Urang-aring: Si Liar Penuh Manfaat yang Terlupakan

Urang-aring (Eclipta prostrata) adalah tanaman liar yang tumbuh subur di daerah tropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini dikenal luas dalam pengobatan tradisional, terutama sebagai tonik rambut yang dapat memperkuat akar dan mencegah kerontokan. Di India, tanaman ini bahkan disebut sebagai “Bhringraj”, yang berarti “raja rambut”. Namun, manfaat urang-aring tidak hanya terbatas pada kesehatan rambut saja.

Secara botani, urang-aring merupakan tanaman dari famili Asteraceae yang memiliki daun kecil, bunga putih, dan batang menjalar. Tanaman ini tumbuh liar di ladang, tepi sungai, dan pekarangan. Kandungan utama dalam urang-aring antara lain flavonoid, wedelolakton, ecliptin, dan β-sitosterol, yang berperan sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri.

Salah satu manfaat paling terkenal dari urang-aring adalah kemampuannya dalam menstimulasi pertumbuhan rambut. Studi yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology (2009) menyebutkan bahwa ekstrak Eclipta prostrata dapat meningkatkan aktivitas folikel rambut pada hewan uji, bahkan dibandingkan dengan minoxidil yang merupakan obat perangsang pertumbuhan rambut yang umum digunakan secara medis.

Selain itu, urang-aring juga digunakan untuk mengatasi gangguan hati. Penelitian oleh Kumar et al. (2011) menunjukkan bahwa ekstrak Eclipta prostrata memiliki efek hepatoprotektif atau pelindung hati terhadap kerusakan akibat racun karbon tetraklorida. Efek ini menjadikan urang-aring berpotensi sebagai terapi herbal bagi penderita gangguan hati ringan hingga sedang.

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, urang-aring telah digunakan untuk mengatasi perdarahan, demam, dan gangguan ginjal. Ekstraknya dianggap mampu mendinginkan darah dan memperkuat fungsi ginjal. Dalam studi lokal yang diterbitkan di Jurnal Fitofarmaka Indonesia (2020), ekstrak etanol daun urang-aring juga terbukti memiliki aktivitas antiradang yang signifikan pada hewan percobaan.

Manfaat lain yang mulai diteliti adalah potensi urang-aring sebagai antidiabetesZhao et al. (2015) melaporkan dalam Molecular Medicine Reports bahwa senyawa dalam Eclipta prostrata dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin pada model tikus diabetes. Hal ini membuka peluang penggunaan urang-aring sebagai bagian dari pengobatan komplementer.

Urang-aring juga menunjukkan aktivitas antibakteri dan antijamur yang menjanjikan. Dalam penelitian oleh Nithya et al. (2016) yang dimuat dalam International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, ekstrak Eclipta prostrata berhasil menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ini memberi peluang bagi urang-aring untuk digunakan dalam produk perawatan kulit dan antiseptik herbal.

Cara Pemanfaatan

Cara pemanfaatan urang-aring sangat beragam. Untuk perawatan rambut, daun urang-aring bisa ditumbuk dan dioleskan langsung ke kulit kepala, atau direbus lalu digunakan sebagai bilasan rambut. Sedangkan untuk pengobatan dalam, urang-aring biasanya diolah menjadi ekstrak, kapsul, atau jamu yang dikonsumsi sesuai dosis. Namun, penggunaannya tetap harus hati-hati dan sesuai anjuran, terutama bagi penderita penyakit kronis atau ibu hamil.

Urang-aring juga mudah dibudidayakan di rumah. Tanaman ini menyukai tempat lembab dan tidak memerlukan perawatan intensif. Cukup dengan stek batang atau menebar bijinya di tanah gembur, urang-aring dapat tumbuh dengan cepat dan bisa dipanen dalam waktu 2–3 bulan untuk digunakan sebagai obat atau tonik alami.

Dengan segudang manfaatnya, urang-aring patut dilestarikan sebagai tanaman obat keluarga. Masyarakat perlu mendapatkan edukasi yang tepat mengenai identifikasi, manfaat, serta cara pengolahan tanaman ini agar bisa digunakan secara aman dan optimal. Pengembangan produk lokal berbahan urang-aring juga bisa menjadi peluang ekonomi herbal yang potensial. (*/Faizah Hanun)

5 thoughts on “Urang-aring: Si Liar Penuh Manfaat yang Terlupakan

  • Juli 28, 2025 pada 20:30
    Permalink

    sayang sekali, tanaman yang kaya akan manfaat ini harus tumbuh liar dan tidak terawat, andi klo ada yang membudidayakan tanaman ini.

    nama: Bara Ikmal Ghani
    asal sekolah: SMPN 38 Surabaya
    nomor peserta: 601
    proyek: mengolah sampah organik🌿

    Balas
  • Juli 28, 2025 pada 21:26
    Permalink

    Ternyataaa… tanaman liar yang banyak kita ramehkan dan tinggalkan, memiliki sejuta manfaat yang tersembunyi…
    Manfaat yang paling terkenal dari tanaman urang-aring adalah menstimulasi rambut… cocok nih untuk para ciwi²…
    Semoga kita dapat melestarikan tanaman inih yahh…🙆‍♀️🍀🌏

    Balas
  • Juli 30, 2025 pada 09:57
    Permalink

    Dengan apik memperkenalkan urang-aring (Eclipta prostrata) sebagai tanaman liar yang kaya manfaat namun sering terabaikan. Selain dikenal sebagai “raja rambut” yang ampuh menstimulasi pertumbuhan rambut, urang-aring juga terbukti memiliki potensi sebagai pelindung hati, antiradang, antidiabetes, serta antibakteri. Kandungan flavonoid dan senyawa aktif lainnya menjadikannya berkhasiat luas dalam pengobatan tradisional. Artikel ini tidak hanya mengedukasi tentang segudang manfaatnya, tetapi juga menunjukkan kemudahan budidaya dan cara pemanfaatannya, mendorong kita untuk melestarikan dan mengoptimalkan penggunaannya sebagai tanaman obat keluarga yang berharga.

    Saya, adalah salah satu peserta PANGPUT lingkungan Hidup tahun 2025 dengan
    Nama : Maulana Akbar Al Habib
    Nomor Peserta : 469
    Sekolah : SMPN 11 Surabaya
    Dari Kota : Surabaya
    Dengan proyek : Pengelolaan sampah organik

    Semoga komentar saya bisa memberikan dampak yang baik untuk artikel inii 😀

    Balas
  • Agustus 2, 2025 pada 13:43
    Permalink

    Dengan apik memperkenalkan urang-aring (Eclipta prostrata) sebagai tanaman liar yang kaya manfaat namun sering terabaikan. Selain dikenal sebagai “raja rambut” yang ampuh menstimulasi pertumbuhan rambut, urang-aring juga terbukti memiliki potensi sebagai pelindung hati, antiradang, antidiabetes, serta antibakteri.

    Nama : Nandana Akatara Arka Radita
    Kelas : 6A
    Sekolah : SDN jemurwonosari 1
    No peserta : 121

    Balas
    • Agustus 5, 2025 pada 16:55
      Permalink

      Aksi ini sangat bermanfaat, karena dapat membantu mengurangi sampah dan menjadikan sampah menjadi barang yang berguna

      Balas

Tinggalkan Balasan ke Nandana Akatara Arka Radita Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *