“Rekayasa Sumber Daya Air” Webinar Nasional #252, Sabtu (19/7/2025)

Rekayasa sumber daya air adalah upaya terpadu untuk merancang, mengelola, dan memanfaatkan air secara optimal guna memenuhi kebutuhan manusia dan lingkungan.

Salah satu konsep kunci dalam pengembangannya adalah pendekatan terpadu hulu-hilir yang mencakup konservasi sumber air, pembangunan infrastruktur penampungan, dan teknologi distribusi air.

Pengembangan ini juga harus memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan ekologi agar tidak terjadi ketimpangan distribusi maupun kerusakan lingkungan jangka panjang.

Analisis ketersediaan dan pemanfaatan air menjadi fondasi penting dalam perencanaan rekayasa sumber daya air. Data curah hujan, debit sungai, serta kebutuhan air domestik, industri, dan pertanian harus dikaji secara menyeluruh.

Dari analisis tersebut, dapat ditentukan wilayah dengan surplus atau defisit air, serta pola konsumsi yang efisien. Pemanfaatan teknologi seperti sistem pemantauan hidrologi real-time dan pemodelan hidrologi juga memudahkan pengambilan keputusan yang berbasis data dan risiko.

Dalam konteks pengelolaan air berkelanjutan, pendekatan berbasis ekosistem semakin banyak digunakan untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian. Pengelolaan terpadu sumber daya air (Integrated Water Resources Management/IWRM) mendorong kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat, guna menjaga kualitas dan kuantitas air dalam jangka panjang.

Praktik seperti rainwater harvesting, perlindungan daerah resapan air, dan efisiensi penggunaan air di sektor pertanian dan industri menjadi langkah nyata menuju keberlanjutan.

Dengan tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan degradasi lingkungan, rekayasa sumber daya air kini tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada adaptasi dan mitigasi.

Pendekatan multidisiplin dan berbasis bukti sangat diperlukan agar kebijakan dan teknologi yang diterapkan benar-benar menjawab kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan generasi mendatang. Rekayasa air yang berkelanjutan bukan sekadar soal teknis, tetapi juga soal keadilan, ketahanan, dan kehidupan.


Tunas Hijau Indonesia bersama Forum Kota Surabaya Sehat dan Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, serta didukung oleh PT Dharma Lautan Utama menyelenggarakan Webinar Nasional Seri#252 “Rekayasa Sumber Daya Air”.

Webinar yang digelar melalui Zoom dan Live Youtube “Tunas Hijai Indonesia” ini akan digelar pada Sabtu, 19 Juli 2025 pukul 12.00 – 15.00 WIB. Pendaftaran gratis melalui : https://bit.ly/rekayasa-sumber-daya-air

Narasumber webinar ini adalah tiga orang dosen Fakultas Vokasi – Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, yaitu:
1.⁠ ⁠Made Indrayana Supriyatna, S.Tr.T., M.T.
2.⁠ ⁠Bagas Yoga Pratama, S.Tr.T., M.T.
3.⁠ ⁠Rizki Robbi Rahman Alam, S.T., M.T.

Moderatornya adalah tiga orang belia produktif, berprestasi dan peduli lingkungan sebagai berikut:
1.⁠ ⁠Pertiwi Eka Putri – Putri II Lingkungan Hidup 2020; Siswi SMAN 2 Surabaya
2.⁠ ⁠⁠Adhigana Romzi Prawira – Pangeran II Lingkungan Hidup 2023; Siswa SMAN 11 Surabaya
3.⁠ ⁠⁠Nevan Azka Fiardy – Pangeran Lingkungan Hidup 2024; Siswa SMPN 1 Surabaya

Setiap peserta terdaftar dan mengisi daftar hadir akan mendapatkan sertifikat.
Narahubung Nizamudin 0858-5436-6508 (WA chat only)

Penulis: Mochamad Zamroni

36 thoughts on ““Rekayasa Sumber Daya Air” Webinar Nasional #252, Sabtu (19/7/2025)

  • Juli 17, 2025 pada 11:33
    Permalink

    Terima kasih atas informasinya yang sangat bermanfaat.

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas
  • Juli 17, 2025 pada 13:18
    Permalink

    Saya sudah mendaftar untuk mengikuti webinar ini semoga saya bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat karena webinar tunas hijau selalu memberikan informasi yang sangat penting bagi kita semua 🤗.
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta: 224
    Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit, solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
  • Juli 17, 2025 pada 21:22
    Permalink

    Terimakasih informasinya..dan ditunggu webinarnya hari Sabtu tanggal 19 juli 2025 ..
    Reynando Yudhistira putra
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta 409
    Pengolahan sampah plastik

    Balas
  • Juli 17, 2025 pada 22:15
    Permalink

    Artikel ini membuka wawasan tentang pentingnya rekayasa sumber daya air yang tidak hanya fokus pada infrastruktur, tapi juga memperhatikan ekosistem dan keadilan sosial. Pendekatan terpadu hulu-hilir dan partisipasi masyarakat sangat penting agar pengelolaan air benar-benar berkelanjutan. Semoga semakin banyak kebijakan yang berbasis data dan lingkungan! 💧🌱

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
    • Juli 18, 2025 pada 21:17
      Permalink

      alhamdulillah sdh mendaftar untk ikut webinar sebagai peserta semoga bs menambah ilmu
      Nama : Fatimah Nawal Rahman
      Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
      No. Peserta : 026

      Daur ulang sampah plastik kemasan menjadi produk kerajinan
      Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

      Balas
  • Juli 18, 2025 pada 08:29
    Permalink

    Artikel ini membuka wawasan tentang pentingnya rekayasa sumber daya air yang tidak hanya fokus pada infrastruktur, tapi juga memperhatikan ekosistem dan keadilan sosial.

    nama: Bara Ikmal Ghani
    sekolah: SMPN 38 Surabaya
    nomor peserta: 601
    tujuan proyek: mengurangi sampah organik

    Balas
  • Juli 18, 2025 pada 11:43
    Permalink

    Terima kasih infonya tentang webinar rekayasa sumber daya air, semoga dapat menambah pemahaman tentang pentingnya sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan manusia dan lingkungan.

    Habel Marcelo Eryawan
    237,
    SDN Manukan Wetan IV 616
    Proyek Melestarikan Tanaman Daun Afrika untuk Bumi yang Lebih Sehat

    Balas
    • Juli 18, 2025 pada 22:07
      Permalink

      Air adalah sumber kehidupan yang sangat vital bagi manusia, hewan, tumbuhan, dan seluruh ekosistem. Namun, ketersediaan air bersih kini semakin terancam akibat kerusakan lingkungan, salah satunya karena banyaknya lahan yang rusak atau terbengkalai. Oleh karena itu, pemulihan lahan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kelestarian air.

      Lahan yang rusak, gundul, atau terkontaminasi tidak mampu lagi menyerap dan menyimpan air dengan baik. Akibatnya, air hujan langsung mengalir di permukaan, menyebabkan banjir dan memperparah kekeringan saat musim kemarau. Melalui pemulihan lahan—misalnya dengan menanam pohon, membuat lubang resapan, atau memulihkan ekosistem tanah—kita dapat mengembalikan kemampuan alami tanah untuk menyerap dan menyaring air.

      Tanah yang sehat akan menyimpan air di dalam pori-porinya seperti spons, menjaga kelembapan tanah, dan mengisi kembali air tanah. Vegetasi yang tumbuh di lahan yang dipulihkan juga membantu mencegah erosi, menyaring polutan, dan menjaga siklus air tetap seimbang. Dengan begitu, pemulihan lahan tidak hanya menghijaukan kembali lingkungan, tetapi juga menjadi strategi nyata dalam pelestarian air bersih.

      Menjaga kelestarian air bukan hanya tentang menghemat pemakaian, tetapi juga tentang merawat alam sebagai sistem penyimpanan dan penyaring air alami. Jika kita rawat lahannya, air pun akan tetap tersedia untuk generasi kini dan masa depan.

      Oleh karena itu saya (AISYAH AVICENA RHAZES LAVOISIER dari SMPN 21 SURABAYA) mengambil proyek tentang pemulihan lahan terbengkalai yang saya beri judul :
      DATELA GREEN REVITALIZATION
      .

      Apa sih REVITALIZATION itu?
      Revitalisasi lahan merupakan proses menghidupkan kembali kawasan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan atau terbengkalai menjadi ruang hijau yang produktif dan bermanfaat bagi lingkungan serta masyarakat. Lahan-lahan yang dulunya penuh semak belukar, limbah, atau bekas bangunan rusak, kini dapat disulap menjadi taman, kebun produktif, atau hutan kota melalui tahapan yang terencana.

