Pasak Bumi di Rumah: Herbal Serbaguna untuk Ayah, Ibu, dan Anak

Pasak bumi (Eurycoma longifolia) adalah tanaman herbal asli Asia Tenggara yang telah lama dikenal sebagai tonik alami. Di Indonesia, tanaman ini banyak tumbuh di Kalimantan dan Sumatera, dan sering disebut sebagai “tongkat ali”.

Akar pasak bumi telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat adat untuk meningkatkan stamina, mengatasi kelelahan, serta menjaga vitalitas, terutama bagi pria dewasa. Namun, manfaat tanaman ini ternyata jauh lebih luas dari sekadar urusan stamina.

Dari segi kandungan, akar pasak bumi kaya akan senyawa bioaktif seperti quassinoid, eurycomanone, dan alkaloid. Zat-zat ini berperan dalam memberikan efek tonik, antiinflamasi, dan adaptogenik—yakni membantu tubuh beradaptasi terhadap stres fisik maupun mental.

Penelitian yang diterbitkan di Phytotherapy Research (Tambi et al., 2012) menyatakan bahwa konsumsi ekstrak pasak bumi selama 4 minggu dapat meningkatkan kadar testosteron bebas dan energi fisik pria secara signifikan.

Tanaman pasak bumi

Meskipun dikenal sebagai herbal pria, pasak bumi juga bermanfaat untuk wanita. Beberapa studi menunjukkan bahwa pasak bumi membantu menurunkan kadar stres dan meningkatkan hormon kortisol yang sehat, sehingga mendukung kesehatan mental dan suasana hati yang stabil. Ini penting bagi ibu rumah tangga dan wanita pekerja yang menghadapi tekanan sehari-hari, baik di rumah maupun tempat kerja.

Dalam konteks keluarga, pasak bumi dapat berperan sebagai herbal penambah daya tahan tubuh secara alami. Senyawa aktifnya merangsang sistem kekebalan tubuh, membantu tubuh melawan infeksi, dan mempersingkat masa pemulihan dari kelelahan atau sakit ringan.

Dalam jurnal Journal of the International Society of Sports Nutrition (2013), disebutkan bahwa konsumsi pasak bumi dapat menurunkan ketegangan, kemarahan, dan kebingungan setelah aktivitas fisik berat.

Selain manfaat fisik, pasak bumi juga memiliki potensi sebagai antimalaria dan antikanker. Penelitian dari Malaysia menunjukkan bahwa ekstrak Eurycoma longifolia memiliki efek sitotoksik pada beberapa sel kanker, serta aktivitas antiplasmodium terhadap parasit malaria. Ini membuka peluang besar pemanfaatan tanaman ini untuk pengembangan obat herbal berbasis ilmiah.

Namun, perlu diingat bahwa dosis dan bentuk konsumsi pasak bumi harus diperhatikan dengan bijak. Akar segar yang direbus terlalu lama atau dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti gangguan pencernaan, insomnia, atau peningkatan tekanan darah. Oleh karena itu, penggunaan dalam bentuk ekstrak kapsul dengan takaran terstandar lebih dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang dan aman.

Untuk pemanfaatan keluarga, pasak bumi bisa diolah menjadi teh herbal dari irisan akar yang dikeringkan, atau digunakan dalam ramuan jamu campuran. Agar tidak terlalu pahit, teh ini bisa dicampur dengan madu atau jahe. Minuman ini bisa dikonsumsi maksimal 2–3 kali seminggu sebagai penambah stamina harian, terutama bagi orang tua atau kepala keluarga yang bekerja berat.

Budidaya pasak bumi dapat dilakukan dalam skala rumah tangga. Tanaman ini tumbuh optimal di tanah gembur, berdrainase baik, dan iklim panas lembap. Diperlukan waktu hingga 2–5 tahun untuk mendapatkan akar yang cukup matang untuk diolah, namun nilai ekonominya cukup tinggi sehingga cocok sebagai sumber penghasilan alternatif keluarga.

Masyarakat perlu mendapatkan edukasi bahwa pasak bumi bukan sekadar “jamu kejantanan”. Tanaman ini adalah sumber herbal yang bermanfaat untuk seluruh anggota keluarga—baik pria maupun wanita, tua maupun muda—dalam menjaga kesehatan secara alami dan holistik. Dengan pendekatan ilmiah dan bijak, pasak bumi dapat menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat keluarga Indonesia.

Dengan demikian, pemanfaatan pasak bumi tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga. Pengetahuan yang tepat tentang tanaman ini akan membantu keluarga memilih solusi alami, terjangkau, dan berbasis kearifan lokal dalam menjaga kualitas hidup sehari-hari. (*/Mochamad Zamroni)

18 thoughts on “Pasak Bumi di Rumah: Herbal Serbaguna untuk Ayah, Ibu, dan Anak

  • Juli 30, 2025 pada 10:00
    Permalink

    Mengulas pasak bumi (Eurycoma longifolia), yang lebih dari sekadar tonik pria, melainkan herbal serbaguna untuk seluruh keluarga. Kaya akan quassinoid, tanaman ini tak hanya meningkatkan stamina, tetapi juga menurunkan stres bagi wanita, meningkatkan daya tahan tubuh, serta berpotensi sebagai antimalaria dan antikanker. Meskipun berkhasiat, artikel ini mengingatkan pentingnya dosis bijak dan mendorong edukasi masyarakat agar pasak bumi dapat dimanfaatkan secara aman dan optimal sebagai bagian dari gaya hidup sehat keluarga.

    Saya, adalah salah satu peserta PANGPUT lingkungan Hidup tahun 2025 dengan
    Nama : Maulana Akbar Al Habib
    Nomor Peserta : 469
    Sekolah : SMPN 11 Surabaya
    Dari Kota : Surabaya
    Dengan proyek : Pengelolaan sampah organik

    Semoga komentar saya bisa memberikan dampak yang baik untuk artikel inii 😀

    Balas
    • Juli 30, 2025 pada 14:30
      Permalink

      Mengenal pasak bumi, awam buat saya. Tapi sebagai generasi muda wajib tahu dan memahami tanaman herbal, yaitu dengan cara lebih sering membaca buku mungkin tentang tanaman herbal. Dengan ini saja sedikit tahu tentang tanaman herbal.
      Ummu Ghaid Mudma’inah
      SDN Dr Sutomo 1 Surabaya
      Nomor peserta 068
      Proyek CATERAN cangkang telur ramah lingkungan

      Balas
    • Juli 30, 2025 pada 17:30
      Permalink

      Hexa afzal hermawan
      Sdn wonokusumo 6/45
      Peserta pangeran lingkungan hidup thn 2025 dengan no peserta 421
      Proyek saya adalah budita budidaya tanaman cabai
      Tujuan proyek saya adalah membudidayakan tanaman cabai menjadi balsam.
      Masyarakat perlu mendapatkan edukasi bahwa pasak bumi bukan sekadar “jamu kejantanan”. Tanaman ini adalah sumber herbal yang bermanfaat untuk seluruh anggota keluarga—baik pria maupun wanita, tua maupun muda—dalam menjaga kesehatan secara alami dan holistik. Dengan pendekatan ilmiah dan bijak, pasak bumi dapat menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat keluarga Indonesia.

      Balas
  • Juli 30, 2025 pada 13:49
    Permalink

    Apapun yang berlebih tidak baik..
    Cukup dan disesuaikan saja untuk mengkonsumsinya
    Reynando Yudhistira putra
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta 409
    Pengolahan sampah plastik

    Balas
  • Juli 30, 2025 pada 17:16
    Permalink

    Walaupun itu sehat memang lebih baik mengkonsumsi obat herbal sesuai dosis yg dianjurkan
    Nama ku aqeel dr smpn 6 surabaya, mempunyai proyek tanam selada sebagai ketahanan pangan, no peserta : 681

    Balas
  • Juli 30, 2025 pada 19:36
    Permalink

    Hmm pasak bumi banyak sekali manfaat nya yaa ternyata kayaknya aku akan menanam ini bersama ibuku

    Saya arka Raditya pasya
    Dari SMPN 11 Surabaya
    Dengan proyek budidaya sansievera

    Balas
  • Juli 30, 2025 pada 23:00
    Permalink

    Baru tahu tanaman pasak bumi, yang ternyata Tanaman ini adalah sumber herbal yang bermanfaat untuk seluruh anggota keluarga. Terimakasih informasinya kak Roni tunas hijau 🙏

    Princess Zelda Ilmiah
    SMPN 29 Surabaya
    No. Peserta: 210
    Proyek: BOBAZYME-POST (Pengolahan Bahan Organik untuk Eco Enzyme dan Kompos)

    Balas
  • Juli 31, 2025 pada 02:28
    Permalink

    Mau dong tapi di sini tidak pernah tau. Buat mengobati suadara saudaraku
    Eno wahyu kamagading
    SDN pacarkeling 1/182 surabaya

    Balas
  • Juli 31, 2025 pada 07:09
    Permalink

    Memakan atau meminum obat obatan HERBAL memang harus menyesuaikan DOSIS . Agar dosis tidak terlalu banyak dan kesehatan terus terjaga

    Kayla Ayu Anindya
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta:710
    Proyek:Mol Magic Water

    Salam bumi pasti lestari

    Balas
    • Juli 31, 2025 pada 08:29
      Permalink

      Pasak bumi, juga dikenal sebagai tongkat ali adalah tanaman herbal yang banyak ditemukan di Asia Tenggara, terutama di Indonesia. Tanaman ini dikenal karena khasiatnya, terutama dalam hal meningkatkan stamina dan vitalitas pria. Akar pasak bumi mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berkontribusi pada manfaatnya, seperti afrodisiak, antioksidan, antiradang, dan antibakteri.

      Nama : Ananda Efri Nugraha
      Sekolah : SDN Kapasari 1/292 Surabaya
      Nomer Peserta : 142
      Proyek : Budidaya Lidah Buaya

      Balas
  • Juli 31, 2025 pada 08:29
    Permalink

    Pasak bumi, juga dikenal sebagai tongkat ali adalah tanaman herbal yang banyak ditemukan di Asia Tenggara, terutama di Indonesia. Tanaman ini dikenal karena khasiatnya, terutama dalam hal meningkatkan stamina dan vitalitas pria. Akar pasak bumi mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berkontribusi pada manfaatnya, seperti afrodisiak, antioksidan, antiradang, dan antibakteri.

    Nama : Ananda Efri Nugraha
    Sekolah : SDN Kapasari 1/292 Surabaya
    Nomer Peserta : 141
    Proyek : Budidaya Lidah Buaya

    Balas
  • Juli 31, 2025 pada 16:47
    Permalink

    Wahh baru tau ada tanaman yang namanya pasak bumi.. ilmu baru buat aku dan tanaman pasak bumi bisa ditanam dirumah dan dijadikan teh buat sekeluarga. Bisa buat ayah, ibu dan anak-anak supaya badannya sehat. Tanaman ini juga bantu buat mitigasi biar nggak gampak sakit.. Sangat bermanfaat sekali infonya,,Terima kasih🌱😊

    Nama : Isvara Nareswari Aryanto
    Sekolah : SDN Kaliasin 1 Surabaya
    No peserta : 206
    Proyek : Budidaya Tanaman Pacar Ari

    Balas
  • Juli 31, 2025 pada 21:02
    Permalink

    Pasak Bumi sebagai herbal serbaguna menawarkan manfaat kesehatan untuk seluruh keluarga. Penggunaan alami ini perlu disertai pengetahuan yang tepat agar aman dan efektif bagi ayah, ibu, dan anak.

    Mayfrina Aisyahrani
    SMPN 3 SURABAYA
    PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN

    Balas
  • Agustus 2, 2025 pada 13:41
    Permalink

    Wahh baru tau ada tanaman yang namanya pasak bumi.. ilmu baru buat aku dan tanaman pasak bumi bisa ditanam dirumah dan dijadikan teh buat sekeluarga. Bisa buat ayah, ibu dan anak-anak supaya badannya sehat. Tanaman ini juga bantu buat mitigasi biar nggak gampak sakit.. Sangat bermanfaat sekali infonya,,Terima kasih🌱😊

    Nama : Nandana Akatara Arka Radita
    Kelas : 6A
    Sekolah : SDN jemurwonosari 1
    No peserta : 121

    Balas
  • Agustus 3, 2025 pada 15:19
    Permalink

    Baru tau Ada Tanaman namanya pasak bumi dan itu sebagai obat herbal👍,

    Miranda putri Mulyono
    No peserta 714
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    Mengolah sampah botol palstik menjadi lampu hias

    Balas
  • Agustus 5, 2025 pada 16:49
    Permalink

    Aksi ini sangat bermanfaat, karena dapat membantu mengurangi sampah dan menjadikan sampah menjadi barang yang berguna

    Balas
  • September 3, 2025 pada 13:43
    Permalink

    Wow ternyata Indonesia kaya dengan tanaman toga.

    Nama : Ayesha Medina
    No Peserta : 618
    Sekolah : SDN Semolowaru 1/261
    Judul Proyek : Maggot bsf si Hewan Ajaib Sahabat Lingkungan

    Balas
  • September 4, 2025 pada 19:47
    Permalink

    Wah,baru tau yang namanya tanaman pasak bumi.
    Tanaman pasak bumi di Indonesia tumbuh di Kalimantan dan Sumatera, dan dikenal sebagai “tongkat ali”.Bisa juga sebagai herbal penambah daya tahan tubuh secara alami.Meskipun obat herbal tapi dosis dan bentuk konsumsi pasak bumi harus diperhatikan dengan bijak.

    Nama : Naura Adelia Shafiqa Ghozali
    Sekolah: Sdn Tandes Kidul 1 Surabaya
    Proyek LH: Pengelolaan limbah cangkang telur
    No.peserta: 704

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *