Sampah Jadi Energi: Indonesia Masuki Babak Baru Pengelolaan Lingkungan dan Energi Nasional
Indonesia tengah memasuki babak baru dalam pengelolaan sampah nasional. Melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2025 (Perpres 109/2025), pemerintah menegaskan langkah strategisnya mengubah paradigma lama: dari “sampah sebagai beban” menjadi “sampah sebagai sumber daya energi terbarukan”. Kebijakan ini menjadi momentum penting dalam mempercepat transisi menuju sistem pengelolaan lingkungan dan energi yang modern, efisien, serta berkelanjutan.
Diterbitkannya Perpres ini bukan tanpa alasan. Sampah perkotaan telah menjadi persoalan mendesak di berbagai wilayah Indonesia, menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), mencemari tanah dan air, serta mengancam kesehatan masyarakat. Melalui regulasi baru ini, pemerintah berupaya menjawab kedaruratan tersebut dengan pendekatan ilmiah dan teknologi hijau.
“Penanganan sampah menjadi energi terbarukan ini merupakan langkah nyata menuju transformasi sistem pengelolaan sampah nasional yang berbasis teknologi ramah lingkungan. Kita ingin memastikan timbulan sampah di daerah dapat diolah sesuai dengan kaidah lingkungan yang baik dan energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari energi bersih,” ujar Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq.
Jika dibandingkan dengan Perpres Nomor 35 Tahun 2018 yang lebih berfokus pada percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di 12 kota, Perpres 109/2025 membawa lompatan besar. Kini, kebijakan tersebut memperluas cakupan ke seluruh daerah yang memenuhi kriteria teknis dan lingkungan.
Selain memperluas wilayah sasaran, Perpres baru ini juga memperkuat aspek investasi dan tata kelola. Pemerintah menugaskan peran strategis kepada Badan Usaha Pengembang dan Pengelola PSEL (BUPP PSEL) serta mempercepat perizinan dan pendanaan agar proyek dapat berjalan efisien. Salah satu insentif utama adalah penetapan tarif listrik tetap sebesar USD 0,20 per kWh selama 30 tahun, disertai kewajiban PT PLN membeli hasil listrik dari olahan sampah.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan jaminan kepastian investasi dan keberlanjutan proyek. Skema tersebut diharapkan mampu menarik minat investor, menciptakan lapangan kerja hijau, serta memperkuat transisi energi nasional menuju Net Zero Emission 2060.
Bagi pemerintah daerah, kebijakan ini membawa dua tanggung jawab utama: menyediakan lahan untuk pembangunan fasilitas Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dan memastikan pasokan serta pengangkutan sampah berjalan berkelanjutan. Kolaborasi lintas kementerian dan lintas sektor menjadi kunci sukses implementasi di lapangan.
“Perpres 109 Tahun 2025 adalah wujud komitmen pemerintah dalam memastikan pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan. Melalui dukungan investasi hijau, kolaborasi lintas sektor, dan peran aktif pemerintah daerah, kita menata arah baru menuju Indonesia yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tegas Menteri Hanif.
Fokus utama implementasi Perpres ini akan diarahkan pada kota metropolitan dan kota besar dengan timbulan sampah harian di atas 1.000 ton serta TPA yang sudah melampaui kapasitas. Teknologi pengolahan yang diterapkan diharapkan mampu mereduksi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik, biogas, biofuel, hingga bahan bakar minyak terbarukan.
Dengan strategi pengelolaan dari hulu ke hilir — mulai dari pengurangan dan pemilahan di sumber, pengembangan fasilitas ekonomi sirkular, hingga pengolahan berbasis energi bersih — pemerintah bertekad membawa Indonesia keluar dari krisis sampah dan menuju ekonomi hijau yang berdaya saing global.
Pada akhirnya, Perpres 109/2025 bukan sekadar produk hukum. Ia adalah simbol perubahan arah kebijakan nasional — dari sekadar mengelola sampah menjadi membangun masa depan energi bersih. Dari tumpukan sampah, Indonesia kini menyalakan harapan menuju negeri yang bersih, mandiri energi, dan berkelanjutan.


Berita ini sangat bermanfaat dan mengispirasi banyak orang🤩
Indonesia memasuki babak baru! 🌟💚 Dengan komitmen kuat pada energi terbarukan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, Indonesia siap menghadapi tantangan masa depan. Inovasi, kolaborasi, dan kesadaran masyarakat akan menjadi kunci sukses. Mari kita dukung transisi menuju Indonesia yang lebih hijau dan sejahtera!
nama: Bara Ikmal Ghani
sekolah: SMP negeri 38 sby
nomor peserta: 601
proyek: mengolah sampah organik🌿
Sampah Jadi Energi: Indonesia Masuki Babak Baru Pengelolaan Lingkungan dan Energi Nasional
Penanganan sampah menjadi energi terbarukan ini merupakan langkah nyata menuju transformasi sistem pengelolaan sampah nasional yang berbasis teknologi ramah lingkungan
Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..
Nama : Naysia Aqila Andriani
Sekolah : SDN Ngagelrejo3
No peserta: 428
Proyek budi daya sereh
proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh
🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_
Indonesia Kini Memesuki babak baru dalam pengelolaan sampah nasional karena dengan (Perpres 109/2025) Pemerintah menegaskan Langkah Strategisnya dengan Mengubah Paradigma Lama Menjadi paradigma Baru yaitu “Sampah sebagai energi yang terbarukan) dan dengan Regulasi baru ini pemerintah berupaya Menjawab kedaruratan tersebut dengan Pendekatan ilmiah dan Teknologi hijau
Nama Gede Kesawa Desvananda Sasmita
No Peserta 595
Judul Proyek Biobox Maggot Solusi Daur Upang Sampah organik rumah tangga menjadi Emas Hitam
Indonesia Kini Memesuki babak baru dalam pengelolaan sampah nasional karena dengan (Perpres 109/2025) Pemerintah menegaskan Langkah Strategisnya dengan Mengubah Paradigma Lama Menjadi paradigma Baru yaitu “Sampah sebagai energi yang terbarukan) dan dengan Regulasi baru ini pemerintah berupaya Menjawab kedaruratan tersebut dengan Pendekatan ilmiah dan Teknologi hijau
From Zero to Hero
Dari Sampah Menjadi Energi.
Solusi yang bisa memutus mata rantai permasalahan sampah yang gak berujung.
Sangat menginspirasi dan semoga berkelanjutan.
Bismillah kenalin
Namaku: Medina Dyah Kurniasari
Dari : SDN Simolawang KIP 156 Surabaya
Nomer peserta: 686
Proyekku “Budidaya Bunga Telangku Menyelamatkan Bumi”
Memang pada dasarnya sampah harus diolah supaya kemanfaatan bisa maksimal.
Semangat
Ayesha Medina
No Peserta 618
SDN SEMOLOWARU 1/261
Maggot bsf si Hewan Ajaib Sahabat Lingkungan
Semoga dapat menjadikan lingkungan lebih baik dan mengurangi pencemaran lingkungan.
Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
No.Peserta: 218
Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.
Salam Bumi Pasti Lestari!
Salam Zero Waste!
semoga lingkungan kita menjadi lebih baik
Nama: Keisya Azellia Putri
Sekolah: SMPN 38 Surabaya
Nomor Peserta: 1142
Judul Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
Penjelasan: Proyek ini bertujuan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk menanam tanaman obat sambung nyawa. Tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan dan bisa menjadi alternatif pengobatan alami. Proyek ini juga mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui edukasi, daur ulang, dan kegiatan berkebun bersama. Saat ini, penanaman sudah dimulai di rumah dan sekolah, serta dibagikan ke lingkungan sekitar. Target ke depan adalah memperluas penanaman dan melibatkan lebih banyak orang, terutama anak muda, sebagai agen perubahan hijau.
Semoga Indonesia segera menjadi negeri yg bersih, mandiri energi, dan berkelanjutan. Yuk kita dukung program pemerintah untuk selalu menjaga lingkungan dan mengolah sampah dengan bijak, agar negara tercinta kita Indonesia ini menjadi negara yg merdeka dari sampah.
Nama : Fathan Alby A
Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.
Halo sobat hijau 🌳
Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
Salam bumi, pasti lestari 🌱
Sampah menjadi energi terbarukan menjadi salah satu terobosan Indonesia untuk menanggulangi sampah yang hingga saat ini menjadi masalah dunia.
penanganan sampah yang baik akan mengurangi emisi gas rumah kaca yang berbahaya bagi kelangsungan hidup.
Nama : Padizha Nikeisyandria Aisyzarra
Sekolah : SMP N 4 SURABAYA
Judul Proyek : BUMAZAA
“Wow, keren banget! 😍 Akhirnya pengelolaan sampah di Indonesia naik level. Semoga makin banyak kota yang ikut terinspirasi #ZeroWaste #EnergiHijau”
Nama:Messa eko putri
Sekolah:SDN Airlangga 1/198 Surabaya
Proyek:Budidaya Lidah buaya
Langkah maju yang signifikan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek teknologi, ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta kolaborasi kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Akifa Maulidya – 698
SDN Tandes Kidul 1
Budidaya organik tanaman kale
Upaya luar biasa dari pemerintah yng wajib kita dukung sepenuhnya. Melalui regulasi baru ini, pemerintah berupaya menjawab kedaruratan tersebut dengan pendekatan ilmiah dan teknologi hijau.
Mengelola sampah menjadi membangun masa depan energi bersih. Bebas dari tumpukan sampah, Indonesia kini menyalakan harapan menuju negeri yang bersih, mandiri energi, dan berkelanjutan. Pasti Bisaa…
Salam Bumi Pasti Lestari
Rah Handaru Hatmaji Marsudi
SMP Negreri 1 Surabaya/453
Taman Si Vieria