      Proses ini dimulai dengan identifikasi kondisi lahan, termasuk tingkat kerusakan tanah, keberadaan polusi, dan potensi lingkungan sekitar. Selanjutnya dilakukan pembersihan area dari sampah, limbah berbahaya, atau reruntuhan yang mengganggu. Setelah itu, tanah yang rusak direhabilitasi melalui pengolahan, penambahan bahan organik, atau penggunaan tanaman remediasi untuk memperbaiki kualitas tanah.

      Tahap selanjutnya adalah penanaman vegetasi yang sesuai, baik berupa tanaman peneduh, tanaman pangan, maupun tanaman penghasil komoditas ekonomi seperti sayuran, buah-buahan, atau tanaman herbal. Dalam beberapa kasus, juga dilakukan integrasi dengan sistem pertanian ramah lingkungan seperti pertanian organik, urban farming, atau agroforestry.

      Selain aspek ekologis, revitalisasi lahan juga membawa manfaat sosial dan ekonomi. Lahan hijau produktif dapat menjadi tempat edukasi, ruang komunitas, bahkan sumber pendapatan baru bagi warga sekitar. Program ini juga membantu mengurangi polusi udara, meningkatkan cadangan air tanah, dan menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk.

      Balas
    • Juli 19, 2025 pada 21:08
      Permalink

      Artikel ini membuka wawasan tentang pentingnya rekayasa sumber daya air yang tidak hanya fokus pada infrastruktur, tapi juga memperhatikan ekosistem dan keadilan sosial.

      Nama: Bara Ikmal Ghani
      asal sekolah: SMPN 38 Surabaya
      nomor peserta: 601

      Balas
    • Juli 19, 2025 pada 21:15
      Permalink

      artikel ini sangat berguna dalam menghemat air agar tidak boros

      Nama: Bara Ikmal Ghani
      asal sekolah: SMPN 38 Surabaya
      nomor peserta: 601

      Balas
    • Juli 23, 2025 pada 06:18
      Permalink

      Nama : Abid Maher Ar Rayyan
      Sekolah : SDN KETABANG 1/288 Surabaya
      Proyek : Butong (Budidaya Tanaman Binahong)
      Materi Webinar yg selalu luar biasa dan menambah pengetahuan.

      Balas
  • Juli 18, 2025 pada 13:43
    Permalink

    hai hai sobat sobat semua nya perkenalkan nama aku putri ariesta dewi dari smpn 31 surabaya, saya sebagai peserta Pangeran putri lingkungan hidup 2025 nomor peserta saya adalah 1112
    nah proyek saya adalah “TAMANKU SUBUR BERKAT ECOENZYIM”
    nah itu lah proyek saya, kenapa saya memilih ecoenzim karna ecoenzim banyak manfaatnya
    seandainya sampah organik terbuang sia sia dan tidak di daur ulang nih pasti banyak penyebaran penyakit, nah jadi aku sini mencegah bahaya tersebut dengan cara mendaur ulang sampah organik menjadi ecoenzim

    Webinar ini menjadi wadah yang baik untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan sumber daya air,nah seperti pendekatan terpadu hulu-hilir, analisis ketersediaan air, dan pengelolaan berkelanjutan,nah ini sangat membantu dalam menjaga ketersediaan air bersih dan kualitas lingkungan, terutama di wilayah Surabaya

    Balas
    • Juli 19, 2025 pada 13:19
      Permalink

      Air adalah sumber kehidupan yang sangat vital bagi manusia, hewan, tumbuhan, dan seluruh ekosistem. Namun, ketersediaan air bersih kini semakin terancam akibat kerusakan lingkungan, salah satunya karena banyaknya lahan yang rusak atau terbengkalai. Oleh karena itu, pemulihan lahan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kelestarian air.

      Lahan yang rusak, gundul, atau terkontaminasi tidak mampu lagi menyerap dan menyimpan air dengan baik. Akibatnya, air hujan langsung mengalir di permukaan, menyebabkan banjir dan memperparah kekeringan saat musim kemarau. Melalui pemulihan lahan—misalnya dengan menanam pohon, membuat lubang resapan, atau memulihkan ekosistem tanah—kita dapat mengembalikan kemampuan alami tanah untuk menyerap dan menyaring air.

      Balas
  • Juli 18, 2025 pada 21:18
    Permalink

    alhamdulillah sdh mendaftar untk ikut webinar sebagai peserta semoga bs menambah ilmu
    Nama : Fatimah Nawal Rahman
    Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
    No. Peserta : 026

    Daur ulang sampah plastik kemasan menjadi produk kerajinan
    Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

    Balas
  • Juli 19, 2025 pada 11:33
    Permalink

    Webinar hari ini. Sumber daya air sangat banyak diindonesia. Tapi jika tidak dikelola dengan baik akan tercemar.

