“Mitigasi Gempa: Sains, Pemetaan, dan Kesiapsiagaan” Webinar Nasional Seri#254, Sabtu (2/8/2025)

Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), menjadikannya sangat rentan terhadap bencana gempa bumi. Untuk memahami dan mengurangi dampak gempa, penting mengenali terlebih dahulu sains di balik fenomena ini.

Gempa bumi terjadi akibat pelepasan energi dari pergerakan lempeng tektonik yang saling bergesekan, bertumbukan, atau menyusup ke bawah satu sama lain. Energi ini merambat sebagai gelombang seismik, menyebabkan getaran di permukaan bumi yang bisa merusak bangunan, infrastruktur, bahkan mengancam jiwa manusia.

Pengetahuan tentang sains gempa memungkinkan para ilmuwan mengembangkan teknologi pendeteksi dini dan mempelajari karakteristik sesar aktif. Salah satu teknologi penting adalah seismograf, alat untuk merekam getaran bumi.

Selain itu, riset geofisika dan geologi membantu menentukan lokasi sesar aktif dan sejarah kegempaannya. Meskipun hingga saat ini gempa belum bisa diprediksi secara akurat kapan akan terjadi, pemahaman ilmiah ini sangat penting untuk memperkirakan potensi dampak dan menyusun strategi mitigasi.

Langkah berikutnya adalah menyusun peta rawan gempa. Peta ini disusun berdasarkan data geologi, historis gempa, aktivitas tektonik, dan keberadaan sesar aktif. Di Indonesia, peta ini dikembangkan oleh BMKG, PVMBG, dan Pusat Studi Gempa Nasional.

Wilayah seperti Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Barat, Yogyakarta, hingga Maluku dan Papua termasuk zona merah dengan potensi gempa tinggi. Peta rawan gempa sangat penting sebagai dasar kebijakan tata ruang, pembangunan infrastruktur, serta penetapan prioritas daerah yang memerlukan edukasi dan sistem peringatan dini.

Mitigasi gempa adalah serangkaian tindakan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana gempa. Strategi ini mencakup pembangunan infrastruktur tahan gempa, penyusunan regulasi bangunan, serta edukasi publik tentang langkah penyelamatan diri.

Pemerintah dan masyarakat perlu bersinergi dalam mengurangi kerentanan. Misalnya, sekolah dan rumah sakit harus dibangun dengan standar struktur tahan gempa, dan masyarakat harus dilatih menghadapi gempa melalui simulasi rutin.

Selain pembangunan fisik, kesiapsiagaan sosial juga sangat krusial. Edukasi mitigasi gempa bisa dimulai sejak dini melalui kurikulum sekolah dan latihan evakuasi berkala. Simulasi bencana di kantor, pasar, dan permukiman padat penduduk dapat meningkatkan kesadaran dan respons cepat saat gempa terjadi.

Pemanfaatan teknologi seperti aplikasi peringatan dini dan penyebaran informasi lewat media sosial juga sangat membantu mempercepat tanggapan masyarakat.

Dengan perpaduan antara ilmu pengetahuan, pemetaan risiko, dan keterlibatan aktif masyarakat, mitigasi gempa bisa dilakukan lebih efektif. Memang gempa tidak bisa dicegah, namun dampaknya dapat diminimalkan dengan kesiapsiagaan yang terencana dan berkelanjutan.

Di negeri rawan bencana seperti Indonesia, membangun budaya sadar gempa adalah investasi keselamatan jangka panjang yang tidak bisa ditunda.

—-

Tunas Hijau bersama Forum Kota Surabaya Sehat, serta Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Teknik Geologi ITB, dan BPBD, serta didukung oleh PT Dharma Lautan Utama menyelenggarakan Webinar Nasional Seri#254 “Mitigasi Gempa” yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 2 Agustus 2025 pukul 12.00 – 15.00 WIB.

Narasumber:
1.⁠ ⁠Mukhtarodin Widodo (Analisis Mitigasi Bencana BPBD Prov. Jatim)
2.⁠ ⁠Dr. Astyka Pamumpuni, S.T., M.T. (Dosen Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian – ITB)
3.⁠ ⁠Kusnadi, S.T., M.Sc. (Wakil Ketua 2 Ikatan Ahli Geologi Indonesia)

Moderator:
1.⁠ ⁠Bintang Putra Rachmanianto (Siswa SMAN 9 Surabaya; Pangeran III Lingkungan Hidup 2024)
2.⁠ ⁠Revalina Fernanda (Siswi SMPN 1 Surabaya; Putri 5 Lingkungan Hidup 2024)
3.⁠ ⁠Gayatri Kayla Frinanda (Siswi SMPN 12 Surabaya; Putri Lingkungan Hidup 2024)

Pendaftaran gratis melalui : https://bit.ly/mitigasi-gempa-th-2025

Setiap peserta terdaftar dan mengisi daftar hadir akan mendapatkan sertifikat.

Narahubung: 085854366508 Nizamudin (Chat only)

18 thoughts on ““Mitigasi Gempa: Sains, Pemetaan, dan Kesiapsiagaan” Webinar Nasional Seri#254, Sabtu (2/8/2025)

  • Juli 30, 2025 pada 16:54
    Permalink

    Ditunggu webinarnya..
    Reynando Yudhistira putra
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta 409
    Pengolahan sampah plastik

    Balas
  • Juli 30, 2025 pada 17:12
    Permalink

    Insya Allah akan join webinarnya
    Nama ku aqeel dr smpn 6 surabaya, mempunyai proyek tanam selada sebagai ketahanan pangan, no peserta : 681

    Balas
  • Juli 30, 2025 pada 19:31
    Permalink

    Setelah saya lihat webinar tersebut saya telah menerima banyak ilmu apalagi tentang gempa

    Saya arka Raditya pasya
    Dari SMPN 11 Surabaya
    Dengan proyek budidaya sansievera

    Balas
  • Juli 30, 2025 pada 20:24
    Permalink

    Ga sabar mau lihat webinar nya karna di webinar ini saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat 😁😁.
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta: 224
    Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
  • Juli 31, 2025 pada 02:43
    Permalink

    Duh takut saya pernah merasakan gempa yang lumayan kencang saat di jawa tengah semoga itu tidak terjadi lagi aamiin
    Eno wahyu kamagading (452)
    SDN pacarkeling 1/182 surabaya

    Balas
  • Juli 31, 2025 pada 06:56
    Permalink

    Semoga dengan adanya webinar ini kita bisa kita bisa mengerti bila ada gempa bumi mendadak . Aku tunggu webinarnya

    Kayla Ayu Anindya
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta:710
    Proyek : mol magic water/mol cair

    🪴🌍Salam bumi pasti lestari 🌍🪴

    Balas
  • Juli 31, 2025 pada 10:56
    Permalink

    Insyaallah saja akan hadir dalam Webinar ini, karena saya bisa menambah ilmu yg bermanfaat

    Nama : Akifa Maulidya
    Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
    Nomor Peserta : 698
    Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • Juli 31, 2025 pada 20:59
    Permalink

    Mitigasi gempa membutuhkan kolaborasi antara sains, pemetaan wilayah rawan, dan kesiapsiagaan masyarakat. Ketiganya penting untuk meminimalkan dampak dan menyelamatkan lebih banyak nyawa saat bencana terjadi.

    Mayfrina Aisyahrani
    SMPN 3 SURABAYA
    PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN

    Balas
  • Agustus 2, 2025 pada 07:21
    Permalink

    Mitigasi gempa membutuhkan kolaborasi antara sains, pemetaan wilayah rawan, dan kesiapsiagaan masyarakat. Ketiganya penting untuk meminimalkan dampak dan menyelamatkan lebih banyak nyawa saat bencana terjadi.

    nama ibrahim tubagus maulana
    sekolah sdn jemur wonosari 1
    judul proyek minyak jelantah
    no 115

    Balas
  • Agustus 2, 2025 pada 10:17
    Permalink

    Semoga dengan ikut serta di webinar ini kita bisa sedia payung sebelum hujan

    Balas
  • Agustus 4, 2025 pada 14:15
    Permalink

    Messa Eko Putri – 018 “Webinar ini menyadarkan saya pentingnya peran masyarakat dalam mitigasi bencana. Mari kita mulai dari hal kecil, seperti mengenali jalur evakuasi dan menyiapkan tas siaga bencana di rumah masing-masing.”

    Balas
  • Agustus 5, 2025 pada 16:40
    Permalink

    Webinar yang bermanfaat karena memberikan ilmu untuk merawat bumi👍🏼👍🏼👍🏼

    Balas
  • Agustus 15, 2025 pada 20:07
    Permalink

    Mitigasi gempa membutuhkan kolaborasi antara sains, pemetaan wilayah rawan, dan kesiapsiagaan masyarakat. Ketiganya penting untuk meminimalkan dampak dan menyelamatkan lebih banyak nyawa saat bencana terjadi.

    Nama : Muhammad Raffa Zamzani
    Asal sekolah : SMPN 9 Surabaya
    Nomor peserta : 697
    Judul proyek : Budidaya Bunga Telang Dan Pemanfaatannya

    Balas
  • Agustus 15, 2025 pada 20:07
    Permalink

    Mitigasi gempa membutuhkan kolaborasi antara sains, pemetaan wilayah rawan, dan kesiapsiagaan masyarakat. Ketiganya penting untuk meminimalkan dampak dan menyelamatkan lebih banyak nyawa saat bencana terjadi

    Nama : Muhammad Raffa Zamzani
    Asal sekolah : SMPN 9 Surabaya
    Nomor peserta : 697
    Judul proyek : Budidaya Bunga Telang Dan Pemanfaatannya

    Balas
  • Agustus 26, 2025 pada 20:14
    Permalink

    Siapkan tas siaga bencananya ya teman-teman, jangan lupa ok

    Nama : Fatimah Nawal Rahman
    Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
    No. Peserta : 026

    Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
    Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

    Balas
    • September 5, 2025 pada 12:19
      Permalink

      Webinar ini sangat bermanfaat bagi kita karena webinar ini mengajarkan kita bagaimana untuk menjaga keselamatan dari gempa bumi.
      Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

      Balas
    • September 5, 2025 pada 12:19
      Permalink

      Webinar ini sangat bermanfaat bagi kita karena webinar ini mengajarkan kita bagaimana untuk menjaga keselamatan dari gempa bumi.
      Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

      Balas
  • September 3, 2025 pada 13:41
    Permalink

    Mitigasi gempa harus dikuasai oleh setiap warga negara Indonesia, karena kita hidup di negara yang rawan bencana.

    Nama : Ayesha Medina
    No Peserta : 618
    Sekolah : SDN Semolowaru 1/261
    Judul Proyek : Maggot bsf si Hewan Ajaib Sahabat Lingkungan

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *