Indonesia Rawan Tsunami
Tsunami merupakan peristiwa alam yang terjadi akibat posisi tektonik Indonesia yang terletak di kawasan aktif. Wilayah ini ditekan oleh tiga lempeng bumi, yaitu Lempeng Indo-Australia di selatan, Lempeng Eurasia di utara, dan Lempeng Pasifik di timur. Ketiga lempeng tersebut terus bergerak dan saling bertumbukan. Akibatnya, Lempeng Indo-Australia menghujam ke bawah Lempeng Eurasia—tempat sebagian besar wilayah Indonesia berada.
Wilayah yang terletak dekat dengan zona tumbukan atau subduksi menjadi pusat aktivitas gempa dan tsunami. Ketiga lempeng ini bergerak dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun. Akibatnya, gempa bumi berpotensi terjadi berulang dengan magnitudo yang relatif sama pada periode tertentu.
Batas tumbukan antara Lempeng Samudra Hindia-Australia dan Lempeng Benua Eurasia terletak sekitar 300 kilometer dari pantai selatan Pulau Jawa. Tumbukan ini membentuk palung laut yang dikenal sebagai Palung Jawa, dengan panjang sekitar 5.600 kilometer, membentang dari Kepulauan Andaman-Nicobar di barat hingga Pulau Sumba di timur.
Aktivitas ini juga menyebabkan terbentuknya palung samudra, lipatan, punggungan, patahan di busur kepulauan, sebaran gunung api, serta sumber-sumber gempa. Indonesia memiliki sekitar 129 gunung api, dan sekitar 13 persen gunung api aktif di dunia berada di wilayah negara ini.

Pada dasarnya, gempa bumi tidak secara langsung membunuh manusia. Namun, ketidaktahuan, ketidakpedulian, dan ketidaksiapan bisa berakibat fatal. Ketidaktahuan membuat kita gagal mengenali getaran atau guncangan, sehingga terlambat merespons saat gempa terjadi. Respons yang lambat sering kali memicu kepanikan. Bila hal ini terjadi secara massal, kekacauan atau chaos dapat muncul.
Ketidakingintahuan juga berbahaya, karena menyebabkan kebingungan dan mempercayai isu atau ramalan yang biasanya menyebar saat bencana terjadi. Sementara itu, ketidakpedulian muncul ketika jumlah penduduk meningkat, kemiskinan meluas, dan kesadaran lingkungan rendah. Padahal, gempa dapat merusak bangunan dan infrastruktur, memicu tanah longsor, likuifaksi, hingga tsunami yang mematikan.
Oleh karena itu, literasi kebencanaan sangat penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan tsunami. Harapannya, masyarakat memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat tsunami terjadi. Jika kesadaran dan pengetahuan ini sudah terbentuk sejak dini, kemungkinan untuk selamat, bahkan menyelamatkan orang lain, akan jauh lebih besar.
Literasi kebencanaan erat kaitannya dengan penyampaian informasi yang tepat kepada masyarakat, agar mereka mengerti bagaimana cara memitigasi risiko, membangun kewaspadaan, dan meningkatkan kesiapsiagaan. Di saat bencana benar-benar terjadi, masyarakat pun akan mampu tanggap dalam proses pemulihan di berbagai aspek. Di sinilah ilmu komunikasi berperan penting dan menjadi kebutuhan yang tak terelakkan.
Gambar yang menunjukkan gelombang tsunami Aceh pada 2004 menjalar hingga ke Sri Lanka, bahkan mencapai Afrika yang berjarak lebih dari 5.000 kilometer, membuktikan bahwa tsunami dapat merambat sangat jauh. Artinya, tsunami yang terjadi di Kamchatka, Rusia, pun berpotensi mencapai Indonesia.
Tsunami kita kenal, kita selamat, dan kita bisa menyelamatkan.
Penulis: Amien Widodo


Tetap selalu waspada
Memang betul sekali mitigasi bencana diperlukan, krn beberapa bulan yg lalu di surabaya juga sempat terjadi gempa dan krn kami tau apa yg harus dilakukan semua orang langsung bergerak keluar rumah. Alhamdulilah masih diberikan kesehatan dan keselamatan
Nama ku aqeel dr smpn 6 surabaya, mempunyai proyek tanam selada sebagai ketahanan pangan, no peserta : 681
Hexa afzal hermawan
Sdn wonokusumo 6/45
Peserta pangeran lingkungan hidup thn 2025 dengan no peserta 421
Proyek saya adalah budita cabi budidaya tanaman cabai
Tujuan proyek saya adalah membudidayakan tanaman cabai menjadi balsam.
Oleh karena itu, literasi kebencanaan sangat penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan tsunami. Harapannya, masyarakat memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat tsunami terjadi. Jika kesadaran dan pengetahuan ini sudah terbentuk sejak dini, kemungkinan untuk selamat, bahkan menyelamatkan orang lain, akan jauh lebih besar.
Mari kita bersama – sama tingkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi tsunami. jangan tunda untuk mempelajari informasi mitigasi dan jalur evakuasi.
saya :fay Mayzing Floricsa Saifullah
kelas:5B
dari:SDN KANDANGAN 3 SURABAYA
proyek : PEMBIBITAN DAN PEMBUDIDAYAAN TANAMAN BUNGA TELANG DALAM INDUSTRI MINUMAN
Wah kita sebagai rakyat Indonesia harus lebih aware tentang masalah tsunami ini agar kita bisa terhindar dari bencana sunami apalagi dalam berita ini Indonesia rawan akan sunami
Saya arka Raditya pasya
Dari SMPN 11 Surabaya
Dengan proyek budidaya sansievera
Jadi inget waktu Surabaya diguncang gempa tahun lalu🥹 aku lagi di tempat les saat itu.. semua orang pada panik,,kakak-kakak pengajar menyuruh semua orang untuk keluar ruangan🥲
Dari artikel ini aku jadi tahu bahwa gempa bisa menyebabkan tsunami yang sangat berbahaya. Pentingnya belajar tentang bencana dan mitigasinya agar bisa lebih siap dan tahu apa yang harus dilakukan saat bencana datang.
Nama : Isvara Nareswari Aryanto dari SDN Kaliasin 1, dengan nomor peserta 206 dan proyek Budidaya Tanaman Pacar Air
Kita harus siap menghadapi berbagai bencana kita harus menyiapkan mitigasi bencana segera karena Indonesia adalah negara rawan bencana bisa tsunami, tanah longsor, atau pun gempa bumi.
Nama: Adinda Quenza Ramadhani
Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
No peserta: 224
Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫
Terimakasih Tunas Hijau sudah mengingatkan kita semua untuk menyiapkan mitigasi bencana. Bagi anak2 seperti kami, informasi mitigasi bencana sejak dini sangatlah penting, guna menyiapkan diri, melindungi keluarga, dan masa depan
Princess Zelda Ilmiah
SMPN 29 Surabaya
No. Peserta: 210
Proyek: BOBAZYME-POST (Pengolahan Bahan Organik untuk Eco Enzyme dan Kompos)
Semoga jawa Madura selalu aman sentosa semoga kita semua dan keluarga selalu di lindungi Alloh SWT dari segala musibah aamiin
Eno wahyu kamagading (452)
SDN pacarkeling 1/182 surabaya
Terimakasih TUNAS HIJAU telah memberi kami informasi . Semoga informasi selalu bermanfaat untuk keselamatan kami .
Kayla Ayu Anindya
SDN Wiyung 1 Surabaya
No peserta:710
Proyek:Mol Magic Water
🪴🌍Salam bumi pasti lestari 🌍🪴
Untuk mengurangi risiko dan dampak tsunami di Indonesia, beberapa langkah penting dapat diambil, termasuk peningkatan kesadaran masyarakat, pengembangan sistem peringatan dini, dan upaya mitigasi struktural.
Nama : Ananda Efri Nugraha
Sekolah : SDN Kapasari 1/292 Surabaya
Nomer Peserta : 141
Proyek : Budidaya Lidah buaya
Untuk mengurangi risiko dan dampak tsunami di Indonesia, beberapa langkah penting dapat diambil, termasuk peningkatan kesadaran masyarakat, pengembangan sistem peringatan dini, dan upaya mitigasi struktural.
nama ibrahim tubagus maulana
sekolah sdn jemur wonosari 1
judul proyek minyak jelantah
no 115
Terima kasih banyak sekali buat Tunas Hijau sudah mengingatkan kita semua untuk menyiapkan mitigasi Bencana.Bagi anak-anak seperti kami,informasi mitigasi bencana sejak dini sangatlah penting guna menyiapkan diri, melindungi keluarga dan masa depan.
Nama: Muhammad Hidayahtullah
Sekolah: SDN KAPASARI 1/292 Surabaya
No Peserta: 145
Proyek: Budidaya Daun Pandan
Indonesia rawan tsunami karena terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif. Pergerakan lempeng ini sering menyebabkan gempa bumi, yang merupakan penyebab utama tsunami. Selain itu, Indonesia juga berada di jalur “Cincin Api Pasifik” (Ring of Fire), area yang kaya akan gunung berapi dan aktivitas seismik, yang juga dapat memicu tsunami.
Nama : Akifa Maulidya
Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
Nomor Peserta : 698
Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale
terima kasih telah berbagai ilmu,dan kita bisa menyiap kan diri untuk menghadapi bencana alam…
Nama : Ayla Azuhro
No.Peserta : 38
Sekolah : Sdn Banjar Sugihan V / 617
Indonesia rawan tsunami karena letaknya di Cincin Api Pasifik dan memiliki banyak zona subduksi aktif. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi, edukasi kebencanaan, dan sistem peringatan dini yang terus ditingkatkan.
Mayfrina Aisyahrani
SMPN 3 SURABAYA
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN
Mari kita bersama – sama tingkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi tsunami. jangan tunda untuk mempelajari informasi mitigasi dan jalur evakuasi.
Nama : Nandana Akatara Arka Radita
Kelas : 6A
Sekolah : SDN jemurwonosari 1
No peserta : 121
ayo meningkatkan kesadaran untuk menghadapi tsunami
Terimakasih Tunas Hijau sudah mengingatkan kita semua untuk menyiapkan mitigasi bencana.
Mari kita bersama – sama tingkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi tsunami,bencana alam dan longsor.
Seandy putri fitriasari
Sdn mojo 3/222
No peserta 422
🙋♂️ Nama: IRZIANDRO PUTRA FAHREZI
🏫 Sekolah: SMPN 3 Mejayan
📌 Nomor Peserta: 705
✍️ Tanggapan pada Artikel Tersebut:
Indonesia Rawan Tsunami. Sebagai negara yang berada di cincin api Pasifik, Indonesia memiliki potensi bencana tsunami yang tinggi akibat aktivitas gempa bumi dan letusan gunung api bawah laut. Kesadaran masyarakat terhadap mitigasi dan kesiapsiagaan sangat penting untuk meminimalisir korban jiwa. Edukasi, sistem peringatan dini, serta simulasi evakuasi perlu digalakkan agar masyarakat siap menghadapi ancaman tsunami.
💡 Penjelasan Proyek:
Selulosa batang pohon pisang adalah susunan rantai panjang yang terdiri dari molekul glukosa. Susunan tersebut membuat batang pohon pisang berserat dan sangat tebal. Limbah batang pohon pisang yang melimpah, jika tidak diolah dengan benar, dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sarang penyakit. Melalui lomba menggambar dan mewarnai, ide pemanfaatan limbah ini dapat divisualisasikan agar lebih mudah dipahami dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Ayo kenali tanda-tanda tsunami agar selalu waspada dan terhindar dari bahaya tsunami, Selalu waspada ya teman-teman. Mari jaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik.
Nama : Fatimah Nawal Rahman
Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
No. Peserta : 026
Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan
ketidaktahuan, ketidakpedulian, dan ketidaksiapan bisa berakibat fatal.
Jadi kita harus selalu waspada.
Nama : Ayesha Medina
No Peserta : 618
Sekolah : SDN Semolowaru 1/261
Judul Proyek : Maggot bsf si Hewan Ajaib Sahabat Lingkungan
Mari kita bersama – sama tingkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi tsunami.Jangan lupa untuk selalu waspada dan menghindari dari bahayanya Tsunami.
Nama: Diajeng Putri Pambayun
No Peserta:1260
Sekolah: SMPN46SURABAYA
Proyek:~SAMILA ~(Sabun Minyak Jelantah)
Terima kasih infonya
Habel Marcelo Eryawan
No Urut 237,
SDN Manukan Wetan IV 616
Proyek Melestarikan Tanaman Daun Afrika untuk Bumi yang Lebih Sehat
Memang betul sekali mitigasi bencana diperlukan, krn beberapa bulan yg lalu di surabaya juga sempat terjadi gempa dan krn kami tau apa yg harus dilakukan semua orang langsung bergerak keluar rumah. Alhamdulilah masih diberikan kesehatan dan keselamatan
Nama : Muhammad Raffa Zamzani
Asal sekolah : SMPN 9 Surabaya
Nomor peserta : 697
Judul proyek : Budidaya Bunga Telang Dan Pemanfaatannya
Terimakasih atas infonya🙏.Indonesia ditekan oleh tiga lempeng bumi,yaitu Lempeng Indo-Australia di selatan, Lempeng Eurasia di utara, dan Lempeng Pasifik di timur. Ketiga lempeng ini bergerak dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun. Akibatnya, gempa bumi berpotensi terjadi berulang dengan magnitudo yang relatif sama pada periode tertentu.Mari kita siapsiaga terhadap bencana.
Terimakasih atas infonya🙏.Indonesia ditekan oleh tiga lempeng bumi,yaitu Lempeng Indo-Australia di selatan, Lempeng Eurasia di utara, dan Lempeng Pasifik di timur. Ketiga lempeng ini bergerak dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun. Akibatnya, gempa bumi berpotensi terjadi berulang dengan magnitudo yang relatif sama pada periode tertentu.Mari kita siapsiaga terhadap bencana.
Nama : Naura Adelia Shafiqa Ghozali
Sekolah : Sdn Tandes Kidul 1 Surabaya
Proyek LH : Pengelolaan limbah cangkang telur
No.peserta : 704