Happy Nuzulul Qur’an

Al-Qur’an mulai diturunkan pada tanggal 17 Ramadhan secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Al-Qur’an adalah mukjizat Nabi Muhammad SAW yang menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia. Di dalamnya mencakup berbagai aspek kehidupan, antara lain masalah aqidah, ibadah, akhlak, hukum, dan ilmu pengetahuan.

Al-Qur’an merupakan sumber inspirasi tulisan yang tidak akan pernah habis. Nabi Muhammad SAW pun memerintahkan umatnya untuk meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi generasi yang akan datang, salah satunya melalui karya tulisan atau buku.

Pada awal turunnya wahyu, Nabi diperintahkan untuk membaca, membaca, dan membaca atas nama Allah Yang Maha Mencipta, serta membaca atas nama Allah yang mengajarkan manusia menulis.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
(QS. Al-‘Alaq: 1–5)

Allah SWT telah mengutamakan pentingnya membaca dan menulis bagi hamba-hamba-Nya. Dengan membaca, manusia dapat memahami dan mempelajari sesuatu yang sebelumnya tidak diketahuinya. Dengan menulis, kita dapat mengenali kemampuan dan potensi diri serta mengembangkan berbagai gagasan.

Kegiatan menulis juga mendorong kita untuk lebih banyak menyerap, mencari, serta menguasai informasi yang berkaitan dengan topik yang kita tulis.

“Katakanlah: ‘Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (dituliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).’”
(QS. Al-Kahfi: 109)

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)-nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. Luqman: 27)

Kita juga perlu berpedoman pada firman Allah SWT dalam Surat Ibrahim ayat 24–26:
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu bagi manusia agar mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi sehingga tidak dapat berdiri tegak sedikit pun.”
(QS. Ibrahim: 24–26)

Hasil tulisan yang dibukukan dapat menjadi investasi ilmu yang tidak akan habis dan tak ternilai harganya. Buku memberikan kontribusi besar dalam mengembangkan serta mengaktualisasikan pemikiran, baik bagi penulis maupun pembacanya.

Nabi Muhammad SAW tidak meninggalkan harta, tetapi meninggalkan dua pedoman yang sangat agung, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Selain baik, karya kita juga harus membawa manfaat bagi alam semesta, sebagaimana firman Allah SWT:“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”
(QS. Al-Anbiya: 107)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Aku tinggalkan pada kalian dua perkara yang jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, kalian tidak akan tersesat selamanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.”
(HR. Imam Malik)

Mari membaca Al-Qur’an, Al-Hadits, dan buku-buku lainnya, kemudian mengaktualisasikan nilai-nilainya melalui karya tulisan atau buku yang bermanfaat bagi umat.

Penulis: Amien Widodo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *