Cuci Handukmu Tiap 2-3 Hari

Handuk merupakan media sempurna bagi pertumbuhan bakteri dan jamur karena kondisi lembap, hangat, dan gelap setelah penggunaan. Dalam studi epidemiologis di Amerika Serikat, ditemukan bahwa hampir 90% handuk mandian di kamar mandi terkontaminasi bakteri koliform dan sekitar 14% mengandung E. coli. Ini menjelaskan urgensi penggantian handuk secara rutin.

Handuk yang jarang diganti dapat menyebarkan patogen seperti E. coliSalmonella, bahkan MRSA jika dipakai bergantian dalam kelompok seperti tim olahraga atau keluarga. Paparan pada luka atau kulit pecah dapat menyebabkan infeksi serius. Penggunaan handuk lembap pun meningkatkan risiko pertumbuhan mikroba penyakit.

Frekuensi Ideal Penggantian

Menurut Charles Gerba, pakar mikrobiologi, handuk wajah dan kamar mandi idealnya dicuci setiap 2–3 hari. Jika pengguna tinggal di iklim lembap atau handuk tak sempat kering sempurna, cuci lebih sering atau minimal seminggu sekali sangat dianjurkan.

Studi di India (Asian Journal of Home Science, 2020) menyatakan bahwa banyak responden memiliki praktik hygiene handuk yang buruk: jarang mencuci, tidak menjemur hingga kering, serta penggunaan berulang tanpa disinfeksi. Ini mirip situasi di Indonesia, karena iklim tropis memperpanjang kelembapan kurun waktu dan memperbanyak mikroba.

Penelitian cross‑sectional di Indonesia (Puskesmas Labasa, Sulawesi Tenggara, 2024) menemukan hubungan signifikan antara kebersihan handuk dan kejadian scabies (p‑value = 0.012). Handuk yang digunakan bergantian dan tidak dicuci bersih merupakan faktor risiko utama penyebaran tungau Sarcoptes scabiei.

Dampak pada Kesehatan Kulit Pasca Mandi

Tinjauan systematic review (Groven et al., 2017) membandingkan handuk kain biasa dengan handuk sekali pakai setelah bed bath. Walaupun tidak ada perbedaan signifikan dalam jumlah mikroba pada kulit, penggunaan handuk sekali pakai sedikit menurunkan kelembapan kulit dan risiko iritasi. Artinya mengganti atau mencuci handuk secara berkala membantu menjaga integritas kulit.

Studi laboratorium terbaru tentang lapisan antibakteri berbasis chitosan dan silver chloride menunjukkan bahwa kain yang dilapisi mampu membunuh 100% S. aureus dan E. coli bahkan setelah 75 kali pencucian. Namun, ini belum tersedia secara luas, maka praktik penggantian & pencucian manual tetap paling praktis dan efektif saat ini.

Praktik Masyarakat dan Tips Efektif

Dari forum diskusi (Reddit /r/indonesia), seorang pengguna menyarankan ganti handuk setiap dua hari dan mencucinya dengan air panas atau disinfektan seperti Dettol, serta menjemurnya hingga benar-benar kering. Praktik ini selaras dengan rekomendasi ahli kebersihan menjelang meminimalkan pertumbuhan patogen.

Handuk kotor tidak hanya meningkatkan risiko infeksi individu tetapi juga memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan padat hunian, panti asuhan, dan fasilitas umum. Penyebaran scabies dan infeksi kulit dapat terjadi melalui kontak tidak langsung via handuk bersama. Dengan mengganti handuk secara berkala, penyebaran dapat diminimalkan.

Rekomendasi Praktis

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi praktis untuk memastikan handuk mandi kita selalu sehat dan aman:

  • Cuci setiap handuk mandi atau tangan minimal sebagai dua hari sekali, kecuali kondisi lembap berkepanjangan.
  • Gunakan air panas dan deterjen plus bleaching atau disinfektan (misalnya dettol atau oxygen bleach) untuk membunuh bakteri.
  • Pastikan dijemur hingga benar-benar kering, simpan di tempat bersih dan berventilasi baik.
  • Hindari penggunaan bersama, terutama handuk wajah atau tubuh saat sakit kulit atau infeksi.
  • Pertimbangkan jenis handuk berbahan cepat kering atau sekali pakai di lingkungan sensitif seperti rumah sakit atau panti jompo.

30 thoughts on “Cuci Handukmu Tiap 2-3 Hari

  • Agustus 7, 2025 pada 08:45
    Permalink

    Messa Eko Putri – 018 Ini bukan sekadar soal bau atau estetika, tapi soal kesehatan kulit dan pencegahan penyakit. Terutama di iklim tropis seperti Indonesia, handuk yang jarang dicuci bisa menjadi ancaman nyata. Praktik ini sangat relevan untuk keluarga, sekolah, atau komunitas padat seperti panti asuhan. Menjaga kebersihan handuk bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar.

    Balas
  • Agustus 7, 2025 pada 18:16
    Permalink

    “Handuk perlu dicuci setiap 2-3 hari sekali😲👀” Kalau baru tahu harus dilakukan mulai sekarang karna handuk yang tidak dicuci bisa kotor dan terdapat banyak bakteri 😧.
    * Jangan biarkan handuk mu menyimpan bakteri kawan😢❗❌
    Nama : Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No Peserta: 224
    Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
  • Agustus 7, 2025 pada 21:50
    Permalink

    Yuk jaga kebersihan handukmu!
    Tips yang efektif dan informasi yang sangat bermanfaat. Terima kasih Tunas Hijau.

    Nama : Fathan Alby A
    Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
    Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.

    Halo sobat hijau 🌳
    Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari 🌱

    Balas
  • Agustus 10, 2025 pada 13:00
    Permalink

    Artikel ini menarik, membahas risiko penggunaan handuk kotor dengan bahasa yang mudah dipahami. Fakta dan tipsnya jelas serta praktis diterapkan. Cocok untuk mengingatkan kita pentingnya mencuci handuk secara rutin agar tetap higienis, terhindar dari penyakit kulit, dan menjaga kesehatan keluarga

    Johanna Adreena Pasha
    No.1074
    SMPN 3 surabaya
    Budidaya Aloevera sebagai bahan sabun antiseptik

    Balas
  • Agustus 11, 2025 pada 08:14
    Permalink

    Handuk yang jarang diganti dapat menyebarkan patogen seperti E. coli, Salmonella, bahkan MRSA jika dipakai bergantian dalam kelompok seperti tim olahraga atau keluarga. Untuk itu kita harus mencuci handuk kita tiap 2-3 hari.

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas
  • Agustus 15, 2025 pada 16:45
    Permalink

    🙋‍♂️ Nama: IRZIANDRO PUTRA FAHREZI
    🏫 Sekolah: SMPN 3 Mejayan
    📌 Nomor Peserta: 705

    ✍️ Tanggapan pada Artikel Tersebut:
    Handuk merupakan benda yang sering bersentuhan langsung dengan kulit dan mudah menyerap keringat, sel kulit mati, serta bakteri. Jika jarang dicuci, handuk bisa menjadi sarang kuman yang memicu bau tidak sedap hingga masalah kulit. Dengan mencuci handuk setiap 2–3 hari sekali, kebersihan diri dapat terjaga dan risiko penyakit kulit bisa diminimalisir.

    💡 Penjelasan Proyek:
    Selulosa batang pohon pisang adalah susunan rantai panjang yang terdiri dari molekul glukosa. Susunan tersebut membuat batang pohon pisang berserat dan sangat tebal. Limbah batang pohon pisang yang melimpah, jika tidak diolah dengan benar, dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sarang penyakit. Melalui lomba menggambar dan mewarnai, ide pemanfaatan limbah ini dapat divisualisasikan agar lebih mudah dipahami dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

    Balas
    • September 3, 2025 pada 22:49
      Permalink

      Wajib banget! Kebersihan sehari-hari bahkan dimulai dari hal simpel seperti handuk yang bersih.

      Nama: Keisya Azellia Putri
      Sekolah: SMPN 38 Surabaya
      Nomor Peserta: 1142
      Judul Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
      Penjelasan: Proyek ini bertujuan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk menanam tanaman obat sambung nyawa. Tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan dan bisa menjadi alternatif pengobatan alami. Proyek ini juga mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui edukasi, daur ulang, dan kegiatan berkebun bersama. Saat ini, penanaman sudah dimulai di rumah dan sekolah, serta dibagikan ke lingkungan sekitar. Target ke depan adalah memperluas penanaman dan melibatkan lebih banyak orang, terutama anak muda, sebagai agen perubahan hijau.

      Balas
    • September 4, 2025 pada 12:09
      Permalink

      Setuju dengan isi artikel ini, handuk dapat menyebabkan berbagai penyakit kulit jika jarang dicuci.

      Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
      Sekolah: SDN.Kalisari 2-513 Surabaya
      No.peserta: 218
      Proyek: Budidaya tanaman asem jawa dan produksi minuman kesehatan tradisional sinom

      Balas
  • Agustus 23, 2025 pada 22:19
    Permalink

    sangat bermanfaat sekali tutorial nya

    nama Andita Karenina
    asal sekolah SMPN 57 SURABAYA
    judul proyek telang bunga cantik yang bikin kita cantik

    Balas
  • Agustus 25, 2025 pada 15:25
    Permalink

    Cuci handuk 2-3 hari sekali adalah kebiasaan yang baik untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Handuk yang tidak dicuci secara teratur dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri dan jamur, yang dapat menyebabkan infeksi kulit dan bau tidak sedap.

    Dengan mencuci handuk secara teratur, Anda dapat:

    – Mengurangi risiko infeksi kulit
    – Menghilangkan bau tidak sedap
    – Menjaga kebersihan dan kesegaran handuk

    Jadi, pastikan untuk mencuci handuk Anda secara teratur, terutama setelah digunakan untuk mengeringkan tubuh setelah mandi atau berolahraga!

    DB. Abisatya
    SD-319
    Pengolahan Sampah Organik, Lindungi Bumi dengan Aksi Nyata

    Balas
  • Agustus 26, 2025 pada 01:25
    Permalink

    Hal sepele tetapi sangat penting yg harus kita ketahui. Agar terhindar dari bakteri yg muncul di kulit kita…

    Falisha Misha alkhansa
    SDN Rangkah VI Surabaya
    No peserta 554
    Judul proyek pemanfaatan sampah organik dan limbah plastik untuk tanaman keluarga

    Balas
  • Agustus 26, 2025 pada 09:49
    Permalink

    Cuci Handukmu Tiap 2-3 Hari
    mari kita jaga kesehatan mulai dari diri kita sendiri

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..
    Nama : Naysia Aqila Andriani
    Sekolah : SDN Ngagelrejo3
    No peserta: 428
    Proyek budi daya sereh

    proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh

    🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    Balas
  • Agustus 29, 2025 pada 14:21
    Permalink

    Handuk yang digunakan bergantian dan tidak dicuci bersih merupakan faktor risiko utama penyebaran tungau Sarcoptes scabiei.

    Balas
  • Agustus 30, 2025 pada 21:36
    Permalink

    Mantap, bisa jadi pengingat buat kita semua biar nggak sepelein kebersihan handuk 💯

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Agustus 31, 2025 pada 19:58
    Permalink

    Nama Sanggrama Rasio Al warisyi
    Proyek pemanfaatan limbah cangkang telur untuk hijaukan bumi dan innovasi bahan pangan.
    Terimakasih atas infomasinya berkat informasi ini saya mengerti pentingnya mencuci handuk 2-3kali hari swkali.
    Salma bumi pasti lestari

    Balas
  • September 1, 2025 pada 06:37
    Permalink

    Alhamdulillah sudah mengganti handuk setiap 3 hari sekali, sangat berdampak sekali untuk kesehatan kulit
    Jasmine Azzahra Abqoriah SDN TAMBAKSARI 1 Surabaya (690

    Balas
  • September 1, 2025 pada 13:37
    Permalink

    Nama : Tisya Ayodya Prameswari
    Nomer :006
    Judul proyek : ECOZY
    Capaian :
    Telah mengolah sampah organik kulit buah sebanyak 670,4 kg

    Balas
  • September 1, 2025 pada 21:30
    Permalink

    Ekhmmm…
    Mulai senyum-senyum nih…
    Ups jadi ketahuan….
    Kawan-kawan… Ini bukanlah sekedar nilai estetika dan bau tak sedap…
    Namun ini dapat berakibat bahaya bagi kesehatan kita…
    Yuk mulai rutin mencuci handuk 2-3 kali…..

    Nama : Princess Zelda Ilmiah
    No : 110
    Sekolah : SMP 29 Surabaya
    Project : BOBAZYME (Bahan Organik Serbaguna untuk Eco Enzyme dan Kompos)

    Balas
  • September 1, 2025 pada 22:42
    Permalink

    Handuk adalah benda sehari-hari yang tampak sederhana, namun bisa menjadi sumber risiko kesehatan jika tidak dirawat dengan baik. Karena cenderung lembap setelah digunakan, handuk menjadi sarang mikroba seperti bakteri, jamur, dan virus—bahkan beberapa yang patogenik dan bisa menyerang kulit maupun saluran pernapasan.

    Menurut Dr. Jennifer Maender, seorang dermatolog dari Houston Methodist, “Bath towels and hand towels should be laundered after every three uses” untuk menghilangkan kontaminan yang dapat menyebabkan infeksi maupun bau tidak sedap . Rekomendasi serupa diungkap oleh para ahli dari American Cleaning Institute, yang menyarankan mencuci handuk setelah 3–5 kali penggunaan, agar bakteri dan kuman tidak menumpuk .

    Sumber lain, seperti Tom’s Guide menegaskan bahwa idealnya handuk tangan (hand towels) diganti setiap 2–3 hari sekali demi menjaga kebersihan optimal . Hal ini sejalan dengan hasil diskusi ahli di Consumer Reports yang merekomendasikan 3–5 kali pemakaian, tergantung seberapa sering digunakan .

    Kesimpulannya, mencuci handuk minimal setiap 3 hari sekali adalah praktik penting untuk:

    ✓ Mengurangi risiko infeksi kulit, saluran napas, dan potensi patogen berbahaya.
    ✓ Mencegah bau dan menjaga tekstur handuk tetap nyaman digunakan.
    ✓ Menjaga lingkungan rumah tetap higienis, terutama di kamar mandi yang lembap.

    Salam,
    AISYAH AVICENA RL
    SMPN 21 SURABAYA
    Project : DATELA GREEN REVITALIZATION
    Proyek yang berfokus pada pemulihan lahan terbengkalai menjadi lahan yang produktif kembali 🌿💚

    Balas
  • September 2, 2025 pada 20:27
    Permalink

    Selama ini banyak dari kita mungkin menganggap handuk masih bersih karena hanya dipakai setelah mandi, padahal ternyata bisa jadi sarang bakteri kalau tidak rutin dicuci. Rekomendasi cuci tiap 2–3 hari sangat masuk akal demi kesehatan kulit dan kebersihan rumah. Terima kasih sudah mengedukasi dengan cara yang simpel tapi berdampak!

    Nama : Leyna Mayyasha Qorri Ain
    Asal Sekolah : SDN Pacarkeling V Surabaya
    Nomer Peserta : 468
    Proyek : aloe sobat sehat, solusi hebat untuk keluarga sehat
    Melalui budi daya Aloe Vera, saya berharap setiap halaman rumah warga mempunyai 1 tanaman

    Balas
  • September 4, 2025 pada 10:50
    Permalink

    Mencuci handuk adalah hal yang penting karena handuk di pakai setelah mandi dan menjadi basah dan lembab, media yang lembab bisa menjadi sarang bakteri

    Nama:anindita mireta putri
    Sekolah:SDN KALIASIN 1
    Proyek:pengolahan limbah kain perca

    Balas
  • September 4, 2025 pada 12:16
    Permalink

    Setuju dengan artikel ini, sangat penting untuk mencuci handuk agar tidak mudah terkena penyakit kulit

    Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
    Sekolah: SDN.Kalisari 2-513 Surabaya
    No.peserta: 218
    Proyek: Budidaya tanaman asem jawa dan produksi minuman kesehatan tradisional sinom

    Balas
  • September 6, 2025 pada 13:17
    Permalink

    Wih, ini penting banget nih! Artikelnya ngingetin kita bahwa handuk yang bikin nyaman setelah mandi ternyata bisa jadi sarang bakteri kalau gak dicuci rutin. Jadi smart lah: cuci handuk tiap 2–3 hari, apalagi di iklim lembap kayak kita. Gak cuma bikin kulit lebih sehat, tapi juga rumah jadi terasa lebih ‘greennn’!

    Nama:Diky Yulia Efendi
    No peserta:459
    Proyek: integrasi pengelolahan air limbah dan konservasi air
    Sekolah:SMP Negeri 11 Surabaya

    Balas
  • September 7, 2025 pada 23:59
    Permalink

    Sering diabaikan nyatanya penting banget

    Balas
  • September 26, 2025 pada 18:15
    Permalink

    Handuk yang jarang diganti dapat menyebarkan patogen seperti E. coli, Salmonella, bahkan MRSA jika dipakai bergantian dalam kelompok seperti tim olahraga atau keluarga

    saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris

    Balas
  • Oktober 2, 2025 pada 07:00
    Permalink

    Artikel Tunas Hijau ID ini sangat inspiratif karena menghadirkan edukasi lingkungan yang bermanfaat serta memotivasi masyarakat untuk lebih peduli dan beraksi nyata menjaga bumi.

    Balas
  • Oktober 5, 2025 pada 12:32
    Permalink

    Ternyata penting sekali ya untuk mencuci handuk 2-3 hari setelah di pakai agar tidak terkena penyakit kulit.

    Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

    Balas
  • Oktober 5, 2025 pada 18:33
    Permalink

    Ternyata penting sekali ya untuk mencuci handuk 2-3 hari setelah di pakai agar tidak terkena penyakit kulit.

    Terima kasih 🙏 tetap semangat

    nama ibrahim tubagus maulana
    sekolah sdn jemur wonosari 1
    judul proyek pengolahan minyak jelantah
    no peserta 115

    Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 21:15
    Permalink

    jangan dicuci hanya karena cuman bau tapi harus dicuci karena harus kita jaga kebersihan dan kesehatan kita agar terhindar dari kotoran-kotoran dan virus yang ada di handuk kita, jadi jangan lupa jaga kesehatan ya teman-teman

    Nayla thalita azzahra
    No peserta : 524
    Judul proyek : let’s go to bali Badung ( ayo budidaya tanaman lidah buaya dengan produk unggulan )

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 23:16
    Permalink

    ini sangat bermanfaat,sekarang kita tau mengapa handuk harus di cuci 2-3 hari

    nama:Clarette Isabella Christina Surbakti
    no peserta:174
    SDN jemur wonosari 1
    judul proyek: budidaya lidah mertua

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *