Remaja, Keluarga, dan Harapan Baru Menuju Indonesia Tanpa Stigma HIV

Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap 1 Desember menjadi momentum penting bagi keluarga Indonesia untuk kembali membuka ruang dialog yang jujur dan penuh empati. Dalam susana yang sering kali dipenuhi stigma dan ketakutan, keluarga justru memegang peran sentral sebagai tempat pertama seseorang merasa aman untuk bercerita. Ketika orang tua memberikan teladan komunikasi yang hangat, generasi muda akan lebih siap memahami isu HIV/AIDS tanpa prasangka.

Di Indonesia, data terbaru menunjukkan bahwa estimasi jumlah orang hidup dengan HIV (ODHIV) mencapai sekitar 564.000 orang pada 2025. Situasi ini menunjukkan bahwa HIV/AIDS masih menjadi isu kesehatan masyarakat penting — dan bisa saja menyentuh siapa saja, termasuk remaja dan keluarga.

Meski demikian, dari total ODHIV tersebut, tidak semua telah terdiagnosis, tertolong, atau mendapatkan pengobatan. Data per Maret 2025 misalnya menunjukkan bahwa baru sekitar 356.638 orang yang tercatat (diagnosa/terdeteksi). Artinya banyak orang hidup dengan HIV yang belum terdeteksi — dan di sinilah peran keluarga dan komunitas menjadi krusial untuk membuka komunikasi, mendukung tes dini, serta mendorong akses layanan kesehatan.

Generasi muda hari ini sebenarnya sangat peduli, cerdas, dan ingin terlibat. Mereka aktif di media sosial, mengikuti komunitas, dan punya akses pengetahuan global. Tantangannya adalah memastikan bahwa setiap informasi yang mereka serap benar dan tidak bias. Edukasi tentang HIV/AIDS perlu dikemas dengan gaya yang relevan: visual yang menarik, bahasa santai, dan contoh nyata yang mudah dipahami.

Hari AIDS Sedunia juga mengingatkan kita untuk menghentikan stigma. Banyak orang hidup dengan HIV di Indonesia — dan di dunia — yang hidup dalam ketakutan, terisolasi, atau tidak mau terbuka karena stigma. Mengutip data global World Health Organisation: pada akhir 2024, diperkirakan sekitar 40,8 juta orang hidup dengan HIV di seluruh dunia. Dengan pengobatan dan dukungan, mereka bisa menjalani kehidupan produktif, sehat, dan bermartabat — termasuk menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat.

Keluarga dapat menjadi benteng pertama dengan menciptakan budaya edukasi kesehatan yang tidak menghakimi. Obrolan ringan di ruang keluarga tentang hubungan sehat, penyakit menular, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala dapat menjadi langkah awal yang damai. Ketika orang tua mampu mendengarkan tanpa marah, remaja akan lebih berani bertanya dan terbantu untuk membuat keputusan yang lebih aman.

Tes HIV juga perlu dikenalkan sebagai tindakan yang wajar, bukan menakutkan. Keluarga yang mengajarkan pentingnya skrining kesehatan sejak dini akan membantu anak muda tumbuh dengan pola pikir preventif. Tes HIV bukan hukuman, melainkan cara menjaga diri dan orang lain. Semakin banyak generasi muda yang sadar akan pentingnya tes dini, semakin cepat pula rantai penularan dapat dikendalikan — dan semakin banyak hidup yang bisa diselamatkan.

Akhirnya, Hari AIDS Sedunia adalah ajakan lembut untuk saling menjaga. Keluarga, sebagai rumah pertama setiap manusia, dan generasi muda, sebagai pewaris masa depan, memiliki kekuatan besar untuk menciptakan Indonesia tanpa stigma. Dengan cinta, pengetahuan, dan keberanian untuk berdialog — serta dengan data faktual di tangan — kita bisa membangun masyarakat yang lebih sehat dan inklusif bagi siapa pun yang hidup dengan HIV/AIDS. (*/Mochamad Zamroni)

17 thoughts on “Remaja, Keluarga, dan Harapan Baru Menuju Indonesia Tanpa Stigma HIV

  • Desember 1, 2025 pada 15:58
    Permalink

    Di Indonesia, data terbaru menunjukkan bahwa estimasi jumlah orang hidup dengan HIV (ODHIV) mencapai sekitar 564.000 orang pada 2025. Situasi ini menunjukkan bahwa HIV/AIDS masih menjadi isu kesehatan masyarakat penting — dan bisa saja menyentuh siapa saja, termasuk remaja dan keluarga.

    Catatan penting yang perlu di waspadai. Isi waktu kita dengan hal-hal positif, berkegiatan yang positif

    Balas
  • Desember 1, 2025 pada 17:01
    Permalink

    Selamat hari AIDS sedunia semoga di Indonesia tidak ada lagi warganya yang terkena penyakit ini aamiin. Sehat semua
    Eno wahyu kamagading
    SDN pacarkeling 1/182 surabaya
    Eco enzym
    452

    Balas
    • Desember 1, 2025 pada 20:11
      Permalink

      HIV dan aids tidak menular melalui kita berjabat tangan…untuk itu perlunya kita sebagai warga negara Indonesia hendaklah bijak tanpa harus mengucilkan mereka…selamat hari HIV/Aids sedunia 1 Desember 2025
      Semoga kita selalu diparingi sehat dan dijauhkan dari hal yang negatif
      “Bersama hadapi perubahan,jaga keberlanjutan layanan HIV”

      Reynando Yudhistira putra
      SDN Wiyung 1 Surabaya
      Pengolahan sampah plastik
      No peserta 409

      Balas
    • Desember 2, 2025 pada 07:27
      Permalink

      Pentingnya edukasi tentang banyak hal. Salah satunya adalah tentang kesehatan pengetahuan HIV. Menjaga diri sendiri ,menjaga keluarga adalah satu hal penting sebelum menjaga dan berkampanyevtentang HIV kepada masyarakat sekitar dan banyak orang.
      Carissa Putri Fatihasari
      SDN Sidotopo wetan V
      No.peserta : 674
      Proyek SANCA ( Sampah Anorganik Carissa)

      Balas
    • Desember 3, 2025 pada 07:36
      Permalink

      Selamat Hari AIDS Sedunia,Semoga kita di jauhkan dari penyakit ini.Dan jangan lupa jaga kebersihan ,jaga kesehatan.
      Nama: Muhammad Hidayahtullah
      Sekolah: SDN KAPASARI 1/292 Surabaya
      No Peserta: 145
      Proyek: Budidaya Daun Pandan

      Balas
  • Desember 2, 2025 pada 08:36
    Permalink

    Di Hari AIDS Sedunia ini, mari kita berkomitmen untuk menciptakan dunia tanpa stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS. Cinta, dukungan, dan pengertian adalah obat terbaik🥰

    Akifa Maulidya (698)
    SDN Tandes Kidul 1
    Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • Desember 3, 2025 pada 08:01
    Permalink

    Hari Aids Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember merupakan ajakan bagi kita untuk peduli kepada penderita HIV Aids. Mari kita saling menjaga, mulai dari rumah pertama yaitu keluarga. Dengan cinta, kepedulian, dan tentunya pengetahuan demi membangun masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

    Nama : Fathan Alby Andhitama
    No : 0037
    Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
    Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun

    Halo sobat hijau 🌳
    Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari 🌱

    Balas
  • Desember 3, 2025 pada 19:19
    Permalink

    Nayla Thalita Azzahra
    No Peserta : 524
    SDN Petemon IX Surabaya
    Judul Proyek : Lets Go to Bali Badung ( Ayo Budidaya Lidah Buaya dengan Produk Unggulan )

    Stigma HIV Aids sangat negatif terutama di masyarakat Indonesia. Perlakuan yang diskriminatif pun kerap kali menimpa para korban dimanapun mereka berada. Oleh karena itu perlunya dilakukan
    edukasi baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

    Balas
  • Desember 3, 2025 pada 23:03
    Permalink

    Nama:Raka Maulana Pratama
    Sekolah:SMPN 25 SURABAYA
    No.peserta:561
    Proyek:keajaiban kompos tkk bagi lingkungan

    Tulisan ini sangat membuka wawasan! Penjelasan mengenai peran keluarga dalam membangun komunikasi yang jujur dan tanpa stigma benar-benar penting, terutama bagi generasi muda yang sedang tumbuh dalam era informasi cepat. Data yang disampaikan juga membantu kita melihat bahwa HIV/AIDS bukan sekadar isu kesehatan, tetapi juga isu empati dan dukungan sosial.

    Saya setuju bahwa keluarga adalah ruang pertama yang harus aman untuk berdialog. Dengan edukasi yang tepat, pendekatan yang penuh empati, dan ajakan untuk tes kesehatan tanpa rasa takut, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan inklusif. Semoga semakin banyak keluarga yang berani membangun komunikasi sehat agar stigma terhadap HIV/AIDS bisa perlahan hilang.

    Balas
  • Desember 4, 2025 pada 05:40
    Permalink

    Edukasi sejak dini, edukasi penyebab dari penyakit HIV, mengenali lingkungan. Tidak perlu mengucilkan. Dan kita harus mawas diri.

    Balas
  • Desember 9, 2025 pada 09:50
    Permalink

    Edukasi tentang HIV AIDS ini sangat penting dan berguna karena pergaulan anak remaja yang semakin luas. Terimakasih atas ilmunya.

    Abid Maher Ar Rayyan/193
    SDN Ketabang I/288
    Budidaya tanaman Binahong

    Balas
  • Desember 9, 2025 pada 10:27
    Permalink

    Nayla Thalita Azzahra
    No Peserta : 524
    SDN Petemon IX
    Judul Proyek : Lets Go to Bali Badung ( Ayo Budidaya Lidah Buaya dengan Produk Unggulan )

    Edukasi HIV/AIDS sangat penting karena mencegah penularan dengan menyebarkan informasi akurat tentang cara penularan dan pencegahan, melawan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS), meningkatkan kesadaran untuk tes dini dan pengobatan, serta membangun masyarakat yang lebih inklusif dan suportif dengan pemahaman yang benar, bukan ketakutan atau misinformasi.

    Balas
  • Desember 10, 2025 pada 15:21
    Permalink

    Semoga semakin banyak ruang dialog yang hangat dan tanpa stigma di dalam keluarga. Isu HIV/AIDS bukan hanya soal angka, tapi tentang empati, keberanian untuk bercerita, dan komunikasi yang penuh pengertian. Dengan edukasi yang tepat, keluarga bisa menjadi tempat paling aman bagi siapa pun untuk didengar tanpa dihakimi.
    Angka ODHIV mungkin terus bertambah, tapi harapan juga terus ada, terutama ketika semakin banyak orang berani memeriksakan diri, terdeteksi dini, dan mendapatkan pengobatan.

    Isvara Nareswari Aryanto
    SDN Kaliasin 1
    Budidaya Tanaman Pacar Air

    Balas
  • Desember 11, 2025 pada 08:48
    Permalink

    Selamat Hari Aids Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember 2025. Ajakan untuk saling menjaga menuju kesehatan. Maka dari itu lah Keluarga menjadi rumah utama yang berperan penting dan Pentingnya Edukasi HIV/Aids sangat diperlukan terutama generasi muda sebagai masa depan. Semoga kita semua sehat selalu terhindar dari penyakit apapun amin.

    Jangan Lupa Intip Proyek saya ya teman-teman.
    Saya Muhammad Khabibi Nur Rokhman
    Saya adalah Finalis pangeran dan putri lingkungan hidup tahun 2025
    No.Peserta 31
    Saya dari SDN BANJARSUGIHAN V/617 SURABAYA
    Proyek Lingkungan Hidup Saya adalah PESAN OJEC APIK(Pemanfaatan Sampah Non Organik Jadi Ecobrick dan Anyaman Plastik)
    Disini saya mengajak semua untuk peduli lingkungan dengan mengurangi sampah plastik karena jumlah sampah plastik semakin banyak salah satunya kemasan sachet yang tidak didaur ulang maka saya memanfaatkannya menjadi barang yang bermanfaat yaitu ecobrick dan anyaman plastik daripada sampah plastik tersebut terbuang begitu saja.

    Salam Bumi Pasti Lestari
    Salam Sadar Iklim
    Salam Zerowaste
    Salam Basuma Jaya Jaya Jaya
    Pokoe ngeten pun

    Balas
  • Desember 16, 2025 pada 09:26
    Permalink

    Mari maknai Hari AIDS Sedunia sebagai ajakan untuk hidup lebih peduli, terbuka, dan bertanggung jawab terhadap kesehatan diri dan sesama. Dengan pengetahuan yang benar, perilaku hidup sehat, serta keberanian untuk berdialog dan melakukan tes dini, risiko HIV/AIDS dapat dicegah. Hentikan stigma, perkuat peran keluarga, dan jadikan hari ini langkah nyata menuju masyarakat yang sehat dan saling melindungi.

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas
    • Desember 16, 2025 pada 12:07
      Permalink

      Artikel ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan, sangat baik untuk meningkatkan kesadaran masyarkat, pemahaman dan kepedulian . Khususnya generasi muda.

      Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
      No.Peserta: 218
      Sekolah: SDN.Kalisari 2/513 Surabaya.
      Proyek LH: Budidaya tanaman asem jawa dan produk minuman kesehatan tradisional sinom.

      Balas

Tinggalkan Balasan ke Fathan Alby A Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *