdn ngagelrejo 3_kelompok pemanfaatan pandan

    Balas
  • Juli 10, 2025 pada 22:13
    Permalink

    Mitigasi bencana penting dilakukan karena negara ini merupakan negara yang rentan terhadap berbagai jenis bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, dan tanah longsor. Mitigasi bencana dapat membantu mengurangi kerugian jiwa, kerugian ekonomi, dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh bencana.

    Nama : Siti shofiah
    No peserta : 416
    Dari : SDN Margorejo III/405
    Proyek : Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Jahe

    Balas
    • Juli 12, 2025 pada 05:18
      Permalink

      Hexa afzal hermawan
      Sdn wonokusumo 6/45
      Peserta pangeran lingkungan hidup thn 2025 dengan no peserta 421
      Proyek saya adalah budita cabi,budidaya tanaman cabai
      Tujuan proyek saya adalah mengolah tanaman cabai menjadi balsam.
      Beberapa tantangan utama dalam pelaksanaan mitigasi di Indonesia antara lain keterbatasan anggaran, kurangnya integrasi kebijakan, minimnya kesadaran masyarakat, dan lemahnya penegakan aturan tata ruang. Menurut laporan World Bank (2022), investasi dalam mitigasi jauh lebih efisien dibanding biaya penanggulangan dan pemulihan pascabencana, namun implementasi kebijakan sering kali belum optimal.

      Balas
  • Juli 10, 2025 pada 22:37
    Permalink

    Terimakasih artikelnya sangat bermanfaat informasinya kita memang harus mengenal mitigasi bencana sejak dini, kita juga harus menyiapkan keperluan untuk tanggap bencana, menyusun rencana, menyiapkan tas siaga bencana karena bencana bisa datang sewaktu-waktu kapan saja.. jadi kita harus benar-benar menyiapkan sebelum terjadi bencana…
    Langkah kecil besar bagi bumi
    Nama : Amirna Nur Febyyanti
    Nomer peserta: 702
    Sekolah : SDN TANDES KIDUL 1
    Proyek Mengelolah limbah cangkang telur

    Balas
    • Juli 16, 2025 pada 13:29
      Permalink

      Nama : Lutfiah Nuril Ibadillah
      No.peserta : 0216
      Asal : sdn kaliasin 5
      Judul proyek : enzyma
      Alhamdulillah lolos tahap 2 semoga bisa terus lolos sampai final
      Saya setiap hari selalu melakukan aksi, semoga selalu diberikan kelancaran

      Balas
  • Juli 11, 2025 pada 04:42
    Permalink

    Mitigasi sangat penting karena merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko dan dampak bencana, baik melalui tindakan fisik maupun peningkatan kesadaran masyarakat.

    Balas
  • Juli 11, 2025 pada 06:32
    Permalink

    Semoga ksi dan tanggap bencana selalu ditekankan dan diterapkan dalam keluarga masing..masing..selalu semangat dan selalu belajar dengan informasi-informasi yang baru..salam bumi pasti lestari…salam sadar iklim
    Reynando Yudhistira putra
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta 409
    Pengolahan sampah plastik

    Balas
  • Juli 11, 2025 pada 06:40
    Permalink

    Mitigasi sangat penting karena merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko dan dampak bencana, baik melalui tindakan fisik maupun peningkatan kesadaran masyarakat.

    Nama : Arsy Shakilah Putri Romadania
    SDN Balongsari 1/500
    No. Peserta : 24
    Judul Project : Pengolahan Minyak Jelantah

    Balas
  • Juli 11, 2025 pada 11:35
    Permalink

    Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya
    Sistematis yang dilakukan untuk mengurangi
    risiko dan dampak dari bencana terhadap manusia , Mitigasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan lembaga kemanusiaan,tetapi juga perlu menjadi bagian dari kesadaran setiap individu,keluarga,sekolah,dan komunitas.

    Kayla Ayu Anindya
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta:710
    Proyek:mol magic water

    🌍🪴 Salam bumi pasti lestari 🪴🌍

    Balas
  • Juli 11, 2025 pada 12:44
    Permalink

    Tunas hijau sangat menginspirasi banyak orang. Mitigasi bencana sangat perlu diketahui banyak orang. Karena bencana tidak mengenal waktu, usia, dan bisa terjadi kapan saja. Bahkan, ada bencana yang tidak bisa diketahui kapan terjadinya oleh BMKG. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita pelajari tentang Mitigasi bencana. Lewat artikel diatas adalah salah satu caranya. Dengan langkah kecil ini bisa menyelamatkan banyak nyawa.

    🙋‍♀️: Mazida Shabrina Yasmin
    🏫: SDN WONOKUSUMO 6 SURABAYA
    🔢: 728
    📌: Proyek SERBU(Serbuk Berproyek Horta)

    Balas
  • Juli 11, 2025 pada 17:07
    Permalink

    Mitigasi bencana adalah langkah cerdas dan menyelamatkan masa depan. Edukasi, teknologi, dan partisipasi masyarakat jadi kunci utama. Semakin dini kita bersiap, semakin besar peluang kita untuk selamat dan pulih lebih cepat.

    Balas
    • Juli 11, 2025 pada 19:26
      Permalink

      Informasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat remaja, dewasa maupun anak anak, yang dimana kita jadi tauu cara simple, mudah, dan kecil tapi berperan besar dan menanggapi bencana

      Saya Desty Anggita Budiono
      SMPN 3 SURABAYA
      Proyek: “Formulasi pupuk padat berbasis cangkang telur “

      Balas
  • Juli 11, 2025 pada 19:27
    Permalink

    Informasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat remaja, dewasa maupun anak anak, yang dimana kita jadi tauu cara simple, mudah, dan kecil tapi berperan besar dan menanggapi bencana

    Saya Desty Anggita Budiono
    SMPN 3 SURABAYA
    Proyek: “Formulasi pupuk padat berbasis cangkang telur “

    Balas
    • Juli 24, 2025 pada 17:25
      Permalink

      sangat bermanfaat agar jika ada bencana kebakaran kami tidak semakin panik namun kita dapat mengatasi dengan tenang

      nama Andita Karenina
      no urut 1376
      judul proyek telang bunga cantik yang bikin kita cantik

      Balas
  • Juli 11, 2025 pada 20:56
    Permalink

    Ini sangat bermanfaat bagi saya dan masyarakat” lainnya. Kita bisa mengenal mitigasi bencana:langkah kecil yang selamatkan banyak nyawa dan bisa menyelamatkan nyawa orang orang lain

    Nama:Fernanda salma Basiru
    Sekolah:SDN krembangan selatan VII
    No. Peserta:306
    Proyek:budidaya lidah buaya

    Balas
  • Juli 13, 2025 pada 11:51
    Permalink

    Informasi yang sangat bermanfaat bagi banyak masyarakat yang dimana kita jadi tau cara mudah dalam menanggapi bencana.

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 09:37
    Permalink

    Mengenal Mitigasi Bencana: Langkah Kecil yang Selamatkan Banyak Nyawa
    sangat bermanfaat sekali informasinya pentingnya mitigasi dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak dari bencana terhadap manusia, infrastruktur, dan lingkungan

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

    Nama : Naysia Aqila Andriani
    Sekolah : SDN Ngagelrejo3
    No peserta: 428
    Proyek budi daya sereh

    proyek tanaman sereh dengan berbagai manfaat dalam berbagai bidang dapat digunakan untuk obat-obat an, bumbu dapur hingga pengusir nyamuk

    🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 12:00
    Permalink

    Sangat bermanfaat Mengenal Mitigasi Bencana: Langkah Kecil yang Selamatkan Banyak Nyawa.
    Dengan ini diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai jenis bencana yang mungkin terjadi.