    🙋‍♀️: Mazida Shabrina Yasmin
    🏫: SDN WONOKUSUMO 6 SURABAYA
    🔢: 728
    📌: Proyek SERBU(Serbuk Berproyek Horta)

    Balas
  • Juli 19, 2025 pada 20:20
    Permalink

    Webinar ini sangat bermanfaat sekali karena dengan mengikuti webinar saya mendapat banyak ilmu baru yang sebelumnya tidak saya ketahui.

    Saya Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
    No. Pesert 003
    Sekolah di SD Kyai Ibrahim Surabaya
    Judul proyek “Pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi”

    Balas
  • Juli 19, 2025 pada 20:21
    Permalink

    Webinar ini sangat bermanfaat sekali karena dengan mengikuti webinar saya mendapat banyak ilmu baru yang sebelumnya tidak saya ketahui.

    Saya Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
    Nomer Peserta 003
    Sekolah di SD Kyai Ibrahim Surabaya
    Judul proyek “Pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi”

    Balas
  • Juli 19, 2025 pada 21:41
    Permalink

    Air itu penting banget buat manusia, hewan, tumbuhan, bahkan buat bangun rumah juga. Tapi air juga bisa jadi masalah, kayak kekeringan kalau airnya sedikit, atau banjir kalau airnya kebanyakan. Nah, banjir bisa dari hujan deras atau dari laut yang naik (namanya banjir rob).

    Ezra Bintanb Izdihar Kurniawan (SD Kyai Ibrahim Surabaya
    Proyek saya adalah pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi.

    Balas
  • Juli 19, 2025 pada 21:41
    Permalink

    Air itu penting banget buat manusia, hewan, tumbuhan, bahkan buat bangun rumah juga. Tapi air juga bisa jadi masalah, kayak kekeringan kalau airnya sedikit, atau banjir kalau airnya kebanyakan. Nah, banjir bisa dari hujan deras atau dari laut yang naik (namanya banjir rob).

    Ezra Bintanb Izdihar Kurniawan (SD Kyai Ibrahim Surabaya)
    Judul Proyek saya adalah pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi.

    Balas
    • Juli 23, 2025 pada 18:17
      Permalink

      Nama :Seandy putri fitriasari
      Sekolah :SDN mojo III/222 surabaya
      No peserta : 422
      Saya selalu mengikuti webinar nasional 2025 setiap artikel dan materi nya sangat Bermanfaat ” Rekayasa sumber daya air adalah upaya terpadu memanfaatkan air secara optimal guna memenuhi kebutuhan manusia dan lingkungan.

      Salah satu konsep kunci karena webinar tunas hijau selalu memberikan informasi yang sangat penting bagi kita semua 🤗.

      Balas
  • Juli 19, 2025 pada 22:01
    Permalink

    Terima kasih ilmunya. Webinar yg sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan. Sy juga ikut webinar ini.

    Nama : Fathan Alby A
    Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
    Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.

    Halo sobat hijau 🌳
    Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari 🌱

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 11:06
    Permalink

    Terima kasih atas informasinya yang sangat bermanfaat.

    Saya Muhammad Alby Maulidan dari SDN kaliasin 5, proyek saya membuat pupuk organik dari kulit bawang

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 12:09
    Permalink

    Artikel ini sangat membuka wawasan tentang pentingnya menjaga dan merekayasa sumber daya air secara berkelanjutan 🌍💧. Rekayasa air tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga bagaimana kita merawat lahan, menjaga vegetasi, dan memanfaatkan tumbuhan lokal sebagai sistem alami penyerap serta penyaring air hujan. Melalui pendekatan ini, kita bisa mencegah banjir, kekeringan, dan memperkuat ketahanan lingkungan.

    Aku jadi semakin semangat untuk ikut berkontribusi menjaga bumi! 🌱
    📌 Nama: Nashifah Kamilia Arsya Salsabila
    🏫 Sekolah: SMP Negeri 3 Mejayan
    🔢 Nomor Peserta: 1464
    🌿 Proyekku: GREEN-HARVEST (Gerakan Rekayasa Air dan Vegetasi untuk Hutan dan Sawah Tangguh)
    📄 Penjelasan: Proyek ini berfokus pada pemanfaatan lahan kosong di sekitar sekolah untuk ditanami tanaman seperti serai dan pandan yang bisa membantu menyerap air, mencegah erosi, serta menjaga kelembapan tanah. Harapannya, proyek ini bisa menjadi solusi alami menghadapi krisis air sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya vegetasi dalam siklus air.

    Yuk, kita jaga air untuk masa depan yang lebih lestari! 🌧️🌿
    Salam bumi, pasti Lestari! 💚

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 12:17
    Permalink

    Halo sobat hijau! 🌱
    Salam bumi, pasti Lestari! 🌍💧

    Saya sangat terinspirasi dari artikel dan komentar-komentar sebelumnya yang membahas pentingnya rekayasa sumber daya air dan pelestarian lingkungan melalui pendekatan alami. Inovasi berbasis alam bukan hanya menjaga keseimbangan ekosistem, tapi juga membuka peluang solusi ramah lingkungan yang bermanfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari.

    📌 Nama: Nashifah Kamilia Arsya Salsabila
    🏫 Sekolah: SMP Negeri 3 Mejayan
    🔢 Nomor Peserta: 1464
    🌿 Proyek: BION AMOS (Bio Lotion Anti Mosquito)

    📄 Penjelasan Proyek:
    BION AMOS adalah inovasi lotion anti nyamuk alami yang dibuat dari minyak atsiri serai, kulit jeruk, dan daun pandan. Bahan-bahan ini mengandung senyawa alami yang terbukti efektif mengusir nyamuk serta aman digunakan di kulit, tanpa bahan kimia sintetis. Selain berfungsi sebagai perlindungan dari penyakit akibat nyamuk, proyek ini juga mendorong pemanfaatan tumbuhan lokal dan limbah organik menjadi produk bernilai guna tinggi.

    🌿 Melalui proyek ini, saya ingin mengajak teman-teman untuk lebih mengenal potensi tanaman di sekitar kita sebagai solusi ramah lingkungan. Harapannya, BION AMOS dapat menjadi alternatif sehat, ekonomis, dan ekologis bagi masyarakat, sekaligus langkah nyata menjaga kelestarian alam.

    Dukung terus ya proyekku!
    Bersama kita jaga bumi, mulai dari langkah kecil namun bermakna 💚
    #BIONAMOS #MinyakAtsiriAlami #PutraPutriLH2025 #SMPN3Mejayan #SalamHijau #AntiNyamukAlami

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 13:47
    Permalink

    Halo haii shobat hijau

    Perkenalkan biodata diri saya dulu yaaa

    👌🏻NAMA : MUHAMMAD HAKAM YASIN
    🏫SEKOLAH : SMP NEGERI 46 SURABAYA
    💻PROYEK : nahh shobat hijau pasti kalian belum kenal kan sama proyek aku kalau aku jelasin simak baik baik ya jadi proyek aku yaitu BUDIDAYA BUNGA TELANG YANG SAYA BERI NAMA TEATEL

    Webinar ini menjadi wadah yang baik untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan sumber daya air, nah seperti pendekatan terpadu hulu-hilir, analisis ketersediaan air, dan pengelolaan berkelanjutan, nah ini sangat membantu dalam menjaga ketersediaan air bersih dan kualitas lingkungan, terutama di wilayah Surabaya

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 19:45
    Permalink

    Webinar Tunas Hijau #252 bahas ‘Rekayasa Sumber Daya Air’—nyambung banget soal keadilan, ketahanan, dan pemanfaatan air berkelanjutan. Cocok banget buat kamu yang peduli masa depan air

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 20:35
    Permalink

    💧 Air: Sumber Kehidupan yang Tak Tergantikan, Tapi Rentan
    Webinar ini menegaskan bahwa rekayasa sumber daya air bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi ikhtiar menyelamatkan masa depan. Pendekatan hulu-hilir, konservasi, dan penggunaan teknologi canggih seperti sistem hidrologi real-time jadi kunci agar air tetap mengalir—adil dan berkelanjutan.

    🌱 Di tengah perubahan iklim, kita butuh rekayasa yang berpihak pada ekosistem, bukan hanya betonisasi. Solusinya bukan hanya teknis, tapi juga sosial dan ekologis. Air bukan milik satu generasi saja—ia harus diwariskan, bukan dihabiskan.

    🌍 Rainwater harvesting, perlindungan daerah resapan, dan efisiensi penggunaan air harus menjadi budaya. Bukan pilihan, tapi keharusan.

    Mari dukung pengelolaan air yang adil dan lestari. Karena air bukan hanya tentang irigasi atau mandi pagi, tapi tentang kehidupan dan keadilan antar generasi.

    Kenzo Anugrah Rahmadhan
    567 | SMPN 26 Surabaya
    Proyek: EGGSELENT – Dari Cangkang Telur Jadi Solusi, Bukan Polusi 🥚🌿
    #pangeranputrilh2025SMP_567 #SMPN26Surabaya #AksiUntukBumi #RekayasaAirLestari

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 15:02
    Permalink

    bagus dan sangat menginspirasi sekali

    Proyek saya yaitu membudidayakan bunga Telang serta Pemanfaatannya, di tahap dua ini saya sudah menanam biji Telang ke dalam 400 polyback, untuk ide pemanfaatan yang ingin saya buat yaitu memajukan ekonomi rakyat dengan membuat produk olahan bunga Telang yaitu minuman herbal, serta membuatmakanan yang di sukai oleh anak muda

    Muhammad Raffa Zamzani | SMP negeri 9 Surabaya

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 15:33
    Permalink

    Upaya mitigasi banjir di Surabaya sangat bergantung pada proyek-proyek rekayasa sumber daya air yang konkret, di antaranya:
    • Normalisasi Saluran/Sungai:
    o Apa itu: Pengerukan sedimen, pelebaran, dan perkuatan dinding sungai atau saluran air.
    o Tujuan: Meningkatkan kapasitas tampung dan kecepatan aliran air, sehingga mengurangi risiko air meluap ke daratan saat curah hujan tinggi.
    • Pembangunan Bozem (Waduk Penampung):
    o Apa itu: Pembangunan kolam atau waduk retensi di area-area strategis.
    o Tujuan: Berfungsi sebagai “parkir air” sementara. Bozem menampung air hujan dalam jumlah besar, menahannya, dan melepaskannya secara bertahap ke sistem drainase utama. Ini mencegah sistem drainase menjadi kelebihan beban secara tiba-tiba.
    • Optimalisasi Rumah Pompa:
    o Apa itu: Pemasangan dan pemeliharaan stasiun pompa di titik-titik rawan genangan, terutama di area yang lebih rendah dari permukaan laut atau sungai.
    o Tujuan: Memompa air dari area yang tergenang ke saluran pembuangan yang lebih tinggi, mempercepat surutnya banjir.

    DB. Abisatya
    SD-319
    SDN Rangkah VI Surabaya
    Pengolahan Sampah Organik

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 20:45
    Permalink

    dari webinar ini dapat menjadi wadah yang baik untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan sumber daya air, nah seperti pendekatan terpadu hulu-hilir, dan pengelolaan berkelanjutan, nah ini sangat membantu dalam ketersediaan air bersih dan kualitas lingkungan, terutama di wilayah Surabaya

    Nama : Davin Alemezar Jethro Islami
    Asal : SMP NEGERI 1 SURABAYA
    No : 447
    Proyek : Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk NPK Organik Cair

    Balas
  • Juli 24, 2025 pada 15:54
    Permalink

    sangat bermanfaat sekali zoomnya, untuk kamu para generasi muda menjadi lebih tahu

    nama Andita Karenina
    no urut 1376
    judul proyek telang bunga cantik yang bikin kita cantik

    Balas
  • Juli 25, 2025 pada 23:17
    Permalink

    webinarnya sangat bermanfaat kakak nara sumbernya keren keren dan kaka moderatornya hebat hebatt tetap semangat sobat hijau

    ajeng chaesa setia rahayu/1034
    smpn 24 surabaya
    eco.grow(pupuk eceng gondok)

    Balas
  • Juli 28, 2025 pada 07:42
    Permalink

    Rekayasa Sumber Daya Air sangat penting untuk keberlanjutan kehidupan manusia dan lingkungan.

    Nama : Akifa Maulidya
    Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
    Nomor peserta : 698
    Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • Agustus 2, 2025 pada 07:16
    Permalink

    Rekayasa Sumber Daya Air sangat penting untuk keberlanjutan kehidupan manusia dan lingkungan.

    nama ibrahim tubagus maulana
    sekolah sdn jemur wonosari 1
    judul proyek minyak jelantah
    no 115

    Balas
  • September 26, 2025 pada 18:19
    Permalink

    Rekayasa sumber daya air adalah upaya terpadu untuk merancang, mengelola, dan memanfaatkan air secara optimal guna memenuhi kebutuhan manusia dan lingkungan.

    saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *