Surabaya Gencarkan Edukasi Kebencanaan di 5 Titik Setiap Harinya

Edukasi kebencanaan kepada seluruh kelurahan di Surabaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya. “Edukasi kebencanaan kepada 153 kelurahan se Surabaya itu tuntas terealisasi tahun 2022 – 2024,” kata Irvan Widyanto, Kepala BPBD Kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (16/7/2025).

Edukasi kebencanaan kepada warga melalui kelurahan se Surabaya itu direalisasikan dengan mengundang 2 orang perwakilan tiap RW. Pelaksanaannya di Gedung Siola Surabaya. “Jenis bencana yang difokuskan dalam edukasi tersebut berdasarkan potensi bencana di setiap lokasi,” tambah Irvan Widyanto.

“Umumnya potensi bencana di Surabaya adalah bencana banjir, kebakaran dan gempa bumi. Warga yang diminta mengidentifikasinya berdasarkan kejadian sebelumnya dan potensi saat ini,” tutur mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya ini.

BPBD Kota Surabaya juga terus mengedukasi kebencanaan pada satuan pendidikan. Dengan jumlah satuan pendidikan yang lebih dari 1000, realisasinya secara bertahap. “Edukasi kebencanaan kepada seluruh SMP negeri dan swasta telah dilakukan selama tahun 2023. Tim BPBD mendatangi seluruh SMP se Surabaya itu bergantian setiap harinya,” ujar Irvan Widyanto.

Untuk satuan pendidikan SD negeri dan swasta baru menyasar 400 SD selama tahun 2024. “Pada tahun 2025 ini, seluruh madrasah negeri dan swasta serta SD sisanya ditargetkan tuntas mendapatkan edukasi kebencanaan,” tutur mantan Camat Rungkut ini. Sehari ada 5 tim yang menyebar ke satuan pendidikan berbeda secara bersamaan.

Irvan menyampaikan bahwa kejadian gempa pada Maret 2024 lalu menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengetahui cara menyikapinya. “Banyak masyarakat bingung harus berbuat apa saat gempa itu terjadi. Kebingungan itu banyak disampaikan kepada tim edukasi kebencanaan BPBD Kota Surabaya saat di lapangan,” pungkas Irvan. 

Penulis: Mochamad Zamroni

47 thoughts on “Surabaya Gencarkan Edukasi Kebencanaan di 5 Titik Setiap Harinya

  • Juli 17, 2025 pada 21:19
    Permalink

    Edukasi dan pelatihan tentang tanggap bencana dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko bencana dan cara-cara menghadapinya, sehingga mereka lebih siap dan mampu bertindak saat terjadi bencana..
    Semoga kita selalu diberikan kesehatan..keselamatan ..dan dijauhkan dari musibah .amin
    Reynando Yudhistira putra
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta 409
    Pengolahan sampah plastik

    Balas
    • Juli 23, 2025 pada 15:51
      Permalink

      bermanfaat bangett🦋🦋

      saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris

      berkomentar bahwa hal ini dapat menginspirasi bahwa pentingnya bagi kami para remaja muda untuk merawat dan membersihkan lingkungan❤❤

      Balas
  • Juli 17, 2025 pada 22:12
    Permalink

    Langkah BPBD Surabaya dalam mengedukasi kebencanaan ke seluruh kelurahan dan satuan pendidikan patut diapresiasi! Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, apalagi setelah kejadian gempa Maret 2024. Semoga target edukasi ke semua SD dan madrasah bisa tercapai tahun ini! 🌍💪🏻

    Balas
  • Juli 17, 2025 pada 22:13
    Permalink

    Langkah BPBD Surabaya dalam mengedukasi kebencanaan ke seluruh kelurahan dan satuan pendidikan patut diapresiasi! Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, apalagi setelah kejadian gempa Maret 2024. Semoga target edukasi ke semua SD dan madrasah bisa tercapai tahun ini! 🌍💪🏻

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Juli 18, 2025 pada 08:26
    Permalink

    Pelatihan bagaimana dalam menghadapi bencana dapat meningkatkan kesadaran, menambah pengetahuan masyarakat mengenai risiko bencana dan cara-cara menghadapinya, sehingga mereka lebih siap dan mampu bertindak
    saat terjadi bencana dan hal ini mengurangi resiko korban jiwa yang banyak