    Nama : Akifa Maulidya
    Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
    Nomor Peserta : 698
    Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 14:04
    Permalink

    Mitigasi bencana penting dilakukan karena negara ini merupakan negara yang rentan terhadap berbagai jenis bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, dan tanah longsor.

    Nama : Nandana Akatara Arka Radita
    Kelas : 6A
    Sekolah : SDN jemurwonosari 1

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 14:23
    Permalink

    Mitigasi bencana memiliki manfaat utama yaitu mengurangi dampak negatif bencana, baik dari segi korban jiwa, kerugian ekonomi, maupun kerusakan lingkungan. Selain itu, mitigasi juga berperan penting dalam perencanaan pembangunan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko bencana.
    Nama : Arsy Shakilah Putri Romadania
    SDN Balongsari 1/500
    No. Peserta :24
    Judul Project : Pengolahan Minyak Jelantah

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 16:46
    Permalink

    mitigasi bencana memiliki manfaat utama yaitu mengurangi dampak negatif bencana

    nama ibrahim tubagus maulana
    sekolah sdn jemur wonosari 1
    judul proyek minyak jelantah
    no peserta 115

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 16:47
    Permalink

    mitigasi bencana memiliki manfaat utama yaitu mengurangi dampak negatif bencana untuk warga sekitar

    nama ibrahim tubagus maulana
    sekolah sdn jemur wonosari 1
    judul proyek minyak jelantah
    no peserta 115

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 20:30
    Permalink

    Artikel yang sangat bermanfaat.Mitigasi bencana merupakan proses yang berkelanjutan.Dengan rencana yang matang,implementasi yang efektif,dan partisipasi aktif dari masyarakat sangat penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.

    Nama: Naura Adelia Shafiqa Ghozali
    Sekolah: Sdn Tandes Kidul 1 Surabaya
    Proyek saya: Pengolahan limbah cangkang telur
    No.peserta : 704

    Balas
  • Juli 15, 2025 pada 12:56
    Permalink

    Mantap….Terimakasih banyak untuk infonya, mari mulai susun rencana untuk tanggap bencana….

    Habel Marcelo Eryawan
    237,
    SDN Manukan Wetan IV 616
    Proyek Melestarikan Tanaman Daun Afrika untuk Bumi yang Lebih Sehat

    Balas
  • Juli 15, 2025 pada 14:05
    Permalink

    perkenalkan nama saya Fitria Kania Nafasa dari smp negeri 31 Surabaya nomer peserta 1104 , wahh sangat bermanfaat yaa informasinya.

    Balas
  • Juli 15, 2025 pada 16:51
    Permalink

    Mitigasi bukan sekedar menungu bencana datang, melainkan mengantisipasi kemungkinan terburuk terjadi jika ada bencana, maka dari itu mitigasi bencana sangat perlu dilakukan.

    Tevy Janeeta Adriana dari SDN Pakis V/372 Surabaya dengan nomor peserta 498 proyek Budidaya Binahong Merah

    Balas
  • Juli 15, 2025 pada 16:51
    Permalink

    Mitigasi bencana adalah upaya untuk mengurangi risiko dan dampak bencana. Mengenal mitigasi bencana sangat penting karena dapat membantu masyarakat dan individu untuk:Mengurangi risiko bencana, Meningkatkan keselamatan, Mengurangi kerugian. Dengan mengenal dan menerapkan mitigasi bencana, kita dapat mengurangi dampak bencana dan meningkatkan keselamatan masyarakat.
    Yunita Permata Sari dari SMP NEGERI 31 SURABAYA dengan Nomer Peserta 1116 Proyek Menjadikan Sabun Bekas Sebagai Hiasan Rumah

    Balas
  • Juli 16, 2025 pada 13:48
    Permalink

    Sangat menginspirasi

    Nama:Moh.Alby Maulidan

    Sekolah: SDN kaliasin V/284 Surabaya

    Balas
  • Juli 16, 2025 pada 23:07
    Permalink

    Keren banget! Artikel ini berhasil nunjukin kalau langkah kecil seperti edukasi dan simulasi bisa berdampak besar saat bencana datang. Mitigasi bukan hal sepele, justru itu kunci untuk menyelamatkan banyak nyawa. Semoga makin banyak sekolah dan komunitas yang sadar pentingnya mitigasi bencana!

    Nama:Jessica Rachel avrina
    Sekolah: SMPN 20 Surabaya
    Nomor Peserta: 990
    Judul Proyek: TEBA’AT Telang banyak manfaat

    Balas
  • Juli 17, 2025 pada 22:20
    Permalink

    Artikel ini menyampaikan dengan jelas bahwa mitigasi bencana adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah. Edukasi sejak dini dan kombinasi antara upaya struktural dan non-struktural sangat penting untuk membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. Semoga kesadaran ini terus meningkat di semua kalangan! 🛡️🌍📚

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Juli 18, 2025 pada 22:35
    Permalink

    Bencana alam seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, atau tanah longsor dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan. Di saat-saat genting itu, yang paling utama bukan hanya menyelamatkan diri, tetapi juga melindungi anggota keluarga. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap keluarga untuk mengikuti pelatihan mitigasi bencana.

    Pelatihan mitigasi bencana membantu keluarga mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, memahami langkah-langkah penyelamatan diri, dan menyusun rencana evakuasi yang jelas. Melalui pelatihan ini, orang tua dan anak-anak akan belajar cara tetap tenang, mencari jalur evakuasi, menggunakan alat keselamatan, dan memberikan pertolongan pertama. Pengetahuan ini bisa menjadi penentu antara keselamatan dan bahaya saat bencana benar-benar terjadi.

    Lebih dari sekadar teori, pelatihan juga membentuk budaya siaga dan tanggap bencana dalam rumah tangga. Dengan adanya pembagian peran—siapa yang membawa perlengkapan darurat, siapa yang bertanggung jawab pada anak kecil atau lansia—keluarga menjadi lebih kompak dan siap menghadapi situasi darurat.

    Mitigasi bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mempersiapkan diri secara bijak dan tangguh. Karena bencana tidak bisa dicegah, tapi dampaknya bisa dikurangi jika kita tahu apa yang harus dilakukan. Ketika satu keluarga sadar dan siap, maka satu komunitas pun akan menjadi lebih kuat.

    Salam,
    AISYAH AVICENA RHAZES LAVOISIER
    SMPN 21 SURABAYA
    Project :
    DATELA GREEN REVITALIZATION

    Revitalisasi lahan merupakan proses menghidupkan kembali kawasan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan atau terbengkalai menjadi ruang hijau yang produktif dan bermanfaat bagi lingkungan serta masyarakat. Lahan-lahan yang dulunya penuh semak belukar, limbah, atau bekas bangunan rusak, kini dapat disulap menjadi taman, kebun produktif, atau hutan kota melalui tahapan yang terencana.

    Proses ini dimulai dengan identifikasi kondisi lahan, termasuk tingkat kerusakan tanah, keberadaan polusi, dan potensi lingkungan sekitar. Selanjutnya dilakukan pembersihan area dari sampah, limbah berbahaya, atau reruntuhan yang mengganggu. Setelah itu, tanah yang rusak direhabilitasi melalui pengolahan, penambahan bahan organik, atau penggunaan tanaman remediasi untuk memperbaiki kualitas tanah.

    Tahap selanjutnya adalah penanaman vegetasi yang sesuai, baik berupa tanaman peneduh, tanaman pangan, maupun tanaman penghasil komoditas ekonomi seperti sayuran, buah-buahan, atau tanaman herbal. Dalam beberapa kasus, juga dilakukan integrasi dengan sistem pertanian ramah lingkungan seperti pertanian organik, urban farming, atau agroforestry.

    Selain aspek ekologis, revitalisasi lahan juga membawa manfaat sosial dan ekonomi. Lahan hijau produktif dapat menjadi tempat edukasi, ruang komunitas, bahkan sumber pendapatan baru bagi warga sekitar. Program ini juga membantu mengurangi polusi udara, meningkatkan cadangan air tanah, dan menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk.

    Balas
    • Juli 23, 2025 pada 13:30
      Permalink

      Wah, ternyata mitigasi bencana itu dimulai dari hal kecil seperti bersih-bersih selokan dan buat tas siaga keluarga, tapi dampaknya besar! Artikel ini bikin mikir untuk lebih peduli lingkungan sekitar dan kesiapsiagaan. Makasih informasinya

      Nama: Keisya Azellia Putri
      Sekolah: SMPN 38 Surabaya
      Nomor Peserta: 1142
      Judul Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
      Penjelasan: Proyek ini bertujuan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk menanam tanaman obat sambung nyawa. Tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan dan bisa menjadi alternatif pengobatan alami. Proyek ini juga mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui edukasi, daur ulang, dan kegiatan berkebun bersama. Saat ini, penanaman sudah dimulai di rumah dan sekolah, serta dibagikan ke lingkungan sekitar. Target ke depan adalah memperluas penanaman dan melibatkan lebih banyak orang, terutama anak muda, sebagai agen perubahan hijau.

      Balas
  • Juli 19, 2025 pada 21:18
    Permalink

    Nama : Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
    No: 003
    Sekolah : SD Kyai Ibrahim Surabaya
    Proyek : Pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi

    Mitigasi bencana secara umum dibagi menjadi dua jenis: struktural dan non-struktural. Mitigasi struktural melibatkan pembangunan fisik seperti tanggul banjir, bangunan tahan gempa, atau sistem peringatan dini. Sementara itu, mitigasi non-struktural mencakup kebijakan tata ruang, pelatihan, penyuluhan, hingga pendidikan kebencanaan di sekolah. Keduanya saling melengkapi dalam mengurangi risiko secara komprehensif.

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 14:06
    Permalink

    Halo haii shobat hijau

    Perkenalkan biodata diri saya dulu yaaa

    👌🏻NAMA : MUHAMMAD HAKAM YASIN
    🏫SEKOLAH : SMP NEGERI 46 SURABAYA
    💻PROYEK : nahh shobat hijau pasti kalian belum kenal kan sama proyek aku kalau aku jelasin simak baik baik ya jadi proyek aku yaitu BUDIDAYA BUNGA TELANG YANG SAYA BERI NAMA TEATEL

    Mitigasi bencana penting dilakukan karena negara ini merupakan negara yang rentan terhadap berbagai jenis bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, dan tanah longsor. Mitigasi bencana dapat membantu mengurangi kerugian jiwa, kerugian ekonomi, dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh bencana.

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 14:07
    Permalink

    Halo haii shobat hijau

    Perkenalkan biodata diri saya dulu yaaa

    👌🏻NAMA : MUHAMMAD HAKAM YASIN
    🏫SEKOLAH : SMP NEGERI 46 SURABAYA
    💻PROYEK : nahh shobat hijau pasti kalian belum kenal kan sama proyek aku kalau aku jelasin simak baik baik ya jadi proyek aku yaitu BUDIDAYA BUNGA TELANG YANG SAYA BERI NAMA TEATEL

    Mitigasi bencana penting dilakukan karena negara ini merupakan negara yang rentan terhadap berbagai jenis bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, dan tanah longsor. Mitigasi bencana dapat membantu mengurangi kerugian jiwa, kerugian ekonomi, dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh bencana.

    Memang bencana datang nya tiba tiba maka dari itu kita harus siap kan tas darurat

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 20:30
    Permalink

    Artikel ini sangat menarik! Mitigasi bencana itu penting banget, ya. Kita semua harus tahu langkah-langkah kecil yang bisa kita ambil untuk mengurangi risiko bencana. Mulai dari menyiapkan tas siaga bencana sampai menyusun rencana evakuasi di rumah. Semoga semua orang bisa lebih sadar dan siap menghadapi bencana kapan saja. Terima kasih Tunas Hijau atas informasinya

    Nama: Keisya Azellia Putri
    Sekolah: SMPN 38 Surabaya
    Nomor Peserta: 1142
    Judul Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
    Penjelasan: Proyek ini bertujuan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk menanam tanaman obat sambung nyawa. Tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan dan bisa menjadi alternatif pengobatan alami. Proyek ini juga mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui edukasi, daur ulang, dan kegiatan berkebun bersama. Saat ini, penanaman sudah dimulai di rumah dan sekolah, serta dibagikan ke lingkungan sekitar. Target ke depan adalah memperluas penanaman dan melibatkan lebih banyak orang, terutama anak muda, sebagai agen perubahan hijau.

    Balas
  • Juli 21, 2025 pada 13:58
    Permalink

    Terimakasih informasi nya sangat bermanfaat.

    Respati Syafiq Wijaya
    SDN Wiyung I Surabaya
    No peserta 405
    Memanfaatkan cangkang telur sebagai pupuk organik

    Balas
  • Juli 22, 2025 pada 20:59
    Permalink

    terimakasih info yg sangat bermanfaat ini

    Nama : Gadis Ayuningtyas Putri Suwandik
    Asal : SMPN 46 Surabaya
    No peserta : 1262
    Projek :

    ” Journey Of Banana Boost & Shield 🍌”

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 15:55
    Permalink

    Setelah membaca artikel ini saya menjadi paham apa itu Mitigasi Bencana. Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya sistematis yang dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak dari bencana terhadap manusia, infrastruktur, dan lingkungan. Terimakasih atas ulasan yang diberikan Kak Roni… Salam Bumi Pasti Lestari…

    RAH HANDARU HATMAJI MARSUDI
    SMP NEGERI 1 SURABAYA
    NO PESERTA 453
    JUDUL PROYEK : BUDIDAYA TANAMAN HIAS SANSEVIERIA SEBAGAI PENYERAP POLUTAN DALAM MENGURANGI POLUSI UDARA.

    Balas
    • Juli 23, 2025 pada 22:08
      Permalink

      Stimulasi meminimalisasi resiko buruk bencana

      Balas
    • Juli 23, 2025 pada 22:08
      Permalink

      Stimulasi meminimalisasi resiko hal buruk

      Balas
  • Juli 23, 2025 pada 20:17
    Permalink

    Mitigasi bencana memang terlihat sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Edukasi sejak dini dan kesadaran masyarakat bisa jadi kunci menyelamatkan banyak nyawa saat bencana terjadi.

    Nama : Leyna Mayyasha Qorri Ain
    Asal Sekolah : SDN Pacarkeling V Surabaya
    Nomer Peserta : 468
    Proyek : aloe sobat sehat, solusi hebat untuk keluarga sehat

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 22:07
    Permalink

    Stimulasi meminimalisasi resiko bahaya bencana

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 22:08
    Permalink

    Mitigasi Bencana yang Efektif, Mitigasi bencana bukan hanya tentang langkah-langkah besar, tetapi juga tentang langkah-langkah kecil yang dapat menyelamatkan banyak nyawa dan mengurangi dampak bencana
    Muhammad Raffa Zamzani
    SMPN 9 Surabaya

    Balas
  • September 2, 2025 pada 16:23
    Permalink

    Terimakasih informasinya sangat bermanfaat sekali, karna bencana kecil atau besar pun bisa sangat parah bagi makhluk hidup. semoga kita terhindar dari berbagai macam bencana.
    -~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~-
    Nama: Aisshiren dwi Wulan sari
    Sekolah: SMPN 53 Surabaya
    Peserta pangeran dan putri lingkungan hidup tahun 2025
    Proyek: inovasi keripik sehat dari hasil Budidaya Bayam brajil
    Nomor peserta: 1296
    Guru pembimbing: Bu Ika Febri

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Hafsa Faizal Tamir Raffa Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *