Pangput LH 2025, Generasi Peduli yang Menginspirasi Indonesia
Saya merasa sangat bangga dan terharu menyaksikan perjuangan para finalis Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2025. Proyek-proyek yang mereka hasilkan sungguh mengagumkan—bahkan orang dewasa mungkin belum tentu melakukannya. Ajang lomba yang diinisiasi oleh Tunas Hijau Indonesia bersama Pemerintah Kota Surabaya ini merupakan ajang luar biasa untuk menumbuhkan kecerdasan ekologis dan karakter anak sejak dini.
Lomba ini tidak hanya menampilkan kreativitas, tetapi juga membangun jiwa kemandirian, ketekunan, tidak mudah putus asa, semangat yang terus menyala, pantang menyerah, serta kejujuran. Nilai-nilai inilah yang menjadikan lomba ini lebih dari sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai pembentuk karakter unggul bagi generasi penerus bangsa.
Sebagai kepala sekolah, saya merasakan betul bahwa para finalis, termasuk satu peserta dari sekolah kami Ananda Fathan, telah membuktikan kekuatan, ketangguhan, dan keajaiban seorang anak. Mereka ditempa untuk terus berinovasi, mengalahkan rasa lelah, dan menepis rasa ragu dalam diri mereka sendiri.
Proyek pengumpulan minyak jelantah dan pengolahannya menjadi sabun cuci tangan yang dilakukan oleh Ananda Fathan. Dengan kerja keras dan dedikasi tinggi, serta dukungan guru pembina, orang tua, teman-teman, dan berbagai pihak, Ananda Fathan berhasil:
- Mengumpulkan lebih dari 1500 liter minyak jelantah, dan
- Menghasilkan lebih dari 1000 batang sabun.
Selain prestasi proyeknya, ananda Fathan juga menunjukkan perkembangan karakter yang sangat baik—lebih percaya diri, semakin pandai bersosialisasi, mampu menjalin kerja sama dengan banyak pihak, dan tumbuh menjadi anak yang peduli lingkungan.
Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan semangat kepada Ananda Fathan dan seluruh finalis. Teruslah berjuang mewujudkan impian, dan yang paling utama adalah terus berkontribusi dalam menjaga dan menyelamatkan bumi dari kerusakan yang lebih fatal.
Terima kasih kepada Tunas Hijau dan Pemerintah Kota Surabaya. Semoga ajang ini semakin sukses dan terus mencetak generasi hijau yang peduli pada kelestarian bumi.
Penulis: Siti Fatimah, M.M., Kepala SDN Banyu Urip III Surabaya


MasyaAllah..Terima kasih Bu Fat dan seluruh keluarga besar SDN Banyu Urip 3 Surabaya yg selalu mendoakan, menyemangati, dan mensupport penuh Fathan. Semoga kita semua menjadi generasi penerus bangsa yg cinta terhadap lingkungan dan mampu menjaga kelestarian bumi dgn baik. Aamiinn🤲❤️✨️🔥
Nama : Fathan Alby Andhitama
No : 0037
Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun.
Halo sobat hijau 🌳
Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
Salam bumi, pasti lestari 🌱
Buah Semangka Buah Kedondong, Buah Durain Buah Pepaya.
Inilah Ibu Kita di Bugasa, Namanya Ibu Siti Fatimah Dong.
Terimakasih Tunas Hijau
saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan nomer urut 1382 dan proyek saya pengolahan sampah GALBOT sebagai kreasi furnitur dan fashion aksesoris
adanya pangput LH ini snagat penting untuk memganruhi remaja remaja yang sebelum nya tidak mau berbaur dengan lingkungan menjadi remaja yang peduli lingkungan
Keren Fathan sudah berhasil mengumpulkan 1.500 liter lebih minyak jelantah dan membuat 1.000 lebih sabun batang. Teruslah berkontribusi untuk menjaga lingkungan dan menyelamatkan bumi👍
Akifa Maulidya (698)
SDN Tandes Kidul 1
Budidaya organik tanaman kale
Kerennn, semoga menginspirasi yang lain agar pentingnya menjaga lingkungan
KANAYA DIVANESA AWANDA
SMPN 58 SURABAYA
NO URUT: 1388
JUDUL PROYEK: BARASIMAN (BUDIDAYA ALOEVERA PENGUSIR KUMAN)
Artikel ini sangat inspiratif,perjuangan para finalis Pangeran Putri Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa anak anak dapat agen perubahan nyata bagi lingkungan.
Apresiasi kepada Fathan atas proyek lingkungan hidupnya yang luar biasa yang sarat nilai kepedulian dan karakter.
Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
No.Peserta: 218
Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.
Keren banget dan patut dibanggakan. Usaha para finalis, terutama Ananda Fathan, kelihatan nyata dan berdampak. Kegiatan seperti ini bikin anak-anak belajar peduli lingkungan sejak dini dan berani bertindak, bukan cuma bicara. Semoga ajang ini terus ada dan makin banyak anak muda terinspirasi untuk jaga bumi bersama 🌱
Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).
Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.