    Balas
  • Juli 18, 2025 pada 11:37
    Permalink

    Mantap….terima kasih paparannya membuat lebih waspada terhadap bencana

    Habel Marcelo Eryawan
    237,
    SDN Manukan Wetan IV 616
    Proyek Melestarikan Tanaman Daun Afrika untuk Bumi yang Lebih Sehat

    Balas
  • Juli 18, 2025 pada 11:51
    Permalink

    Edukasi kebencanaan ini sangat penting dan dibutuhkan oleh warga Surabaya karena Surabaya rawan akan bencana. Kita harus selalu tetap waspada!!!!
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta: 224
    Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit, solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
  • Juli 18, 2025 pada 12:42
    Permalink

    Dengan adanya edukasi tentang bencana maka masyarakat lebih paham cara mengatasi apabila terjadi bencana seprti banjir, kebakaran dan gempa bumi..

    Tevy Janeeta Adriana dari SDN Pakis :/372 Surabaya dengan nomor peserta 498 proyek budidaya Binahong merah

    Balas
    • Juli 23, 2025 pada 13:33
      Permalink

      Wah, keren banget! Surabaya benar-benar komit mengedukasi masyarakat setiap hari di lima titik berbeda. Langkah kecil tapi konsisten seperti ini yang bikin kota lebih tangguh. Salut buat Bapak Wali Kota dan BPBD!

      Nama: Keisya Azellia Putri
      Sekolah: SMPN 38 Surabaya
      Nomor Peserta: 1142
      Judul Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
      Penjelasan: Proyek ini bertujuan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk menanam tanaman obat sambung nyawa. Tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan dan bisa menjadi alternatif pengobatan alami. Proyek ini juga mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui edukasi, daur ulang, dan kegiatan berkebun bersama. Saat ini, penanaman sudah dimulai di rumah dan sekolah, serta dibagikan ke lingkungan sekitar. Target ke depan adalah memperluas penanaman dan melibatkan lebih banyak orang, terutama anak muda, sebagai agen perubahan hijau.

      Balas
  • Juli 18, 2025 pada 14:37
    Permalink

    Nama: Tisya Ayodya Prameswari
    Asal : SDI Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya
    Proyek: ECOZY (Eco Enzyme)
    Capaian: Saya telah membuat Eco Enzyme sebanyak 590,4 kg

    Balas
  • Juli 18, 2025 pada 18:14
    Permalink

    menurutku aksi ini sangat berguna bagi keselamatan hewan dan ekosistem lainnya, teruskan perkembangan seperti ini.

    nama: Bara Ikmal Ghani
    nomor peserta: 601
    proyek: mengolah sampah organik
    asal sekolah: SMPN 38 Surabaya

    Balas
  • Juli 18, 2025 pada 18:43
    Permalink

    Wah sangat berfaedah sekali.. Sosialisasi mengenai waspada bencana bersama warga Surabaya. Semoga warga Surabaya dapat berkontribusi lebih dalam mengatasi bencana alam dan semakin kuat dalam pengetahuan untuk mengatasi bencana alam.

    Nama : Nayla Nafisa Nufi
    Sekolah : SMPN 11 Surabaya
    Proyek : Budidaya Kombucha

    Balas
  • Juli 18, 2025 pada 21:20
    Permalink

    edukasi dan pelatihan terhadap bencana alam sangat penting untuk melatih masyarakat agar sigap dan tanggap thd bencana
    Nama : Fatimah Nawal Rahman
    Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
    No. Peserta : 026

    Daur ulang sampah plastik kemasan menjadi produk kerajinan
    Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

    Balas
    • Juli 18, 2025 pada 21:56
      Permalink

      Mitigasi bencana gempa dimulai dengan penyuluhan dan edukasi masyarakat mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi.

      Dengan mitigasi yang tepat, kita bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa, meminimalkan kerusakan infrastruktur, dan mempercepat proses pemulihan pascabencana. Misalnya, simulasi evakuasi di sekolah dan lingkungan padat penduduk bisa melatih masyarakat agar tidak panik saat gempa.

      Salam,
      AISYAH AVICENA RHAZES LAVOISIER
      SMPN 21 SURABAYA
      Project :
      DATELA GREEN REVITALIZATION

      Revitalisasi lahan merupakan proses menghidupkan kembali kawasan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan atau terbengkalai menjadi ruang hijau yang produktif dan bermanfaat bagi lingkungan serta masyarakat. Lahan-lahan yang dulunya penuh semak belukar, limbah, atau bekas bangunan rusak, kini dapat disulap menjadi taman, kebun produktif, atau hutan kota melalui tahapan yang terencana.

      Proses ini dimulai dengan identifikasi kondisi lahan, termasuk tingkat kerusakan tanah, keberadaan polusi, dan potensi lingkungan sekitar. Selanjutnya dilakukan pembersihan area dari sampah, limbah berbahaya, atau reruntuhan yang mengganggu. Setelah itu, tanah yang rusak direhabilitasi melalui pengolahan, penambahan bahan organik, atau penggunaan tanaman remediasi untuk memperbaiki kualitas tanah.

      Tahap selanjutnya adalah penanaman vegetasi yang sesuai, baik berupa tanaman peneduh, tanaman pangan, maupun tanaman penghasil komoditas ekonomi seperti sayuran, buah-buahan, atau tanaman herbal. Dalam beberapa kasus, juga dilakukan integrasi dengan sistem pertanian ramah lingkungan seperti pertanian organik, urban farming, atau agroforestry.

      Selain aspek ekologis, revitalisasi lahan juga membawa manfaat sosial dan ekonomi. Lahan hijau produktif dapat menjadi tempat edukasi, ruang komunitas, bahkan sumber pendapatan baru bagi warga sekitar. Program ini juga membantu mengurangi polusi udara, meningkatkan cadangan air tanah, dan menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk.

      Balas
    • Juli 23, 2025 pada 22:03
      Permalink

      Edukasi tanggap bencana

      Balas
  • Juli 19, 2025 pada 06:56
    Permalink

    Mitigasi bencana gempa di mulai dengan penyuluhan dan edukasi masyarakat mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi.

    Nama:Fernanda salma Basiru
    Sekolah:SDN krembangan selatan VII
    No. Peserta:306
    Proyek:budidaya lidah buaya

    Balas
    • Juli 23, 2025 pada 22:04
      Permalink

      Tindakan tanggal bencana

      Balas
    • Juli 23, 2025 pada 22:04
      Permalink

      Tindakan tanggap bencana

      Balas
  • Juli 19, 2025 pada 11:03
    Permalink

    Sekolah saya sudah kedatangan BPBD. Dan sudah dilakukan simulasi mitigasi bencana disekolah. Di Surabaya memang berpotensi terjadinya gempa bumi, tsunami, dan lainnya.

    🙋‍♀️: Mazida Shabrina Yasmin
    🏫: SDN WONOKUSUMO 6 SURABAYA
    🔢: 728
    📌: Proyek SERBU(Serbuk Berproyek Horta)

    Balas
  • Juli 19, 2025 pada 13:56
    Permalink

    trimakasii atas informasi tersebut jadi edukasi mengenai hal tersebut itu sangat penting bagi masyarakat agar lebih waspada
    saya putri ariesta dewi peserta pangput lh w2026 nomor urut 1112 dari smpn 31 surabaya proyek saya adalah TAMAN KU SUBUR BERKAT ECOENZYIM

    Balas
  • Juli 19, 2025 pada 17:17
    Permalink

    Pelatihan bencana bencana juga perlu dilatih kenapa dikarenakan kita tidak tau kapan bencana akan datang nah mulai dari situlah kita wajib mengetahui cara menyelamatkan diri , barang apa saja yang dibawa saat bencana terjadi , dan lain lainnya saat bencana terjadi kita mencari tempat yang sekiranya aman dan berdoalah kepada Allah SWT agar dirimu bisa selamat

    Kayla Ayu Anindya
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta: 710
    Proyek:MOL MAGIC WATER

    🌍🪴Salam bumi pasti lestari 🪴🌍

    Balas
  • Juli 19, 2025 pada 20:52
    Permalink

    Umumnya potensi bencana di Surabaya adalah bencana banjir, kebakaran dan gempa bumi. Warga yang diminta mengidentifikasinya berdasarkan kejadian sebelumnya dan potensi saat ini.

    Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
    003
    SD Kyai Ibrahim Surabaya
    Pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi

    Balas
    • Juli 19, 2025 pada 21:08
      Permalink

      Perlunya edukasi dan simulasi tanggal darurat tidak hanya di perkantoran tetapi sekolah di Surabaya , belajar tanggap apabila ada bencana dimanapun kita berada

      Saya Ni Luh Gd Kt Keyva Richie Valerina Atmaja
      SMPN 6 Surabaya
      Judul proyek Budidaya Lemongrass
      nomor peserta 1392

      Balas
    • Juli 24, 2025 pada 17:19
      Permalink

      sangat keren sekali dapat memberikan pelajaran kepada kami jika suatu saat ada gempa bumi kami dapat berlindung dengan baik

      nama Andita Karenina
      no urut 1376
      judul proyek telang bunga cantik yang bikin kita cantik

      Balas
  • Juli 19, 2025 pada 21:07
    Permalink

    Perlunya edukasi dan simulasi tanggal darurat tidak hanya di perkantoran tetapi sekolah di Surabaya , belajar tanggap apabila ada bencana dimanapun kita berada

    Saya Ni Luh Gd Kt Keyva Richie Valerina Atmaja
    SMPN 6 Surabaya
    Judul proyek Budidaya Lemongrass
    nomor peserta 1392

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 14:02
    Permalink

    Halo haii shobat hijau

    Perkenalkan biodata diri saya dulu yaaa

    👌🏻NAMA : MUHAMMAD HAKAM YASIN
    🏫SEKOLAH : SMP NEGERI 46 SURABAYA
    💻PROYEK : nahh shobat hijau pasti kalian belum kenal kan sama proyek aku kalau aku jelasin simak baik baik ya jadi proyek aku yaitu BUDIDAYA BUNGA TELANG YANG SAYA BERI NAMA TEATEL

    Mitigasi bencana gempa dimulai dengan penyuluhan dan edukasi masyarakat mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi.

    Dengan mitigasi yang tepat, kita bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa, meminimalkan kerusakan infrastruktur, dan mempercepat proses pemulihan pascabencana. Misalnya, simulasi evakuasi di sekolah dan lingkungan padat penduduk bisa melatih masyarakat agar tidak panik saat gempa.

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 19:43
    Permalink

    Surabaya bergerak: BPBD gencarkan edukasi kebencanaan di ** 5 titik setiap harinya, menjangkau sekolah, puskesmas, mal, rusun hingga komunitas. Tujuannya? Bangun ketangguhan masyarakat dari akar — agar lebih tanggap, siaga, dan anti panik saat bencana datang

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 20:38
    Permalink

    🚨 Siaga Bencana = Selamatkan Nyawa
    Langkah luar biasa dari Pemkot Surabaya dan BPBD! Edukasi kebencanaan yang masif dan menyentuh langsung warga serta pelajar adalah wujud nyata bahwa keselamatan bukan sekadar teori—tapi prioritas!

    🌍 Banjir, kebakaran, hingga gempa bumi bukan lagi hal yang asing. Tapi tahu cara menyelamatkan diri, memahami potensi risiko di lingkungan sekitar, dan bertindak cepat bisa jadi pembeda antara selamat atau celaka.

    📚 Edukasi ini membentuk generasi sadar risiko yang siap menghadapi bencana dengan tenang dan terlatih. Apalagi edukasi ke sekolah-sekolah menjangkau lebih dari seribu satuan pendidikan! Bayangkan dampaknya—ribuan pelajar jadi duta keselamatan di rumah dan lingkungan mereka.

    👏 Salut untuk gerakan 5 titik edukasi setiap hari. Ini bukan hanya program, tapi penjaga masa depan Surabaya agar tetap tangguh di tengah krisis.

    Kenzo Anugrah Rahmadhan
    567 | SMPN 26 Surabaya
    Proyek: EGGSELENT – Dari Cangkang Telur Jadi Solusi, Bukan Polusi 🥚🌿
    #pangeranputrilh2025SMP_567 #SMPN26Surabaya #AksiUntukBumi #SurabayaSiagaBencana #PendidikanKebencanaan

    Balas
  • Juli 21, 2025 pada 04:23
    Permalink

    Semoga edukasi ini bermanfaat, mengingat negara Indonesia termasuk rawan bencana. Agar masyarakat lebih tanggap dan sigap dalam menghadapi bencana

    Falisha misha alkhansa
    SDN Rangkah VI Surabaya
    No peserta 554
    Judul proyek pemanfaatan sampah organik dan limbah plastik untuk tanaman keluarga

    Balas
  • Juli 21, 2025 pada 12:43
    Permalink

    Sangat bermanfaat simulasi tentang tanggap bencana alam
    Nama: Arsy Shakilah Putri Romadania
    SDN Balongsari 1/500
    No. Peserta:24
    Judul Project: Pengolahan Minyak Jelantah

    Balas
  • Juli 21, 2025 pada 13:38
    Permalink

    Edukasi dan tanggal bencana ini sangat penting. Karena meningkatkan kesadaran masyarakat untuk siap ketika ada bencana datang.

    Respati Syafiq Wijaya
    SDN Wiyung I Surabaya
    No peserta 405
    Memanfaatkan cangkang telur sebagai pupuk organik

    Balas
  • Juli 22, 2025 pada 20:50
    Permalink

    sangatt penting edukasi sperti inii , banyak yg belum tau bagaimana cara berlindung dari bencana , terimakasih

    Nama : Gadis Ayuningtyas Putri Suwandik
    Asal : SMPN 46 Surabaya
    No peserta : 1262
    Projek :

    ” Journey Of Banana Boost & Shield 🍌”

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 06:21
    Permalink

    Nama : Abid Maher Ar Rayyan
    Sekolah : SDN KETABANG 1/288 Surabaya
    Proyek : Butong (Budidaya Tanaman Binahong)
    Edukasi tentang bencana seperti ini sangat bermanfaat karena kita bs mengetahui apa yg harus dilakukan ketika menghadapi bencana agar tidak panik.

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 14:43
    Permalink

    DB. Abisatya
    SD-319
    SDN Rangkah VI Surabaya
    Pengolahan Sampah Organik

    Inisiatif ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi risiko dan dampak bencana di Kota Pahlawan, serta membangun budaya sadar bencana yang melekat di setiap individu. Warga diimbau untuk proaktif mengikuti sesi edukasi ketika tim BPBD hadir di lingkungan mereka.

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 15:40
    Permalink

    Artikel yang informatif, dengan begitu kita bisa paham apa yang harus dilakukan saat bencana gempa datang tiba-tiba. Terimakasih atas artikel yang luar biasa ini Kak Zamroni.

    RAH HANDARU HATMAJI MARSUDI
    SMP NEGERI 1 SURABAYA
    NO PESERTA 453
    JUDUL PROYEK : BUDIDAYA TANAMAN HIAS SANSEVIERIA SEBAGAI PENYERAP POLUTAN DALAM MENGURANGI POLUSI UDARA.

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 20:47
    Permalink

    Langkah awal yang bagus dari kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar dari bencana alam yang terjadi, karena bencana alam tidak ada yang tahu dan kita haru tetap waspada

    Nama : Davin Alemezar Jethro Islami
    Asal : SMP NEGERI 1 SURABAYA
    No : 447
    Proyek : Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk NPK Organik Cair

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 22:06
    Permalink

    Pelatihan bagaimana dalam menghadapi bencana dapat meningkatkan kesadaran, menambah pengetahuan masyarakat mengenai risiko bencana dan cara-cara menghadapinya.

    Muhammad Raffa Zamzani
    SMP negeri 9 Surabaya

    Balas
  • Juli 24, 2025 pada 21:59
    Permalink

    Kita, generasi muda, juga harus aktif belajar dan ikut terlibat dalam kegiatan seperti ini. Dengan pengetahuan dan simulasi yang rutin, kepanikan bisa ditekan, keselamatan lebih terjamin, dan kerugian akibat bencana dapat diminimalkan.

    📌 Nama: Nashifah Kamilia Arsya Salsabila
    🏫 Sekolah: SMP Negeri 3 Mejayan
    🔢 Nomor Peserta: 1464
    🌿 Proyek: BION AMOS (Bio Lotion Anti Mosquito)

    📄 Penjelasan Proyek:
    BION AMOS adalah inovasi lotion anti nyamuk alami berbahan minyak atsiri serai, kulit jeruk, dan daun pandan. Proyek ini lahir dari semangat menciptakan solusi ramah lingkungan dan sehat, bebas bahan kimia berbahaya, serta mengajak generasi muda untuk berinovasi menjaga lingkungan.

    Balas
  • Juli 25, 2025 pada 17:52
    Permalink

    Langkah edukasi kebencanaan harian ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga. Semoga terus konsisten dan menjangkau lebih banyak titik di Surabaya!

    Nama:Erlinda dwi clarista
    Sekolah:SMP negeri 38 surabaya
    No peserta:1136
    Judul proyek:budidaya tanaman bunga matahari sebagai upaya penghijauan dan estetika lingkungan

    Balas
  • Juli 26, 2025 pada 06:46
    Permalink

    Langkah edukasi kebencanaan harian ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapan warga

    Nama: Nafisa Fitri Ramadania
    Sekolah: SDN jemur Wonosari 1/417 Surabaya
    No peserta: 192
    Judul proyek: budidaya tanaman lidah mertua

    Balas
  • Juli 28, 2025 pada 07:35
    Permalink

    Dengan edukasi kebencanaan dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi berbagai jenis bencana. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat dapat mengurangi dampak negatif bencana, mempersiapkan diri dengan lebih baik, dan membangun ketangguhan dalam menghadapi situasi darurat.

    Nama : Akifa Maulidya
    Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
    Nomor Peserta : 698
    Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • Juli 28, 2025 pada 21:33
    Permalink

    Nama Sanggrama Rasio Al Warisyi
    Proyek Pemnafaatan limbah cangkang telur untuk hijaukan bumi dan innovasi bahan pangan.
    Semoga dengan adanya esukasi di 5 titik setiap hari mengenai kebencanaan dapat menyadarkan masyarakat.

    SALAM BUMI PASTI LESTARI☘☘☘

    Balas
  • Juli 30, 2025 pada 10:12
    Permalink

    Artikel ini menunjukkan keseriusan Kota Surabaya dalam membangun budaya tanggap bencana melalui edukasi yang menyeluruh. Sebagai pembaca, terasa positif melihat program edukasi ini dilakukan secara sistematis ke seluruh kelurahan dan satuan pendidikan. Langkah menyasar lima titik per hari menunjukkan komitmen yang konsisten, sementara keterlibatan warga dan pelajar menandakan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab bersama.

    Saya, adalah salah satu peserta PANGPUT lingkungan Hidup tahun 2025 dengan
    Nama : Maulana Akbar Al Habib
    Nomor Peserta : 469
    Sekolah : SMPN 11 Surabaya
    Dari Kota : Surabaya
    Dengan proyek : Pengelolaan sampah organik

    Semoga komentar saya bisa memberikan dampak yang baik untuk artikel inii 😀

    Balas
  • Juli 30, 2025 pada 23:32
    Permalink

    Edukasi kebencanaan sangatlah penting. Terimakasih krn pemerintah terus berupaya nengedukasi kepada seluruh kelurahan di Surabaya dan sekolah2. Princess Zelda Ilmiah
    SMPN 29 Surabaya
    No. Peserta: 210
    Proyek: BOBAZYME-POST (Pengolahan Bahan Organik untuk Eco Enzyme dan Kompos)

    Balas
  • Agustus 2, 2025 pada 07:47
    Permalink

    Edukasi kebencanaan sangatlah penting. Terimakasih krn pemerintah terus berupaya nengedukasi kepada seluruh kelurahan di Surabaya dan sekolah2.

    nama ibrahim tubagus maulana
    sekolah sdn jemur wonosari 1
    judul proyek minyak jelantah
    no 115

    Balas
  • Agustus 2, 2025 pada 13:59
    Permalink

    Mitigasi bencana gempa dimulai dengan penyuluhan dan edukasi masyarakat mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi.

    Nama : Nandana Akatara Arka Radita
    Kelas : 6A
    Sekolah : SDN jemurwonosari 1
    No peserta : 121

    Balas
  • Agustus 5, 2025 pada 16:47
    Permalink

    Aksi ini sangat bermanfaat, karena dapat membantu mengurangi sampah dan menjadikan sampah menjadi barang yang berguna

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *