“Perlindungan Tanah untuk Kehidupan Berkelanjutan” Webinar Nasional Seri#237, Sabtu (19/4/2025) Pagi

Tanah merupakan komponen dasar ekosistem yang tidak tergantikan. Ia menjadi fondasi bagi kehidupan, mendukung pertumbuhan tanaman, dan menyediakan habitat bagi jutaan mikroorganisme. Dalam konteks ekologi, perlindungan tanah menjadi kunci menjaga keseimbangan alam.

Dasar ekologi perlindungan tanah mencakup pemahaman bahwa tanah bukan sekadar media tumbuh, tetapi juga sistem hidup yang kompleks. Kehilangan kesuburan tanah akibat erosi, pencemaran, atau konversi lahan dapat mengganggu siklus nutrisi, air, dan energi di lingkungan.

Salah satu peran vital tanah adalah kemampuannya sebagai penyerap dan pelepas karbon. Tanah menyimpan lebih banyak karbon dibandingkan atmosfer dan vegetasi secara gabungan. Proses ini terjadi melalui dekomposisi bahan organik dan interaksi mikroba dalam tanah.

Tanpa perlindungan yang memadai, gangguan pada struktur dan kesuburan tanah dapat menyebabkan pelepasan karbon dalam jumlah besar ke atmosfer, memperparah perubahan iklim. Oleh karena itu, menjaga kualitas dan fungsi tanah memiliki dampak langsung terhadap pengendalian emisi karbon global.

Selain menyimpan karbon, tanah juga berfungsi sebagai penyangga terhadap perubahan iklim ekstrem. Tanah yang sehat mampu menyerap air hujan lebih baik, mengurangi risiko banjir dan kekeringan. Keberlanjutan pertanian dan ketahanan pangan juga sangat bergantung pada perlindungan tanah.

Jika tanah rusak, produktivitas menurun, dan masyarakat yang bergantung pada pertanian menjadi rentan terhadap kemiskinan dan kelaparan. Oleh sebab itu, pendekatan ekologis dalam perlindungan tanah penting untuk menciptakan masa depan yang adil dan berkelanjutan.

Inovasi rekayasa konservasi tanah menjadi langkah penting dalam upaya perlindungan ini. Teknik seperti terasering, penanaman vegetasi penutup, pemanfaatan biopori, hingga penggunaan teknologi digital untuk pemantauan tanah semakin berkembang.

Inovasi tersebut tidak hanya mencegah erosi dan degradasi, tetapi juga meningkatkan produktivitas tanah secara berkelanjutan. Kolaborasi antara ilmuwan, petani, dan pembuat kebijakan menjadi krusial agar inovasi ini dapat diterapkan secara luas dan berdampak nyata.

Kebijakan publik juga memiliki peran strategis dalam mendukung perlindungan tanah. Pemerintah perlu mendorong insentif bagi praktik pertanian ramah lingkungan dan memperketat regulasi terhadap aktivitas industri yang merusak tanah.

Pendidikan masyarakat mengenai pentingnya tanah dalam siklus kehidupan juga perlu ditingkatkan. Ketika masyarakat memahami fungsi tanah secara ekologis dan ekonomis, maka upaya pelestarian akan lebih mudah diterima dan diadopsi secara kolektif.

Perlindungan tanah bukanlah tugas segelintir pihak, melainkan tanggung jawab bersama. Dari individu hingga negara, dari petani kecil hingga korporasi besar, semuanya memiliki peran dalam menjaga tanah tetap lestari.

Dalam kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), tanah yang sehat mendukung pencapaian banyak tujuan, mulai dari pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, hingga aksi terhadap perubahan iklim. Hanya dengan melindungi tanah, kita dapat menjamin kehidupan berkelanjutan bagi generasi kini dan yang akan datang.


WEBINAR NASIONAL SERI#237 “PERLINDUNGAN TANAH UNTUK KEHIDUPAN BERKELANJUTAN”
Tunas Hijau bersama PT Dharma Lautan Utama, Badan Riset & Inovasi Nasional, dan Departemen Tanah Universitas Brawijaya Malang menyelenggarakan Webinar Nasional Seri#237 “Perlindungan Tanah untuk Kehidupan Berkelanjutan” pada Sabtu, 19 April 2025 pukul 08.30 – 11.30 WIB melalui Zoom dan Live YouTube “Tunas Hijau Indonesia”

Narasumber webinar ini adalah:
1.⁠ ⁠Prof. Ir. Didik Suprayogo, M.Sc., Ph.D (Dosen Departemen Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya)
2.⁠ ⁠Dr. Setiari Marwanto, S.P., M.Si (Peneliti BRIN)
3.⁠ ⁠Dr. Danny Dwi Saputra, SP., M.Si. (Dosen Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya)

Moderator webinar ini adalah:
1.⁠ ⁠Verlita Anggraini Putri (Siswi SMPN 19 Surabaya dan Putri II Lingkungan Hidup 2024)
2.⁠ ⁠Zahra Zahiyah Pasah (Siswi SMPN 57 Surabaya dan Putri LH III 2024 SMP)
3.⁠ ⁠Bintang Putra Rachmanianto (Siswa SMPN 8 Surabaya dan Pangeran III LH 2024)

Pendaftaran gratis melalui : https://bit.ly/perlindungan-tanah-berkelanjutan

Setiap peserta terdaftar dan mengisi daftar hadir akan mendapatkan sertifikat

Narahubung: Nizamudin +62 858-5436-6508. (*)

1 thoughts on ““Perlindungan Tanah untuk Kehidupan Berkelanjutan” Webinar Nasional Seri#237, Sabtu (19/4/2025) Pagi

  • Juli 6, 2025 pada 00:50
    Permalink

    🌍🌾 TANAH ITU HIDUP, BUKAN CUMA BUAT NAPAK KAKI!

    Keren banget Webinar Nasional Seri #237 bareng Tunas Hijau yang bahas soal “Perlindungan Tanah untuk Kehidupan Berkelanjutan”!
    Gak banyak yang sadar, padahal TANAH itu ibarat “jantungnya” bumi—tempat semua kehidupan berpijak, tumbuh, dan berkembang. Tapi sayangnya… tanah sering dianggap cuma sekadar tanah. 💔

    Padahal…
    👀 Tanah itu tempat hidup miliaran mikroorganisme
    🌳 Tanah menyimpan karbon lebih banyak dari hutan dan atmosfer!
    💧 Tanah sehat bisa nyerap air, cegah banjir, dan atasi kekeringan
    🌾 Tanah subur = pertanian aman = makanan cukup = perut kenyang = hati senang 😋

    Tapi sekarang…
    Erosi makin parah, hutan dibabat, limbah makin banyak, dan tanah makin lelah…
    Kalau kita diam aja, bukan cuma tanaman yang mati. Tapi juga harapan masa depan.

    💡 Terus, kita bisa ngapain dong?
    Jawabannya: Mulai dari yang kecil, tapi konsisten dan berdampak!
    Salah satunya: ecoenzym! 🧪🍍
    🧪 Ecoenzym = Sahabat Akar & Penjaga Tanah
    Ecoenzym bukan hanya cairan dari kulit buah bekas, tapi juga:
    🌱 Penyubur tanah alami (tanpa pupuk kimia yang bikin tanah kapok!)
    🐛 Aktivator mikroorganisme baik dalam tanah
    💧 Pengurai bahan organik jadi nutrisi buat tanah
    ♻️ Pengurang limbah dapur yang bisa bikin TPA megap-megap

    Jadi bukan cuma baik buat lingkungan, ecoenzym juga bisa bantu pertanian makin ramah lingkungan dan jangka panjang. Bayangin… kulit buah yang biasanya dibuang, malah jadi penyelamat kesuburan tanah! Keren gak tuh?! 😎

    🌟 Anak Muda Bisa Apa?
    Banyak banget!
    ✅ Bikin ecoenzym di rumah atau sekolah
    ✅ Tanam tanaman dengan sistem tanam organik
    ✅ Ajak teman ikut kampanye hemat tanah & air
    ✅ Edukasi orang sekitar buat gak buang sampah sembarangan ke tanah

    🌈 Ingat ya, kalau tanah rusak, gak ada tempat buat nanem makanan.
    Kalau gak ada makanan, TikTok-an pun udah gak asik karena lapar 😅
    Makanya, ayo jadi generasi yang gak cuma bisa scroll-scroll, tapi juga peduli soal soil-soil! 🤭

    💚 Tanah itu bukan cuma media tumbuh, tapi juga penyimpan kehidupan.
    Jadi yuk… kita jaga, rawat, dan manfaatkan dengan bijak.
    Mulai dari hal sederhana, kayak ecoenzym, biopori, dan gerakan hijau lainnya.

    Karena kalau bukan kita yang jaga tanah…
    Masa nungguin alien turun tangan? 😆

    Perkenalkan saya adalah peserta Putri lingkungan hidup tahun 2025. Dengan :
    Proyek : inovasi ecoenzym
    Nama : Lintang Tabia Ramadhan
    Sekolah : SMPN 11 Surabaya
    No.peserta : 800

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *