Pendaftaran Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2026 Dibuka

Tunas Hijau kembali menyelenggarakan Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2026 atau Lomba Duta Lingkungan Hidup Pelajar 2026 sebagai upaya untuk mengajak masyarakat melalui individu siswa, anggota keluarga dan warga sekolah peduli lingkungan hidup dengan aksi berkelanjutan. 

Pesertanya adalah individu siswa SD/MI dan SMP/MTs negeri dan swasta dengan 2 kategori, yaitu SD/MI dan SMP/MTs. “Kami menunggu partisipasi dari sebanyak mungkin anak, tentunya berarti juga partisipasi aktif sebanyak mungkin sekolah dan keluarga,” kata TH Bram Azzaino, aktivis senior dan Direktur Pendidikan Tunas Hijau Indonesia. 

Bram Azzaino menjelaskan bahwa pada program ini, anak-anak diajak peduli lingkungan hidup dengan membuat proyek lingkungan hidup berkelanjutan, dan membiasakan membawa bekal makanan serta minuman dari rumah dalam wadah yang bisa digunakan berulang kali.

Pendaftaran peserta dengan menyertakan formulir isian proyek lingkungan hidup yang sudah dimulai. Pendaftaran melalui https://bit.ly/pendaftaran-pangput-2026 dengan menyertakan formulir isian proyek lingkungan yang bisa diunduh melalui https://tunashijau.id/wp-content/uploads/2026/04/Formulir-Isian-Proyek-Peserta-Pangput-LH-2026.pdf. Pendaftaran terakhir peserta pada Senin, 18 Mei 2026. 

“Proyek lingkungan hidup lainnya yang bisa dilakukan oleh calon peserta di antaranya budidaya tanaman, adopsi lahan kosong menjadi taman atau kebun, atau pengolahan limbah cangkang telur,” jelas Bram Azzaino. 

Bisa juga, proyek pengolahan sampah organik untuk eco enzym, pengolahan sisa makanan menjadi kompos, pengolahan sampah organik untuk budidaya maggot BSF, bank sampah kampung/sekolah, atau proyek lingkungan hidup yang lainnya, yang tentunya bisa dilaksanakan berkelanjutan.

Nizamudin Imam Santoso, aktivis senior dan Direktur Pangeran & Putri Lingkungan Hidup 2026, berharap bahwa melalui program ini, diharapkan semakin banyak individu anak, keluarga dan sekolah Surabaya yang semakin peduli lingkungan hidup dengan aksi nyata berkelanjutan.

“Semakin banyak peserta berarti semakin banyak anak dan keluarga peduli lingkungan hidup. Berarti juga semakin banyak aksi nyata lingkungan hidup dilakukan. Berarti juga semakin banyak kebaikan dilakukan dan keburukan ditinggalkan. Semakin banyak juga anak menjadi hebat,” pungkas Nizamudin Imam Santoso.

Penulis: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *