Sampah Sebanyak 1 Truk Dikumpulkan dari Area Mangrove Tambak Wedi

Aksi Bersih Pantai seri#133 kembali diselenggarakan oleh Tunas Hijau di area mangrove Tambak Wedi, Minggu (14/1/2024). Sekitar 260 orang relawan ikut serta pada aksi bersih pantai ini. Sampah sebanyak 1 dump truck berhasil dikumpulkan pada aksi bersih pantai ini. 

Sebagian besar sampah itu adalah batang dan ranting pohon, serta beragam sampah plastik. “Sampah-sampah tersebut kalau dilihat dari pola berkumpulnya di pesisir ini sebelumnya terbawa melalui pasang air laut,” kata Aktivis Senior dan Presiden Tunas Hijau Mochamad Zamroni.

Ditambahkan oleh Arif Dwi Susanto, guru pembina lingkungan hidup SDN Rungkut Menanggal I Surabaya, sampah yang dibuang langsung orang yang lalu lalang di pantai ini juga nampak. Di antara sampah yang langsung dibuang ke lokasi ini adalah popok bayi. 

Muhammad Afiq Isyraq bersama keluarganya berpose dengan papan bertuliskan “Dilarang buang sampah di sini”

“Saya hampir selalu ikut bersih pantai setiap akhir pekan. Kecenderungan pantai memang selalu kotor setelah akhir pekan sebelumnya dibersihkan. Tidak hanya sampah yang dibawa oleh laut yang mengotori pantai-pantai ini, namun juga sampah yang dibuang langsung oleh masyarakat,” tambah Arif Dwi Susanto.

Nampak di antaranya Muhammad Afiq Isyraq, siswa SDIT Permata Surabaya, bersama kedua orang tua dan adiknya. Afiq Isyraq merupakan Juara I Keluarga Sadar Iklim dan Tanggap Bencana Nasional 2023. Nampak juga Gayatri Kayla, juara I Keluarga Sadar Iklim Surabaya Eco School 2023; Reynando Yudhistira Putra, juara II Keluarga Sadar Iklim Surabaya Eco School 2023. 

Pangeran Lingkungan Hidup 2023 SMP Iqbal Fajar, Pangeran LH 2023 SD Dimas Abhiyasa Wibowo, Putri LH 2023 Aisyah Avicena dan paguyuban pangeran putri lingkungan hidup 2023. Tim sekolah juga banyak yang ikut serta pada aksi bersih pantai ini.

Tim relawan dari SMPN 11 Surabaya dengan 59 orang. SMPN 11 Surabaya adalah juara I Surabaya Eco School 2023

Tim sekolah yang ikut serta adalah SDN Rungkut Menanggal I (5 orang), SDN Nginden Jangkungan I (5 orang), SDN Lidah Kulon 1 (3 orang), SDN Pacarkeling I (5 orang), SDN Ketabang I (5 orang), SDN Wiyung I (3 orang), SDN Kendangsari I (10 orang), dan ⁠SDN Kendangsari II (10 orang). Tim sekolah lain yang ikut serta adalah SMPN 33 (14 orang), SMPN 9 (32 orang), SMPN 3 (37 orang) SMPN 7 (47 orang), SMPN 29 (38 orang), SMPN 11 (59 orang). 

Penulis: Zamroni

2 thoughts on “Sampah Sebanyak 1 Truk Dikumpulkan dari Area Mangrove Tambak Wedi

  • Agustus 31, 2024 pada 21:30
    Permalink

    Semoga warga kita bisa menyadari arti pentingnya menjaga lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan

    Nama: Rafandra Azka Pradipta
    Sekolah: SD Kyai Ibrahim Surabaya
    No Peserta: 003
    Judul Proyek: Pemanfaatan Limbah Plastik untuk Budidaya Bayam Brazil sebagai upaya mendukung Program Ketahanan Pangan

    Tujuan proyek saya, untuk mengurangi limbah plastik di lingkungan, juga membudidayakan Bayam Brazil supaya masyarakat bisa mandiri mempunyai tanaman sayur yang selalu ada di rumahnya sebagai wujud program Ketahanan Pangan.

    Balas
  • Juli 9, 2025 pada 19:29
    Permalink

    Kegiatan bersih pantai di Tambak Wedi ini patut diapresiasi karena berhasil melibatkan banyak orang dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, guru, dan keluarga. Jumlah sampah yang terkumpul sampai satu truk penuh menunjukkan bahwa masalah sampah di area pesisir masih sangat serius, terutama di sekitar ekosistem mangrove.

    Saya perhatikan dari kegiatan ini bahwa sampah di pesisir bukan hanya datang dari laut, tapi juga dari kebiasaan buruk sebagian orang yang masih membuang sampah sembarangan, termasuk popok bayi. Sampah seperti ini bisa sangat mencemari lingkungan dan membahayakan ekosistem mangrove yang menjadi rumah bagi banyak biota laut.

    Mangrove sendiri adalah tanaman penting karena berfungsi menyerap karbon, menahan abrasi, dan tempat tinggal berbagai hewan laut. Kalau area mangrove terus tercemar, maka fungsinya juga akan terganggu. Oleh karena itu, aksi bersih pantai seperti ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi juga bagian dari perlindungan kawasan penting untuk iklim dan keanekaragaman hayati.

    Saya senang melihat banyak sekolah yang ikut serta dalam kegiatan ini. Artinya, kesadaran lingkungan mulai tumbuh dari usia dini. Dalam proyek saya EcoGeniuz Pillow, saya juga belajar bahwa aksi nyata seperti ini lebih berdampak jika dilakukan bersama-sama dan berkelanjutan. Tidak cukup hanya membersihkan, tapi juga perlu edukasi dan perubahan kebiasaan.

    Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan secara rutin dan bisa ditiru di tempat-tempat lain. Kalau semua orang ikut peduli, lingkungan bisa menjadi lebih bersih dan sehat untuk semua makhluk.

    Nama: Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
    Sekolah: SMP Negeri 1 Surabaya
    No. Urut: 451
    Proyek: EcoGeniuz Pillow dan Penanaman Mangrove

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *