Widuri (Calotropis gigantea): 10 Hal yang Perlu Diketahui Masyarakat

Widuri, yang secara ilmiah dikenal sebagai Calotropis gigantea, merupakan tanaman perdu yang tumbuh liar di daerah tropis, termasuk di Indonesia. Tanaman ini sering dijumpai di tanah-tanah tandus, pinggir pantai, padang rumput, atau lahan kosong. Meskipun terlihat biasa saja, widuri menyimpan banyak potensi yang menarik dan patut diketahui oleh masyarakat luas.

Ciri Fisik yang Khas
Widuri memiliki daun yang tebal, berwarna hijau kebiruan, dan berbulu halus di permukaannya. Batangnya bergetah putih pekat yang cukup lengket. Bunganya berwarna ungu muda hingga keputihan, berbentuk bintang dengan mahkota yang unik. Bentuk bunganya yang eksotis sering menarik perhatian serangga penyerbuk seperti kupu-kupu dan lebah.

Getah widuri bersifat toksik (beracun) jika terkena kulit dalam jumlah banyak atau tertelan. Kandungan senyawa seperti calotropin, uscharin, dan gigantin bisa menyebabkan iritasi pada kulit, mata, atau saluran pencernaan. Oleh karena itu, masyarakat perlu berhati-hati saat memegang tanaman ini, terutama anak-anak.

Widuri (Calotropis gigantea)

Manfaat dalam Pengobatan Tradisional
Meski mengandung racun, widuri telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Daunnya biasa digunakan untuk mengobati demam, sakit gigi, atau luka memar setelah diolah secara khusus. Beberapa suku di Asia Selatan juga menggunakannya untuk pengobatan kusta, rematik, dan gangguan kulit tertentu.

Keistimewaan widuri terletak pada kemampuannya tumbuh di lahan yang sangat kering dan tandus. Ini membuatnya cocok dijadikan tanaman penghijauan di daerah kritis atau gersang. Akar yang kuat dan kemampuan menyerap air yang tinggi menjadikan widuri sebagai tanaman penahan erosi yang baik.

Peran Ekologis yang Tidak Terduga
Widuri adalah salah satu tanaman inang bagi ulat dan kupu-kupu tertentu, termasuk kupu-kupu raja (Danaus chrysippus). Ini menjadikannya penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem lokal, terutama dalam pelestarian keanekaragaman serangga penyerbuk.

Serat dari batang widuri memiliki kekuatan yang cukup baik dan telah diteliti sebagai bahan baku alternatif untuk kertas atau tekstil kasar. Selain itu, bijinya mengandung minyak yang berpotensi digunakan untuk bahan bakar nabati (biofuel) atau industri sabun.

Dalam beberapa budaya Asia, widuri sering diasosiasikan dengan mitologi atau kisah-kisah rakyat. Di Indonesia, tanaman ini muncul dalam beberapa karya sastra dan lagu, bahkan dalam puisi yang melambangkan keindahan yang tersembunyi namun mematikan, karena getahnya yang beracun.

Cara Budidaya dan Perawatannya
Widuri tergolong mudah ditanam karena tidak memerlukan tanah yang subur atau banyak air. Perbanyakan bisa dilakukan melalui biji atau stek batang. Tanaman ini cocok dijadikan penghias taman alami atau sabuk hijau di kawasan kering, asalkan ditanam dengan hati-hati karena sifat toksiknya.

Salah satu tantangan utama adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat sekaligus risiko Widuri. Edukasi tentang cara pemanfaatan yang aman serta pelestarian jenis ini sangat penting, mengingat potensinya yang besar di bidang lingkungan, kesehatan tradisional, dan industri alami. (*/Mochamad Zamroni)

    26 thoughts on “Widuri (Calotropis gigantea): 10 Hal yang Perlu Diketahui Masyarakat

    • Juli 17, 2025 pada 21:11
      Permalink

      Alhamdulillah nambah lagi ilmunya
      Reynando Yudhistira putra
      SDN Wiyung 1 Surabaya
      No peserta 409
      Pengolahan sampah plastik

      Balas
      • Juli 18, 2025 pada 12:54
        Permalink

        Artikel ini sangat bagus, bertambah lagi ilmu saya tentang tanaman toga, terutama toga dari luar negeri.

        Nama : Naziya Putri Syafira Ariwibowo
        Nomor peserta : 612
        Asal sekolah : SDN Sawunggaling 1 Surabaya
        Nama proyek : NO BI T A (Inovasi Bidara Tumbuh Alami)

        Terima kasih
        ~ Salam 🌎 Pasti Lestari 🌳 ~

        Balas
      • Juli 23, 2025 pada 13:11
        Permalink

        Wah, menarik banget mengetahui Widuri (Calotropis gigantea) ternyata banyak manfaatnya dari medis sampai lingkungan! Info tentang getah dan ekstraknya sebagai obat tradisional membuat aku makin respect sama tanaman lokal ini.

        Nama: Keisya Azellia Putri
        Sekolah: SMPN 38 Surabaya
        Nomor Peserta: 1142
        Judul Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
        Penjelasan: Proyek ini bertujuan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk menanam tanaman obat sambung nyawa. Tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan dan bisa menjadi alternatif pengobatan alami. Proyek ini juga mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui edukasi, daur ulang, dan kegiatan berkebun bersama. Saat ini, penanaman sudah dimulai di rumah dan sekolah, serta dibagikan ke lingkungan sekitar. Target ke depan adalah memperluas penanaman dan melibatkan lebih banyak orang, terutama anak muda, sebagai agen perubahan hijau.

        Balas
    • Juli 17, 2025 pada 22:17
      Permalink

      Artikel ini menarik banget karena mengangkat potensi dan sisi tersembunyi dari tanaman liar seperti widuri. Ternyata meski cantik, tanaman ini juga punya getah beracun yang perlu diwaspadai. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat bisa lebih mengenal tumbuhan sekitar dengan bijak dan waspada 🌿⚠️

      💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
      🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
      🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
      🔢Nomor Peserta: 679
      🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
      💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

      Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

      Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
      Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
      💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

      Balas
    • Juli 17, 2025 pada 23:29
      Permalink

      Jika ada di luar sana melihat tanaman widuri sebaiknya jangan di pegang karena sangat berbahaya sekali bagi kita atau siapapun yang menyentuh nya sebaiknya jangan di sentuh atau pegang.

      Nama:Fernanda salma Basiru
      Sekolah:SDN krembangan selatan VII
      No. Peserta:306
      Proyek:budidaya lidah buaya

      Balas
    • Juli 18, 2025 pada 11:47
      Permalink

      Belum pernah dengar tentang tanaman Widuri ini tapi karna membaca artikel ini saya jadi tahu ada tanaman seunik ini tetapi juga berbahaya.
      Nama: Adinda Quenza Ramadhani
      Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
      No peserta: 224
      Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit, solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

      Balas
    • Juli 18, 2025 pada 12:35
      Permalink

      Banyak tanaman yg mengandung racun tapi bermanfaat juga bagi kesehatan. Obat alami lebih bagus daripada obat yang mengandung unsur kimia.

      Tevy Janeeta Adriana dari SDN Pakis V/372 Surabaya dengan nomor peserta 498 proyek budidaya Binahong merah

      Balas
    • Juli 18, 2025 pada 21:59
      Permalink

      Wowww keren sekali. Dari bunga yang membuat gatal- gatal dan membuat iritasi.Tetapi, bentuknya sangat bagus dan unik dan manfaatnya yang berjuta-juta. Jika bertemu bunga seperti ini jangan dipetik ya

      🙋‍♀️: Mazida Shabrina Yasmin
      🏫: SDN WONOKUSUMO 6 SURABAYA
      🔢: 728
      📌: Proyek SERBU(Serbuk Berproyek Horta)

      Balas
    • Juli 18, 2025 pada 23:26
      Permalink

      Aku sering menjumpai bunga Widuri saat melakukan kegiatan bersih Pantai Tambak Wedi, tampak sangat indah saat berayun-ayun terkena semilir angin, aku juga suka memvideokannya untuk menambah estetika konten yang aku buat hehe 🫶

      AISYAH AVICENA RHAZES LAVOISIER
      SMPN 21 SURABAYA
      Project :
      DATELA GREEN REVITALIZATION

      Revitalisasi lahan merupakan proses menghidupkan kembali kawasan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan atau terbengkalai menjadi ruang hijau yang produktif dan bermanfaat bagi lingkungan serta masyarakat. Lahan-lahan yang dulunya penuh semak belukar, limbah, atau bekas bangunan rusak, kini dapat disulap menjadi taman, kebun produktif, atau hutan kota melalui tahapan yang terencana.

      Proses ini dimulai dengan identifikasi kondisi lahan, termasuk tingkat kerusakan tanah, keberadaan polusi, dan potensi lingkungan sekitar. Selanjutnya dilakukan pembersihan area dari sampah, limbah berbahaya, atau reruntuhan yang mengganggu. Setelah itu, tanah yang rusak direhabilitasi melalui pengolahan, penambahan bahan organik, atau penggunaan tanaman remediasi untuk memperbaiki kualitas tanah.

      Tahap selanjutnya adalah penanaman vegetasi yang sesuai, baik berupa tanaman peneduh, tanaman pangan, maupun tanaman penghasil komoditas ekonomi seperti sayuran, buah-buahan, atau tanaman herbal. Dalam beberapa kasus, juga dilakukan integrasi dengan sistem pertanian ramah lingkungan seperti pertanian organik, urban farming, atau agroforestry.

      Selain aspek ekologis, revitalisasi lahan juga membawa manfaat sosial dan ekonomi. Lahan hijau produktif dapat menjadi tempat edukasi, ruang komunitas, bahkan sumber pendapatan baru bagi warga sekitar. Program ini juga membantu mengurangi polusi udara, meningkatkan cadangan air tanah, dan menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk.

      Balas
    • Juli 19, 2025 pada 17:10
      Permalink

      Sebelumnya memang saya belum tahu apa sih tanaman / bunga WIDURI ini setelah membaca koment web tunas hijau akhirnya saya mengerti apa itu tanaman / bunga WIDURI terima kasih TUNAS HIJAU untuk informasi informasi nya

      Kayla Ayu Anindya
      SDN Wiyung 1 Surabaya
      No peserta:710
      Proyek:MOL MAGIC WATER 🍍🥭🍉
      Pengelolaan limbah sampah kulit
      Buah buahan menjadi pupuk organik
      Cair dengan metode mol

      🪴🌍Salam bumi pasti lestari 🌍🪴

      Balas
    • Juli 20, 2025 pada 14:31
      Permalink

      Halo haii shobat hijau

      Perkenalkan biodata diri saya dulu yaaa

      👌🏻NAMA : MUHAMMAD HAKAM YASIN
      🏫SEKOLAH : SMP NEGERI 46 SURABAYA
      💻PROYEK : nahh shobat hijau pasti kalian belum kenal kan sama proyek aku kalau aku jelasin simak baik baik ya jadi proyek aku yaitu BUDIDAYA BUNGA TELANG YANG SAYA BERI NAMA TEATEL

      Artikel ini sangat bagus, bertambah lagi ilmu saya tentang tanaman toga, terutama toga dari luar negeri.

      Balas
    • Juli 20, 2025 pada 17:52
      Permalink

      Bagus banget tanaman ini,artikel ini sangat bermanfaat,saya jadi tau manfaat tanaman widuri.

      Nama:clarette isabella C.S
      Sekolah:SDN jemur wonosari 1 surabaya
      No peserta:174
      Proyek:budidaya lidah mertua

      Balas
    • Juli 21, 2025 pada 12:36
      Permalink

      Artikel sangat bermanfaat dan menambah lagi ilmu tentang menanam toga.
      Nama : Arsy Shakilah Putri Romadania
      SDN Balongsari 1/500
      No. Peserta:24
      Judul Project: Pengolahan Minyak Jelantah

      Balas
    • Juli 21, 2025 pada 12:37
      Permalink

      Penjelasanya sangat bermanfaat dan menambah lagi ilmu tentang menanam toga.
      Nama : Arsy Shakilah Putri Romadania
      SDN Balongsari 1/500
      No. Peserta:24
      Judul Project: Pengolahan Minyak Jelantah

      Balas
    • Juli 21, 2025 pada 12:46
      Permalink

      artikel ini sangat bermanfaat, saya jadi tau apa itu tamanan widuri, manfaat dan bahayanya

      Nama : Fatimah Nawal Rahman
      Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
      No. Peserta : 026

      Daur ulang sampah plastik kemasan menjadi produk kerajinan
      Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

      Balas
    • Juli 21, 2025 pada 13:46
      Permalink

      Alhamdulillah terimakasih, nambah ilmu lagi tentang tanaman.

      Respati Syafiq Wijaya
      SDN Wiyung I Surabaya
      No peserta 405
      Memanfaatkan cangkang telur sebagai pupuk organik

      Balas
    • Juli 21, 2025 pada 16:21
      Permalink

      Saya pernah memanfaatkan tanaman Widuri ini sebagai obat sakit gigi dan terbukti ampuh, dan ternyata selain sebagai obat sakit gigi juga bisa digunakan sebagai obat demam dan luka memar. Terimakasih ilmu barunya Tunas Hijau.

      Nama : Akifa Maulidya
      Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
      Nomor Peserta : 698
      Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale

      Balas
    • Juli 22, 2025 pada 20:52
      Permalink

      allhamdulilah nambah lagi wawasan , terimakasih sudah berbagi wawasan

      Nama : Gadis Ayuningtyas Putri Suwandik
      Asal : SMPN 46 Surabaya
      No peserta : 1262
      Projek :

      ” Journey Of Banana Boost & Shield 🍌”

      Balas
    • Juli 23, 2025 pada 06:24
      Permalink

      Nama : Abid Maher Ar Rayyan
      Sekolah : SDN KETABANG 1/288 Surabaya
      Proyek : Butong (Budidaya Tanaman Binahong)
      Tanaman widuri selain beracun tetapi jg memiliki bnyk manfaat. Informasi yg sangat bermanfaat.

      Balas
    • Juli 23, 2025 pada 20:52
      Permalink

      mengetahui Widuri (Calotropis gigantea) ternyata banyak manfaatnya dari medis sampai lingkungan Info tentang getah dan ekstraknya sebagai obat tradisional membuat aku makin takjub sama tanaman lokal ini

      Nama : Davin Alemezar Jethro Islami
      Asal : SMP NEGERI 1 SURABAYA
      No : 447
      Proyek : Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk NPK Organik Cair

      Balas
    • Juli 25, 2025 pada 18:10
      Permalink

      Ternyata tanaman liar kayak widuri punya banyak manfaat, ya! Jadi makin penasaran buat lihat langsung bentuknya

      Nama:Erlinda dwi clarista
      Sekolah:SMP negeri 38 surabaya
      No peserta:1136
      Judul proyek:budidaya tanaman bunga matahari sebagai upaya penghijauan dan estetika lingkungan

      Balas
    • Juli 25, 2025 pada 19:50
      Permalink

      Teryata tanaman Widuri banyak manfaatnya loh,jadi penasaran buat liat langsung bentuknya

      Nama: Nafisa Fitri Ramadania
      Sekolah: SDN jemur Wonosari 1/417 Surabaya
      No peserta: 192
      Judul proyek: budidaya tanaman lidah mertua

      Balas
    • Juli 25, 2025 pada 21:35
      Permalink

      Ini di daerah rumahku banyak banget…, aku kira tanaman ini tidak ada fungsinya, tanaman liar ini sering dipandang sebelah mata, padahal menyimpan banyak keunikan. Kita harus kenalan lebih dekat sama Widuri, si bunga ungu-putih yang eksotis ini! 😍

      Nama = Kalyca Arij Aruna
      Asal = SMPN 1 SURABAYA
      No = 762
      Proyek = Verdalya Pandanova (Budidaya Tanaman Pandan)

      Balas
    • Juli 30, 2025 pada 23:37
      Permalink

      Wah… baru tau Aku tentang tanaman Widuri. Artikel2 di website tunas hijau memang bnyak menambah pengetahuan. Keren2👍👍👍

      Princess Zelda Ilmiah
      SMPN 29 Surabaya
      No. Peserta: 210
      Proyek: BOBAZYME-POST (Pengolahan Bahan Organik untuk Eco Enzyme dan Kompos)

      Balas
    • Agustus 2, 2025 pada 13:47
      Permalink

      Wah, menarik banget mengetahui Widuri (Calotropis gigantea) ternyata banyak manfaatnya dari medis sampai lingkungan! Info tentang getah dan ekstraknya sebagai obat tradisional membuat aku makin respect sama tanaman lokal ini.

      Nama : Nandana Akatara Arka Radita
      Kelas : 6A
      Sekolah : SDN jemurwonosari 1
      No peserta : 121

      Balas
    • Agustus 5, 2025 pada 16:56
      Permalink

      Aksi ini sangat bermanfaat, karena dapat membantu mengurangi sampah dan menjadikan sampah menjadi barang yang berguna

      Balas

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *