Menteri LH Saksikan 789 Sekolah di Jakarta Utara Deklarasikan Komitmen Adiwiyata
Di tengah hiruk pikuk kota yang padat dan beragam tantangan lingkungan, ratusan kepala sekolah, guru, dan siswa berkumpul dengan satu tekad: menjadikan sekolah sebagai titik balik budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Sebanyak 789 sekolah dari jenjang SD hingga SMK di Jakarta Utara secara resmi menyatakan komitmennya menjadi Sekolah Adiwiyata, dalam sebuah deklarasi besar yang menggema sebagai langkah nyata menuju Indonesia Bebas Sampah, Selasa (5/8/2025).
Momentum ini tidak sekadar menjadi agenda seremoni, melainkan simbol keseriusan dunia pendidikan dalam menjawab krisis lingkungan. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, dalam sambutannya menegaskan bahwa program Adiwiyata harus menjadi gerakan budaya yang hidup di setiap ruang kelas, bukan hanya label atau penghargaan semata.
“Melalui pendidikan di semua jenjang, kita berharap lahir simpul-simpul transformasi budaya penanganan sampah. Jika Jakarta Utara yang kompleks ini bisa kita tangani, insya Allah kabupaten dan kota lainnya akan lebih mudah mengikuti,” ungkap Menteri Hanif di hadapan ribuan peserta deklarasi.
Hingga saat ini, 44 sekolah di wilayah tersebut telah meraih predikat Sekolah Adiwiyata, baik di tingkat kota, provinsi, nasional, hingga mandiri. Namun capaian ini baru permulaan. Antusiasme ratusan sekolah lainnya menunjukkan bahwa gerakan ini telah mengakar dan siap tumbuh lebih besar.
Menteri Hanif juga menyampaikan bahwa seluruh sampah sekolah—organik maupun anorganik—harus dikelola secara mandiri di lingkungan sekolah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). “Kami akan berdiskusi langsung dengan Wali Kota agar pengelolaan sampah ini betul-betul berjalan baik. Ini bukan hanya soal sekolah, tapi soal masa depan lingkungan hidup kita,” tegasnya.
Program ini juga selaras dengan inisiatif nasional lainnya. Menteri Hanif menyatakan dukungan penuh KLH/BPLH terhadap program Sekolah Rakyat yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025. Program ini diharapkan menjadi wadah pendidikan yang tak hanya memutus rantai kemiskinan, tapi juga membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini.
Sejak Februari 2025, tercatat hampir 2.000 sekolah di seluruh Indonesia bergabung dalam gerakan Adiwiyata. Data ini menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif berbagai elemen pendidikan terhadap pentingnya menjaga bumi.
Deklarasi di Jakarta Utara ini menjadi penanda bahwa perubahan dimulai dari ruang kelas, halaman sekolah, hingga ke rumah dan komunitas. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga bijak secara ekologis.
“Jadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran lingkungan yang nyata. Tempat di mana setiap individu bertanggung jawab, belajar, dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia yang bersih, lestari, dan berkelanjutan,” pesan Menteri Hanif. (*/Mochamad Zamroni)


Messa Eko Putri – 018 “Sekarang saatnya kita juga ikutan: dukung Tunas Hijau dengan aksi kecil di lingkungan kita masing-masing. Let’s grow the green shoots!”.
“Program Tantangan Lingkungan (Eco School Challenge) tiap minggu bikin murid jadi lebih kreatif dan peduli. Salut!”
Gerakan Adiwiyata terutama di sekolah-sekolah sangatlah bermanfaat dan penting, guna meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Nama : Fathan Alby A
Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.
Halo sobat hijau 🌳
Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
Salam bumi, pasti lestari 🌱
Sekolah Adiwiyata bukan hanya untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah namun juga menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah tentang pentingnya menjaga lingkungan. Menjadikan sekolah lebih bersih, indah dan sehat.
Nama : Akifa Maulidya
Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
Nomor Peserta : 698
Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale
program ini mendorong budaya pengelolaan sampah berkelanjutan. Sinergi pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya generasi yang cerdas, peduli, dan bertanggung jawab terhadap bumi.
Johanna Adreena Pasha
NO. 1074
SMPN 3 Surabaya
Budidaya Aloevera sebagai bahan sabun antiseptik
Dengan gerakan adiwiyata sangat penting dapat meningkatnya kesadaran kolektif berbagai elemen pendidikan terhadap pentingnya menjaga bumi dan merupakan kunci menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga bijak secara ekologis serta generasi individu dapat bertanggung jawab, belajar dan berkontribusi bagi masa depan indonesia yang bersih, lestari dan berkelanjutan
Jangan Lupa Intip Proyek saya ya teman-teman.
Saya Muhammad Khabibi Nur Rokhman
Saya adalah calon pangeran dan putri lingkungan hidup tahun 2025
No.Peserta 31
Saya dari SDN BANJARSUGIHAN V/617 SURABAYA
Proyek Lingkungan Hidup Saya adalah PESAN OJEC APIK(Pemanfaatan Sampah Non Organik Jadi Ecobrick dan Anyaman Plastik)
Disini saya mengajak semua untuk peduli lingkungan dengan mengurangi sampah plastik karena jumlah sampah plastik semakin banyak salah satunya kemasan sachet yang tidak didaur ulang maka saya memanfaatkannya menjadi barang yang bermanfaat yaitu ecobrick dan anyaman plastik daripada sampah plastik tersebut terbuang begitu saja.
Salam Bumi Pasti Lestari
Salam Sadar Iklim
Salam Zerowaste
Salam Basuma Jaya Jaya Jaya
Pokoe ngeten pun
wow keren sudah semakin banyak sekolah Adiwiyata
nama Andita Karenina
judul proyek telang bunga cantik yang bikin kita cantik
asal sekolah SMPN 57 SURABAYA
Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah 789 sekolah di Jakarta Utara yang mendeklarasikan komitmen Adiwiyata. Ini menunjukkan kesadaran dan keseriusan dalam menerapkan pendidikan lingkungan hidup di sekolah, yang sangat penting untuk menciptakan generasi muda yang peduli lingkungan dan memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk menjaga kelestarian lingkungan.
DB. Abisatya
SD-319
Pengolahan Sampah Organik, Lindungi Bumi dengan Aksi Nyata
Semoga tahun depan semakin menambah sekolah Adiwiyata… Sekolah yang mendukung peduli lingkungan… Memberikan edukasi kepada siswa untuk peduli lingkungan
Falisha misha alkhansa
SDN Rangkah VI Surabaya
No peserta 554
Judul proyek: pemanfaatan sampah organik dan Limbah plastik untuk tanaman keluarga
Menteri LH Saksikan 789 Sekolah di Jakarta Utara Deklarasikan Komitmen Adiwiyata
deklarasi besar yang menggema sebagai langkah nyata menuju Indonesia Bebas Sampah
Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..
Nama : Naysia Aqila Andriani
Sekolah : SDN Ngagelrejo3
No peserta: 428
Proyek budi daya sereh
proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh
🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_
Sekolah saya juga sudah berkomitmen utk sekolah Adiwiyata… Sekolah yang mendukung peduli lingkungan…
Nama : Fatimah Nawal Rahman
Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
No. Peserta : 026
Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan
Sekolah adiwiyata memang sangat mendukung kegiatan positif bagi lingkungan. Yuk wujudkan sekolah adiwiyata disekolahmu!.
🙋♀️: Mazida Shabrina Yasmin
🏫: SDN Wonokusumo 6 Surabaya
🔢: 728
📍: Proyek SERBUK(Serbuk Berproyek Horta)
Menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran lingkungan yang nyata. Tempat di mana setiap individu bertanggung jawab, belajar, dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia yang bersih, lestari, dan berkelanjutan pesan dari bapak Menteri LH
Jasmine Azzahra Abqoriah SDN TAMBAKSARI 1 Surabaya (690)
Menerapkan program sekolah adiwiyata merupakan hal yang sangat lah bagus karena bisa menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif
Nama : Tisya Ayodya Prameswari
Nomer :006
Judul proyek : ECOZY
Capaian :
Telah mengolah sampah organik kulit buah sebanyak 670,4 kg
Sekolah Adiwiyata tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter peduli lingkungan. Melalui program ini, siswa diajak belajar langsung menjaga kebersihan, mengelola sampah, merawat tanaman, hingga menghemat energi dan air. Hal ini menjadikan sekolah sebagai tempat yang nyaman, sehat, dan hijau.
Sekolah adiwiyata juga mendorong siswa untuk memiliki kesadaran ekologis sejak dini, sehingga terbiasa menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, program ini juga melibatkan guru, orang tua, dan masyarakat sekitar, sehingga tercipta kerja sama yang kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Salam,
AISYAH AVICENA RL
SMPN 21 SURABAYA
Project : DATELA GREEN REVITALIZATION
Proyek yang berfokus pada pemulihan lahan terbengkalai menjadi lahan yang produktif kembali 🌿💚
Langkah yang sangat inspiratif! Komitmen 789 sekolah di Jakarta Utara untuk program Adiwiyata menunjukkan betapa pentingnya pendidikan lingkungan sejak dini. Kehadiran Menteri Lingkungan Hidup tentu menjadi motivasi besar bagi para siswa dan guru untuk terus menjaga kelestarian lingkungan. Semoga semangat ini bisa menular ke daerah lain di Indonesia!
Nama : Leyna Mayyasha Qorri Ain
Asal Sekolah : SDN Pacarkeling V Surabaya
Nomer Peserta : 468
Proyek : aloe sobat sehat, solusi hebat untuk keluarga sehat
Melalui budi daya Aloe Vera, saya berharap setiap halaman rumah warga mempunyai 1 tanaman
Nama : Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
Sekolah : SD Kyai Ibrahim Surabaya
No. Peserta : 003
Judul proyek : Pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi.
Semoga kita semua bisa menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran lingkungan yang nyata. Tempat di mana setiap individu bertanggung jawab, belajar, dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia yang bersih, lestari, dan berkelanjutan
Wow keren.. semoga semakin banyak yang sadar Lingkungan.
Semangat!
Nama : Ayesha Medina
No Peserta : 618
Sekolah : SDN Semolowaru 1/261
Judul Proyek : Maggot bsf si Hewan Ajaib Sahabat Lingkungan
Mantap….Mari jadikan ini sebagai motivasi bahwa kita harus tidak letih menjaga lingkungan kita. Semangat…
Rah Handaru Hatmaji/453
SMPN 1 Surabaya
Perwujudan peduli lingkungan tidak hanya dilingkungan sekitar tapi juga dilingkungan sekolah.seluruh warga disekolah ikut bertanggung jawab dalam segala aspek kepedulian terhadap lingkungan
Saya Tevy Janeeta Adriana dari SDN Pakis V/372 Surabaya dengan nomor peserta 498 proyek Tebinora(Tevy budidaya binahong hijau dan merah)
hebat sekali! Komitmen 789 sekolah untuk jadi Adiwiyata ini punya potensi besar mencetak generasi peduli lingkungan
Nama: Keisya Azellia Putri
Sekolah: SMPN 38 Surabaya
Nomor Peserta: 1142
Judul Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
Penjelasan: Proyek ini bertujuan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk menanam tanaman obat sambung nyawa. Tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan dan bisa menjadi alternatif pengobatan alami. Proyek ini juga mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui edukasi, daur ulang, dan kegiatan berkebun bersama. Saat ini, penanaman sudah dimulai di rumah dan sekolah, serta dibagikan ke lingkungan sekitar. Target ke depan adalah memperluas penanaman dan melibatkan lebih banyak orang, terutama anak muda, sebagai agen perubahan hijau.
Langkah signifikan dari 789 sekolah di Jakarta Utara yang secara resmi mendeklarasikan komitmennya untuk menjadi Sekolah Adiwiyata. Inisiatif ini menunjukkan keseriusan dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup ke dalam kurikulum dan budaya sekolah. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan bahwa komitmen ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret dalam transformasi budaya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Diharapkan, dengan dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), serta Pemerintah Kota Jakarta Utara, program ini dapat menjadi model bagi daerah lain dalam menciptakan generasi yang peduli lingkungan.
Mayfrina Aisyahrani
SMPN 3 SURABAYA
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN
Artikel yang sangat keren
Nama = Kalyca arij aruna
Asal sekolah = SMPN 1 SURABAYA
No = 762
Nama projek = Verdalya Pandanova (Budidaya tanaman pandan)
Luar biasa,semoga semakin banyak sekolah yang ikut Adiwiyata.
Nama : Naura Adelia Shafiqa Ghozali
Sekolah : Sdn Tandes Kidul 1 Surabaya
Proyek LH : Pengelolahan limbah cangkang telur
No.peserta : 704
nama: Bara Ikmal Ghani
sekolah: SMPN 38 Surabaya
nomor peserta: 601
proyek: mengolah sampah organik🌿
menjaga bumi dan merupakan kunci menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis
Artikel Tunas Hijau ID ini sangat inspiratif karena menghadirkan edukasi lingkungan yang bermanfaat serta memotivasi masyarakat untuk lebih peduli dan beraksi nyata menjaga bumi.
/Kamila L.A 854
Luar biasa semoga kedepannya bisa banyak sekolah yang mengikuti Adiwiyata.
Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪
Adiwiyata adalah program pemerintah yang bertujuan menjadikan sekolah ramah lingkungan dan menjadi contoh bagi masyarakat sekitar. Sekolah yang mengikuti program ini diajak untuk mengelola sampah, menghemat energi, menanam pohon, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Program Adiwiyata tidak hanya fokus pada kebersihan, tetapi juga mendidik siswa tentang pentingnya menjaga alam dan menumbuhkan sikap peduli lingkungan sejak dini. Sekolah yang berhasil menerapkan program ini mendapatkan penghargaan Adiwiyata, sebagai bukti komitmen mereka dalam mewujudkan pendidikan berkelanjutan dan lingkungan sehat.
Melalui Adiwiyata, siswa belajar bahwa lingkungan yang bersih dan sehat adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, sekaligus tanggung jawab bersama untuk masa depan bumi yang lebih baik.
AISYAH AVICENA RL
SMPN 21 SURABAYA
Project : DATELA GREEN REVITALIZATION