Kim Rantesalu, Olah Ribuan Kilogram Kain Limbah
Semangat gadis ini untuk mengolah kain limbah sangat luar biasa. Quintanna Abigail Kim Rantesalu, namanya. Dia siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Surabaya. Selama tahun 2023, dia telah mengolah 1.172 kilogram limbah kain. Berkat proyek lingkungannya ini, dia meraih predikat sebagai Putri 2 Lingkungan Hidup 2023 SMP.
Limbah kain sebanyak itu dia kumpulkan dari banyak tempat dan orang. “Saya mengumpulkan kain limbah dari warga SMPN 1 Surabaya, warga Kelurahan Ketabang, peserta Pangput 2023, Exist Taylor, Luxas Taylor, Mohair Taylor, Tailor Zulfa, dan Allen Taylor,” kata Kim, panggilan akrab Quintanna Abigail Kim Rantesalu.
Dia memulai proyek pengolahan kain limbah ini sejak Februari 2023. Limbah-limbah kain itu lantas dia olah menjadi beragam produk olahan kain. “Saya mengolahnya menjadi 2 bean bag, 40 kemeja, 13 outer, 20 lahor top, 30 celana, 90 scrunchie, 55 bandana, 37 tote bag, dan 17 jepit,” terang siswa kelahiran Bekasi, 12 November 2010 ini.
Kim memulai proyek pengolahan limbah kain ini sebagai orang yang awam. “Saat mengawali proyek pengolahan limbah kain ini, saya belum bisa menjahit sama sekali. Saya harus ikut kursus menjahit privat hingga beberapa bulan untuk memiliki kemampuan menjahit dasar,” ujar Kim Rantesalu.

Setelah memiliki kemampuan dasar menjahit, Kim lantas memberanikan diri mengajari orang lain untuk menjahit. Pada Indonesia Climate Change Forum & Expo 2023, 6-9 Juli, yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Grand City Convention & Expo Surabaya, Kim bahkan membuka stan khusus untuk memberi kesempatan masyarakat belajar menjahit.
“Di stan khusus ini, saya menyediakan beberapa mesin jahit. Saya mengajari para pengunjung pameran yang mau belajar menjahit. Bahan yang digunakan adalah kain limbah yang sebelumnya saya kumpulkan,” alumni SDN Kertajaya Surabaya ini menjelaskan.
Stan belajar menjahit Kim pada Indonesia Climate Change Forum & Expo 2023 termasuk stan yang interaktif dan ramai dengan pengunjung. “Saya sudah memulai kelas belajar menjahit di pameran itu sebelum stan yang lainnya buka. Saya menutup stan menjahit setelah semua stan lain sudah tutup duluan,” putri sulung pasangan Harianto Rantesalu dan Tri Handayani ini.
Kim mengaku banyak manfaat dari mengembangkan proyek pengolahan limbah kain ini. “Saya jadi memiliki banyak wawasan baru lingkungan hidup. Saya jadi memiliki banyak teman baru termasuk di antaranya yang sangat menerapkan prinsip hidup berkelanjutan,” Kim mengatakan.

Bisa mengenal perusahaan yang aktif mengolah limbah kain secara industri seperti Pable.id termasuk manfaat yang bisa dirasakan Kim selama mengembangkan proyek pengolahan limbah kain. “Ternyata kain limbah bisa diolah menjadi kain baru secara industri,” ujar Kim yang hobi berenang dan traveling ini.
Dia lantas semakin aktif mengajak seluruh siswa SMPN 1 Surabaya dan peserta Pangeran Putri Lingkungan Hidup 2023 untuk mengumpulkan seragam atau baju yang sudah tidak dipakai. Drop box khusus baju bekas bahkan diletakkan di SMPN 1 Surabaya. “Baju tak terpakai itu kemudian saya setorkan ke Pable untuk diolah menjadi lembaran kain baru,” Kim menerangkan.
Setelah Awarding Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2023, Kim bahkan rela melakukan perjalanan ke Negara Singapura. “Di Singapura, saya mengikuti Lomba Invention Convention. Di lomba itu, saya membawa proyek lingkungan hidup dan mendapatkan penghargaan The Most Potential Impact Award,” Kim menuturkan. Lomba ini diikuti oleh 240 orang anak dari Singapura dan Indonesia.
Selama mengembangkan proyek pengolahan kain limbah ini, pengalaman paling berharga yang dirasakan oleh Kim adalah bisa mengajari keluarga miskin dari Kelurahan Ketabang, di sekitar sekolah. “Kami memberi bimbingan khusus cara menjahit di sekolah sampai mahir dan bisa menghasilkan karya yang berkualitas,” terang Kim.
Bahkan keluarga miskin sekitar yang dibina oleh Kim bisa menerima pesanan seragam kerja Lurah Ketabang. “Keluarga miskin binaan saya bahkan ada yang menerima pesanan seragam kerja Pak Lurah Ketabang. Pastinya keluarga itu jadi dapat penghasilan tambahan dengan menjahit,” Kim menuturkan.
Dalam mengembangkan proyek pengolahan kain limbah itu, Kim merasakan dukungan yang luar biasa dari sekolahnya, SMPN 1 Surabaya. “Mem Eko Widayani Kepala SMPN 1 Surabaya dan guru-guru sangat mendukung pengembangan proyek ini. SMPN 1 Surabaya bahkan kini menyediakan ruangan khusus untuk pengembangan kemampuan menjahit siswa, guru dan masyarakat sekitar,” pungkas Quintanna Abigail Kim Rantesalu.
Penulis: Mochamad Zamroni


Wah keren kak kim semoga bisa membawa nama harum tunas hijau dan sekolahnya ke internasional jg. Semua pengalaman dan perjuangan yg tidak sia-sia. Semoga doa dan harapan kak kim tercapai semoga mendapatkan yg terbaik. Sukses y buat kak kim. Tetap berdoa dan berjuang.
Eno wahyu kamagading
Sdn pacarkeling 1/182 surabaya
Putri7 lingkungan hidup 2023
Semangat kak Kim. Semoga kita semua bisa mencontoh Semangat kak Kim
Nama: Rafandra Azka Pradipta
Sekolah: SD Kyai Ibrahim Surabaya
No Peserta: 003
Judul Proyek: Pemanfaatan Limbah Plastik untuk Budidaya Bayam Brazil sebagai upaya mendukung Program Ketahanan Pangan
Tujuan proyek saya, untuk mengurangi limbah plastik di lingkungan, juga membudidayakan Bayam Brazil supaya masyarakat bisa mandiri mempunyai tanaman sayur yang selalu ada di rumahnya sebagai wujud program Ketahanan Pangan.
Semangat nya nularrr Kak Kim,, sangat menginspirasi generasi muda dan membawa nama baik Indonesia sampai ke Singapura.
Dewangkara BA
Finalis Pangput LH 2023
SDN Rangkah VI
Kerennn!!!!!!Selalu semangat Kak Kim, dan semoga proyek lingkunganya membawa manfaat untuk banyak orang. Berarti secara tidak langsung membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain.
BILQIS APRIL WAHYUDIYAH Az-zahra
SDN Pacarkeling I/182
Putri 4 LH 2023
Keren banget Kak Kim dengan proyek mengolah limbah kain, yang tentunya sangat berdampak baik bagi lingkungan disaat gempuran trend fast fashion marak dan menjadi gaya hidup ditengah-tengah masyarakat luas.
Tak bisa dihindari seiring meningkatnya permintaan fast fashion, meningkat pula limbah tekstil baik yang berasal dari perusahaan konveksi (sisa kain perca) maupun limbah tekstil dari pakaian bekas pakai.
Di tengah lonjakan limbah tekstil Kak Kim hadir dengan proyeknya untuk berupaya menanggulangi limbah tekstil yang mulai mengkuatirkan, bahkan Kak Kim juga menggandeng perusahaan besar pengelola limbah tekstil menjadi lembaran kain yang baru yaitu Pable.id
Disisi lain Kak Kim juga mengajari masyarakat dari keluarga miskin cara menjahit di sampai mahir dan bisa menghasilkan karya yang berkualitas, ini sangat luar biasa keren…
Semoga semakin sukses Kak Kim beserta seluruh keluarga…
Tetap semangat dan terus berkarya…
Aisyah avicena rl
Putri lingkungan hidup 2023SD
Eco student of the year 2023SD
luar biasaaa Kim, masih muda sudah berkarya untuk lingkungan
proud you
Waahh…keren sekali kak Kim. Masih muda, tapi sudah melakukan hal yang luar biasa sekali bagi lingkungan. Saya jadi termotivasi untuk terus peduli terhadap lingkungan. Selain itu, saya juga jadi ingin kursus menjahit nih, hehe..
Nama : Syamsa Arundina
Sekolah : SDN Gayungan 1/422 Surabaya
Proyek : Budidaya Bawang Dayak
No. Peserta : 064