Bahaya Memanaskan Makanan dalam Wadah Plastik dengan Microwave
Kapan kamu memanaskan makanan menggunakan microwave terakhir kali? Memanaskan makanan menggunakan microwave adalah kebiasaan yang lazim dilakukan karena cepat dan praktis. Namun, sebagian besar masyarakat belum menyadari bahwa penggunaan wadah plastik dalam proses ini bisa menimbulkan risiko kesehatan serius.
Ketika plastik dipanaskan, terutama dalam suhu tinggi seperti pada microwave, beberapa jenis plastik dapat melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam makanan. Zat tersebut dapat mengganggu sistem hormon, bersifat karsinogenik, dan berdampak jangka panjang bagi tubuh.
Salah satu zat kimia yang sering dikaitkan dengan plastik adalah Bisphenol A (BPA). BPA banyak digunakan dalam pembuatan plastik jenis polycarbonate dan resin epoksi. Ketika terpapar panas, BPA dapat larut ke dalam makanan atau minuman.
Menurut jurnal Environmental Health Perspectives (2006), paparan BPA meskipun dalam dosis rendah, telah dikaitkan dengan gangguan fungsi hormon estrogen, gangguan perkembangan otak, dan peningkatan risiko kanker payudara.
Tak hanya BPA, zat lain seperti phthalate juga dilepaskan dari plastik lunak saat dipanaskan. Studi dari Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology (2018) menyatakan bahwa phthalate dapat menyebabkan gangguan sistem reproduksi dan perkembangan anak, serta meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolik. Zat ini juga dapat bertindak sebagai endocrine disruptor atau pengganggu sistem endokrin tubuh manusia.
Jurnal ilmiah dari Universitas Gadjah Mada (Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas, 2020) menegaskan bahwa penggunaan plastik jenis PVC (polyvinyl chloride) untuk membungkus makanan panas dapat mengakibatkan migrasi senyawa kimia ke dalam makanan.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa plastik dengan kode daur ulang tertentu, seperti 3 (PVC) dan 7 (lain-lain), sebaiknya dihindari untuk penggunaan panas karena memiliki potensi migrasi senyawa berbahaya yang tinggi.
Bahaya dari migrasi zat plastik ke makanan ini tidak langsung terasa, namun efeknya dapat bersifat akumulatif dan berdampak dalam jangka panjang. Anak-anak dan ibu hamil menjadi kelompok yang paling rentan. Jurnal Environmental International (2013) mencatat bahwa paparan BPA pada ibu hamil berisiko menyebabkan gangguan perkembangan saraf pada janin.
Lembaga pengawas seperti FDA (Food and Drug Administration) dan EFSA (European Food Safety Authority) sebenarnya telah mengeluarkan panduan tentang penggunaan plastik dalam microwave. Mereka menekankan bahwa hanya wadah plastik yang telah teruji dan berlabel “microwave-safe” yang boleh digunakan. Namun, perlu diingat bahwa label ini tidak selalu menjamin sepenuhnya bebas dari migrasi zat kimia berbahaya.
Di Indonesia, penelitian oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) pada tahun 2019, kini BRIN, mengungkap bahwa banyak masyarakat masih menggunakan wadah plastik sembarangan untuk menghangatkan makanan. Hasil survei LIPI, saat itu, menunjukkan bahwa 68% responden menggunakan wadah plastik yang tidak sesuai standar keamanan pangan saat dipanaskan dalam microwave, meningkatkan risiko paparan bahan kimia berbahaya.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk menggunakan wadah berbahan kaca, keramik, atau stainless steel saat menghangatkan makanan di microwave. Hindari menggunakan plastik tipis, kantong kresek, atau wadah bekas makanan instan yang tidak diperuntukkan untuk pemanasan ulang.
Kesadaran masyarakat terhadap bahaya pemanasan plastik dalam microwave harus ditingkatkan. Kampanye publik melalui sekolah, media sosial, dan label edukatif pada kemasan plastik sangat penting untuk mengubah kebiasaan yang salah ini. Pendidikan mengenai simbol daur ulang plastik juga perlu digaungkan agar konsumen lebih paham jenis plastik apa yang aman digunakan.
Dengan memperhatikan bahan wadah yang digunakan untuk memanaskan makanan, kita tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan risiko penyakit kronis di masa depan. Langkah kecil ini bisa menjadi bentuk nyata menjaga sistem hormon tubuh tetap seimbang dan mengurangi paparan bahan kimia berbahaya dalam kehidupan sehari-hari. (*/Bram Azzaino)


Kesadaran kecil seperti ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan diri sekaligus mengurangi sampah plastik. Dengan langkah sederhana, kita bisa mencegah kerusakan lingkungan dan tubuh kita sendiri.
📌 Nama: Nashifah Kamilia Arsya Salsabila
🏫 Sekolah: SMP Negeri 3 Mejayan
🔢 Nomor Peserta: 1464
🌿 Proyek: BION AMOS (Bio Lotion Anti Mosquito)
📄 Penjelasan Proyek:
BION AMOS adalah inovasi lotion anti nyamuk alami berbahan minyak atsiri serai, kulit jeruk, dan daun pandan. Proyek ini lahir dari semangat menciptakan solusi ramah lingkungan dan sehat, tanpa bahan kimia berbahaya, sekaligus mengajak masyarakat lebih sadar terhadap gaya hidup sehat dan aman.
Terimakasih informasinya..jaga kesehatan ✅✅
Reynando Yudhistira putra
SDN Wiyung 1 Surabaya
No peserta 409
Pengolahan sampah plastik
Hexa afzal hermawan
Sdn wonokusumo 6/45
Peserta pangeran lingkungan hidup thn 2025 dengan no peserta 421
Proyek saya adalah budita cabi budidaya tanaman cabai
Tujuan proyek saya adalah mengolah tanaman cabai menjadi balsam.
Ketika plastik dipanaskan, terutama dalam suhu tinggi seperti pada microwave, beberapa jenis plastik dapat melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam makanan. Zat tersebut dapat mengganggu sistem hormon, bersifat karsinogenik, dan berdampak jangka panjang bagi tubuh.
Hindari kebiasaan ini, karena dapat mengganggu kesehatan tubuh kita, karena plastik yang dipanaskan akan melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam makanan. Terimakasih atas artikelnya yang bermanfaat.
RAH HANDARU HATMAJI MARSUDI
SMP NEGERI 1 SURABAYA
NO PESERTA 453
JUDUL PROYEK : BUDIDAYA TANAMAN HIAS SANSEVIERIA SEBAGAI PENYERAP POLUTAN UNTUK MENGURANGI POLUSI UDARA.
seberbahaya itu ternyata zat plastik dalam kehiduoan kita
ajeng chaesa setia rahayu
smpn 24 surabaya
eco.grow(pupuk eceng gondok)
Nama Sanggrama Rasio Al Warisyi
Proyek Pemanfaaatan limbah cangkang telur untuk hijaukan bumi dan innovasi bahan pangan.
Terimakasih atas informasinya,Karena biasanya banyak orang suka memanaskan makanan menggunakan microwave apalagi menggunakan plastik terimakasih karena Artikel ini jadi kita dapat mengerti bahanyanya
SALAM BUMI PASTI LESTARI☘☘☘☘☘
Lebih baik jika memasak atau membeli makanan yang sekali langsung habis aj aman
Eno wahyu kamagading 453
SDN pacarkeling 1/182 surabaya
Bahaya memanaskan makanan dalam Plastik Di Microwave.
Marshall Dastan Putra R
Sdn. Ketabang 1/288 Surabaya
No peserta 207.
Project : KOMANDAN (Koleksi Tanaman Pandan)
Ternyata memanaskan makanan dengan wadah plastik di Microwave sangat membahayakan.
Dalam suhu tertentu plastik membuat makanan menjadi rusak.
Terimakasih atas artikel yang sangat informatif ini
Sangat bermanfaat.
Sering kali kita memanaskan makanan dengan wadah plastik di microwave Hal ini beranggapan lebih cepat dan praktis.
Padahal jika makanan di tempatkan di wadah plastik dan dipanaskan pada suhu tinggi akan melepaskan zat kimia yang berbahaya ke dalam makanan.
Dengan Artikel dari Tunas Hijau ini kita mengetahui apa saja zat yang berbahaya itu dan dampaknya bagi kesehatan.
FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
SDN Margorejo 1/403 Surabaya
No Peserta: 253
Proyek: Pengolahan Sampah Organik Dapat Memberikan Nutrisi Pada Tanaman
Artikel ini menyampaikan peringatan penting mengenai penggunaan wadah plastik saat memanaskan makanan menggunakan microwave. Meski beberapa wadah diberi label “microwave safe”, hal ini hanya menunjukkan kekuatannya terhadap suhu tinggi, bukan keamanan dari aspek kimiawi bagi kesehatan
Nama:Diky Yulia Efendi
No peserta:459
Proyek: Penjernihan air melalui filter air
Sekolah:SMP Negeri 11 Surabaya
Hindari kebiasaan ini, karena dapat mengganggu kesehatan tubuh kita, karena plastik yang dipanaskan akan melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam makanan. Terimakasih atas artikelnya yang bermanfaat.
Plastik Sangat Berbahaya Bagi Tubuh Manusia, mari kita jaga kesehatan Tubuh Kita Dengan Menghindari kebiasaan ini, dan menggunakan bahan dasar plastik dengan berulang kali pakai..
Nama : AMIRNA NUR FEBYYANTI
Nomer Peserta : 702
bahaya sekali ini, kan bisa jadi kalau terlaluu panas tiba tiba plastik meleleh dan alat konslet langsung tuh bisa terbakar
nama: Bara Ikmal Ghani
asal sekolah: SMPN 38 Surabaya
nomor peserta: 601
proyek: mengolah sampah organik🌿
Ternyata berbahaya untuk kesehatan ya, kalau kita menggunakan plastik pada microwave, terima kasih ilmunya, informasi yang menarik
saya Ni Luh Gd Kt Keyva Richie Valerina Atmaja
sekolah SMPN 6 Surabaya
judul proyek Budidaya Lemongrass
nomor peserta 1392
Artikel ini sangat bermanfaat untuk mengurangi sampah plastik dan tempat plastik dapat membahayakan bagi tubuh manusia.
Nama: Arsy Shakilah Putri Romadania
Sekolah:SDN Balongsari 1/500
No. Peserta:24
Judul Project: Pengolahan Minyak Jelantah
Terimakasih atas informasinya.Masih banyak masyarakat menggunakan wadah plastik sembarangan untuk menghangatkan makanan.Kesadaran masyarakat terhadap bahaya pemanasan plastik dalam microwave harus ditingkatkan.Dengan memperhatikan bahan wadah yang digunakan untuk memanaskan makanan,kita tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri,tetapi juga berkontribusi pada pengurangan risiko penyakit kronis di masa depan. Langkah kecil ini bisa menjadi bentuk nyata menjaga sistem hormon tubuh tetap seimbang dan mengurangi paparan bahan kimia berbahaya dalam kehidupan sehari-hari.
Nama : Naura Adelia Shafiqa Ghozali
Sekolah: Sdn Tandes Kidul 1 Surabaya
No.Peserta : 704
Proyek LH: Pengolahan Limbah Cangkang Telur
Menghilangkan bahan plastik sebagai bahan untuk menyimpan makanan saja kurang baik, apalagi dipanasi dalam suhu tertentu,.
artikel yang sangat bermanfaat, semoga kita menghindari penggunaan plastik yg dapat membahayakan kesehatan manusia
Nama Ni Luh Gede Reva Dealove Valentcia Atmaja
sekolah SMPN 35 Surabaya
nomor peserta 1130
judul proyek Budidaya Rosella
Memanaskan makanan dalam wadah plastik menggunakan microwave ternyata menyimpan bahaya kesehatan yang sering diabaikan. Ketika plastik dipanaskan, zat berbahaya seperti BPA dan phthalate bisa larut ke dalam makanan. Zat-zat ini dikenal sebagai pengganggu hormon (endocrine disruptor) dan dikaitkan dengan berbagai penyakit, mulai dari kanker, obesitas, hingga gangguan perkembangan anak. Beberapa jurnal ilmiah dan lembaga internasional seperti FDA dan EFSA menekankan pentingnya menggunakan wadah berlabel “microwave-safe”, meski label ini belum tentu menjamin sepenuhnya aman. Penelitian di Indonesia oleh LIPI (sekarang BRIN) juga menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat masih menggunakan wadah plastik yang tidak sesuai standar keamanan. Oleh karena itu, penggunaan wadah berbahan kaca, keramik, atau stainless steel lebih disarankan. Edukasi publik mengenai jenis plastik dan simbol daur ulang pun perlu digencarkan agar kebiasaan yang membahayakan ini bisa berubah.
Saya, adalah salah satu peserta PANGPUT lingkungan Hidup tahun 2025 dengan
Nama : Maulana Akbar Al Habib
Nomor Peserta : 469
Sekolah : SMPN 11 Surabaya
Dari Kota : Surabaya
Dengan proyek : Pengelolaan sampah organik
Semoga komentar saya bisa memberikan dampak yang baik untuk artikel inii 😀
Setelah membaca artikel ini, aku jadi tahu kalau tidak semua plastik aman untuk dipakai, apalagi buat makanan. Ternyata, lebih baik pakai wadah dari kaca, keramik, atau stainless steel supaya makanan tetap aman dan tubuh kita tidak terkena zat berbahaya. Info dan artikel seperti ini penting banget supaya orang-orang jadi lebih sadar dan bisa menjaga kesehatan. Dari hal kecil seperti memilih wadah yang tepat, kita sudah ikut mengurangi risiko penyakit di masa depan. Terima kasih informasinya, sangat bermanfaat💚
Nama : Isvara Nareswari Aryanto dari SDN Kaliasin 1 Surabaya dengan nomor peserta 206 dan proyek Budidaya Tanaman Pacar Air
Terimakasih informasinya, setelah membaca artikel ini jadi lebih sadar dan berhati2 dlm menggunakan plastik khususnya untuk memanaskan makanan di microwave. Memang lebih baik pake wadah kaca/keramik lebih aman dan menyehatkan.
Princess Zelda Ilmiah
SMPN 29 Surabaya
No. Peserta: 210
Proyek: BOBAZYME-POST (Pengolahan Bahan Organik untuk Eco Enzyme dan Kompos)
Sebaiknya hindari memanaskan wadah plastik biasa di microwave karena berpotensi melepaskan bahan kimia berbahaya ke makanan. Sebaliknya, gunakan wadah yang memang dirancang untuk microwav.
Nama : Ananda Efri Nugraha
Sekolah : SDN Kapasari 1/292 Surabaya
Nomer Peserta : 141
Proyek : Budidaya Lidah Buaya
Hindari kebiasaan ini, karena dapat mengganggu kesehatan tubuh kita, karena plastik yang dipanaskan akan melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam makanan. Terimakasih atas artikelnya yang bermanfaat.
Nama : Nandana Akatara Arka Radita
Kelas : 6A
Sekolah : SDN jemurwonosari 1
No peserta : 121
Aksi ini sangat bermanfaat, karena dapat membantu mengurangi sampah dan menjadikan sampah menjadi barang yang berguna
Hindari panaskan makanan dengan wadah plastik di microwave apalagi di tambah dengan suhu yang tinggi, suhu yang tinggi dapat melelehkan plastik dan termampu pada makanan jika masuk kedalam tubuh manusia dapat membahayakan kesehatan tubuh
Nama:anindita mireta putri
Sekolah:SDN Kaliasin 1
Proyek:pengolahan limbah kain perca